Boxing Club

Chapter 3

-Love-

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Romance

Main pairing: NejiTen

Warning! Gaje, abal, typo, aneh dll.

Author note: akhirnya chapter 3! AKH! *teriak gaje* pas Miku lagi ngetik tiba-tiba kompu net mati! Mana ngetiknya udah jauh banget lagi! Sekarang jadi ulang lagi deh ngetiknya ==" huft..

Happy reading..

Huhh.. dimana aku? Oh iya. Di gymnasium. Aku tertidur tadi sehabis mengajari para adik kelas bersama Sakura dan Neji. Tidak kusangka aku bisa tertidur. Padahal aku mempunyai stamina yang banyak. Mungkin tadi aku terlalu bersemangat dan lelah saking senangnya.

Aku berusaha bangkit dari kursi panjang yang kutiduri dengan mataku yang sayu. Kupaksakan untuk berdiri walaupun tubuhku sangat lelah. Hoam.. aku ngantuk sekali! Gymnasium sepi sekarang. Neji dan Sakura sudah pulang ya? Sekarang sudah jam 5 sore sih. Saat aku menenteng tasku untuk bersiap pulang aku menyadari ada yang tertinggal. Kotak makanku. Kotak makanku tertinggal dikelas lagi. Ah, kok aku bisa lupa ya? Dengan malas aku berlari ke kelasku yang letaknya tidak jauh dari gymnasium. Dan benar, dimejaku, kotak makan dengan warna biru sedang menunggu kedatanganku. Ya ampun, kok aku jadi pikun gini? Tanpa buang waktu, aku segera mengambil kotak makanku dan keluar dari kelas.

Sekolah sudah sangat sepi sekarang. Tidak ada orang. Ini pertama kalinya aku pulang sesore ini. Biasanya jam sesudah kegiatan klub jam 4 aku pulang. Tentu saja aku tidak ingin membuang waktuku disini. Tapi itu dulu, sekarang sepertinya setiap hari aku harus pulang jam 5 sore. Namun entah kenapa, bila dengan Neji, aku merasa bahwa sampai pulang jam 7 malam aku pasti akan betah. Aku ini memang aneh..

Saat aku sedang berjalan dikoridor sekolah, aku mendengar suara samar-samar diujung koridor. Aku juga melihat 2 bayangan. Siapa itu? Aku sangat penasaran. Ternyata jam segini juga masih ada yang berkeliaran disekolah. Aku sangat penasaran hingga menoleh kesana. Saat aku perhatikan ternyata itu banyangan..

Neji dan Naruto?

Apa yang mereka lakukan sesore ini? Kenapa mereka belum pulang?

"Ng.. maukah kau jadi pacarku, Neji?" Tanya Naruto.

Apa? Apa ini? Apa maksud perkataan Naruto tadi? Kenapa dia bertanya seperti itu ke Neji? Aku benar-benar tidak percaya apa yang kudengar dari mulut gadis itu barusan. Sepertinya mereka tidak melihatku.

"Aku…." Neji menggantungkan perkataannya.

Entahlah. Kenapa hatiku terasa seperti teriris.. hatiku sangat sakit. Padahal kalau Naruto jadian dengan Neji tidak apa-apa kan? Kenapa aku merasakan perasaan ini. Aku tak kuat melihat mereka sehingga membuatku langsung turun tangga dengan mataku yang mulai mengeluarkan air mata. Ini pertama kalinya aku menangis untuk seseorang. Pertama kalinya dalam hidupku. Biasanya, aku tidak akan perduli dengan seseorang tapi kenapa sekarang aku merasa tidak bisa merelakan Neji?

Pertanyaan itu terngiang-ngiang dikepalaku sepanjang perjalanan. Dengan kakiku yang kupaksakan untuk berlari walaupun aku sudah sangat lelah dan lambungku sakit karena terlalu lama berlari.

'Sedih' dan 'Kecewa'. Itulah kedua kata yang tergambar dihatiku sekarang. Aku tidak percaya bahwa Naruto menembak Neji. Entahlah! Seakan-akan dia seperti menusukku dari belakang dengan senyumannya yang tanpa dosa itu. Aku sangat kecewa padamu, Naruto! Padahal kupikir kita teman. Apakah ini yang dinamakan cinta? Mungkin Sakura benar. Mungkin aku memang jatuh cinta.. jatuh cinta kepada Neji.

ooOOOoo

-Istirahat-

"Hey, Tenten kau kenapa?" Tanya Sakura sambil menyantap bekalnya.

Aku tidak menjawab.

"Aku seperti sudah tidak mengenalmu, kau tahu? Lihat dirimu! Rambutmu tidak disisir! Seragammu acak-acakan! Matamu juga bengkak! Kau kenapa sih?" Jeritnya.

"BERISIKK!" teriakku kesal. Hari ini aku sedang bad mood. Tepat saat aku berteriak, Naruto lewat didepanku dan Sakura dan ia mendengar pembicaraan kami.

"Tenten?" Tanya Naruto polos.

Melihat wajahnya membuatku sangat geram. Rasa kesal benar-benar menguasai diriku saat melihatnya. Hatiku juga terasa sangat panas. Dengan kesal aku berteriak padanya,

"Pergi sana!"

"Tenten, tunggu! Apa maksud.." belum selesai ia bicara, aku mendorongnya.

"Maaf. Jangan dekati aku!"

UKH! Dengan perasaan sangat sangat sangat kesal aku segera berlari meninggalkannya. Kakiku menuntunku keatap sekolah. Sepertinya ini tempat yang tepat untuk melampiaskan kesedihanku. Ah! Aku memang sudah jatuh cinta! Tapi, apakah ini benar-benar cinta? Rasa seperti inikah? Rasa yang membuatku harus bersaing dengan orang lain. Ternyata.. cinta itu menyakitkan seperti ini ya?

Tanpa kusadari, air hangat membasahi pipiku. Sial! Kenapa aku menangis! Gadis kuat sepertiku tidak akan menangis! Kenapa, air mata ini terasa sulitku hentikan? Kusooo!

"Tenten?"

Suara datar itu memecah kesunyian di atap sekolah. Sambil mengusap air mataku, aku menoleh kesumber suara itu.

Ternyata itu Neji.

"Neji..? apa yang kau lakukan disini?" tanyaku berusaha tidak terlihat sehabis menangis.

"Aku ditugaskan untuk mengunc i pintu gudang disini. Kalau kau? Apa yang kau lakukan disini? Kenapa matamu sembab begitu?" Tanya Neji sambil menatapku mataku.

"Hhh.. aku tidak apa-apa. Aku hanya-AAAAGGGGHHH!" jeritku. Aku hilang kendali. Air mataku keluar lagi, namun kali ini semakin deras. Aku tidak percaya bahwa aku menangis dihadapan Neji pada detik ini. Aku benar-benar memalukan.

Neji berjalan perlahan kearahku lalu mengusap air mataku. Lalu dia..

Memelukku.

Neji memelukku. Aku tidak percaya. Apakah ini mimpi? Kalau ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku.

"Hei, kau kan sudah besar. Masa masih nangis?" tanyanya dengan nada sedikit mengejek.

"Neji, kau tahu? Aku menyukaimu." Kataku jujur. Neji hanya tersenyum kepadaku.

"Ya. Aku juga. Aku juga menyukaimu. Kau adalah gadis yang spesial, Tenten. Menurutku, saat pertama kali melihatmu, kau langsung mengalihkan perhatianku dengan wajahmu yang mempesona dan keceriaanmu yang mengusir kebosanan dalam hidupku. Sangat beruntung bagiku bertemu denganmu."

D E G

Neji menyukaiku..? Selama ini.. Neji menyukaiku?

"Neji.. Bukannya kau sudah menjadi pacar Naruto?"

"Kemarin.."

Flashback

"Ng.. Neji maukah kau jadi pacarku?"

"Aku.. tidak bisa."

"Kenapa?"

"Sudah ada yang kusukai. Maaf, Naruto."

Flashback Off

"Begitu. Sebenarnya orang yang kusukai itu kau, Tenten. Maukah kau.."

GREBB!

Aku memperat pelukanku terhadap Neji.

"YA!" jawabku girang. Aku sangat bahagia hari ini. Oh, terima kasih! Ini adalah hari paling bahagia! Suara tepukan tangan datang kearahku dan Neji.

"Tenten, selamat ya." Ujar sosok dengan rambut pink sambil menunggingkan senyum kemenangan.

Sakura..?

GAWAT! Ya ampun! Daritadi dia mendengar percakapanku dengan Neji? Pertaruhan yang kutaruhkan dulu. AKH! GAWAT!

"Bagaimana dengan kontrak kita?" Tanya Sakura sambil melirikku tajam.

"Kontrak apa?" Tanya Neji heran seraya menatapku serius.

ooOOOoo

"AKU TIDAK MAU!" teriakku.

"Heh! Harusnya kau bersyukur tahu! Kau sudah kuberi toleransi karena aku kasihan padamu. Jadinya kau kupakaikan baju cosplay combat maid yang kusewa ditoko depan sekolah!" gerutu Sakura.

"Tenten, berjuanglah." Kata Neji.

UUKKHH.. aku benar-benar malu! Apalagi Neji melihatku dengan kostum seperti ini!

"OK! Tugasmu hanya putari koridor ini. Lagian jam segini sudah tidak ada orang kok!" Kata gadis berambut pink itu sambil memperlihatkan jam tangannya yang tepat jam 5 sore.

"1..2..3..!" jeritnya, memberiku aba-aba untuk lari memutari koridor sekolah sambil memakai baju combat maid ini.

Ah! Semoga saja sudah tidak ada orang! Kalau ada bisa gawat! Apalagi kalo Karin sang biang gossip itu sampai menangkapku berlari seperti ini. Ah, sudahlah Tenten! Kau pasti bisa! Hanya berlari. Toh, hanya berlari saja. Tapi baju combat maid ini sangat kekecilan sehingga aku harus menarik ujung bawahnya.

Saat aku berlari, ada 2 orang murid didepanku. Sudah tahu aku mau lewat mereka mempelototiku lagi! Mau apa mereka? Yang satu berambut panjang dikepang, dan satunya lagi memakai kacamata dengan rambut diikat 1.

"MINGGIR!" teriakku sambil menerobos mereka, sukses membuat mereka tersungkur ke tanah. Tapi demi Neji, apapun akan kulakukan. Karena, selamanya aku akan melayani klub boxing dengan keseriusan, kekeluargaan dan juga..

.. Cinta ..

Owari

Bonus chapter!

"Adududuhh.. sakit.." rintih cewek bernama Orochimaru.

"Orochimaru-sama, anda tidak apa-apa?" Tanya Kabuto sambil membantu Orochimaru berdiri.

"Idih! Ampun dyeh thu chewek. Udah tahu ekye lebih sekyeh dari dia! Beraninya bikin eikye jatoh! Tuh liyat nieehh.." kata Orochimaru sambil memamerkan dada dan pahanya yang berbulu lebat kepada Kabuto.

"Tentu saja, Orochimaru-sama! Anda adalah makhluk yang paling seksi!" puji Kabuto, polos.

THE END!

Author Note: HOSHH! Capek banget! Oya, disini Kabuto sama Orochimaru juga cewek! Hehehe..

Gimana readers? Anehkah? Banyak typo kah? Gajekah? Maaf kalo banyak kekurangan difict ini! Jadi diharapkan reviewnya, saran, kritikan, ataupun flame yang membangun bakal Miku terima! ^ ^-

Oh ya, baca sama review fict Miku yang lain dong~ *promosi mode* -disirem mie sama readers-

Special Thanks:

Semua orang yang udah review fict Miku! Arigatou! ^_^

See you again!