A/N : Sadarkah kalian kalau jawaban-jawaban negara-negara sebelumnya banyak yang diambil dari Character Song-nya Russia :P lol

Well, happy reading! XD

Desclaimer : Hidekaz Himaruya

WARNING! OOC ness n' Geje-ness


Mystery Files

File 1-2 : The answer why Belarus wants to marry Russia.

INVITATION

Kami mengharapkan kedatangan teman-teman sekalian ke pesta pernikahan kami pada hari Minggu, tanggal xx bulan x tahun xxxx. Bertempat di Moskow, Russia. Hari Sabtu nanti kami akan mengirimkan kalian pesawat untuk menjemput kalian semua. Hari Minggu wedding ceremony akan dilaksanakan.

Tertanda,

Belarus & Russia

Setelah selesai membaca undangan itu, Japan hanya bisa terdiam dan mulutnya terbuka tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.

"Apa ini... sebuah lelucon?"

Di lain tempat, England malah marah-marah.

"Apaan undangan ini? Jelas-jelas kita HARUS datang karena pada akhirnya kita akan dijemput!" ujarnya.

"Iya, yah. Kalau yang menjemput semuanya mirip Russia, kita tidak akan bisa melawan dong..." ujar Amerika yang sedang berkunjung ke rumah England. "Tapi jangan khawatir! Karena aku ini hero, aku akan bisa melakukan apa pun!"

"Termasuk memerangi kedua kakak-adik psycho itu?" tanya England.

Amerika terdiam, "... Kalau bisa sih... hal itu dihindari," ujar Amerika sambil tertawa hambar

Reaksi negara-negara lainnya pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan reaksi Japan dan sepertinya akan setuju dengan perkataan England. Mereka tidak bisa menolak.

-0 x 0-

Sabtu, tanggal xx bulan x tahun 19xx; sehari sebelum pernikahan.

"Besok aku akan menikah dengan nii-san," ujar Belarus bahagia sambil memandangi gaun pengantinnya.

"Belarus, sebaiknya kamu mempersiapkan diri untuk besok," ujar Ukraine pada adiknya.

"Nee-san yang bertugas untuk makanannya kan?" tanya Belarus.

"I... iya."

"Harus ada pirozhki dan borscht kesukaan nii-san loh," ujar Belarus dengan nada mengancam.

"A... akan segera nee-san pesankan!" seru Ukraine lalu kabur keluar dari kamar Belarus.

Belarus lalu kembali memandangi gaun pengantinnya, "Besok aku akan menikah... menikah... menikaaaaaaaaaaah..."

-0 x 0-

"Estonia, Latvia, Lithuania, apa tidak ada cara lain?" ujar Russia putus asa.

Estonia menggeleng, "Apa boleh buat Russia-san, kemarin anda tidak sengaja menandatangani... ehm... surat perjanjian pernikahan..." ujar Estonia sambil melipat kembali jas yang baru saja dikenakan Russia.

Russia langsung terpuruk, ia sangat menyesali untuk menerima tawaran Belarus untuk minum bersama kemarin. Entah bagaimana caranya, Belarus berhasil membuatnya mabuk dengan vodka dan membuatnya menandatangani surat tersebut. Ia sangat bodoh!

"Gaaah! Tapi aku tidak akan tahan tinggal dengannya, da! Nanti kalian juga pasti disiksa, da?" Russia mencoba untuk memelas.

Ketiga negara Baltic itu berpikir, "Be... benar juga sih..."

"Hmm... mungkin kita bisa melihat-lihat kamar Belarus untuk menemukan surat perjanjian tersebut dan membatalkannya?" tanya Lithuania.

Wajah Russia langsung menjadi cerah, "Benar, da! Kita bisa melakukan itu!"

"Ta... tapi... bagaimana kalau kita ketahuan oleh Belarus-san nanti?" tanya Latvia gugup.

"Aku akan menghubungi Ukraine untuk menahannya," ujar Russia langsung. Ia benar-benar tidak mau hal ini terjadi, tidak seumur hidupnya!

-0 x 0-

"Gyah!"

"Ssst! Latvia! Jangan teriak-teriak!" seru Lithuania mengingatkan negara Baltic terkecil itu.

Saat ini, Russia bersama Baltic Trio sedang membongkar kamar Belarus.

"Ma... maaf! Aku kaget karena menemukan... i... ini..." ujar Latvia sambil menunjuk ke arah koleksi pisau milik Belarus.

Russia merinding, "Matilah aku kalau aku menikah dengannya..." Bukannya Russia membenci adiknya, ia hanya tidak tahan dikekang oleh ke-psycopath -an adiknya itu.

"A... ah... Jangan dipikirkan! Cari di tempat lain!" ujar Estonia menenangkan Latvia, atau tepatnya menenangkan dirinya.

Latvia hanya mengangguk kecil lalu mulai mencari lagi di tempat yang berbeda.

"Nee, Russia-san, bagaimana kalau kita tidak menemukan surat itu?" tanya Lithuania takut-takut, tetapi mereka sudah 30 menit berada di ruangan Belarus dan ruangannya bukan ruangan yang terlalu besar.

"..." Russia terdiam. "Aku akan melarikan diri saja! Bagaimana kalau aku bersembunyi di rumahmu dulu, Lithuania?" tanya Russia putus asa.

"Eh! Maaf Russia-san, bulan ini rumahku akan diperbaiki, jadi... tidak bisa menampung orang lain," ujar Lithuania sambil minta maaf berkali-kali, takut diapa-apakan oleh Russia.

Russia lalu berbalik ke Latvia dan Estonia, "Ru... rumahku baru saja terkena banjir dan butuh diperbaiki!" ujar Estonia.

"... rumahku terlalu kecil untukmu Russia-san," ujar Latvia jujur.

"LATVIAA!" seru Estonia panik.

Russia terdiam, "Ya sudahlah, da! Aku bisa ke tempat lain! Antartik, atau Kutub Utara! Mana pun agar aku tidak menikah dengannya!" seru Russia, sudah hopeless dia.

Saat berteriak, tiba-tiba saja tangan Russia yang dijulurkan ke atas menabrak lemari baju Belarus dan menjatuhkan sebuah kotak. Saat kotak itu sampai ke lantai, kotak itu terbuka dan kertas-kertas berserakan. Yang dikiranya kertas itu ternyata adalah foto.

Lithuania mengambil beberapa foto yang ada di dekatnya, "... Russia-san! Aku tahu cara agar kau tidak menikah dengannya!" serunya.

-0 x 0-

Minggu, tanggal xx bulan x tahun 19xx; hari pernikahan.

"Yo, Japan! Boleh aku duduk di sebelahmu?" sapa sang British pada sang Asian.

"Ah, England-san. Silahkan," ujar Japan sambil tersenyum.

"Ah... mengejutkan sekali, ya. Setahuku Russia tidak menyukai adiknya," ujar England.

Japan mengangguk, "Ha-i... aku juga tidak menyangka hal ini."

Di lain tempat, Italy datang bersama Germany.

"Ve~! Apa nanti ada pasta, ya? Nee... nee... Doitsu, Doitsu! Apa nanti ada pasta, ya?" tanya Italy dengan ceria.

"I... Italia! Jangan ribut dulu!" Germany mengingatkan.

"Ve~ Pasta... pasta..."

"Oh! Ita-chan!"

"Hoee? Spain nii-chan! Dan nii-chan!"

Pemuda berkebangsaan Spanyol itu datang berdua dengan kakak Italy, Romano.

"Geh! Kenapa kau ada di sini juga, potato freak?" seru Romano sambil menunjuk-nunjuk ke arah Germany.

Germany hanya menghela nafas, "Karena aku diundang. Ayo duduk..."

"Wah, terima kasih!" ujar Spain. "Ita-chan, geser dong!"

"Eh? Tapi Spain nii-chan bisa duduk di sebelah Doitsu di sana kan?" ujar Italy sambil menunjuk ke arah bangku kosong di sebelah Germany.

Tetapi Spain tetap bersikeras, "Err... Geser dong!"

"Heh bastard! Bilang saja kamu tidak mau dekat-dekat Germany," ujar Romano langsung, membuat Germany menghela nafas dan bergeser.

"Italia, geser!" pintanya.

-0 x 0-

"Belarus-chan, kamu sudah siap kan?" ujar Ukraine mengecek adiknya.

Saat ini Belarus sudah mengenakan gaun pengantinnya dan ia terlihat cantik.

"Nee-san! Aku akan menikah dengan nii-san!" seru Belarus gembira.

"I... iya, ayo sudah saatnya!" ujar Ukraine, menggandeng adiknya keluar.

-0 x 0-

Di gereja tempat mereka mengadakan pernikahan, lagu Canon in D pun mulai mengalun. Semua undangan yang sedari tadi sibuk berbincang-bincang dengan teman atau kerabat mereka pun segera diam dan menantikan pasangan yang berbahagia itu.

"Wah! Sebentar lagi! Sebentar lagi! Ve~!"

"Ya sebentar lagi..." ujar Germany.

"Sebentar lagi pasangan paling psycho di dunia akan tercipta..." batin Germany sweatdropped.

Lalu akhirnya pintu gereja pun terbuka dan pasangan yang akan menikah hari itu muncul.

"?"

Semua mata terbelalak, melihat pasangan itu. Sebenarnya bukan Belarus yang mereka lihat, tetapi pasangannya.

"Itu... itu kan..." Japan menggosok-gosokkan matanya. "Apa mataku yang salah atau itu bukanlah Russia-san?"

"Tidak, matamu masih sehat, Nihhon. Itu jelas bukan Russia!" ujar England.

"Itu.. Lithuania-san?" seru Nihhon kaget.

Lebih kaget lagi saat melihat pendamping laki-lakinya adalah Russia sendiri. Apa Belarus terlalu bodoh untuk membedakan Russia dan Lithuania? Saat ini para undangan kaget setengah hidup... eh setengah mati, tetapi mereka diam saja dan mengikuti alur pernikahan itu. Oh... Lithuania akan diinterogasi nanti.

-0 x 0-

Setelah wedding ceremony selesai, maka ada pesta untuk merayakan pernikahan Russia dan Belarus. Eh... coret, bukan Russia, tapi Lithuania.

"Lithuania-san! Bagaimana bisa kau yang menikah dengan Belarus?" tanya Nihhon langsung saat Lithuania keluar dari ruang pengantin.

France memberinya ucapan selamat, "Lithuania! Selamat yah! Tapi... bukannya harusnya hari ini Russia yang menikah dengan Belarus?"

"Aku ingin jawaban!" seru Germany langsung.

"Ve~?"

"Lito! KAU MENCAMPAKKANKU!" seru Poland yang tiba-tiba muncul dan langsung kabur secepat kemunculannya.

Semua yang ada di situ hanya ber-sweatdropped ria.

"Oke, tenang dulu semuanya, akan kujelaskan..."

-FLASH BACK-

"... Russia-san! Aku tahu cara agar kau tidak menikah dengannya!" serunya.

"APA? Bagaimana, da?"

"Yang bener Liet?" ujar Estonia kaget.

"Lihat nih!" seru Lithuania sambil menyodorkan foto-foto yang ia ambil tadi.

"Astaga... ini... sungguh tidak masuk akal!" ujar Estonia shock.

"Da... aa... aku..."

"Russia-san, ternyata yang Belarus inginkan bukan anda," ujar Lithuania.

Russia mengangguk, "Tapi... aku tidak rela untuk melepasnya..." ujar Russia sambil memegangi syal kesayangannya.

Yap, apa yang diinginkan Belarus? Syal milik Ivan! Buktinya, foto yang ditemukan Lithuania, semuanya hanya foto Russia sebatas syalnya saja, bahkan wajahnya tidak ikut difoto! 0.o

"Sekarang tinggal anda pilih, menikah atau... melepas syal itu..."

-END FLASH BACK-

"Jadi... intinya yang Belarus inginkan adalah syal itu?" ujar England kaget.

"Iya, ini," ujar Lithuania sambil menunjukkan ke arah syal yang sedari tadi ia gunakan sejak wedding ceremony.

"Ini... sungguh... ANEH..." gumam negara-negara yang lain.

"Aneh, tapi nyata! Setidaknya aku akan menjadi suami Belarus-chan~" ujar Lithuania senang. Dari awal ia memang sudah menyukai gadis itu.

"Da, kau boleh menjadi suaminya, tapi awas kalau ada apa-apa dengan Belarus," ujar Russia yang tiba-tiba saja muncul.

"Tentu Russia-san! Aku akan menjaganya seumur hidupku!" ujar Lithuania dengan penuh keyakinan.

Tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang, "Anata, ayo kenalan dengan teman-temanku!" ajak Belarus.

"Iya, istriku~!" ujar Lithuania senang, tidak menyadari bahwa tangannya sudah remuk.

Negara lain yang melihat Lithuania hanya bisa berkata, "Semoga kau bisa selamat dari Belarus saat kau melepas syal itu nanti malam..."

File 1-2 - END


A/N : Okaaay... so, in my opinion, yang diinginkan Belarus cuma syalnya Ivan! XD I know thats rather stupid, tapi bisa aja kan? XD Russia kan tidak pernah mau melepas syalnya, no matter what! lol Oh, ya... tahu kan maksud dari kalimat terakhir dari para negara-negara lain? XD LOL. Here's a hint, it is always done by married couple on their first night :p

Thank you all for reading! XD Kalau mau happy ending (alias LithuaniaxBelarus), omake mungkin tidak perlu dibaca~ lol Saran n' kritik yah XD

-x-x-x-x-x-x-

OMAKE

"Jadi... bagaimana kau bisa melepas syalmu, Russia-san? Setahuku kau tidak pernah mau melepasnya apa pun yang terjadi..." tanya Japan ingin tahu.

"Oh... Iya, aku harus melepas paku-paku yang menancapkan syalku dengan leherku ini dulu, da. Selain itu juga aku harus mandi kembang 5 kali sebelum aku melepas syal ini, da~ atau general winter generasi sebelumnya akan mengutukku," jelas Russia, membuat wajah Japan pucat dan horor.

"Yang benar...?"

Russia tersenyum, "... bercanda, da... Aku minta dibuatkan lagi oleh nee-san," ujar Russia sambil tersenyum dan mengambil syal yang ada di tasnya dan mengenakannya.

Tapi, tiba-tiba saja aura yang Russia kenali kembali mencengkramnya.

"Nii-san! KEKON! KEKON!"

Mata Russia melebar, apa yang sudah terjadi dengan Lithuania?

END (by regret)

-x-x-x-x-x-x-

* Kekon : Menikah

A/N : lol Russia memang selamanya tidak akan bisa lari dari Belarus! What happen to our poor Liet? Imagine it yourself! XD -dijitak-

Review please~ XD