Hueeee… akhirnya updet juga… ide-ide mengenai fanfic lain terus bermunculan… aku jadi bingung mau ngepost yang mana dulu… anyway, enjoy this story please!
Genre:Humour/Romance
Rated:T—aku terlalu takut buat ngasih rate K!
Warning:OOC, gajhe, yaoi, nyeleneh, Death Note Cuma numpang lewat, timeline(kapan dan dimana) gajhe, deelel deelel yang terlalu banyak ampe ga bisa disebutin!
Cat Incident
Chapter 4:
Belang si Kucing
By:Vanilla Amano
Pagi-pagi buta… jam 4 subuh… kantor L…
Biasanya sih pagi-pagi buta begini, Light sedang membuat sarapan untuk dirinya dan L… maklum, saat itu Watari lagi ke New York… jadi urusan rumah tangga dia yang urus. Tapi pagi ini berbeda…
'KIET'
Pintu kamar Light terbuka pelan. Cowo tampan bernama samaran Kira itu masih tidur, dia tidak sadar ada yang membuka pintu kamarnya. 'orang' yang memasuki pintu kamarnya berjalan ke sisi tempat tidurnya, lebih tepatnya meja kecil tempatnya menaruh alarm dan lampu kecil.
"Mmh… Ryuuzaki… minta es krim…" Light ngigo. Otomatis, si penyusup sweatdrop. Jam 4 sedikit lagi, alarm Light akan segera berbunyi. Tapi si penyusup tidak membiarkan. Dia menonaktifkan jam weker Light dengan satu sentuhan halus. Kemudian, dia ngeloyor keluar dari kamar Light tanpa dosa.
BRAK!
Seseorang mendobrak pintu dengan keras.
"Ku~ro~ga~ne!" desis Light sambil memasuki ruangan tempat L berada. "Kenapa kau mematikan wekerku!"
"Miaaaw!" Kurogane bersembunyi dibalik badan kurus L.
"Light-kun ini bicara apa? Mana mungkin Kurogane melakukannya," kata L. "Secara logis, kucing mematikan jam weker itu tidak mungkin. Jangan tuduh Kurogane sembarangan dong."
"Tapi aku serius!" kata Light kesal. 'Masa Ryuuzaki lebih percaya sama kucing begitu daripada sama aku!' "Lagipula kau tidak mungkin mematikan wekerku kan! Jadi siapa lagi pelakunya selain Kurogane!"
"Apa? Jadi sekarang Light-kun menuduh saya?" L merengut. "Mungkin Light-kun lupa menyetel weker sehingga tidak bangun tepat waktu! Jangan salahkan orang lain atas kesalahan sendiri dong! Lagipula, mungkinkah Light-kun sengaja?" matanya menyipit curiga.
"Heh? Sengaja apanya?"
"Mungkin Light-kun sengaja tidak ingin membuatkan saya sarapan agar saya mati kelaparan. Karena Light-kun adalah Kira!" L melompat dari kursinya dan menodong Light dengan sendok teh.
"…"
"Apa?"
"Jangan pake sendok… kayanya ga kena gitu 'feel' ngancemnya…" kata Light.
"Berarti Light-kun tidak menyangkal bahwa Light-kun bermaksud membunuh saya?"
"Iya—eh, maksudnya…!" Light berdeham. "Maksudku Ryuuzaki, adalah…" dia berhenti sejenak untuk mengatur nafas. "SESEORANG BERARTI MASUK KE GEDUNG INI!"
"Tidak mungkin. Karena security gedung ini sangat baik," geleng L yakin.
"Nah, kalau begitu kemungkinannya hanya ada dua, bukan?" kata Light kesal. "Hanya kau dan Kurogane yang mungkin mematikan jam wekerku!"
"Saya merasa tidak melakukannya."
"Kalau begitu Kurogane pelakunya!"
"…"
"…"
Hening… hening…
"Miaw…" Kurogane memecah keheningan.
"Light-kun kelihatannya agak cape. Bagaimana kalau Light-kun pergi mencari udara segar sebentar?"
Untuk seorang yang berbudi pekerti baik seperti Yagami Light, diusir tentu akan membuatnya kesal, tapi tetap menjaga sopan santun. Tapi bagaimana kalau si anak baik itu merupakan Kira yang cenderung terkena God-complex alias merasa dirinya adalah dewa dunia baru?
TRAAANG!
BYUUURR!
Suara kaleng ditendang dan masuk ke laut bergema diseluruh penjuru pantai. Seorang pemuda berambut karamel—tadinya, sekarang mendadak menjadi merah karena dia 'henshin' jadi Kira, berjalan disekitar pantai.
Light ngerutuk-rutuk kesel sambil nyariin kaleng laen yang bisa dia tendang. "Sialan si Ryuuzaki! Masa lebih percaya anak kucing daripada gue? Awalnya aja dia ga tau apa yang namanya anak kucing… sekarang mereka jadi sekongkol begini! Ggrrrr!"
Begitulah, Light diusir sama L. tadinya dia bingung mau kemana buat ngelampiasin kemarahannya dia… kalo ditengah-tengah kota nanti disangka orang gila lagi. Ditaman… banyak anak kecil. Malu. Mall? Ogah. Ntar ketemu Misa. Alhasil setelah jalan-jalan tanpa arah selama beberapa jam yang ga keitung, dia memutuskan untuk ke laut.
"Coba ada Death Note! Bakal gue bunuh Ryuuzaki(nama aslinya aja lo ga tau) en Kurogane(Death Note bisa bunuh kucing?) satu paket sekaligus!" Akhirnya, Light menemukan kaleng lain untuk ditendangnya. "Dasar sial—" baru dia mau nendang kaleng itu, sebuah payung terbang kearahnya dan mengenainya. TELAK! "Adaauw! Anjrit, sakit! Siapa tuh!" semua sopan santun yang dipelajarinya selama 30 tahun(?) ini runtuh sudah.
Seorang nenek-nenek bertampang tua(ya iyalah!) berdiri 2 meter tidak jauh dari Light. "Dasar anak gila! Mau ngebuang kaleng ke laut lagi! Buang sampah pada tempatnya dong! Jangan di laut! Lu kate laut itu tempat pembuangan sampah nasional!" seru tuh nenek. Betul banget nek! Semangat nenek keren banget! Jangan buang sampah sembarangan ya, readers!
Kemudian, nenek itu pergi dari sana. Dengan sebelumnya mengambil payung yang tadi dipakai untuk menggetok Light. Light cengok ditempat. Image anak baik Light didepan nenek-nenek barusan ilang sudah.
"Cih, sialan… kenapa ada tuh nenek? Perasaan tadi disini ga ada orang…" rutuk Light sambil menendang kaleng tadi, kali ini menuju ketempat sampah.
"Light? Ngapain disini?" tiba-tiba, suara familiar milik seseorang yang dikenal Light terdengar dari belakangnya. Light menoleh penasaran.
"Matt? Ngapain kau disini?" tanya Light. Ternyata, pemilik suara itu adalah seorang gamer plus perokok ganteng berambut merah, bergoogle oranye, merokok merk Malboro Light, dan—kayanya gue kebanyakan muji dia deh… udah deh…
"Hoo… ternyata betul kau. Lagi nyari mangsa buat dibunuh?" tanya Matt sambil mendekatinya.
"Iya nih. Stress soalnya, haha," kata Light sambil becanda garing en ga asik. 'Bodo amat deh dia mau nuduh gue Kira apa bukan yang emang kenyataan sih… gue stress banget, butuh temen curhat!'
"…" Matt menatap Light yang sedang pasang puppy's eyes. "Butuh teman curhat?" tanyanya sambil sweatdrop ngeliat ekspresi Light yang melas mampus.
"Oh, yes! Yes! Yes! Of course! Sebenernya seorang game maniac plus smokers bukan pilihan terbaik buat jadi temen curhat sih… tapi apa boleh buat deh!" kata Light ceria sambil lompat-lompat kaya kelinci stress.
"Enak aja lo ngatain gue… tapi sejak kapan rambut lo jadi merah?"
"Efek cahaya… efek cahaya… ntar juga balik lagi. Tenang aja."
Alhasil, mereka berdua duduk berdampingan ditepi laut. Menikmati semilir angin yang sepoi-sepoi, aroma asin laut, dan udang bakar hasil pancingan sendiri. Light merenung, Matt merokok.
"Jadi sekarang kau bersaing dengan Kuro-kuro demi merebut perhatian L?" Matt memastikan apa yang baru saja disampaikan Light tadi kepadanya.
"Sebenarnya aku tidak terlalu peduli pada perhatian yang diberikan Ryuuzaki… tapi kayanya tuh kucing bermaksud membuatku diusir darisana deh," kata Light. "Ini pasti langkah awal Kuro-rin dalam mengusirku. Dasar kucing ga tau malu… udah diselametin dari tangan jahanam Ryuuzaki, dibeliin makanan plus maenan, diurusin… eh! Malah jadi kaya begini! Dasar anak(baca:kucing) durhaka!" Light menusuk udangnya dengan sabut kelapa.
"Makanan ga boleh dimaenin…" kata Matt mengingatkan. "Tapi kan Kuro-kuro masih kecil dan terbuang dari induk aslinya… wajarlah kalo dia haus akan perhatian dari satu-satunya ibu yang ada untuknya."
"Memang sih…" akhirnya Light memakan udangnya juga. "Tapi aku kan cemburu, hiks…" akhirnya dia mewek juga. Mewek boong-boongan tapinya… masa seorang calon dewa nangis didepan musuhnya sendiri?
"Oh," tanggap Matt biasa banget. "Sebenernya aku juga rada kesel sama Kuro-kuro. Tiap hari si Mello ngomonginnya dia mulu! Aku jadi merasa dinomor duakan…" sekarang giliran Matt yang curhat.
Alhasil, mereka jadi curhat-curhatan soal rumah tangga dan istri-istri mereka yang merepotkan. Tidak terasa, matahari sudah hampir tenggelam. Lama amat mereka di laut! Anehnya, kulit mereka sama sekali ga kebakar! Kenapa? Mereka mandi sunblock dulu sebelom ini… ga deng, mereka dibawah payung.
Light dan Matt duduk berdampingan sambil menikmati matahari yang nyaris terbenam. Keduanya ada masalah sama uke masing-masing, jadi disinilah mereka duduk.
"Matt, terima kasih ya sudah mau mendengarkan uneg-unegku," kata Light tulus. Bagaimana pun juga Matt sudah berbaik hati padanya. Tapi bila Death Note sudah kembali ketangannya nanti, itu lain kasus. Kekeke. *ketawa psycho*
"Ah, bukan apa-apa. Aku juga berterima kasih dibakarin udang," kata Matt. Mata hijaunya terlihat berbinar dari balik google oranyenya.
Kalo mau tau, mereka duduk diatas pembatas yang dari besi itu loh… tau tempatnya L duduk dipantai pas di movie Death Note 3.5 kan? Yang L Change The World itu loh… lupa kebangetan deh… pokoqnya mereka duduk disana!
"Sudah jam segini. Aku harus pulang, bisa-bisa Ryuuzaki mati kelaparan," kata Light.
"Aku juga. Mello pasti mencari-cariku," kata Matt juga. Mereka baru setengah jalan mau berdiri pas tiba-tiba…
"Meooong~!" eongan kucing yang familiar terdengar ditelinga mereka.
'Ini… Kurogane! Harus waspada!' "Hati-hati, Matt!" kata Light sambil berbalik badan. Tiba-tiba, seekor kucing hitam nemplok dimukanya, menyebabkan cowo jenius itu kehilangan keseimbangan.
Urutan adegan, dalam slow motion…
… 1… badan Light terjatuh kebelakang…
… 1,5… badan Light menabrak badan Matt…
… 2… keduanya terjatuh ketanah…
… 2,9… keduanya mendarat dengan sukses ditanah(Kurogane kabur)…
… 3… GABRUK!
"Aduh…" erang Matt kesakitan.
"Sial… Kurogane brengsek…" Light meringis kesakitan. "Maaf, Matt. Kau tidak apa-a—" omongannya terhenti ketika menyadari posisi mereka berdua sekarang.
Matt berada dibawah badan Light, googlenya terlepas dari matanya. Sementara posisi Light diatasnya, kedua tangannya memerangkap Matt dibawahnya. Posisi mereka persis kaya yang mau 'yaoi'an aja. Sama-sama seme mau ngapain? Ya sudahlah… Matt jadi uke dulu untuk kali ini… *ditampar Matt*
Keduanya terdiam dalam posisi itu. kenapa? Kaget tentunya… kemudian…
"Light-kun?"
Jantung Light berhenti berdetak—maksudnya berdetak lebih cepat. Intinya, dia kaget. Dia tahu suara siapa ini… "Ah, Ryuuzaki… hai…" sapanya linglung. Tapi kemudian matanya berubah ganas begitu melihat Kurogane dipelukan L.
"Light-kun dan Matt… kalian sedang apa?" tanya L curiga. Mata pandanya yang besar menyipit.
"Ini salah Kuro-rin! Dia yang mendorongku!" Light membela dirinya.
"Daritadi Kuro-wan ada bersama saya. Dan secara logis, seekor anak kucing tidak mungkin bisa mendorong manusia sampai terjatuh seperti itu." jelas L masuk akal.
"Bisakah kau percaya padaku sekali saja dan tidak membela Kuro-rin!"
Matt menatap kedua pasangan itu bertengkar. 'Hah… dasar. Kalau mau berantem seharusnya singkirkan dulu badanmu dariku.' Batinnya BT. 'Untung ga ada Mello disini…'
Tapi kemudian, serasa ada Dementor datang kesana, semua langsung merinding dengan sukses. Bulu kuduk Light, L, Kurogane, dan apalagi Matt langsung berdiri.
"Matt…" suara mengerikan milik seorang chocoholic berambut blonde plus kaya cewe dengan luka bakar dibadan sebelah kirinya membuat semua orang terlonjak.
"Ah! Mello!" Matt langsung mendorong Light dengan kasar dari atasnya. Light nyungsep dengan sukses. "Ini tidak seperti yang kau lihat!"
"Kamu bilang kamu keluar cuma mau beli rokok… kenapa beli rokok aja lama? Aku pikir kamu mati… jadi aku mencarimu sekarang…" kata Mello horror sambil berjalan pelan tapi pasti kearah mereka. "Tapi ternyata kamu malah lagi mesra-mesraan sama orang sialan ini! For God sake, HAVE YOU LOST YOUR MIND!" dan teriak pake toa masjid Palestin tepat didepan kuping Matt, sukses ngebuat semua orang dalam radius 10 km budeg.
"Ga, Mels! Ini semua kecelakaan!" kata Matt begitu udah ga budeg lagi. "Jangan menilai semuanya hanya dari apa yang kau lihat saja! Bukankah kau yang bilang itu padaku?"
"Kenapa sih lo selingkuh! Bosen jadi seme? Kan dari kapan tau gue udah bilang, kalo lo mau jadi uke bilang aja! Kenapa harus jadi uke nih God-complex sih! Gue ga cukup, hah! Jadi selama ini alesan rokok lo merk Malboro 'Light' adalah karena dia!" semprot Mello ngamuk-ngamuk.
"Mel—"
"Enough about this. Mail Jeevas, you'll regret this later," Mello memotong omongan Matt. Kemudian, dia menyambar gamer malang itu dengan tali rafia dan dia geret. Udah kaya anjing dan majikannya…
"Ampun, Mello! I'm not cheating! Please believe me, Mihail Keehl!" Matt njerit-njerit sepanjang perjalanan. Warning pemirsa, jangan coba-coba membuat uke anda marah bila anda tidak ingin berakhir seperti Matt.
TEEENG…
L dan Light cengok. Heboh banget pertunjukan barusan…
"Uh, kita ga perlu kaya gitu kan?" tanya Light ketakutan. L langsung sinis lagi.
"Saya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Light-kun," kata L angkuh. "Saya permisi. Tidak biasa keluar ruangan, harus segera kembali ke markas." Katanya sambil berjalan pergi meninggalkan Light sendirian.
"…?" lagi-lagi Light bingung akan reaksi L. 'Dia kenapa sih? Dari kemaren kaya begitu…' batinnya kebingungan. 'Apa jangan-jangan… dia cemburu ngeliat aku sama Matt tadi?'
"…"
"Ahahaha! … ga mungkin…" Light ketawa garing tanpa ekspresi sambil nyusulin L. lagi-lagi, ekspresi super nyebelin milik Kurogane yang seakan bilang, "Sesuai rencana" terlihat diwajah black cat itu. Ingin rasanya Light memutilasi kucing itu, tapi L tidak akan membiarkannya.
Jadi, yang bisa Light lakukan sekarang hanya menyusun rencana untuk membuat L percaya padanya. Rencana apakah itu?
Rencananya adalah…
Eng ing eng…
Kita tunggu di chapter selanjutnya ya~! *ditimpukin sandal sama readers*
Omake:
Seorang cowo lewat didepan kamar hotel Mello dan Matt. Cowo itu bernama Mario(dan emang dia MIRIP banget sama karakter Nintendo kesayangan kita itu). Kebetulan sekali dia menginap di hotel yang sama dengan duo M itu.
Mario bersiul-siul menuju kamarnya yang tepat berada disebelah kamar MM. tapi…
AAAAAAA!
MELLO AMPUUUUN!
GUE GA SELINGKUH!
DEMI ALLAH MELS!
AMPOEN DJ!
KYAAA!
Teriakan-teriakan mengenaskan milik seorang cowo berambut merah yang tengah disiksa sama cowo blonde memenuhi penjuru hotel. Mario merinding, dia segera berlari kekamarnya.
Tapi sayang sekali, teriakan mengerikan dan mengenaskan itu berlangsung dari sore hingga pagi. Mario sama sekali tidak bisa tidur. Alhasil, dia tutupan pake bantal dan mati karena kehabisan oksigen.
End of chapter 4! Nantikan chapter selanjutnya ya readers! Saya akan berusaha updet secepet yang saya bisa!
PS:Mario itu murni Cuma OC numpang lewat. Dia ga bakal muncul lagi di chapter selanjutnya kecuali kalo saya lagi butuh korban buat jadi mayat.
