Fuuh… updet chapter 5 nih… ng, terima kasih ya buat semua reviewnya! Itu membuat saia jadi semangat melanjutkan fanfic ini!^^
Genre:Humour/Romance
Rated:T—aku terlalu takut buat ngasih rate K!
Warning:OOC, gajhe, yaoi, nyeleneh, Death Note Cuma numpang lewat, timeline(kapan dan dimana) gajhe, deelel deelel yang terlalu banyak ampe ga bisa disebutin!
Cat Incident
Chapter 5:
Rencana Light
By:Vanilla Amano
"… Light-kun sakit ya? Kenapa daritadi tersenyum terus?" tanya L tanpa ekspresi. Dua hari sudah lewat semenjak kejadian Light dan Matt ditepi pantai itu. L masih bersikap dingin dan sok cool pada Light, sementara Light mendiamkan L karena sedang menyusun rencana untuk mengusir Kurogane.
Oh, iya. Dua hari ini, Kurogane sudah melakukan berbagai macam hal untuk membuat Light semakin dibenci L. beberapa contohnya adalah :
1. Light mengusir kecoa dan tikus yang entah muncul darimana dan nyaris membakar apartemen itu karena meninggalkan kompor menyala saat dia mengusir binatang-binatang ketika sedang memasak. Presentase Light adalah Kira naik kembali 10% dengan alasan berusaha membunuh L.
2. File-file penyelidikan kasus Kira yang dikumpulkan dalam satu berkas dihancurkan Kurogane dan kucing itu mengkambing hitamkan Light. Oh, dia sungguh pintar. Mungkin lebih pintar daripada L dan Light sendiri.
Tapi bukan Light namanya bila membiarkan Kurogane bahagia sendirian… selama dua hari ini, dia sudah menyusun beberapa rencana untuk merebut perhatian L dari Kurogane lagi.
"Tidak~ aku tidak sakit, koq," Light menggeleng manis. Dia baru saja kembali dari Pet Shop untuk membeli persediaan susu dan pasir. "Ah, benar juga. Sudah waktunya Kuro-rin minum susu kan? Biar aku buatkan susunya~" katanya sambil berlalu ke dapur.
L menatap punggung Light yang menghilang. "Fuh… Kuro-wan. Entah kenapa saya merasa sangat jahat kepada Light-kun…" curhatnya sedih. "Saya tidak percaya Light-kun melakukan hal-hal seperti itu dibelakang saya. Kupikir Light-kun tidak akan melakukan hal-hal seperti itu. Apalagi selingkuh dengan Matt-kun…"
"Meooong~" Kurogane mendekati L dan menyodorkan kepalanya minta disayang-sayang.
"Ya, saya tahu. Ini semua tidak ada hubungannya dengan saya. Terserah Light-kun mau pacaran dengan siapa. Apalagi alasan yang diberikannya tidak pernah masuk akal. Sudahlah." L tersenyum sedih sambil menggendong Kurogane.
Sementara itu, Light didapur, yang sedang mereview kembali rencana bulusnya. 'Pertama-tama, aku harus memperoleh kepercayaan Ryuuzaki kembali kepadaku. Kemudian setelah itu, singkirkan Kuro-rin. Langkah terakhir, buktikan bahwa aku bukan Kira dan meminta Death Note untuk dikembalikan. Hahaha!' pikirnya jahat banget. Mungkin Kurogane bisa mencium bahwa dia bukan orang baik-baik. Karena itu dia berusaha membuat Light diusir dari sini…
"Ryuuzaki… susunya sudah siap," kata Light sambil berjalan ketempat L dan Kurogane menunggu. "Sini, Kuro-rin. Biar aku yang kasih makan."
L menatap mata Light lurus-lurus. "Tidak, Light-kun. Saya yang akan memberinya makan." katanya tegas. Light langsung melotot dan jawdrop.
"What the hell? Kamu mau membunuhnya!"
"Enak saja… saya hanya ingin memberinya makan," protes L ga terima. "Mello-kun sudah mengajari saya bagaimana cara memberi makan yang betul kepada kucing. Karena itu, saya ingin mempraktekannya sekarang."
"Oh, begitu…" Light manggut-manggut mengerti. 'Tunggu dulu! Kalo Ryuuzaki jadi bisa ngasih makan Kuro-rin… mereka bakal jadi makin sering bersama dong! Terus tumbuh rasa-rasa sayang yang lebih diantara mereka! Membuatku jadi semakin tersingkir! Lebih buruk lagi, aku tidak punya waktu untuk berduaan dengan Kuro-rin dan menjalankan rencanaku! Grr! Dasar Ryuuzaki dan Kuro-rin kurang ajar!' batinnya panjang lebar. Mendadak badannya jadi kaku, ingusnya keluar, matanya belekan, mulutnya ileran dan nafasnya putus-putus.
L menatapnya dengan mata pandanya yang imut. "Light-kun kena epilepsi ya? Mau ke dokter?" tanyanya. Light dengan sekejap langsung sadar dari ke-epilepsian-nya dan tersenyum dengan charming.
"Oh, tidak, koq. Aku baik-baik saja," kata Light charming, membuat L sedikit blushing. "Tapi mengerjakan semua pekerjaan itu apa tidak berat? Bagaimana kalau aku membantu?" tanya Light kawatir dengan efek 'cling-cling' yang sedikit berlebihan.
"Eh? Membantu? Tapi—"
"Tidak apa-apa kan, Ryuuzaki? Hmm?" Light terus mendesak dengan kemilau yang saaaa… ngat silau sampai membuat author harus pake sunglasses. :p
"Eh…" L mau menolak, tapi karena aura menyegarkan yang keluar dari diri Light, dia jadi sulit mengatakan 'tidak'. "Baiklah…" katanya menyerah sambil buang muka.
'Siip! Bagus! Emang ga ada seorang pun yang bisa nolak kecharmingan-ku ini!' batin Light narsis sambil psycho smirk. "Baiklah, Ryuuzaki. Mau kubantu dengan apa?" tanyanya dengan kecharmingannya yang dibangga-banggakan.
"Eh? Bantu dengan apa? Apa ya…" L pura-pura mikir, padahal sebenarnya dia berusaha untuk tidak menatap wajah Light dan membuatnya semakin blushing. "Pertama-tama, Kuro-wan harus minum susu! Jadi berikan dia makan!" perintahnya sambil ngacir ke kamar mandi buat ngehindarin Light.
"Tapi tadi kamu bilang mau ngasih makan Kuro-rin sendiri…" gumam Light sendirian. Awalnya muka dia polos-polos sendiri gimanaa… gitu. Tapi begitu suara pintu kamar mandi ditutup, dengan segera dia memasang psychotic smirk lagi sambil menoleh ke Kurogane.
"Nah, Kuro-rin… sekarang kita hanya berdua nih…" kata Light horror. Kurogane otomatis mengkeret ditempat. "Mau maen apa, sayang?" katanya sambil berjalan mendekati kucing hitam malang plus laknat itu. botol susu yang dipegangnya seakan-akan berubah menjadi pisau ketika dia pegang.
Dengan reflek seekor kucing(ya iyalah!), Kurogane melompat kearah lain, menghindari Light. "Meooonngg!"
"Oh, tidak. Kuro-rin. Kau tidak akan kemana-mana~" Light dengan gesit menangkap Kurogane. "Nah, maen sama papa yuk~" ajaknya dengan sangat amat teramat mamat —coret— horror.
Kurogane memucat seketika. "Miaaww! Miaaww!" dengan panik, dia mulai mencakar setiap bagian badan Light yang terjangkau oleh cakar kecil-tapi-tajam miliknya.
"Aduh! Auw! Kucing sialan! Sakit tau!" umpat Light kesakitan yang tangan, leher dan bahunya sudah tercakar. Untung mukanya yang ganteng itu ngga kena. Kalau kena, bisa hilang semua kecharmingannya itu.
"Hoi! Udahan napa sih!" protes Light sambil memegang Kurogane sejauh mungkin dari bagian tubuhnya. Tapi terlambat, Kurogane sudah menggigit lehernya dengan keras. "Aauuww!" jerit Light, tidak sengaja melepaskan Kurogane. 'Sialan… pasti meninggalkan bekas!' pikirnya kesal.
"Kuro-rin! Dengar ya, aku bukannya mau membunuhmu! Aku hanya mau membuatmu mengatakan kejujuran yang sejujur-jujurnya pada L! bahwa aku tidak pervert, tidak selingkuh, anak baik-baik dan bukan Kira! Ralat! Jangan pikirkan yang terakhir!" seru Light. "Mungkin demi membuatmu mengatakan yang sejujurnya, memang kau harus menderita sedikit! Tapi demi kebahagiaanku, kau rela kan?"
"Miaaww!" Kurogane tetep nyolot. Dengan lincah, dia melompat kesana-kemari, menghindari segala upaya Light untuk menangkapnya. Lupakan sajalah, Light… kau terlalu lambat untuk seekor kucing… (Light : "Sembarangan! Gue termasuk yang geraknya cepet tau!" Author : "Gerak cepet dalam hal apa coba?" Light : "Y-yah… itu sih…")
"Light-kun? Kuro-wan? Kalian sedang apa barusan? Koq saya mendengar suara-suara aneh dari toilet…" tanya L ketika akhirnya dia kembali ke ruang tamu.
"Ngga ngapa-ngapain… Cuma ngasih makan Kuro-rin. Iya ga?" Light nyengir sambil menatap Kurogane yang berhasil ditangkapnya dan sekarang sedang diberi makan.
"Miaaww~" sahut Kurogane manja.
'Dasar kucing sialan… luar malaikat, hati iblis… bagaimana mungkin Ryuuzaki bisa tertipu sama dia!' batin Light yang udah ganti baju yang bisa nutupin semua cakaran di badannya. Dia ga mau L lebih 'salah paham' dari ini. Readers sekalian mengerti maksud saya kan? *senyum mesum*
"Hmm…" L menatap mereka berdua tanpa ekspresi. "Saya mau membuat teh dulu. Apa Light-kun mau?" tanyanya.
"Teh? Boleh saja… tapi jangan terlalu manis ya." Pinta Light seraya tersenyum manis. L membuang muka untuk menyembunyikan wajahnya yang blushing melihat senyum Light, tapi Light berpikir bahwa L marah padanya.
"Nah, Kuro-rin… bekerja samalah denganku… setiap kali aku mengatakan kebenaran, kau harus mengangguk dan menyetujui ceritaku yang merupakan kenyataan! Mengerti?" bisik Light sambil melepaskan Kurogane yang sudah selesai 'minyum cucu~' *logat anak kecil manja* *readers merinding dengan sukses*
Kurogane tidak bereaksi apa-apa. Kucing garong itu menatap Light tanpa kedip, kemudian…
Dia berjalan pergi. Heh? Ga salah baca kan? *ngucek-ngucek mata* apa itu artinya Light menang?
Light cengok. "Koq malah pergi?" gumamnya kebingungan. Terdengar suara langkah L dari arah dapur. Light menoleh dan mendapati L yang membawa dua cangkir teh yang masih hangat.
"Light-kun… ini tehnya…" kata L.
"Ah, terima kasih, Ryuu—"
Tapi takdir berkata lain. Kurogane muncul kembali entah darimana. Kucing garong berbulu hitam(ya eyalah…) itu menerkam punggung L, membuat cowo panda itu kehilangan keseimbangan dan menjatuhkan salah satu cangkir tehnya. Cangkir teh itu terbang kearah Light, menyiram cowo itu tepat dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Gyaah! Panaaas!" jerit Light panik. Yep. Teh itu cukup panas, mengingat L belum begitu lama keluar dari dapur.
"Light-kun!" L ikutan panik, dia segera meletakkan teh yang satu lagi dimeja. Sebenarnya ini pertama kalinya dia melihat adegan seseorang tersiram teh dalam kejadian nyata, bukan dari TV. Karena itu dia ngeri sendiri ketika Light berteriak-teriak. "Light-kun baik-baik saja?" tanyanya kawatir.
"Menurut lo?" tuntut Light kesal. Ketika akhirnya panas teh itu reda, dia baru merasakan kelengketan dari cairan manis yang menyiramnya barusan. "Duh, jadi lengket deh…" keluhnya.
L mendekatinya. "Light-kun perlu sesuatu?" tanyanya kawatir. 'Bagaimana ini? Air teh itu cukup panas. Apakah kulit Light-kun melepuh?' pikirnya lebay. Dasar ga punya pengetahuan umum…
"Eh… baju ganti dan handuk basah… tolong ambilkan ya, Ryuuzaki." Pinta Light. 'Oh tidak! Kulit putih mulusku terkena air panas! Bisa-bisa ga mulus lagi! Gimana nih!' batinnya panik. "Dan tolong airnya sedikit dingin."
"Baiklah," angguk L sebelum akhirnya meninggalkan Light sendirian disana. Ternyata L itu gampang disuru-suru ya…
'Baiklah… mari kita cerna kejadian ini. Kenapa Kuro-rin mencelakakan Ryuuzaki hanya untuk menyiramku dengan ini? Maksudku, dia kan bisa melakukannya setelah aku memegang cangkir tehnya… untuk apa sampai mencelakakan Ryuuzaki segala?' pikir Light sambil menatap Kurogane tajam. Kucing itu balas menatapnya dengan innocent dari pojokan ruangan. 'Ah, sudahlah.' Light memutuskan untuk membuka bajunya yang basah dan lengket disitu.
"Light-kun ini bajuny—" omongan L langsung terhenti ketika melihat Light yang setengah telanjang ditengah ruangan. Otomatis, wajahnya langsung merah padam tanpa melewati merah dulu.
'Wow! Badan Light-kun bagus sekali… maksudku, tubuhnya ramping… tapi ternyata ototnya begitu membentuk…' pikir L sambil mengamati bagian atas Light. 'Apa yang kau pikirkan, L! sadarlah!'
"Ah, Ryuuzaki. Kenapa mematung disana?" tanya Light. Ga sadar diri kalo dia yang udah bikin L jadi patung begitu. L mendatanginya dengan kaku. Dia menyodorkan baju ganti dan handuk basah kepada Light dengan buru-buru. "Terima kasih." Ucap Light sopan.
"Sama-sama, Light-kun," kata L datar sambil duduk di singgasananya. Light tersenyum menanggapi tanggapan dingin L. dia mengelap sisa-sisa air teh dari bagian depan badannya.
Tanpa sadar, L tidak bisa berhenti menatapnya ketika Light 'membersihkan' dirinya. Menurutnya, Light saat itu begitu… well, seksi. Lagi-lagi wajah L memanas, langsung merah padam tanpa melewati merah terlebih dahulu. Sayang sekali, dia memutuskan untuk mengalihkan pandangannya dari kejadian HOT didepan matanya sendiri.
Light, yang tidak menyadari keadaan aneh L, mengerutkan keningnya ketika dia tidak bisa mengelap punggungnya sendiri. "Ryuuzaki," panggilnya.
"Ya?" sahut L pelan, masih menolak untuk menatap wajah Light.
"Aku sedikit kesulitan untuk mengelap punggungku. Boleh aku minta tolong kepadamu untuk mengelapnya?" pinta Light. Light… tempting banget sih lo… (Light : "Lo yang bikin gue kaya begini tau!")
L mengangguk singkat. Toh ini merupakan kesempatan untuknya, dia bisa melihatdan mengamati badan Light dari jarak dekat tanpa perlu kawatir dia akan ketahuan. L berjalan kearah Light dan mulai melap bagian belakang badannya.
'Ya ampun… kulit Light-kun begitu mulus dan halus… berapa banyak uang yang dia habiskan untuk luluran setiap bulan?' pikir L takjub sambil memelototi setiap inch bagian tubuh Light. Dia mengelap punggung Light dengan lembut, beberapa kali memijat punggungnya yang kelihatannya agak lelah.
"Hmm… enak sekali, Ryuuzaki… kau bisa menjadi tukang pijat yang baik…" desah Light menikmati pijitan Ryuuzaki. L blushing, Light masih terbawa buaian. Tapi kemudian, si rambut karamel menyadari sesuatu. Matanya yang tadinya sedikit tertutup sekarang terbuka lebar.
Bodoh. Kenapa dia tidak sadar dari tadi?
Kenapa dia baru sadar sekarang?
Andai dia sadar sesaat sebelumnya… dia bisa mencegah hal ini terjadi!
Dan L… dia sendiri juga menyadari sesuatu. Matanya menyipit ketika menangkap 'sesuatu' itu.
Sekarang semuanya masuk akal… alasan mengapa Kurogane juga menyerang L, bukan hanya menyerang Light. Alasan mengapa Kurogane memberontak sekuat tenaga ketika Light berusaha menangkapnya. Alasan yang sangat bagus…
"Light-kun… ini apa?" tanya L curiga sambil menyentuh bekas merah dileher Light.
Shit.
Light tertangkap basah.
"Ng… Ryuuzaki, aku bisa menjelaskan…" Light berbalik, tapi L lebih cepat daripadanya.
"Ini juga apa? Bekas cakaran dan gigitan?" mata panda L membelalak ketika menangkap lebih banyak bekas gigitan dan cakaran di tangan dan leher Light.
Yep. Readers bisa menebak alasan-alasan Kurogane kan? Kurogane menyerang L supaya L merasa bertanggung jawab telah menyiram Light dan rela melakukan apa saja untuk cowo itu. Kurogane memberontak sekuat tenaga adalah untuk meninggalkan segala 'tanda' itu dibadan Light. Alasan yang sangat bagus dan terencana…
"Bekasnya masih baru… Light-kun… kau…" kata L horror sambil mundur perlahan-lahan dari Light. "Jadi tadi bukannya ke Pet Shop… kau malah ngeluyur mencari 'korban' ya?" tuduhnya.
"Tidak, Ryuuzaki. Ini hanya kesalah pahaman semata! Aku tidak seperti itu!" sangkal Light.
L berdiri dari tempatnya terkapar sedari tadi. "Dasar Light-kun pervert! Seharusnya Light-kun sadar akan tanggung jawab Light-kun! Jangan malah bersenang-senang dengan perempuan lain! Light-kun tidak memikirkan perasaan orang didekat Light-kun ya!" seru L marah.
Light tertegun mendengar penuturan L barusan. 'Hellooo… gue salah denger ga sih?' batinnya kebingungan. Dia terkejut begitu mendapati mata panda L sudah berkaca-kaca.
"Presentasi Light-kun adalah Kira naik 15% karena berusaha membuat saya menyerah… dan Light-kun berhasil membuat saya menyerah pada Light-kun… padahal saya sedikit berharap Light-kun sadar dengan berlaku seperti itu selama ini…" kata-kata L mulai bergetar. "Tapi saya tidak akan menyerah mengejar Kira! Tidak akan!" kemudian, dia berlari keluar dari HQ itu.
"Ryuuzaki!" panggil Light. "Excuse me! Gue salah denger ga sih! Koq gue bingung ya!" serunya kesal campur bingung.
"Ahem. Biar aku jelaskan, Light." Tiba-tiba, author nongol dari jendela. Udah kaya jin ga punya tuan aja…
"Eh? Mbak author? Tumben mau nolongin gue?" Light menyambut si author dengan setengah hati.
"Ya iyalah! Kalo gue ga nolongin lo, fic ini ga bakal selese tau! Sebenci apapun gue ke lo, gue tetep ga tega sama lo soalnya lo itu semenya si L dan—"
"Woi! Udahan bacotnya! Langsung aja jelasin ke gue mengenai keadaan di fanfic ini!" seru Light kesel menghadapi kebacotan Vanilla.
"Iya iya! Berisik, dasar banci! *ditendang Light FC* ahem. Eniwei, L baru aja ngakuin perasaannya ke lo, bego."
"Hah? Perasaan?"
"Yep. Dia suka sama lo, dia sayang sama lo. Masa lo ga sadar sih? Ck, ck… lo ini jenius banget atau malah idiot ya?"
"Lo mau bantuin gue atau mau jelek-jelekin gue sih?" Light pasang tampang horror sambil megang Catetan Modar.
"Percuma. Lo ga bisa bunuh gue karena gue pake nama samaran, weeeek," Vanilla melet, ngeledek ala jaman-jaman dulu. "Eniwei, aku jelasin lagi ya. Kuro-pyon itu iri sama kamu karena kamu adalah orang yang sangat disayangi L, melebihi dirinya. Alesan L sayang banget sama Kuro-pyon adalah karena menurutnya kamu, Light Yagami, sangat menyayangi Kuro-pyon seperti anak sendiri. Karena itu, dia sangat menyayangi Kuro-pyon. Alesan L jadi dingin sama kamu karena menganggap kamu itu pervert adalah karena dia agak il-feel sama cowo yang pervert. Coz, dia masih polos. Duh, cape. Ada minum ga?" author sinting itu kecapean sendiri abis ngejelasin panjang lebar.
"Ada. Nih." Light menyodorkan gelas yang ada di meja.
"Oh, makasih." Ucap Vanilla sambil meminum cairan di gelas itu. "Pueeekkh! Apaan nih! Manis banget!" serunya kesal sambil nyemburin cairan itu ke Light (lagi).
"Teh bekas Ryuuzaki barusan." Jawab Light tanpa ekspresi sambil membersihkan badannya (lagi).
"Pantesan manis banget…" Vanilla melepeh-lepeh sisa teh yang ada dimulutnya. tapi ini gelas L kan? Berarti… berarti… aku ciuman ga langsung sama L dong… kyaa! XD" dia jingkrak-jingkrak sendiri kaya orang gila.
"Ngga… dia belom sempet minum dari gelas itu… setau aku, yang sering make gelas itu adalah Watari…" kata Light datar.
Vanilla langsung muntah. "Ok, kita lanjutin aja ya… alesan L jadi dingin ke kamu adalah karena kamu jadi bertingkah aneh dan selalu menuduh-nuduh Kuro-pyon. Karena itu dia jadi bingung dan menganggap kamu ga suka sama dia. Alesan dia marah-marah mulu adalah karena dia kira kamu sama Matt pacaran. Padahal ga. Matt akan selamanya bersama Mello. Iya ga double M fans!" tanyanya. Maklum, dia fanatik sama couple MM…
"…" Light sweatdrop.
"Dengan seluruh hint yang dia kasih ke kamu begitu, kamu ga nyadar dia suka sama kamu? Ck, ck… bener-bener bego…" Vanilla menggeleng-geleng prihatin.
"Berisik!" seru Light kesal. Akhirnya, perbincangan dengan author sinting barusan berakhir juga(Vanilla kabur keluar jendela abis diteriakin pake toa sama Light). "Ryuuzaki… kau…" dia menyentuh bibirnya yang pernah bersentuhan dengan bibir L dulu.
"Meoong~" Kurogane mendekati tempat Light duduk. Light menatapnya sejenak sebelum akhirnya berlari keluar dari ruangan itu. "MEOOOONGG!" tapi Kurogane mengeong kenceng banget! Seakan memintanya untuk tetap disitu.
"Apaan sih!" seru Light kesal.
"Miaaww~" Kurogane mengeong manja sambil menunjuk kearah baju bersih Light. Dan baru Light sadari bahwa sedari tadi dia bertelanjang dada diruang berAC itu…
"HATCHIII!"
Fuh… akhirnya chapter ini selesai juga… chapter selanjutnya merupakan chapter terakhir dari fanfic ini! Horeee! *lari jingkrak-jingkrak* ng, review please? Biar aku semangat namatin fanfic ini?
