Part II
_Selalu di Hatiku
DEG !
Sebuah rasa tiba-tiba merasuki hatinya. Naruto merasa lebih kuat, lebih bertenaga, lebih dicintai. Teringat olehnya seorang gadis Hyuuga yang pernah dating disaat pertempurannya seperti saat ini. gadis yang dengan tulus mau mencintai dan menunggunya selama bertahun-tahun.
"Aku tak takut mati untuk melindungimu. Karena aku, mencintaimu."
Saat kalimat itu diucapkan oleh gadis mata bulan itu, naruto tak bisa menyembunyikan kekagetanya. Saat itu juga, ia merasa berharga. Benar-benar berharga.
'Hinata, terima kasih' kata Naruto dalam hati, matanya terpejam. Lalu kembali membuka dengan sebuah semangat. Tegar.
"Hyaaaa"
Saling beradu jurus, kekuatan, dan pertahanan. Sahabat. Sebuah ikatan yang selalu Naruto jaga, tapi ikatan itu pula yang membuatnya bertarung dengan sahabat sekaligus rivalnya itu.
"Kembalilah Sasuke…" teriak Naruto, lalu dengan cepat melemparkan rasengannya kea rah Susano'o Sasuke.
"Bermimpilah Naruto!" balas Sasuke. Pedang kusanaginya berkilat tajam dengan chidori yang mengelilinginya. Bersiap menusuk Naruto.
Pertarungan semakin sengit. Cakra semakin menipis. Dewa kwmatian di belakang Naruto semakin haus nyawa. Situasi berbahaya. Bila Naruto tak bisa menyadarkan ataupun mencengkeram Sasuke dengan jurusnya, nyawanya sendiri yang akan diambil.
"Rasenshuriken…" teriak Naruto lantang.
Akibat lemparan jurus Naruto yang bertubi-tubi di satu sisi di tubuh sang Susano'o, membuat sebuah retakan kecil yang nyaris tak terlihat. Naruto tahu, dimana sekarang ia harus menyerang. Titik lemah.
Sasuke hampir saja melancarkan ametarasu kea rah Naruto, namun, dengan sisa tenaganya, Naruto berlari kea rah Sasuke dan mengunci pergerakanya. Retakan di tubuh Susano'o itu membuat sebuah celah untuk dimasuki Naruto.
Susano'o dan Dewa kematian bertabrakan.
Dua kekuatan besar saling beradu.
"Hyaa…" Sasuke memberontak, menusukkan pedangnya ke jantung Naruto yang langsung terkapar di tanah. Sasuke tersenyum sinis.
POOF!
Tak diduga-duga olehnya, ternyata Naruto yang sedari tadi bertarung dengannya adalah kagebunshin! Dewa kematian palsu itu pun menghilang.
"Sasuke!" yang merasa dipanggil menoleh kea rah suara berasal. Dilihatnya Naruto asli sedang melancarkan rasengan terkhirnya ke arah Sasuke. Tak bisa mengelak lagi, jurus putaran bola spiral itu tepat mengenai retakan ada tuuh Susano'o yang melebar.
DUAAAARRR!
Susano'o meledak. Sasuke terpental jauh kebelakang, menabrak pepohonan di hutan konoha yang sekali lagi ambruk oleh punggungnya.
"Hiraishin no Jutsu."
-TBC-
