Haloooooo semuaaaa

Kami Ria dan Via, penulis yg agak gila

Yup! ini dia episode 2 yang sudah ditunggu (emang ditunggu?)

yaudah terserah kalian aja! silakan menikmati (lu kira makanan)

Half The Happiness

Disclaimer : Masashi Kishimoto is the own of Naruto

Half the Happiness by Via and Ria

Warning : OOC, Alurnya…ya gitu deh, AU, gaje, typo, miss typo, dan lain lain, sebagainya, kawan- kawannya, dan semua yang ga bener. Benar- benar maaf ==". Eh, Naruto umurnya lebh tua ya~~

Pair (s) ch.3 : Tokoh utamanya Sakura Haruno, kalau pair buat chapter 3 SasuSaku, NaruSaku. SasuKarin ilang! (horeee!)

Summary: Karin berlari keluar taman. ia melambaikan tangan padaku sambil tertawa. Dari kejauhan sebuah truk besar menghampiri Karin yang sedang tertawa. Aku kaget melihatnya dan berlari ke arahnya…"Ka… Kariiin…"Ucapku lemas


BOOOOOONG~

'Sakura… ada apa denganmu? Sakura-chan… apa ka-kau baik- baik saja? Hei Sakura, ceritakan pada kami apa yang terjadi denganmu dong!' Yah, begitulah sahabatku, jika bengong seperti ini, mereka pasti mulai wek wek wek.

"Ya ampun, dia kenapa, sih?"Tanya Gaara, orang yang dapat disebut sahabatku.

"Entahlah"Jawab Ino

BUK! BUK! BUK!

Aku menjedotkan kepalaku ke meja belajar dan tentu saja, teman-temanku berteriak histeris sambil mengelu-elukan namaku. Tiba- tiba teman- teman Karin datang menghampiri aku dan sahabat- sahabatku sambil marah.

"Sadar juga kau apa salahmu." Kata seorang dari dua sahabat Karin, Rin namanya

"Rin…maksudmu apa?"Tanya Gaara

"Gara-gara dia Karin dan Sasuke putus!"Omelnya dan aku hanya menundukkan kepalaku pasrah.

"Hah? emang apa yang Sakura perbuat? Mana tega dia rebut pacar adik kembarnya sendiri? lagian dia kan suka takut sama cowok!"Timpa Temari

"Si Sasuke tuh putusin si Karin karna dia berpindah hati ke Sakura tau!"

suasana hening sejenak lalu sahabat-sahabatku tertawa kencang

"BWAHAHAHAHAHAHA! BODOH! BEGO BANGET SIH! HAHAHAHAHAHA!"

"Heh, itu sih wajah Karin aja yg jelek! hahaha"Tawa Ino

"Tidak! Dia lebih cantik!"Bela Amaru "Kau tau? walaupun mereka kembar wajah mereka sangat berbeda!"

"Yaudah, berarti dia jorok!"Lanjut Temari

"Dia sangat rapi!"

"Berarti sifatnya, bodoh!"Timpa Gaara

"Dia ba…"

"Baik apanya? Aku jadi curiga, jangan- jangan Karin memintamu untuk memojokkan dia hah?"Potong Gaara

"Tidak!"

"Kalau gitu cepat kau keluar!"omelnya penuh emosi.

"Gaara! jangan! dia perempuan!"Aku langsung menghentikannya sebelum ia bertindak lebih jauh, well. Ketika Gaara marah, wew ga usah ditanya betapa seremnya dia.

"Awas kau, Gaara!"Ujar Rin geram dan keluar dari kelasku. Aku hanya bisa lemas melihat kejadian tadi… bisa-bisa Karin marah besar dan ibu tambah membenciku. Aku takut!

"Sakura… maafkan aku, tadi aku terbawa emosi" Gaara meminta maaf padaku.

"iya, nggak apa, kok… kau pasti kesal kalau temanmu dilakukan seperti itu. Mungkin aku juga akan melakukan hal yg sama dengan Amaru dan Karin. "Aku tersenyum.

Diluar pintu ada Karin yang sedang menangis… sendirian…

=Skip Time- Selesai Sekolah=

"Sakura, mau pulang sekarang?" Tanya Sasuke padaku, kami satu kelas, juga dengan Karin. Aku mengetahui kalau Karin menangkap pembicaraan kami berdua, saat aku menengok kearahnya ia membuang muka lalu berlari meninggalkan kelas.

"Karin! tunggu"Panggilku, aku mengejarnya. Dia berlari dan aku mengejarnya hingga ia berhasil kutangkap di sebelah perpustakaan yang lumayan sepi

"Apaan, sih?" Karin marah

"Maafkan aku…"

"Kenapa kau minta maaf?"

"Ka… karena gara-gara aku…"

"Puas kau! Puas menghancurkan hubungan kami berdua! Makan tuh! kau senang kan kami berdua putus!" ucap Karin dengan menahan sesuatu yang telah membendung dimatanya, air mata.

"Nggak! Aku nggak ada maksud untuk menghancurkan hubungan kalian berdua, kok. Sungguh!"

"Bohong! Kau dari dulu selalu mendapatkannya! Kenapa sih! Kau sudah mengambil ayah! sekarang kau sudah mengambil Sasuke juga! Apa kau akan mengambil temanku?"Omelnya lalu ia mendorongku dan ia berlari pulang ke rumah.

"Kariiin!"panggilku untuk mengejarnya namun saat aku mengejarnya aku dihadang oleh teman-temannya

"Heh! mau ngapain Karin, kau?"Tanya Amaru

"Pe…permisi!"Aku mencoba menerobos mereka

"Eeeeiis! kau kira kita disini ngapain, hah?" sambung temanya yang satu lagi, Rin

"Awas! aku mau bertemu Kariiin!"

"Heeh! dengerin!"Rin mendorongku "Kamu nggak bisa ganggu teman kita! kamu udah bikin hidupnya menderita!"

"Menderita?"aku heran, 'kenapa dia menderita? Bukankah selama ini aku yang terus menderita? Aku yang selama ini menjadi pelampiasan amarah ibu. Kenapa jadi Karin yang menderita?'

"Kau sudah merebut hartanya yang berharga! dia bilang kau merebut ayahnya! Karena ayahnya lebih sayang padamu! Dan sekarang kau merebut Sasuke dari sisinya! Apa nggak sakit?"

"A…aku nggak merebutnya! Karin sendiri yang hanya berpikir kalau ayah lebih sayang padaku" elakku

"Jangan bohong kau!" Rin menarik tanganku kencang

"Ti…tidak!"Tiba-tiba aku mengingat kejadian akan kecelakaanku. Sewaktu kecelakaanku dengan nenek. Saat aku diculik, aku ditarik. "Tidaaak!"badanku gemetaran setelah tanganku ditarik paksa oleh Rin

"Lho, kalian?"Tanya Sasuke yg barusan keluar dari ruangan perpustakaan(anak rajin gituuu) "Kalian lagi?"

Aku gemetaran setelah melihat Sasuke, cewek-cewek itu pergi, badanku masih gemetaran juga. Aku memegangi pergelangan tanganku yg tadi ditarik oleh Rin, wajahku masih pucat akan kejadian tadi…

"Sakura, kau sakit?"Tanya Sasuke dan aku hanya menggelengkan kepala.

"I-ini…"Tiba-tiba aku teringat ketika aku berada di mobil ketika aku berumur 3 tahun dan tiba-tiba seorang lelaki menarik tanganku dengan kencang. "Itu… kapan terjadi? Apa yang telah terlupakan?"

=Change Scene- Di rumah=

"Karin…"panggil ibu "Ayo makan malam."

"Baik, bu"Jawabnya lalu ia turun dari lantai dua dan berjalan menuju ruang makan. Ketika ia melihatku tatapannya menjadi sinis "Aku ga mau makan kalau ada perempuan sialan itu!"Dia berlari lagi ke kamarnya

"Karin!"Panggil ibu, ia menatapku tajam "Ada apa lagi ini?"Ibu langsung mengejar Karin untuk naik ke lantai dua dan mendobrak pintu kamar Karin, terlihat sosok Karin yg sedang duduk dipojokan sedang memeluki sebingkai foto yang lumayan besar sambil menangis. "Karin sayang… kau kenapa?"

"Semua gara-gara Sakura, buu…! Gara-gara Sakura! Huaaa!" Karin menangis

"Sialaan! Gara-gara dia lagi kau begini!"Ibu marah

"Hiks…hiks…"

"Ya sudah, kita makan, ya. Ibu akan memarahinya"Bujuk Ibu dan Karin mengangguk. Mereka berdua turun dan menatapku sinis "Pergi kau!"Teriak Karin

"hah?"Aku bingung mendengar perkataan Karin.

"Aku ga akan mau makan kalau kau disini!"

"Eh? kenapa?"

"Aku muak!"

Terus terang aku sakit hati dengan perkataan MUAK dan aku langsung membereskan makananku yang cepat-cepat kuhabiskan. "Aku juga sudah selesai makan, kok"

"Cepat pergi!"Omelnya dan aku buru-buru naik ke atas.

"Karin kenapa segitu benci padaku sih? padahal kan aku nggak salah?"ucapku sambil melempar koin kecilku. Koin itu menggelinding bebas.

glundung…. trak trak trak

Koin kecil itu menggelinding lalu aku mengejarnya, koin itu masuk ke kamar Karin. "Hup!" aku berhasil menangkap koin itu "Ah…"Aku kaget dengan keadaan kamarnya. Berantakan sekali…

Aku melihat bingkai foto yg agak besar di kasurnya dan aku melihatnya… "Ini… ini kan Sasuke dan Karin? Lho, kok basah."aku merasakan bingkai kaca ini basah… bantalnya juga ada lingkaran air seperti orang yang habis menangis? Aku mengangkat bantalnya dan banyak foto-foto Karin dan Sasuke yang dikumpulkan dibawah bantal, Karin ternyata begitu menyayanginya… "Maafkan aku… Karin. Ternyata aku kakak yg jahat…"

Aku bergegas keluar dari kamar Karin dan keluar rumah. Berjalan ke taman untuk menulis ceritaku. Setelah mencari tempat yang pas aku menulis cerita. Aku duduk di rerumputan yg hijau, dibawah pohon yg besar dengan angin yg berhembus. Dari kejauhan terlihat orang-orang sedang bermain sepak bola… hm… suasana yg bagus. Biasanya aku menulis cerita apa yg kurasakan hari ini. Mungkin nanti cerita ini bisa kukirim ke penerbit. Aku suka sekali membuat cerita!

"Goool!"Teriak pemain sepak bola yg terdengar dikupingku, aku kenal suara itu. mereka terlihat senang sekali… beberapa menit kemudian(sekitar 20 menit) aku mulai agak mengantuk dan tertidur pulas dibawah pohon itu.

"sa…kura…"panggil seseorang "saku…"

"Ha…ha…hah?"aku langsung terbangun kaget ketika pipiku ditempeli sesuatu yang amat dingin. "Kyaaaa… apa ini?"

"Hai Sakura-chan"

"heh?"aku menengok kesamping kananku "huwaa! Naruto-san dan Kiba?"

"Surprise"Ucap Naruto-san

"Yo"sambung Kiba

"Kalian… sedang apa?"

"Main sepak bola, lihat?" Kiba menunjuk bajunya yg bernomor 8 dan Naruto-san nomor 7. "Kami menang, lho"

"Waah… selamat! Ah, ngomong-ngomong, tadi yang dingin itu apa, ya?"

"Teng toong.. nih juice buat kamu" Naruto-san memberiku orange juice yang dingin. Hem, sesuai dengan warna kesukaannya yang kuketahui dari Ino

"Agak beku"ujarku

"Ehehe… tadi kelamaan ditaruh di kulkas ruang klub"Jawab Kiba

"Hooo… bagus, lebih enak gini, ahahaa"

Dari jauh aku melihat sosok seorang gadis jalan sempoyongan… Gadis itu…"Karin?"

"Mau apa dia?"Tanya Naruto-san "Sama cowok?"

"Hah? cowok?"aku bingung "ah, sama Sasuke!"

"Kenapa kamu mutusin aku?"tanya Karin

"Karena aku menyukaimu"

"Maksudmu apa? Kau menyukaiku, kan? Lalu maksudmu apa memilih Sakura?"

"Karena aku menyukaimu dan aku menyayangi Sakura"Jawabnya

"Aku tak mengerti…"

"Aku hanya sebatas menyukaimu saja bukan menyayangimu. Dan aku menyayangi Sakura sejak smp kelas 3"

"Tunggu! itu kan saat kita jadian!"

"Memang. Baru setahun kita jalan… itupun sebenarnya aku nggak ada rasa sama kamu"

"Kau membohongiku, ya?"Tanya Karin lemas dan Sasuke hanya diam "Padahal aku memberikan kepercayaanku padamu… hahaha… yah aku- aku memang bodoh… sangat- bodoh"Dia bicara seperti orang tertawa namun airmatanya mengalir.

"Sakura juga memberikan kepercayaannya padamu"

"Jangan bicara Sakura lagi! Aku muak mendengar namanya! Kalau kau tak menyayangiku kenapa kau jadian denganku?"

"Ini memang salahku karena tak mengatakannya sejak awal… Sebetulnya seminggu setelah kita jadian aku mulai menyadari perasaanku pada Sakura. Ini memang salahku yang tak tegas."

"Mengapa kau memilihnya?"Tanya Karin

"Karena dia gadis yang kuat… dia tetap tegar dan dia terus mempercayaimu, aku tau kau jahat padanya, dan aku tau ibumu membenci Sakura, tapi dia tetap tersenyum. Saat kemarin aku melihatmu memojokkan Sakura , aku benar-benar membencimu… karena aku tau kau sangat kejam. Namun dia masih saja membelamu"

"Bohong! Kau pasti bohong! Mana mungkin dia membelaku! Dia pasti tertawa!"Teriak Karin lalu wajah Sasuke mulai dingin dan tajam menatapnya. (OC!), hal itu membuat Karin takut…

"Lihat, kau selalu saja seperti itu…"Ucap Sasuke

"Sakura bilang kau sebetulnya anak baik. Hanya butuh menjadi orang yang dipercayainya saja hal itu bisa membuat kau baik pada orang itu. Kau baik padaku karena kau mempercayaiku… Kau baik pada temanmu karena kau mempercayainya. Dan kau tak mempercayai kakakmu sendiri, kasihan sekali kau…"Karin hanya menangis mendengar perkataan Sasuke, tangisan yg ia tahan membuat dadanya terasa sesak "Kau menahan tangisanmu…?"

Karin hanya jongkok dan mengangguk

"Rasanya sesak, kan? Hal itu pula yang dilakukan kakakmu… dia lebih berjuang karena ia paksakan untuk tersenyum… bayangkan saja ia selalu mengalah padamu, ia terlalu berlebihan mengalah sehingga membuatmu egois. Dia terlalu baik…"

Badan Karin bergetar mendengar perkataan Sasuke, air matanya mulai turun lagi, semakin deras… wajahnya dan matanya memerah, di dinginnya cuaca ini…

"Kurasa sudah cukup, Karin… Pikirkan kesalahanmu baik-baik." Sasuke membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Karin sendirian dengan hembusan angin yg membuatnya tambah menggigil. Dan tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang, pelukannya hangat dan membuat Karin terasa nyaman.

"Karin…"ucapku

Karin kaget sekali. Dia menengok ke belakang, orang yg memeluknya itu adalah aku… kakaknya sendiri.…"Sa…saku... hiks!"Dia memelukku erat sambil menangis, ia tak kuasa menahan tangisannya. "Maafkan aku… hiks…"

"Aku tau, Karin…"aku juga menangis "Aku juga minta maaf… aku tau kau juga kesepian, kan?"

"aaah… so sweet"Ucap Kiba disebelah pohon dari kejauhan

"Itu baru namanya kakak adik"Sambung Naruto-san

"Eh? mereka kakak adik?"Tanya Kiba

"Iya"

"Beda banget, ya… aku lebih suka kakaknya, hahaha"

Naruto menjitak Kiba "Iya lah, orang kau penggemarnya sejak sd! Dasar bodoh, hehehe" candanya sambil nyengir

"Dasar kau!"balas Kiba

"Nah, aku mau mengucapkan permintaan maafku juga pada Sasuke…"Ujar Karin dan kami berdua melepaskan pelukan dan menghapus air mata masing-masing.

"Iya…"

Karin berlari keluar taman. ia melambaikan tangan padaku sambil tertawa. Dari kejauhan sebuah truk besar menghampiri Karin yang sedang tertawa. Aku kaget melihatnya dan berlari ke arahnya…

namun…

BRAKKKKKKK!

"Ka… Kariiin…"Ucapku lemas

To Be Continued

Iyey! Chapter kali ini terasa sangat pendek ya, jika dibandingkan dengan yang kemarin. Yah, berhubung Ria sedang malas membetulkan cerita Via yang sedikit ke kanan kiri *plak* jadilah chapter ini . Makasih ya, yang udah baca..! boleh minta reviewnya….?