lanjut chapter II, happy reading !

Disclaimer : Sampai kiamat bleach tetap punya tite kubo-sensei

Rate: T?

Genre: romance dan fantasy?

Warning : dari judulnya aja udah jelas ke gajeannya, abal, OOC, AU, TYPO

The Death Keeper and the music

CHAPTER II

1 detik, 2 detik, 3 detik sampai 5 detik, tak ada respon dari ichigo

Gadis itu mengerutkan sebelah alisnya "hei, kau tidak dengar?"

"eeh? Apa?"

"aku tanya apa kau suka musik?" ujarnya mengulang pertanyaan

"ke…kenapa kau bertanya seperti itu? dan lagi, siapa kau? Kenapa ada di balkon kamarku hah?"

Gadis misterius itu memperhatikan sekeliling tempat nya terjatuh, kemudian ia menatap ichigo, "ini kamarmu?" tanyanya sambil sedikit memiringkan kepalanya

"tentu saja ! dan kutanya sekali lagi, KENAPA KAU ADA DI KAMARKU?" jawab ichigo setengah berteriak

"eeehh…itu,,,ada sedikit kecelakaan saat pendaratan…hahahaha"

"HAH?"

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar kamar ichigo, "tuan muda, apa yang terjadi? saya mendengar suara keras dari kamar anda" seru seorang pelayan

"hei…ada orang aneh di ka-" ucapan ichigo terputus karena si gadis segera membungkam mulut ichigo dengan tangan kanannya "ssst…diam !" ujarnya memberi perintah

Ichigo menepis tangan mungil si gadis, "apa-apaan kau !"

"kalau kau tak memberitahu keberadaan ku disini, aku tak akan berbuat apa-apa padamu !"

"hah? Memang nya aku peduli dengan mu? hei..pelayan! usir orang gila ini da-.."

Kali ini kedua tangan nya yang menutup mulut ichigo, "kumohon ! nanti akan kujelaskan !"

"tuan muda? Anda ada di dalam?" panggil si pelayan sekali lagi sambil mengetuk pintu lebih keras karena tak ada jawaban dari kamar ichigo

Ichigo berusaha melepas tangan gadis itu dari wajahnya, tapi si gadis tetap kokoh menutup mulut ichigo sampai ichigo memberi persetujuan untuk tidak memberitahu keberadaan nya di kamar ichigo

Karena hampir tak bisa bernafas, dan entah kenapa ia tak bisa mengalahkan kekuatan tangan gadis itu, ichigo akhirnya menyerah, "baik ! baik ! aku tak kan memberitahu ! sekarang lepaskan tangan mu!"

Si gadis dengan patuh melepaskan tangannya, "sekarang tolong katakan pada orang di luar itu untuk pergi"

"hhhhhh…" ichigo terlihat kesal, kemudian ia menuju pintu keluar kamar untuk menemui si pelayan

"tuan muda, ada apa?" tanya si pelayan khawatir ketika kepala orange ichigo muncul dari balik pintu

"aku tak apa-apa, tadi tanpa sengaja pemukul baseball ku terlempar ke pintu saat aku mengayunkannya" jawab ichigo asal

Wajah si pelayan memperlihatkan kelegaan karena mendengar alasan ichigo yang 'maksa' tadi, "kalau begitu saya akan kembali ke bawah, selamat tidur tuan muda" ujar si pelayan

Setelah si pelayan kembali ke lantai satu, ichigo menutup pintu dan menuju tempat si gadis yang masih berdiri di pintu balkon, kemudian ia duduk di tempat tidurnya, dan menatap tajam si gadis

"baiklah, sekarang penjelasan apa yang kau punya?kenapa kau ada di balkon ku? Dari mana kau berasal? DAN SIAPA KAU?" ichigo menghujaninya dengan pertanyaan dengan memberi penekanan pada pertanyaan "siapa kau"

"hei..jangan bertanya sekaligus begitu, aku bingung menjawabnya !"

"jelaskan sekarang, atau aku akan panggil pelayan !" ancam ichigo

si gadis yang sedikit takut dengan ancaman ichigo dan tatapan mata pembunuhnya akhirnya tak bisa mengelak, "baik..baik..uhmmm…aku berasal dari sebuah tempat bernama beyond the site, disana tinggal para makhluk yang di sebut orang-orang sebagai death keeper, kau tahu?" jelas nya panjang lebar pada ichigo

"apa? Death keeper?"

Si gadis menganggukkan kepalanya "ya! death keeper atau penjaga kematian, kami menjaga takdir kematian yang sudah di tentukan oleh kami-sama !"

Ichigo menautkan kedua alisnya tanda tak mengerti atau tak percaya "hahaha..lelucon macam apa itu?"

"aku tak bercanda! Death keeper memang ada dan kau harus mempercayainya !

"memangnya aku bisa percaya? Aku bukan orang bodoh yang bisa kau bodohi dengan lelucon tak masuk akal seperti itu !"

"sudah kubilang itu bukan lelucon jeruk busuk !" tanpa sadar si gadis menaikkan volume suaranya serta emosi nya yang juga ikut naik

"apa? Jeruk busuk katamu? beraninya kau mengatai ku jeruk busuk!" ichigo bangkit dari tempat tidurnya karena emosinya juga terpancing gara-gara di katai sebagai jeruk busuk, "kalau begitu tunjukkan bukti kalau perkataanmu tadi bukan hanya bualanmu saja!" teriak ichigo sambil menunjuk si gadis

"akan kubuktikan!"

Ichigo tersenyum menantang, "heh, tunjukkan padaku !"

"dengar ya, jeruk gagal panen, kami para death keeper mempunyai sayap api, jadi akan kutunjukkan pada kedua mata mu itu kalau aku benar-benar death keeper !"

Tiba-tiba sepasang sayap muncul dari punggung si gadis. Sayap besar yang terbuat dari api berwarna biru, mata ichigo seketika terbelalak di ikuti dengan refleks tubuhnya yang mundur ke belakang

"sa…sayap?"

Senyum kemenangan terukir di wajah gadis itu karena melihat reaksi ichigo, "bagaimana jeruk? Sekarang kau masih berani bilang kalau aku bercanda?"

"hhph..heh…hehehe…hahahahahaha"

"kenapa kau tertawa?" si gadis heran melihat ichigo yang mendadak tergelak

Ichigo memegang keningnya, seperti sedang berpikir keras, "baiklah, aku percaya sekarang" imbuhnya tiba-tiba, sepertinya ia tak bisa membantah bukti yang di berikan gadis itu, mau tak mau ia harus percaya

Si gadis menghela nafas kelegaan, ichigo duduk di tempatnya semula, menutup wajahnya dengan kedua tangannya, kemudian ia memandangi si gadis dari bawah sampai atas, "kau bilang kalau death keeper itu menjaga takdir kematian manusia, menjaga dari apa?"

Sejenak death keeper itu terdiam, ". . . . menjaga takdir kematian dari apapun yang bisa mengubahnya "

Lagi-lagi ichigo tak mengerti, "memang nya siapa yang bisa mengubahnya?"

"ya. . .makhluk itu di sebut sebagai kontraktor jiwa, mereka memberi kehidupan kedua bagi manusia yang tak ingin kematian menjemputnya, dengan imbalan jiwa manusia tersebut, tapi tentu saja itu bertentangan dengan takdir kematian yang sudah di gariskan oleh kami-sama, dan tak ada yang boleh mengubahnya! karena itulah death keeper berusaha mencegah hal itu terjadi" jelas si gadis panjang lebar

Ichigo serasa tak percaya mendengar penjelasan si gadis, ia menganggap kalau makhluk-makhluk seperti death keeper, kontraktor jiwa atau apapun itu hanya cerita fiksi yang ada di dalam komik, tapi siapa sangka kalau malam ini ia akan bertemu dengan salah satu dari mereka

"lalu..kenapa death keeper sepertimu ada di dunia manusia?"

Tiba-tiba si gadis tersenyum malu-malu, "anu..itu..aku datang kesini untuk mendengarkan ciptaan manusia yang menurutku sangat indah, yaitu musik "

"ap..apa?death keeper ini menyukai..musik?" batin ichigo kaget

"sekarang aku sedang mencari orang yang menyukai musik seperti ku, aku ingin dia mengajariku semua tentang musik, dan bracelet ini..." si gadis menunjukkan bracelet berwarna silver di pergelangan tangan kanannya pada ichigo, "bracelet ini menuntunku kepada orang yang juga menyukai musik, dan benda ini menunjukkan kalau orang itu adalah kau !" lanjutnya dengan bersemangat

Ichigo segera menarik baju si gadis dan menyeretnya keluar, "tunggu! apa yang kau lakukan! kenapa kau mengusirku?" si gadis memberontak supaya ichigo melepaskan genggaman tangannya dari bajunya

"maaf, kau salah orang" ujar ichigo dengan nada dingin

"tidak! Aku tidak salah! bracelet ini pasti menunjukkan orang yang benar !"

"salah! Kalau kubilang salah ya salah! Kukatakan padamu death keeper, AKU TIDAK MENYUKAI MUSIK SEPERTI YANG KAU DAN GELANG ANEH MU ITU KIRA !"

Si gadis terkejut dengan ucapan ichigo, "aa,,apa? Jadi orang itu bukan kau?"

Ichigo mengangguk dan melepaskan cengkramannya dari baju si gadis, "kalau kau sudah mengerti, sekarang keluar dari kamarku dan carilah orang lain, karena orang itu bukan aku "

"tapi..aku tidak bisa mencari orang lain lagi, sebab jika ada yang mengetahui jati diriku selain orang yang di tunjuk oleh bracelet ini, aku bisa di tarik kembali ke beyond the site !"

"aku tak peduli!" ujar ichigo cuek

"kau harus peduli! Karena kau orang yang sudah di pilih bracelet-ku, pokoknya kau harus ajari aku tentang musik! aku juga tak peduli apa kau suka musik atau tidak!" balas si gadis emosi

"tidak!" ichigo tetap pada pendiriannya

"harus!" si gadis tak mau kalah

"tidak!"

"harus!"

"tidak! tidak! tidak!"

"harus! harus! harus!"

"kubilang aku tidak mau…pendek !"

"pendek katamu? kau bilang aku pendek? Dasar jeruk busuk, wortel busuk, tak bertanggung jawab, membusuk kau sana !"

"apaa?"

"apa? Kau mau apa hah?"

"graaa! gyaa!$#%$%^%&*^(()*(&$&%#$!$#%^$&^%&*%^&#%$#!"

"apaa! !&^%&^$*&()$**($$_+($+_$)(+_**%^&%!"

...

...

…..

Lebih kurang selama dua menit ichigo dan si gadis death keeper adu mulut, saling ejek tanpa ada satu pun yang mau mengalah, sampai akhirnya mereka berhenti karena sudah kehabisan kata-kata untuk perlawanan

"kumohon..ajari aku!" pinta si gadis dengan amat memelas pada ichigo

"kau belum menyerah juga heh?"

"kalau aku bisa, aku sudah pergi mencari orang lain, tahu! Aku juga tidak mau memohon-mohon seperti ini padamu!"

Ichigo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, kelihatan nya ia frustasi menghadapi si death keeper yang masih tetap ngotot, "hhhhh…baiklah…aku akan mengajarimu" ujarnya menyerah

Senyum penuh kebahagian segera muncul di wajah si gadis, "terima kasih banyak!" spontan ia memeluk ichigo, ichigo yang kaget karena tiba-tiba dirinya di peluk segera melepaskan diri dari pelukan si gadis, kelihatan sedikit semburat merah di pipinya

"ngomong-ngomong, nama-mu siapa? Aku ichigo, kurosaki ichigo" ichigo bertanya sekaligus memperkenalkan dirinya

Si gadis kelihatan bingung atas pertanyaan ichigo, "aku tidak punya nama" jawab nya ragu-ragu

"eh? Lalu kau di panggil dengan sebutan apa?"

Gadis tanpa nama itu berpikir sejenak, "aku biasa di panggil xxxxx, tapi kadang-kadang ada yang memanggilku Mozart, Schubert, Chopin , Ravel bahkan Beethoven !"

"tunggu! Kenapa kau di panggil dengan nama komposer terkenal semua?"

"belakangan ini aku sering memperkenalkan diriku pada death keeper yang lain dengan nama komposer-komposer itu..hahahaha" si gadis tertawa dengan ringan tanpa beban

Ichigo sweatdrop di tempat

"kau bisa panggil aku Beethoven saja!" seru si gadis, "eh…mungkin lebih baik panggil aku ravel, kedengarannya lebih keren…tunggu..mozart juga bagus, lebih berkharisma…" si gadis sibuk sendiri dengan nama panggilannya

Ichigo menghela nafas putus asa, "hmm…kalau begitu, namamu 'rukia', mulai sekarang kau ku panggil rukia "

Gadis itu menatap ichigo, "rukia?" tanya nya

"nama itu berasal dari 'hayase rukia" pianis jenius kebanggaan jepang 15 tahun lalu" ujar ichigo menjelaskan

"benarkah? Aku boleh memakai nama itu?" ungkap si gadis tak percaya

"yah..tentu saja, itu lebih baik daripada aku harus memanggil mu Beethoven atau Mozart "

Kini sang death keeper pun memiliki nama baru, rukia benar-benar bahagia dengan nama itu, apalagi yang memberinya nama adalah orang yang ia "kira mencintai musik dari hati" seperti dirinya.

nah, bagaimana selanjutnya kehidupan ichigo si violinis jenius yang tidak menyukai musik setelah bertemu dengan rukia si death keeper yang menyukai musik, tunggu chapter III nya!

TSUZUKU

Fuuih...akhirnya selesai juga chapter II nya, biar kisah ini gaje tapi saya tetep berniat untuk ngelanjutinnya, makasih buat yang review, walau sedikit tapi itu udah cukup buat ngasih semangat saya untuk menulis chapter selanjutnya..

RnR?