.
-early morning -
Hari ini adalah hari minggu. Entah kenapa pagi ini aku terbangun sebelum alarm HPku berbunyi. Padahal biasanya aku sangat malas bangun, terutama di hari libur. Dan karena saat ini masih jam setengah enam pagi, jadi kuputuskan untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Karena seingatku, kami selalu melewati sebuah kuil saat berangkat ke sekolah.
Jadi setelah mencuci muka dan mengganti piyamaku dengan sweater krem dan celana panjang berwarna hitam, aku bergegas turun ke bawah. Benar saja, suasana di bawah masih sepi. Hanya ada Margaret yang sedang menjahit di ruang tengah. Dia langsung menoleh begitu mendengar langkah kakiku yang menuruni anak-anak tangga. "Ohayou, Nona Minako," sapanya ramah
"Ohayou, Margaret." balasku
"Ada apa? Apa ada yang Anda perlukan?" tanyanya sopan setelah menyimpan kain yang sedang dijahitnya di meja
"Tidak. Sebenarnya entah kenapa hari ini aku bangun lebih pagi." jawabku sambil menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal
"Ah, begitu," dia hanya tersenyum
"Ano… Kalau begitu aku mau jalan-jalan sebentar ya." pamitku
"T-tapi, Nona, bukankah itu berbahaya?" cegah Margaret
"Aku tidak akan apa-apa kok!" kataku sambil memandangnya dengan tatapan-jangan-khawatir. Margaret hanya menghela nafasnya saat aku membuka pintu depan dan mulai berjalan keluar.
.
Aku merapatkan sweater wol berwarna krem yang kupakai agar tidak kedinginan. Jalanan yang kulewati sangat sepi. Tentu saja, ini kan baru jam setengah enam! Biasanya orang-orang baru memulai aktivitasnya sekitar jam enam atau setengah tujuh. Tapi, meskipun masih sepi dan cukup dingin, aku menikmati suasananya.
Setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya aku sampai di sebuah undak-undakan kuil. 'Naik tidak ya?' tanyaku pada diriku sendiri. Lalu setelah beberapa saat berpikir, aku pun memutuskan untuk menaiki undak-undak kuil tersebut.
Di sana, aku menemukan sebuah tempat bermain dan beberapa bangku taman. Tak lupa ada sebuah altar yang cukup bersih. Aku berjalan ke arah tempat bermainnya. Angin berhembus dingin membuatku sedikit gemetar. Tiba-tiba terdengarlah suara gonggongan anjing disusul dengan suara langkah kaki. Karena refleks, aku langsung menoleh ke arah undak-undak. Suara langkah kaki semakin mendekat, dan aku dapat melihat seekor anjing berbulu putih yang sibuk menggonggong. Lama-kelamaan aku melihat seorang bocah laki-laki berambut cokelat muda yang mengenakan sweater berwarna krem dan orange sedang berjalan di belakang anjing itu.
Anjing itu menatapku dengan matanya yang berwarna merah, lalu menggonggong. Aku yang sedikit terkejut hanya diam di tempatku tapi tetap mengawasi anjing itu—yah… kalau-kalau anjing itu tiba-tiba berlari ke arahku. Benar saja, anjing berbulu putih itu langsung berlari ke arahku.
"Koromaru!" panggil si bocah pada anjingnya. Anjing berbulu putih itu langsung berhenti dan menoleh, lalu duduk dengan manis di depan kaki bocah itu."Guk!" gonggong anjing itu
"Tenang sedikit, kau bisa menganggu orang yang tinggal dekat sini." bocah berambut cokelat muda itu mengelus kepala si anjing dan tersenyum padanya
"Guk!" si anjing hanya membalasnya dengan sebuah gonggongan nyaring
"Maafkan anjingku ya. Dia selalu bersemangat kalau diajak ke sini." bocah itu sedikit membungkuk padaku
"T-tidak apa-apa kok. Lagi pula anjingmu kan tidak melakukan apapun," kataku
"Tapi kurasa anjingku sedikit menakutimu? Atau mengagetkanmu?" tebak bocah itu
"S-sedikit…"
"Koromaru, ayo minta maaf sama kakak itu! Kamu sudah membuat kakak itu kaget!" bocah itu mengusap pelan kepala si anjing.
Seakan mengerti perkataan tuannya, anjing itu langsung membalikkan tubuhnya menghadapku dan menggonggong dua kali, "Guk guk!" Aku hanya mengangguk dan membelai kepala anjing itu. Aku melirik ke arah bocah itu. Tapi, bocah tadi sudah menghilang dari tempatnya berdiri semula. Saat aku mengedarkan pandanganku ke seluruh kuil itu, aku melihat bocah tadi sedang berdoa di altar. Aku hanya menatapnya dalam diam.
Beberapa saat kemudian, anak itu berjalan ke arahku dan anjingnya. Dia berdiri mematung menatap anjingnya yang sedang berlarian di sekitar bangku taman.
"Arisato Minako," kataku sambil mengulurkan tangan, berniat memperkenalkan diriku. Bocah itu menoleh dan menyambut tanganku
"Amada Ken," Setelah itu kami pun menyudahi acara jabat tangan. Anak laki-laki bernama Ken itu menatapku degan mata cokelat terangnya.
"Apa yang kau lakukan di sini sepagi ini?" tanyanya
"Aku… hanya berjalan-jalan. Kau sendiri?"
"Mengajak Koromaru jalan-jalan sekaligus berdoa," jawabnya sambil mengalihkan pandangannya ke altar
"Berdoa?" tanyaku
"Ya, untuk ibuku." dia menganggukkan kepalanya, membuat poninya bergerak naik-turun
"Ibumu kenapa?" tanyaku lagi
"Sudah meninggal." jawabnya singkat tanpa memandangku
"Ah, maafkan aku…" dia menggeleng, "Tidak apa-apa kok."
"Kau baru sekali ke sini ya? Maksudku sepagi ini?" aku mengangguk, "Dari mana kau tahu?"
"Karena setiap hari aku datang ke sini." jawab Ken
"Ooh… Ngomong-ngomong kamu kelas berapa, Ken?" tanyaku
"Kelas 6 SD. Memangnya kenapa, Minako-san?"
"Tidak apa-apa. Hanya penasaran saja."
"Hmm…"
Koromaru yang dari tadi sibuk berlarian di sikitar bangku taman tiba-tiba saja menggonggong dengan keras dan berlari ke arah undakan. Ken langsung memanggil anjingnya, "KOROMARU!"
Tapi sepertinya kali ini Koromaru tidak mendengar panggilan tuannya dan tetap berlari menuju undakan. Aku pikir Koromaru ingin turun, tapi ternyata aku salah. Koromaru hanya duduk di dekat undakan terakhir seperti menunggu seseorang.
Beberapa saat kemudian, kami melihat seorang pemuda jangkung berkulit pucat. Rambut abu-abunya yang cukup panjang dibiarkan tergerai. Baju yang dikenakannya pun hanyalah baju bergaris-garis hijau dan putih serta celana panjang berwarna hijau tua. Koromaru langsung menggonggong begitu melihat pemuda itu, dan pemuda itu menepuk kepala Koromaru. Koromaru sedikit menjilat tangan pemuda itu. Lalu Koromaru berlari ke arahku dan Ken yang berdiri tidak jauh dari altar. Pemuda berkulit pucat itu menoleh pada kami dan tersenyum tipis. Kami membalas senyumannya, dan dia pun duduk di salah satu bangku yang tersedia di dekat tempat bermain itu.
"Siapa dia?" tanyaku pada Ken
"Namanya Kamiki Akinari. Dia datang ke sini setiap hari minggu dan menatap langit." jawab Ken
"Begitu ya…" gumamku
"Ah, sepertinya aku harus pulang sekarang!" kataku saat menyadari bahwa matahari sudah mulai bersinar dengan terang
"Sampai jumpa, Minako-san." Ken tersenyum
"Guk guk guk!" tambah Koromaru
"Sampai jumpa!" aku melambaikan tanganku pada mereka.
.
-early morning, Shirogane Residence-
"Tadaima!" kataku sambil membuka pintu depan
"Okaeri! Darimana saja kau?" tanya Kakek yang sedang membaca koran
"Hanya jalan-jalan ke kuil," jawabku
"Kuil Naganaki? Apa yang kau lakukan di sana?"
"Hanya mengobrol,"
"Kau punya teman yang tinggal di dekat sana?" tanya Souji-nii
"Sebenarnya sih tidak. Awalnya aku juga hanya ingin jalan-jalan, tapi saat sampai di kuil itu, aku bertemu dengan seorang anak laki-laki dan seekor anjing, jadinya kami mengobrol." jelasku
"Begitu…" sahut Souji-nii
"Sebentar ya, aku mau mengganti sweaterku dulu," kataku sebelum berlari ke kamarku
.
-early morning, ten minutes later, Shirogane Residence-
Aku sudah mengganti pakaian yang tadi kupakai dengan sebuah t-shirt garis-garis berwarna hijau-kuning dan sebuah celana tiga perempat berwarna cokelat. Sekarang, aku sedang duduk di meja makan sambil menyantap omelet jamur buatan Margaret. Seperti sarapan di pagi-pagi yang lain, kali ini pun cukup sepi.
"Minato, kau ada acara hari ini?" tanyaku memecah keheningan
"Hn… Ada." jawab Minato setelah dia menelan potongan omelet di mulutnya
"Mau ke mana?" tanyaku lagi
"Paulownia Mall," jawabnya singkat
"Sama siapa?" tanyaku untuk yang ketiga kalinya. Aku tahu kembaranku ini punya kebiasaan irit kata dan menjawab sesuai pertanyaan. Misalnya, ditanya seperti tadi 'Mau kemana?' dia pasti hanya akan menjawab nama tempatnya saja. Tidak mungkin Minato akan menjawab 'Ke Paulownia Mall sama si A, B, dan C'. Jadi kalau tidak ditanya, dia tidak akan menjawab. Yeah, kadang kebiasaannya itu menyebalkan.
"Kenji, Junpei, Ryoji, Iwasaki, dan Takeba." jawabnya lagi
"Ooh…" Lalu kami pun melanjutkan sarapan pagi kami dalam kesunyian.
.
Kami sudah selesai sarapan. Elizabeth sedang mencuci piring, Theo sedang membereskan meja makan, dan Margaret sedang mencatat sesuatu di buku notes kecil. Di ruang tengah, Kakek dan Souji-nii sedang menonton acara berita pagi sedangkan Minato sedang sibuk mengotak-atik rubix. 'He? Sejak kapan Minato punya rubix?' Karena bosan, aku pun naik ke atas dan langsung berjalan ke kamarku.
.
-early morning, Shirogane Residence, Minako's Room-
Aku menghempaskan tubuhku di kasurku yang empuk. Kuambil HPku yang tergeletak di meja kecil yang ada di samping tempat tidurku.
1 New Message
080722183xxx
06:47
'Siapa?' tanyaku dalam hati. Lalu langsung kutekan tombol 'Read'.
Ohayou Minako-chaan! Ni aq, Yukari,,
Aq cuma mw ngsih tw,, hari ni aq,, rio,, ryoji-kun,, minato-kun,, n si stupei mw ke Paulownia Mall. Mw ikuut?
'Yukari-chan? Dari mana dia bisa dapat nomer HPku ya?' aku mengerutkan keningku. Setelah itu kutekan tombol 'Reply' dan langsung membalas SMS Yukari.
Boleh… Aku justru senang klo blh ikut ^^
.
Btw, km dpt nmr aku dari mana?
Lalu kutekan tombol 'Send'. Tak lama kemudian, HPku bergetar.
1 New Message
080722183xxx
06:49
Kutekan tombol 'Read'
Okok,,
Aq tw dr info di FB km,,,
'Oh iya! Aku kan memang mencantumkan nomor HPku di sana…' kataku dalam hati sambil menekan tombol 'Reply'
Oooh….
Jd janjiannya jam brp?
Kutekan tombol 'Send'. Lalu setelah aku membaca tulisan 'Message Sent', aku langsung menyimpan nomor Yukari di kontak di HPku. Baru saja aku mau menekan tombol 'Save', HPku tiba-tiba bergetar. Lalu dengan cepat kutekan tombol 'Save'.
1 New Message
Takeba Yukari
06:53
Sekali lagi kutekan tombol 'Read'
Jam 11,,,
Kutekan tombol 'Reply'
Ok deh.. Thx Yukari-chan
Lalu langsung kutekan tombol 'Send'. Beberapa menit kemudian, datanglah balasan dari Yukari. Dengan cepat cepat kutekan tombol 'Read'
Sma",,
Setelah membaca SMS Yukari, aku langsung menyimpan HPku di atas kasurku dan beranjak ke meja belajarku untuk mengambil netbookku. Kemudian sambil menenteng netbook dan mouse di tangan kanan, aku pun turun ke ruang keluarga.
.
-early morning, Shirogane Residence, downstairs-
Seperti biasa, kubuka situs Facebook di netbookku. Sambil menunggu loading, kualihkan pandanganku ke arah Minato yang masih asik bermain rubix.
"Hei, Minato," panggilku
"Hn?"
"Aku boleh ikut ke Paulownia Mall?" tanyaku
"Ya terserah kamu. Kalau mau ikut, ya ikut saja." jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari rubix berukuran 3x3 yang ada di tangannya
"Arigatou, Minato!" kataku sambil menepuk kepalanya singkat
"Sudah berapa kali sih kubilang, jangan pegang-pegang kepalaku!" kata Minato sambil mendelik ke arahku
"Hahahaha iya… iya… Maaf deh, aku kan tidak sengaja."
"Hnn…" dia kembali memusatkan konsentrasinya untuk menyelesaikan rubix di tangannya
.
Kemudian, aku mengalihkan perhatianku kembali ke netbookku. Ternyata loadingnya sudah selesai, jadi langsung kuketikkan alamat e-mail dan password FBku untuk log-in. Setelah itu, langsung kubuka Friend Request.
.
Yukari Chan Luph Luph
confirm ignore
Orang Ganteng Bikin FB (Kubo Mitsuo II) 13 mutual friends
confirm ignore
Izanami Bukan Nenek-nenek 14 mutual friends
confirm ignore
.
Kugerakkan mouse ke tombol 'confirm' dan mengklik tombol ketiga tombol 'confirm'. Lalu kugerakkan lagi mouseku ke tombol 'Home'
.
What's on your mind?
Share
.
Yukari Chan Luph Luph
Negau koto (tsurakutemo), tachimukau yuuki kimi ni moratta yo, dakara yuku ne…
Yukari Chan Luph Luph and Jangan Panggil Ryoji Playboy likes this, 5 comments
Jangan Panggil Junpei Kambing – lirik lagu yee?
Yukari Chan Luph Luph – iyaaa
Jangan Panggil Junpei Kambing – lagu apa?
Yukari Chan Luph Luph – lagunya Kawamura Yumi, Kimi no Kioku
Jangan Panggil Junpei Kambing – oooo
.
Risette Rise Sexy Idol
OHAYOU MINNA~~! 3
15 people likes this, 1 comment
Risette Rise Sexy Idol – thanks buat yang udah nge-like… ^^
.
Minato Hoaaaahm
Hn
Minato Hoaaaahm likes this, 8 comments
KungfuGirl Chie – niat nulis status ga sih? *sweatdrop
Minato Hoaaaahm – hn
KungfuGirl Chie – yaaaah aku dikacangin!
Minato Hoaaaahm – hnnnn?
KungfuGirl Chie – jawab dong!
Minato Hoaaaahm – hnn…
KungfuGirl Chie – bodo ah! *pundung
Minato Hoaaaahm – hn…
.
Ryotaro Sayang Anak
No Day Without Sake!
Ryotaro Sayang Anak and Adachi Cabbage Lover likes this
.
Aa Souji Pangeran anu Pang Kasepna == Yukiko Princess
Hai Yukiko-chan :)
Aa Souji Pangeran anu Pang Kasepna and Yukiko Princess likes this, 1 comment
Yukiko Princess – hai juga Souji-kun :)
.
KuMaTeDdiE si ImOeTzZ
KuMa KuMa KuMa KuMa KuMa KuMa KuMa KuMa KuMa KuMa KuMa KuMa,,, KuMa! XeXeXeXe,, KuMa
KuMaTeDdiE si ImOeTzZ likes this
Yosuke 'JUNES' Hanamura – mata aku sakit gara2 kebanyakan liat kata "kuma"
Kou d'Gantangxzz – setuju tuh
Yosuke 'JUNES' Hanamura – 4L4y!
KuMaTeDdiE si ImOeTzZ – YoSuKe JahaAaAaAaTt! *NaNgIs LaRi"*
Yosuke 'JUNES' Hanamura – emang. eh tumben ga pake kuma
KuMaTeDdiE si ImOeTzZ – KuMa
Kou d'Gantangxzz – wkwkwkwk
Yosuke 'JUNES' Hanamura – wkwkwkwkwk
.
See Older Post
.
Aku menulis comment, melihat-lihat beberapa foto, membalas wall, dan kadang-kadang me-like status, foto, atau comment. Lalu membuka beberapa tab baru dan membuka beberapa situs lainnya di tab-tab baru tersebut.
.
Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat. Sekarang waktu telah menunjukkan pukul sepuluh. 'Wah! Ternyata sudah 3 jam aku internetan! Mandi ah!'. Setelah itu aku memutuskan beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke Paulownia Mall bersama dengan Minato, Yukari, Junpei, Ryoji, Kenji, dan Rio.
.
to be continued
.
Rasanya makin lama ceritanya makin ga jelas… T^T
Untuk kesekian kalinya, Saku mau minta maaf… Saku tau Saku banyak kekurangan dalam menulis fic, jadi mohon maaf~. Dan Saku juga mau bilang makasih sama readers yang udah mau baca fic ini (apalagi ngereview)… MAKASIH YAAAA~!
.
.
Dan oh! Saku minta maaf buat readers Aku no Monogatari... Akhir-akhir ini entah kenapa Saku ga mood buat ngelanjutin fic yang itu, jadi untuk sementara ini gomen kalau ga di update...
