HOREEE! AKHIRNYA KITA KE CHAPTER 5!

Ada percakapan aneh tapi nyata :

Sodara gw penggemar berat cosplay…sampe-sampe gw kelabuin tuh #jahat #evilsmirk

Gw : "Dek, lo tau FF gw yang ada Justin Biebernya kan? Nah..ada cosplay baju SDnya tau.."

Sodara gw : "Dimana kak? Gw mau beli!"

Gw : "Lo ke pasar..ke toko seragam"

Sodara gw : "Trus?"

Gw : "Lo bilang ke tukangnya.,. seragam SD bang"

Sodara gw : #sweatdrop "Yaaaaa klo itu gw punya!"

Gaje ya…tapi biarlah..

Oke lanjut!

Warning : Gaje, OOC, OC, aneh, abal.. BUAT BELIEBERS YANG…..SANGAT BELIEBERS DIANJURKAN UNTUK TIDAK MEMBACA SEBELUM MENGEFLAME SAYA! KLO MAU TANGGUNG RESIKO SI JUSTIN SAYA SIKSA SETOEJOEH? ADA KATA-KATA KASAR BANYAK MALAHAN.

Big Thanks :

ALL READERS AND REVIEWERS….YANG MEMOTIVASI GW UTK MELANJUTKAN CHAPTER DEMI CHAPTER (?) TANPA KALIAN MUNGKIN CERITA INI GAK AKAN JALAN. DAN PARA FLAMERS YANG SETIA MEMENUHI PM SAYA, MAKASIH PARA PENGECUT DAN PECUNDANG SEKALIAN. KALIAN MEMBUAT SAYA LEBIH SEMANGAT MENULIS ^_* :(

Disclaimer :

MASASHI KISHIMOTO-SENSEI

SEMUA ARTIS-ARTIS YANG NAMANYA DISEBUT-SEBUT ATO YG MENJADI OC

TEMEN-TEMEN SAYA YANG MENCIPTAKAN DRAMA "IRI" MORAL LESSONNYA SANGAT JELAS DAN CERITANYA SANGAT BAGUS

OK PLEASE ENJOY!

"Gimana..Danzo?" kata seorang teman sebaya si kakek-kakek kampret a.k.a Danzo itu *dihajar Danzo FC alias nenek-nenek* "Semua akan baik-baik saja…" jawab Danzo sambil korek-korek tambang emas (?). "Eh, gimana baek-baek aja? Orang pohonnya kaga bisa numbuh lagi kok!" maapkan percakapan gaje tadi.

AT SDN Konoha…

"Woy! Elu jadi orang kaya kan?"

"Eh, kelompok 8 ngumpul!"

"Apalin naskahnya jangan Facebookan mulu!"

"Ah, gw kebelet berak"

Suasana sedang ramai dikelas 6.B. Ternyata semuanya pada sibuk ngurusin tugas drama yang dikasih Pak Kakashi. Sasuke dkk membawakan drama super aneh yaitu "Iri". Kita lihat saja.

"Ayo kelompok 8 cepet maju!" kata Pak Kakashi sambil ngupil. Pemandangan tak biasa seperti Sai yang memakai daster dan kacamata hitam, membawa kipas, Sasuke pake sepatu high heels dan rok mini (?), Naruto pake baju satpam, Gaara jadi gembel tukang jual koran, ditambah Kiba juga jadi gembel jual koran mengundang tawa satu kelas dikala itu.

Reader : Gimana dengan Justin?

Ryuu : Ntar aja liat..

Justin yang menjadi narator cuma bisa diem aja kaya orang kebingungan. Dia dikacangin tuh ama Sasu dkk. "Ayo mulai dramanya!" teriak Pak Kakashi. Sai dan Sasuke duduk dikursi. Sai mengipasi giginya (?) maksudnya kipas-kipas sambil nyengir. "Suatu hari, tinggallah dua orang kaya yang sedang bersantai di teras rumahnya" Justin memulai cerita.

"Datanglah dua anak penjual koran menghampiri si satpam" lanjutnya. "Pak, boleh kami masuk?" tanya Gaara. "Ya, silahkan" jawab Naruto. "Bu, beli korannya bu" kata Gaara sambil menyodorkan koran ke Sasuke. "Eh, ngapain gue beli koran ama lo dasar gembel!" cetus Sasuke sambil menjatuhkan koran dari tangan Gaara dengan gaya ibu-ibu sinetron (?). "Bu, kalo gak mau beli gak usah ngehina gembel deh, Bu!" teriak Kiba.

"Weh, weh ada apa ini!" Sai berdiri dari kursi sambil kipas-kipas. "Ini, ada gembel jualan koran" adu Sasuke. "Oh, pak satpam bawa mereka keluar! Udah, udah keluar!" usir Sai tak kalah mirip ibu-ibu sinetron.

"Keesokan harinya, Kiba datang lagi kerumah itu." lanjut Justin. "Kalian harus cepat-cepat berkemas! Karena kalian belum membayar hutang-hutang. Sebagai gantinya, rumah ini akan disita!" Kiba berlagak layaknya preman. "Tolong, jangan diambil dulu. Ijinkan saya berkemas satu minggu saja" Sai memohon-mohon kepada Kiba. "Tidak bisa, kalian harus pergi!" Kiba mengusir mereka. "Akhirnya, mereka pergi dari rumah itu" Justin melanjutkan ceritanya. "Bikinin bapak kopi dong" kata Naruto menyuruh Gaara. "Saat Gaara membuka bungkusannya, ia menemukan sesuatu" Justin menggaruk-garuk pantat dengan gajenya. "Pak, kita dapet mobil!" teriak Gaara dengan gajenya dan memperlihatkan bungkusan tersebut. "Wah iya ya!" kata Naruto. "Naruto, Kiba, dan Gaara sedang berjalan-jalan dengan mobil barunya. Di tengah jalan mereka bertemu Sasuke dan Sai" Justin melanjutkan narasinya.

"Hai, kami minta maaf ya waktu dulu kita ngusir kalian. Bolehkan kita tinggal sama kalian?" tanya Sai dengan mata berkaca-kaca (?). "Um, iya kami maafkan. Kalian boleh kok tinggal sama kita" jawab Gaara. "Owwwww Prikitiew!" teriak Shikamaru dan melihat Gaara dan Sai berpelukan. "Akhirnya, merekapun tinggal bersama dan hidup bahagia!" Justin mengakhiri ceritanya. Sekelas tepuk tangan ada yang bercuit-cuit gaje karena SaiGaa keluar lagi. Yah, jangan melenceng ke yaoi dulu deh…hehe.

SKIP SKIP KE JAM ISTIRAHAT…

"Woy! Maen Pak Sus yuk!" Teriak Kiba. "Ayo" sahut Sai. Seperti biasa, Kiba denganpecinya pak Kakashi. "Hari-hari sami sareng?"

"Days!" jawab Justin. "Salah! Hari-hari sami sareng Day Day! Hahaha" Kiba menulis Day Day disitu.

"Kenapa Day Day? Harusnya Days dong?" balas Justin tambah nyolot.

"Banyak bacot lu jangan sok nginggris! Kata 'Hari'nya kan ada dua jadi diulang. Bahasa Inggrisnya 'Hari'?"

"Day" jawab Justin

"Ya kan? Kecuali kalo bahasa Inggrisnya 'Haris' baru Days!"

Menurut saya, Kiba malah makin ngaco *sweatdropped*.

"Menggunakan sami sareng?"

"Use!"

"Eta pisan! Suara anjing sami sareng?"

"Woof!"

"Eta pisan! Laki-laki sami sareng?"

"Boy!" lagi-lagi Justin menjawab

"Salah! Laki-laki sami sareng man dibaca MAN bukan MEN" Kiba mulai melenceng ke ajaran sesat lagi.

"Kulit coklat sami sareng?"

"Tan dibacanya TAN bukan TEN" ternyata Choji yang barusan jawab udah ngerti ajaran sesatnya Kiba.

"Eta pisaaaan! Seni sami sareng?"

"Art!" jawab Sai dengan semangat 1 X 30 + 10 + 5 + 45 soalnya, tau sendiri seni dia jagonya.

"Eta pisan! Adalah sami sareng?"

"Adalah itu kan tergantung kalimatnya, jadi gak bisa tergantung satu kata dong, Kiba" Justin menggurui.

"Ah, bacot lu. Sama Pak Sus apapun bisa terjadi!" lawan Kiba tak kalah menggurui.

"Adalah sami sareng is. Jadi kalo digabung, eeh tunggu. DayDayUseWoofManTanArtIs.. Dede Yusuf Mantan Artis! Wakakakak" Kiba ngakak ampe guling-guling. Yang lain ngakak-ngakak ada yang sampe asmanya kambuh (?). Kira-kira begini

Hari-hari = Day Day

Menggunakan = Use

Suara Anjing = Woof

Laki-laki = Man

Kulit coklat = Tan

Seni = Art

Adalah = Is

Gila ya si Kiba, kepikiran Dede Yusuf ckck. Jangan meniru alias don't try this at home haha. Si Justin pun keluar kelas, membuat pandangan satu kelas menuju kearahnya. Namun, yang lain tak mempedulikannya. Ia berlari kearah ruang BK tapi, dia malah belok kearah lapangan belakang.

JUSTIN'S POV :

Aku diidamkan semua cewek, dan semua cowok mau menjadi temanku. Tapi kenapa disini lain? Anak-anak cowok itu pada jutekin aku. Aku ngerasa gak berguna disini. Lagian juga disini sekolah kampung, anaknya jorok-jorok, perkataannya kasar. Hm, siapa yang mau berteman denganku? Aku, sendirian…. Mungkin Sakura mau membantuku sekali lagi…. akan kulakukan dengan cara yang berbeda….

END OF JUSTIN'S POV…

Bel berbunyi pertanda masuk. Anak-anak SD tersebut berhamburan masuk ke kelas masing-masing. Kiba menuju mejanya Hinata. "Hinata, gue dari lama suka ama lo. Lo mau kan jadi cewek gue?" rupanya si 'Pak Sus' ini udah suka ama Hinata dari lama. "Uh, Kiba-kun.. gue udah ama Naruto-kun. Maaf ya…" jawab Hinata tenag-tenang aja. "Oh, hehe iya maaf ya.." Kiba menggaruk-garuk tambang emas alias ngupil.

Semua siswa 6.B duduk ditempatnya masing-masing karena ada guru lewat. Karena takut ada guru lewat lagi, maka mereka hanya berani mengobrol dengan teman sebangku. Tiba-tiba, Justin keluar dari tempat duduk. "Eh, iya. Gar, ntar pulang bareng nyok" kata Kiba. "Eh, si Justin mau kemana?" balas Gaara.

Hal yang janggal, Sasuke menghilang. "Ehm, semuanya. Gue mau bicara sama kalian. Gue…salah apa sih sehingga kalian gak suka sama gue? Apa yang kurang? Bilang deh sekarang, biar gue bisa memperbaiki kesalahan. Please, you do care of me, don't you?"

Sayang, tak ada yang menggubris pidato si Justin. "Eh, lo mau tau apa yang salah dari lo? Lo tuh belagu, sokbet keren lebay pula. Apalagi pas hari pertama, gaya lu senga banget sok innocent dan nyolot abis. Iya gue tau lo bikin semua cewek klepek-klepek ngefly, gak disekolah ini aja tapi diseluruh dunia tapi lo jangan sombong! Baru rasa kan lo diginiin? Satu yang gue benci dari lo, lo udah ngerebut cewe gue dan dia gak mau balikan lagi sama gue gara-gara lo!" pidato Sai tak kalah panjang.

"Tapi, kita satu kelas, satu keluarga. Lo gak kasian ama gue?"

"Gue tau lo kaya, banyak harta, tajir, ganteng, disukain banyak orang dari tua, muda, cewe, cowo, tukang bakso, tukang sayur, abang-abang angkot, tukang ojek, pemulung, pengamen, bencong, lesbi, lesbong, homo, hombreng, gembel, orgil, gepeng gelandangan dan pengemis, semuanya!. Dibanding gue, miskin gajelas punya bokap ama kakak sarapnya setengah mampus, kurus, pake kacamata alias mata gak normal, kulit kaya pocong dan jauh berbeda dari lo! 11-12 gak ada! Harusnya lo yang kasian ama kita! Lo nyadar dong sekolah dikampung!"

"Gue gak punya temen, harusnya lo bantu gue bukan maki-maki gue!" bentak Justin yang kehilangan kesadaran eeh kesabaran.

"OWWWW" teriak satu kelas serempak dan menciptakan suasana tegang.

"Lo kan cowo perfect kok susah nyari temen? Gue ama temen-temen cuman bintang lipsing Keong Racun. Lo bayangin lipsing dan elo? Nyanyi suara asli kan. Gue nih lipsing-lipsing kopas Sinta-Jojo aja temennya segudang karena kita gak sombong ama belagu kaya lo! Pake otak dong lu! Gue tau lo begini karena lo belom disunat! Dasar lo beti, bencong ber****t!"

"HAHAHAHAHA" tawa satu kelas meledak karena Sai menyinggung masalah ini lagi.

"Sai! Lo gak ngerti kan masalahnya. Ayolah, yang lain bantu gue" mohon Justin.

"Udah lo gak usah nyari-nyari simpati ama kita, ngapain di lapangan belakang? Lo apain Sakura ngaku aja? Kayanya parah banget. Nangis dia diruang BK. Belom puas juga lo nyiksa cewe laen ? I can read your poker face!" anak cowo berambut pantat ayam masuk sambil bawa seplastik cireng isi.

"Sasuke?" Justin hanya bisa melongo melihat Sasuke datang ke kelas.

Apa yang dilakukan Justin kepada Sakura?

Bagaimana Sasuke bisa tau hal itu?

Kenapa Sasuke telat masuk?

PENASARANKAH? GOMEN UPDATENYA TELAT! _v STAY TUNE!

Ryuu~

OH IYA RNR DOOONG! XD