Chapter 2~ (~'.')~ chapter 2~ ~('.'~) chapter 2~ (~'.')~ chapter 2~ ~('.'~) chapter 2~ ~('.')~...
Halo Readers! :D
maaf chapter kemarin ga je bgt!
hmm.. semoga chapter yang ini lebih menghibur(?) deh.. 8Db
Oh iyaa! terimakasih bagi para reviewers(?) XD
Makoto Mitsuru: terima kasiih~ XD ternyata pair ini bukan cuman saya doang yang suka.. (?) yoo.. Hidup Incest! X3
Kirisha Zwingli: waa.. *tossu* terimakasih sarannya yang sangat membantu~ XDb
Orange Burst: yeeey! ternyata banyak yg suka pairing SayuLight~ XD terimakasih sarannya yang sangat membantu! X3
Namikaze-Tania-Chan: Terima kasiih.. X3 Semoga jadi banyak pairing LightxSayu yang lebiiih Incest!
AnnaYuki: Halo Anna, :D i-itu.. panggil saya 'el' aja =.=a soalnya.. nama panggilan saya 'el' jadi mulai sekarang panggil 'el' ya~ :D
Terimaksih banyaaak atas koreksi-koreksinya! aku sangat terbantu! ternyata el banyak banget ejaan yang salah ya.. )':
Tapi berkat koreksiannya, aku jadi tau mana yang salah! :D semoga nanti penulisannya jadi banyak yang bener.. amiin,
Kalau mau, tolong ingatkan saya lagi bila ada yang salah atau kurang dari chap ini, karna saranmu itu sangat-sangat berguna! X3b
Sekali lagi terimakasih ya Anna.. Salam kenal~ :D
Nah.. sekarang kita ngapain? *ya baca fictnya lah*
Semoga ada Pair SayuLight Rate M! *hajar sekampung* -ignore-
okee, langsung mulai ya..
Silahkan cari tempat yang nyaman dan aman(?)..
And Happy Reading~ :D
WARNING: AU, OOC, GAJETTE(?) DAN SEDIKIT NGACO(?)
DISCLAIMER: Takeshi Obata and Tsugumi Ohba
PAIRING: SAYUXLIGHT
RATED: T *mungkin akan berubah*
Just click the review button if you like, and click 'back' if you dislike!
chapter 2 Dont Leave me alone, oniichan!
Sampah!
Semua yang mendekatinya seperti sampah!
Jika ia sudah memakan habis isinya,
maka yang tersisa hanyalah 'sampah' baginya,
Tak ada satu pun yang kau anggap istimewa,
Bahkan orang yang kau anggap 'sahabat' pun tak segan-segan kau buang,
tapi..
apa aku akan kau buang juga,
kakak?
-xxx-
Light Yagami.
Laki-laki berumur 19 tahun dengan kharisma yang dapat meluluh lantakkan setiap hati kaum hawa dan mempunyai otak yang tak henti-hentinya membuat orang terkagum-kagum akan kepintarannya.
Dia kini sedang bekerja dengan ayahnya di Markas Pusat Kepolisian Jepang. Keahliannya dalam memprediksi sangatlah akurat, dan dia mempunyai kepribadian yang bagus (mungkin).
Tapi ada satu hal yang menjadi kekurangannya dan orang-orang tahu akan itu.
Dia bisa dengan mudahnya 'membuang' wanita yang sudah cinta mati padanya.
Misa Amane.
Model laris ini juga mungkin akan menjadi salah satu korban dari Light.
Tapi, entah mengapa hubungan mereka bisa beranjak ke arah 'pertunangan'. Misa Amane adalah satu-satunya wanita yang bisa menaiki satu langkah mendekati Light Yagami. Yaitu dengan jenjang pertunangan. Apakah ada sesuatu di balik ini semua?
Padahal wajah Light sama sekali tak menunjukkan bahwa ia tertarik dengan wanita yang gemar dengan pakaian gothic ini.
Pasti ada sesuatu.
Pasti.
-xxx-
Kata-kata itu terulang kembali di benak Sayu.
"Misa akan bertunangan dengan Light~"
'BRAK'
Sayu yang sedang duduk dengan posisi alfa, melempar kotak musik yang sialnya ada di depannya waktu itu. Hingga ia meluapkannya pada kotak musik itu.
Kotak musik berwarna merah dengan bentuk hati itu, kini sudah hancur berantakan.
Sayu bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kotak musik itu.
Diambilnya kotak yang sudah hancur sebagian itu, dan di raihnya dalam pelukannya.
"Ini.. kado darimu kan kak Light.. Tapi, apa kado ini kau berikan semata-mata karna aku adalah adikmu? aku.. tidak mau kak Light.. hiks.. Tidak.. mau.. ukh.. hiks.."
Tetes bening yang berasal dari mata Sayu terjatuh lembut di atas bongkahan kotak itu.
Kotak Musik pemberian Light saat ulang tahun Sayu yang ke 13 tahun.
"Sayu? ada apa?"
Light tiba-tiba muncul dari balik pintu Sayu.
Dan tentu saja, itu sangat mengagetkan Sayu.
Sayu langsung menghapus air matanya cepat dan memalingkan wajahnya dari Light.
"Tidak ada apa-apa kak.."
Sayu berjalan membelakangi Light yang pastinya sudah tau bahwa tidak mungkin tidak apa-apa.
Light POV
Kulihat punggung kecil dan terlihat rapuh itu berjalan menjauh dariku.
Walaupun dekat, tapi aku tidak akan bisa merengkuhnya dengan tanganku.
Aku menyadari perasaanmu Sayu. Sungguh aku menyadarinya.
Karna akulah yang terlebih dahulu jatuh cinta padamu.
Tapi apakah kau tidak pernah berfikir?
Bahwa kita ini mempunyai darah yang sama.
Darah yang selalu kusesali karna terus membatasi perasaanku.
Aku tidak segila itu hingga dengan paksa membuatmu jadi milikku.
Karna itu, mengertilah. Aku tidak mungkin bisa denganmu, Sayu.
Normal POV
"Sayu.. Ada apa?"
Sayu yang kini memandang ke luar jendela dengan pemandangan yang sangat ia sukai, yaitu 'malam badai' hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Light.
Light memandang khawatir ke arah Sayu dan mencoba mendekat ke arah adik kesayangannya, atau lebih tepat wanita yang sangat ia cintai.
"Kakak.. apa.. kau akan menikah dengan.. Amane-san?"
Tanya Sayu memecah keheningan. Dan langkah Light pun berhenti. Ada rasa getir saat ia akan menjawab, "ya."
Hati Sayu seakan di hantam oleh petir yang tepat pada saat itu meraung dengan kerasnya di malam tak dihiasi oleh kerlap-kerlip bintang.
Light menunduk memperhatikan lantai-lantai marmer yang bening sehingga bisa memantulkan wajahnya yang saat itu sedang menahan rasa getirnya.
Matanya tak kuasa menatap wajah Sayu.
Sayu mencengkram horden yang ada di sampingnya dengan tangannya yang kecil nan gemetar itu. Menahan air mata yang ingin keluar dari kelenjar matanya.
Ia menggigit bibir bawahnya kencang hingga sepertinya akan berdarah jika ia tak melepaskan gigitannya. Itu ia lakukan agar isakannya tak boleh keluar.
Tapi akal sehatnya sudah tidak terima lagi.
"AKU TIDAK MAU! KAKAK TIDAK BOLEH MENIKAH DENGANNYA! TIDAK BOLEH! TIDAAK!"
Sekarang Sayu memperlihatkan wajahnya yang dipenuhi linangan air mata dan tangannya kini meraih badan Light untuk ia rengkuh dengan erat.
Seakan-akan ia akan kehilangan Light untuk selamanya.
Light membelalakkan matanya.
Ia kaget dengan perlakuan Sayu yang sekarang sedang memeluknya dengan tubuh gemetar dan isakan tangis.
Itu sangat membuat Light tidak bisa lagi bersikap tak acuh pada perasaannya yang selama ini mati-matian ia tutupi.
Light tak kuasa menahan tangannya untuk tidak bergerak.
Dan sekarang tangannya sedang berbalik merengkuh tubuh mungil milik Sayu.
"Sayu.."
Lirih Light menyebut nama Sayu. Seakan ia tak mau melepaskan Sayu dari rengkuhannya. Begitupun dengan Sayu.
"Kumohon.. jangan tinggalkan aku.. kak Light.."
Sayu menggenggam kemeja putih Light dengan tangannya yang gemetar.
Light mencium kuncup kepala Sayu dan berkata, "Aku tidak akan meninggalkanmu Sayu. Tidak akan."
"Kalau begitu jangan cintai gadis lain.. selain Sayu.."
Light melepaskan rengkuhannya.
"Sa-Sayu.. itu.."
"Aku mencintaimu kak Light! Aku sungguh-sungguh menyukainmu!"
Sayu dengan tatapannya yang dipenuhi bendungan air dengan cepat mengayunkan tubuhnya untuk merasakan bibir Light.
Sayu mencium bibir Light tiba-tiba sehingga Light membelalak dan merona merah.
Ciuman itu sangat singkat saat Sayu melepaskannya kembali.
"Aku mohon.. jangan.. acuhkan aku.. kak Light.."
Wajah Sayu yang dipenuhi oleh air mata dan wajahnya yang memerah dengan nafas tersengal-sengal sangat membuat Light tidak bisa berkutik lagi.
Light dengan instingnya sendiri mendekatkan wajahnya pada wajah Sayu.
Seakan terasuk oleh sesuatu.
Light mencium bibir ranum Sayu dan melumat kecil.
"Aku juga.. mencintaimu.. Sayu.."
Satu dosa besar yang telah mereka perbuat.
Tak ada alasan mengapa takdir begitu kejamnya memutar balik perasaan.
Hingga tercipta dua insan dengan darah yang sama dan dengan rasa cinta antar mereka yang tak boleh mereka jejaki.
Namun, semuanya sudah menjadi ranum. Karna perasaan yang disebut 'cinta' itu dapat melupakan semua akal sehat.
Dan berdalih ke sebuah pusara yang tak mereka ketahui akan adanya sebuah pertentangan akan cinta terlarang mereka.
Cinta yang seharusnya tak mereka mulai. Dan seharusnya tak dapat berujung dengan kebahagiaan.
-xxx-
"Sayu?"
Light yang masih merengkuh Sayu kembali melepaskan rengkuhannya.
Dilihatnya wajah Sayu yang tentram tertidur pulas akibat dari tangisannya yang membuat tubuh kecil itu mengantuk.
Light tersenyum damai melihat wajah Sayu yang masih sedikit memerah. Dibasuhnya air benih air mata yang belum mengering di sudut wajah Sayu.
"Akhirnya aku.. bisa mengatakannya."
Light menggendong Sayu ke tempat tidurnya.
Diselimutinya tubuh mungil itu dengan gerakan perlahan agar Sayu tidak terbangun.
Light memandang lagi wajah Sayu yang manis saat tertidur.
"Aku menyukaimu.. Sayu.."
Dikecupnya dahi Sayu dengan lembut dan penuh perasaan. Antara rasa sayangnya sebagai kakak kepada adik, dan.. Rasa cintanya terhadap wanita yang sedari dulu menetap dihatinya.
Ya.. sudah lama Light menyukai Sayu.
Sudah dari usianya yang berumur 14 tahun, dan Sayu yang berumur 11 tahun.
-That Love, Become in My Hearts-
LIGHT POV
Aku terkenang kembali masa lalu saat pertama kalinya perasaan ini muncul.
Entah mengapa saat kupandang wajah tidur Sayu, aku terkenang kembali peristiwa itu.
Peristiwa yang membuatku jatuh cinta pada adikku sendiri.
*o*o*o* SIX YEARS AGO *o*o*o*
" Saat itu aku melihat Sayu yang kehujanan di bawah halte.
Tubunya menggigil kedinginan. Tangannya melipat untuk menghilangkan rasa dinginnya.
Baju sekolahnya basah akibat hujan.
Aku bergegas menghampiri Sayu yang ketika itu sangat membuatku merasa bersalah karna membuatnya menunggu untuk kujemput.
"Sayu!"
Aku berlari cepat ke arahnya dan tak memperdulikan bajuku yang sudah terciprat oleh kubangan-kubangan yang kupijak tanpa kuhindari.
"kak..kak Light.."
Dia menggigil. Tubuhnya bergetar karna dingin.
Aku memeluknya erat.
"Maafkan kakak, Sayu... Kenapa kau tidak tunggu di dalam sekolah?"
Aku mendekap erat tubuh Sayu yang dingin. Berharap agar dekapanku dapat menghangatkannya.
Waktu itu, perasaanku masih sebagai seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya. Sayu adalah adik yang selalu aku banggakan, sampai aku berfikir bahwa aku mengidap penyakit 'Sister Complex'.
"Ti-tidak.. kakak kan.. sudah mau repot-epot.. menjemput.. Sayu.. kata kakak, kita akan makan ice cream dulu sebelum.. pulang kan..?"
Ternyata dia ingat. Waktu itu aku berjanji untuk menjemputnya saat pulang sekolah dan akan mentraktirnya makan ice cream. Sungguh bodohnya aku hingga melupakannya.
Sayu masih anak yang polos, dia selalu ingat apa yang aku rujukan buatnya.
Tapi aku malah mampir dulu ke toko buku dan membuatnya menunggu apalagi sampai kehujanan seperti ini.
Kakak macam apa aku?
"Sayu.. maafkan kakak ya.."
Tangan dingin Sayu memelukku.
"Tidak apa-apa kak Light, kak Light sudah mau datang saja.. Sayu sudah.. senang,"
Dapat kulihat senyuman Sayu yang seakan membuat penyakit 'Sister Complex' ku bertambah parah. Bukan, ini bukan sekedar perasaan sayang pada adik.
Debaran ini berbeda dari yang biasanya.
Aku.. Jatuh Cinta pada.. Adikku.
-xxx-
Setelah aku menggendong Sayu pulang.
Aku melihat Sayu yang berjalan sempoyongan.
"Sayu.. kau tidak apa-apa?"
Saat itu Ibu dan Ayahku sedang pergi mengunjungi makam nenekku dan menginap di rumah Paman.
Jadi tugasku adalah untuk menjaga Sayu selama mereka pergi.
"Tidak apa-apa.. kak.."
'bruk'
Kulihat Sayu yang jatuh terkulai di lantai kayu rumah kami.
Aku langsung berlari ke arahnya, dan kuhentikan aktivitasku yang tadinya sedang membuat susu panas untuknya.
"SAYU!"
-xxx-
"Dia demam."
Dokter langganan keluargaku yang bernama L memeriksa keadaan Sayu dengan teliti.
Walaupun ia Dokter, tapi penampilannya yang hanya memakai celana jeans dan baju putih membuat orang ragu apakah dia Dokter sungguhan atau bukan.
Yaa, aku tidak memperdulikannya sekarang. Karna sekarang aku sedang sangat panik melihat keadaan Sayu.
"Demam?"
"Ya. Sebaiknya kau rawat adikmu dengan baik Light-kun. Karna Sayu itu mudah sekali jatuh sakit."
Mendengar itu aku semakin merasa bersalah.
-xxx-
Saat tengah malam, aku mendengar rintihan dari kamar Sayu.
"Kak Light! Kak Light! sa-kiit.."
Aku yang sedang membaca buku dikamar langsung bergegas menuju kamar Sayu.
"Sayu! Ada apa?"
Dengan panik aku menghampirinya.
Ternyata Sayu hanya mengigau.
Dan nama yang ia panggil adalah aku.
Aku berdebar melihat wajah Sayu.
Kugenggam tangannya yang panas akibat demam.
"Tidak apa-apa.. aku disini.. Sayu."
Malam itu aku terus mendekap tangan Sayu.
Dan lama kelamaan suhu badan Sayu menurun.
Aku menghela nafas lega.
"Syukurla. Selamat tidur Sayu."
Saat aku hendak berdiri, tangan Sayu menarik bajuku.
"Kak.. Light.. jangan tinggalkan Sayu.. ya.. Sayu, sangat sayang pada kak Light."
'deg'
Mataku membelalak dan pipiku merona merah.
Sejak saat itu aku menyadari,
"Ya.. Aku tidak akan meninggalkanmu Sayu."
Bahwa perasaan ini, adalah rasa 'suka' kepada seorang perempuan.
*o*o*o* Back to Normal Strory *o*o*o*
Aku tertawa kecil mengingatnya.
Sayu adalah cinta pertamaku.
Dan selamanya akan menjadi satu-satunya wanita di hatiku.
-xxx-
"fufufu.. Light-kun~ kau pasti akan menjadi milik Misa! Pasti."
Cinta itu 'buta'.
Banyak yang berkata begitu.
Namun cinta juga bisa membuat seseorang menjadi gila.
Dan apa yang akan dilakukan Misa untuk merebut Light?
-TBC-
kok, kok, koooook! malah kayak sinetron ginii! *unyeng-unyeng kepala*
saya minta maaf kalo chapter ini dikit sekali.. maaaaf.. maaaaf... maaaaaaaaaf! m(_ _)m
Biasalah.. pelajar(?) *ga aga hubungannya*
Kalo ada yang mau kasih saran buat fict ini silahkan, soalnya saya kalo lagi nulis, pikiran dimana-mana tapi tangan tetap menari-nari di atas keyboard~ *hiperbola(?)*
Yak.. Saya sangat menantikan REVIEW nya~ X3
hayo.. jangan malu-malu.. Yang penting Ripyuu~ -plak-
See yaa~~ (w)/
