Minna-san, saia balik lagi! Pasti semuanya udah pada kangenkan? *ditendang jauh-jauh karena berisik*

Chap 2 akhirnya apdet juga *ngelap keringat*. Gomen lama apdetnya, saia tiba-tiba kena virus malas nih *alesan*.

Baiklah minna-san pasti udah penasaran silahkan menikmati fict gaje punya saia...

Last chap...

"Yang mendapat giliran pertama adalah..."

.

.

.

"HARI MEMASAK MUGIWARA TEAM"

Disclaimer: sampai sekarang One Piece beserta isinya tetap punya Eiichiro Oda-sensei, saia sih cuma pinjem.

"HARI MEMASAK MUGIWARA TEAM"

© Kirei Atsuka

Warning: OOC. Gaje, misstypo, dkk*?*

Chap: 2

Pembagian Tim

.

.

.

Robin mengela napas panjang sebelum membaca kedua nama itu. Para anggota Mugiwara pun tegang, tidak ada yang bersuara, sampai...

"Lama sekali, Robin! Cepat beritahu tahu kami!" protes Luffy tidak sabar.

PLAKK! PLAKK! BUAGH! DUAGHH! MEONGG! GUKGUK !MBEKKK*?*

Luffy pun babak belur ditangan massa yang ganas dibalik tenang*?*.

Robin sweatdrop.

Franky, jambulnya turun.

Usopp cengo.

Chooper mengobati Luffy.

Nami dan Zorro tersenyum puas.

Brook minum kopi*?*.

"La... lanjutkan saja, Robin," ucap Usopp takut-takut.

Zoro yang merasakan perasaan tidak enak berbisik kepada Franky, "kira-kira siapa yang beruntung satu tim dengan Luffy?"

"Semoga saja bukan aku," jawab Franky khawatir.

"Yang beruntung adalah..."

Semua anggota menahan napas, sampai-sampai Luffy mengalami asma dadakan karena terlalu lama menahan napas.

"Ro... hiee.. bin... hiee... ce.. hiee... pat... hiee... beri... hiee... tau... hiee..." suruh Luffy dengan susah payah.

"Brook dan Zoro!" jawab Robin cepat, sebelum ditemukan lagi korban berjatuhan dari anggota Mugiwara.

Zoro berteriak plus kuahnya, "APAAAA?"

"Gak pake kuah kalee!" seru anggota lainnya.

Brook hanya bersikap(sok) cool sambil mengangkat topinya.

Zoro pun menunjuk Brook dengan tatapan kesal, "Kenapa aku harus bersama dia?"

Nami hanya menanggapinya dengan santai.

"Ta... ta... tapi..."

"Tenang saja Zoro, akan ku ajari resep rahasia makanan yang biasa dihidangkan di kapalku dulu. Tenang saja. Hahaha..." tawa Brook menggelegar.

Pemuda berambut hijau itu, hanya menerima dengan pasrah, 'daripada harus bersama kapten berisik itu, mungkin bersama tengkorak hidup tidak terlalu buruk' pikirnya.

"Baiklah, kau tidak perlu protes. Robin ayo lanjut saja, sekarang untuk tim selanjutnya," desak Nami kemudian.

"Baiklah sekarang tim selanjutnya..." Robin kembali mengocok botol tersebut dan kembali keluar dua nama yang mendapat giliran selanjutnya.

...mugiwara...

Satu-persatu anggota Mugiwara berteriak, ada yang senang, ada yang tidak percaya, ada yang kesal, ada yang guling-guling, junkir-balik, sit up, push up dan ada juga yang bersikap biasa-biasa saja. Robin menuliskan hasil pembagian tim di sebuah kertas ukuran 3A, dengan huruf yang ditulis dengan huruf bold, takut-takut jika ada anggota Mugiwara yang penglihatannya sudah mulai terganggu dan menempelkannya di lemari pendingin.

Pembagian Tim Memasak:

Tim 1: Zoro dan Brook

Tim 2: Nami dan Chooper

Tim 3: Usopp dan Luffy

Tim 4: Franky dan Robin.

...mugiwara...

"Kenapa aku harus bersama Luffy?" tanya Usopp kini yang memasang wajah sangat amat tidak percaya bagai petir menyambarnya ditengah malam berbintang*?*.

Para anggota Mugiwara hanya menjawabnya dengan kata, "maaf anda belum beruntung".

Chooper yang mencoba menenangkan Usopp, malah sibuk mengelap ingusnya yang mengalir bak air terjun Niaraga dibaju milik Franky, dan akhirnya berhenti setelah mendapat sebuah jikatan hangat dari empunya.

Luffy malah bersorak senang,"asyikk... kita satu tim, Usopp!"

Sementara Usopp menderita, Nami malah asik bersorak-sorak gembira karena tidak satu tim dengan Luffy. Robin, Franky, dan Chooper hanya bersikap biasa saja, karena sepertinya keberuntungan mereka sedang baik, yaitu mendapatkan pasangan tim yang biasa saja. Tidak seperti Usopp dan Zoro yang berpasangan dengan orang yang bisa dibilang 'tidak biasa'.

"Ada yang mau protes?" tanya Robin membuka suara.

Zoro dan Usopp mengacungkan jari mereka bersamaan.

Nami pun menunjuk Zoro yang sudah memasang wajah terlipat-lipat bagai kertas origami.

"Ya. Zoro, katakan masalahmu!"

"Aku tidak setuju, masa aku dipasangkan dengan 'bukan manusia'?" protes Zoro, ia merapatkan jari telunjuk dan jari tengahya membentuk tanda kutip saat menyebutkan kata 'bukan manusia' seraya memandang Brook.

"Hey, aku juga bukan manusia, hhmmm... walaupun cuma setengah, tapi ada bagian diriku yang bukan manusia!" protes manusia croborg, Franky berapi-api.

Rupanya pemuda berambut biru langit itu sedikit tersinggung dengan ucapan Zoro, yang menyinggung tentang 'bukan manusia' itu. Selain karena merasa memiliki naluri 'bukan manusia' alias setengah robot atau dalam kata lain cyborg, ia merasa ucapan Zoro itu cukup mengganggunya dan beberapa makhuk lain.

Nami pun tidak mau kalah. Ia pun menyela kata-kata Zoro "Hey, jika itu masalahmu, aku juga satu tim dengan 'bukan manusia' tahu!"

"Iya, aku juga bukan MANUSIA tetapi RUSA!" aku Chooper.

"R-U-S-A!"

Zoro terdiam, pemuda itu sudah kehabisan kata-kata rupanya. Ia menggaruk kepala hijaunya yang sudah agak gondrong bagai rumput yang tidak dipotong oleh pemiliknya.

"Heh? Ternyata kau rusa ya, Chopper? Aku baru tahu, aku kira kau singa laut yang bisa bicara," potong Luffy dengan nada polos, sepolos tembok yang baru saja dicat.

"Baka sencho!" seru anggota lainnya kepada Luffy.

Luffy hanya merespon dengan tatapan bloon dan tidak tahu apa-apa, tak lupa senyum tulus menjadi penghiasnya, padahal kenyataannya dia memang tidak tahu apa-apa.

"Selanjutnya..." tanya Nami

Kali ini Usopp yang mengacungkan tangannya tinggi-tinggi, hingga ia tak sadar bahwa beberapa anggota Mugiwara tepar karena bau badannya yang bisa dibilang tidak layak untuk dihirup itu.

Kali Robin menangapinya dengan sabar.

"Kau mau bilang bahwa kau tidak mau berpasangan dengan Luffy, karena Luffy itu tidak beres?" Nami memotong perkataan pria hidung panjang itu.

"Kalau Luffy itu, memang tidak beres dari sananya apalagi otaknya" jelas Usopp tanpa beban.

"Lalu?"

Usoop pun menjawab dengan santainya, "aku jadi lupa alasan tidak mau satu tim dengannya."

GUBBRAKKK!

Anggota Mugiwara bergubrak ria.

"SERIUS USOPP!" bentak Nami.

"Iya.. iya. Jika kami berdua menjadi satu tim, apa yang akan terjadi pada kapal ini?" tanya Usopp sok dramatis dengan tatapan yang dibuat berkaca-kaca, sampai-sampai Zoro menggunakannya untuk bercermin.

Para Mugiwara berpikir, tidak termasuk Luffy, karena pemuda bertopi jerami itu sibuk menjelajahi isi lemari pendingin yang terisi dengan persediaan bahan makanan anggota Mugiwara.

"Kacau sepertinya," gadis berambut hitam kebiruan memberikannya pendapatnya.

"Rusuh" lanjut seorang rusa coklat kecil seraya memasang wajah ketakutan.

"Berantakan" sahut pemuda berambut langit.

"Haha... lucu sekali" kali sang tengkorak hidup membuka suara setelah sekian lama larut dalam dunianya sendiri. Namun sayangnya, jawabanya tidak terkoneksi dengan masalah sebenarnya.

Karena merasa mendapat banyak protes yang sangat tidak penting, Nami pun berseru, "haaah... sudah tidak ada yang protes lagi."

"Ta.. tapi. Na..namii..."

Nami memasang wajah setannya "masih mau membantah?" tanyanya.

Semua pun menggeleng secara berjamaah, "ti..ti..dak..."

Nami bersorak senang, "baiklah, karena semua sudah setuju, besok Zoro dan Brook akan memasak makanan untuk kita semua!"

"Hyaa... ayo semuanya bersemangat!" seru Luffy, pemuda bertopi jerami itu menyemangati.

"Huuh..." keluh Zoro dan Usopp tidak bersemangat.

Anggota yang lainnya pun sibuk berdiskusi satu sama lain tentang tugas itu.

"Tapi..." tahan Nami. "Bagi yang melalaikan tugasnya akan..." Nami mengepalkan kedua tanganya dan memasang tampang seram.

"Siap! Kami mengerti, Nami!" ucap semuanya menurut dengan nada sangat terpaksa.

Robin hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan para nakamanya itu.

"Hehehe... Baguslah kalau begitu," tawa Nami.

"Tunggu Nami," tahan Zorro.

Nami pun menoleh, "apa?"

"Buat apa ada tugas memasak bergilir ini diadakan, kan ada orang yang pandai memasak setelah si alis aneh itu?" tanya Zoro.

"Siapa, Zoro?" Franky memasang wajah serius namun penasaran.

Zoro mengarahkan jari telunjuknya kearah satu anggota Mugiwara, seorang gadis dengan rambut orange cerah, memiki sifat gila uang dan sejenisnya, dan berposisi sebagai navigator, yaitu Nami.

Franky dan Chooper pun berdecak kagum, sebagai anggota yang masih dibilang baru, tentu saja Franky dan Chooper tidak mengetahui salah satu kepandaian nami yang patut diacungi jempol itu.

"Iya, Nami dulu adalah koki di Going Merry sebelum Sanji," tambah Usopp.

"Kalian serius mau menyuruh Nami menjadi koki lagi? Sebaiknya jangan" Robin menyarankan.

Karena ia merasa ada sesuatu firasat yang kurang mengenakkan.

Luffy pun mencoba meyakinkan dengan mengacungkan kedua ibu jarinya. "Kenapa, Robin? Bukannya masakan Nami tidak kalah enak dari Sanji loh."

Anggota lainnya pun mengangguk setuju.

"Kami sudah lama tidak merasakan masakan Nami," ujar mereka beralasan.

"Bilang saja kalian tidak mau melaksanakan tugas itu," cibir Nami.

Robin pun mengajak Nami keluar, untuk mengadakan diskusi sesaat, dan mencoba meyakinnya.

"Nami, menurutku mereka benar. Kenapa kau tidak mencoba menunjukkan bakat memasakmu lagi?" tanya Robin meyakinkan.

Nami menghela napas panjang, "tapi aku sekarang navigator, bukan koki. Tugasnya berada di dek, bukan di dapur," ucapnya.

"Mengenang masa lalu tak apakan? Lagipula sepertinya aku belum pernah mencicipi masakanmu, bukankah saat aku bergabung, yang menjadi koki adalah Sanjikan?"

Nami menatap gadis berambut biru yang sudah dianggapnya seperti kakak perempuannya itu.

'Kalau Robin-chan mungkin tak apa, tapi anggota yang lain? Terutama Luffy, ia adalah yang paling rakus dari semuanya.'

Nami kembali mengela napas, tiba-tiba sebuah ide yang amat sangat gemilang numpang lewat dalam otaknya. Nami pun berjalan kembali menuju ruang tempat Luffy dan yang lain berkumpul.

"Bagimana, Nami?" tanya Luffy, Usopp, Zoro bersamaan.

"Bagimana ya..." Nami tampak berpikir.

Semua pun menunggu dengan harap-hapap cemas.

"Kalian yakin mau aku yang memasak selama Sanji sakit?" tanyanya.

Semua pun menganggukkan kepala mereka.

"Mmm... tapi, dengan bayaran 1.000 bery untuk satu piringnya, berlaku untuk semua, kecuali Robin-chan," ucap Nami sambil tersenyum ala setan dan disertai dengan aura-aura hitam yang terasa sangat mencekam.

Luffy, Zoro, Usopp bergidik ngeri. Membayangkan berapa banyak uang yang akan mereka perlukan untuk sehari, jika satu piring saja harus membayar 1.000 bery?

Nami kembali bertanya seraya memandang ketiga pemuda yang sibuk berpikir itu, "mau tidak?"

Zoro, Luffy, dan Usopp pun menggeleng cepat, "lebih baik memasak saja" ucap mereka ketakutan.

Robin lagi-lagi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan para nakamanya itu, 'benar dugaanku, pasti akan begini jadinya.'

Nami akhirnya membubarkan rapat itu seenaknya. Ia pun meninggalkan ruang makan, dan mengikuti Chooper yang pergi memeriksa keadaan Sanji.

Para anggota yang tidak puas mau tidak mau, menerima keputusan itu, mereka lebih memilih jalan aman, daripada berakhir seperti Luffy yang kembali tepar akibat sabitan sepatu kulit asli milik Nami. Gara-gara Luffy seenak kembali jidatnya mengabiskan persediaan makanan yang mulai menipis.

...mugiwara...

Nami memperhatikan dengan seksama saat Chooper memeriksa keadaan Sanji yang masih sakit.

"Panasnya sudah mulai turun" tutur Chooper seraya meracik obat untuk Sanji.

Nami pun memastikannya dengan meletakkanm punggung tangannya, di dahi Sanji.

"Na..nami swann...?" terdengar suara lirih milik Sanji, rupanya pemuda blonde itu sudah mulai siuman.

Nami bersorak girang, "Sanji? Kau sudah sadar?"

Sanji mengangguk perlahan. "iya, ini berkat Nami swann, ada disini" rayunya.

Chooper dan Nami pun sweatdrop, 'walaupun dalam keadaan sakit masih saja bersikap seperti itu.'

"Sanji, ini obatmu," Chooper menyuguhkan segelas cairan yang merupakan obat untuk Sanji.

Nami melirik kearah gelas itu, tampak cairan berwarna ungu didalamnya, halam hatinya berkata,'kalau aku jadi Sanji, aku tidak akan mau minun obat itu, dari warnanya saja meragukan.'

"Nami swaaannn..." rengek Sanji manja.

Nami pun mengalihkan pandangannya dari gelas itu kearah Sanji, "apa?"

Dengan wajah yang dibuat sayu dan layu*?*, Sanji memandang Nami dan berharap gadis itu yang memberikan obatnya.

"Aku ingin Nami swaann yang memberiku obatt..." Sanji kembali merengek manja.

BUAGH!

Sanji kembali tepar, akibat mendapat sabetan penuh cinta berupa bakiak milik Luffy yang entah darimana datangnya. Tentu saja yang melakukan KTOS (Kekerasan Terhadap Orang Sakit) itu adalah sang navigator, Nami yang akhir-akhir ini menjadi mudah emosi.

Nami kemudian memandang Chopper yang wajah penuh amarah, dan membuat rusa kecil itu hampir menangis ketakutan.

"Kau urus dia, Chooper. Aku mau keluar saja," Nami melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sanji, masih dengan tampang kesal.

Dokter rusa itu memandang Sanji dengan tatapan prihatin, 'sepertinya Sanji akan sembuh lebih lama.'

...mugiwara...

Paginya...

HUAHAHAHA...

Suara tawa Luffy, Franky dan Usoop membahana melihat pemandangan dihadapan mereka. Bahkan, Franky memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terlalu keras, dan Chopper meneteskan air mata karena ia tidak sanggup lagi tertawa.

"Sudahlah!" wajah Zoro memerah karena malu.

Nami dan Robin segera bergegas menuju dapur setelah mendengar suara tawa dari arah dapur. Mereka berdua pun tidak bisa menahan tawanya setelah melihat suatu pemandangan sangat langka didepan mereka.

"Zoro? Kau?"

TBC...

Minna-san... gimana chap yang ini? Gomen lama apdetnya, *bungkuk-bungkuk*. Arigatou banget yang udah ripiu baik yang login, maupun gak login.

Sanji: *nendang author* woy, kenapa bagianku dikit banget, udah gitu disiksa lagi sama Nami swann.

Author: *swt* yaiyalah, masa orang sakit dapat dialog banyak? ==''

Sanji: *siap-siap nendang author*

Author: Yaudah kamu balas ripiu aja deh, daripada nyiksa author *kabur*

Sanji: Ehemmm... biarkan orang ganteng ini yang membalas ripiu, kita mulai dari,,

Mihashira: arigatou atas jempolnya, ya kayaknya si author lagi beres tuh otaknya. Arigatou udah ripiu, ya.

Aika-chii ga log in: hahaha... Waduh jadi bingung mau balas apa. =.=a

Ini chap yang keduanya udah apdet.

Lady reader : Ini chap selanjutnya udah apdet, pasangannya udah dibuat sekacau mungkin. Tapi, jangan terkecoh dengan tim yang kelihatannya biasa-biasa aja ya. Arigatou... ^^

Readr: wah, arigatou udah mengoreksi nama si marimo itu ya, dasar nih authornya gak teliti, asal ketik aja. Pastinya kacau banget, apalagi si Marimo itu sama si Luffy! Arigatou udah ripiu.

Toxedo: tentu aja author inget, kan kamu ada ripiu fict author yang sebelumnya*nunjuk author yang lagi cengengesan*. Syukur deh kalau si author ada perkembangan, ini dia apdetannya ^^

Arigatou minna atas ripiu dan dukungan buat author *nangis lebay- dilempar bakiak*. Bagi yang udah ripiu dichap 1,, jangan lupa ripiu lagi yach. Bagi yang belum, ripiu donk*ditabok.*

Ehemm... sebelum author bercuap-cuap terlalu lebar, author cuma mau bilang,

REVIEW PLEASEEEE...