Hahahahaiiiii….!Saya Grth…!Maaf ya kalo ch 1 nya hancur BGT…..banyak typonya…=w=

Grth: Uokeh…..sekarang saya tidak perlu banyak bicara lagi…!

Hiyoko: ng!Ayo Grth-chan…!

Grth: ayo…!

Grth&Hiyoko: selamat membaca…!^^

Accident Between Hiruma and Mamori

Pairing: Hirumamo…!*teriak pake suara toa*Tapi sedikit HirumaXOC*bisik-bisik*

Genre: Romance,Humor(tapi mungkin akan berubah-ubah)

Rated: T

Warning: sangat OOC!(sangat amat dan sudah pasti!),jangan jantungan waktu baca,aneh,hancur,ngawur,pemaksaan tokoh dan kawan-kawan nya…

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-


-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Di SMA Deimon…

Sekarang adalah hari di mana SMA Deimon melakukan upacara yang merupakan kegiatan wajib di sekolah. Lalu kepala sekolah memulai pidato sayang ucapan panjang-lebar beliau tidak di dengarkan oleh seluruh murid sibuk dengan kegiatan yang mengobrol,main Hp dan ada juga yang main injak-injakan kaki*permainan macam apa itu?o.O*

Dan setelah 1 jam kemudian*lama amat?* kepala sekolah sudah selesai dengan pidato panjang kepala sekolah membuka map yang berisikan pernyataan tentang murid teladan dan akan mendepatkan beasiswa di setiap bulan nya.

"Nah…..sekarang mari kami umumkan siapa yang mendapatkan penghargaan sebagai murid teladan dan yang akan mendapatkan beasiswa adalah…" kepala sekolah menggantungkan kalimatnya supaya murid-murid lainnya usaha itu sangat mubazir karena mereka sudah tahu kalau yang mendapatkan semua itu adalah…..

"Anezaki Mamori…!" lanjut kepala sekolah .Lalu Mamori pun maju dengan di iringi tepuk tangan dari seluruh murid dan saat Kepala sekolah memberikan sebuah gulungan tiba-tiba ada yang datang…

BREEMM…..BREEMM…

Dengan mengenakan baju sekolah, pemuda yang menaiki motor tiger itu dengan santainya melaju di samping murid-murid yang sedang berbaris. Semua termasuk para guru langsung akhirnya motor itu berhenti tidak jauh dari tempat Mamori dia adalah…

JENG, JENG, JENG, JENG…!

HIRUMA YOICHI…!

JEGGGGEEERRRR…!

DUAR…..DUAR…!*kayak petasan aja…=,="*

Mamori seperti tersambar petir mrlihat wajah cewak-cewek yang lain malah terpesona melihat Hiruma.

"Bukan kah dia si genit waktu itu?" guman Mamori ia sadar kalau ia sekarang di tatap seolah- olah berkata "Kau-me-nge-nal-nya?".Karena sadar di tatap begitu, ia hanya tersenyum miris yang seolah-olah berkata "Saya tidak mengenalnya pak!"

Di kantor guru…

"Kenapa kau bawa motor ke sekolah,hah?ITU MERUPAKAN PELANGGARAN TATA TERTIB!Kau tahu itu?" bentak wali kelas Mamori yang merupakan wali kelas Hiruma ~ panggil saja dia Mamori sedang asyik menghitung uang SPP, uang kas sekolah dan antar kelas dan lain-lain.

"Ye…" jawab Hiruma menunduk.

"Sekarang, sebagai hukuman aku menyuruhmu untuk membuat laporan tentang nilai-nilai pelajaran dan tentang pelajaran mu di sekolahmu yang terdahulu…dan harus di kumpulkan sepulang sekolah…!" bentak Takumu-sensei lagi.

"Ye…" jawab Hiruma yang masih Mamori bangun dan menghampiri Takumu-sensei.

"Ini uangnya sudah saya hitung dan jumlah nya sesuai dengan jumlah murid yang ada di uang kas kelas XII 8 juga sudah terkumpul semua." Jelas Mamori sopan.

"Ah….terima kasih Anezaki…dan tolong hitung juga punya kelas kita XII 5." pinta Takumu-sensei yang menyerahkan uang yang beramplop.

"Ye…" jawab Mamori sopan.

"Hh…dasar tak punya etika…benar-benar setan!" kata Mamori di sela-sela ia menghitung uang dan sudah pasti ucapan itu tidak di dengar oleh hal dari mulut Mamori, Hiruma langsung melototi Mamori mendengus pelan.

"Lain kali jangan di ulangi…!" kata Takumu-sensei tegas.

"Dan sekarang kau akan masuk ke kelas XII 5 sekelas dengan tidak bukan sekelas sih nama nya….karena sekolah kita perempuan dan laki-laki di pisah….yah~anggap saja kalian ini sekelas ya….." kata Takumu-sensei kalem.

Hiruma dan Mamori sama-sama membelalakan matanya tidak kelihatannya tidak terima sedangkan Mamori terima-terima saja karena ia tidak mau nama baiknya sebagai murid teladan akan lenyap begitu saja dan alasan Mamori menerima kenyataan ini karena sudah jelas tidak ada setan yang kan kelas laki-laki.

"Dan kau akan di antarkan ke kelas oleh Anezaki…."ujar Takumu-sensei lagi.

"HAH?" pekik Mamori dan Hiruma pekikan yang kencang itu, Takumu-sensei dan guru-guru yang ada di situ langsung kaget.

"A-ada apa?" tanya Takumu-sensei yang kaget mendengar pekikan di tanyai begitu Mamori langsung mengubah sikap nya dan menggeleng-gelengkan kepalanya .Sedangkan Hiruma diam saja.

"Nah~….sekarang Anezaki…kau antarkan Hiruma ke kelas nya…" kata Takumu-sensei lagi.

"Ye…"

Di luar kantor guru…

"Kenapa kau bisa di sini , setan?" tanya Mamori mendengus kayak sapi.*di timpuk panci*

"Aku yang seharusnya bertanya begitu…!Lagi pula siapa yang kau panggil setan, hah?" kata Hiruma.

"Huh…ya sudah kau cari saja kelas mu sendiri…!Aku gak mau tahu…" kata Mamori ngacir ke kelas nya.

"Hei…beritahu aku di mana kelasnya …!Yea…!" teriak Hiruma mengejar ia di hadang hanya diam dan saling sekian detik kemudian kedua lengan Hiruma di pengangi seseorang.

"Bawa dia ke belakang sekolah" perintah Sena.

Di kelas Mamori…

ZRAAK…

Pintu Suzuna masuk dengan membuat Mamori yang terjadi?batin Mamori.

"Mamo-chan…!Ini gawat!Anak baru tadi berkelahi dengan Sena di belakang sekolah…!" teriak Suzuna panik.

"Apa?" teriak Mamori yang langsung keluar dari kelas dan di susul oleh Suzuna dengan inline skate nya.

Di belakang sekolah…

WUSHHH…

Angin berhembus sepoy-sepoy membelai rambut Hiruma dan begitu -sampai para penonton yang menyaksikan perkelahian ini diam seribu Sena menatap tajam Hiruma hanya tersenyum manis*wah~…keluar nih OOC nya Hiruma….=,="(fic ini memang OOC sangat kan?)*

"Kenapa kau bawa aku ke sini…?" tanya Hiruma kalem.

"Huh…kau sudah mengganggu Mamo-chan…kau tidak sadar?"

"Mengganggu?Siapa yang mengganggu siapa?"

Karena muak mendengar perkataan Hiruma, Sena langsung menyerang Hiruma langsung mereka terlibat pertarungan yang Hiruma menemukan celah dan menahan tangan usaha itu di ketahui juga menahan tangan mereka saling menahan tangan ada orang datang dengan membawa sapu dan alat sudah pasti itu Mamori…

"HEI…!SUDAH KU BILANG, KAN?JANGAN BERKELAHI DI SEKOLAH…!" teriak Mamori yang membuat Sena, Hiruma dan para penonton dan Sena langsung menarik tangan saat Mamori bersiap memberikan hukumunan, Mamori tepeleset alat pel yang ia bawa.

SREKK…

"KYA…!" pekik reflek mencari pegangan untuk menahan agar dirinya tidak sial menimpa tidak sengaja menarik celana olahraga Sena sebagai penahan dirinya.

SRETTT…

BRUUK…

Mamori dengan mulus nya melorotkan celana Sena.

SHIINGG…

Semua dewi Fortuna masih melindunginya karena ia masih mengenakan boxer berwarna cokelat inilah daftar semua orang yang melihat boxer Sena:

Mamori: pucat pasi

Suzuna:menutup mulut dan sweatdrop

All(yang cowok): sweatdrop + menahan tawa.

All(yang cewek): sweadrop + menutup mata dan muka.

Hiruma hanya mengerjap-ngerjapkan mata nya ke arah Sena atau yang lebih tepat ke arah boxer dengan berbaik hati Hiruma menaikan celana Sena ke tempat semula dan menepuk pelan pundak Sena yang menunjukan keprihatinan.

Di atap sekolah…

"Sena…!Sena!Kau di mana…?Maafkan aku, Sena!Aku tidak sengaja…!" teriak Mamori di atap Hiruma hanya diam mengikuti Hiruma turut prihatin atas kejadian tadi yang menimpa tidak bisa membayangkan kalau kejadian tadi menimpa dirinya.

"Hahh…memang sulit menemukannya…aku lupa dia kan lari nya cepat…mungkin ia tidak ingin melihat ku saat ini…Hiruma, aku minta tolong cari Sena dan ajak di bicara…setelah baikan ajak dia ke kelas…" ujar Mamori meninggalakan Hiruma yang mematung.

"Hei…kenapa aku?" tanya Hiruma.*Grth: Hiruma-sama telat ngomongnya!Dianya dah pergi tuh!:P*

Hiruma pun akhirnya menelusuri atap tidak ada waktu 10 menit ia melihat sosok laki-laki yang berwarna coklat keemasan dan mengenakan pakaian olahraga.

"Ternyata kau di sini…"

"Kenapa kau bisa di sini?" tanya Sena melihat Hiruma.

"Aku di suruh mencarimu di sini sama cewek itu…" jawab Hiruma duduk di samping Sena.

"Mamo-chan ya?"

"Hn…" jawab Hiruma dengan gaya sena pun bercerita tentang kejadian tadi tanpa di suruh.

"Tadi aku malu banget…" kata Sena hampir menangis.

"Sudah…sudah…lagian dia tidak sengaja kok…" kata Hiruma menenangkan Sena dengan menepuk-nepuk pundak Sena.

"Iya…aku tahu kok…Mamo-chan bukan orang yang seperti itu…"

"Iya…iya…kau mau makan ini?" tawa Hiruma yang menyerahkan salah satu dari berjuta-juta permen karet bebas gula yang ada di saku blazernya*halah!lebay!*.Awalnya Sena sekian detik kemudian, Sena menerima permen karet dari Hiruma.

"Te-terima kasih…"

"Nah~…sekarang kita bisa kembali ke kelas…?Oya kamu kelas apa?" tanya Hiruma*Grth:heeeehh?Hi-hiruma-sama masih waras kan?Ko-kok ngomongnya aku-kamu?(di timpuk AK 47)*

"Hm….kelas XII 5 kamu sendiri?"

"Sama…ayo kita kembali ke kelas…" ajak Hiruma.

"Ya…"

Di kelas XII 5 cowok…

Sena dan Hiruma masuk berbarengan. Saat di kelas, Hiruma dan Sena langsung di tatap penuh arti yang tidak bisa di saat Hiruma di depan kelas, ia celingak-celinguk sendiri untuk mencari tempat duduk.

"Hei…Hiruma…di sini aja duduk bareng…!" kata Sena melambaikan langsung tersenyum dan ia langsung ke tempat Sena dan duduk.

"Hei…Hiruma…kenapa kau bisa kenal Mamo-chan?" tanya Sena penasaran.

"Entahlah…kau sendiri?"

"Kalau aku teman SMP nya."

"Teman mu itu sangat aneh…" kata Hiruma menunjukan ekspresi datar.

"Aneh?Tapi ia di anggap sempurna di sini…!" kata Sena antusias.

"Sempurna?"

"Iya…dia di anggap sempurna karena ia memilki 3 kemampuan…!"

"3 Kemampuan?"

"Iya!Tiga kemampuan yang di maksud adalah kepintaran, kelembutan, dan kecantikannya…!"

"Heh…kalau begitu kenapa kau tidak incar dia saja?"

"Hah?Mengincar Mamo-chan?Aku kan sudah ada Suzuna-chan…lagi pula Mamo-chan sudah aku anggap sebagai kakak sendiri." Jelas Sena.

"Oh…lalu siapa Suzuna-chan?Ah, jangan-jangan dia yang kau ajak menari di café kemarin ya?"tanya Hiruma tersenyum.

"He?I-iya…" jawab Sena blushing.

Di kelas XII 5 cewek…

"Hei Mamo-chan…kenapa kau bisa kenal anak baru itu?Ku dengar kalau dia anak kepala polisi kota tidak salah ia lebih tua dari aku beberapa …nama nya Hiruma Yoichi ya…aku panggil You-nii saja deh…" tanya Suzuna penasaran saat pulang sekolah.

"Aku belum anggap kalau aku mengenalnya…" jawab Mamori.

"Kalau begitu apa hubungan mu dengan dia?"

"Kau buta ya?Hubungan kami itu 'MUSUH'…" jawab Mamori dengan ada penekanan pada kata 'MUSUH'.

"Sudah aku mau kerja dulu…" ujar Mamori meninggalkan Suzuna dari kelas.

"Hei…tunggu aku Mamo-chan…!" panggil Suzuna yang meluncur dengan inline skate nya untuk menyusul Mamori.

Jam 9 malam…

Mamori kini menuju sebuah café di mana ibu nya bekerja sabagai penyanyi café.Dan sekarang ia sudah di depan café. Saat Mamori ingin masuk ke halaman café, ia di hadang kumpulan preman.

"Hai cewek…mau temani kami?" goda salah satu preman yang menghadang jangan salah Mamori sama sekali tidak takut.

"Apa yang kau bicarakan?" bentak Mamori ke preman preman itu.

"Ayo temani kami…" kata preman itu kali ini preman itu memegang tangan preman itu membuat Mamori marah.

DUAK!

BUK!

Mamori langsung menendang kaki preman itu kuat-kuat dan Mamori juga tidak lupa untuk menendang bagian sudah pasti preman itu mengaduh tidak terima di tendang, preman itu siap melayangkan pukulannya. Mamori memang mengakui tenaga nya lebih lebih lemah dari preman itu. Lalu tiba-tiba preman-preman itu dan juga Mamori di silaukan dengan lampu motor tiger milik Hiruma turun dan memegang lembut lengan Mamori.

"Malam-malam begini kenapa masih di luar?Bagaimana kalau kepala sekolah tahu kalau murid teladan di sekolah masih keluyuran malam-malam?" tanya Hiruma seolah-olah tidak melihat kumpulan preman pun menarik tangan Mamori menuju motor nya. Tujuan Hiruma hanya satu yaitu menyelamatkan Mamori dari kumpulan preman.

Tidak terima mangsanya *mangsa?* di ambil Hiruma, preman itu langsung menghadang Hiruma.

"Kau jangan urusi urusan orang lain…dan jangan kau bawa dia…" kata preman itu dengan penekanan di setiap katanya sambil menunjuk-nunjuk dada hanya tersenyum ala setannya.

"Kau-yang-seharusnya-jangan-campuri-urusan-orang-lain-!" kata Hiruma yang menunjuk-nunjuk dada preman itu lebih keras.

Tidak terima di begitukan oleh Hiruma, si preman itu langsung melayangkan tinjunya kearah Hiruma dapat menangkis serangan itu dan memukul tangan preman itu yang langsung K.O *Woaaaahhh…huebat!XDDD~~*

Lalu para preman lainnya juga menyerang insting berkelahi nya sangat tinggi ia dengan mudah mengalahkan para preman itu.

Lalu keluarlah seorang inspektur bersama 3 anak buah nya dari café, tempat ibu Mamori inspektur tersebut adalah Yuuya Hiruma, ayah tanpa sengaja Yuuya melihat perkelahian di halaman parkir café kesal melihat ada yang berkelahi selain anaknya, ia menyuruh anak buah nya menangkap mereka.

"Apa yang kalian lihat?Cepat tangkap mereka!" perintah Yuuya yang di angguki anak ada polisi di belakang Hiruma, para preman itu kabur. Hiruma bingung kenapa preman itu ia menoleh kebelakang dan langsung tangannya di pegang erat-erat oleh anak buah di perlakukan sama seperti mereka di seret paksa menghadap inspektur ini Hiruma tidak tahu kalau polisi tersebut adalah anak buah saat mereka menghadap ke Inspektur, Hiruma kaget melihat Mamori juga kaget melihat ibunya yang ada di samping ayah Hiruma.

"Yoichi…?" pekik Yuuya.

"Mamori…?" pekik ibu Mamori.

"Ayah…?"

"Ibu…?

Lalu polisi tersebut melepaskan cengkraman tangan Hiruma dan Hiruma mau menjelaskan semuanya supaya ayahnya tidak salah pahan tentang perkelahian tadi, Yuuya langsung menampar Hiruma dengan keras.

PLAAKK!

Yah~…itulah Yuuya tepat mengenai pipi putih …pasti sakit rasanya…*Hiruma: YA JELAS SAKIT, AUTHOR BAKA SIALAN!*

Kini pipi putih Hiruma agak memerah yang membuktikan tamparan Yuuya memang sekali *di bakar Hiruma*.Mata Hiruma Mamori pucat dan menutup mulutnya.

"Kapan kau akan berhenti berkelahi, Yoichi?" bentak Yuuya. Sedangkan Hiruma hanya diam dan pergi dari tampat itu dengan motor Mamori angkat bicara.

"Paman…dia tidak salah…dia hanya ingin melindungi ku dari kumpulan preman tadi, Paman…" ujar Mamori dengan wajah khawatir.

"Benarkah…?" tanya Yuuya tidak percaya.

"Iya…"

=!TBC!=

Yoshhhh….!Akhirnya bisa updet juga nih…!XDDDD~~

Maaf ya para readers kalau saya tidak bisa updet cepat…m(_ _)m

Oya…saya mau minta maaf karena di sini Sena di buat jadi agak nakal dan bandel…*Sena sukses bersin-bersin gaje di jepang sana*

Sebenarnya fic ini sudah saya ketik sampai selesai…tapi saat mau di publish besoknya…tau-tau laptopnya gak bisa hidup…semua fic saya terpendam di sana selamanya…selamanya…selamanya…-efek gema- selamanya…selamanya…sela-#plaaakkk…!*jangan lebay deh…=_="*

Hiyoko: sabar aja ya Grth-chan…tabah ya…

Grth: hisk…hisk…makasih Hiyoko-chan…waktu aku mau nangis…ngamuk-ngamuk aku di rumah…hisk…hisk…hemp….HUWEEEEEEEE!*nangis Bombay*

Hiyoko: u-udah dong Grth-chan…yang pentingkan udah di publish…udah dong jangan nangis lagi…aku gak suka ngeliat orang nangis…

Grth: ta-tapikan…

Hiyoko: mau ku panggilkan Hiruma-sama dengan AK 47 nya?*senyum ala Yamato *

Grth: GLEEK!Ti-tidak perlu Hiyoko-chan…*keringat dingin*

Hiyoko: nah~…gitu dong…aku jadi senang kalau melihat Grth-chan senang…!*tebar seyum*

Grth: jangan senyum-senyum gitu dong Hiyoko-chan…bikin merinding nih…*megang leher belakang*

Hiyoko: iya…iya…kalau begitu ayo kita tutup fic ini…!

Grth: ayo…!

Grth&Hiyoko: Mind To Review?*nodong golok-di tendang-*

Grth&Hiyoko: er-ere…pi-ipi…yu-uyu…repiyu…!*ala Ceriwis*

Grth: kalau mau nge-flame juga gak papa kok…silahkan saja…!Tapi jangan kasar-kasar banget ya…^^"