Ini diaaa!
hahahahahahaha...
Chap 2 is up...
masih ditunggu RnR... selalu kok...
hehehehe... Kin bakal uplod semua chapnya...
soalnya dikompi udah tamat nih cerita...hehehehe
tapi Kin masih mau uplod satu-satu menunggu review membangun dari senpai dan reader sekalian...
semoga bakal nambah yg review maupun yang baca *ngarep tingkat dewa*
oke deh...
Disclaimer : Tite Kubo
warning : Au, OOC, Gaje, Abal, hahahahahahahahah
vVv
Ternyata, tantenya, Yoruichi sama seperti Senna berambut ungu pekat, begitu bersemangat menyuruh Senna membawa Rukia kepesta yang diadakan disalah satu ballroom hotel paling megah di Jakarta itu. Rukia bingung. Kenapa tantenya malah menyuruh Rukia ikutan acara yang gak berbobot itu. Benar-benar menyebalkan bukan?
Dan konyolnya alasan tantenya agar Rukia bertemu pria tampan yang baik hati yang mau menjalin hubungan dengannya. Jujur saja. Tantenya termasuk orang tua yang cukup pengertian pada anak gadisnya. Tak pernah sekalipun tantenya melarang Rukia maupun Senna untuk berhubungan dengan pria—pastinya tampan dan baik hati—manapun. Jadi jangan heran kalau Senna selalu curhat masalah pacarnya yang mana saja pada ibunya ataupun pada Rukia yang notabene-nya sama sekali tak tertarik dengan hal begituan.
" Senna gak bakal pulang malam kok… paling juga… ya jam biasanya. Kan Senna ama Rukia, dia kan takut pulang malam…," ujar Senna begitu sampai didepan rumahnya. Ibunya mengantar hingga kedepan dan tentunya dengan ceramah ini itu.
" Apa aku harus kesana Bu?," Tanya Rukia dengan nada pasrah. Rukia ikut memanggil tantenya dengan sebutan ibu karena Yoruichi yang meminta.
" Tentu saja! Kau mau sampai kapan sendiri? Umurmu hampir 20 tahun. Semua temen cowok Senna gak ada yang sesuai untukmu. Ibu khawatir nantinya kau akan jadi gadis tua…," jelasnya panjang lebar. Ibu-ibu pada dasarnya memang cerewet. Apalagi menyangkut anak gadisnya. Benar kan?
Rukia hanya mendesah pasrah saja. Selama ini apapun yang diinginkan ibunya yang sekarang selalu diturutinya. Termasuk yang ini. Namun, tentu saja Elysia tak akan serius untuk masalah satu ini.
" Sudahlah Bu… Senna berangkat ya! Ayo Rukia… ntar malah telat gara-gara Ibu ngoceh terus…," Senna segera menggandeng Rukia masuk kedalam mobil Senna. Senna sudah punya mobil sendiri berkat usahanya sendiri. Mobil sedan mewah dengan warna ungu favoritnya. Malam ini, Rukia mengenakan pakaian yang sama dengan Senna.
Gaun malam. Dan jujur saja. Dari tadi, dia terus menerus menarik ujung gaunnya yang menurutnya kependekan. Padahal masih diatas lutut. Dan sepatu high heels yang sama sekali tak cocok untuknya. Semuanya kelihatan konyol untuk Rukia.
" Lihat… aku seperti orang bodoh. Seharusnya aku pake sneaker aja tadi…," rutuk Rukia dalam mobil. Senna sudah biasa mengendarai mobilnya sendiri.
" Hahaha… kapan kau mau terbiasa. Lagian. Itu sudah sederhana. Dipesta nanti, pasti banyak yang lebih parah dari itu. Kau ini ada-ada saja. Cobalah bersikap normal…," ujar Senna sambil tertawa mengejek dan tetap fokus pada jalanan didepannya.
" Normal? Bagiku ini gak normal sama sekali. Memangnya kenapa dengan sneaker?," gumam Rukia. Kalau sampai dia bicara seperti itu dengan Senna, pastilah Senna akan mengamuk.
Untuk urusan pakaian mereka memang tidak pernah cocok satu sama lain. Apalagi urusan tentang 'pria'. Senna feminine sedangkan Rukia selalu berpakaian 'aman'. Dia tak terlalu memperhatikan mode. Asal nyaman dan sederhana itu sudah cukup. Rukia tak terlalu suka tampil mencolok. Namun, untuk urusan lain, mereka nyaris sama. Soal film, novel, makanan dan musik. Rukia hanya berharap malam ini terlewatkan dengan selamat.
vVv
" Kakak. Apa ini gak berlebihan? Aku merasa aneh…!," Ichigo terus merutuk selama pesta berlangsung. Ichigo kurang begitu suka memakai pakaian formal dan resmi. Kelihatan agak kaku dan aneh. Saat ini Ichigo sedang menghindari sorotan kamera yang terus memburunya. Apalagi, sejak memasuki ruangan, baik reporter dari Amerika, Indonesia maupun Jepang terus menerus merongrongnya. Itu yang membuatnya pegal bukan main. Padahal Ichigo sudah meminta agar pestanya tertutup saja.
" Kau ini apa-apaan? Ini kan bagus. Lagipula lihat… semua gadis memandang kearahmu… ini bagus bukan? Mungkin jika mereka datang kemari, aku bisa bertukar nomor ponsel…," kelakar Kyouraku Shunsui. Managernya satu itu memang sedikit 'gila' wanita. Tapi bukan untuk serius. Hanya main-main saja. dan Kyouraku bukan playboy. Karena Kyouraku hanya sebatas berkenalan, tak lebih.
" Aku gak suka dilihat seperti itu. Kalau kakak yang mau, kakak aja meladenin mereka. Aku sama sekali gak berminat," Ichigo mengambil salah satu minuman yang ditawarkan oleh pelayan yang membawa nampan berisi minuman tersebut.
" Hei… hei… kau jangan minum itu. Kan nanti ada wawancara khusus soal film yang akan kau mulai…,"
" Aku cuma minum anggur. Bukan vodka! Aku kesana dulu. Kakak silahkan melihat gadis cantik…," sahut Ichigo. Dia lalu berjalan meninggalkan Kyouraku yang kemudian menemukan beberapa gadis yang sepertinya ingin mendekati Ichigo tapi tak digubris sama sekali.
Begitu berjalan sendirian menikmati pesta yang tidak nikmat sama sekali, Ichigo berdiri didekat pintu masuk. Seharusnya dia tak datang kesini. Jujur saja. Ichigo benci pesta. Dia benci keramaian. Entah kenapa dia benci banyak orang disekelilingnya yang mengenalnya. Itu tak pernah membuatnya nyaman. Bila sendirian memang menyebalkan tapi Ichigo tidak begitu karena adanya Kyouraku. Meskipun saat ini Kyouraku justru sedang sibuk dengan beberapa wanita itu.
Ichigo terpaku pada 2 sosok wanita yang memperhatikannya sedari tadi. Matanya menyipit mencoba mengingat apakah dia pernah bertemu dengan 2 wanita itu sebelumnya?
" Hei… hei… lihat! Itu Kurosaki Ichigo! Tampan kan? Kau pasti bilang tampan! Dia itu aktor popular didunia saat ini! Dia bakal jadi lawan mainku! Kyaaaaaaaaa!," seru Senna berapi-api. Sudah beberapa saat masuk kedalam ruangan pesta ini. Dan sejak melihat pria dengan jas berwarna putih yang kontras dengan warna rambutnya yang dicat orange itu, Senna jadi begitu bernafsu. Rukia baru pertama kali melihat saudara sepupunya sesemangat ini. Padahal jika dipasangkan dengan artis lokal, Senna tak akan menunjukkan respon apapun. Bahkan tak pernah semeluap ini. Hah?
Begitu akhirnya pria berjas putih itu menoleh kearah Senna dan Rukia, Senna langsung memegang gelas anggurnya hingga nyaris tumpah saking gemetarnya. Senna langsung menundukkan kepala sedikit sambil tersenyum sumringah, malah terlalu sumringah! Rukia hanya terdiam tak peduli.
" Hei… kenapa dia melihat kesini terus? Apa dia terpesona padaku? Katakan! Apa aku cantik sekarang ini? Benarkah aku secantik itu hingga Kurosaki Ichigo memperhatikanku seperti itu?," ujar Senna berapi-api.
" Kau cantik Senna. Selalu cantik. Mungkin saja dia memang terpesona padamu…," kata Rukia sambil mengangkat bahu dan menyendok pudding vla yang baru saja diambilnya ketika Senna mendadak jadi histeris begitu.
Rukia tak terlalu peduli pada hysteria Senna. Apalagi aktor. Dia tak suka aktor. Entah kenapa dia tak terlalu menyukainya. Namun, Rukia begitu mendukung tentang Senna menjadi aktris. Itu agak aneh.
" O-oh… bagaimana ini… dia kemari! Aku harus bagaimana?," kata Senna setengah menjerit kecil. Kontan saja Rukia menoleh kearah yang dimaksud. Pria itu, satu tangannya memegang gelas dan satunya lagi dimasukkannya kedalam saku. Pria itu tak menoleh kemanapun. Dia hanya fokus saja. lurus kedepan. Dan memang benar. Kurosaki Ichigo berjalan kearah Senna. Rukia bermaksud meninggalkan Senna karena sepertinya mereka akan membicarakan sesuatu. Namun…
" Hei… kau… kau yang tadi siang itu kan?," ujar Ichigo. Sedikit judes dan ketus. Apa itu aktor? Menggelikan!
Ichigo hanya menatap lurus kearah Rukia sambil mendelik sinis.
Rukia langsung berlagak bingung. Memangnya dia pernah bertemu dengan aktor itu? Kapan dan dimana? Mana mungkin dia pernah bertemu dengan aktor. Senna langsung menyikut Rukia yang masih bingung dengan apa yang dikatakan aktor itu.
" Hei… kau pernah ketemu dengannya? Kalian pernah ketemu dimana? Kenapa kau merahasiakannya dariku!," bisik Senna penuh rahasia.
" Hah? Aku gak tahu. Aku gak tahu pernah ketemu orang ini. Lagipula… siapa dia itu?," bisik Rukia balik.
" Aku ingat. Kau memang gadis tadi siang. Kau yang masuk keruanganku tanpa ijin itukan? Dan kau sudah merusak—,"
" AHH! KAU PRIA GAY ITUKAN!," teriak Rukia histeris. Sekarang malah dia sendiri yang ikutan histeris. Mungkinkah karena terlalu terkejut melihat orang yang nyaris membuatnya jantungan tadi siang?
Senna dan Ichigo langsung melotot tak karuan melihat kehisterisan dari Rukia. Menyadari bahwa Rukia baru saja melakukan satu kesalahan paling fatal dalam hidupnya dia langsung membekap mulutnya. Kenapa penyakit keceplosannya ini kumat disaat seperti ini.
" Hei! Apa maksudmu dengan gay?," Tanya Senna. Dan sepertinya Senna setengah mengamuk karena fakta mengerikan itu.
Belum sempat Ichigo membantah kalimat histeris Rukia, reporter dan wartawan langsung menyerbu tempat Ichigo. Saat itu keadaan langsung kacau dengan pernyataan—teriakan—dari Rukia.
Langsung saja pesta yang seharusnya meriah dan menyenangkan itu jadi kacau balau lantaran teriakan tak penting itu. Akhirnya Rukia, Senna, dan Ichigo dibawa pergi oleh staff keamanan untuk meredakan kekacauan itu. Dan sejak itu, Rukia bertambah benci dengan aktor! Juga karena kecerobohannya. Tentu saja. dia pasti akan kena pancung.
vVv
Ichigo ada diruangan disebelah ballroom hotel. Yang disediakan khusus untuk artis yang ingin istirahat. Ada beberapa orang. Diantaranya produser dari Amerika yang tengah berbicara dengan manager Ichigo, Kyouraku menggunakan bahasa Inggris. Ichigo duduk disalah satu sofa yang berhadapan dengan Senna dan Rukia.
Ada banyak pihak produksi yang ingin mengkonfirmasikan berita aneh itu. Termasuk wartawan dan reporter yang sibuk menggerombol didepan pintu ruangan yang dijaga oleh staff keamanan.
" Aku benar-benar minta maaf soal sepupuku. Aku yakin dia gak sengaja sama sekali…," ujar Senna memohon pada Ichigo. Apalagi manager Senna, Matsumoto Rangiku, juga ikutan menyelesaikan gossip aneh ini.
Rukia hanya menunduk kepala saja. dia tak tahu lagi harus bagaimana karena kecerobohannya. Apalagi ini berhubungan dengan orang terkenal. Ini bisa panjang.
" Tidak sengaja berteriak seheboh itu ditempat ramai maksudnya? Kali ini skandalku bisa tambah banyak!," kata Ichigo sinis. Belakangan ini memang banyak skandal yang beredar tentang Kurosaki Ichigo. Dari beberapa wanita yang mengaku-ngaku menjadi pacar gelapnya yang sama sekali tak ada bukti, tentang keluarganya, tentang dirinya, semuanya bertambah ketika sekarang malah ada gossip gay!
" Hei… kau katakan sesuatu. Bagaimana mungkin kau bisa berteriak seheboh itu? Apalagi didepan wartawan seperti itu. Bisa jadi masalah besar…," bisik Senna.
" Aku benar-benar gak sengaja. Maksudku. Aku… bagaimana ini?," Rukia hampir menangis karena merasa bersalah. Sangat bersalah.
" Hei… aku sudah bicara dengan produser Amerika itu. Katanya tidak masalah. Hanya saja kau perlu mengkonfirmasikan semua itu dengan wartawan diluar sana. Lagipula, kenapa harus gay? Aku lebih suka mendengar kau playboy daripada gay!," kali ini manager Ichigo, Kyouraku, yang merutuk kesal padanya.
" Kalau kakak merasa kesal silahkan tumpahkan pada gadis yang menunduk itu dari tadi. Dia melihat kita tadi siang melakukan adegan sialan itu!," Ichigo menunjuk Rukia dengan matanya yang tajam menusuk.
" Kau? Kau yang melihat adegan itu?," Tanya Kyouraku pada Rukia.
" Aku gak bermaksud seperti itu. Sungguh. Karena kalian begitu… kupikir kalian memang…," belum usai kalimat Rukia, Kyouraku tertawa terbahak-bahak membuat Senna juga Rukia terdiam.
" Hahahaha! Kau salah paham. Itu bukan sungguhan tapi latihan! Untuk adegan romantis besok. Lagipula, kalaupun aku beneran pasangan gay anak itu, aku akan melakukannya dihotel, bukan diruangan sempit yang pengap itu…!," kata Kyouraku lagi.
" Dan aku bukan gay kakak!," tambah Ichigo.
" Lalu bagaimana dengan wartawan itu? Sekarang kan masalahnya sudah selesai bukan?," Tanya Senna yang sedari tadi diam. Sedangkan Rukia menunduk diam. Kali ini dia salah sangka. Benar-benar salah paham.
" Tidak apa-apa. Itu akan dibahas besok. Lagipula, tadi sudah kuurus. Kalaupun jadi masalah, Ichigo tinggal mencari pacar. Bukan begitu? Mungkin kalian hanya akan memberikan sedikit keterangan ketika ditanya wartawan diluar sana…," jelas Kyouraku.
" Ohh syukurlah. Kukira Ichigo beneran gay. Itu membuatku sedih… jadi aku masih bisa mengantrikan?," ujar Senna. Kelihatannya dia bicara dengan Kyouraku, tapi matanya terfokus pada Ichigo.
" Konyol sekali…," gumam Ichigo.
Dan untungnya. Masalah malam itu selesai dengan damai. Meskipun Rukia masih merasa amat bersalah. Dia sama sekali tak berani menatap Ichigo.
vVv
" Ichigo itu anak campuran. Ayahnya Jepang, sedangkan ibunya Indonesia. Setelah Ichigo lahir, mereka pindah ke Inggris karena pekerjaan ayahnya. Sekitar 7 tahun lalu kembali ke Jepang dan memulai debut jadi model hingga terkenal seperti sekarang. Dia lancar berbahasa Indonesia karena selalu berkomunikasi dengan ibunya dengan bahasa itu. Kalau dengan ayahnya mereka memakai bahasa Jepang. Meskipun selalu berkeliling dunia, dia masih cinta Jepang dan menjadi warga Negara disana. Seharusnya dia menjadi warga Negara Indonesia dan menetap disini bukan? Tapi mungkin karena dia tak suka Indonesia dan negara tropis lainnya. Entah kenapa aku juga tak tahu," jelas Senna panjang lebar.
Setelah pulang dari pesta menakutkan itu, Senna bertambah tergila-gila pada Ichigo. Apalagi setelah berjabat tangan. Dia mulai jadi orang stress.
Sekarang mereka sedang tiduran dikamar Senna. Meskipun Rukia punya kamar sendiri, dia takut tidur sendirian. Rukia tak suka sendirian ditempat sunyi. Paling tidak harus ada yang menemaninya satu atau dua orang.
" Lalu apa dia punya pacar?," Tanya Rukia sambil membalik halaman novelnya.
" Tidak! Dia gak punya pacar. Entah kenapa. Tapi banyak sekali artis luar negeri yang mengaku punya hubungan khusus dengan Ichigo. Dan kuharap itu hanya gossip. Lagipula, Ichigo sama sekali tak menanggapinya serius. Kenapa? Apa kau terpesona?," ujar Senna bersemangat.
" Tidak. Aku sudah bilang aku gak suka aktor," kata Elysia.
" Gimana bisa kau gak suka Ichigo? Pasti kau salah makan obat? Atau justru kau sendiri yang kelainan. Bilang Ichigo gay. Kau hampir menghancurkan harapanku pada Ichigo tahu…," kata Senna kesal.
" Aku suka pria. Tapi bukan aktor. Oh ya, mulai besok kau syutingkan? Besok aku ada ujian mata kuliah. Jadi aku duluan ya…,"
vVv
Gimana?
tambah kacau?
tidakkkkkkkkkk!
*nangis ngeraungraung...
mohon RnR-nya yaaaa...
*sembah sujud sampe Tembok Cina**tepar*
