HALLOO MINNA... HAHAHAHAH *nyengirtanpadosa*
okelah ini chap terakhir dari fic gaje saya. terima kasih besar-besarnya sama senpai yang udah rela hati dan ikhlas ati mau ngereviewnya. hehehe
maaf kalo selama pembuatan fic ini saya banyak salah. namanya juga baru belajar...
hehehehe... ok deh...
DISCLAIMER : TITE KUBO
WARNING : OOC, AU, GAJE, MISSTYPO.
vVv
.
.
3 tahun kemudian.
Rukia bercermin didepan kaca kamarnya. Sudah 3 tahun berlalu. Dan sejak itu, dia berusaha menerima apapun yang terjadi padanya. Tidak akan menangis lagi karena masa lalu. Lagipula, untuk apa ditangisi? Bukankah tak akan pernah jadi nyata? Dia harus bisa menatap masa depan.
Hari ini adalah hari kelulusannya. Hari yang sangat dinantinya. Hari dimana akhirnya dia diwisuda. Setelah mempercantik dirinya untuk sekali lagi, akhirnya Rukia keluar dari kamarnya. Semangat!
" Wah… akhirnya kau berpakaian tidak 'normal' juga…" sindir Senna.
" Hei… ini acara penting. Wajar saja kan kalo aku mau tampil cantik…" ujar Rukia kemudian.
" Iya… kau cantik. Sangat cantik. Seharusnya kau sudah punya seorang pacar yang melihatmu begini cantik…" gumam Senna.
" Senna!" geram Rukia.
" Hei sudah! Cepat berangkat. Ini sudah telat 15 menit…" akhirnya Yoruichi melerai perselisihan singkat itu.
Rukia dan Senna tertawa penuh bahagia.
3 tahun ini, Rukia memang berusaha semaksimal mungkin hingga bisa seperti ini. Dan tentang Senna. Wanita itu semakin berumur semakin cantik. Senna sudah 2 kali memenangkan piala bergengsi untuk kategori pemain film terbaik. Dia memang selalu sempurna dalam setiap akting. Buktinya, Senna saat ini bukan hanya menjadi model top tetapi artis yang sangat terkenal. Rencananya bulan depan akan memulai show di Paris. Lalu kontrak film di Hollywood. Memang sepupunya satu itu sangat berbakat.
Dan dalam pikiran Rukia, ketika dia datang bersama artis terkenal ini, pastilah semua mata hanya memandang Senna. Dan hati-hati soal paparazzi.
Soal Kaien, sejak 2 tahun lalu, Rukia dan Kaien menjalin hubungan yang baik. Bahkan dalam membuat skripsi lalu, Kaien banyak membantu. Kaien memang sering datang menemui Rukia dan Senna setiap 6 bulan sekali. Sekarang ini, Kaien sudah menjadi dosen tetap disebuah universitas di Australia. Dan sebentar lagi akan memulai studi untuk gelar professor. Tapi, tampaknya itu akan memakan waktu lama, karena pekerjaannya sebagai dosen sudah menumpuk.
Kaien juga sudah mengetahui tentang hubungan Rukia dan Ichigo. tapi sama sekali tak berniat membahasnya. Kaien tahu, gadis itu masih menyukainya.
Rukia dan Kaien sering berkirim email. Bahkan Rukia berjanji akan mengirim fotonya ketika diwisuda nanti.
Dan bukannya Rukia melupakan soal Ichigo. Dia terus mengingatnya berharap bisa mengembalikan waktu. Dia ingin menemui Ichigo dan memulai semuanya. Jika Ichigo serius soal janjinya, mestinya dia menghubungi Rukia. Tapi baik Rukia ataupun Ichigo tahu. Suatu saat akan hadir disaat mereka kembali bertemu.
Rukia hanya harus bersabar soal itu.
Rukia sering mendengar soal Ichigo dari majalah yang dibawa oleh Senna. Ichigo juga sering melakukan drama mini seri di Korea. Rukia selalu menontonnya. Dan selalu menunggu perkembangan album terbaru pria itu. ketika Rukia merindukan suaranya, Rukia akan mendengarkan lagunya Ichigo. Dan itu cukup mengobati rasa rindunya. Paling tidak, dia tak terlalu jauh dari orang yang disukainya itu.
Meskipun tak pernah bertukar kabar, paling tidak, Rukia tahu bahwa Ichigo baik-baik saja. seperti dirinya yang memulai kehidupannya kembali.
Melupakan masa lalu tapi bukan melupakan keluarganya.
Setelah acara wisuda itu, Senna mengadakan pesta kecil-kecilan dirumahnya. Rukia sudah berencana akan segera mencari pekerjaan. Sesuai dengan bidangnya.
vVv
" Selesai upacara kelulusan langsung malas-malasan dirumah?" sindir Senna. Pagi ini, Rukia memang belum bangun seperti biasanya. Maklum saja, semalam dia pulang larut, dan tentu saja dia hampir menangis pulang semalam itu. Semalam adalah pesta perayaan khusus fakultasnya. Dan untungnya, Senna bersedia menjemputnya walaupun daerahnya berbahaya. Ketika Senna datang, berbondong-bondong anak laki-laki bersiap menyerangnya. Menanyakan segala macam hal yang menyebalkan. Dan ajaibnya Senna sama sekali tidak risih dengan hal itu.
" Kenapa sepertinya kau gak suka membiarkanku sedikit santai?" rutuk Rukia. Dan langsung menutup kepalanya dengan bantal lainnya.
" Hei… kenapa tidur lagi. Cepat bangun! Managerku ingin memberikan selamat padamu soal kelulusanmu tahu! Hari ini seluruh staff berkumpul. Kami akan melakukan syuting video klip. kau harus datang…" ujar Senna.
" Itukan video klipmu! Kenapa aku harus datang… tidak mau!" rengek Rukia.
" Kau akan menyesal kalau tidak datang! Ada tamu special tahu! Cepat bangun! Atau aku akan melemparkan ember penuh comberan kemukamu?"
Terkadang ancaman Senna bukan hanya isapan jempol saja. dia pernah melakukannya…
vVv
Dengan malas-malasan, Rukia mengikuti Senna. Jujur, malas sekali. Dirinya masih mengantuk dan seluruh nyawanya berkumpul jadi satu. Kepalanya terasa terhentak oleh besar. Dan batu besar itu tertawa dengan laknatnya sambil menyetir disisinya.
Setelah tiba dilokasi, Senna langsung disambut oleh beberapa staff. Ada staff asing yang ikut menyapanya. Tunggu. Staff asing? Rasanya Rukia pernah bertemu. Tapi sudahlah.
Memangnya dia peduli?
Begitu tiba, manager Senna, tante Rangiku, langsung berhambur ke arah Rukia dan menyambutnya dengan penuh suka cita. Memberikan selamat pada Rukia soal kelulusannya.
Baru saja datang, Senna sudah harus berganti kostum. Karena itu, Rukia ditinggal bersama managernya. Tante Rangiku mengajak Rukia berkeliling. Memang sudah lama,Rukia tidak pernah lagi berkunjung ke lokasi Senna. Hanya sesekali. Dan itu karena mengejar kelulusannya. Tidak lama waktu berjalan-jalannya karena kemudian, tante Rangiku dipanggil karena sesuatu. Akhirnya Rukia ditinggal sebentar.
Rukia memandang sekeliling lokasi syuting itu. lokasi ini ada disebuah taman yang lumayan jauh dari pusat kota. Sepertinya akan jadi video klip yang sangat mesra. Semua staff sibuk mengatur lokasi mana saja yang dipakai. Sampai akhirnya Rukia menyadari sesuatu didekatnya. Ada sebuah meja yang bertumpuk dengan banyak barang. Terutama majalah. Sepertinya majalah luar negeri. Bukan. Itu majalah Asia yang sering dibeli oleh Senna. Halamannya sudah berantakan. Karena bosan, Rukia mencoba membuka halamannya meski sudah berantakan.
Dan tak sengaja disalah satu halaman itu, ada sebuah berita yang dimuat dalam huruf besar. Rukia sampai ternganga lebar.
KUROSAKI ICHIGO KEMBALI. KALI INI DENGAN GOSIP BARU. KABARNYA ICHIGO MEMILIKI HUBUNGAN KHUSUS DENGAN LAWAN MAINNYA DISEBUAH DRAMA.
Astaga. Nama itu. disana dikatakan bahwa Ichigo selalu mengantar gadis itu sepulangnya dari syuting. Dan mereka terlihat akrab satu sama lain. Selalu kepergok oleh wartawan Jepang bahwa mereka sering berjalan berdua dimalam hari.
Tentu saja. Ichigo pasti sudah menemukan pengganti baru. Apa? Pengganti?
Memangnya siapa dirinya?
Ichigo adalah artis terkenal. Siapa dirinya yang mengharapkan seperti itu? konyol!
Ternyata, selama ini, dirinya kembali bertepuk sebelah tangan. Ichigo sama sekali tak pernah menunggunya. Ichigo sama sekali tak pernah mengingatnya. Lalu bagaimana perasaannya selama 3 tahun terakhir ini?
Sia-sia. Itulah kata-kata yang tepat. Sangat sia-sia. Bodoh sekali dirinya.
Rukia melipat majalah itu dengan penuh emosi. Tunggu. Kenapa mesti emosi. Bukankah bagus Ichigo melupakannya. Dia tidak perlu menahan perasaannya lagi bukan? Rukia jamin. Pria itu pasti sudah melupakannya. Begitu gampangnya melupakan dirinya. Oh… dia baru ingat. Semua adalah mimpi. Bukannya sekarang dia sudah bangun?
Rukia bermaksud pergi dari sana, ketika lagi-lagi, matanya menangkap 2 sosok dibalik tanaman di taman itu.
Seorang pria dan seorang wanita. Pria yang agak kurus dan berambut orange menyala. Mana mungkin Rukia tidak mengenali sosok itu. Mana mungkin. Hanya orang bodoh yang tidak menyadari bahwa itu adalah Ichigo. Dan wanita itu. wanita yang sangat cantik. Berambut hitam panjang. Wajahnya putih bersih dan manis. Berbeda dengan Rukia. Yang benar-benar berwajah dan berkulit tropis. Gadis itu terlalu cantik.
Rukia sudah berniat akan pergi, ketika tangan Ichigo menyapu dengan lembut wajah gadis itu. pandangan mereka. Apa? Seperti sepasang kekasih yang romantis sekali. Ichigo memandangnya penuh sayang. Sama seperti gadis itu. Seolah dunia hanya berpenghuni mereka saja. Entah kenapa perasaan Rukia dicengkeram perasaan yang luar biasa sakit. Setelah 3 tahun ini. Setelah 3 tahun. Rupanya memang harus berakhir seperti ini. Bodoh sekali dirinya. Benar-benar… bodoh…
vVv
" Bagus! Dia kabur lagi… padahal sudah dibilang jangan kabur…! Tunggu pembalasanku bocah!" geram Senna sambil menekan dengan ganas ponselnya sendiri. Ketika Senna kembali Rukia yang bersamanya tadi sudah menghilang entah kemana. Benar-benar bikin jengkel!
" Apa dia tidak tahu kenapa aku membawanya kemari! Awas saja dia!" lagi-lagi Senna merutuk kesal pada dirinya sendiri.
Dan bingo! Teleponnya mati… akhirnya Senna kembali memanas dan mencoba menghubungi ibunya. Tapi, baru akan menekan nomor telepon rumahnya sendiri, dirinya dikagetkan dengan kemunculan seseorang.
" Oh… Senna… kau datang…?" serunya bersemangat.
" Ichigo! astaga! Kau bertambah tampan saja! sepertinya aku makin menyukaimu…" kelakar Senna. Apalagi dengan model rambutnya yang sekarang. Sedikit panjang.
" Benarkah? Oh, jadi selama ini kau menungguku ya?" balas Ichigo bercanda.
" Wow… Senna-chan… ternyata sudah lama tidak bertemu kau jadi begini cantik… sebenarnya aku sering memperhatikanmu dari majalah Asia. Wajahmu seringkali masuk disana. Oh ya, kudengar Hollywood jadi?" celetuk Kyouraku yang baru muncul entah dari mana. Senna merangkul Kyouraku seperti dulu, kemudian mereka bercakap.
" Tentu saja! Bulan depan! Aku akan membintangi film action. Memang agak berbahaya. Tapi ini tantangannya. Oh ya Ichigo. Setelah video klipmu ini, kau mau apa lagi?" tanya Senna beralih ke Ichigo.
" Oh… ada konser… kira-kira 3 hari lagi… kau wajib datang! Oh ya, kau datang sendirian?" Ichigo melirik kesana kesini disekeliling Senna.
" Tentu saja aku datang… maksudmu? Ooo~ aku paham. Sepertinya gadis itu kabur entah kemana! Aku juga tak tahu kemana. Dihubungi ponselnya gak aktif! Benar-benar menyebalkan! Tapi tenang saja. aku akan membawanya lagi…" ujar Senna bersemangat.
" Kenapa dia kabur? Tidak mau bertemu Ichigo? Atau jangan-jangan dia malah… oh… majalah ini kenapa disini?" kata-kata Kyouraku terhenti lantaran sebuah majalah yang dilipat dengan kasar. Kyouraku membuka majalah itu dan terbelalak kaget. Sama seperti Ichigo dan Senna.
" Berita apa ini! Kenapa majalah Asia menyebarkan berita seperti ini? Inikan sudah…" Ichigo mengamuk begitu melihat artikelnya disana.
" Tidak. Masalah ini sudah selesai. Lihat. Tahunnya saja sudah 2 tahun yang lalu. Sepertinya ini majalah lama yang dibawa salah seorang staff," jelas Kyouraku setelah meneliti majalah lama itu.
" Apa maksudnya ini? Apa di Jepang sana kau digosipkan lagi?" tanya Senna.
" Benar. Wanita ini Cuma lawan main yang selalu merengek padaku minta ditemani kemanapun. Aku tak bisa menolak karena kami rekan kerja. Lagipula, aku tak menyukainya…" jelas Ichigo.
" Ooo… begitu. Lalu bagaimana dengan lawan mainmu kali ini? Dia cantik bukan? Kulihat banyak staff yang mengincarnya. Termasuk artis lokal Jepang…" lanjut Senna.
" Yah… dia memang cantik. Sayang dia bukan tipeku…" tutup Ichigo.
vVv
Laki-laki itu memang tidak bisa dipercaya! Benar-benar menyebalkan!
Seenaknya membuat janji juga seenaknya membuat gossip!
Entah kenapa sejak melihat adegan 'panas' menurut Rukia itu, hatinya mendadak panas pula. Ketika Senna pulang untuk memarahinya, Rukia langsung mengunci pintunya dan tidak menerima siapapun untuk bicara dengannya. Seperti sedang mengambek bagai anak kecil yang tidak dibelikan mainan.
Argh!
Seharusnya dia tidak boleh percaya begitu saja pada pria sebrengsek Ichigo!
Rukia akan lebih tenang kalau adegan yang dia lihat itu seperti adegan yang dia lihat pertama kali itu, bersama pria. Latihan dengan managernya. Dan ini…
Kenapa dia sibuk memikirkan hal itu? bodoh. Bodoh. Bodoh. Bodoh. Bodoh.
BODOH!
Sekarang Rukia sudah sukses menjadi orang stress. Bagus. Dia memang stress juga depresi dan sebentar lagi frustasi.
vVv
Sudah beberapa hari ini, perasaan Rukia tidak tenang. Akhirnya dia mengalihkan diri juga. Rukia bersiap membuat surat lamaran disalah satu perusahaan besar yang membuka lowongan kerja. Seharusnya Rukia sudah mencari pekerjaan. Tapi karena tidak bisa konsentrasi. Pikirannya terkadang terbagi dan bercabang. Seringkali Rukia mengamuk sendiri didepan laptopnya. Sabar. Ingat! Harus membuat surat lamaran. Rukia harus melampiaskan pada sesuatu tentang rasa sakit hatinya ini.
" Rukia! Aku sudah bilang segera bersiap! Kau ini kenapa masih meringkuk disini…!" geram Senna begitu masuk kedalam kamar Rukia.
" Meringkuk? Hei… aku ini sedang membuat surat lamaran kau tahu! Memangnya kenapa lagi aku harus bersiap?" rutuk Rukia.
" Hei… menulis itukan bisa kapan saja. memangnya kalau kau menulisnya sekarang bisa langsung diterima? Sudahlah. Ikut saja dulu…" tarik Senna setengah memaksa.
" Tidak mau! Aku tidak mau lagi ke lokasi syutingmu!" sahut Rukia sambil menarik pinggir ranjangnya ketika Senna bersikap keras menarik kakinya untuk turun dari sana.
" Hei… siapa yang mau mengajakmu kesana? Aku mau mengajakmu ke pesta…" ujar Senna lagi.
" Pesta? Pesta apa? Tidak mau. Hari sudah gelap. Sebentar lagi malam. Aku tidak suka malam…" Rukia menekankan setiap kata didalam kalimatnya.
" Hahh? Tidak ada alasan…! Kau harus ikut. Kau ini kenapa sih! Cepat bersiap jangan seperti anak kecil!" bentak Senna emosi. Kali ini Senna terlihat sedang memarahi anaknya sendiri yang disuruh belajar tapi tidak mau belajar.
" Tidak mau! Kau tidak dengar. Kau bisa pergi sendiri!" balas Rukia setengah teriak.
" Cepat ikut!"
Dan alhasil suasana didalam kamar itu dipenuhi oleh suasana yang sangat ramai.
" Rukia, Senna… jangan berantem lagi…" teriak ibunya Senna atau tantenya Rukia dari dalam ruang makan.
vVv
Rukia menggerutu sepanjang perjalanan. Dia nyaris menangis karena Senna memaksanya tanpa berperikemanusiaan. Mengapa Senna mengajaknya ke pesta. Pesta apa coba? Kenapa harus membawanya? Akhirnya, dengan sukses Senna membawa Rukia pergi juga ke pesta itu. Senna memaksanya memakai ini itu. gaun, high heels, dandan dan segala sesuatu yang tidak normal menurut Rukia. Dengan pasrah akhirnya Rukia mengikuti Senna yang merangkul lengannya dengan paksa memasuki ballroom hotel berbintang itu.
Suasananya cukup meriah. Sepertinya acara pesta yang cukup ramai. Banyak bintang disana. Dan tentunya wawancara. Para reporter asyik memburu artis-artis untuk bahan cerita mereka. Senna juga tidak memberitahu pesta apa ini sebenarnya. Tapi kelihatannya hanya pesta yang dihadiri oleh artis tertentu.
Bila melihat spanduk diluar sana, Rukia yakin ini adalah pesta launching sesuatu. Dan tidak tahu apa itu. pastinya seperti itu.
Senna banyak menyapa orang-orang didalam pesta itu. Dan Rukia hanya mengekor saja. sejujurnya dia tak tahu harus bagaimana. Dia tidak kenal banyak orang kecuali…
" Ichigo!" panggil Senna penuh semangat.
Kepala Rukia berputar sangat cepat menuju arah yang dimaksud oleh Senna. Benar. Dia ada disana. Dan tentunya sedang bersama seorang gadis yang dia lihat beberapa hari lalu. Gadis itu tersenyum saat Senna menghampirinya. Ditambah lagi, gadis itu merangkul dengan erat lengan Ichigo. Dan pria itu sama sekali tidak keberatan.
Benar juga. Tentunya mereka berpacaran.
Sama halnya dengan Rukia. Ichigo sedikit terkejut dengan kedatangan sepupunya Senna. Matanya terus menatap Rukia. Tapi gadis itu tidak menatapnya dengan berbinar ataupun menunjukkan tanda-tanda senang akhirnya bertemu lagi.
Gadis itu malah menatapnya tanpa ekspresi dan terkesan, marah padanya?
Sebelum Senna sadar, Rukia segera pergi dari sana. Tidakkah Senna sadar?
Melihat Rukia pergi begitu saja, Ichigo segera melepaskan rangkulan gadis yang bersamanya itu dan mengejar Rukia.
Menyadari pria itu mengejarnya Rukia berlari semakin cepat. Setelah sampai didepan lift hotel dia segera masuk dan langsung menutupnya sebelum sempat Ichigo muncul.
Hatinya teriris lagi. Sakit sekali.
Tapi kenapa dia menangis? Kenapa menangis karena hal itu?
Bukankah awalnya dia sendiri yang meminta Ichigo melupakannya? Kenapa sekarang dia kesal Ichigo sudah melupakannya?
Ponselnya berdering. Tapi Rukia tidak peduli. Memangnya hatinya yang sedang panas ini sanggup mengangkat telepon?
Setelah keluar dari hotel, Rukia tak tahu harus kemana. Suasana sudah gelap. Dan dia masih takut malam. Ternyata meskipun sudah berusaha melupakan masa lalunya, ketakutannya akan malam semakin bertambah.
Setelah berjalan cukup jauh dari hotel, Rukia berhenti disebuah taman. Taman yang agak jauh dari hotel itu. sekarang dia takut sekali. Tapi mencoba untuk bersikap tenang. Kalau dia ketakutan, tentu saja akan terlihat aneh.
Setelah menemukan taman itu, Rukia duduk disalah satu bangku taman itu. memeriksa kakinya. Kakinya. Lecet karena high heels Senna dan karena dia berlari begitu saja. biasanya Rukia mengenakan plester untuk kakinya yang selalu lecet karena high heels. Dan kali ini karena marah dan kesal pada Senna, dia lupa memakainya.
Karena tak tahu mau apa, Rukia menunggu ditaman itu kalau saja ada kendaraan umum yang lewat dan dia bisa pulang. Kalau Senna tahu dia menghilang, Senna pasti akan mengamuk lagi dan lebih gawat dari itu.
Rukia mendengar langkah seseorang. Langkahnya cepat. Menuju kearahnya. Dia sadar. Dia gadis dan ini malam hari lalu dia sendirian disana. Kakinya ingin bergerak tapi mendadak kaku. Dan langkah kaki itu semakin mendekat. Dia ingin menoleh tapi rasanya semua syarafnya sedang beku. Bagaimana ini…
Dan ketika orang itu memegang bahunya, Rukia langsung berteriak dan nyaris menangis.
vVv
Ichigo menemukan gadis itu. dia berlari secepatnya mengejar gadis bodoh yang melihatnya langsung lari itu. memangnya dia hantu?
Ichigo melangkah mendekati gadis itu. tapi gadis itu tidak menoleh. Kenapa dia tidak menoleh? Apa dia tidak sadar akan kedatangan seseorang?
Ichigo sudah tak sabar lagi. Karenanya dia mempercepat langkahnya dan menepuk pundak gadis itu.
Dan anehnya. Sama seperti pertemuan pertama mereka, gadis itu berteriak histeris.
" Hei… kenapa kau berteriak?" ujar Ichigo aneh.
Sedari tadi Rukia memejamkan matanya dan akhirnya dia mengenali suara ketus itu. dia membuka matanya dan menatap Ichigo. Rukia menatapnya dengan kesal. Tangisnya hampir saja mau keluar kalau dia tidak berusaha menahannya.
" Ooo… kau masih takut malam… lalu kenapa keluar dari hotel begitu saja?" kata Ichigo lagi. Ketus dan dingin. Dia bersedekap memandang Rukia.
" Itukan bukan urusanmu! Kenapa kau menyusulku kemari!" kali ini Rukia tak kalah dinginnya. Dia mengusap dengan kasar wajahnya sendiri yang nyaris dipenuhi oleh airmata.
" Harusnya aku yang bertanya. Kenapa kau pergi begitu saja! apa tidak ada yang ingin kau katakan!"
" Memangnya aku harus mengatakan apa? Lebih baik kau cepat kembali sana. Pasti pacarmu sedang menunggu dengan gelisah!" Rukia berkata dengan dingin dan judes lalu mengambil sepatu high heels itu tanpa memakainya lagi.
" Pacar? Pacar apa maksudmu? Aku tidak punya pacar…!" Ichigo menarik kembali lengan gadis itu. memintanya berhenti.
Rukia menghentakkan tangannya dengan kasar. Lalu menatap sinis Ichigo.
" Pacar yang mana lagi? Yang bersamamu dipesta tadi. Kelihatannya kalian begitu cocok dan sangat mesra… kalau begitu segera umumkan. Tidak usah pedulikan aku…"
" Hei… aku tidak mengerti maksudmu dengan mesra ataupun cocok itu. sudah kubilang aku tidak punya pacar. Yang bersamaku dipesta tadi—"
" Hah! Kelihatan aku saja yang bodoh. Kelihatannya selama di Jepang kau menjalin hubungan dengan banyak gadis. Ternyata kau memang artis terkenal…!"
" Apa? Kau ini kenapa? Menuduhku sembarangan seperti itu? memangnya kau ada bukti hah?"
" Tentu saja! beberapa hari yang lalu aku datang kelokasi syuting Senna. Aku melihat majalah Asia disana. Dan gosipmu disebuah headline disana. Ditambah lagi, sepertinya saat itu kau sedang bermesraan dengan gadis yang bersamamu dipesta tadi… apa itu bukan bukti namanya?"
Ichigo memutar otaknya. Sekarang ini, yang sedang sinting siapa?
" Kau pasti salah paham. Semua itu tidak benar…" ujar Ichigo lagi.
" Tidak benar? Ooo. Maksudmu seperti skandalmu dengan Orihime dulu? Kau bilang tak ada hubungan apa-apa tidak tahunya malah meresmikan hubungan kalian didepan wartawan! Hebat sekali…"
" Kenapa kau begini? Kenapa membawa nama wanita itu lagi? Baiklah aku akan menjelaskannya seperti menjelaskan pada orang bodoh semua tuduhanmu itu!"
" Tidak perlu! Aku memang orang bodoh. Tapi orang bodoh juga punya perasaan! Padahal aku menunggumu selama 3 tahun ini. Berharap kau kembali lagi dan kita memulai semuanya dari awal! Sepertinya aku menunggumu selama 3 tahun ini sia-sia saja. bodoh sekali aku ini! Percaya denganmu begitu saja…!"
" Kau… menungguku?" tanya Ichigo ragu.
Rukia sudah menangis dan mengusap airmatanya. Lalu menyentakkan dengan kasar lengannya dan segera memanggil taksi. Ichigo segera mengejarnya tapi Rukia tidak mau mendengar.
Ichigo kesal sekali. Gadis itu kembali salah paham padanya. Tapi, jauh didalam lubuk hatinya, dia begitu senang. Ternyata, gadis itu masih menunggunya. Ternyata gadis itu memaafkan semuanya dan melupakannya. Saat itu, Ichigo sudah berniat akan berusaha menarik kembali semuanya. Tidak mau menyia-nyiakan 3 tahun ini. Apa artinya dia menyetujui kontrak di Negara tropis yang amat tidak disukai?
Untuk apa dia kembali kemari? Satu-satunya alasan dia akhirnya bisa kembali kemari adalah gadis bodoh yang sejak awal selalu salah paham dan mendatangkan masalah dengannya. Dan ternyata gadis itu tetap bodoh seperti biasa.
Ichigo kembali ke hotel. Dia melihat Senna mondar mandir ditengah ruangan ballroom itu bersama Kyouraku.
" Oo…Ichigo. kau menemukan Rukia?" tanya Senna panik.
" Tenang saja. dia tidak apa-apa kok. Dia sudah pulang…" ujar Ichigo tenang dan penuh misteri.
" Kenapa kau begitu tenang? Memangnya semuanya baik-baik saja? lihat, launching albummu jadi kacau begini…" celetuk Kyouraku.
" Tidak apa-apa. Hanya saja. aku minta kalian, pastikan bahwa gadis bodoh yang merepotkan itu datang keacara konserku besok," pinta Ichigo.
" Gadis bodoh yang merepotkan? Maksudmu… Rukia?" tanya Senna ragu.
" Tentu saja. Siapa lagi…."
vVv
Setelah semalam, Rukia menangis sejadinya. Astaga! Kenapa terus menangisi orang macam itu! lihat saja. dia saja tidak merasa bersalah sedikitpun. Dan dia sama sekali tidak meminta maaf membiarkannya menunggu.
Dimana-mana artis memang brengsek!
Rukia menggeram kesal. Semalaman dia tidak tidur karena rasa kesalnya yang mendidih itu. setelah pulang malam itupun dia langsung masuk kekamarnya menguncinya dan melempar semua yang ada dikamarnya. Sampai tantenya panik dan bingung.
Tapi, setelah mendengar suara Senna yang berteriak dengan keras aku pulang, tantenya tidak lagi mempedulikannya.
Dan pagi ini, Senna sama sekali tidak menanyakan apapun perihal masalahnya semalam. Dan sepertinya sepupunya ini sama sekali tidak mempedulikannya. Bagus. Itu memang bagus sekali.
Akhirnya, demi melampiaskan kesalnya, Rukia bekerja dirumahnya. Menyapu, mengepel, dan membereskan semuanya sampai tantenya bingung dengan sikap Rukia. Dan sepupunya itu sama sekali tidak peduli padanya. Bahkan pagi-pagi sekali, Senna sudah pergi entah kemana. Memang masalahnya memiliki sepupu yang begitu menyebalkan.
Tengah hari, urusannya selesai. Lalu Rukia memilih untuk tidur sebentar. Niatnya dia akan menulis kembali surat lamaran yang sempat kacau karena tingkah Senna.
Setelah tidur selama kurang lebih 4 jam, karena tiba-tiba tenggorokannya sakit dan serak, Rukia segera keluar dan mencari minum. Dan tampaknya rumahnya kosong entah kemana orangnya.
Semalam dia kurang tidur, lebih tepatnya tidak tidur semalaman. Dan tadi pagi melampiaskan kekesalannya pada artis sial itu, dia bekerja dan belum mengisi perutnya.
Pasti sekarang dia mirip zombie atau drakula yang kekurangan darah.
Setelah minum secukupnya, Rukia bergerak lagi. Kali ini mencari makan. Tapi tumben sekali persediaan cemilan tantenya kosong. Argh! Kenapa sepertinya semua orang didekatnya sedang memancing emosinya?
Karena kesal, Rukia bermaksud berjalan kekamarnya sendiri. Tapi tiba-tiba saja bel rumahnya berbunyi.
Malas sekali rasanya membukakan pintu untuk orang lain.
Apa itu penagih hutang? Mana mungkin~
Tukang ledeng? Tukang listrik? Tukang gas? Tukang kayu? Hahhhhh?
Rukia bermaksud mengabaikannya. Tapi kali ini, bel itu berubah jadi gedoran yang amat keras. Sekarang ini, kepalanya sedang pusing. Kalau mendengar bunyi berisik itu, kepalanya bertambah sakit. Akhirnya mau tak mau dia membuka pintu itu juga.
" Kak Kyouraku?" Rukia begitu kaget karena tiba-tiba Kyouraku, manager artis sial itu, datang dengan wajah cemas dan gelisah. Ada apa?
" Untunglah kau ada dirumah. Ayo kita pergi. Keadaannya lagi gawat!" ujar Kyouraku panik. Sangat panik malah.
" Hah? Apanya yang gawat?" ujar Rukia panik pula.
" Cepatlah… kalau tidak sekarang. Nanti kita akan terlambat…"
" Terlambat? Apa maksudnya…? Apa terjadi sesuatu pada Ichigo?" entah kenapa malah nama itu yang pertama kali diingatnya.
Kyouraku hanya mengangguk saja dengan cemas. Rukia sampai menangis. Lalu buru-buru mengikuti Kyourau.
vVv
Sepanjang perjalanan, Rukia menangis sejadinya. Sekarang dia menyesal. Apa yang terjadi dengan artis sial itu? apa dia mengalami kecelakaan? Apa dia bunuh diri? Jangan sampai seperti terakhir dia bertemu dengan artis sial itu! Jangan sampai!
Tidak! jangan berpikir yang begitu buruk! Kalau sampai itu terjadi pada pria itu, Elysia tak bisa menyambung hidup lagi.
Sudah buruk perpisahan 3 tahun yang sia-sia ini. Jujur, Rukia sama sekali tidak menginginkan perpisahan yang begini menyedihkan.
Rukia saat itu hanya mengenakan kaos oblong biasa, celana kaos panjangnya dan sandal jepitnya saja. sungguh keadaan yang memalukan. Dia tidak sempat berganti pakaian saking paniknya dia. Apalagi Kyouraku tampak begitu serius.
Setidak perjalanan yang lumayan panjang, Rukia melongo. Karena mereka berhenti disebuah gedung besar. Rasanya itu gedung pertunjukkan.
" Kak Kyouraku… kau yakin… disini? Bukan dirumah sakit?" ujar Rukia.
" Kami belum sempat membawanya kesana. Karena… dia ingin bertemu denganmu… cepatlah. Nanti akan aku antar kesana… tidak boleh membuang waktu lagi…" jelas Kyouraku buru-buru.
Astaga!
Dada Rukia seakan ditimpa sesuatu yang berat. Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa mendadak dilanda kepanikan begini?
Sungguh Rukia takut sekali terjadi sesuatu pada Ichigo.
Sekarang dia menyesal mengapa semalam dia bicara begitu kasar pada pria itu. bagaimana kalau sampai terjadi hal buruk?
Akhirnya mereka tiba disebuah pintu yang cukup besar. Rukia menatapnya bingung. Sangat bingung.
" Kak… apa benar disini? Rasanya agak aneh…" ujar Rukia.
" kau masuk saja dulu. Jangan lakukan apapun. Nanti aku akan memberitahukan lagi ok!" Kyouraku mendorong Rukia dengan paksa.
Rukia terkejut karena ruangan itu adalah sebuah auditorium yang amat besar. Untuk pertunjukkan sebuah konser. Astaga. Kenapa dia malah disini?
Kenapa Kyouraku menyuruhnya masuk kesini. Ruangan itu penuh sesak oleh penonton yang berteriak memanggil nama seorang penyanyi.
Dan begitu Rukia berkeliling, nama itu adalah nama Kurosaki Ichigo. sekarang dirinya seperti orang bodoh diantara para fansnya ini. Banyak sekali fansnya. Semuanya kebanyakan wanita. Dari yang begitu muda sampai yang seumur dengan Kyouraku.
Seketika itu pula, lampu yang sedari tadi menyala terang tiba-tiba padam.
Rukia terkesiap disana. Dia tidak bisa melihat apapun kecuali kerumunan yang berdesakan. Rukia harus keluar dari sini. Sepertinya dia memang salah masuk ruangan.
Tapi, baru saja, akan keluar, dirinya kembali tercengang. Ichigo keluar dari panggung itu dengan senyum cerah dan penampilan yang sangat memukau.
Apa?
Jadi… pria brengsek itu baik-baik saja?
vVv
Rukia merasa seperti orang bodoh. Dirinya keluar dari rumah dengan penampilan acak-acakan begini, malah disuruh melihat adegan menyebalkan seperti ini.
Tapi, tak bisa dipungkirinya, saat itu Ichigo sangat tampan. Sejak awal bertemu, pria itu memang sudah tampan.
" Apa kabar semuanya?" ujar Ichigo penuh semangat.
Semua fans itu mendadak menjadi histeris dan menggila. Mereka dengan semangat menjawab sapaan Ichigo. sampai Rukia harus menutup telinganya.
" Aku senang sekali kalian mau datang keacara konserku kali ini. Beribu terima kasih aku hantarkan pada kalian. Tanpa kalian, mungkin albumku yang sekarang ini tidak mungkin dirilis ya…?" canda Ichigo.
Dan kembali dengan sorakan heboh yang memekakan telinga kanan dan kirinya Rukia.
" Sebenarnya… konserku kali ini, aku ingin meminta maaf dengan seseorang yang sudah lama menungguku… aku ingin mengucapkan terima kasih pada orang itu karena sudah mau menungguku. Sungguh. Kali ini aku ingin serius dengannya. Aku sudah berjanji akan membahagiakannya apapun yang terjadi…" ucap Ichigo.
" Aku tahu kau ada disini. Dan aku pasti akan menemukanmu disini. Karena itu, kuharap kau jangan pergi dulu. Ada yang ingin kukatakan setelah aku menyanyikan lagu yang kubuat untukmu ini…" lanjut Ichigo. Semua fansnya mendadak jadi semakin ganas. Karena Ichigo menatap sekeliling ruangan yang luas itu demi mencari seseorang. Rukia tak tahu harus bagaimana. Apakah dirinya yang dimaksud oleh artis itu?
Kalau bukan? Sia-sia sekali dia muncul disini.
Dan tentunya dia akan malu sekali. Rukia terus menatap Ichigo yang menyanyi dengan penuh perasaan itu. liriknya lagi-lagi dengan bahasa Jepang. Terbesit keinginan Rukia untuk belajar bahasa itu. karena lagu-lagu Ichigo begitu bagus dan begitu dalam dengan musiknya. Tapi Rukia tidak paham artinya.
Dipertengahan nyanyiannya, akhirnya, mata Rukia dan Ichigo yang jauh itu bertemu. Sambil menyanyi Ichigo terus menatap Rukia.
Ichigo begitu lega karena gadis itu memang ada disana sesuai dengan kata-kata Kyouraku. Ichigo lega. Karena itu, sambil menyanyi dengan microphone ditelinganya, Ichigo turun dari panggung dan terus menyanyi. Para fansnya mulai menggila dan berebut menyentuh Ichigo. tapi akhirnya mereka membuka jalan dimana Ichigo berjalan.
Rukia merasa gugup bukan main. Kenapa jalannya pria itu mendekat kearahnya?
Tidak itu perasaannya saja. mana mungkin kemari.
Tapi, perasaan itu tak bisa dipungkirinya lagi, karena kalimat terakhir lagunya ditujukan pada Rukia. Rukia tak paham dengan lagu itu. tidak tahu apa artinya.
Kini, Ichigo berdiri didepan Rukia. Jantung Rukia mendadak mau melompat keluar. Sekarang ini dia menjadi sorotan publik disana.
" Kau tahu artinya kalimat terakhir tadi?" tanya Ichigo. Seluruh fans yang menyaksikan adegan itu menahan nafas. Rukia menggeleng gugup.
" Aku ingin hidup bersamamu selamanya…" ujar Ichigo penuh arti. Tatapan kali itu begitu tulus. Rukia tahu Ichigo sedang tidak bercanda ataupun berbohong.
Rukia dengan susah payah menelan ludahnya. Mendadak kaku dan bingung.
" Aku akan jelaskan. Yang pertama. Masalah majalah yang kau baca tanpa melihat tanggalnya itu. majalah itu sudah 2 tahun yang lalu… masalah itu sudah selesai dan itu Cuma gossip saja…"
Rukia melongo. Hah? Ichigo tahu? Sesaat kemudian. Suasana didalam ruangan itu mendadak hening. Walaupun banyak fansnya, sepertinya mereka ingin tahu apa yang sedang dilakukan idola mereka.
" Yang kedua. Wanita itu Cuma lawan mainku di video klipku. Wajar saja kalau kami beradegan mesra dan pasti kau salah lihat. Itu bukan adegan mesra, tapi syuting. Dia bersamaku dipesta karena kami ini rekan kerja. Wajar kalau bersama. Tampaknya kau memang selalu salah paham padaku!" ujar Ichigo lagi.
Rukia menunduk diam. Jadi… selama ini… dia malu sekali.
" Tapi… darimana kau tahu?" Rukia berusaha menemukan kembali suaranya.
" Darimana aku tahu? Aku tahu semuanya tentangmu… dan terima kasih menungguku selama ini…" sahut Ichigo lagi.
Rukia tak bisa menahan airmatanya yang mendesak keluar. Kali ini bukan airmata kesal dan marah. Tapi terharu.
Karena melihat Rukia menangis, Ichigo segera menariknya kedalam pelukan. Dan kontan saja, semua fansnya mendadak menjerit heboh. Ichigo mendekapnya erat. Rukia semakin menangis disana.
Hingga akhirnya, Ichigo mengucapkan sesuatu.
" Aku mencintaimu…"
Dan saat itulah. Serasa dunia Rukia berubah menjadi penuh kejutan. Mendadak, konser kali ini terasa sangat heboh!
vVv
" Berhasil. Bagus sekali…" seru Senna dari balik panggung. Bersama beberapa staff konser dan tentunya Kyouraku yang menyaksikan adegan romantis itu.
" Kau pasti akan tertawa kalau melihat wajah gadis itu yang mendadak memucat mendengar Ichigo dalam masalah…" lanjut Kyouraku.
" Hmm… sepupuku itu memang tidak pandai mengungkapkan kata-kata. Dia terlalu takut. Rukia itu memang harus dipaksa seperti itu…" sambung Senna.
" Jadi… mungkinkah kali ini mereka akan bersama seperti cerita dongeng? Aku penasaran dengan hubungan mereka selanjutnya…"
" Kakak ini bagaimana? Pasti menjadi happly ever after. Karena aku sudah tahu. Walau dipisahkan bagaimanapun juga mereka pasti akan kembali… lagipula mereka memang cocok…"
" Si bodoh dan si idiot. Mereka cocok sekali…"
vVv
25. EPILOG.
Setelah konser yang menghebohkan itu, Rukia dan Ichigo menuju sebuah tempat yang disediakan oleh Senna dan Kyouraku. Awalnya Rukia ingin sekali memarahi Kyouraku karena berbohong seperti itu.
Akhirnya mereka tiba disebuah atap gedung. Mereka sedang ada dipuncak gedung pencakar langit. Suasana cukup romantis. Dengan sebuah meja kecil yang diatasnya berbagai macam makanan dan sepasang kursi disana.
Rukia semakin malu saja. Benar-benar malu.
Ichigo juga tidak mengatakan apapun.
Padahal haru sudah malam.
Rukia mendongak menatap langit malam itu. dirinya langsung tersenyum. Rukia berlari menuju pinggir gedung itu. menghirup angin malam. Dan tentunya suasana kota dimalam hari seperti ini.
" Malam hari memang indahnya…" gumam Rukia.
Ichigo ikut berdiri disebelah Rukia. Rukia tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya kala melihat pria tampan disebelahnya ini. Kali ini dalam hati Rukia mengakui bahwa pesona Ichigo sebagai artis top memang terasa sangat hebat.
" Jadi… tidak takut malam lagi…?" sindir Ichigo.
" Hmm… sedikit… oh ya! kau pasti merencanakan hal itu kan?" tatap Rukia sinis.
" Merencanakan apa?" Ichigo memasang wajah polos.
" Kak Kyouraku datang kerumahku. Lalu dia bilang kau ada dalam masalah. Kau tidak tahu sepanik apa aku mendengarnya? Sampai berpakaian memalukan begini!"
" Ooo. Yang itu. bukan aku. Tapi Senna. Senna bilang kalau dia yang datang kau tak akan percaya. Makanya menyuruh kakak. Tapi sepertinya kakak melakukannya agak berlebihan…" kata Ichigo.
" Jadi aku ditipu? Bagus sekali…" sungut Rukia.
" Jadi… ketika mendengar aku dalam masalah, kau panik ya? aku terharu…"
" Sejak kapan kau begini menyebalkan! Tentu saja! kupikir… sesuatu yang buruk, benar-benar terjadi seperti dulu…" Rukia menghentikan kata-katanya karena Ichigo menatapnya aneh. Wajahnya tiba-tiba melembut dan ramah sekali. Astaga! Rukia bisa terpesona berkali-kali karena pesona itu!
" Benar-benar?" Ichigo menunggu kata-kata Rukia.
" Aah! Sudahlah. Kau membuatku salah tingkah!" ucap Rukia.
" Ahh! Itu bagus. Kau memang harus salah tingkah!" canda Ichigo.
Rukia cemberut dan ingin melayangkan satu tinju. Tapi tangannya langsung ditangkap oleh Ichigo. perlahan, Ichigo membuka kepalan tangan Rukia, lalu merogoh saku blazernya, dan mengeluarkan sesuatu. Rukia bingung karena Ichigo menutupkan kembali kepalan Rukia dan menyuruh gadis itu membukanya sendiri. Tanpa banyak tanya, Rukia membuka tangannya dan…
Rukia melongo. Ini kan?
" Kalung?" tanya Rukia ragu. Kalung dengan desain matahari. Ditengah matahari itu ada sebuah berlian kecil yang bersinar bagus sekali. Liontinnya memang mirip matahari.
" Kau pernah bilang, aku seperti cahaya. Karena itu aku memberikan cahayaku padamu. Supaya bisa menemanimu disaat aku tak bisa menemanimu. Tapi aku berjanji bahwa saat itu tak akan pernah muncul. Saat dimana aku tak bisa menemanimu… dan ya… meskipun sangat terlambat… selamat atas kelulusanmu…"
Rukia tersenyum bersemangat. Lalu tertawa menyeringai.
Rukia memeluk Ichigo dengan semangat. Tentu saja Ichigo sangat malu. Wajahnya tiba-tiba memerah. Namun, kesempatan itu tak bisa dilepas begitu saja. Ichigo mengangkat dagu Rukia dan menatapnya lembut. Lalu mendekatkan wajahnya kearah wajah gadis yang sudah membuatnya mengalami banyak hal itu. Menatapnya dengan lekat lalu menghilangkan jarak diantara mereka. Ichigo mengecup lembut bibir gadis itu dan kemudian menciumnya dalam. Ciuman yang menenangkan. Bukan ciuman yang menuntut dan penuh nafsu. Ciuman yang mampu mengubah apapun saat itu. Dan Rukia...awalnya kaget karena ciuman tiba-tiba itu. Setelah menyadari ciuman itu, barulah Rukia membalasnya. Sama seperti Ichigo yang ingin gadis ini menjadi pendampinya kelak. Yang menginginkan dirinya. Rukia memeluk erat pinggang Ichigo.
Tapi dia membiarkan gadis itu memeluknya.
Dan tak berapa lama, sesuatu meletus diatas sana. Cukup terang.
Kembang api. Malam yang begitu indah.
vVv
" Aku sudah memaafkan Ayahmu…"
" Benarkah? Bagus kalau begitu. Setidaknya Ayahku bisa menebus dosanya padamu dengan mengijinkanku menyukaimu,"
" Ichigo aku boleh bertanya?"
" Tentu saja…"
" Kenapa kau menyukaiku?"
" Kenapa? Aku tidak tahu. Sepertinya memang aneh aku menyukai gadis bodoh sepertimu,"
" Hei… yang serius. Kau sudah tahu aku bodoh kan?"
" Hmm…. Memang bodoh,"
" Lalu kenapa?"
" Kenapa? Sejak awal bertemu kukira kau adalah gadis bermasalah yang merepotkan dan berbahaya. Tapi, entah kenapa, disaat kau ada dalam masalah, aku tak bisa berhenti memikirkanmu. Ada perasaan aneh yang mendorongku untuk berada didekatmu…"
" Ooo, begitu… jadi kalau aku tidak ada dalam masalah, mungkin kau tidak akan menyukaiku ya?"
" Mungkin…,"
" Hei Ichigo!"
" Bercanda. Aku akan tetap menyukai… mungkin ada sesuatu yang akan mengikat kita. Kau percaya pada takdir?"
" Percaya…"
" Kalau begitu. Bersamamu adalah takdir… dan aku tidak mau melawannya…"
31 OKTOBER 2010.
FIN...
.
.
OK DEH... mau bales review neee~~
Yamakaze Shizuka : makasih ya selama ini udah mau review... hehehe nih udah tamat... hepi kan? hahahaha...
mautauaja : heheh makasih udah review,,, nih udah tamat nee... heheheh
Teukvhie Rukihime : haduh.. makasih udah review yaa... jgn panggil senpai dong...Kin aja udah cukup. hehehehe nih udah the end lohhh
ChappyBerry : welcome back... hehehe makasih udah review... nih udah update plus tamat... hahahahaha...
Kyucchi : makasih udah review yaaa... nih lanjutannya udah the end...
Rukianonymous : makasih udah review... nih udah ketemu kan? haahahahaha... udah tamat pula... elelelele...
delalice : gpp kok telat... saya juga telat... hehehehe... makasih udah review... rencana mereka married ada... tapi bukan di fic yg ini... *loh?*
Lily Hikari-chan : makasih udah review... nih udah update plus tamat... hehehe hope u like it...
Rukiberry si Silent Reader : *nyodorintisu* gpp kok telat... heheheh nih udah update... tamat pula... makasih udah review yaa...
ok deh... udah pada dibalas...
sebenernya ada ide untuk sekuel fic ini... ceritanya IchiRuki udah jadi kekasih. tapi ada konflik baru tuh... hehehehe... kalo banyak yang berminat sama sekuelnya saya akan segera publish.. soalnya udah dalam tahap pengerjaan... hehehehe... saya juga mau publish fis gaje yang laennya... aduh kok jadi banyak cincong... ok deh... makasih semua senpai yang udah nyempetin diri ngereview fic gaje ini. jujur saja terharu sama senpai-senpai yang sampai sekarang selalu kasih semangat sama saya. saya jadi bersemangat pula menghadirkan fic gaje yang lebih banyak lagi... ok deh... semuanya... Jaa Neee...
