Chapter 2

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Sasuino / Sasusaku

Warning : DON'T LIKE DON'T READ!

Ketemu lagi di chapter kedua ony. mungkin sebelumnya ada beberapa kesalahan yang mungkin bikin para readers sweatdrop *pundung di kolong meja* tapi ony usahakan di chapter ini bisa lebih baik dari sebelumnya.

yuuki d'gray girl : sesuai permintaan, ony udh apdet kilat se kilat kilatnya *alah lebay*

arigatou reviewnya

vvvv : hahaha.. dari pada sasukarin mending pairingnya sasuino... yah.. biar seru dkitlah, biar sesuai judul..

Winterblossom concrit team : terima kasih atas masukannya.. semoga ke depannya Ony bisa lebih baik lagi..

CherryBlossom Sasuke : ya kalau sakura langsung first lovenya gak nyambung dong sama judulnya? tapi pairing terakhir bukan sasuino kok..

Happy reading

*My Best Friend Is My Love*

Chapter 2

By : Onyxita Haruno

"Cantik… dan manis" ujarnya tanpa sadar.

Hal itu membuat semua oarng yang ada di meja tersebut menatapnya aneh.

"Apa maksudmu 'cantik dan manis', Sasuke?" tanya Sakura heran

"Ah, tidak.. tidak ada" jawab Sasuke cepat.

"Hahaha.. Teme, teme.. aku sudah bilang kan sebelumnya padamu, hahaha.." ujar Naruto sambil tertawa terbahak-bahak melihat tingkah teman akrabnya itu.

"Diam kau, dobe" geram Sasuke yang kini tengah blushing. Walaupun hanya garis –garis kecil.

"Apa maksudmu Naruto? Dan kenapa kau tertawa?" tanya Sakura semakin bingung.

"Sudahlah Sakura, dia memang gila" ujar Tenten geram.

"Kalau kau ingin tahu, tanyakan saja pada si Sasuke teme ini" jawab Naruto yang masih tertawa.

Merasa wajahnya telah memanas, Ino segera pamit untuk makan di kelasnya.

"K-Kalian, aku… makan di kelas saja ya, a-aku masih merasa asing, permisi" ujar Ino dan dengan cepat ia pergi dari situ.

'Ya Tuhan, tampan sekali dia.. aku tidak tahan lama berada disitu' batinnya dengan wajah yang merah padam dan segera berlari.

"Yahhh, pergi deh" bisik Naruto tepat di telinga Sasuke.

"Di.. am" ujar Sasuke geram akan tingkah Naruto yang kelewatan batas.

~skip time~

Bel pertanda pulang pun menggema di KHS. Para siswa dan siswi saling berhamburan ke luar kelas.

Sakura, Ino, dan Hinata masih membereskan buku di kelasnya. Berhubung hari ini Sakura dan Hinata piket, jadi ia mereka tugaskan untuk menaiki kursi ke atas meja dengan rapi.

"Sakura, Hinata aku boleh mambantu kalian?" tanya Ino menawarkan diri.

"Tentu saja, Ino-chan" jawab Hinata ramah.

"Arigatou" Ino pun membantu kedua temannya menaiki kursi.

Hening.

"Hmm, Sakura. Aku boleh tanya sesuatu padamu?" tanya Ino memecah keheningan.

"Tentu. Memang kau ingin tanya apa?" tukas Sakura.

"Kau… kau.. kenal dengan… Uchiha-san itu?" tanya Ino tiba-tiba.

Sakura berhenti dari aktivitasnya menaikan kursi dan menatap Ino dengan pandangan heran.

"Tentu. Dia sahabatku. Memang kenapa?" jawab sekaligus tanya Sakura.

"Apa? Kau sahabatnya? Dia di kelas mana?" bukannya menjawab, Ino malah balik bertanya dengan wajah tak percaya.

Sakura mengangguk. "Kelas XI A. Memang kenapa?" tanya Sakura dengan alis berkerut.

"Ah, t-tidak.. tidak ada. Hanya bertanya" jawab Ino dengan wajah yang blushing.

Sakura semakin bingung. Alisnya saling bertautan. Detik kemudian ia tersenyum jahil dan menghampiri Ino lalu menopang dagu di atas meja tepat di depan Ino.

"Kau… menyukainya?" tanya Sakura dengan senyum jahilnya.

Ino terdiam dari aktivitas menaikan kursinya. Wajahnya kembali memerah bak kepiting rebus.

"Ah, t-tidak. Kau ini ada-ada s-saja. Mana mungkin aku menyukai orang yang baru aku kenal" jawab Ino mengasal.

"Kau yakin? Kalu memang iya juga tidak apa-apa kok, aku senang Sasuke ada yang menyukainya dengan wajar. Tidak seperti Fansgirlnya yang gila itu" ujar Sakura jahil sambil kembali manaikan kursi yang lain.

Hening.

"Sakura, kau sudah selesai?" tanya seseorang dari luar kelas.

Mendengar suara familiar itu, Sakura melirik Ino dan tersenyum jahil.

"Sepertinya masih ada 5 kursi lagi, kau masuk saja dulu… Sasuke" jawabnya.

'DEG'

Ino mematung mendengar nama orang tersebut di sebut. Dan kemudian masuklah pemuda raven tersebut.

"Tck, kau ini. Lama sekali sih" gerutu Sasuke sambil bersandar di daun pintu.

Matanya kembali menangkap sosok Aquamarine yang tengah menatapnya. Ia sunggingkan senyum tipisnya. Gadis itu langsung mengalihkan pandangannya.

"S-Sakura, Hinata… a-aku pulang duluan ya" ujar Ino yang lang sung menyambar tasnya dan bergegas pergi.

Tatapan kembali beradu saat melewati daun pintu. Ia tersenyum membalas senyuman Sasuke saat itu. Kemudian berlari kencang.

Sasuke menyeringai.

"Yak, aku sudah selesai. Ayo pulang" ujar Sakura sambil menarik tangan Sasuke keluar kelas.

"Hinata, aku duluan ya" sambungnya pada Hinata yang masih membereskan meja guru. Kini tinggal di seorang diri di kelas.

"Aku pulang dengan siapa? Neji-nii sedang rapat OSIS. Hhh" ucapnya seraya mendesah pasrah.

"Hinata, kau belum pulang?" tanya seorang pemuda berambut pirang yang kebetulan melewati kelas XI B.

"Na-Naruto-kun?" ujar Hinata sambil blushing berat.

"Be-Belum, aku masih h-harus membereskan… m-meja g-gu-guru" ujarnya terbata saat melihat Naruto mendekat.

"Biar aku bantu" tukas Naruto ketika Hinata tengah menaiki kursu guru.

Hinata tersenyum malu.

"Kau pulang dengan nii-sanmu, Hinata?" tanya Naruto tiba-tiba.

"A-Aku pulang s-sendiri Naruto-kun. Neji-nii.. s-sedang rapat O-OSIS" jawabnya.

"Aku antarkan kau pulang" ujar Naruto.

"T-Tapi, apa t-tidak merepotkan?" tanya Hinata yang merasa merepotkan Naruto.

"Haha.. tentu saja tidak. Lagipula, tidak baik seorang gadis pulang sendiri" jawab Naruto dengan cengiran khasnya.

"A-Arigatou, Naruto-kun" ucap Hinata dengan wajah yang sudah semerah tomat.


Sementara itu Sasuke dan Sakura sedang berada dalam perjalanan pulang. Keduanya diam. Tak sedikitpun keduanya mengeluarkan suara. Yang terdengar hanyalah gesekan antara aspal dan sepatu mereka.

Merasa canggung dengan keadaan, Sasuke mencoba memecahkan keheningan itu.

"Sakura. Kau satu kelas dengan murid baru itu kan?" tanya Sasuke.

Sakura memutar pandangannya ke wajah Sasuke.

"Iya. Aku sekelas dengannya. Memang kenapa?" jawab dan tanya Sakura.

"Kau tahu siapa namanya?" bukannya menjawab, Sasuke malah kembali bertanya.

"Ino. Yamanaka Ino" jawab Sakura yang kini pandangannya kembali ke depan.

"Aa. Dia duduk dengan siapa?" tanya Sasuke lagi.

"Duduk dengan Tenten. Memang ada apa sih?" tanya Sakura yang mulai bingung dengan pertanyaan-pertanyaan sahabatnya itu.

Sasuke terdiam. Menimbang-nimbang pertanyaan yang akan ia lontarkan selanjutnya.

"Mmm.. Sakura" panggil Sasuke.

"Hm" respon Sakura.

"Menurutmu… dia… sudah punya.." Sasuke menggantungkan perkataannya. Goresan merah kembali menghiasi wajah putihnya.

"Pacar?" tanyanya.

"Aku tidak tahu Sasuke, memangnya kenapa sih? Dari tadi kau menanyakan tentang… tunggu!" Sakura menghentikan langkahnya. Sasuke pun berhenti dan menatap sahabatnya.

"kau tadi tanya apakah Ino sudah mempunyai….. kekasih?" tanya Sakura sekali lagi.

Sasuke mengangguk dan kemudian membuang muka seraya kembali melangkah.

Sakura berlari ke arah Sasuke.

"Jangan-jangan.. kau menyukainya?" tanya Sakura yang kini berada di samping Sasuke yang sedang berjalan santai.

Wajah Sasuke kembali memerah. Tetapi ia berusaha agar ia tidak blushing. Itu akan menjatuhkan martabatnya sebagai Uchiha, bukan?.

Sasuke mengangguk pelan. Tetapi mampu memberi Sakura jawaban.

"Menyukai saat pandangan pertama?" tanya Sakura yang mulai antusias.

Sasuke kembali mengangguk.

"Asseeekkk! Sahabatku sedang jatuh cinta hahaha.." ujar Sakura sembari tertawa lepas.

"Berhenti tertawa, Sakura" geram Sasuke yang merasa ia sedang di tertawai.

"Ahahaha.. hahaha" bukannya mendengar geram Sasuke, tawa Sakura malah semakin keras.

"Ku bilang diam!" ujar Sasuke yang mulai kesal.

"Ahaha.. anak ayam jatuh cinta! Haha.. ups" Sakura segera menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.

"Apa kau bilang, Sakura" ujar Sasuke menatap Sakura tajam.

Sakura malah menjulurkan lidahnya kemudian lari sekencang-kencangnya.

"Kemari kau, jidat!" teriak Sasuke sambil berusaha mengejar Sakura.


Malamnya, Sasuke sedang mengerjakan tugas di kamarnya.

Tiba-tiba..

You can not run, and you can not hide

Yeah you gotta face it baby things go bump in the night

Where ever you run and where ever you hide

Yeah you gotta face it baby things go bump, bump, bump in the night…

Sebuah lagu-Bump In The Night-AllStars—diputar oleh seseorang di seberang kamarnya.

Sasuke sudah tahu siapa tersangka dari semua ini. Siapa lagi kalau bukan, Sakura.

Ya, mereka memang tetanggaan. Bahkan kamar mereka pun berseberangan. Jadi jika Sasuke mendengar sebuah lagu di putar, ia akan langsung mengetahui siapa orang yang selalu mengusik ketenangannya di malam hari.

Dengan helaan nafas berat, Sasuke menghampiri jendelanya. Ia sibakkan gorden yang menghalanginya lebar-lebar. Dan terlihatlah seorang gadis yang tengah lonjat-loncat mengikuti hentakan lagu.

"Ck. Sakura" panggilnya.

"…"

Sasuke memutar onyxnya sebal.

"Sakura!" ucapnya setengah berteriak.

"…"

"SAKURA!" teriaknya.

"Sasuke, jangan teriak-teriak!" terdengar suara dari lantai bawah.

"Maaf bu" ujarnya.

Merasa di cuekin, ia pun mengambil beberapa batu kecil yang selalu ia siapkan setiap malam.

PLUK

Dan batu itu pun mendarat tepat pada jendela Sakura. Sakura menoleh dan segera mematikan tipenya lalu membuka jendelanya.

"Kau berisik sekali sih? Aku sedang belajar, jidat" ujar Sasuke menghina.

"Terserah aku dong ayam. Seperti tidak pernah mendengar lagu bagus saja" keluh Sakura.

"Mengganggu bodoh!" bentak Sasuke.

"Iya iya maaf" tukas Sakura meminta maaf.

Hening.

"Mm, Sakura" panggil Sasuke.

"Hm?"

"Kau mau tidak membantuku untuk menyatakan perasaanku?" ujar Sasuke

Sakura terkejut.

"Maksudmu.. kau ingin menembaknya? Begitu?" tanya Sakura.

Sasuke mengangguk.

"Ahaha.. iya iya ku bantu" ucap Sakura

"Sungguh?" tanya Sasuke meyakinkan.

Sakura mengangguk mantap.

"Memang kapan kau ingin menyatakannya?" tanya Sakura

"Besok" jawab Sasuke cepat.

"Hah? Kau yakin?" tanya Sakura.

Sasuke mangangguk yakin.

"Hhh baiklah" ujar Sakura

"Terima kasih" ucap Sasuke seraya tersenyum manis ke arah Sakura dan kembali masuk ke kamarnya.

Sakura tersenyum walaupun jendela kamar Sasuke telah di tutup sempurna.


"Sakura. Bagaimana? Kau jadi membantuku?" tanya Sasuke saat di kelas Sakura.

Hari ini mereka datang pagi-pagi sekali karena Sakura harus mengerjakan tugas di perpustakaan.

"Iya. Kau tenang saja" jawabnya.

Sasuke terdiam.

"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Sasuke.

Sakura menghentikan acara tulis-menulisnya kemudiam mendongak menatap Sasuke.

"Maksudmu?" tanya Sakura tidak mengerti.

"Bagaimana cara agar aku bisa menyatakan perasaanku" ujar Sasuke.

"Pertama, kau harus membut perjanjian dulu terhadapnya. Kedua, kau ajak ngobrol. ya.. tentang apalah yang menurutmu penting. Terakhir bicaralah serius dan tambak dia. Mudahkan?" jelas Sakura.

"Baiklah aku akan mencobanya. Aku ke kalas dulu ya" ujar Sasuke kemudian pergi menuju kelasnya.

Sakura kembali tersenyum. Tapi, ada sedikit rasa yang ia juga tidak tahu apa saat Sasuke memantapkan keputusannya.

~skip time~

Saat istirahat.

"Bagaimana? Kau sudah membuat janji terhadapnya?" tanya Sakura saat kelasnya telah sepi.

"Aku akan menemuinya di atap sekolah" jawab Sasuke.

"Sudah sana temui dia dan tembak dia. Oke" tukas Sakura.

"Oke"

Dan Sasuke pun berlari menjauhi Sakura untuk menemui Ino.

"Ino" panggil Sasuke saat membuka pintu

"Ah, Sasuke" tukas Ino.

Sasuke menghampiri Ino di pagar atap.

'Kedua, kau ajak ngobrol dan terakhit tembaklah dia'

Sasuke mengingat perkataan Sakura saat itu.

"Ino" panggil Sasuke.

"Iya"

"Apa kau suka bersekolah di sini?" tanya Sasuke.

"Aa. Aku senang sekali. Aku mempunyai banyak teman" jawab Ino.

"Menurutmu apa murid di sini keren-keren?" tanya Sasuke lagi.

"Ya. Murid disini keren-keren. Aku tidak akan menyesal masuk sekolah ini" jawabnya.

"Apa ada yang kau sukai?"

Ino terkejut dengan pertanyaan Sasuke.

"S-Sebenarnya sih…A-Ada" jawabnya seraya blushing.

"Kalau boleh aku tahu, siapa dia?" tanya Sasuke.

"D-Dia murid kelas… XI A" jawab Ino hati-hati.

Sasuke menyeringai.

"Apa kau menyukaiku?" tanyanya jahil.

Ino terkejut bukan main.

"Sudahlah mengaku saja" ujar Sasuke yang membuat Ino blushing bak kepiting rebus.

"A-Aku.."

"Sejujurnya… aku menyukaimu" ucap Sasuke to the point.

Ino membelalakan mata Aquamarinenya.

"B-Benarkah?" tanya Ino.

Sasuke membalikan tubuhnya menghadap Ino.

"Jadilah kekasihku. Kau mau kan?" tanya Sasuke.

Ino terdiam dan kemudian mengangguk.

Sasuke segera memeluk Ino.

"Terima kasih" ucapnya berbisik di telinga Ino membuta gadis itu blushing berat.

Di bali pintu yang sedikit terbuka, seorang gadis Emerald tangah menatap meraka dengan perasaan yang… entahlah ia juga tidak mengerti.

TBC


gmana? gaje gak? atau malah bikin sweatdrop *panik mode on*

ony sudah berusaha agar di chapter kedua, ony bisa lebih baik. tapi gomen kalo bikin readers sweatdrop *bungkuk-bungkuk*

Sampai ketemu di chapter depan..

oh ya..

mohon

R

E

V

I

E

W