hwaaa.. gomen updatenya lama *bungkuk-bungkuk*

Uchiha vio-chan : ahahaha.. biarin saku menderita dulu *di shannaro* ntar kan endingnya saya bikin sad ending *di kemplang* gaklah pasti happy ending kok. nih requestnya sudah saya bikin, banyakin gaasakunya

Maya :ahh, makasih udah bilang fict gaje saya bagus *plakk* tau nih feelnya gak kerasa banget. gomen saya masih author baru T.T

Me : mm.. mungkin disini sasuke bakal cemburu tapicemburu dalam arti kata lain.. sudah ikuti saja cerita gaje saya

Andaaza : iya saya bakal bikin sasu cemburu tapi beda makna lhoo ya! sama saya juga sedih pas lututnya saku berdarah.. hiks *lho*

4ntk4-ch4n : haha iya ini udah update.. ya walaupun lama

SANDARA : lha? kenapa jadi anda yang cemburu? *plakk* haha.. sabar saku ntar happy ending kok :D

Harun0nyi : haduuhh.. makasih banyak.. arigatou =D

CherryBlossom Sasuke : tau tuh, kok sasu gak sadar sih ya? kalo pelajaran doank pinternya masalah gini aja bego banget *dichidori*

Uchiharu 'nhiela Sasusaku : kapan ya.. ntar deh aku bikin, lagian saya juga gak tega lit saku :'(

Niigata SasuChiKura : kyaaaa~! arigatou sudah mau mereview fict gaje saya. ya.. memang sih alurnya rada kecepetan. tapi saya berusaha agar sebagus mungkin XD

Lavender : ini saya update :)

sebelumnya xita minta maaf apabila fict xita tak berkenan di hati para readers. harap maklum karena xita masih author baru jadi masih blepotan alur ceritanya. untuk yang mereview. arigatou gozaimasu :)

*Happy Reading*

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Sasuino / Gaasaku / Sasusaku

Warning : OOC, abal-abal, gaje, aneh, pokonya DON'T LIKE DON'T READ

CUP

Sakura terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan. Ino mencium pipi Sasuke

Nafasnya memburu. Hatinya bagaikan tersayat-sayat pisau tajam.

'A-Apa yang terjadi denganku? Kenapa hatiku sakit sekali?' batinnya

*My Best Friend Is My Love*

By : Onyxita Haruno

Sakura masih terkejut dengan apa yang barusan ia lihat. Tak bisa di pungkiri bahwa hatinya sangat sakit.

"Bye~" ujar Ino kemudian berjalan ke dalam kelasnya.

Sakura POV

"Ciee cieee~" seru teman-teman sekelasku denagn gaduhnya. Kulihat Ino hanya ber-blushing-ria.

Aku masih terdiam memperhatikan Ino yang sedari tadi tersenyum-senyum sendiri.

Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan agar suasana hatiku bisa lebih tenang.

TEETTT.. TEETTT..

Ku dengar bel masuk telah di bunyikan. Dan pelajaran pertama adalah Kakashi-sensei yang akan mengajar bahasa.

Sedari tadi aku hanya diam. Sementara kedua temanku terus bertanya-tanya pada Ino yang aku tidak tahu itu apa. Aku mengalihkan pandanganku dari seisi kelas yang seperti kapal pecah menuju lura jendela. Terdapat taman belakang yang cukup luas dan tenang. Rumput yang terawat rapi, beberapa bungan bermekaran dengan indah.

"Ino, bagaimana rasanya menjalin hubungan denagn Sasuke?" dapat ku dengar suara Tenten yang bertanya tanpa mengalihkan pandanganku.

"Senang sekali~. Dia itu pemuda terkeren yang pernah ku temui. Aku tidak akan menyesal menjadi pacarnya" jawab Ino.

Aku masih terdiam memandang taman dengan pendengaran telingaku yang tak lepas dari pembicaraan mereka.

"Dia itu perhatian sekali padaku. Kalian tahu? Kemarin pulang, saat aku menuruni motornya, kakiku tersandung batu dan hampir terjatuh. Tapi, dia segera menolongku sehingga lututku selamat dari bahaya. Hahaha" lanjutnya sambil diiringi tawa.

Aku terkejut mendengar penuturannya. Ino yang hanya tersandung batu Sasuke seperti begitu mengkhawatirkannya, sementara aku yang hampir jadi bulan-bulanan preman jalanan dengan hadiah lutut yang robek ia tidak menanyaiku.

Aku menatap lukaku yang kembali bereaksi. Aku menggit bibir bawahku. Entah mengapa aku rasanya aku ingin menangis.

Sakura end POV

*MBFIML*

Bel istirahat menggema di KHS. Semua siswa berhambur ke kantin agar tidak kehabisan stok makanan.

Sakura berjalan menuju kantin bersama Tenten, Hinata dan Ino. Jalannya masih sedikit pincang.

"Sakura, kakimu kenapa?" tanya Ino yang heran akan jalan Sakura yang pincang.

"Kemarin jatuh, Ino" jawab Sakura. Ino hanya ber-oh-ria. "lain kali hati-hati ya" ujar Ino.

Sakura hanya tersenyum menanggapi.

"Ino!" teriak seorang pemuda dari belakang mereka.

"Sasuke?" seru Ino yang terlihat sumringah. Sasuke mendekati kekasihnya itu.

"Apa kemarin kau tidak apa-apa? Tidak ada yang luka kan?"tanya Sasuke khawatir.

Sakura kembali terkejut. Tapi Ia lebih memilih diam.

"Aku tidak apa-apa, Sasuke-kun~. Kau ini berlebihan" jawab Ino. Terlihat Sasuke menghela nafas lega. "Lain kali hati-hati kalu jalan. Ya sudah, ayo kekantin" ujar Sasuke yang langsung menggandeng tangan Ino dan pergi.

Sakure terkejut. 'Sasuke mengkhawatirkan Ino yang nyatanya tidak apa-apa, sementara aku..' Sakura memperhatikan lukanya lagi. Ia kembali menggigit bibir bawahnya lagi. Menahan tangis. Hatinya perih melihat itu semua.

"Sakura, kau mau ke kantin tidak?" tanya Tenten heran melihat Sakura yang sedari tadi melamun.

"K-Kalian duluan saja. Aku ada urusan sebentar" jawab Sakura.

"Ya sudah, aku duluan ya! ayo Hinata!" ujar Tenten sambil menggeret Hinata dan pergi.

"Aku harus membicarakannya pada Gaara" gumamnya dan segera pergi mencari Gaara.

Ia mencarinya di kantin, tetapi tidak menemukan seorang Gaara. 'Apa di taman belakang ya?' batinnya kemudian mencari di taman belakang. Tapi tetap saja tidak menemukan Gaara. Sakura terdiam. Mencoba berpikir, dan detik kemudian ia menepuk jidatnya yang lebar. "Kenapa tidak aku cari di perpustakaan saja" ujarnya kemudain berjalan ke arah perpustakaan.

"Tuh kan benar" ujarnya saat sampai di perpustakaan. Terlihat Gaara sedang membaca buku di pojokan.

Perlahan ia membuka pintu perpustakaan agar tidak membuat keributan. Sempat tersenyum pada penjaga perpus tersebut dan segera berjalan ke arah Gaara.

"Gaara" panggilnya pelan. Gaara menoleh dan mendapati Sakura duduk di sampingnya.

"Ada apa?" tanya Gaara. Sakura sedikit gugup dan bingung mau mengatakannya seperti apa.

"Sudah katakan saja" ucap Gaara yang mengetahui kegelisahan Sakura.

"Errm.. begini, Gaara.. a-aku… ingin bertanya" ujarnya gugup. "Ya, kau mau tanya apa?" tanya Gaara.

"Jika kita tidak di perhatikan oleh orang dekat kita… dan.. kita merasa sedih, bahkan ingin menangis.. apa itu artinya-"

"Kau menyukainya, Sakura" ujar Gaara memotong kalimat Sakura. Sakura mencengkram roknya dan menunduk

"Apa kau sudah tahu arti perasaanmu? Ya, kira-kira yang kau ucapkan tadi adalah sebagian kecil dari kemungkinan kau menyukainya" ujar Gaara.

"Sepertinya…" Sakura menengadah. "Aku memang menyukainya" ujarnya.

Gaara tersenyum. "Akhirnya kau menyadarinya juga" ucap Gaara.

Sementara di luar perpustakaan, sepasang mata Onyx sedang memperhatikan mereka dengan pandangan tidak suka.

'Apa yang mereka bicarakan?' batinnya.

"Sasuke, ayo!" ujar seorang gadis di belakangnya. Sasuke hanya bisa pasrah saat gadis itu menyeretnya.

TEEETT.. TEEETTT..

"Ya sudah, kita masuk saja. Bel masuk sudah di bunyikan." Ujar Gaara bangkit dari duduknya menaruh kembali buku itu kemudian pergi. Sakura mengikutinya dari belakang.

"Sakura, kau dari mana saja?" tanya Tenten saat Sakura telah sampai di kelasnya.

"Tadi, aku ke perpustakaan. Ingin meminjam buku" jawabnya ngawur.

"Memang kau pinjam buku apa?" tanya Tenten lagi.

"Tadinya ingin pinjam buku obat-obatan, tapi bukunya sedang di pinjam." Jawabnya.

Tenten hanya ber-oh-ria. Tak lama seorang guru memasuki kelas mereka. "Konniciwa, minna-san!" ujar guru yang kita kenal sebagai guru IPS—Anko-sensei—yang tergalak.

"Baiklah, sebelum memulai belajar, ada satu hal yang ingin saya sampaikan kalian" ujarnya.

"Apa itu, sensei?" tanya Kiba. "Sabtu nanti, akan diadakan Study Tour ke museum sejarah dan seni lukis di Kirigakure" jawabnya.

"HOORREEE!" teriak para murid.

"Bagi yang ingin ikut, silahkan daftar ke Gaara" lanjutnya kemudian menyuruh murid-muridnya mengerjakan tugas.

"Sakura, kau ingin ikut?" tanya Ino.

"Hmm.. mungkin. Kau Hinata, Tenten?" tanya Sakura pada kedua temannya.

"Tentu saja kita akn ikut. Iya kan, Hinata" jawab Tenten sementara Hinata hanya tersenyum menanggapi.

"Baiklah, kita berangkat bersama!" teriak Ino.

"Yamanaka-san, bisakah untuk tidak berisik?" tanya Anko-sensei dengan tatapan yang tajam.

"G-Gomen, sensei" ujar Ino yang ngeriakan tatapan gurunya itu.

*MBFIML*

"Kau mau ikut, Sakura?" tanya Gaara.

"Ya. Teman-temanku meminta agar aku ikut. Lagipula… inikan menyangkut nilai" jawab Sakura.

Saat ini mereka tengah berada di taman. Dimana saat Gaara mengobati luka Sakura. Ketika pulang, Gaara melihat Sakura pulang sendiri. Jadi ia lebih memilih mengantarkannya daripada seperti kemarin.

"Kau mau es cream?" tanya Gaara yang melihat penjuales cream di pinggir jalan.

"Hmm.. boleh. Aku pesan rasa strawberry-vanila" jawab Sakura.

"Baiklah, sebentar aku pesankan" ujar Gaara kemudian menghampiri penjual es cream tersebut.

"Paman, aku pesan dua ya. Strawberry-vanila dan coklat" ujar Gaara.

"Sebentar ya" ujar penjual tersebut. Tak lama kemudian "Ini dia" seru penjual itu.

"Ini uangnya. Terima kasih, paman" ujar Gaara kemudian berlari ke arah Sakura duduk.

"Ini, Sakura" ujarnya. "Ah, Terima kasih" ucap Sakura kemudian menjilat es cream tersebut.

Hening.

"Sakura" panggil Gaara.

Sakura menoleh. "Iya" responnya. "Ada apa?" tanya Sakura

"Apa Sasuke tahu kau menyukainya?" tanya Gaara yang membuat Sakura berhenti menjilat es cream yang hampir lumer itu.

Perlahan Sakura menggeleng sebagai jawabannya. "Aku tidak mau merusak hubungannya dengan Ino" jawab Sakura.

"Kenapa kau tidak bilang saja? Dari pada kau seperti ini" saran Gaara.

"Aku sudah senang jika ia senang" ujar Sakura. Gaara hanya tersenyum maklum.

"Kau tahu?" tanya Gaara. Sakura menggeleng.

"Aku belum selesai bicara" tukas Gaara kesal. "Haha.. gomen" ujar Sakura.

"Dulu aku sempat menyukai seseorang. Ia satu sekolah dengan kita" ujar Gaara.

"Oh ya? siapa dia?" tanya Sakura. "Namanya Matsuri. Tapi ia sudah pindah karena tugas kantor orang tuanya. Ia pindah ke suna" jelas Gaara. Sakura hanya diam mendengarkan.

"Tapi, yang membuatku senang.. sebelum ia pergi, ia sempat bilang kalau dia menyukaiku" ujar Gaara sambil tersenyum menatap awan.

"Matsuri? Kalau tidak salah.. dia murid satu kelas denganmu kan? Sasuke pernah menceritakannya padaku. Dia itu anaknya pendiam ya?" tanya Sakura.

Gaara mengangguk. "Yang membuatku tertarik adalah sifatnya yang dewasa, tangguh. Awalnya ia menawarkan diri untuk menjadi temanku. Aku terima karena menurutku ia orang yang pendiam. Tapi lama ia menemaniku di perpus dan.. dia sering bercerita padaku. Aku mulai tertarik padanya" jelas Gaara. Sakura hanya diam mendengarkan sambil sesekali menjilat es creamnya.

"Ternyata ia menyukaiku juga. Tapi, waktu telah memisahkan kita" ujar Gaara menerawang awan yang cerah.

"Semoga kau bisa bertemu dengannya lagi" ujar Sakura menepuk pundak Gaara memberi semangat.

Gaara menoleh dan tersenyum. "Kau sendiri?" tanya Gaara tanpa mengalihkan pandangannya.

Sakura terdiam dan melepaskan tangannya dari pundak Gaara. Senyumnya pudar. "Entahlah, aku masih belum percaya aku menyukai sahabatku" ujar Sakura.

"Semoga kau bisa dengannya" ujar Gaara menepuk pundak Sakura. Sama seperti apa yang Sakura lakukan padanya.

"Kau mengikutiku" dengus Sakura sambil memonyongkan bibirnya.

Gaara hanya memelatkan lidahnya. "Iiiihh.. Gaara!" teriak Sakura kemudiam mengejar Gaara yang lari.

Disisi lain, sepasang mata onyx tengah memperhatikan mereka dengan tatapan kesal dan tajam.

"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan. Atau mungkin.. apa yang sebenarnya… Sakura bicarakan?"

"Es creamnya enak kau mau, Sasuke-kun?" tanya gadis di sampingnya. Sasuke menoleh dan langsung menjilat es cream kekasihnya.

"Iiihh, kenapa tidak bilang dulu? Tuh kan jadi blepetan" ujar kekasihnya—Ino—kemudian mengelap sisa es cream di bibir Sasuke dengan ibu jarinya.

Beberapa hari kemudian…

"Sakura, cepat! Nanti kkita tertinggal bus!" teriak Tenten yang sedari tadi menunggu Sakura.

"Sebantar! Buku tulisku belum ketemu!" teriak Sakura yang sedari mencari buku tulisnya di loker.

"Ah, ini dia. Tenten, tunggu aku!" teriaknya saat Tenten mulai beranjak pergi.

"Sudah ketemu, Sakura-chan?" tanya Hinata saat Sakura menduduki bangku di sebelahnya. Sakura dan Hinata duduk di bangku sebelah kanan barisan ke 5 dari depan. Dibelakangnya terdapat Tenten dan Ino.

"Ya. Tadi terselip" jawab Sakura. Sakura bangkit dari duduknya untuk menaruh tasnya di loker atas.

"Apa semua sudah masuk" teriak seseorang dari depan. Sakura merasa familiar dengan suara tersebut. 'Suara itu.." segera ia mengalihkan pandangannya ke pintu bus di depan. "Gaara?" gumamnya.

"Hinata, kita satu bis dengan kelas XI A ya?" tanya Sakura. "Iya, Sakura-chan" jawab Hinata dengan muka sedikit memerah. Sakura hanya tersenyum jahil melihat tingkah Sahabatnya itu.

Sakura POV

Haha.. Hinata, Hinata. Kau ini. Iya aku tahu, karena Naruto satu bus denganmu kan?

Aku satu bus dengan murid kelas XI A yang terkenal berisiknya itu. Apalagi Naruto. Huh.. pasti nanti seperti pasar deh.

Ehh.. tunggu! Dikelas XI A kan yang aku kenal ada Gaara, Naruto, Kiba, Dan…. Sasuke?

Segera aku mengalihkan pandanganku ke seisi bus. Dan benar saja ada Sasuke di bangku sebelah kiri barisan ketiga dari belakang. Sedikit jauh dariku.

Berarti aku satu bus dengan Sasuke dan… Ino.

Huhh, ya sudahlah tak apa. Lagipula yang tahu aku menyukai Sasuke hanya Gaara.

"Satu bus dengan orang yang disukai, ya?" ucap seseorang di sampingku. Segera aku menoleh dan mendapati Gaara tengah tersenyum jahil.

"G-Gaara, kau ini" ucapku malu. Ku lihat ia hanya tertawa kecil dan menduduki bangku kedua di barisan kanan.

Aku kembali melirik Sasuke kemudian kembali duduk.

Selama perjalanan aku hanya terdiam memandang keluar jendela. Terkadang pula aku mendengarkan menggunakan handseat dari Hpku.

Terdengar suara gelak tawa dari bangku paling belakang. Tidak jarang aku mendengar suara Ino dan Sasuke yang tengah bercanda dengan teman-temanku yang lain. Terkadang pula terdengar Ino yang kesal karena di soraki yang lain.

Bagaimana tidak? Orang Ino duduk tepat di belakangku.

"Huufff" aku menghela hafas. Sedikit sepi karena tidak ada yang mengajak bicara. Aku mencoba menoleh ke tempat duduk Gaara. Tapi, dia sedang membaca buku. Sudahlah aku tak ingin mengganggunya.

"Hei! Bagaimana kalau kita menyanyi?" ku dengar Naruto berteriak memberi saran. Semua murid menyetujui saran Naruto.

"Dan bagaimana kalau Sasuke yang memainkan gitarnya? Kau mau kan Sasuke?" tanya Naruto pada Sasuke.

Aku dapat mendengar desahan pasrah darinya.

Ku lihat Hinata bangkit dari duduknya dan berjalan ke belakang. Ah, tidak. Dia di tarik oleh Tenten sementara Hinata sendiri blushing tak karuan.

Aku tersenyum menyeringai mendengar semua temanku bernyanyi dengan kompak. Bahkan tak sedikit guru yang juga ikut bernyanyi. Tapi, aku lebih memilih diam mendengarkan mereka sambil memandang keluar jendela.

Sakura end POV

*MBFIML*

"Akhirnya sampai juga" ujar Ino. Kini mereka telah sampai di museum sejarah dan museum seni lukis.

"Baiklah, anak-anak kalian bisa berpencar untuk mengisi lembar kerja kalian masing-masing. Kumpul kembali disini saat jam makan siang. Setelah itu kalian diberi jam bebas" ujar Anko-sensei memberi pengarahan. Tanpa dihitung detik kemudian semua berhambur mencari jawaban dari lembar kerja mereka.

Sakura melihat Sasuke yang menggandeng Ino agar tidak jauh darinya. Sakura tersenyum kecut kemudian kembali berjalan Santai.

Sakura hanya sendiri menelusuri barang sejarah. Terkadang ia menulis sesuatu di lembar kerjanya.

"Kau sendiri lagi?" tanya seseorang di belakang Sakura. Sakura menoleh ke sumber suara.

"Gaara?" gumamnya. Gaara hanya menaikan kedua alisnya dengan isyarat agar pertanyaannya terjawab.

"Hhh… sudahlah, Gaara. Biarkan mereka bersama. Lagipula aku tidak ingin merusak kebersamaan mereka" jawab Sakura yang sedikit kesal.

"Ya sudah, maafkan aku. Tapi aku boleh menemanimu?" tanya Gaara. Sakura hanya tersenyum kemudian mereka berjalan bersama.

"Gaara, apa kau tahu apa ini?" tanya Sakura pada sebuah patung yang menurutnya asing.

"Itu adalah fosil dari salah satu binatang di jaman purba dulu" jawab Gaara. "Apa kau tahu ia musnah karena apa?" tanya Sakura lagi. "Kalau tidak salah, musnahnya sama seperti Dinosaurus" jawab Gaara.

Hening.

Gaara heran kenapa Sakura diam. Saat ia menoleh ke belakang, terlihat Sakura tengah menjawab soal di lembar kerjanya.

"Sakura, kau curang. Jadi kau menanyakan itu karena ingin menjawab soal?" tanya Gaara yang sedikit sebal. Sakura menengadah dan memamerkan deretan giginya yang putih bersih seraya mengacubgkan kedua jarinya membentuk huruf 'V' pada Gaara.

"Dasar! Sudah, ayo jalan lagi" ujar Gaara. Dan mereka pun meneruskan perjalanan mereka.

"Huhh, akhirnya selesai. Tapi, aku harus ke museum seni lukis lagi" ujar Sakura.

"Ya sudah, mumpung masih ada waktu sebelum makan siang. Kita ke museum seni lukis saja." Seru Gaara. Sakura mengangguk kemudian pergi menuju museum seni lukis yang terbilang dekat.

"Hooaaa! Bagus sekali!" teriak Sakura saat memasuki ruang koleksi lukis.

"Tentu saja. Ini kan lukisan-lukisan ini kan sangat terkenal di Jepang." Ujar Gaara. Sementara Sakura mulai menulis jawaban dari soal yang ada.

"Wah! Bagus sekali. Tapi, mana nama pembuatnya? Hanya ada tanggal pembuatannya. Gaara, apa kau tahu siapa pembuatnya?" tanya Sakura. Gaara segera menghampiri Sakura dan mengamati lukisan tersebut.

"Ini adalah karya Robert Jason dari Amerika" jawab Gaara. Sakura hanya ber-oh-ria.


"Wah, lukisannya bagus sekali!" kagum Ino saat melihat sebuah lukisan yang terpampang indah di dinding.

"Kau tau apa maknanya?" tanya seorang pemuda di samping Ino. Ino terkejut dan segera menoleh. Merasa tidak kenal Ino menaikan sebelah alisnya.

"Kenalkan, namaku Sai. Aku murid kelas XI C." ujarnya memperkenalkan diri. "Ah, namaku Yamanaka Ino. Memang apa maknanya?" tanya Ino.

"Ini adalah kisah yang di alami sang pelukis sendiri. Van Depuelso. Saat berumur 17 tahun, ia bertemu dengan seorang gadis kaya yang bernama Elizabeth Corus. Ia sangat mencintai gadis itu. Tapi, ia ditentang oleh orang tua gadis itu karena menurut mereka pemuda itu tak pantas untuk putri mereka" jelas Sai. Sementara Ino hanya mendengarkan.

"Saat 1 tahun menjalani hubungan secara sembunyi, pemuda itu mengetahui jika kekasihnya mengindap kanker otak. Saat-saat terakhir dimana gadisnya menjalani sisa hidupnya, gadis itu meminta Van menikahinya. Orang tua Eliza memberi restu untuk yang terakhir di hidup putri mereka. Saat Eliza mengucapkan janji suci, Tuhan mencabut nyawanya." Terang Sai panjang lebar. Ino menatap Sai kagum.

"Kau.." Ino menatap Sai tak percaya. "Darimana kau tahu?" tanyanya. "Terlihat dari sisi lukisan tersebut" jawab Sai sambil tersenyum.

Ino membalas senyum Sai. Mereka saling bertatapan sampai…

"Ino, kau kemana saja? Waktunya makan siang" ujar Sasuke yang baru saja menghampiri Ino.

"Ah, M-Maaf Sasuke. Kalau begitu ayo.. aku sudah lapar" tukas Ino yang canggung seketika dan menarik Sasuke ke tempat yang di tentukan.

"Yamanaka… Ino" gumam Sai kemudian kembali menatap mata gadis yang terdapat di lukisan tersebut. Mata yang indah.

'Aquamarine' batinnya kemudian berjalan ke arah bus untuk makan siang.

"Ino.. dia siapa?" tanya Sasuke. "Ah, dia Sai. Ia sangat pintar memahami makna lukisan" jawab Ino.

Sasuke hanya mengangguk dan segera memakan kotak bekalnya.

*MBFIML*

"Baiklah, anak-anak. Untuk mengisi jam bebas yang ada, bagaimana jika kita tanding basket?" usul Guy-sensei.

"SETUJU!" teriak para murid menyetujui. Dan segera berhambur ke lapangan basket yang telah di booking sebelumnya.

"Untuk pembukaan, kelas XI A melawan kelas XI C" ujar guru olahraga itu.

Para pemain pun berjalan ke tengah lapangan. Dari kelas XI A ada Naruto, Sasuke, Gaara, dan Kankurou. Sementara dari kelas XI C ada Sai, Shikamaru, Sasori, dan Pein.

Mereka segara menyiapkan ancang-ancang saat Guy-sensei menemgadahkan bola basket.

"Siap? Satu, dua, tiga!"

PRIIIITT

Dan permainan pun di mulai dengan Naruto yang merebut bola pertama kali. Para suporter bergemuruh di pinggir lapangan dengan teriakan masing-masing.

Sakura melihat Hinata yang sedari tadi blushing karena digoda oleh teman-temannya.

"Sasuke! Tangkap bolanya!" teriak Naruto dan melempar bola ke arah Sasuke.

HUP

Bola berhasil di tangkap dengan sempurna oleh Sasuke dan ia mulai mendribble ke arah ring lawan, tetapi kemudian di hadang oleh Sai.

"Gaara!" teriak Sasuke kemudian melempar bola ke arah Gaara. Gaara menangkapnya dengan cepat dan mendribble ke ring lawan tanpa ada yang menghalau dan…

MASUK

PRIIITT

"YEAHH! KAU HEBAT GAARA!" teriak Naruto sambil memeluk Gaara. Sementara orang yang di peluk berusaha untuk mengambil oksigen karena tak bisa bernafas.

Sakura tertawa geli melihat kedua temannya itu.

Permainan kembali berlanjut sampai akhirnya kelas XI A yang jadi pemenangnya.

"Hahaha.. selamat ya Gaara" ujar Sakura sambil menepuk pundak Gaara. Gaara hanya mengangguk sesekali menyeka keringat di pelipisnya.

"Baiklah, selanjutnya kelas XI B melawan kelas XI D" ujar Guy- sensei.

Dan permainan pun dimulai.

*MBFIML*

Pertandingan kini menyisahkan dua finalis yaitu kelas XI A dan XI D.

"Baik, pemenang akan di tentukan oleh pertandingan terakhir. Kelas XI A melawan XI D" ucap Guy-sensei.

Para pemain pun memasuki lapangan dan mempersiapkan ancang-ancang.

"Siap? Mulai!"

PRIIITTT

Dan pertandingan pun dimulai. Bola berhasil di rebut oleh Gaara dan mendribblenya ke ring lawan.

"Sasuke!" ia mengoper bola ke arah Sasuke saat ada yang menghadangnya.

Sasuke mendribble bola. Mengambil kesempatan saat tidak ada yang menghalanginya. Tinggal 2 meter dari ring, Sasuke segera melempar bola dan..

PRIIITTT

Point pertama di cetak oleh Sasuke. Para murid yang lain hanya bersorak ramai. Sementara Sakura hanya tersenyum tulus.

Permainan kembali di mulai. Lawan berhasil merebut bola dari tangan Naruto.

"Ck, sial" decak Naruto kesal.

Sang lawan masih mendribble bola tapi detik kemudian di rebut dengan cepat oleh Gaara, tetapi dihalang oleh 2 orang lawan.

"kankurou!" teriak Gaaradan mengarahkan bola ke kankurou.

HUP

Sayangnya, gerakan Kankurou kurang tanggap dan cepat sehingga bole kembali di rebut. Lawan mendribblenya berlawanan arah. Dengan gerakan cepat dan..

PRIIITT

Tim lawan memasang satu point dan menyamakan kedudukan. Permainan dimulai kembali.

Permainan terus berlangsung hingga 2 menit di pertandingan terakhir dengan skor 25-25. Kelas XI D terus menyamakan kedudukan.

"Naruto tangkap!" Kankurou memberikan bola kepada Naruto. 'Ck, sial. Waktunya 1 menit lagi' batinnya saat melihat waktu yang di tunjukan.

Naruto terus mendribble. Lawan yang menghalangi terus ia hadang. Sampai akhirnya posisinya terjepit. Melihat Sasuke yang sedang tidak di jaga oleh siapa-siapa, langsung saja ia mengoper bola tersebut. Sasuke berhasil menangkap operan bola dari Naruto. Ia terus mendribble.

5..

'Akh, sial! Ayolah tinggal beberapa meter lagi' batin Sasuke. Tiap lawan ia lewati dengan gerakan yang dapat mengecoh lawan.

4..

3..

Saat hampir mendekati ring, Sasuke kembali di halangi oleh salah satu lawan. Ia sedikit kewalahan menghadapinya.

2..

Mendapatkan sebuah celah, Sasuke tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia menyingkir mendribble satu kali dan melompat tinggi kemudian memutar tubuhnya.

1..

PRIIIIIIIIIITTT

Peluit panjang telah di bunyikan. Dan itu bertepatan dengan masuknya bola yang di masukan Sasuke. Saat papan skor menunjukan angka 26-25, para siswa bersorak ramai. Sasuke tersenyum sumringah dan banyak teman yang menyelamatkannya.

Sakura hanya tersenyum senang dengan apa yang Sasuke lakukan. Tatapannya sangat lembut saat menatap sahabat sekaligus orang yang disukainya. Ah, tidak. Mungkin sekarang ia tidak menyukainya lagi. Tapi… mencintainya.

"Kau hebat Sasuke" ujar Gaara menepuk pundak Sasuke sambil tersenyum.

"Haha.. terima kasih," seru Sasuke sambil sedikit tertawa. Melihat tawa itu, Sakura semakin mengembangkan senyuman tulusnya. Sakura berjalan ke arah Sasuke untuk menyelamatinya. Tapi, langkahnya terhenti saat sebuah suara terdengar olehnya.

"Sasukeeee!" teriak Ino berlari menghampiri kekasihnya. Sasuke menoleh. Sakura hanya diam dengan expresi datar me,perhatikan mereka.

Tapi, expresinya berubah saat...

CUPP

…Sasuke dan Ino… berciuman tepat di tengah lapangan. Para siswa yang lain sangat heboh dan ramai melihat pemandangan di hadapan mereka.

Sakura amat sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Matanya melebar sempurna saat Sasuke membalas ciuman itu dengan mesra. Gaara yang tepat berada tidak jauh dengan Sasuke segera menglihkan pandangnnya untuk melihat Sakura.

Terlihat badan Sakura mulai bergetar seperti menahan tangis. Gaara dapat melihat mata Sakura yang mulai mengeluarkan cairan bening. Detik kemudian, gadis itu berbalik dan berlari cepat. Gaara kembali menoleh ke dua insan di sampingnya dan segera menyusul Sakura.


Sakura terus berlari tanpa ia ketahui kemana arahnya. Sampai ia berhenti di sebuah bukit dan hamparan pemandangan di hadapannya. Ia duduk bersimpuh dengan kedua lututnya. Air matanya terus merembes hingga membasahi rok yang ia kenakan.

"Kenapa? Kenapa aku harus menyukainya? Kenapa Ya Tuhan, KENAPA!" teriaknya dengan sesekali sesegukan.

"Sakura" panggil seseorang di belakang Sakura. Sakura segera menghapus air matanya dan menoleh ke belakang.

"G-Gaara?" ujanya. Gaara segera menghampiri Sakura dan duduk di sampingnya.

"Aku mengerti perasaanmu" ujar Gaara. Sakura hanya terdiam menunduk. Satu tetes air mata kembali jatuh.

"Dan aku harap hatimu bisa jauh lebih tenang" lanjutnya.

"Gaara, kadang aku menyesal. Mengapa aku bisa menyukainya hingga akhirnya cintalah yang tumbuh. Sungguh, aku sangat… tidak mengerti dengan diriku sendiri yang bisa mencintai sahabat kecilnya sendiri" ujar Sakura yang kembali menangis.

Gaara menoleh menatap Sakura yang tertunduk. "Sakura, dengarkan aku. Kau tidak perlu menyesal. Hakmu untuk memiliki sebuah cinta. Dan kau tidak pernah salah" ujar Gaara.

"Kau tahu, setiap orang mempunyai cintanya masing-masing sejak ia di lahirkan ke dunia. Tapi, apa mereka tahu cintanya kelak siapa? Tidak, Sakura. Setiap orang di pertemukan oleh Tuhan dengan cintanya dengan cara yang berbeda-beda"

"…"

"Ada yang saat ia kecil, dewasa, telah berumur, atau bahkan saat baru lahir. Kita takkan pernah tahu. Dan mungkin sejak kecil kau tidak tahu bila Sasuke akan menjadi cintamu di masa kini. Jadi tidak ada yang perlu kau sesali" seru Gaara.

"Tapi Gaara, aku menyukai orang yang salah. Aku telah merusak persahabatanku dengan Sasuke sejak kecil" ucap Sakura di selingi oleh sesegukan.

"Sakura, seperti yang telah aku bilang tadi. Setiap orang tidak tahu akan cintanya. Mungkin saja ia mencintai adik tirinya, mencintai sahabatnya, mencintai orang yang baru ia kenal dan sebagainya. Seharusnya kau bersyukur karena Sasuke selalu bersamamu sejak kecil" tukas Gaara.

"Jika kau mencintainya, cintailah dia. Jangan kau perdulikan statusmu sebagai sahabatnya" lanjut Gaara. Tangis Sakura semakin pecah. Gaara yang tak tega langsung merangkulnya. Membiarkannya menangis di dadanya.

"Menagislah, jika itu dapat membuatmu lebih tenang" gumam Gaara. Sakura terus menangis tanpa henti.

'Sasuke, maaf aku telanjur mencintaimu' batin Sakura.

TBC


gmana? gaje, bukan? tentu saja *pundung*

sekali lagi, xita sudah berusaha agar bisa lebih baik di chapter ini, tetapi jika tidak berkenan xita terima kritik dan sarannya karena xita masih baru disini.

mohon

R

E

V

I

E

W

:)