Girls Vs Boys, Basic Hard! Chapter 2

Discalimer: Masashi Kishimoto

Warning: OOC, Gaje, Alur kecepatan, Typos, Abal!

Genre: Frienship/Romance/Humor

.

.

Hana: Wah maaf gak bisa update kilat ;(

Uzu: Si Hana males

Hana: Huh, yg pentingkan sudah diupdate ;p

Uzu: Hn, terserah

Hana: Kita balas review dulu~

¤Pink Uchiha

~ Makasih sudah bilang bagus ;) RnR terus ya!

¤SasuSaku BF

~Wah Gomenne tak bisa update kilat, tapi maukah tetap RnR chp 2 ini? -di tendang-

¤4ntk4-ch4n

~Wah terimakasih sudah bilang ceritanya seru ;) tetep RnR ya!

¤Namikaze Sakura

~Hihihi...reviewnya lucu, maaf gak bisa update kilat =='v

¤Uchiha Sakura97

~Ini sudah di update, gomenne telat 2 bulan lebih -di siram- tetep RnR ya!

¤Hikari Sinju

~ Makasih dah bilang bagus, iya mereka berpasangan, dan sudah pasti selalu bersama, lihat saja chp ini -plakk- tetep RnR ya!

¤Saskra Hyunka

~ Wah aku keren -di geplak-, tetep RnR ya!

¤Cherrysakusasu

~Btul" Neji OOC banget -di tendang- tetep RnR ya ;)

¤Matsumoto Tsuki

~Betul" ;p but FB ku sekarang "Hatsui Minazuki" add saja kalau mau ;)

¤Nagisaangel

~Wah itu rencana saya sendiri *sok rahasia*, tapi tetep RnR kan!

¤Kurosaki Ichigo

~Wah sudah 2 bulan lebih lho gomenne gak bisa update kilat, banyak tugas sekolah, sebentar lagi UN, do'akan saya ya?

¤Jena

~Wah gomenne updatenya kelamaan, tapi tetap RnR ya! *maksa* -di lempar-

¤Mila Mitsuhiko

~Terimakasih Mila ;) RnR lagi ya !

¤LucCy ZaNiitha

~Ok! Luccy ;)

¤Haruno Misaki-chan

~Gomenne gak bisa update kilat ;( dan terimakasih sudah bilang fic abal ini keren ;) RnR lagi ya!

¤Harumi Sakura Sister

~Tenang saja Rumi-chan, Chp 3 bakalan telat update lagi -di tendang-

Gomen ne karena telat Update Ok langsung saja...

Don't Like, Don't Read!

and

Happy Reading~

Chapter 2:

Sakura masih berjalan santai bersama Temari yang masih mengemut permen yang ia beli tadi. Tiba-tiba saja sakura berhenti berjalan dan menoleh menatap Temari, yang di tatap pun malah kebingunggan.

"Err... ada apa ya Sakura?" tanya Temari dengan nada sedikit canggung.

"Tidak ada apa-apa kok, coba lihat ke depan!" Sakura menunjuk kearah depan, Temari pun mengikuti arah tangan Sakura menunjuk.

"Mereka sedang apa di depan pintu?" tanya Temari bingung.

"Entahlah, ayo kita dekati!" Ajak Sakura yang segera melangkah mendekati pintu kelasnya, Temari pun membuntutinya di belakang.

"Chiken but ngapain kau berdiri di depan kelas? Minggir, aku mau masuk!" Sasuke dkk pun menoleh mendapati Sakura yang memasang tampang santai di sampingnya ada Temari yang diam mematung memperhatikan seseorang yang sedang memejamkan matanya bersandar di tembok.

"Kau ingin masuk eh? Suruh dulu ketiga temanmu menyingkir dari pintu dan membayar denda telah mendobrak pintu kelas milikku!" kata Sasuke dengan suara datar.

Sakura pun berjalan mendekati Sasuke dkk dan melihat ke-3 kawannya sedang menunduk "Ino, Hinata, Tenten!" seru Sakura.

"Gomen itu bukan salah Hinata karena tadi kami berdua yang mendobraknya..." jelas Tenten sambil menunduk.

"Hei Ten, kau kenapa menunduk begitu? Apa kau takut pada Ratu Kipas? Atau si Forehead?" tanya Ino bingung sambil berbisik. Tenten pun segera menginjak kaki Ino "Auww, Sakit Tenten!" Seru Ino lantang, hingga membuat beberapa pasang mata menoleh padanya.

"Biar aku yang membayar dendanya dan kau Chiken butt berapa harga yang harus ku bayar hah?" tanya Sakura sembari menutup matanya berkacak pinggang.

"Kalau kau yang ingin membayarkannya itu lain lagi!" ucap Sasuke sambil menyeringai tipis.

Naruto dkk yang melihat seringai Sasuke pun merasakan keringat dingin mengalir keluar dari dalam pori-pori kulit mereka "Pasti dia telah merencanakan sesuatu yang berbahaya(baca:tidak baik)" ucap mereka dalam hati.

Sakura membuka matanya menatap Sasuke bingung "Maksudmu?"

"Kau tidak usah repot-repot membayarnya dengan uang, karena aku masih punya banyak uang, tapi kau harus menuruti lima permintaanku!" ucap Sasuke sambil menyeringai.

"Bagaimana kalau satu permintaan?" tawar Sakura dengan puppy eyes no jutsu andalannya.

"Tidak tetap lima!" Tegas Sasuke.

"Satu!" Ucap Sakura gak mau kalah.

"Lima!" ucap Sasuke agak kesal.

"Ya sudah dua permintaan..." ucap Sakura mulai mengalah.

"Kalau begitu enam permintaan!" ucap Sasuke sambil menyeringai. Sakura yang mendengar jumlah permintaannya di tambah pun mendelik kesal pada Sasuke

"Cih! Oke bagaimana kalau tiga permintaan!" ucap Sakura tampak nggak ikhlas.

"Kalau begitu tujuh permintaan!" ucap Sasuke cuek, Sakura pun makin mendelik kesal hingga mengepalkan tangannya tanda ia telah sangat kesal.

"Ehm... Hm.." dehem Kakashi yang merasa tidak di hiraukan. Perdebatan kecil itu pun berhenti.

"Eh, Kakashi-sensei! Sorry... I'm Forget hehe..." seru Naruto memamerkan cengiran khasnya.

"Hm... Kiba kau cepat masuk ke kelas! Dan kalian ikut saya!" ucap Kakashi dengan tatapan mata yang serius.

"Ha-i Sensei!" jawab mereka minus, Temari yang masih melamun, Sakura dan Sasuke yang malah main cuek-cuek kan, dan Shikamaru yang sedang memejamkan matanya bersender di tembok kelas, tidur mungkin.

"Oh iya, Neji kau ikut saya juga!" sambung Kakashi seraya berjalan menjauhi kelas di ikuti Sakura, Sasuke, Neji, Tenten, Hinata, Ino, Sai, Naruto, dan... Sepertinya ada yang kurang eh?

Sakura dan Naruto pun menolehkan kepala mereka "Ya ampun!" gumam mereka sambil menepuk jidat mereka.

Sakura segera berlari-lari kecil kembali ke depan kelas, dan menepuk pundak sobatnya yang langsung terjolak kaget "Kau sedang apa Tem?" tanya Sakura penasaran, karena Sakura dari tadi melihat Temari yang hanya diam mematung.

"Eh, ti..tidak kok!" jawab Temari masih tersenyum canggung.

"Shika... Shika... Bangun Shika!" Naruto mengguncang-guncangkan tubuh Shikamaru.

"Engh... Ada apa sih, mengganggu saja! Aku ngantuk tau!" gumam Shikamaru matanya terbuka malas, dan kembali memejamkan matanya lagi setelah menguap.

Sakura mengikuti arah pandangan Temari, Sakura pun tambah bingung dan penasaran "Err... Temari kau ngapain melihat Shikamaru? Kau suka padanya ya?" Tanya Sakura menyeringai tipis. Temari pun segera tersadar dari lamunannya dan menoleh menatap Sakura, otaknya masih lola untuk mencerna perkataan Sakura barusan, dan tiba-tiba raut muka Temari berubah dan semburat merah tipis tanpa Temari dan Sakura sadari muncul di wajah Temari.

"Enak saja! Dia itu orang aneh jadi aku cuma penasaran!" elak Temari yang langsung berjalan di ikuti Sakura yang masih menyeringai "Kenapa jantungku berdebar-debar?" batin Temari memegang dadanya.

"Ikhh, kalian tau yang aneh!" crocos Naruto yang baru connect, padahal Sakura dan Temari sudah jauh di depan. Naruto pun segera menarik tangan Shikamaru yang masih tertidur, dan yang ditarik pun langsung jatuh tersungkur, tapi tetap tak dipedulikan oleh Naruto, ia malah terus saja menarik Shikamaru, dan akhirnya Shikamaru pun hanya pasrah-pasrah saja.

"Hei Karin pertarungan gang kita melawan gang penantang kapan?" tanya cowok berambut biru pucat kita sebut saja Suigetsu.

"Hm.. pertarungannya mungkin satu tahun lagi sebab mereka bilang ketua gang mereka malas bertarung sudah lagi ketua gang kita juga selalu malas kalau tidak ada lawan yang seimbang, Sui kau sudah memberitahu teman-teman?" tanya cewek berambut merah marun kita sebut saja Karin.

"Kalau itu kan bisa tahun depan, lagian masih lama kan?" ucap Suigetsu santai.

"Benar juga ya!" gumam Karin.

"Hm, tumben kau tidak melabrak cewek yang dekat dengan Sasuke-kun mu itu eh?" tanya Suigetsu.

"Hm, dia ya itu bisa nanti!" jawab Karin sambil menyeringai seram, Suigetsu yang ada di samping nya pun begidik ngeri "Benar-benar mirip nenek lampir," batin Suigetsu saat melihat Karin menyeringai.

Kakashi berhenti tepat di depan gudang, belakang sekolah. Sasuke dkk pun ikut berhenti, dengan seribu tanda tanya di kepala mereka "Kira-kira akan di hukum apa ya?" batin mereka semua.

"Nah semuanya pakai penutup mata kalian!" perintah Kakashi dengan wajah tegas.

"Ha'i sensei!" jawab mereka serempak, dan segera memakai penutup mata mereka.

"Jangan banyak bergerak! Dan jangan membantah!" ucap Kakashi masih dengan nada tegas.

Ckleng, kring...

"Bunyi apa itu kok tanganku terasa berat?" batin Sasuke dan Sakura dkk.

"Nah kalian boleh membuka penutup mata kalian dan kalau ingin lepas temui kepala sekolah jaa~" Kakashi pun langsung melesat pergi meninggalkan SasuSaku dkk yang sedang melepas penutup mata mereka.

"KAKASHI-SENSEI AWAS KAU NANTI...!" seru SasuSaku dkk kesal hingga melupakan embel-embel sensei untuk Kakashi.

.

.

.

"Hey chiken butt sepertinya aku ada janji dengan seseorang!" kata Sakura.

"Hn, apa hubungannya denganku?" tanya Sasuke datar.

"Chiken butt baka, tangan kita kan diborgol jadi aku tuh mau ngajak kau ketempat perjanjian!" jelas Sakura kesal.

"Aku tidak mau!" jawab Sasuke acuh tak acuh.

"Bodo kau nggak mau tetap ku paksa!" Sakura lalu berlari kencang keluar koridor sekolah menuju taman belakang yang otomatis membuat Sasuke tertarik ikut bersamanya.

.

.

.

"Ne..Neji a..aku mau... Aku ada janji main basket sekarang..!" Tenten menunduk malu berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah karena bicara dengan sang pujaan hati.

"Main basket? Ayo!" ajak Neji dengan muka yg juga ikut memerah dan mereka pun segera berlari kecil menuju lapangan basket di samping kiri sekolah.

"Hah.. hah.. hah.. Tanganku sudah sakit sekali!" desis Tenten memegangi tangannya.

"Salah sendiri tadi nggak mau ngikutin aku langsung lempar 3 point malah mendrible sampai dekat ring!" Neji juga tengah memegangi pergelangan tangannya.

"Enak saja kau menyalahkanku kau juga salah tadi bukannya di lempar ke ring malah di lempar kelawan!" kata Tenten yang mulai kesal.

"Enak saja itukan nggak sengaja 'Panda' huh!" kata Neji dengan penekanan pada kata "panda" yang di tunjukkan untuk Tenten.

"Apa kau bilang tadi 'Princess'?" balas Tenten dengan penekanan pada kata "Princess".

"Panda!" balas Neji.

"Princess!" balas Tenten nggak mau kalah.

"Panda!"

"Princess!"

.

.

.

"Na..Naruto-kun sa..sakit..!" keluh Hinata dengan wajah blushingnya.

Naruto menghentikan langkahnya menuju kantin dan menengok menatap Hinata "Apanya yang sakit Hinata-chan?" tanya Naruto dengan tampang innocent.

"Tentu saja sakit dari tadi kan kau mengayun ayunkan tangan Hinata-chan dengan kasar 'duren'!" ucap Kiba dan di sebelahnya ada cowok penyayang serangga(?) Shino.

"Kenapa kalian tidak pulang? Sudah dari setengah jam yang lalu bel pulang?" tanya Shino datar.

"Tangan kalian masih di borgol ya ckckck.. kasihan Hinata-chan harus mengikuti bocah sepertimu 'duren'!" ucap Kiba.

"Grrr... 'Rabies'!" balas Naruto.

"Duren!"

"Rabies!"

"Duren!"

"Rabies!"

.

.

.

"Ino kita pulang yuk!" ajak Sai sambil tersenyum pada Ino.

"Pulang? Nggak ah, aku masih mau nyari baju!" tolak Ino.

"Memangnya kau tidak malu jalan-jalan ke mal dengan tangan diborgol seberti ini?" tanya Sai dengan tampang polosnya.

"Eh?" Ino diam mematung mendengar perkataan Sai.

"Haduhhh... aku lupa lagi kalau tanganku ini kan di borgol sama Kakashi-sensei tadi" batin Ino panik.

"Ino?" tanya Sai masih dengan senyum palsunya.

"I..iya ayo kita pulang!" Ino lagsung menggenggam tangan Sai.

"Kenapa menggenggam tanganku?" tanya Sai lagi.

"Sudah kau diam saja!" jawab Ino dengan penuh penekanan.

Tiba-tiba saja Sai berhenti melangkah, Ino mengernyit heran karena tiba-tiba saja Sai berhenti padahal sudah dekat pintu keluar mal "Mengapa kau tiba-tiba berhenti Sai-kun?" tanya Ino bingung dan Sai pun menoleh menatap Ino masih dengan senyum khasnya dia berkata "Kan tadi katamu aku di suruh diam saja!" kata Sai, polos tanpa dosa.

Ino yang mendengarnya menjadi kesal dan langsung berkacak pinggang mengomeli Sai "Aku menyuruhmu diam bicara bukan berhenti berjalan Sai-kun, lihat jadi banyak orang yang melihat kita dan bla..bla..bla.." Ino terus saja mengoceh tanpa henti yang malah membuat mereka menjadi ajang tontonan gratis, bagi pengunjung mall.

.

.

.

"Hei Nanas ngapain gitu bosen tahu nemenin kau tiduran disini!" ucap Temari kesal.

"Huh, dasar semua cewek itu merepotkan!" gumam Shikamaru yang masih memejamkan matanya berbaring di bukit dekat stasiun.

"Merepotkan katamu? Memangnya aku pernah melakukan sesuatu yang membuatmu mengucapkan merepotkan hah?" tanya Temari dengan suara 'toa' nya sedikit membuat Shikamaru tersentak kaget.

"Banyak sekali seperti mengomel dari bel pulang berdering, suara 'toa' mu yang membuat telingaku terasa pengang, adikmu yang kelewat garang, lalu..."

"Lalu? Sudah cukup menyalahkan adikku hah? Tadi kau bilang suaraku seperti 'toa' kan?" Temari mulai naik darah menatap Shikamaru yang sudah berkeringat dingin dengan tajam.

"Eh.. Ano... Ano..." Shikamaru mulai gugup.

.

.

.

Sakura terus saja berlari di ikuti Sasuke dibelakangnya dan berhenti secara tiba-tiba tepat dibawah sebuah pohon ek hingga membuat Sasuke yang terseret-seret(?) di belakangnya tanpa sengaja menabraknya hingga mereka terjatuh dan Sasuke menindihi Sakura "Chiken butt kau berat sekali cepat minggir dari tubuh ku!" bentak Sakura kesal.

Dan Sasuke pun menyingkir dari tubuh Sakura dan mulai berdiri sedangkan Sakura mulai membalikkan tubuhnya menghadap Sasuke yang mencoba berdiri. Tiba-tiba saja tangan kiri Sasuke tertarik dan untuk yang kedua kalinya dia menindihi Sakura tapi kini ada yang beda karena Sakura kini menghadap Sasuke maka dari itu SasuSaku kini dengan perfect 'berciuman' di bawah pohon mangga di taman belakang sekolah yang sepi, ckckck benar-benar tempat yang 'romantis'.

"Wah asyik nih~" goda seorang cowok berambut merah darah pada dua sejoli yang sedang berciuman itu.

Cowok berambut merah darah itu pun sesegera mungkin melompat dari atas pohon ek, dan menghampiri Sasuke dan Sakura yang kini saling membuang muka karena malu.

"Sasori-nii... Itu cuma kecelakaan!" elak Sakura memukul-mukul bahu Sasori kakaknya.

"Hahahaha... Sasuke saja tidak bilang gitu hahaha.." Sasori terus tertawa melihat kelakuan adiknya "Sekarang kau sudah cukup dewasa untuk melakukannya Saku-chan," ucap Sasori sambil menangkis pukulan adiknya.

"Melakukan apa?" tanya Sakura yang masih memukul-mukul bahu Sasori, dan tanpa Sakura sadari muncul semburat merah tipis di pipinya yang putih itu.

"Berciuman.. Hahahahahaha..." jawab Sasori yang tertawa geli karena Sakura mengelitikinya.

"Andai kakakku juga seperti Sasori..." batin Sasuke sambil tersenyum tipis melihat keakraban kakakberadik Haruno itu. "Pinky kalau kau ingin memukul kakakmu jangan bawa-bawa tanganku!" ucap Sasuke datar.

"Eh?" Sakura langsung menghentikan aktifitasnya dan menggaruk-garuk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal dengan tangan kirinya.

.

.

.

Naruto dan Hinata kini sedang berjalan pulang berdampingan. Naruto selalu saja berbicara tanpa henti, yang hanya di balas dengan gagap oleh Hinata.

''Brakk!''

''ah... aduh," suara erangan pun terdengar di jalan yang sepi itu, setelah truk besar melewatinya.

"Aduh, dasar kenapa begini sich! Hinata-chan kau tak apa kan? Eh, Hi... HINATA-CHAN~" Naruto berteriak panik, wajahnya pucat di hiasi bulir-bulir keringat dingin.

.

.

.

Di sebuah taman kanak-kanak kini Tenten dan Neji sedang memasang tampang kesal.

"You're My Friend... Ah~ ano..." suara ringtone tanda panggilan masuk pun berbunyi nyaring dalam saku celana Neji.

Neji yang merasa bahwa HP-nya lah yang berbunyi, Neji segera meronggoh katong celananya dan mengambil Hp-nya yang sudah berdering nyaring.

"Moshi-moshi," ucapnya sopan. Tiba-tiba saja wajah kesal Neji tergantikan dengan tampang pucat, bahkan Tenten yang sendari tadi memperhatikannya pun malah mengangkat sebelah alisnya tatkala melihat wajah kawannya atau rivalnya itu berubah pucat.

"Ada apa Nej.. eh Cinderlella?" tanya Tenten bingung.

"Namaku Neji Hyuuga! Kita harus cepat ke rumah sakit konoha!" ucap Neji menjawab pertanyaan Tenten.

"Memangnya ada apa eh?" tanya Tenten dengan tampang bingung.

"Hinata masuk rumah sakit, Tenten," ucap Neji dengan penuh penekanan.

"Hah? Ba..bagaimana bisa?" Tenten pun menatap Neji dengan tampang panik sekaligus penasaran.

"Dasar Perempuan cerewet!" gumam Neji, setelah bergumam demikian Neji pun berjalan melewati Tenten, otomatis Tenten pun jadi mengikuti Neji.

~TBC~

.

.

.

Hn, RnR?