Cerita nan cacad ini sudah terupdate lagi.
Saya mau mengucapkan maaf kepada smuanya karena di chap sebelumnya tidak tertera, kapan chap ini akan di update.
pyro-san: Hubungan Zhou yu ama Wei yan adalah mereka sama" menjadi bagian yang menyusun karakteristik Wei Yu. Sori di buat binggung ma cerita saya *di tembak di tempat
Silver-san: (apakah yang harus daku reply?) *karena bingung, di hipnotis Zhang Jiao jadi pengikut yellow turban.
Happy Reading ^^
" Kemari, ayo ikuti aku" perintah perempuan yang memakai coat itu.
" Kemana?"
" Sudah Cepat ikuti saja, aku berniat membantumu."
Wei Yu mengikuti perempuan itu sampai di sebuah gudang senjata yang sepi. Disana Ia membuka topi coatnya ternyata perempuan itu memiliki wajah yang cantik seperti seorang putri , umurnya kira-kira lebih tua dari Wei Yu 2 tahun. Perempuan itu mengambil sebuah busur dan beberapa anak panah. Wei Yu Hanya terdiam melihatnya.
" Apa yang kau tunggu, Pilih senjatamu, kita akan keluar dari sini. Aku sudah muak disini, apalagi minggu depan aku akan di tunangkan dengan putra pamanku yang bodoh itu. "
" B-baik"
Wei Yu pun memilih senjata yang sama seperti yang sudah ia pilih di Pillar of Awakening, Sword dan Glaive. Tiba – tiba seseorang muncul.
" Hhmm, Jadi anda ingin melarikan diri bersama pemberontak ini, Huh putri Zhou Ying? Tanya Orang tersebut.
"Kau seorang putri? Aku di tolong keluarga raja sungguh memalukan? Kata Wei Yu kemudian ia diam membisu.
" Lu Xun, kau pasti akan melaporkan ini pada paman Quan kan?"
"Tergantung? Apakah kalian mengijinkan aku ikut dalam pelarian ini?"
"Kau? Seorang Lu Xun mau memberontak? Tidak mungkin."
"Serius, aku sudah tidak tahan, jika di sini terus bisa-bisa aku di paksa Yang Mulia Quan untuk membuat strategi melawan Wu Rebellion Force kalau kabar pemberontakan ini terdengar di telinga Sima YI. Lagian Kalian pasti tidak mau lari sekarang, sekarangkan sedang ada perayaan karena pemimpin Wu Rebellion force telah mati ditambah dengan kemenangan melawan sisa pasukan Wei. Bayangkan saja jika ketahuan kalian bisa-" Belum selesai Lu Xun bicara pembicaraan itu sudah di potong Zhou Ying.
"Baik-baik Kau boleh ikut, kau tidak keberatankan Wei Yu? Sudah jangan pedulikan jika kau di tolong olehku, lagian sejak paman Quan menyerah aku tidak pernah merasa menjadi keluarga raja lagi."
"Baiklah. Lagian aku sudah tau semua ini salah shadow, kenapa aku masi menyalahkan kerajaan, dan jika aku bisa keluar akukan bisa menghajar para shadow itu dan menemukan beberapa hal yang ingin ku ketahui?" pikir Wei Yu.
"Sekarang akan kujelaskan strategi pelarian kita, pelarian akan kita lakukan besok pada saat Wei Yu berada di tempat Eksekusi. Pertama tugasmu Zhou Ying Pergilah ke kandang kuda dan siapkan 3 Kuda."
"2 saja cukup, aku tidak suka dengan kuda. Kecepatan berlariku sudah lebih cepat dari seekor kuda ( ea sombong bner ne anak )." Bantah Wei Yu.
" Baiklah Siapkan 2 ekor saja dan arahkan mereka tepat kepintu keluar di belakang istana, kusarankan kau sudah bersiap diatas salah seekor kuda, bawalah Senjata yang sudah kalian pilih tadi. Selanjutnya tugasmu Wei Yu, sebenarnya tidak terlalu berat kau hanya perlu mengikuti semua perintahku besok, tenang saja aku tidak akan mengkhianati kalian." Jelas Lu Xun."Sekarang kembalilah ketempat masing-masing."
Penjara Di istana Jian Ye
"Bantuan ternyata datang, bisakah aku menemukan lebih banyak lagi tentang shadow."
"Jaga putriku baik-baik ya" Kata" Xiao Qiao kembali lagi ke benak Wei Yu.
"Tunggu dulu nama putri itu Zhou Ying, marganya sama dengan penasihat Zhou, setauku menurut cerita ibu serigala, Sun Ce dan sahabatnya menikahi 2 Qiao Bersaudara. Ini berarti orang yang dititipkan Xiao Qiao kepadaku adalah Zhou Ying? Ah sudahlah tidak ada gunanya kupikirkan sekarang, yang harus kupikirkan adalah apa yang akan kulakukan jika besok si ahli strategis itu berbohong."Pikir Wei Yu.
Kamar Zhou Ying
"Kenapa ini? Perasaan apa ini? Kenapa setiap kali aku melihatnya dadaku terasa hangat ?"
Aula Pesta
" Yang Mulia Quan, Boleh Hamba minta sesuatu?" Tanya Lu Xun
" Tentu saja Lu Xun berkat kau pemimpin Para pemberontak itu tertangkap." Jawab Sun Quan
" Bolehkah besok aku yang mengeksekusi pemberontak yang tertangkap itu, pada saat perjalanan kepenjara dia mencoba membunuhku, maafkan aku Yang Mulia." Jawab Lu Xun Bohong.
"Tentu."
"Selamat tinggal Wu, aku pasti akan kembali setelah menemukan cara mengalahkan menyingkirkan Jin dari Wu." Kata Lu Xun dalam hati. Setelah itu ia hanya melamun sambil memikirkan apa yang akan di lakukannya setelah keluar dari tempat ini.
"Yo, Lu Xun, kenapa murung? Apa yang sedang kau pikirkan? Hari ini kita sukses besar, Pemimpin pemberontak itu telah di kalahkan, dan Para sisa pasukan wei juga berhasil di pukul mundur." Seru Ling Tong
"Ah bukan apa-apa, tidak ada yang sedang kupikirkan?" jawab Lu Xun berusaha tersenyum.
"Jika kau kurang enak badan, mengapa tidak pergi istirahat saja?" saran Gan Ning
"Ya kurasa aku butuh Istirahat." Balas Lu Xun sambil pergi ke ruangannya.
Sementara itu di suatu rumah di Cheng Du.
"ArgghhH, aku bertemu dengan orang yang akan menjadi strategisku di mimpi, tapi dia lemah sekali." Kata seorang pemuda
"Tenanglah, pasti dia sama denganmu, pasti pada saat kau lihat kekuatannya belum bangkit." Jawab seorang wanita yang Umurnya kira-Kira lebih muda 2-4 Tahun.
"Bagaimana jika kekuatannya tidak bangkit dan dia terbunuh? Apakah aku harus tetap menunggu sampai dia datang?"
"Entahlah."
Keesokan paginya Di Penjara Istana Jian Ye.
"Byurrrrr." Air dari sebuah ember di tumpahkan oleh seorang prajurit Wu ke muka Wei Yu.
"Cepat Bangun dan Ikuti Aku." Perintah Prajurit yang lain.
"Baiklah, Aku harap Lu Xun Bisa di andalkan. Tapi biarkanlah jika tidak aku sudah punya rencana Candangan." Pikir Wei Yu
Wei Yu pun di bawa ke sebuah Lapangan, lapangan itu sudah di kerumuni beribu-ribu orang. Ia dibawa melewati orang-orang itu dan ditengah kerumunan orang itu ia bisa melihat Lu Xun sudah bersiap dengan Twin Sabernya. Wei Yu dibawa ke arah Lu Xun dan Eksekusi pun siap dilakukan.
Di Balkon istana yang menghadap ke lapangan itu.
Di balkon itu semua jendral berkumpul ( Lu Xun yang menyarankan agar seluruh jendral Berada di balkon ini ).
" Yang Mulia, Kenapa Yang mulia memerintahkan Lu Xun untuk mengeksekusi orang tersebut, Yang Muliakan tahu sendiri Lu Xun tidak Suka membunuh Orang Wu." Seru Lu Meng
" Sudahlah, Mungkin dia memiliki dendam pribadi dengan orang ini." Jawab Sun Quan.
" Ada sesutatu yang tidak beres, Lu Xun bukan tipe pendendam, jangan-jangan Lu Xun Bermaksud-, celaka aku harus menghentikannya." Pikir Lu Meng.
Sementara itu di tempat Zhou Ying
"Lama sekali mereka, aku harap semua baik-baik saja." Seru ZhouYing.
Di Tempat Eksekusi
" Psst, Wei Yu katamu larimu lebih cepat dari kudakan." Bisik Lu Xun
"Benar, karena aku di besarkan oleh serigala." Jawab Wei Yu Berbisik.
" Baiklah kalau begitu kau sekarang lari ketempat Zhou Ying, dan aku akan pura-pura mengejarmu, tenang saja yang mengejar pasti hanya aku dan 2 prajurit yang disitu, orang lain yang berkumpul disini hanyalah rakyat biasa, kau tak perlu khawatir."
"Baiklah aku mengerti, Aku sudah salah menilai orang ini."
Lu Xun pun memperlemah genggamannya agar Wei Yu bisa lolos dan kabur. Setelah lepas dari genggamannya Wei Yu pun berlari menggunakan kaki dan tangannya layaknya seekor serigala dan melesat menembus para kerumunan itu.
"Sial, Dia kabur kejar dia!" Seru Lu Xun
"Lu Xun, apakah dia akan berhasil tepat waktu." Pikir Wei Yu sambil berlari.
"Wei Yu, akhirnya kau datang. Mana Lu Xun? Apakah dia tidak jadi ikut?" Tanya Zhou Ying
"Entahlah, dia sedang pura-pura mengejarku."
"Pura –Pura mengejarmu?"
"Ceritanya panjang, Insting serigalaku mengatakan sesuatu terjadi padanya, bawa kuda Lu Xun dan kudamu ke hutan di seberang sana, Jangan lupa perlengkapan yang lain juga." Seru Wei Yu sambil menunjukan ke sebuah hutan.
"Tapi hutan itukan terkenal dengan binatangnya yang haus darah."
"Jika kau takut tunggu saja di luarnya, oh ya mana senjataku, aku pasti akan membutuhkannya."
"Ini" seru Zhou Ying Sambil melempat Glaive dan Sword untuk Wei Yu.
"Terima kasih Zhou Ying."
Sementara itu
Lu Xun yang sedang berlari mengejar Wei Yu tiba-tiba di cegat Lu Meng.
"Lu Xun, apa yang sedang kau rencanakan, kau tidak berencana untuk kabur bersama pemberontak itukan?" tanya Lu Meng
" Apa Penasihat Lu ingin kabur bersama pemberontak itu?" Kata salah satu prajurit yang ikut mengejar Wei Yu.
"Dasar Pengkhianat." Kata prajurit yang lain sambil mengacungkan tombaknya.
"Justru kalian semua yang pengkhianat, kalian sudah bukan bangsa Wu lagi, kalian hanyalah boneka Negara Jin." Bentak Lu Xun.
"Lu Xun Kau akan di hukum berat karena kau telah mengatakan hal itu, Prajurit tangkap dia." Perintah Lu Meng.
" Sial meskipun yang kukatakan tadi benar, mereka ini masih orang Wu, Mustahil aku melukai mereka." Pikir Lu Xun.
"LU XUN! Aku datang membantu." Jerit Wei Yu.
"Wei Yu?" Lu Xun Berseru Dengan Heran.
"Aku datang membantumu sekarang kita Impas. Kau tak bisa menyakiti pasukan Wu inikan, biar aku saja?" Seru Wei Yu sambil Mengayunkan Glaive memukul ke-2 prajurit tersebut hingga pingsan.
"Ayo naik ke punggungku." Perintah Wei Yu.
"Lu Xun, ada apa denganmu?" tanya Lu Meng
"Maafkan aku Lu Meng." Maaf Lu Xun sambil meneteskan air matanya.
Setelah itu Wei Yu terus berlari dan Lu Meng pun semakin tidak kelihatan.
"Wei Yu, mana Zhou Ying?"
"Di luar hutan disebelah sana."
Wei Yu pun berlari ke arah Zhou Ying.
"Cara lari, orang ini sangat aneh."pikir Zhou Ying
"Hey, Lu Xun Mohon turun sekarang, kau agak berat."seru Wei Yu
"Oh maaf."
"Wei Yu, kenapa kita kesini?" tanya Zhou Ying
"Menemui ibu dan kakakku, ada masalah?"
Mereka bertiga pun masuk ke dalam hutan.
"Aku tidak percaya ada manusia yang hidup disini." Kata Lu Xun
"Memang tidak ada." Jawab Wei Yu tenang.
"Apa jadi siapa ibu dan kakak yang kau maksud?" Seru Zhou Ying terkejut.
Dari balik sebuah pohon muncul 2 ekor serigala putih.
"Itu mereka, orang tuaku sudah lama mati. Merekalah yang membesarkanku."
"Jadi itu sebabnya dia bisa berlari begitu." Seru Zhou Ying
"Bu bisa izinkan mereka menginap disini hanya malam ini saja." Tanya Wei Yu.
"Woof (Tentu saja )" seru ibu serigala tersebut.
"Terima kasih, bu. Kata ibu kalian di ijinkan menginap disini, besok baru kita bicarakan apa yang akan kita lakukan." Seru Wei Yu.
Di istana Jin.
"Sima Yi, anak itu sudah mulai bergerak aku bisa merasakannya, dan ada yang melindunginya." Seru Seseorang.
"Tenang saja, Akan ku perintahkan beberapa Shadow untuk menghalangi mereka."
Ohh Tidak Sepertinya cerita saya makin cacad dan ngawur gx jelas.
Bagi yang Suka hal" yang berbau KOEI silakan kunjungi ini
.com/DW_Lovers_Indonesia/index/ (Promosi mode : active )
yap sekian, FF ne akan di update Minggu Depan ( kalo bisa saya usahakan secepatnya ).
Please R&R
