T.T kembali lagi dengan saya, Pertama-tama saya mau minta maaf sebesar - besarnya karena mungkin chap - chap selanjutnya akan sedikit terlambat di update, mengingat sudah hampir UN. Jadi saya Mohon Maaf.
Pyro-san : Thanx, Moga" bisa saya pertahankan sikap Lu Xun yang seperti itu.
Ne Way Enjoy.
" Wei Yu, kau yakin kita bisa percaya dengan orang-orang dari kerajaan ini? Bukanya kau ingin balas dendam? Kenapa mereka bersamamu sekarang?" tanya Fenrir.
"Jie, Tenang saja, Meninggalnya orang tuaku bukan disebabkan kerajaan."
"Jadi siapa yang menyebabkannya?"
" Kalau di ceritakan, ceritanya akan panjang dan aku jamin JieJie tidak akan mengerti sedikit pun."
" Ya sudahlah, Tak usah di jelaskan. Kau istirahat dulu."
" Sebentar lagi, Langit begitu indah malam ini."
" Lu Xun."
"Ya, Tuan putri."
"Kau jangan memanggilku tuan putri lagi, aku kan tidak akan pernah menikah dengan putra mahkota."
"Meskipun begitu kau tetaplah Tuan Putriku, Tuan Putri"
"Tidak, Panggil saja aku Zhou Ying, OK?"
"Baik T- ,Zhou Ying"
"Menurutku Wei Yu itu aneh."
"Aneh Kenapa?"
"Dia berbicara dengan serigala bahkan berlari seperti serigala. Aku mulai berpikir jika dia itu –"
"Jangan berpikir yang macam-macam, dia bisa begitu karena dia di besarkan oleh serigala."
"Jadi menurutmu, Lu Xun Jika aku juga di besarkan oleh serigala apa aku akan seperti itu juga?"
"Mungkin, Tapi diri Zhou Ying yang seperti itu tidak bisa kubayangkan."
"HaHa, Kurasa kau benar."
Zhou Ying dan Lu Xun pun tertawa bersama.
" Hei Wei Yu, Kemari!" Perintah Zhou Ying.
" Kalian tidak keberatan, aku bergabung, maksudku kalian tau aku-"
" Sudahlah jangan dipikirkan, Lagian Aku tidak suka Wu yang sekarang. Ayo Duduk!." Seru Lu Xun
" Wei Yu, aku tau kita sebaiknya bahas ini besok saja tapi kau mau kemana sekarang? Masih ingin mencoba membunuh Paman Quan?"
" Tidak, Aku akan ke Shu ada orang yang menungguku disana."
" Aku Juga memutuskan untuk ke Shu, setidaknya dari 3 Kerajaan Cuma Shu saja yang masi berdiri, aku ingin menemui Sahabat sekaligus Rivalku Jiang Wei. Kalau kau Zhou Ying?" Seru Lu Xun
" Entahlah aku sudah tak mau pulang ke Istana Jian Ye dan tidak ada tempat yang ingin aku datangi."
" Mengapa tidak ikut kami ke Shu? Kau tidak keberatankan Lu Xun" Tanya Wei Yu. Lu Xun mengangguk mantap.
" Benarkah, Bukankah aku hanya akan menjadi beban?"
" Tidak mungkin, aku yakin kau pasti akan banyak membantu kaukan putrinya Strategis ternama di Wu, Zhou Yu." Jawab Lu Xun.
" Tapi aku kan tidak sepintar BaBa." Jawab Zhou Ying menunduk.
" Zhou Ying, Sudahlah kemampuan tidak akan muncul begitu saja. Jadi benar orang ini yang harusku jaga." Pikir Wei Yu.
" Baiklah." Seru Zhou Ying sambil kembali tersenyum.
" Sudahlah, Ayo Istirahat besok kita kan akan berangkat ke Shu." Seru Wei Yu.
" Benar Istirahat juga merupakan strategi yang bijak untuk meningkatkan kekuatan." Seru Lu Xun.
Pada tengah malamnya, Hutan yang mereka tempati telah terbakar.
" Wei Yu! Bangun!" seru Fenrir
" Ada apa Jie?"
" Hutan ini kebakaran, ibu sedang membangunkan temanmu yang lain."
" Apa? Siapa yang melakukannya?"
" itu tidak penting."
"Woof" Seru ibu serigala sambil menjilati muka Lu Xun dan Zhou Ying hingga membuat mereka bangun.
"Wow, apa yang terjadi, apa sudah pagi? Panas sekali hari ini." Seru Zhou Ying
" Zhou Ying, sadar ini masih tengah malam, Hutan ini terbakar."
" Wahhhh, APA?" seru Zhou Ying sambil mengucek- ngucek matanya.
" Woff, Woof."
" Kau ingin kami mengikutimukan?" tanya Zhou Ying.
" Woof" Seru Ibu serigala tersebut menandakan kesetujuannya.
" Jie kita mau kemana?"
" Keluar dari hutan ini, aku dan MaMa telah menyetujui , kita akan berkumpul lagi di luar hutan ini."
" Huh? Ada seseorang di sana. Jie Kau keluarlah dulu, aku akan mengejar orang itu."
" OK, Jaga dirimu Wei Yu."
" Huh? Siapa itu?" seru Zhou Ying sambil berjalan ke arah orang yang dilihatnya.
Di Luar hutan.
"Ma, Mana teman Wei Yu yang perempuan?"
"Tepat berada di Belakang-" Ibu serigala menghentikan kata-katanya saat ia menoleh kebelakang dan hanya menemukan Lu Xun.
" Woof, Woof? ( Hei anak muda, mana putrimu itu?)" seru Fenrir
Lu Xun yang tidak mengerti apa-apa hanya bingung.
" Hei Zhou Ying, kau tahu apa yang sedang mereka bi-" Suara Lu Xun berhenti saat mengetahui Zhou Ying tidak ada di belakangnya. " Mungkin yang ingin Kau tanyakan adalah dimana temanku yang satu lagi kan?"
" Woof" seru Fenrir Setuju.
" Aku juga tidak tahu. Ngomong – Ngomong mana Wei Yu? Bicara apa aku ini meskipun di jelaskan, pasti aku pun tak mengerti."
" Woof Woof?,( Benar, mana Wei Yu Fenrir)?"
" Wooooffff (Dia sedang mengejar seseorang di hutan) ." Jawab Fenrir
" Sesuai dugaan ku, aku tak mengerti sedikitpun. Sepertinya Wei Yu pun berada di dalam hutan, Ayo kita tunggu saja disini dan berharap Wei Yu akan bertemu Zhou Ying dan membawanya keluar."
Di Dalam Hutan
" Sial, aku kehilangan dia." Seru Wei Yu sambil terus mencari Bayangan tadi.
" Aw, aku hilang di hutan yang terbakar seperti ini, Apakah ini akhir dariku?" Tangis Zhou Ying
" Huh Itu dia, Hei Kau jangan lari?" Seru Wei Yu.
" Itu kan suara Wei Yu, WEI YU, AKU DISINI!" Jerit Zhou Ying Sambil berlari kearah Wei Yu.
" Suara Zhou Ying, Mungkinkah dari tadi yang kulihat adalah bayangan Zhou Ying?" Sambil berjalan ke arah bayangan tersebut.
" Wei Yu, Syukurlah aku kira aku takkan pernah melihatmu lagi!." Tangis Zhou Ying.
" Sudahlah, Jangan menangis lagi. Ayo kita Keluar."
" Aku memang ingin segera keluar."
Mereka pun berjalan keluar tetapi di tengah perjalanan.
" Sudah kuduga yang kukejar bukanlah bayangan Zhou Ying. Siapa kau?" Seru Wei Yu sambil mengacungkan Pedangnya.
" HAHAHAHA, Aku adalah Pemimpin Shadow ke-13, OmniFlaria." Kata seorang Perempuan atau lebih mirip seorang penyihir.
" Zhou Ying, Berhati-hatilah. OmniFlaria Katakan dimana Death berada!" Perintah Wei Yu.
" Panggil saja aku Flaria, HAHAHAHA, Kalahkan aku dulu, Nanti pasti akan ku beri tahu." Kata Flaria Sambil mengayunkan Tongkatnya dan " Flare Bomb" Sebuah bola api keluar dan melesat ke arah Wei Yu dan Zhou Ying.
"Zhou Ying, Menghindarlah Cepat. Jadi Kau yang telah membakar hutan dan rumahku ini?" kata Wei Yu sambil mengayunkan pedangnya memukul bola api itu, yang mengakibatkan bola itu kembali ke Flaria.
" Kyaaa!" Jerit Flaria.
" Rasakan jurusmu sendiri Flaria, Emm Tapi maaf aku takkan menyerangmu, Jika aku menyerangmu mana bisa aku di sebut laki-laki meski kau ini Shadow." Seru Wei Yu.
" HAHAHA, Kalau kau tak mau menyerangku biar aku saja yang menyerangmu."
Sebuah anak panah melesat dan menembus dada Flaria.
" Ehh, kau kira panah seperti itu bisa membunuhku? Rasakan ini Gadis Kecil." Seru Flaria sambil mengayunkan tongkatnya lagi." Magma Floor " Seluruh tanah disekitar Flaria berdiri berubah menjadi Lava yang siap membakar.
" Ouch, Kaki ku Panas."
" Zhou Ying, bertahanlah, aku akan membantumu." Seru Wei Yu.
" Bagaimana Kakiku panas Sekali?" tanya Zhou Ying.
" Biarku bantu, Cepat Naik ke punggungku." Seru Wei Yu setelah menggigit gagang pedangnya, kemudian ia berlari kearah Zhou Ying.
" Baik."
" Mau kabur ya, Jangan Pikir akan kubiarkan begitu saja." Seru Flaria.
Wei Yu terus menerus berlari tanpa arah kemudian dilihatnya sebuah gua. Dia berlari ke arah gua itu sambil Menebang semua Hal yang ada didepannya dengan pedang yang di gigitnya.
" Zhou Ying, Kau tunggu di gua ini. Tenang setelah selesai semua pasti aku kembali kesini untuk menjemputmu, Jadi jangan takut ya."
Zhou Ying hanya mengangguk
" Baiklah aku pergi dulu."
" Di situ Rupanya kau, Eh Mana temanmu?"
" Bukan Urusanmu Flaria, Sekarang kau akan kukalahkan. HAAAAAA! 'Wild Wolf Lend me Your Aid!'" Aura Serigala Muncul kembali di sekitar Tubuh Wei Yu. Pedang Dan Glaivenya pun kembali bersinar dan Menjadi Double Ancient Voulge.
" Ohh Jadi kau bocah yang di katakan tuan Death, Baiklah kau akan ku uji dulu."
" Menguji? Kau takkan pernah hidup lagi jika kau telah melihatku dalam keadaan seperti ini." Seru Wei Yu Sambil mengayunkan Double ancient Voulgenya.
" Lunartic Light"
Sebuah Cahaya terang, memancar dari bulan dan membuat tanah yang tadinya berupa lava menjadi normal kembali.
" Sekarang, aku sudah bisa bergerak dengan bebas. Kau akan mati Flaria."
" Heh? Bukannya kau bilang kau takkan menyakitiku?"
" Memang benar, Tapi Kau memang pantas mati, Karena kau telah menyakiti orang yang harus kulindungi, meskipun hanya sedikit tetap takkan bisa kumaafkan."
" Oh Ya, Mari kita lihat siapa yang lebih kuat. FLARE BLAZE" seru Flaria. 5 buah pilar api menyembur keluar dari tempat Wei Yu berpijak, Karena gerakannya yang lincah dia berhasil menghindarinya.
" Itu saja kemampuanmu? Sekarang giliranku, CHAOTIC WIND FANG " Seru Wei Yu sambil berlari kearah Flaria kemudian menancapkan kedua Ancient Voulgenya ke tubuh Flaria dan membuat Flaria Terbang seperti di sedot kedalam tornado, kemudian di muntahkan.
" Kurang ajar kau, Tunggu saja pembalasanku."
" Selamat Tinggal, Gadis Berapi. Huh Siapa Itu? Zhou Ying? Kau kan sudah kubilang tunggu di Gua itu."
" Wei Yu Sebenarnya, kau ini makhluk apa?" tanya Zhou Ying dengan wajah yang ketakutan
" Tenang Saja, Akan ku jelaskan, Jangan takut begitu." Seru Wei Yu, aura di tubuhnya pun menghilang.
" Baiklah, Aku yakin Kau tidak akan menyakitiku." Seru Zhou Ying Sambil kembali tersenyum
Minna Sumimasen! ( Sok , pasti penulisannya slah )
Kalo cerita ku ini makin lama makin gx nyambung A.K.A GaJe.
Yap seperti yang tertera mungkin akan agak telat saya update jadi mohon maaf. Tapi tenang akan saya usahakan tpat waktu.
Nah sekarang bagaimana kalau di review?
