Saya harap gx ada yg menunggu cerita cacad saya selama 2 minggu, tapi kalo ada saya mau mengucapkan 1 JUTA MAAF, karena terjadi gangguan yang tidak saya inginkan.
anyway karena gx ada yang ngerevie, kita langsung z ke ceritanya
" Zhou ying, ayo kita ke gua tadi untuk berlindung dari api ini."Seru Wei yu
" Baiklah"
Setelah beberapa lama Zhou ying dan Wei Yu menunggu di Gua Tersebut, akhirnya kebakaran di hutan tersebut berhenti juga. Kemudian Wei Yu pun memecahkan keheningan.
"Zhou Ying, ayo kita keluar aku yakin Lu Xun, Ibu dan Fenrir JieJie pasti mengkhawatirkan kita." Seru Wei Yu.
"Baiklah, tapi sambil berjalan keluar kau harus menceritakan kau ini siapa?"
"Sebelum ku jawab, ada yang ingin ku tanyakan, apa benar orang tuamu adalah Penasihat Zhou dan salah satu dari 2 Qiao, yaitu Xiao Qiao?"
"Benar, Apa hubungannya denganmu?"
"Baguslah kalau begini bisa ku jelaskan, Saat aku berada dalam penjara di istana Jian Ye, aku bermimpi, tapi itu juga tidak bisa di bilang mimpi, mungkin akan lebih tepat di sebut Pesan dari Tian."
" Pesan dari Tian?"
"Ya disana aku bertemu dengan ibumu Xiao Qiao dan Bibimu Da Qiao. Ibumu, Xiao Qiao berpesan agar aku harus menjaga putrinya."
"MaMa berpesan begitu? Kenapa?"
"Awalnya aku tidak mengerti, kenapa aku harus menjagamu? tetapi karena aku mengetahui kau yang datang menyelamatkan ku supaya aku bisa melanjutkan tugas yang di berikan Tian kepadaku. Aku jadi mengerti."
"Tugas?"
"Ya, tugas untuk melenyapkan seluruh Shadow."
"Shadow? Maksudmu Perempuan yang tadi ?"
" Ya dia adalah salah satu shadow, Shadow mengendalikan korbannya kemudian ketika saatnya tepat dia akan mengambil seluruh ahli tubuh korbannya."
"Mengerikan?" seru Zhou Ying sedikit takut.
"Ya tapi untunglah karena aku diberkati kekuatan tadi, aku bisa mengalahkan Shadow itu dan melindungimu seperti yang Nona Xiao Qiao inginkan. Oh ya Zhou Ying, jangan ceritakan semua ini pada siapapun ya."
Zhou Ying hanya mengangguk, setelah lama berjalan sambil berbincang-bincang mereka sampai di tempat Pertemuan yang telah ditentukan Kemarin Malam. Lu Xun yang menyadarinya langsung bangun dan melambaikan tangan kepada mereka.
"Woof (Syukurlah, Mereka selamat)"seru Wolfie.
"Woof ( Wei Yu benar-benar sudah besar dan bisa menjaga dirinya bahkan orang lain, ya kan Ma?"
Wolfie mengangguk setuju.
" Lu Xun, Ibu, Fenrir JieJie. Maaf membuat kalian khawatir." Ucap Wei Yu sambil membungkukkan badannya.
" Tuan Putri, anda baik-baik saja?" tanya Lu Xun.
" Lu Xun, sudah kubilang jangan panggil aku Tuan Putri."
"Maaf Zhou Ying, ham- tidak maksudku aku lupa."
"Untung saja Wei Yu menemukanku, jika tidak pasti aku sudah mati terpanggang." Seru Zhou Ying.
"Sudahlah jangan pikirkan hal itu lagi jika hanya membuatmu takut, Zhou Ying." Perintah Wei Yu.
"Baik, Jadi hari ini kita akan melakukan perjalanan ke Shu kan?"
"Ya, tapi bagaimana dengan ibu dan kakak angkatmu Wei Yu, Rumah mereka sudah terbakar." Tanya Lu Xun.
"Hmm, Bagaimana jika kalian ikut bu, Jie?" tanya Wei Yu.
"Woof ( tidak kami akan menunggu disini saja )" seru Wolfie
"Woff,Woof ( tepatnya di hutan disebelah sana.)" seru Fenrir sambil melihat ke arah hutan yang terlihat rimbun.
"Baiklah jika itu mau kalian, Lu Xun kata mereka, mereka akan tinggal di hutan di sebelah sana." Seru Wei Yu sambil menunjukan ke arah hutan Yang terlihat Rimbun itu. " Jadi siap pergi ke Shu?"
"Tapi Wei Yu kuda kami sudah-" seru Zhou Ying, tetapi belum sempat di selesaikan, Wei Yu sudah memotong." Kuda kalian pasti selamat, karena api tidak sampai keluar hutankan? Itu mereka!" seru Wei Yu menunjuk ke arah 2 ekor kuda yang sedang merumput.
" Api ini aneh ya, kenapa hanya membakar bagian dalam saja?" Tanya Lu Xun.
" Entah lah. Mungkin kuda-kuda itu masi memiliki waktu untuk hidup makanya hanya membakar yang dalam saja." Jawab Wei yu berusaha menyembunyikan fakta.
" Perhentian kita yang pertama adalah Lu Jiang. Kelihatannya Zhou Ying akan segera pulang ke kampung halamannya." Seru Lu Xun.
"Dari dulu aku ingin sekali pergi ke Lu Jiang, tapi karena aku seorang putri kerjaku hanya belajar tata kerama dan terus menerus di dalam istana." Balas Zhou Ying.
"Tapi kalian harus ingat bahwa kita sekarang dianggap sebagai kriminal, Jadi aku yakin seluruh Wu pasti mencari kita." Seru Wei Yu.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" tanya Zhou Ying
"Kita hanya perlu bertindak sebagai rakyat biasa dan jangan melakukan hal yang aneh." Balas Lu Xun.
"Kalau begitu, Jika sedang berada di kota kita tidak bisa memakai nama kitakan? Karena aku yakin seluruh Wu sudah mengenal kalian berdua. Mungkin jika namaku masih belum tersebar, tapi aku tidak bisa yakin juga." Seru Wei Yu.
"Baiklah, namaku akan ku ganti menjadi Xiao Ying. Xiao Merupakan Panggilan MaMa sedangkan Ying merupakan panggilanku sendiri. Untuk kau Lu Xun, Ying Ming yang artinya Bijaksana." Seru Zhou ying
" Hei, aku tidak sebijak itu, tidak jangan pake nama itu."
" Sudah kau diam saja, Sekarang untuk Wei Yu, Hmmm"
"Ye Lang, Bagaimana? " tanya Wei Yu.
" Ye, Liar, dan Lang, serigala, Benar?" tanya Zhou Ying
" Ya. Bagaimana menurut kalian?"
" Ye lang nama yang aneh tapi pas sekali untukmu Wei Yu, Bukan begitu Lu Xun?" Seru Zhou Ying.
" Ya dengan begitu tidak akan ada yang curiga saat dia berlari seperti serigala." Seru Lu Xun dengan nada mengejek.
" Ya, ya terserah kau mau bilang apa. Jika tidak karena lariku yang aneh ini aku rasa kita tidak akan pernah keluar." Balas Wei Yu dengan nada pasrah.
" Hahahaha, Kurasa kau benar Ye Lang." Seru Lu Xun sambil menekankan suaranya saat menyebutkan Ye Lang.
" Tee Hee. Kalian berdua sudah seperti kakak dan adik padahal baru bertemu." Seru Zhou Ying.
" Mungkin benar, kami baru bertemu, tetapi saat aku bersama Wei Yu, aku jadi teringat saat-saat belajar bersama ayahmu, penasihat Zhou dulu" seru Lu Xun sambil tersenyum pahit.
" Gawat, ternyata aku memang mewarisi sifat Zhou Yu. Sudahlah Lu Xun yang berlalu biarkan ayo sekarang kita lanjutkan pergi ke Lu Jiang." Seru Wei Yu.
" Haha Kurasa kau benar, Wei Yu."
" Da, Bu. Jie, aku pasti akan kembali." Seru Wei Yu sambil melambaikan tangan.
Mereka bertigapun melakukan perjalanan ke Lu Jiang.
Sementara itu
"Sialan, aku di kalahkan anak itu." Seru Flaria.
"Tenang saja kali ini, aku akan membantumu." Balas seseorang.
Wei Yu, Zhou Ying dan Lu Xun pun mencapai sebuah padang rumput yang cukup luas. Hari pun sudah mulai gelap.
" Wei Yu! Bagaimana Jika kita beristirahat disini untuk malam ini." Tanya Lu Xun.
" Boleh juga, aku yakin kuda-kuda kalian pasti sudah lelah, biarkan lah mereka merumput disini."
" Wei Yu, Kau cari beberapa batu untuk dijadikan tempat api unggun biar tidak sampai membakar padang rumput ini. Aku yang akan mencari kayu keringnya." Perintah Lu Xun
" Bagaimana denganku?" tanya Zhou Ying.
" Kau tunggu saja disini. Jaga kuda-kuda itu." Balas Lu Xun.
Wei Yu dan Lu Xun pun pergi meninggalkan Zhou Ying yang hanya di temani 2 ekor kuda.
" Kenapa ya setiap kali aku berada dekat dengannya hatiku terasa hangat sekali, aku ingin sekali bisa membantunya agar dia dapat melihatku dengan lebih baik, ingin sekali aku menarik perhatiannya." Pinta Zhou Ying.
" Jadi kau ingin membantunya Zhou Ying?" Tanya suara yang begitu familiar di telinga Zhou ying tapi sudah lama sekali tidak didengarnya.
" MaMa, kau disini tapi kenapa?"
" Untuk memberikanmu kekuatan agar kau dapat membantu orang yang ingin kau bantu itu. Tee Hee." Seru Xiao Qiao sambil tertawa kecil.
" Maksud MaMa? "
" Sudahlah, pejamkan matamu, akan MaMa pinjamkan kekuatan MaMa padamu, jadi jaga dia dan dirimu baik-baik ya."
Zhou ying pun memejamkan matanya dan ia merasa ada sesuatu kekuatan baru yang mengalir dalam tubuhnya.
" Zhou Ying, Kau sudah tau tentang Shadow kan?"
" Tentu saja, Wei Yu sudah menjelaskannya padaku."
" Nah, dalam tubuhmu sebenarnya ada sesuatu yang sangat di inginkan Shadow itu, Dan ada juga seseorang yang memiliki hal yang sama yang ada padamu yang diinginkan shadow itu. Karena kau di incar Shadow, makanya MaMa menyuruh Wei Yu untuk menjagamu."
" Jadi itu alasannya, kalau dalam pikiran Wei Yu, dia harus menyelamatkanmu karena aku yang membebaskannya dari hukuman mati, dia bodoh sekali ya Ma, padahalkan yang membuatnya bebas dia sendiri."
" Dia mengatakan itu hanya untuk-"
" Wah, Wah , Wah ternyata Xiao Qiao sedang melindungi sasaran kita." Seru Flaria memotong pembicaraan.
" Tapi tenang saja Flaria, sebentar lagi kira-kira sekarang." Seru orang yang bersama flaria. Setelah itu Xiao Qiao pun mulai hilang.
" Wei Yu, aku harap kau akan segera datang membantu Zhou Ying." Kata-kata itu menjadi hal terakhir yang di ucapkannya di depan putrinya.
" Nah sekarang, kita bisa menangkapnya?" tanya flaria
" Belum kita harus mengalahkan orang yang mengalahkanmu waktu itu dulu. Baru rencana tuan Death bisa berjalan dengan lancar, karena meskipun anak ini kita serahkan ke tuan Death, Bocah itu masi bisa mengalahkannya."
" Ya sudah kita ikat saja dia disini, Aero." Perintah flaria " kemudian kita bersembunyi, saat si bocah tengik itu datang, kita bisa langsung membunuhnya."
Ya sekian cerita saya.
Saya mohon maaf lagi karena Mungkin chap selanjutnya baru bisa di post selesai saya UN. Ya mungkin tanggal 5/6 Mei lah. tapi tenang akan saya usahakan di percepat
Sekarang minat ngereview?
