Kembali lagi dengan saya. Karena sudah ada ngereview mari kita reply.

Pyro san: Maaf salah penulisan tentang nama Zhao yun itu, Soal Shadow dan semacamnya. Shadow hampir sama dengan heartless yang ada di kingdom heart. Begitu juga Aero, Flaria, death, mereka juga ampir sama ama Organization XIII. Maklumlah author yang copycatter. Ciakakaka. Tentang semuanya bisa . hahahaha itu mah karena authornya gx ngerti mandarin.

Saya lupa bilang dari awal pasti pada bingung kan menurut sejarah Lu Xun kan meninggal pas 245 AD. Nah Jin itu muncul setelah 265. Bah brarti Si Lu Xun mayat idup dong? *Di bakar Lu Xun. Guardian Mode.

Di FF saya ini, Jin muncul tahun 195 dan semua hal yang lain juga ikut mundur dengan kata lain semuanya mundur 70 tahun, maafkan kesotoyan cerita saya ini. Jadi saat bangkitnya dinasti Jin Lu Xun berumur 12 tahun.

Kenapa saya Memberitahu semua ini, karena biar anda semua gx bingung baca ne chap. Padahal malah tambah bingung.

Aw right! To the story.

[Padang Rumput, daerah Hu ling]

Wei Yu memandangi kedua temannya yang sudah tertidur pulas itu, yang hanya ia bisa bayangkan jika ia ikut tertidur pulas adalah mereka akan mati, entah itu karena Orang –orang Wu atau Shadows.

" Huh, sepertinya aku harus tetap terjaga, karena jika sampai aku tertidur bisa gawat." Desah Wei Yu.

Malam yang sunyi dan dingin itu pun terus berlangsung, dan yang Wei Yu lakukan hanyalah memandang langit dan memikirkan semua yang telah terjadi padanya. Sampai salah seorang temannya itu bangun.

" Ouch"

" Hei Lu Xun kau sudah bangun, atau harus ku katakan kau sudah sadar?"

" Kedua nya sama saja Wei Yu, O ya Mana tuan Putri. Apakah ia di bawa pergi oleh shadow itu?"

" Bukannya kau sudah berjanji tidak akan memanggilnya tuan putri lagi? Tapi sudahlah itu juga bukan urusanku. Tapi sebelum bertanya coba kau buka matamu dan lihat di sampingmu." Seru Wei Yu dengan nada mengejek.

" O, ternyata dia ada di sampingku." Seru Lu Xun terlihat sangat jelas bahwa mukanya memerah karena malu.

" Haha, Sudahlah tak perlu malu. O ya sekarang bisa kah kau ceritakan dari mana kau bisa mempunyai kekuatan itu?"

" Jika ku ceritakan, pasti akan memakan waktu semalaman."

" Sudah lah, ceritakan saja."

" Baiklah, semua ini terjadi begitu saja setelah Sima Yi berhasil menduduki Wu. Biar ku ceritakan dari Sima Yi memasuki, istana Jian Ye, sampai terbunuhnya ayah mu hingga yang terakhir, kekuatan ini ada padaku."

Flash back 10 Years ago.

Saat itu Lu Xun yang masih berumur 12 tahun, sedang berada di bawah bimbingan Lu Meng, Setelah guru lamanya Zhou Yu meninggal. Di pagi yang cerah itu ia dan seluruh penghuni istana Jian Ye di kagetkan oleh Berita yang di bawa oleh scout.

" Yang Mulia Quan, Pasukan Jin telah menguasai kota kita, sekarang mereka akan menyerang istana ini."

" Ya ampun, bagaimana lagi ini? Lu meng kau ada ide?"

" " Bagaimana jika kita mengungsi dari tempat ini. Pulihkan moral pasukan baru kita kuasai lagi tempat ini."

" Tidak, aku tidak akan meninggalkan istana ini dan orang – orang di kota." Seru Wei Yuan.

" Aku setuju dengan yang di katakan paman Wei. Jika kita meninggalkan istana ini, pikirkan apa yang akan terjadi dengan rakyat Wu." Seru Lu xun dengan pikirannya yang masih polos.

" Lalu menurutmu Lu Xun, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Sun Quan.

" Ampun, sungguh hamba tidak memikirkan tindakan yang harus diambil."

" Sudahlah Yang Mulia, Lu xun Masih terlalu muda untuk memikirkan strategi untuk keadaan genting seperti ini, jangan salahkan dia." Pinta Lu xun.

Tiba tiba saja pintu ruang tahta tersebut terbuka. Orang yang muncul tiada lain ialah mantan strategis wei yang terkenal dengan kelicikannya, Sima Yi.

" Maaf aku menguping, Hahahaha, Mau meninggalkan istana? Bersiaplah melihat rakyat Wu menderita."

" Sima Yi, tidak ada cara lain lagi kah?" tanya Lu meng

" Oh tentu saja ada, Itu jika kalian ingin mengabdi pada Jin sebagai peliharaan kami, maka kami akan berjanji tidak akan melukai orang – orang Wu lagi."

Ruangan tersebut menjadi hening karena kata – kata yang di lontarkan Sima Yi. Sampai Sun Quan memecahkan keheningan tersebut.

" Baiklah, aku bersedia."

" Jika ketuanya sudah bersedia maka yang lainnya akan ikut. Hahahahaha." Tawa Sima Yi.

Saat sima yi tertawa Lu Xun yang berdiri melihat semua itu, Melihat sebuah bayangan hitam di belakang Sima Yi, Bayangan yang tadinya kecil, sekarang semakin membesar.

" Kalau aku bisa membunuh Sima Yi sekarang maka seluruh Wu, tidak akan menjadi budak Jin, dan lagi semua ini pasti ulah para Shadow itu. Sialan jika saja aku tidak datang kemari." Pikir Wei Yuan.

Setelah hal itu terlintas di pikirannya,Wei Yuan mencoba mengurungkan niatnya, tapi entah karena apa, Ia langsung melesat dengan Glaive yang dari tadi sudah berada di tangannya. Tapi sayang sebelum ia sampai pada Sima Yi.

" Ice Spear"

Beribu – ribu es tajam muncul dan menusuk Wei Yuan hingga tewas. Setelah itu Sima Yi mengucapkan sesuatu dengan suara yang berbeda, bukan suara liciknya lagi melainkan suara seseorang yang sangat … ( bahkan author sendiri tidak bisa menuliskan suara yang bagaimana itu ).

" Hahahaha, sebagai tugas pertamamu Sun Quan, bunuh dan habis kan seluruh keluarga Jendral Itu. Dengan begini anak itu pasti terbunuh."

" Suara itu mungkinkah? Mungkinkah bayangan itu lah yang berbicara?" Pikir Lu Xun.

" Kalian dengar! Cepat bunuh semua keluarganya." Bentak Sun Quan.

" B-Baik"

" aku tidak percaya ini, Wu yang kubanggakan sekarang sudah berada di bawah pimpinan kerajaan lain? Aku tidak mau melihat lebih dari ini lagi."

Selesai itu Lu Xun langsung perlahan keluar dan Pergi ke kamarnya. Disana ia bertemu dengan seorang dirinya yang lain, yang membuatnya benar –benar Shock.

" Hai Lu Xun. Kau masih mengingatku?"

" Kau ini, mengapa kau begitu mirip denganku?"

" Eh, aku mirip denganmu ini aneh namaku kan Lu Yi, Dirimu yang kau buang ketika kau mengganti namamu itu." Bentak orang yang bernama Lu Yi itu.

" Aku tidak membuangmu."

" Lalu kenapa? Kenapa kau mengganti namamu?"

" Itu, . . . . . Maafkan aku. Jadi kenapa kau datang padaku hari ini."

" Aku datang karena aku yakin kau membutuhkanku."

" Aku membutuhkanmu?"

" Kau lihat kan bayangan hitam yang ada dibelakang Sima Yi?"

" Tentu bayangan itu, memiliki aura yang sangat jahat."

" Kau mau melenyapkannya Lu xun?"

" Apakah aku bisa?"

" Sekarang kau tidak bisa, tapi jika kau menerimaku lagi, dan tidak membuangku. Kau pasti akan bisa."

" tapi aku tak pernah membuangmu."

" apakah itu jawaban 'iya' "

Menanggapi hal itu Lu Xun hanya mengangguk. Setelah itu Lu Yi pun masuk kedalam tubuh Lu Xun, setelah itu ia mengucapkan ' O, Mighty Phoenix, Bless me with your gentle Flame.'

Seketika itu juga, Lu Xun merasakan kehangatan yang luar biasa, pikirannya sepertinya menjadi semakin jernih. Sepasang sayap berapi muncul di belakangnya, Seluruh tubuhnya di selimuti oleh aura api yang begitu hangat.

" Ini, ada kekuatanku dan kekuatanmu yang sudah bersatu kembali Lu Xun, dan sekarang kau sudah bisa mengalahkan para shadow itu. Sekarang semua ini kuserahkan padamu."

" Lu Yi tunggu!"

" Huh Lu Yi bukankah itu namamu yang lama? Kenapa kau menyuruh dirimu menunggumu."

" Er- itu, ah Kenapa kau bisa ada disini Gan Ning, kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu."

" Maaf Lu Meng mengatakan kau terlihat aneh saat meninggalkan ruang tahta tadi, Jadi dia menyuruhku untuk pergi melihatmu."

" Oh, Ya sudahlah."

FlashBack End.

" Fiuh, Huh Wei Yu, kau kenapa?"

" BaBa dikendalikan shadow pada saat itu, makanya ia menyerang Sima Yi. Shadow itu benar – benar tidak akan kumaafkan."

" Sudahlah Wei Yu, kau tidak perlu bersedih lagi."

" Benar itu Jangan bersedih lagi ya." Tambah Zhou Ying.

" Eh, Zhou ying, Tidak bisa tidur ya?" Seru Wei Yu.

" Kau kira ini masih tengah malam ini sudah hampir pagi, dari kemarin sore aku sudah tertidur, jadi seharusnya kau mengatakan ' Eh, Zhou Ying sudah bangun ya?' "

" Maaf, tapi sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu? Apa itu?"

" ketika aku tidur, aku bermimpi bersama orang – orang yang tidak kukenal, mereka semua memakai pakaian serba hijau dan kami akan menuju Bai Di untuk melakukan penyerangan. Tapi di mimpi itu, aku dipanggil dengan nama Xing. "

" Jadi kau ingin mengatakan kita tidak usah pergi ke Lu Jiang lagi? Lalu meneruskan perjalanan ke Shu atau lebih tepatnya ke Bai Di?" tanya Lu Xun.

" Tidak aku masi ingin pulang ke Lu Jiang, lagian aku juga tidak terlalu yakin dengan mimpi itu."

" Ahh, Harikan sudah hampir pagi, aku ingin beristirahat 1 atau 2 jam dulu." Seru Wei Yu

" Ya sudahlah, Istirahatlah, Lu Xun kau Juga harus istirahat, aku yakin kalian duduk bercerita semalaman."

" Tidak usah, Err-r Zhou ying."

" Panggil saja seperti aku hanyalah temanmu, tidak usah ragu –ragu."

[ Qui Pass ]

" Kita dirikan perkemahan, disini. Kita tunggu pasukan kedua datang kalian mengerti" Seru Zhao ce. Yang kemudian di tanggapi dengan sorakan prajuritnya yang hanya sekitar 20 orang itu.

" Xing, bersiaplah kita akan bertempur sebentar lagi, ingat saat melawan shadow jangan pernah meninggalkan sisiku."

" Baiklah aku tidak akan meninggalkanmu."


Yap Sekian buat chap yang pastinya Begitu CACAD ene!

Moga- moga saja saya gx salah liat peta. buat Lu Xun n Lu Yi, author sendiri pun tidak mengerti kenapa bisa begitu, ide tersebut melintas begitu saja.

apakah chap selanjutnya akan di penuhi dengan action ? author sendiri pun tdak bisa menebaknya.

WEll dari pada nambah ngaco, Sekian basa basi nya.

review?

Invade BaiDi? or To Lu Jiang?