A/N : Oh yeah, saya gak ngantuk jadi kalong seperti biasa… bosen ol saya lanjutin ini aja deh -_- Kebetulan ada ide aneh-aneh bin saraph. Hm, update chap 2. Yang mau tetap baca makasih..

Warning : YAOI! OOC parah! AU hancur. Bahasa aneh (formal, alay,slang, etc). EYD juga gaje. Pairing gak tetap. Sekali lagi A.B.A.L. Genre ga nyambung.

Abstract Theme(?) " Sasuke nekonyan~ tapi sumpah gak dapet main topic sama sekali. Cuma ada di ending gitu. (Bukan tema lah dodol ._.)

Dedicated for Sasuke's Birthday. HAVE A BLAST!

.

.

P A R T Y

.

Chapter 2

Permainan antara Uchiha bersaudara dimulai. Teriakan dari para fujoshi yang 'omnivora' itu senantiasa memanaskan suasana. Sang 'raja' , Uzumaki Naruto memulai perannya lagi.

"Ayo..ayo..gak ada konspirasi lagi ya.." ucap sang ou sama.

"Oh iya, yang kalah awas…ada hukumannya loh.. Dan hukumannya super-duper malu-maluin…wkwkwkwkwkw" ,Tambah si pirang itu.

"Brengsek! Tadi dia gak bilang-bilang apa.." Sasori menoleh kearah Neji.

"Sabar..dia memang myebelin."

"Pengen aku patahin tulangnya.."

"Wkwkwkwkwk! Mampus naru-chan" Kiba girang. " Neji udah ngancem tuh.."

"Wkwkwkwkwk…tukang jagal Shinobi ngomong gak pernah main-main loh..tinggal tunggu tanggal mainnya aja loh"

"wes..wes..dilarang pakai kekerasan…haram hukumnya. Wajar dong kalau dikasih hukuman. Ya gak Gaara?" Naruto nyengir kearah pria berambut maroon itu.

"Hm..I guess you got the point there." Cowok padang pasir itu memihak Naruto, rupanya dia marah kepada Neji yang 'bermain' cukup panas dengan sang Prince tadi.

"Huakakakaka..dedek Gaara ngambek.. Dia beraliansi ke aku!"

"Wkwkwkwkwk..kau ngerebut Gaara dari Neji eh?"

"Makin cari mati kau"

"Eh..bukan gitu..aku gak niat ngerebut Gaara kok."

"….Gaara juga ogah samamu" Sahut Neji.

JLEB!

"Menohok abbisss" Kiba, Sasori, Neji, dan Sasuke langsung ngakak dengan nistanya. Asal kalian tahu, shinobi adalah keluarga mereka. There's no way they use the mask with their family. Jadi, tak masalah mereka tertawa tidak elit begitu. Manusiawi.

"Ah..gila..aku dianiaya secara verbal nih sama semuanya!"

"…..Ah udah deh buruan mulai aja kek ItaSasu nya!" Naruto yang merasa tak mampu melawan keroyokan anak-anak shinobi titisan Lucifer itu mencoba mengalihkan pembicaraannya.

"Ayo..ayo..mu—" Pria berkulit pucat yang sedari tadi hanya memegang mic nya tanpa mengucapkan satu kata pun—karena lapaknya diambil alih— menjitak kepala berambut pirang itu.

"Oi..bisa gak sih kau tidak ngambi peran orang terus?"

'"Perasaan MC nya aku."

"Emang. Naru kan suka ambil lapak orang."

"Gak bisa diam kayak cacing kepanasan"

"Wadoh..kok aku dikeroyok lagi sih? Kalian mainnya keroyokan ga aciii"

"….Woi…gayamu tuh gak elit sekali sih! Bikin malu shinobi." Sang Prince yang sedari tadi diam, mencoba mengontrol emosinya, kini angkat bicara—tak tahan lagi dengan sura berisik dari pemilik sang shappire.

"Ah..apaan deh. Gayamu juga gak elit.!"

"Heh….brengsek! Ku bunuh kau."

"Gak takut aku samamu kampret!"

"…bangsat kau…"

"…..nyemot!"

"Heh..heh udah ah..mulai aja…" Cowok berambut jabrik angkat bicara menengahi mereka. Merasakan aura-aura tak enak bila itu dibiarkan.

"Ho….."

"Sasuke! Tangan kiri ke hijau!"

"Itachi-nii, kaki kanan ke hijau!"

"..yang jauh baka-aniki! Jangan dekat-dekat..dia pasti sengaja mau bikin scandal."

'Iya…sasu-chan 3" Uchiha Itachi yang terkenal dengan brother-complexnya yang sangat parah dengan sang adik menuruti apa yang dikatakan sang bungsu Uchiha sang adik, yang sudah enek dengan sifat kakaknya itu, tidak begitu mempermasalahkannya. Toh, tidak guna. Dia sudah imun.

"Wah..wah..konspirasi lagi nih berdua. Ga asik!"

"Yaudah lah! Kalau gitu..Prince! Kaki kiri di kuning!"

"…kuning..?" Sasuke mendengar jelas apa yang dikatakan cowok iseng itu. Dia mengulanginya dengan nada 'memastikan'

"Eh buset, itu jauh sekali hoi" Kiba yang baru sadar bahwa warna kuning di papan twister itu tak ada yang mempunya jarak 2 meter untuk dijangkau, memprotes… tanda tak setuju atas perintah sang ou sama brengsek itu.

"Wkwkwkwkwkw..bodo. Prince kan punya kaki panjang, masa gitu aja gak nyampe?" Setelah Naruto menyelesaikan kalimatnya, kaki sang Prince kini sudah berada di warna kuning terdekat yang bisa dijangkaunya.

"Brengsek..awas aja..kau nanti!"

"Eh..woi..itu kakinya sakit kalau maksa gitu." Deidara, pria manis yang sedari tadi diam—saling menghangatkan dengan sang kekeasih- turut protes karena perintah Naruto. Siapapun yang punya mata disana, dapat melihat jelas bahwa kaki Sasuke sangat dipakasakan untuk mencapai kuning sialan itu.

"Naru..kau parah sekali sih.."

"Wkwkwkwk..biarin"

"…oi…..kau macam-macam sama adikku liat aja nanti." Itachi yang dapat merasakan deru nafas Sasuke yang tersengal-sengal—pertanda bahwa dia lelah dan kesakitan—tidak bisa tinggal diam saja.

"..Kalau tidak salah, dibelakang masih ada kepiting hidup deh…?" Nada suara dari cowok berambut panjang yang mendewakan dewa Jashin nya itu terdengar seperti petir di telinga Naruto. Well, Naruto phobia dengan entah siapa yang membuatnya sampai trauma dengan kepiting. Hidan menyeringai, diikuti si sulung Uchiha.

"Kalau kau macam-maca dengan Sasu-chan ku, ku buat kautidur dengan kepiting satu malam ini, ngerti?" Ancam Itachi.

"Wooh..bang..sori dori stroberi deh… Jangan bawa kepiting napa? Ini juga setan..eh salah..Hidan maksudnya.. seruuuu" Suara Naruto bergetar. Pikirannya dihantui dengan sosok kepiting sekarang. Dia juga merinding tanpa sadar. Beberapa anak shinobi yang sadar, tertawa geli melihatnya.

"Cuarang kau..banyak yang bela!" Naruto melihat ke arah Sasuke.

"Berisik! Sirik aja kau gak laku.. Udah buruan..lama."

"Wkwkwkwkw..sakit ya kakinya? Gak kuat lama-lama ya?" Ternyata Naruto tak kapok.

"….bangsat! Bauruan!"

"Iya nih..lama sekali kau Naru..tinggal nyuruh aja Prince."

"Wooh..perhatian sekali kau Shika! Tenang ajalah, dia mah tahan banting!" Shikamaru dan Kiba hanya menghela nafas mendengar ucapan Naruto.

"….where's the crab anyway?" Itachi yang mulai panas, melanjutkan ancamannya.

"..somewhere near kitchen I guess?" Sahut Hidan.

"Woiii! Jangan kepiting woi! Laknat sekali sih kalian!"

"EH! BANGSAT! KAU BURUAN! MINTA DIBUNUH EH?" Sasuke hampir saja roboh. Entah sudah bangaimana nasib otot kakinya. Anak-anak Shinobi yang mendengar sang Prince sedikit mengamuk terdiam.

"..Aku nyerah saja deh.." Aura diruangan itu tak enak, dan Itachi tahu itu. Dengan berat hati, dia memutuskan mengalah. Lagipula, dia tak mau membiarkan adiknya terluka seperti itu.

"Persetan..dihukum atau tidak" Sambungnya.

"Haa…Itachi-san sampai gak sabar. Baru kali ini Itachi-san kalah!"

"..poor Prince…does your leg hurt?" Sasuke hanya diam.

"….hurts?" Itachi mengulang pertanyaan Sasori.

"…nah..it was NOTHING." Ucap sang Prince itu yang tentu saja berbohong.

"Err,,,err..Prince di kepalamu sudah ada tanduk tuh.. Kita damai saja ya..damai." Naruto bergidik ngeri merasakan aura intens dari sang Prince malang itu. " Kau menang saja deh…iya..kau menang..eheheheh.." timpalnya.

"AAAAAAAAAHH! JANGAN! BELUM DAPAT INT!" Cewek manis yang dikenal sebagai sepupu dari Hyuuga Neji itu tidak terima atas keputusan sang raja yang 'sepihak'.

"Iya! Belum dapat hint nih!" Sakura menimpali.

"Buuu…penonton kecewa.." Sahut Ino.

"..Eh..kasian nih Prince kakinya kalau kelamaan.. udah deh.. hint nanti aku kasih banyak."

"KYAAAA! Kakashi Itachi!"

'"Heh..bukan..ogah ya sama om om." Kakashi tersedak tequila yang tengah dia nikmati.

"Sama Kabuto lah."

"Huwaa! Sampai sex ya Itachi-nii 3"

"Sabar ya..mereka memang suka seenaknya." Sasori menepuk-nepuk pundak pemuda berkacamata —topic pembicaraan—yang ada di depannya.

"..ngg..actually I don't mind it" Sahut cowok stoic nan manis itu dengan santainya.

"Sabar ya..tahan sampai besok pagi..Hari ini gamesnya penuh." Suigetsu yang meihat wajah Itachi yang siap menerkam memberi ultimatum kepada cowok yang sudah mulai mesum itu .

"…shit..ukeku manis sekali sih."

"AAAA! Tetap aja mau ItaSasu!"

"Yaudah..yaudah…" Itachi menghela nafas.. beberapa saat kemudian dia mencium pipi kenyal milik adik kesayangannya. Semua terdiam. Termasuk Sasuke. Hening.

"Brotherly love….hehehe.." Terang Itachi.

"..sigh..aku capek marah-marah terus" ujar sang Prince yang memang raut wajahnya menyiratkan seperti apa yang dia katakan.

"Diih..diih..giliran Itachi-nii gak protes! Wkwkwkw k!"

"Berisik kau monyet!"

"Kalau aku yang cium pasti protes!"

"…scandal sekai nih ItaSasu.. wkwkwkwkw"

"Jealous eh Prince gak mau dicium samamu?" Tanya Suigetsu yang bisa dibilang seperti pernyataan itu.

"Hah?" Naruto agak lemot.

"Ya gak lah…becandaan kali..dibawa serius sekali sih?"

"Hm…kau amatiran sih..Prince mana mau." Timpal pria bergigii hiu itu.

"Pff" Suigetsu dan Jugo nyengir setan.

"Eh..buset..bawa-bawa amatiran! Siapa yang amatiran hah?"

"KAU" Ucap Suigetsu dan Sasuke serempak.

JLEEEB!

"Hancur..hancur hatikuuuu.."

"Ah sumpah…curang…gak ada yang belain aku!"

"Aaaahhh Naru-chan! Aku belain kamu kok!" Sang fujoshi sejati menyahut.

"Hahahahaha aku juga!" ucapnya sambil merapikan letak kipasnya di punggungnya.

"Aku juga!" Cewek berkacamata menambah suara.

" Hahahaha..aku juga kok.."

"…wow….aku bisa ngeharem di tengah-tengah fujo nih! Wkwkwkwkw!" Naruto cengo sebentar, lalu tertawa geli —sedikt banggalah ternyata dia laku di kalangan cewek. Ok, OOT. Balik ke laptop.

"…coba aja kalau kau berani bikin harem heh.."

"Weee..jealous Prince? Wkwkwkw"

"….kau bukan levelku."

"hee..ah jahat ah!..Udah deh lanjut aja gamesnya!"

"Habis itu lawan nomor…1!"

"Siapa nomor satu?"

"Aku"

"HUWAAAA!YEESSS! SUISASU 3" Ino dan Sakura senang sekali, diperjelas dengan pelukan hangat mereka.

"wooow…" Karin. Pacar Suigetsu, tak bisa diam juga. Cukup bimbang memang. Naluri sebagai pacar atau fujoshi.

"So..finally me. Ready Prince?" Seringan mesum samar-samar terlukis diwajah Suigetsu."

"Anytime Fucktard!"

"KYAAAAAAA! SUISASU FTW!"

Aura di ruangan itu berubah menjadi panas seketika. Tatapan mesum dari sang cowok tampan yang punya julukan sebagai hiu beradu dengan tatapan menantang dari sang Prince yang bertitle eksebisionis itu .Okay! 01 VS 08!

#

Singkat cerita hingga kini Sang Prince berada di bawah Suigetsu dengan mulut Suigetsu tepat berada di atas kembarang sang Prince. Tidak jauh berbeda dengan dengan oral pose. Teriakan histeris para fujoshi senentiasa memanaskan suasana. Salahkan Suigetsu yang membuat suasana semakin panas. Hanya dia yang tahu, apa dia sengaja atau tidak. Semua orang tahu kalau posisi mereka sangat riskan sekali. Tapi kenyataannnya, Suigetsu berulang kali menghela nafas, mau tak mau celana sang Prince kelihatan jadi semakin ketat. Persetan dengan fakta kalau Prince of Shinobi itu, it's really difficult to be turned on. Ingat fakta kalau men are 'animal'.

"…Fuck…nyari kesempatan eh? Nafas kau..ng!" Sang Prince yang wajahnya penuh peluh —rambutnya basah, membuat tambah sexy saja— setengah berteriak kepada lawan mainnya saat itu.

"Aku bisa mati kalau tidak bernafas."

Percuma menyahut lagi. Sang Prince diam saja. Kontrol dirinya hebat kawan. Dengan wajah stoicnya itu, dia mampu menyembunyikan wajah 'ingin' nya itu.

Dan panjang ceritanya hingga sang Prince itu menang lagi.

"Ckckckck..menang lagi dia.. Bahaya aku nih… AAAA! Selanjutnya…err no 2! Siapa? Siapa? Siapapun kalahin si setan satu ini!" Naruto kalat. Terang saja. Bisa mati dia melawan makhluk satu itu.

"Heh…aku bukan setan, brengsek."

"Kaaau setaaaaaannnn!"

"Hn bukan. Aku iblis, idiot." Semua cengo. Hanya sebentar, kemudian geleng-geleng kepala melihat sang Prince yang menjawab dengan santai meggunakan suara datar khas Uchiha.

"Ah stress emang ngelawan dia! Udah mulai aja! Siapaa nomor 2?"

"It's my turn." Sahut Gaara.

Ternyata orang yang 'beruntung' selanjutnya adalah Gaara. Gams berjalan dengan sangat normal. Sayang, tak banyak skandal. Terang pirang itu terintimidasi secara tidak langsung oleh deathglare dari si Hyuuga posesif itu. Tentu saja, dia tidak rela ukenya disentuh oleh orang lain—sekalipun itu adalah sang Prince yang sangat disegani—. Lagi-lagi Sasuke menang.
Dan yang terakhir adalah Hidan. Dan sebagai penutupnya , tidak ada lagi fujo yang bertahan. Titisan Lucifer satu itu lagi-lagi menang. Turut berdukacita buat Naruto.

"Aaaaa! Gak mungkin! Masa dia bisa menang?" Kata Naruto tak percaya.

"Hmph..I told you."

"Wkwkwkwkwk selamat ya Naru..Battle sana sama Prince!"

"..err…kita damai aja ya..?"

"OH TIDAK BISA!" Entah kapan , fujoshi-fujoshi maniak itu sudah bangkit.

"SASUNARU! ATAUPUN NARUSASUUUU BURUAAAANNNN!"

"err..jangan jahat-jahat ya Prince…" Naruto memelas. Sepasang bola mata shappire itu bertransform menjadi pupil anak anjing. Seringaian adalah balasan Sasuke.

"Hn, Neji, Kau ousamanya. Kau yang paling sportif."

"Setuju."

"SETTUUJUUUU!"

"ok. Mulai kau Naruto."

"Tangan kanan di biru."

"Prince..tangan kanan di hijau.."

'Naru..hm..kaki kiri di hijau.."

"PFFFTT! Baru mulai aja sudah asik" Ujar Jugo.

Kini posisi Naruto telentang dengan kedua tangannya sebagai tumpuan. Sasuke ada tepat di depannya dalam posisi seolah-olah Naruto di depan wajah Sasuke. Sang Prince yang dendam pada cowok pirang itu mengerjainya. Semua orang tahu Naruto sangat mudah terangsang. Dengan seringaian khasnya, Sasuke menjilat sekali telinga kiri Naruto dengan posisi yang tidak bisa dibilang bik.

"Anh.." Naruto yang kaget tanpa dasar mendesah pelan."

"KYAAAAAAAAAAAAAAA!"

"Pff!"

"Wkwkwkwkw"

Entah kenapa rasa telinga Naruto enak. Kini Sasuke menjilatinya. Frekuensi bertambah, dua kali.

"Angh..mmh—" Dasah Naruto lagi. "…please Prince..ngh jangan.."

"Wkwkwkwkw" Sasuke ketagihan. Dia mengulum telinga Naruto sekarang. Hampir saja Naruto kalah karena tubuhnya nyaris saja terjatuh.

..stop it please." Sesuatu di bawah sana—milik Naruto— mengeras sekarang. Sasuke yang memang sedang usil itu. Menggunakan kaki panjangnya untuk menggesek 'adik' Naruto.

"AAAHH! Annnh! Udah! Huwaaa,,hentikkaan nh!" Pertahanan Naruto hampir saja ambruk. Tangannya gemetaran menumpu berat badannyaakibat sensasi nikmat yang dirasakan tubuhnya.

"OOMMMMMGG! Naru-chan is moaning!" Record it!" Teriak Temari yang darahnya sudah ngacir kemana-mana.

'MAUNYA NARUSASU! AH TAPI SASUNARU JUGA HOOOT! HUWAA!"

"I told him to not mess up with Prince. Now, he is paying it LOL" Ucap Sasori yang tangannya sudah berada di pantat kenyal Deidara karena terangsang dengan pemandangan indah di depannya.

"Prince nh I'm fucking SORRY mh! Please ngg..stop ah it.." Naruto sudah kelelahan. Badannya sudah gemetaran. Sasuke menyeringai puas, tanpa iba dia semakin mengulum telinga Naruto sambil menjilatinya nakal di dalam.

"AAAHHH! I'M GIVE FUCK UP! Aaaahh.." Naruto menjatuhkan dirinya tepat bersamaan dengan para fujoshi yang sudah tergeletak tak sadarkan diri—lagi.

Butuh beberapa menit, hingga akhirnya dia bangkit dan mengurus urusannya di kamar mandi. Tawa dari anak-anak cowo menemani Naruto menuju ke kamar mandi terdekat.

.

.

.

TBC

Kyahahahahaha makin gaje yaaa? Makin kan? Iya dong masa iya-iiya dong /kesambetkuntilgaulprimitif
-_- ga niat cuap-cuap, habisan hancur gini. Maaaaaff ya…makasih yang udah baca hahahaha..Dan selamat puasa bagi yang menjalaninya 3.

.

.

Yoroshiku Onegaishimasu