CLasicc Stories...
WOW OvO ternyata aku dapat reviewer thanks banget padahal aku kira gak ada yang bakal baca, aku kan masih new di fandom ini. Wah emang ceritanya lucu banget yang kemarin aku juga ngakak guling-guling walaupun akhirnya gak sesuai keinginan. Maaf klo aku lama kan bentar lagi UN
YA SUDAh let's go...
Disclainer: Kuroshitsuji punyanya Yana Toboso...
Warning: OOCness + OOSness
Al-chan: Nah mari kita mulai... Fufufu Kita lanjutkan classic story kita puter-puter...
Mello: Dapet apa sekarang... *ngancungin keris*
Al-chan : Hansel and Gretel... GUe bikin jadi misteri deh ini cerita.. tapi pasti ada selingan humor...
Buona Letura
"Nii-san aku melihat rumah biskuit dan manisan ayo kita ke sana," kata Ciel pada sang nii-san.
"Yap, sepertinya sangat enak daripada kita harus kelaparan,"kata Alois sambil memandu adiknya ke arah rumah tersebut...
"Lezatnya..., andai kita selalu begini pasti rumah itu akan ludes ka,"kata Ciel polos sambil tersenyum.
"Tentu tapi kitapun harus waspada. Karena di hutan banyak sekali hewan liar," kata Alois sigap.
" Baik nii-san,"kata Ciel sambil berlagak memberi hormat ala upacara.
A/N: Waaaaaa... salah undo... undo... ke sehari sebelumnya
Mello: Bloon banget si elo...
A/N: Apa katamu...*pegang golok*
Mello: Ayo kita bertarung *pegang keris*
Readers: DiAAAAMMMM *pegang bom nuklir*
krik...krik...krik... *jangkrik bersuara*
A/N: Ah ayo kita lanjutkan undo...
blzzzzzzblzzzzzzblzzzz...
.
.
blzzzzzblzzzzzzblzzzz
Suatu hari ada 2 orang anak bersaudara bernama Alois dan Ciel. Mereka adalah 2 orang anak yang tidak beruntung, mereka memiliki orang tua yang merupakan musuh negara. Ayahnya suka melukai dan memperkosa orang yang membuatnya kesal, dan ibunya adalah dokter gila yang selalu membunuh dan mengiris seluruh pasiennya. Yap jadi bila mana terdapat teriakan dalam rumah tersebut tak akan ada yang protes.
Yap anak itu sangatlah menderita mereka disiksa layaknya seorang budak.
"Alois kemari," kata sang oto-san.
"Nii-san, berjuang ya. Aku berdoa agar nii-san selamat," kata Ciel yang hampir mulai menangis.
"Tenang Ciel aku pasti selamat," kata Alois.
"CEPAT ALOIS," kata sang oka-san.
Alois pun pergi dengan tegang, ia tak tahu akan berbuat bagaimana. Kemarin adiknyalah yang menjadi korban, ia dicambuk, disilet dan dipukul sampai mengeluarkan darah segar diantara luka-luka yang terbuat. Dan kali ini sang ayah menggunakan cambuk untuk memuaskan hasratnya untuk melihat darah yang mengalir diantara luka-luka yang masih segar.
"AKKKKK sakit, ayah kumohon berhenti," kata Alois menahan sakit.
"Fufufufufu, belum cukup sayangku aku belum puas," kata sang oto-san. Sedangkan Ciel bersembunyi dibalik pintu sedang melihat kebengisan itu sambil menangis dan berdoa.
Dan kali itu berasal dari pisau sang oka-san ia melukai tangan Alois seperti akan mengulitinya, darah segarpun memancar dari luka yang baru dibuat.
"O...ka-san kumohon berhenti... aku akan memberi korban baru," kata Alois sedikit memohon.
"Fufufufu, itu tidak cukup sayangku," kata oka-san sambil memegang dagu si anak dengan tatapan mematikan,"kau harus memberi kami seorang anak yang gemuk untuk kami kuliti,"kata sang oka-san.
"Tenang saja... te...ta...pi kenapa oka-san dan oto-san te..tap menyi...ksa kami,"kata Alois terbata-bata karena menahan sakit.
"Karena kalian selalu membawa korban kecil yang tidak pernah melawan dan tidak berdaya sama sekali, berbeda dengan kalian sangat memuaskan,"kata oka-san sambil menjilat darah di pisau tersebut.
Pada saat itu juga oka-san kembali melempar Alois kembali ke kamar dengan luka-luka yang cukup mengerikan dan kotor.
"Nii-san, kuobati lukamu,"kata Ciel sambil membawa kotak P3K.
"Tak usah aku saja yang mengobati sendiri," kata Alois.
"Ka, kita kabur saja aku sudah tak tahan dengan kelakuan oto-san dan oka-san,"kata Ciel sambil membalut luka di tangan kanan nii-sannya.
"Tapi kita akan pergi ke mana?" kata Alois dengan nada bingung.
"Yang penting kita sudah berhasil pergi saja dulu baru kita bicarakan,"kata Ciel sedang membuka obat merah.
"Ayo! TApi kita harus diam-diam karena oto-san selalu berjaga di depan pintu,"kata Alois.
"Lewat jendela saja nii-san,"kata Ciel melihat ke arah jendela,"Tapi harus diam,"kata Ciel lagi sambil menaruh kembali obat P3Knya.
Di tempat lain orang tua mereka tertidur lelap pada saat itu Ciel dan Alois mulai melakukan kehendak mereka yaitu melarikan diri. Mereka berhasil merka melewati semak-semak untuk memakan buahnya. Namun kesenangan itu akan berakhir dengan cepat. Ternyata rumah mereka berada di tengah HUTAN.
"Nii-san aku takut gelap,"kata Ciel.
'GOD aku takut gelap juga Ciel,' kata Alois dalam hati,"Tenang Ciel,"kata Alois padahal sebelumnya mengatakan bahwa ia takut.
Merekapun berjalan selangkah demi selangkah sambil menenangkan diri mereka yang takut akan kegelapan. Mereka mencari pohon yang agak jauh dari rumah agar orang tua mereka tidak tahu mereka telah menghilang.
"Nii-san disini saja aku capek,"kata Ciel terduduk dengan terengah-engah.
"Baiklah kita lajutkan besok hari saja,"kata Alois sambil mengumpulkan daun untuk bantal tidur.
Esok harinya di rumah 2 orang tua tersebut...
"Apa! 2 anak sialan itu berhasil keluar pada saat tidur,"kata sang oto-san.
"Tenang sayangku, aku tahu di sini ada rumor mengenai nenek sihir yang suka memakan anak kecil,"kata oka-san.
"Fufufufufu, good good berarti penderitaan mereka akan bertambah dan mereka kembali dengan memohon-mohon,"kata sang oto-san menyeringai.
"Benar bila mereka tidak datang artinya mereka telah mati,"kata oka-san.
"Arrrrgh kita akan kekurangan mainan nih,"kata oto-san.
"Fufufufufufu kita tinggal adopsi saja yang lainnya,"kata oka-san sambil memegang lembaran surat tentang yatimpiatu.
"Benar juga sayangkuuuu,"kata oto-san sambil berjalan ke arah kamar.
Di tempat lain di hutan, Alois dan Ciel sedang berjalan tak tentu arah nggak tau mau kemana Surabaya atau Bandung aja.
Mello: BIlang aja elu rindu ama Bandung...
A/N: Nggak gue rindu ama Mello...
Mello: Gue nggak...
A/N: Itu bukan elo tapi hp aye tercinta...
Mello: Ow... kok elu kasi nama gue...
A/N: Terserah gue... *pegang granat, golok, keris, bambu runcing*
Mello: Baik lanjut...
Di hutan belum ada satupun rumah yang Alois dan Ciel temukan bahkan orang yang lalu-lalangpun blum terlihat jua.
"Nii-san aku capai,"kata Ciel terengah-engah.
"Ya sudah sini nii-san gendong," kata Alois,'Gile berat amat nih anak padahal keliatannya kurus banget,'kata Alois dalem ati.
"Nii-san aku melihat rumah biskuit dan manisan ayo kita ke sana," kata Ciel pada sang nii-san.
"Yap, sepertinya sangat enak daripada kita harus kelaparan,"kata Alois sambil memandu adiknya ke arah rumah tersebut...
"Lezatnya..., andai kita selalu begini pasti rumah itu akan ludes ka,"kata Ciel polos sambil tersenyum.
"Tentu tapi kitapun harus waspada. Karena di hutan banyak sekali hewan liar," kata Alois sigap.
" Baik nii-san,"kata Ciel sambil berlagak memberi hormat ala upacara
Merekapun ke arah rumah tersebut dan makan dengan sangat lahap. Mereka tak menyangka bahwa ada seseorang yang tersenyum melihat mereka. Bukan senyuman senang namun senyum seringai seakan ingin sekali memakan kedua anak tersebut.
"Hai semua masuk yah ke rumah ada makanan lezat lohj," kata seorang anak kecil seumuran Ciel.
"Baik kami akan ke sana," kata Alois langsung berlari menggandeng adiknya sendiri.
"Silahkan maaf aku hanya dapat menyediakan begini saja,"kata anak itu.
"Namamu siapa? Aku Ciel nii-san namanya Alois, salam kenal,"kata Ciel tersenyum.
A/N: Pemandangan langka harus dipotret. *bawa kamera*
Mello: Ikutan dong sekalian fotoin aku juga...
A/N: Dasar dimana ada kamera elu pasti minta difotoin.
Mello: Ah udah lanjutin...
"Aku..., aku Lizzy aku sudah tinggal disini bersama nenekku saja,"kata Lizzy malu-malu kucing.
"Wah akhirnya aku punya teman,"kata Ciel lari.
"Nenek ada tamu di rumah nih," kata Lizzy ke arah perempuan tua yang baru saja datang sambil membawa kayu bakar.
"Wah berarti kita akan membuat hidangan spesial nih,"kata nenek tersebut.
"IYA. Nenek selalu baik pada para tamu dengan makanan spesial bila ada tamu," kata Lizzy dengan bersemangat.
"Ayo kalian tidur sudah malam nih,"kata sang nenek.
"BAIK,"kata mereka bertiga langsung ke kamar tidur.
Setelah merek tertidur nenek tersebut pergi ke sebuah sangkar besar yang memuat banyak anak kecil yang tidak berdaya.
"Kalian sangat beruntung, aku telah menemukan santapan yang sangat lezat,"kata sang nenek tanpa ekpresi padahal kata-katanya terlihat sangat tertarik.
Setelah ia kembali dari sangkar yang besar ia pergi ke sebuah ruangan yang tidak ada yang tahu kecuali Lizzy. Ia dengan pelan tapi pasti berubah menjadi seorang pria gagah berambut belah tengah, bermata merah ruby, berkulit pucat, dan memiliki tubuh yang sangat proposional.
"Waktunya berburu,"kata si pria tersebut.
Sang pria pergi ke arah kamar dan membawa Alois ke sebuah sangkar kecil dan menguncinya di sana. Walau dalam diam ia tak pernah membuat suatu kesalahan sedikitpun dalam menghadapi misi yang sangat menyenangkan tersebut.
Pagipun tiba Ciel dan Lizzy bangun dari tidur nyenyaknya. Dimana Alois seharusnya ia bangun pula diantara mereka tetapi kenapa ia tidak bangun bersama mereka.
"Nii-san dimana kamu Nii-san,"kata Ciel bingung melihat-lihat ke seluruh rumah.
"Kau mencari siapa?" tanya Lizzy bingung.
"Nii-san hilang, aku tak menemukannya dimanapu di rumah ini,"kata Ciel semakin panik.
"Oh ya nenek menyuruhnya untuk mengambil air,"kata Lizzy dengan tenang.
"Aku akan menyusulnya,"kata Ciel.
"Dengan senang hati aku akan mengantarmu,"kata Lizzy yang menidurkan Ciel," Have a nice dream," kata Lizzy yang dengan perlahan berubah menjadi sesosok manusia berambut merah, bergigi panjang, berkacamata dan berbaju jas.
Ia membawa Ciel ke tempat nii-sannya terkurung. Di saat itu Alois sudah terbangun dan sadar bahwa ia berada di kerangkeng dan melihat Ciel dibawa ke arah kemari.
"Ciel kenapa kau disini,"kata Alois dengan sangat kaget.
"Ssss, dia sedang tidur,"kata manusia berambut merah tersebut.
"Bagaimana hasilnya,"kata si pria proposional itu.
"Berjalan dengan baik Sebastianku tersayang,"kata si orang tersebut sambil memeluknya dengan gairah tingkat tinggi.
"Grell jangan begitu, saya sangat benci bila anda memeluk saya,"kata Sebastian dengan muka acuh tak acuh.
Alois yang melihat keadaan mereka yang tidak menyenangkan mulai tak nyaman dengan keadaan terkurung. Ia mulai memberontak dan mendobrak pintu kerangkeng tersebut.
"Fufufufufu, tidak akan bisa terbuka itu terbuat dari kekuatan setan,"kata Grell sambil asik bersihin gergajinya yang gak kinclong-kinclong.
"Lepaskan,"kata Alois.
"Yap sampai nyawa kalian sudah tak ada di tempat yang sama,"kata Sebastian dengan senyum menyeringai.
"Sebas-chan, kau sudah melupakan majikanmu yang dulu kan,"kata Grell dengan bibir monyong lima meter
A/N: Coba peragain sambil bawa meteran.
Mello: Gak bisa... *coba-coba*
A/N: Lanjut...
"Tuan Muda, fufufufu tentu-tentu,"kata Sebastian dengan wajah tenang.
Pada saat itu Ciel baru saja terbangun dari tidurnya yang panjang dan malah menemukan bahwa ada 3 pasang mata menatap kepadanya.
"Nii-san, ini dimana?"kata Ciel dengan gemetar.
"Tak apa-apa Ciel kita akan baik-baik saja,"kata Alois menenangkan Ciel.
"Sebastian, orang itu namanya Sebastian ya?" kata Ciel dengan tiba-tiba.
"Ciel bagaimana kau tahu siapa orang tersebut?"kata Alois dengan mata terbelalak.
"Aku lupa nii-san, tapi aku merasa mengenal orang tersebut nii-san,"kata Ciel mulai terus melihat orang tersebut.
"Tuan..., t uan muda kenapa anda di kerangkeng ini," kata Sebastian mulai sadar (kapan sadarnya) kalau anak kecil itu Tuan Mudanya.
"Loh bukannya kau menyuruh aku membawanya ke sini juga," kata Grell mulai ketakutan.
"Kau saja yang mati," kata Sebastian.
"BUNUH,"kata Ciel dan Alois ketularan orang tuanya.
Pada akhirnya Ciel dan Alois selamat karena Grelllah yang emang semangat buat ngebunuh Ciel dan Alois dan mereka hidup bahagia dengan Sebastian disamping mereka...
Sebastianpun menutup cerita gaje hansel dan Gretel buatan aothor dengan tenang.
"Have a nice dream Ciel,"kata Sebastian meniup lilinnya langsung kembali ke kamar...
balesan buat yang ngereview nih...
Al-chan: Mello kamu yang bales ya...
Mello: Iya ndoro...
Mello: Thanks buat Verruca Luciver O.O apa kamu terlalu ngakak sampai kepeleset...
cek...cek...cek... menurut aku nggak.
Al-chan: Diem lu! Emang kamu sukanya cerita doujinsi yang romantis antara elu ama Matt kan...
Mello:Diem lu imej gue kan jadi jelek... trus romantisnya gak usah di bold dong... -/_/-
Al-chan: Ah gue aja... selanjutnya Mousy Phantomhive thanks juga ceritanya dibilang keren B)
Ternyata anda penggemar SebasCiel tenang aku bakal buat chapter khusus... :3 (dan masih lama kapan-kapan) *dilempar ke jurang*
Ah untuk Dark-san kau dari dn angel ya salam buat Daisuke
Mello: Gue lagi karena author kita sedang diselamatkan tim sar, selanjutnya untuk Ai Hinamori enak aja manggil author dudul...
kamu gak berani ambil Kuroshitsuji...? Awalnya author ini maunya duluan di Kuroshitsuji cuma lagi seneng aj ama aku jadi dia mulai DN *dipukul Al-chan*
Al-chan:Enak aja awalnya gue suka ama L doang...
Mello: Ah cepet ditutup aku mo balik lagi ke DN
A/N: Baik... tapi akhirnya aku bisa sampai 2000 kata senangnya...
Mello: Selamat-selamat *tepuk tangan* ah aku yang tutup bye-bye
La Revedere
(Rumania)
