Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair: Naruhina
~Heartfillia ~
~Violinist~
Read and enjoy this story ;)
Di sudut kelas XI A tampak sekerumunan anak muda yang sedang menikmati masa muda mereka, menikmati semua yang hanya di dapat pada saat itu. Menikmati cinta yang terkadang membuat detak jantung seseorang menjadi tidak karuan, karena melaikat cinta telah melepaskan panah cintanya.
tapi terkadang juga cinta bagaikan pedang bermata dua, yang siap menusuk hati, dan mengakibatkan rasa sakit yang tidak terkira rasanya.
atau bahkan merasakan indahnya persahabatan, yang membuat kita nyaman saat bersama sahabat-sahabat kita, merasa terluka saat melihat yang terluka, dan merasa senang saat melihat yang senang.
ya sungguh indah bukan masa muda itu? Maka dari itu jangan sia-siakan masa mudamu dengan sesuatu yang tidak berguna.
"hooaaammmm...membosankan, hei shika, 'ku rasa rutinitasmu itu telah menular padaku" ucap pemuda blonde dengan malasnya
"huh... dasar Naruto, hanya kebiasaan buruk saja yang dapat menular padamu" ucap pemuda berambut merah
"hei..hei Gaara aku juga tidak mengerti mengapa semua kebiasaan baik itu selalu menjahui'ku. Tapi untungnya aku masih punya otak yang encer, ya walau aku akan belajar jika aku mau saja." bela Naruto pada dirinya sendiri
"itu artinya, kau bukan orang yang baik Naruto" uacap pemuda yang kulitnya kelewat putih
"tarik kata-kata'mu itu barusan, Sai" ujar Naruto kesal
"ehm menyingkirlah sedikit aku ingin menggambar shika yang sedang tertidur" ujar Sai dengan memasang senyuman palsu.
"membosankan" ujar pemuda berambut model pantat ayam, seraya memutar bola matanya.
"permisi...bisa buka jalan sedikit?" tanya seorang yang –ehm – cocok dijuluki dengan lady pink, mengingat acsecoris digunakannya dominan berwarna soft pink, bahkan rambutnyapun berwarna merah jambu.
"ehm kurasa ini waktunya untuk gadisku" ucap salah satu pemuda
"good luck mabro" ucap Sai
"heh?...ternyata masih ada hal yang menyenangkan dari dirimu Sai"
Lelaki yang di maksud hanya menunjukkan senyuman manisnya, yang pastinya PALSU.
Naruto langsung berjalan menuju gadis tersebut dengan senyuman lima jarinya yang tidak ada tanda-tanda akan luntur.
"hei Sakura-chan" lontar Naruto pada gadisnya itu. Mengecup singkat jidat lebar gadis yang bernama Sakura tersebut, sedangkan ekor matanya mengintip kearah gadis yang berada disisi lain kelas tersebut. Seolah sengaja mengumbar kemesraan di depan gadis tersebut.
"Naruto ayo kita ke kantin, aku ingin berduan denganmu, just you and i, ok?"
"everything for you Sakura-chan" kata Naruto seraya mengandeng tangan gadis pinknya yang di respon positif oleh sang gadis yang bergelayut menja di lengan pemuda blonde tersebut. Memamerkan kemesraan khususnya untuk gadis berambut indigo panjang.
~Violinist*Heartfillia~
"aku dengar Hyuuga itu menyatakan cinta padamu?"tanya gadis pink itu seraya meminum juice strawberrynya.
"yeah that's right, tapi tenang saja aku langsung menolaknya kok" jelas Naruto
"oh... ne Naruto kapan kau kenalkan aku pada ibu'mu?" tanyanya pada Naruto
"oh itu, ehm... bagaimana bila malam ini?" respon Naruto "bukanya lebih cepat lebih baik?" tambah Naruto
"ok"
~Violinist*Heartfillia~
"sudah lama menunggu?" tanya seorang perempuan yang usianya sudah hampir setengah abad
"oh tidak, aku juga baru datang" balas perempuan yang sebayanya.
"huft~ sekarang sudah pukul 15:07 padahal kita janjian pukul 14:00, sungguh jam karet"
"ya begitulah, ehm Mikoto, maaf kau baru saja sampai tapi... aku ke toilet sebentar ya?"
"no broblem sist"
Setelah sepatah kata itu terucap, tanpa sungkan lagi perumpuan berambut merah itu berjalan menuju toilet.
DUAAG...
GUBRAKK...
"Aduh..."seru seorang wanita perambut merah
"ah ma...maaf saya yang tidak lihat jalan" maaf seorang gadis
"ah tidak saya yang tidak lihat-lihat"
perempuan berambut merah tersebut sungguh terpesona melihat cantiknya gadis yang ditabraknya. Bukan karena dirinya tidak cantik, hanya saja perempuan itu tidak menyangka bahwa masih ada gadis zaman sekarang yang cantik alami, tanpa polesan apapun di wajahnya, di tambah lagi cara berpakaiannya yang sangat sopan, berbeda dengan gadis remaja pada umumnya, yang senang memamerkan tubuhnya.
"ah maafkan saya nyonya saya tidak lihat jalan tadi" gumam gadis manis sembari membantu perempuan yang tidak sengaja di tabraknya itu berdiri.
"ehm tidak papa kok, saya yang tidak lihat jalan karena ada panggilan alam" gumam wanita tersebut.
Ya mereka berdua sama-sama merasa bersalah, merasa bahwa merekalah yang menabrak, bukanya di tabrak. Kejadiannya sungguh cepat ,bahkan authornya tidak melihat siapa yang di tabrak, dan siapa yang menabrak.
"ehm kenapa terburu-buru?" tanyawanita tersebut pada gadis di depannya.
"eh itu ano.. saya bekerja di sini, dan saya sudah terlambat" tutur gadis manis tersebut.
"oh, ehm saya mau ke toilet, dan ehm silahkan kamu sudah terlambat" ujar wanita tersebut seraya memberi jalan pada gadis di depannya –ndak tebalik tu?–
"ah..i...iya terima kasih" ujar gadis manis berambut indigo panjang tersebut. Gadis itu langsung berlari menuju tempat yang menjadi tujuannya.
"heh... sulit di percaya masih ada gadis semanis itu, jarang sekali ada gadis seperti itu sekarang ini, species seperti itu sudah sangat langkah. –?–
~Violinist*Heartfillia~
Terdengar permainan biola dari seorang violinist yang sungguh menyentuh , permainan yang dimainkan dengan sepenuh hati. Biola, itulah yang ada di pikiran wanita berambut merah saat keluar dari toilet, Saat mendengar rangkaian nada-nada yang dihasilkan oleh alat musik dawai itu.
"biola? Jadi dia seorang violinist disini?" ujar wanita tersebut "indah sekali, ehm kalau begini, aku betah disini" ya begitulah tanggapan wanita tersebut.
Ya cafe ini memang menawarkan suasana yang tenang, sangat cocok untuk orang yang ingin mendapatkan ketengangan, sehinggah dapat sedikit mengurangi beban bagi mereka yang menanggung beban, apakah itu beban pekerjaan atau beban rumah tangga. Menikmati indahnya hidup, dengan mendengarkan gesekan biola dan cello, petikan harpa, dan mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tuts-tuts piano.
"hei , cafe ini sangat hebat, memberikan kesan yang positif pada tamu-tamunya, lain kali aku ingin kesini lagi. Menikmati seduhan teh sambil mendengarkan musik yang mellow, huft ternyata masih ada hal yang menyenangkan didunia ini selain shooping dan travelling" Kagum wanita berambut raven. Seraya menyeduh tehnya.
"ya padahal, Naruto bisa bermain piano, tapi sayang anak itu suka bermain piano dalam tempo yang cepat, tapi kali aku ingin mendengarkan dia memainkan lagu yang mellow" respon wanita berambut merah tersebut.
~Violinist*Heartfillia~
Sore Hinata-chan, apa kabarmu?
disini aku baik-baik saja, oh ya Hinata-chan,
kapan kita akan bertemu lagi?
aku rindu padamu.
Jadi pikirkan saja, waktu yang tepat.
karena aku tahu, kau pasti sibuk.
Hinata pov's
Shion-chan, sudah lama aku tidak bertemu denganya, kepindahannya ke Shinjuku benar-benar membuatku rindu padanya rindu padanya, ya Shion adalah teman baikku, dialah yang mengajarkanku pentingnya sebuah sahabat, jujur saat dia pindah, aku takut, dia akan mendapatkan teman baru, dan melupakan'ku, tapi dia selalu menghubungi. Dia adalah teman terbaik yang pernah aku punya.
Sore juga Shion-chan, aku baik-baik saja disini.
ehm tentang itu, besok saja, jam 16:00 di taman kota.
iya, aku juga rindu padamu, sangatttt rindu.
terima kasih, sudah mengerti aku .
kau adalah teman terbaik untukku.
End Hinta Pov's
~Violinist*Heartfillia~
"tadaima"
"KAAA-SAANNN.." teriak seorang anak menyambut kedatangan ibunya
"heh? Naru-chan kau seperti anak kecil saja? Ada apa?" tanya lembut sang ibu pada anaknya
"ehm itu..." jawab sang anak malu-malu
"ada apa?" tanya sang ibu dengan sabar
"eh itu ano ehm Naru mau mengenalkan pacar Naru pada ibu malam ini" jawab sang anak dengan wajah yang sudah bersemu.
"heh? Pacar? Oh jadi Naru-chan sudah punya pacar?"tanya jahil sang ibu.
"ya" jawab sang anak
"siapa namanya?"
"Sakura, Haruno Sakura"
"oh Sakura, nama yang indah... cepat siap-siap, kenapa kau tidak bilang dari tadi Naru-chan?"
"ah iya.. ibu cepat mandi , aku ingin menjemput Sakura dulu" jelas sang anak, yang langsung melesat pergi.
"heh rasanya baru kemarin aku mengandung dan melahirkannya, sekarang dia sudah berpacaran" ujar wanita tersebut.
~Violinist*Heartfillia~
Di ruang makan yang megah, terlihat sepasang suami istri yang sedang bercengkrama dengan hangat, tampaknya mereka sedang menunggu seseorang. Menunggu seseorang hingga mereka belum menyentuh makanan yang terhidang di hadapan mereka.
"heh? Jadi Naru-chan akan mengenalkan pacarnya pada kita?" tanya seorang pemuda berambut blonde.
"ya, begitulah yang dikatakannya" respon wanita berambut merah
"hehehe... anak'ku sudah besar rupanya" gumam pemuda blonde
"iya, aku sungguh senang, melihat anak kita telah tumbuh menjadi pemuda dewasa, aku jadi penasaran wanita seperti apa yang berhasil menari perhatian putra kita" gumam si rambut merah
"kaa-san, tou-san"
sepasang suami-istri yang sedang bercengkrama itu langsung menoleh ke arah suara tersebut. Bukan hanya pemuda berambut blonde yang ada di sana tapi juga gadis berambut soft pink yang menggunakan gaun berwarna merah menggoda.
Terlihat raut kecawa di wajah sang ibu, melihat gadis yang di bawah sang anak tidak sesuai dengan harapan sang ibu. Bagaimana tidak, gaun yang di gunakan gadis tersebut terkesan mencolok, dengan warnanya, di tambah lagi gaun itu terlalu terbuka, gaun yang panjangnya di atas lutut yang pastinya membuat paha gadis itu terekspos dengan bebas, dan bagian atas yang juga terbuka, tanpa lengan, dan bagian depannya yang berbentuk V terlalu rendah sehingga belahan dada gadis tersebut juga ikut terekspos. Berbeda sekali dengan gadis yang di temui sang ibu saat di cafe.
"kaa-san,tou-san? Kenapa bengong?" tanya sang anak
"oh... ah itu..."
"oh kaa-san dan tou-san pasti sangat kagum pada kecantikan Sakura-chan kan?" tanya sang anak
"oh itu , i..iya, dia cantik, sangat cantik" jawab sang ibu menutupi kekecewaannya
"ehm ayo ini sudah lewat jam 7 ayo kita makan, sebelum makanannya dingin" ajak sang ayah pada dua remaja yang beranjak dewasa itu.
"baik tou-san, ayo Sakura-chan" ajak sang anak pada kekasihnya
~Violinist*Heartfillia~
"bagaimana Sakura-chan apakah kau senang?" tanya si blonde
"oh iya sangat senang Naruto, aku jadi bisa mengenal orang tua'mu labih jauh lagi" respon si pink
"oh iya kalian belum berkenalankan?, tou-san , kaa-san ini Sakura, Haruno Sakura" kenal Naruto
"oh aku Minato, Namikaze Minato, tou-sannya Naruto" kenal Minato
"saya Kushina, Namikaze Kushina, kaa-sannya Naruto" kenal Kushina
"yorushiku ne" jawab Sakura.
"ne Naru-chan bisakah kamu bermain piano, tapi dalam tempo yang lambat saja, bisa?" tanya Kushina pada anak semata wayangnya
"of course mom" respon Naruto
Naruto berjalan menuju grand piano hitam yang berada di ruang keluarga, tak lama terdengarlah suara tuts-tuts indah piano, kali ini Naruto memainkan piano dalam tempo yang benar-benar lambat, sesuai dengan permintaan ibunya.
Sedangkan sang ibu sendiri dengan serius mendengarkan anak kesayangannya itu, dari permainan Piano Naruto, ia sudah mengetahui lagu apa yang akan di mainkan Naruto. Lagu yang sangat romantis, lagu yang dulu pernah dinyanyikan Minato padanya saat resepsi pernikahannya, yang membuat wajahnya merah bak udang rebus.
"beautiful girl..."
TBC
I'm back guys,
mohon maaf buat kalian yang nunggu kelanjutan fict ini (kalau ada). Karena minggu kemaren authornya sibuk buat persiapan ulangan, dan saat sudah selesai authornya malah keasyikan liburan ma teman-teman hehheheh...
Tapi ini saya udah publish, maaf kalau sedikit garing, karena saya sendiri hanya membuatnya dalam waktu 2 hari 1 malam, hhehehhe...
Dan saya tidak tahu harus berkata apa pada:
-Miku
-Noriko Mirano
-atamae hinasudachi
-Victoria N
-IbAy-KuN
-Tania Hikarisawa
-Hiru'Na' Fourthok'og
-Brigitta
-The Hyuga's
-Lovely Orihime
-risdadadada
saya benar-benar berterima kasih pada kalian semua.
last...
REVIEW PLISSS
Heartfillia ^^V –peace–
