Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair: Naruhina
~BellNicXie ~
~Violinist~
'Kenapa aku tidak merasakan seperti yang dikatakan Sakura-chan dan Kaa-san?, kenapa aku merasa biasa-biasa saja?' Naruto membatin
read and enjoy this story ;)
Chapters 4
Di Ruang kelas XI A, tepatnya di sudut kelas, nampak sekumpulan anak muda yang sedang bercengkrama. Membicarakan sesuatu yang menurut mereka penting dan layak untuk di didiskusikan.
"Ne Hinata-chan, bagaimana apakah kau mau?" tanya seorang gadis bercepol dua tersebut
"Aduh bagaimana ya... aku tidak tahu Ten-Ten-chan" jawab gadis dengan rambut indigo panjangnya, tentu kalian sudah tau siapa dia.
"Eh bagaimana bisa tidak tahu?" tanya heran gadis yang bernama ten-ten tersebut
"Umm sebenarnya aku mau hitung-hitung untuk menambah pengalaman baru , hanya saja..."
"Hanya saja apa?" potong Ten-Ten
"Hanya saja aku malu, lagipula suaraku terlalu kecil, nanti senpai-senpai kita tidak bisa mendengar apa yang aku katakan" tutur Hinata mengeluarkan semua kendala yang dirasakannya
"Heh? Itu sajakah? Itu bukalah alasan yang kuat untuk menolaknya Hinata, karena kurasa hanya itu kendalamu, maka aku akan mengkonfirmasikan ini pada kurunei sensei" kata Ten-Ten yang langsung pergi meninggalkan Hinata di dalam kelas.
"Huft, Ten-Ten-chan, aku sama sekali tidak bisa melawannya" tutur Hinata lemas.
"AHAHAHAHAHAHA..."
Suasana kelas yang awalnya tenang, menjadi berisik karena kedatangan Naruto cs, ya itulah mereka pembuat huru-hara di Konaha High School. Pihak sekolah senderi tidak berani untuk menegur mereka, dengan alasan bahwa mereka adalah murid yang berprestasi, lagi pula mereka tidak kurang ajar,hanya tidak bisa diam.
"Lalu..lalu apa yang terjadi?" tanya seseorang dengan kulit pucatnya
"Umm hanya itu, eh Sai kenapa kau tertawa? Memang ada yang lucu ya?" tanya pemuda blonde
"Eh? Iya juga ya, apa yang lucu, umm mungkin karena aku ingin tertawa saja" jawab Sai dengan wajah innocent
"Huft dasar Sai, aku ingin lewat melanjutkan tidurku yang terganggu karena alarm laknat itu" tutur pemuda denan rambut yang menyerupai nanas
"Dasar, padahal sepanjang perjalanan tadi dia terus tertidur" gumam pemuda dengan rambut merah
"Hn" jawab pemuda dengan rambut ravennya
~Violinist*BellNicXie~
"Jadi Hinata mau?" tanya seorang wanita dengan mata rubbynya
"Ya, walau sedikit paksaan hehehehehe..." cengkir gadis bercepol tersebut
"Ehm kalau begitu, berikan dia ini" gumam wanita tersebut seraya menyerahkan buku yang bertulis 'Master of Ceremony' kepada gadis bercepol tersebut
"Hai' sensei" jawab gadis tersebut
~Violinist*BellNicXie~
Tampak di sudut kelas gadis berambut indigo panjang yang sedang 'bad mood', mungkin karena kehadiran pembuat rusuh di sekolah ini. Atau mungkin karena mendengar gosip bahwa hubungan Naruto dan Sakura sudah mengantongi restu dari oang tua Naruto.
Ya walaupun Hinata sudah mengubur perasaannya sedalam mungkin, tapi tetap saja ada rasa cemburu di hati gadis manis tersebut. Dan lagi tidak mungkin Hinata dapat melupakan rasa cintanya pada seseorang hanya dalam jangka waktu satu malam, apalagi itu adalah cinta pertamanya.
"Hinata-chan" terdengar seruan dari arah pintu kelas
Merasa ada yang menyebut atau tepatnya memanggil dirinya, Hinata lantas menoleh ke arah seruan
"Eh? Ten-Ten-chan, ada apa?" tanya Hinata dengan kerutan dikening Hinata
"Osh...osh...osh... i-ini buku pa-panduannya" jawab Ten-ten ngos-ngosan seraya memberi Hinata sebuah buku.
"Oh.." jawab singkat Hinata
"Oh iya, kita di suruh ke aula sekarang" tutur Ten-Ten
"Oh? Untuk apa?" sekali lagi Hinata mengkurutkan keningnya
"Menurutmu?" Tanya balik Ten-Ten
"umm latihan mungkin" jawab Hinata ragu
"PENGUMUMAN! YANG MERASA DIRINYA TERKAIT DENGAN ACARA PELEPASAN SISWA KELAS XII DI HARAP SEGERA BERKUMPUL DI AULA!" teriak lantang Ten-ten
"Yayayayah" jawab bosan seseorang yang baru saja terbangun dari tidurnya
"Aku rasa sudah jelas, ne Hinata-chan ayo" ajak gadis tersebut seraya menarik tangan gadis yang ada di sebelahnya.
Setelah Ten-ten dan Hinata tidak terlihat di ruang kelas tersebut...
"Wew... Ten-ten itu benar-benar hebat" seru seseorang dengan rambut blondenya
"Hebat? Apa yang hebat, yang dia bisa hanya berteriak" tutur pemuda dengan rambut nanas
"Justru itu hebatnya, saking hebatnya bahkan suara toak pun tersaingi dengan suaranya, ah bukan suara bell sekolah ini pun tersaingi" jawab pemuda dengan rambut merahnya
"That's right HAHAHAHAHA" jawab Naruto dengan diikuti suara tawa
"Hn" ya hanya itu yang keluar dari mulut pemuda raven tersebut
"AHAHAHAHAHA iya betul, betul sekali" tawa pemuda berkulit pucat yang bisa di katakan telat
Naruto cs hanya bisa sweatdrop melihat hal itu
"LOLA!" seru Naruto cs bersamaan, tentunya kecuali Sasuke
~Violinist*BellNicXie~
"Umm apa yang harus aku lakukan?"
"Duduk saja dulu, lagipula para sensei yang akan membimbingpun batang hidungnya belum terlihat, huu... dasar jam karet"
"Umm"
"Eh Hinata coba kau katakan sesuatu"
"Eh?, apa maksudmu?"
"Coba saja katakan sesuatu"
"umm...Jam karet"
"Lebih keras"
"Jam karet"
"LEBIH KERAS"
"Jam karet"
"LEBIH KERAS!"
"JAM KARET!" teriak Hinata dengan lantangya
Semua orang yang baru saja masuk kedalam aula langsung tersentak kaget mendengar teriakan Hinata
"Hei Hyuuga, apa maksudmu hah... jangan mentang-mentang kau datang tepat waktu kau langsung mengatai kami dengan jam karet" ujar seorang siswa
"Wah... Hinata, kau jadi emosian semenjak kau ditolak Naruto ya" ujar pemuda dengan kulit pucatnya dan ditambah dengan senyuman manis yang sudah pasti PALSU
"Waaaaa jadi Hinata pernah menembak Naruto"
"Haaa~ kasihan sekali"
"Dia tidak tahu malu ya... jelas-jelas Naruto sudah ada yang punya"
Demikianlah bisik-bisik yang terjadi didalam Aula...
Wajah Hinata merah padam, entah kenapa, entah karena malu atau karena marah.
sedangkan Naruto, dia hanya memasang wajah innocent.
"HEI, KENAPA KALIAN MARAH HAH...? BUKANKAH YANG DIKATAKAN HINATA BENAR , KALIAN JAM KARET 15 MENITTTT!"
"Hei Ten-Ten, aku heran kenapa ada manusia yang kerjanya hanya teriak-teriak" ucap pemuda dengan nanas di kepalanya
"Oh yeah? Kenapa kau tidak mengoreksi dirimu dulu. Kau tidak sadar ya, kalau kau itu hanya bisa TIDUR, TIDUR, DAN TIDUR" balas Ten-Ten
Saat akan membalikkan badannya, dengan tidak sengaja, Ten-Ten menginjak tali sepatunya yang terlepas, sehingaaa...
BUGG...
Terdengar suara khas ala orang yang sedang terjatuh.
"AHAHAHAHAHAHAHA..." Terdengar gelak tawa dari semua orang yang ada diTKP
Wajah Ten-Ten benar merah saat itu, Ten-Ten dengan sigap hendak meninggalkan tempat resebut tepi sebelum itu...
"Ibu dorong sapi" tutur pemuda blonde
"Maksudmu?" tanya Ten-Ten yang menahan amarahnya
"mom push cow" –mampus kau-
"AHAHAHAHAHAHA..." kembali terdengar gelak tawa dari semua siswa-siswi yang ada diTKP
"NARUTOOOO!" geram Ten-Ten yang sudah mengambil ancang-ancang untuk lari mengejar Naruto, yang juga sedang mengambil ancang-ancang
~Violinist*BellNicXie~
Tempak sebuah limosin Hitam terparkir didepan kediaman Namikaze, tak lama terlihat sorang gadis manis beramput panjang turun dari limosin tersebut.
"Lama aku tak berkunjung kesini" ujar gadis tersebut
"Wawawah... keponakanku... kau sudah besar" ucap wanita berambut merah yang baru keluar dari rumah
"Ba-chaaannn~" sorak girang sang gadis yang langsung berlari menuju bibinya. Mungkin dalam film biasanya akan dijadikan slow motion.
"Shion-chan, kau sudah besar sekali" ucap sang bibi yang memeluk sang ponakan
"Ehehhehe ba-chan juga, tetap awet mudah masih cantik seperti saat aku pindah dulu" balas sang ponakan
~Violinist*BellNicXie~
Taman Konoha, pukul 15:55
Tampak gadis manis berambut panjang sedang berdiri dibawah pohon,tampak dia sedang menunggu seseorang.
"Hi Hinata-chan" terdengar suara kecil yang membangunkan Hinata dari lamunannya
"Shi Shion-Chan" balas Hinata dengan mata yang berkaca-kaca
Kedua sahabat tersebut lantas saling tatap-tatapan. Ya memang, kedua sahabat tersebut sudah lama tidak bertemu karena salah satu diantara mereka harus pindah, mengikuti orang tuanya.
"Hinata-chan" ujar gadis manis bernama Shion seraya memeluk sahabat kecilnya tersebut
"Shi Shion-chan" ujar gadis manis yang tatkala manisnya
"Kau, tidak yang berubah dari dirimu Hinata-chan" ucap Shion seraya melepaskan pelukannya
"Shion-chan juga, masih sama seperti Shion yang pernah aku kenal" balas Hinata seraya menghapus air mata dikedua belah pipinya
"Kau masih tetap Hinata yang pemalu, cengeng dan hanya bisa memendam peresaannya dalam-dalam" ujar Shion yang juga menghapus air matanya
"Ya kau benar, aku tetap Hinata yang lemah, tapi aku bukan lagi Hinata yang hanya bisa memendam perasaannya dalam-dalam" ujar Hinata dengan ekspresi yang sulit diaratikan
"Heh? Maksudmu?" tanya Shion penasaran
"Aku sudah pernah menyatakan cintaku" tutur Hinata lemah
"Lalu, lalu jawaban orang itu?" tanya Shion dengan rasa penasaran yang makin besar
"Dia menolakku" jawab Hinata yang volume suaranya makin kecil
"Eh? Ma maaf Hinata-chan, aku tak bermaksud untuk menyinggungmu, sungguh aku tak tahu" tutur Shion dengan nada penyesalan didalamnya
"Huft... Lupakan , lagipula aku sudah tidak ada rasa lagi dengan orang itu" jawab Hinata yang volume suaranya mulai meninggi
"Ya, aku mengerti, bagaimana kalau kita naik kincir angin itu" ujar Shion seraya menunjuk Kincir angin yang besar yang terletak ditengah-tengah taman tersebut "kalau naik kincir angin sebesar itu, aku yakin, kita bisa melihat seluru kota Konoha dengan jelas" lanjut Shion dengan penuh semangat
"Ya baiklah" jawab Hinata
Setelah mengantri cukup lama akhirnya kedua sehabat tersebut menaiki sebuah kincir angin yang besar, kincir angin itu adalah kincir angin terbebar di kota tersebut, jadi maklum saja kalau orang yang ingin menaiki kincir angin tersebut
"Hwaaaa~ kincir angin ini benar-benar besar seluruh kota Konoha bisa aku lihat, Hinata sekarang tunjukkan dimana sekolahmu" ujar Shion dengan kagumnya
"Disitu, kau bisa melihat sekolah yang ada di tengah kota itu, sekolah yang gedungnya berwarna putih" tunjuk Hinata
"Oh... Konoha High School" ucap Shion yang masih dilingkupi rasa euforia
"Ya kau benar" jawab Hinata sambil melirik arloji sederhana berwarna unguh mudah yang mlingkar dengan manisnya di prgelelangan tangannya
"Shion-chan maaf, tapi setelah kincir ini berhenti berputar, aku harus kembali bekerja" tutu Hinata yang terlihat sedih harus menyudahi acara jalan bersama sahabat lamanya
"Kau kerja Hinata-chan? Dimana dan sebagai apa?" tanya Shion dengan penuh penasaran. Sungguh Shion itu benar-benar gadis dengan rasa penasaran yang tinggi
"Aku bekerja dikafe BELLNICXIE, aku hanya bekerja sebagai Violinist" jawab Hinata
"Boleh aku ikut ketempat kerjamu? Aku janji aku tidak akan menggangumu, yayayayaya?" izin Shion dengan penuh harap
"baiklah" jawab singkat dari Hinata
Singkat cerita mereka telah tiba didepan kafe BellNicXie, tempat dimana Hinata mancari nafkah
"Jadi ini tempatnya, umm bagus juga dari luarnya saja sudah seperti ini, bagaimana dengan dalamnya yah" ucap Shion yang masih terkagum-kagum dengan kota Konoha
"Ya begitulah, ayo masuk Shion-chan" ajak Hinata
Kedua sahabat tersebut melangkahkan kaki jenjang mereka kedalam kafe BNX, ya orang-orang yang sering mengunjungi kafe tersebut memang menyebut dengan singkatannya saja.
Someone POV's
kafe ini benar-benar memikat hati'ku untuk mengunjunginya kembali, tapi kemana gadis yang kemaren itu?
Kuedarkan pandangan keseluruh ruangan kefe tersebut, tetapi tetap saja, aku tidak menemui gadis yang kemaren itu.
Kehirup teh yang kupesan, ahhh~ bau melatinya sungguh menyejukkan, seakan-akan aku ada disalon kecantikan langgananku.
kembali kuedarkan pandanganku, dan aku melihat seseorang yang sepertinya kukenal, ruangan yang ketempati menggunakan lampu yang remang-remang, sehingga aku tidak terlalu jelas melihat sosok yang familiar tersebut. Tapi tiba-tiba orang itu berdiri tepat dibawa lampu sehingga aku dapat melihat orang itu dengan jelasnya
"Shion?" ucapku tanpa sadar
"Eh? Ah... ba-chan" orang itu menyaut
"Ternyata benar itu kamu, kamu ngapain disini?" tanyaku
"Oh, ini teman Shion, dia bekerja disini" kata Shion seraya memperkenalkan seorang gadis cantik. Eh? Bukankah dia gadis yang kemaren itu
"Oh jadi kalian sudah saling kenal? Dimana?" tanyaku penasaran
"Kami ini teman saat SD dan SMP tapi saat akan naik kelas VIII aku pindah, dan sekarang aku kembali" jawab Shion, kelihatannya anak itu sangat senang, bisa kembali kesini
"Oh kamu, siapa namamu?"tanyaku menanyakan namanya
"sa...saya Hinata, Hyuuga Hinata" jawab gadis tersebut dengan terbatah-batah, sepertinya dia adalah gadis yang pemalu
"Hinata yah... nama yang bagus" entah mengapa setiap aku mendengar nama seseorang komentar yang bisa aku keluarkan hanyalah itu, tapi sungguh aku tak berbohong, dia mempunyai nama yang bagus
"Ah Shion-chan, ka-san aku harus segera bekerja, permisi" izin gadis itu sopan
"Ok aku akan mendengarkan dengan seksama permainan dari seorang Hinata Hyuuga, atau mungkin dari seorang violinist" kata Shion ponakanku dengan sedikit lebay
"Ah a-aku masih amatiran kok" katanya merendah
"Ah sudah sana pergi" ucap Shion mengusir
"Eh... Aku tidak mengusir ya Hinata-chan" kata Shion yang sepertinya menyadari pekataannya barusan
"Yah" kata Hinata singkat seraya menganggukan kepalanya.
Hinata segera berjalan menuju panggung tentunya dengan tas Biola yang dijinjingnya
TBC
Hai Minna, i'm back!
maaf saya telat sangat updatenya.
sekarang jadwal Bell padat, soalnya sekarang Bell sudah duduk dikelas IX SMP.
jadi jarang ada kesempatan untuk ngetik. Boro-boro ngetik, nyentuh laptop aja jarang.
Dan masalah pair fict saya ini, saya tidak akan meletakkan Fict saya ini di Fandom NaruHina kalau ini bukan Fict NaruHina. Jadi tunggu aja ya. Dan saya akan mengusahakan next chapters sudah ada sedikit scane NaruHina.
Dan, sabelumnya pen-name saya adalah 'Heartfillia' tapi sakarang saya ubah menjadi 'BellNicXie' singkatnya 'BNX'. Saya mengganti nama karena alasan pribadi. Yeah long life 'Bell-Nic-Xie'
Last...
Special thanks to:
-Nami Forsley
-X-friendz Forever
-Dani No Baka
-Twingwing RuRaKe
-Kitsunebi Kuro Hyuuga
-Lovely Orihime
-Kudo Widya-chan Edogawa
-NaNa
-Atamae Hinasudachi
-Shinta Hyuuga
Semua masukan kalian sangat berguna untuk saya
BellNicXie
