Yahoo~! Chapter 3 akhirnya publish. Tanpa basa basi lagi, happy reading minna-san and here we go! XD
Disclaimer:
Aku harap Ikuto jadi suamiku. 0w0 #dibantai Amu & Peach-pit
Warning:
AU, maybe full OC, OOC, gajeness, lebayness, sepertinya ada bagian yang hampir melenceng ke rate M (?), ada perubahan nama di sini, dwwl (dan warning-warning lainnya).
.
Secret Princess
By: Yui Hoshina
Chapter 3: The Mysterious Boy
.
Yuina tidak henti-hentinya menatap pemuda itu. Ia sama sekali tidak beranjak dari posisinya sejak tadi.
"Kau tidak apa-apa, gadis kecil?" tanya pemuda itu tersenyum ramah.
Yuina pun tersadar dari lamunannya, "E-eh! I-iya. A-aku tidak apa-apa," jawab Yuina gugup seraya bangun dari posisinya dan duduk bersimpuh. Yuina tertunduk malu dengan wajah yang merona.
Pemuda itu juga terbangun dan duduk berhadapan dengan Yuina. Menatap sang gadis manis itu.
"Heee... Kau manis sekali. Siapa namamu, gadis kecil?" tanya pemuda itu bersemangat.
Blush!
Wajah Yuina memerah dipuji oleh pemuda tak dikenal itu.
"Yu-Yuina. Yuina Tsukiyomi," jawab Yuina terbata-bata. Ia tidak berani menatap pemuda itu karena malu. Bagaimana tidak? Dipandangi oleh pemuda yang keren, ceria dan terlihat sedikit kekanak-kanakan itu, mau tidak mau membuat Yuina berdebar-debar tidak karuan.
"Nama yang manis. Namaku..." belum sempat pemuda itu bicara, tiba-tiba...
"YUINA-CHAN~!"
Dua sosok benda (?) kecil terbang mendekati Yuina. Yuina menoleh pada dua sosok itu.
"Haahh... akhirnya terkejar juga. Larimu cepat juga," kata sosok pink itu yang tak lain adalah Runa.
"Kenapa kau tiba-tiba lari?" tanya sosok biru itu yang tak lain adalah Miku.
"Go-gomen. Aku hanya terkejut saja," jawab Yuina terbata-bata. Masih belum sadar atas apa yang terjadi pada dirinya.
"Shugo Chara?" ucap pemuda itu. Runa dan Miku tersentak kaget mendengar ucapan pemuda itu.
"Eh? K-kau bisa melihat kami?" kata Runa dengan nada bertanya pada pemuda itu.
"Eh? Maksudnya apa?" tanya Yuina bingung.
"Jangan-jangan kau..." ucap Miku dengan pandangan curiga.
Belum sempat Miku melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja...
"YUINA~!" teriak seseorang dari kejauhan. Yuina menoleh pada orang yang memanggilnya.
"Kaoru!" reflek Yuina berdiri diikuti pemuda itu yang juga ikut berdiri.
"Yuina, kau tidak apa-ap-... eh? Kau..." Kaoru menatap tajam pada pemuda disamping Yuina.
"Hai, Kaoru. Lama tidak bertemu," sapa pemuda itu ramah.
"Kau... APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA YUINA?" bentak Kaoru marah pada pemuda berambut hitam bermata merah ruby itu.
"Heee... memangnya kau siapanya Yuina? Aku tidak melakukan apa-apa pada Yuina kok," kata pemuda itu tersenyum usil sambil merangkul Yuina dari belakang.
'EEEH?' jerit Yuina dalam hati plus blushing.
Melihat hal itu, Kaoru langsung mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya.
"Kau... SINGKIRKAN TANGAN KOTORMU DARI YUINA! Riku! Chara Change!" perintah Kaoru berapi-api.
"Baik!"
"CHARA CHANGE!" tiba-tiba Kaoru memakai sebuah kacamata berbentuk kacamata ski di kepalanya dan sebuah snowboard di kakinya.
"Baiklah, aku juga tidak mau kalah. Noura!" muncul sesosok shugo chara dengan telinga dan ekor yang mirip serigala berwarna hitam. "CHARA CHANGE!"
Bersamaan dengan itu, muncul telinga dan ekor serigala berwarna hitam dari pemuda itu.
"Kau tidak akan lolos kali ini," ucap Kaoru seraya menyerang pemuda itu.
Pemuda itu pun dengan lincah menghindari serangan snowboard milik Kaoru.
"Kau sama sekali tidak berubah, Kaoru-'chan', hehehe…" ledek pemuda itu dengan menekankan kata '-chan'.
"Berhenti memanggilku dengan embel-embel '-chan', Neito Shirogane. Kau yang seperti itu tidak pantas bersikap sok akrab denganku. Dasar playboy cap serigala (?)!" umpat Kaoru kesal.
Orang yang dipanggil Neito Shirogane hanya tertawa mendengar umpatan Kaoru.
"Julukan itu benar-benar tidak berubah sejak dulu ya. Apakah itu sopan santunmu pada orang yang lebih tua darimu, Kaoru-'chan'?" kata Neito dengan nada mengejek.
Aura kegelapan Kaoru semakin menguar membuat Yuina yang melihatnya jadi khawatir.
"Kaoru, hentikan!" teriak Yuina panik.
"Urusai! Kau diam saja, Yuina. Ini bukan urusanmu! Dasar bocah!" umpat Kaoru tidak sadar.
Twitch!
Aura kegelapan Yuina keluar begitu Kaoru mengucapkan kata-kata 'terlarang' atau tabu yang menjerumus kata-kata kasar bagi Yuina yaitu 'bocah'.
"Yu-Yuina-chan…" Runa dan Miku mundur satu meter begitu merasakan aura menakutkan dari Yuina.
Riku yang merasakan aura kegelapan yang menakutkan dari arah belakangnya sontak menoleh ke arah Yuina.
"Gyaaaaa! Ka-Kaoru, ga-gawat! Emergency! Emergency! Ayo kita pergi dari sini secepatnya!" teriak Riku panik plus ketakutan.
"Kau apa-apaan sih, Riku! Aku kan belum se-…" perkataan Kaoru terpotong begitu melihat Yuina dengan aura menyeramkannya. Bahkan Neito pun secara tidak sadar mundur 3 langkah dari tempatnya.
"Kaoru…"
Panggilan menyeramkan dari Yuina membuat nyali Kaoru langsung menciut dan merinding melihat tampang Yuina yang sedang marah.
"Ri-Riku, jangan bilang kalau aku tadi…" Kaoru tidak sanggup melanjutkan karena aura intimidasi Yuina benar-benar membuatnya terpojok.
'A-apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tiba-tiba suasananya jadi horor begini?' batin Neito sweatcold (keringat dingin).
"Kaoru… OSUWARI!"
GUBRAK!
Benturan keras dari arah Kaoru pun terjadi.
"Kkhe…" Kaoru meringis kesakitan ketika 'mantra' ala Inuyasha (?) menjatuhkannya.
"Ka-Kaoru, kau tidak apa-apa?" tanya Riku khawatir.
"A-aduh… ti-tidak kusangka. Kebiasaan bermain kami ala Inuyasha (?) dan Kagome (?) benar-benar membuatku seperti Inuyasha sungguhan saja," sesal Kaoru.
"W-wah… se-sepertinya aku ada di tempat yang salah saat ini. Lebih baik aku pergi. Sampai nanti," Neito langsung kabur begitu aura menyesakkan itu semakin menguar.
"Tunggu! Jangan kabur kau, playboy sialan!" teriak Kaoru yang masih dalam posisi tiarap (?). Tapi percuma saja, Neito sudah hilang tanpa jejak.
"Sebaiknya kau jangan lari, Kaoru Souma. Urusan kita belum selesai," kata Yuina dengan nada mengancam.
"H-haik!" sahut Kaoru ketakutan.
.
.
"Hei, Amu. Sejak kapan 'bocah' itu pulang?" tanya Ikuto pada Amu yang sedang berbenah, sedangkan dirinya sendiri sedang asyik menonton TV.
"Baru saja, saat kau pergi mengantar bekal Yuina," kata Amu tanpa menoleh.
"Hei, bisakah kau menoleh padaku saat kita berbicara," pinta Ikuto atau lebih tepatnya mengeluh.
"Aku sedang sibuk. Lebih baik kau bantu aku daripada bersantai-santai," keluh Amu. Saat Ikuto mendengar keluhan Amu, terlintas ide untuk menjahili istrinya.
"Kau ingin dibantu apa, Amu?" tanya Ikuto dengan nada menggoda.
Blush!
Wajah Amu merona begitu mendengar nada menggoda Ikuto. Kalau Ikuto seperti itu, pasti ada maunya.
"Ti-tidak jadi. Sebaiknya kau bersantai-santai saja," Amu terlihat gugup dan mengerjakan pekerjaannya dengan terburu-buru. Itu membuat Ikuto menyeringai senang. Ia pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Amu yang sedang bekerja.
"Kenapa?" kedua tangannya mulai merangkul leher Amu dan bibirnya tepat di leher Amu membuat Amu merasakan hembusan nafas dari Ikuto yang membuatnya merinding.
"Yeah~. Drama Queen super duper ultra mega giga fluffy mulai lagi deh," komentar Ran dengan wajah yang ikut merona diikuti anggukan Miki, Suu, Daiya dan Yoru.
"I-Ikuto, hentikan. Bagaimana nanti kalau Yuina pulang," ujar Amu yang tidak tahan dengan sensasi yang diberikan oleh Ikuto.
"Kenapa? Bukankah kita sudah lama tidak berduaan seperti ini. Aku yakin Yuina bisa memakluminya," kata Ikuto semakin mempererat pelukannya.
"Hyaaaa~!" Amu menjerit kecil. Tubuhnya terasa panas dan jantungnya semakin berdebar-debar tidak karuan. "I-Ikuto, he-hentikan."
"Kenapa? Kau tidak menyukainya?" tanya Ikuto dengan nada merajuk.
"Bu-bukan itu. Ta-tapi…"
"Tapi apa, Amu?" Ikuto semakin menenggelamkan kepalanya di leher Amu membuat Amu blushing tidak karuan.
"Ka-kalau kau terus seperti ini… R-Ran dan kawan-kawan bisa… mati kehabisan darah," kata Amu merona sambil menunjuk sekumpulan para Shugo Chara yang tepar dengan darah mengalir dari hidung mereka.
Ikuto yang melihat sekumpulan para Shugo Chara yang tepar itu hanya bisa bersweatdrop ria.
"Merusak suasana saja."
.
.
"A-aduh, kau sadis sekali, Yuina. Kau kan tidak harus membuatku sampai babak belur seperti ini. Bagaimana nantinya kalau aku berpenampilan besok di sekolah?" keluh Kaoru sesekali meringis kesakitan.
"Gomen ne, Kaoru. Aku tidak bermaksud berlebihan," sesal Yuina yang saat ini tengah membersihkan luka Kaoru dengan sapu tangannya.
"Souma-kun, kau kenapa?" terdengar suara lembut memasuki indra pendengaran Yuina dan Kaoru. Kaoru dan Yuina reflek menoleh.
"Fujisaki!" ucap Kaoru ketika melihat salah satu anggota guardian, Himeka Fujisaki, menghampirinya.
"S-Souma-san hanya terjatuh, ehehehe…" ucap Yuina angkat bicara dengan nada gugup mencoba menyembunyikan hal yang terjadi sesungguhnya.
"Benarkah?" tanya Himeka tidak percaya. Yuina mengangguk kaku.
"Ada apa, Fujisaki?" tanya Kaoru sambil berdiri dan merapikan pakaiannya yang sedikit kotor.
"Ah, ano… jika kau tidak segera kembali ke rapat guardian, nanti semua menunggu," kata Himeka.
"Oh, kalau begitu… aku izin bolos kali ini, ya?" pinta Kaoru dengan tampang polos.
"HE? MANA BISA BEGITU!" protes Himeka.
Puk! Kaoru mengatupkan kedua tangannya serta menunduk.
"Aku mohon. Untuk saat ini, aku tidak bisa menghadiri rapat guardian. Aku akan mengantar Yuina pulang," pinta Kaoru.
"Eh? Mengantar pulang?" ucap Yuina heran.
"Sampai nanti, Fujisaki!" Kaoru langsung menyeret Yuina dan berlari secepat kilat.
"EEEEEH~!"
"Huh, dasar. Menghilang seenaknya saja," keluh Himeka.
.
"Tu-tunggu, Kaoru!" Yuina berusaha menahan Kaoru agar tidak membawanya terlalu cepat.
"Ada apa?" tanya Kaoru menghentikan langkahnya. Yuina berusaha mengatur nafasnya yang kelelahan karena ditarik oleh Kaoru.
"K-kau ini, kenapa menarikku sembarangan? Kau tidak lihat aku kelelahan mengikutimu," protes Yuina yang terlihat ngos-ngosan.
"Eh, gomen ne. aku tidak sadar, hahaha…" Kaoru tertawa kecil.
"Bisakah kau jelaskan apa yang terjadi barusan? Siapa pemuda tadi? apa hubungannya denganmu?" tanya Yuina bertubi-tubi. Mendengar kata 'pemuda tadi' Kaoru langsung memasang wajah kesal.
"Dengar, Yuina! Jangan pernah mendekati pemuda itu! Dia berbahaya! Ingat itu!" Yuina hanya bisa sweatdrop mendengar larangan Kaoru. Yuina hanya bisa berdecak kesal.
'Tck. Penyakit Cousin Complexnya kumat lagi. Dasar baka Kaoru.'
"Kenapa?" tanya Yuina dengan tampang agak sinis.
"Pokoknya jauhi pemuda itu. Dia playboy! Aku tidak mau membahayakanmu pada pemuda serigala gila itu!" kata Kaoru berapi-api. Matanya menyiratkan bahwa ia sangat membencinya. Sekali lagi, Yuina hanya bisa menghela nafas pasrah.
"Nama."
"Apa?" tanya Kaoru bingung.
"Nama. Siapa nama pemuda itu? Apa alasanmu melarangku menjauhi pemuda itu? Dan bukti apa yang bisa kau berikan bahwa pemuda itu adalah playboy?" tanya Yuina dengan nada menantang.
Kaoru pun mencoba mengendalikan emosinya.
"Namanya Neito Shirogane. Alasanku, dia playboy, suka menggoda perempuan, menyebalkan dan juga seorang… bawahan dari Dark Rose."
"Dark Rose?"
"Sebaiknya kau tidak perlu tau hal itu. Kita lanjut pertanyaanmu yang lain soal bukti. Buktinya sangat nyata, contohnya saja Fujisaki. Ia pernah di goda oleh Neito," kata Kaoru dengan tampang kesal.
"Eh? Himeka Fujisaki? Serius?" tanya Yuina tidak percaya.
"Yup! Makanya, jauhi pemuda itu. Mengerti!"
"E-eh… ng, baiklah," kata Yuina ragu-ragu.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang. Lagipula, Paman Ikuto juga sudah menitipkanmu padaku."
"Iya!"
.
"Hei, Amu, sudah selesai?" tanya Ikuto yang terlihat bosan sedang duduk di depan TV.
"Sebentar lagi. Memangnya ada apa?" tanya Amu tanpa menoleh sambil merapikan piring-piring yang baru saja dicuci.
"Aku lapar," ucap Ikuto.
"He? Lapar? Bukankah kau sudah makan," Amu menoleh pada jam dinding yang masih menunjukkan angka 10.15.
"Huh, kau tidak tau aku saja. Kemarilah," pinta Ikuto sambil melambaikan tangannya pada Amu. Amu yang sudah selesai dengan pekerjaannya langsung menghampiri Ikuto.
"Ada apa?" tanya Amu. Ikuto tidak menjawab tapi langsung menarik Amu ke arahnya.
"Eh? KYAAAA!"
.
"Oke. Aku hanya bisa mengantarmu sampai sini," kata Kaoru. Mereka kini sudah sampai di depan rumah Yuina.
"Kau tidak mampir?" tanya Yuina.
"Tidak. Terima kasih. Aku harus kembali ke sekolah. Bisa gawat kalau aku bolos terlalu lama. Jaa ne, Yuina," pamit Kaoru seraya pergi secepat kilat. Yuina hanya bisa memasang tampang sweatdrop.
"Ne, Yuina-chan. Kau mau diam di sini terus atau masuk ke dalam rumah?" tanya Runa.
"Tentu saja ma-… eh? Kenapa kalian masih ada di sini?" tanya Yuina agak sinis.
"Tentu saja karena kami adalah Yuina-chan no Shugo Chara. Kami kan selalu berada di dekatmu," jawab Miku.
"He? Benarkah?" tanya Yuina memastikan.
"Tentu saja!" jawab Runa dan Miku bersamaan.
"Ugh… baiklah. Ayo masuk," Yuina pun memasuki rumahnya diikuti para Shugo Charanya.
"Tadai-…"
"KYAAAA!"
"…ma. Ma-Mama!" Yuina terkejut ketika mendengar suara teriakan Amu saat ia memasuki rumahnya. Dengan cepat, Yuina berlari ke arah tempat yang biasa di gunakan Amu yaitu… dapur atau ruang keluarga.
"Mama, ada ap-… eeeeeh!" betapa terkejutnya Yuina saat melihat Amu tengah dalam posisi… menindih Ikuto di atas sofa. Wajah Yuina langsung merah padam karena itu adalah pemandangan 17 tahun ke atas, menurutnya.
"Yu-Yuina! Ja-jangan salah paham dulu. I-ini hanya kecelakaan!" Amu mencoba menjelaskan dengan terbata-bata disertai rona merah diwajahnya.
"Se-sebaiknya aku pergi ke kamar saja," Yuina pun langsung berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya.
Blam! Terdengar pintu kamar Yuina yang tertutup dengan keras.
"Good job, Ikuto-sama. Sekarang Yuina akan berpikiran aneh-aneh padaku," kata Amu dengan nada sinis plus sarkastik.
"Memangnya kenapa? Bukankah ini wajar untuk sepasang suami istri?" kata Ikuto dengan tatapan jahil.
"Berhenti menatapku seperti itu, baka neko! Cepat lepaskan kaitan kancing ini! Karena tersangkut jadi aku tidak bisa bergerak bebas, ugh…" Amu mengeluh karena kancing lengannya tersangkut di kancing lengan Ikuto.
"Cerewet."
.
.
Blam!
Yuina menutup pintu kamarnya cukup keras. Jantungnya berdebar terus menerus sejak insiden di ruang keluarga. Bagaimana tidak? Ia melihat posisi Papa dan Mamanya yang agak errr… menjurus ke hal dewasa. Walaupun sudah terbiasa dengan sikap mesra mereka, tapi sepertinya tidak cukup membuat Yuina tidak berdebar lagi jika melihatnya.
"A-apa itu tadi? Se-sepertinya itu cuma halusinasiku saja. Ya, pasti," Yuina pun berjalan ke arah meja belajarnya dan meletakkan tasnya di sana. Ia pun berjalan menuju tempat tidurnya dan mencoba untuk berbaring. Dan…
"Eh?" Yuina merasa ada sesuatu yang sedikit mengganjal di tempat tidurnya. Perlahan-lahan iapun membuka selimutnya itu dan…
Terlihat seorang anak kecil berumur sekitar 10-11 tahun tengah tertidur dengan nyenyaknya.
"HE? A-AKUTO?" teriak Yuina terkejut dengan penampakan anak kecil yang di panggilnya 'Akuto'.
Anak kecil yang dipanggil Akuto perlahan-lahan terbangun karena mendengar suara keras yang memanggilnya. Ia terbangun dari tidurnya dan mulai mengucek-ngucek matanya seperti kucing.
"Ngh… Yuina? Sedang apa kau di kamarku?" tanya Akuto linglung. Mata deepbluenya terlihat mengantuk. Yuina hanya bisa sweatdrop menatap 'adik'nya yang mempunyai darah rendah setiap kali ia bangun. Ya, adiknya. Akuto Tsukiyomi, mirip seperti Ikuto bagaikan replika tanpa celah. Warna mata, rambut, semua mirip Ikuto. Walaupun kadang sifat pemalu Mamanya sedikit menurun padanya.
"Kau sedang mengigau, Akuto? Ini kamarku. Coba perhatikan baik-baik," Yuina hanya pasrah melihat reaksi Akuto yang sedikit lambat, persis seperti Ikuto saat bangun tidur.
"Ooh… benar juga," jawab Akuto datar sembari kembali menghempaskan dirinya di kasur empuk milik kakaknya.
"Hei, bangun! Kalau mau tidur, tidur saja di kamarmu. Akuto, bangun!" Yuina berusaha untuk membangunkan Akuto yang kembali tidur.
"Ugh… berisik. Aku tidak bisa tidur dengan tenang, nyaa~," tiba-tiba keluar makhluk kecil berbentuk peri yang tak lain adalah Shugo Chara yang tiba-tiba muncul di dekat Akuto.
"Kau… siapa?" tanya Yuina terkejut melihat Shugo Chara yang berbentuk seperti kucing hanya saja memakai pakaian seperti bajak laut dengan topi yang bergambar tengkorak kucing dengan tulang berbentuk tanda silang.
"Namaku Yoku. Shugo Chara no Akuto. Tolong, jangan berisik. Aku lelah setelah perjalanan jauh," kata Yoku cuek sambil kembali tidur di samping Akuto.
"He? Dasar kucing tidak tau sopan santun. Oi, Akuto, ayo bangun! Cepat pindah ke kamarmu sendiri!" Yuina kembali membangunkan Akuto yang sepertinya hampir terlelap.
"Sebentar saja. Izinkan aku tidur di sini sebentar lagi. Aku mengantuk," tidak lama kemudian, terdengar dengkuran halus dari Akuto.
"Huh, dasar! Seenaknya saja. Dasar, baka ototo," dengus Yuina. Tapi akhirnya, ia tersenyum lembut juga. Tidak disangka, ia bisa bertemu kembali dengan adiknya, Akuto, sejak ia, Amu dan Ikuto meninggalkan Eropa setahun yang lalu dan Akuto sendiri tetap menetap di Eropa bersama kakek dan neneknya yaitu Aruto Tsukiyomi dan Souko Hoshina atau Souko Tsukiyomi. Ya, selama ini ia menetap di Eropa dan baru akhir-akhir ini ia datang ke Jepang kembali sebagai transfer student Seiyo Gakuen.
Yuina tersenyum dan mulai membelai rambut biru Akuto dengan lembut, "Okaeri, Akuto."
.
.
"Yuina Tsukiyomi, gadis yang menarik dan juga… manis," gumam Neito menyeringai yang saat ini sedang duduk di jendela kamarnya atau lebih tepatnya markas Dark Rose.
"Sebaiknya kau berhati-hati pada gadis itu, Neito," terdengar suara perempuan yang mulai menghampiri Neito.
Neito menoleh dan terlihat seorang gadis berambut putih keperakan kuncir kuda bermata Aquamarine tengah menatapnya tajam.
"Aku tau itu, Airi," ucap Neito kembali menatap langit malam dengan tatapan datar.
"Berhati-hatilah pada gadis itu karena… mungkin suatu hari nanti, gadis itu akan menjadi penghalang untuk Dark Rose," kata Airi datar. Neito hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk meredam kemarahannya.
Dark Rose! Dark Rose! Dark Rose! Nama itu selalu membuat Neito muak.
"Aku pergi," pamit Neito seraya turun dari jendela dan berjalan melewati Airi.
"kau mau kemana?" tanya Airi datar. Neito berhenti sejenak.
"Kau tau tujuanku. Ke tempat itu untuk melihat'nya'," ucap Neito datar seraya kembali berjalan. Airi menunduk lesu. Ia tau tempat apa yang di tuju Neito karena… tempat itulah yang membuatnya bertahan untuk tetap berada di Dark Rose walaupun tidak ingin. Hanya ini satu-satunya cara agar 'orang' yang berada di tempat itu aman.
.
Neito melangkah kakinya untuk menuruni tangga yang menuju ruang bawah tanah. Tempat itu gelap namun masih ada sedikit penerangan. Tanpa terasa, ia sudah berada di depan pintu besi. Pintu itu tidak tertutup rapat dan Neito mulai membukanya.
Di dalamnya, terlihat 2 buah tabung besar yang terlihat aneh dan juga seperangkat komputer canggih dan beberapa barang-barang mencurigakan lainnya. Tempat itu seperti laboratorium saja.
Neito mendekati salah satu tabung yang berisi cairan bening warna hijau (atau biru?) itu dan terlihat seorang gadis remaja berambut panjang kuning keemasan dengan mata terpejam menggunakan dress berwarna putih tanpa lengan di dalamnya. Di tubuhnya terdapat beberapa selang dan juga alat pernapasan untuk membuatnya tetap bernafas. Neito menyentuh tabung berisi manusia itu dan menatapnya sendu.
"Bertahanlah sebentar lagi. Cepat atau lambat, aku akan menyelamatkanmu dan membawamu pergi dari sini. Aku tidak akan membuatmu lebih menderita lagi lebih dari ini. Bersabarlah sebentar lagi… Lyra..."
.
.
To be continue
Wai~ wai~ udah memasuki aura dark nih, ehehehe… gomen telat. m(_ _)m #plak
Seperti yang kubilang di chapter lalu, kali ini aku mengubah nama dan fisik shugo chara Yuina. Untuk keterangannya, ntar aja deh setelah balas review dah kelar.
Talkshow time:
Neito: "Ehem! Berhubung Author lagi gak ada, pembacaan review akan di sampaikan oleh ayang (?) Yuina dan Kaoru-'chan'." #senyum innocent
Kaoru: "JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SUFFIX '–CHAN', PLAYBOY SIALAN! DAN APA-APAAN ITU MEMANGGIL YUINA DENGAN SEBUTAN 'AYANG'? GAK SUDI!" #Cousin Complex mode: ON
Neito: "Dasar cousin complex. Yuina, tolong balas review pertama." #nyodorin berkas review
Yuina: "Ehem! Review pertama dari oshiru rui gak login-lupa pass. Beneran sugoi? Arigatou! Yak, ini kelanjutannya. Gomen kalau terlalu telat. untuk soal nama, sepertinya gak kepake, ehehehe… gomen ne." ^^
Kaoru: "Rizuka Hanayuki, Paman Ikuto memang selalu awet muda. Bahkan kalau Yuina jalan-jalan sama Bibi Amu, banyak mengira mereka berdua itu Kakak-Adik daripada Ibu-Anak, hehehe… untuk nama, sepertinya gak ada yang di pilih oleh Authornya. Saya sebagai OC (?) mewakili Author untuk meminta maaf pada anda." (_ _)
Neito: "Sakura Kyoko Puella Magi, ya, ya, masih mending mirip karya asli Peach-Pit daripada mirip 98% fic milik karya orang lain. Thanks dah review."
Yuina: "Itteru Kaara-chan u, iya, ini dah apdet. Err… udah telat berapa bulan ya? Rasanya lebih dari 4 bulan, hehehe… (Jduak!) he? Ngebayangin Neito seperti Natsume? Tapi Authornya malah ngebayangin Neito seperti Nachi di Fullmoon wo shagashite. Tunggulah, Author ntar sempet-sempetin ngirim link sosok Neito di profilenya. XD"
Kaoru: " Dari numpang lewat, ini dah di apdet!"
Neito: "Dua review tanpa nama dengan isi yang sama. Wah~ imajinasi Author hebat? Tepuk tangan! #tepuk tangan pake panci (?). Iya, Authornya cuma nonton Shugo Chara hasil download aja jadi kurang tau. Thanks atas infonya."
Yuina: "Thanks atas reviewnya, Rikuru Rin-chan. Yup! Ini adalah cerita setelah tokoh utamanya menikah. Gak berguna? Setiap review yang mampir ke fic abal ini berguna semua kok karena itu artinya nih fic diperhatikan. Yak! Ini dah di update!" ^^
Neito: "Amutia Blossom Saver, jangan senyum dan ketawa-ketawa sendiri. Ntar kaku lho, hehehehe… soal penulisan. Yak, ini udah diperbaiki kok. Thanks atas infonya." ^^
Kaoru: "Salam kenal juga, Ira Hinayomi Beliebers. Wah~ makasih sudah muji kami para OC. Syukurlah, image kami para OC tidak terlalu buruk." #tears
Yuina: "Beneran bagus? Serius lo, Vocallone? (OOC) yup! Kejadianku memang hampir sama dengan Mama Amu, tapi untuk seterusnya, Author akan berusaha merubah jalan ceritanya lain berbeda dengan kejadian Mama Amu. Semoga." #gak yakin
Neito: "Yak, ini dah dilanjut. Sabar dikit napa, Tsukiyomi Amu-Chan Hinamori. Untuk nama, namaku mirip gak ma Ikuto?"
Yuina: "And the last review dari males login. Hoo… maksudnya satu lagi? Memangnya fic Author yang keren itu apa aja? Perasaan ntuh fic gaje semua. Untuk 'adegan mesra' AmuTo, congratulation, requestmu terkabul. Bahkan hampir melenceng ke rate M (he?). Untuk nama Lulu, ntar aku coba di edit lagi. Thanks dah review." ^^
Neito, Yuina & Kaoru: "Jaa ne, Minna~!" XD
Talkshow time off
Ok! Pembalasan review sudah terlaksana, waktunya otak atik (?) Shugo Chara 2nd generation! XD
Untuk Runa (ShuCha Yuina), aku mengganti sosoknya. Pakaian tetap sama hanya beda model rambutnya saja. Kuncir kuda pendek dengan pita merah. Sebuah bando berwarna soft pink di sertai bentuk Heart menghiasi bando tersebut.
Untuk Miku (ShuCha Yuina yang di chapter lalu bernama Hikari), hanya kuubah namanya saja. Karena menurutku, nama 'Hikari' terlalu panjang. =.=
Dan untuk Kaoru Souma, ia mengidap Cousin Complex, bukan Sister Complex karena kata 'Sister' hanya digunakan untuk saudara kandung saja.
.
Waktunya memperkenalkan OC baru! XD
Akuto Tsukiyomi
Anak dari Ikuto Tsukiyomi dan Amu Hinamori (Amu Tsukiyomi), adik Yuina Tsukiyomi.
Ciri-ciri: Cowok, rambut serta mata persis ikuto, mirip Ikuto waktu kecil.
Sifat: berubah-ubah, kadang jahil kadang manja kadang bersikap (sok) lebih tua. Sedikit Mother complex dan Sister Complex.
Umur: 10-11 tahun (5 SD)
Shugo Chara: Yoku
Neito Shirogane
Bawahan Dark Rose.
Ciri-ciri: Cowok, rambut berwarna hitam, bola mata berwarna merah ruby, style rambut seperti Nachi di Full Moon wo Shagashite atau ada seseorang lagi tapi lupa. X(
Sifat: Kekanak-kanakkan, kadang terlihat dewasa, bersembunyi dibalik sifat playboynya yang suka merayu perempuan padahal aslinya ia hanya ingin dekat dengan seseorang yang menerima apa adanya, tertarik pada Yuina.
Umur: 15-16 tahun
Shugo Chara: memiliki 2 Shugo Chara yaitu Noura dan Yue.
Airi Kurohane
Bawahan Dark Rose.
Ciri-ciri: Cewek, rambut berwarna putih keperakan, bola mata berwarna Aquamarine, style rambut kuncir kuda dengan pita berwarna hitam.
Sifat: Dingin, dewasa, suka menasehati Neito padahal dirinya lebih muda dari Neito, terkadang menjadi lembut hanya pada orang-orang yang khusus bagi dirinya.
Umur: 13-14 tahun
Shugo Chara: Shira
Yak. Cuma itu aja yang kuperkenalkan. Untuk yang penasaran Lyra itu siapa, semoga chapter depan bisa di bahas. Untuk nama Neito aku dapat darimana, sebenarnya rencana awal mau aku kasih nama 'Neo Shirogane'. Di mana nama Neo aku ambil dari tokoh sketsa cerpenku sendiri yang bernama 'Neora Callista' yang filenya sudah hilang karena kena virus. Yak, saran, kritik, pujian (maunya), maupun flame di terima.
Khusus flame, saya akan menggunakannya untuk membakar sate (?), nyehehehe… XD
KEEP OR DELETE? XD
.
.
Cute Smile
Yui Hoshina ^^v
