Cinta Yang Pergi
By : CyeDessy Uchiha'cHan
Disclaimer :
Naruto selamanya punya om Masashi kok…:D
Pair :
Absolutely SasuSaku ^o^
Warning :
AU, Little bit OOC, dll
Genre :
Hurt/Comfort and Romance
Don't Like Don't Read
Chapter 2
"Duh, Saso-nii mana sih, padahal aku kan udah bilang tunggu, jadi tersesat deh. Lagian rumah segede ini kok ga ada penghuninya sih. Hmm, tapi aku kok ngerasa kenal rumah ini ya?", gumam Sakura yang sedang mencari Sasori. Lalu tidak berapa lama dia melihat sebuah taman belakang yang sangat indah. Tanpa ia sadari dia merasa seperti déjà vu dengan tempat itu, lalu ia pun tanpa sadar terus berjalan ke taman kecil nan asri itu. Dan matanya terbelalak ketika melihat ada seorang pemuda tampan dengan kulit pucat dan mempunyai model rambut gaya emo yang rada mirip err-pantat ayam duduk di bawah pohon sakura ditaman itu sambil mendengarkan Ipod. 'Oh Kami-Sama, siapa cowok itu? Apa dia temennya Saso-nii? Tapi dia kelihatan sebaya denganku', batin Sakura sambil terus memperhatikan objek barunya. Karena terlalu serius menatap cowok itu, dia tidak sadar kalau sekarang cowok itu berjalan semakin dekat ke arahnya. 'Ya ampun, dia melihatku. Duh, gimana nih?', batin Sakura lagi setelah sadar kalau cowok itu sadar akan kehadirannya. Si cowok pun terus mendekat dengan tatapan tajam tanpa berkata satu kata pun, dan terus mendesak Sakura ke dinding dibelakangnya. Karena merasa sudah terdesak Sakura tidak tahu harus berbuat apa sementara si cowok sudah berada dihadapannya. Saat jarak mereka sudah sangat dekat tangan si cowok mendekat ke kepala Sakura yang semakin membuatnya salah tingkah. Ternyata si cowok malah mengambil telepon yang ada di samping kepala Sakura dan menelpon seseorang.
"Satpam, segera kesini karena ada orang yang menyusup ke dalam rumah. Bereskan dalam sepuluh menit, kalo ga aku pecat !", perintah cowok itu kepada orang diseberang telepon yang ternyata satpam rumahnya lalu menutup telepon lokal itu dan berjalan meninggalkan Sakura.
"A – apa? Penyusup? Maksudmu aku?", tanya Sakura heran kepada cowok itu.
"Emangnya ada 'orang lain' disini selain kamu?", tanya cowok itu sambil berbalik sekilas menghadap Sakura lalu melanjutkan jalannya.
"Hei, jangan sembarangan menuduh orang yang baru kamu jumpai ya! Aku ini cuma menemani Nii-chanku yang ingin mengunjungi sahabatnya. Dan yang kutahu sahabatnya itu tinggal disini. Aku ditinggal Nii-chanku, and see aku tersesat sekarang, jadi jangan sembarangan menuduhku!", protes Sakura kepada sang cowok yang ternyata sangat tidak sopan. 'Nih cowok ganteng – ganteng tapi kelakuannya jelek banget sih', rutuk Sakura dalam hati.
"Itu bukan urusanku. Kau jelaskan saja pada satpamku", lanjut sang cowok.
"HEI TUNGGU! Antarkan aku ke tempat Nii-chanku", teriak Sakura sambil mengejar si cowok.
"Cepat bereskan dia", perintah cowok itu ketika satpam yang diteleponnya tadi datang.
"Maaf Nona, silahkan keluar dari rumah ini", kata satpam itu kepada Sakura sambil menarik lengannya.
"Hei lepaskan, aku cuma mau cari Nii-chanku. Hei. . .!", Sakura terus berontak sampai seseorang menghentikan kegiatan tarik – menarik itu.
"Lepasin dia pak, dia itu imoutonya temanku", perintah Itachi yang datang bersama Sasori.
"Ya ampun Ra, kamu ini belum apa – apa udah bikin kacau. Kamu ga papa?", tanya Sasori kepada imoutonya.
"Apanya yang bikin kacau, aku kan udah bilang sama Nii-chan tunggu aku, aku nya malah ditinggal, huh!", rutuk Sakura kepada Aniki nya.
"Hahaha, kamu tetep cerewet seperti dulu ya, Ra", sela Itachi.
"Hm, Eto~ kita saling kenal yah? Maaf aku ga inget", ujar Sakura dengan tampang innocent nya.
"Yah, udah ga heran lagi deh kalo kamu lupa. Ini teman Nii-chan yang nii-chan certain ke kamu. Namanya Uchiha Itachi, dan ini otoutonya Uchiha Sasuke", jelas Sasori ke Sakura.
"Hei Sakura-chan, senang bisa jumpa dengan kamu lagi. Kamu udah besar ya dan makin manis aja", puji Itachi. "Oia ini otoutoku Sasuke, dulu kalian teman berantem waktu kecil seperti sekarang ini. Maaf sikapnya yang kasar tadi ya, mungkin karna udah lama ga ketemu dia juga ga tau kamu siapa. Hei baka otouto, cepat minta maaf ke Sakura-chan", lanjut Itachi. Sedangkan orang yang dibicarakan hanya terpaku dengan wajah kaku. 'Di – dia Sakura? Haruno Sakura yang itu?', batin Sasuke terkejut namun wajahnya tetap datar seperti biasa.
"Hei, aku Haruno Sakura. Maaf karna yang tadi, juga maaf karna aku ga inget kamu. Tapi kita bisa kenalan dari awal lagi kan?", tanya Sakura sambil menjulurkan tangannya di depan Sasuke.
"Ck, apaan sih! Aku ga peduli kau siapa! Yang ku tau kau orang yang tidak tau diri membiarkan kami menunggu di bandara selama 2 jam lebih hanya karna seorang cewek yang telat bangun dan kau udah mengganggu waktu santaiku!", kata Sasuke dengan nada sarkastik lalu pergi meninggalkan ketiga orang itu.
"Hei Baka otouto tunggu! Kau. . ."
"Udahlah ga papa kok Itachi, mending sekarang kita balik aja ya daripada nambah parah situasi. Ntar kalo udah tenang kamu certain apa yang sebenarnya terjadi, oke", potong Sasori. Walau dia agak kesal kepada Sasuke karena sudah membentak imoutonya hingga membuat Sakura diam seperti saat ini, dia tau kalau Sakura sangat anti di bentak, namun dia yakin Sasuke punya alasan melakukan hal itu, karena Sasuke yang dia kenal adalah pemuda yang sangat sopan. Dia langsung membawa imoutonya ke mobil dan langsung tancap gas pulang kerumah mereka.
-oo-
"Apa – apaan sih cowok itu! Mentang – mentang kaya plus punya tampang keren, tapi kalo akhlaknya minus gitu sama aja! Baru juga kenal tapi udah bentak – bentak! Kaa-san sama Saso-nii aja ga pernah bentak – bentak aku! Kalo bukan karna ada Itachi-nii di sana, udah aku bejek – bejek tuh ayam, huh!", omel Sakura di sepanjang koridor sekolahnya tanpa memperdulikan siswa – siswi yang melihatnya sepanjang jalan ketika menuju ke kelas paginya yaitu biologi. Cewek itu masih sangat kesal dengan Sasuke yang kemarin membuatnya tidak berkutik sama sekali, maklumlah dia paling tidak bisa dibentak apalagi sama orang yang baru dia jumpai. Setelah selesai dengan omelannya dia langsung memasuki sebuah kelas yang merupakan kelas paginya. Begitu masuk dia langsung menuju bangkunya yang berada dipojokan. Tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi dan disusul dengan masuknya guru Biologi mereka.
"Pagi anak - anak", ucap sang guru yang wajah nya tertutup oleh masker ketika tiba di mejanya.
"Pagi sensei", jawab mereka serempak.
"Hari ini kita kedatangan anggota baru dikelas biologi ini, dia murid transfer dari London, jadi kalian jangan heran kenapa dia bisa masuk di pertengahan semester", jelas sang sensei. "Silahkan masuk anak baru, perkenalkan dirimu kepada teman – teman barumu", lanjut sang sensei. Tidak lama kemudian masuklah seorang cowok yang super keren dengan gayanya yang cool yang membuat semua siswi dikelas itu histeris kecuali satu orang, tentu saja Sakura. Bukannya dia tidak kagum hanya saja dia tidak memperhatikan apa yang terjadi sejak tadi di depan kelasnya karena masih asyik dengan omelannya.
"Nama saya Uchiha Sasuke, saya pindahan dari London. Pindah kemari karena keinginan pribadi saya dan saya masuk kelas ini karena saya ingin melanjutkan studi saya di bidang kedokteran. Jadi mungkin kalian semua akan menemui saya di setiap kelas yang berhubungan dengan kedokteran. Mohon bantuannya", ucap sang anak baru yang ternyata adalah Uchiha Sasuke.
"Baiklah Uchiha-san, kita cukupkan dulu perkenalannya kalau ada yang mau kalian tanyakan pada Uchiha-san, nanti saja saat jam istirahat. Sekarang kamu bisa duduk di bangku yang kosong", lanjut sang sensei. Lalu Sasuke pun melihat ke seluruh kelas namun sepertinya tidak ada bangku yang kosong, hampir saja dia bertanya pada sang sensei saat dia menyadari ada sebuah bangku kosong namun di "duduki" oleh sebuah tas. Tanpa pikir panjang dia menuju ke bangku itu dan menaruh tas itu ke meja pemilik tas tersebut yang ternyata adalah makhluk bermahkotakan bubble gum - Haruno Sakura. Karena merasa terusik dengan tasnya yang tiba – tiba berada di mejanya, ia pun melihat orang yang meletakkan tasnya.
"Hei apa yang kau laku. . .kan?", Sakura tergagap ketika dia melihat siapa yang duduk disampingnya, seorang cowok yang menjadi sumber kekesalannya dari kemarin hingga tadi pagi dan sekarang cowok itu malah dengan innocent-nya berada di kelasnya dan duduk di sampingnya. 'Mimpi apa aku semalam sampai harus ketemu sama cowok ayam menyebalkan ini lagi?', batin Sakura kesal.
"Hei kenapa kau disini hah? Kamu mau bentak – bentak aku lagi? Kalo mau duduk sana cari tempat yang lain, ini bangkuku!", bentak Sakura.
"Aku ga pernah tau tuh kalo bangku sekolah itu diperuntukkan untuk tas yang ga berharga kayak punyamu itu. Lagian ga ada bangku kosong lagi dan kau ga berhak marah – marah padaku karna aku juga bayar masuk ke sekolah ini, kecuali kau membayar lebih untuk bangku yang kau buat menaruh tasmu itu", jelas Sasuke dengan nada yang super dingin dan tajam.
"Kau. . .", Sakura berusaha meredam emosinya, daripada dia harus keluar dari kelas karena diusir senseinya bila ketahuan membuat keributan. Dan kelas biologi pagi itu, yang biasanya selalu membuat Sakura sang bintang sekolah bersemangat karena biologi adalah salah satu mata pelajaran yang sangat ia sukai, tapi pagi itu dia seperti sedang menjalani kelas matematika yang sangat ia benci.
-oo-
"Argh! Kenapa sih cowok ayam itu selalu ada di setiap kelas yang aku ikuti! Dan sekarang dia mengambil tempatku sebagai peringkat teratas di sekolah? Dasar cowok menyebalkan!", teriak Sakura frustasi ketika dia baru saja memasuki ruang tengah rumahnya dan langsung menghempaskan badannya di sofa ruangan itu.
"Hei anak Kaa-san kenapa sih, kok pulang – pulang udah teriak – teriak gitu? Nih minum dulu hot chocolate kesukaan kamu", ujar sang Bunda ketika mendapati putrinya pulang dengan keadaan frustasi.
"Itu Kaa-san, cowok bernama Uchiha Sasuke yang selama ini Saku ceritain. Cowok kasar yang selalu bentak – bentak Saku dan selalu ada di setiap kelas yang Saku ikuti kecuali kelas olahraga. Dan sekarang Kaa-san tau ga, dia mengambil tempatku sebagai peringkat teratas di Try Out kemarin, Kaa-san. Saku makin kesal aja sama dia", ungkap Sakura kepada sang Bunda. Memang sudah hampir dua bulan semenjak Sasuke pindah ke sekolahnya Sakura. Selama dua bulan ini banyak yang terjadi, mulai dari Sasuke yang ternyata juga bercita – cita untuk menjadi dokter yang otomatis membuat dia selalu berada satu kelas dengan Sakura kecuali kelas ekstrakurikuler, Sasuke mengambil kelas seni dan Sakura mengambil kelas olahraga. Sakura sempat heran juga, kenapa cowok itu tidak mengambil kelas ekskul olahraga, karena baginya cowok seperti Sasuke yang mempunyai badan yang atletis pasti suka olahraga. Bahkan Sakura pernah meledek Sasuke itu lemah saat ia tahu kalau Sasuke tidak mengambil kelas olahraga melainkan kelas seni yang menurutnya sangat membosankan, namun yang diledek malah diam saja dan tidak memperdulikan ledekan Sakura yang semakin membuat Sakura bertambah jengkel dengan cowok itu. Selama dua bulan ini juga Sasuke berhasil dengan mudahnya mengambil predikat sang juara dari Sakura dengan selalu berada di atas Sakura untuk urusan akademik. Hal itu tentunya semakin membuat Sakura kesal dengan Sasuke.
"Ya ampun, ternyata Sasuke-kun toh. Kamu kenapa sih kayaknya ga suka banget sama Sasuke-kun? Padahal dia itu anak yang baik dan sopan loh sama Kaa-san. Dan lagi dia itu kan teman kecilmu, masa kamu ga inget?", ujar sang Bunda.
"Baiknya kan cuma sama Kaa-san aja, lagian Sakura ga inget punya temen yang cuek kayak dia Kaa-san!"
"Ya kan ga mungkin Sasuke-kun bersikap seperti waktu kalian masih kecil, Ra. Dia kan juga udah besar kayak kamu dan calon dokter lagi. Kamu itu yang harus menghilangkan sifat manjamu dan sifat anak – anakmu", lanjut sang Bunda.
"Kaa-san selalu belain Sasuke, yang anak Kaa-san sekarang itu Sasuke atau Sakura sih?", ucap Sakura kesal. Sang Bunda hanya bisa tertawa melihat tingkah manja putri semata wayangnya itu. Lalu terdengar suara deru mobil di depan rumah mereka yang menandakan sang kakak pulang dari kampusnya. Tidak lama kemudian Sasori masuk ke dalam rumah dengan terburu – buru dan langsung ke kamarnya lalu dengan tergesa – gesa juga dia langsung keluar rumah lagi setelah mengganti baju kuliahnya dengan T-shirt. Namun langkahnya terhenti ketika sang Bunda bertanya.
"Loh Sasori-kun, kamu mau kemana? Kok buru – buru gitu? Kamu kan baru aja pulang dari kampus, makan dulu gih", ucap sang Bunda.
"Sasori mau ke rumah sakit dulu Kaa-san, ada temen Sasori yang sakit. Sasori makan di luar aja Kaa-san, udah ga sempat lagi, Sasori pergi dulu ya Kaa-san", jawab Sasori sambil berlalu.
"Kamu tau siapa yang sakit, Ra?", tanya sang Bunda.
"Ga Kaa-san, palingan ceweknya yang sakit", jawab Sakura cuek sambil berjalan menuju kamarnya.
-oo- To Be Continue -oo—
Cuap – Cuap Author :
Hai minna…Ketemu lagi di chapter dua….
Gimana cerita nya?
Tadi nya aq ga mau lanjutin fic ne karna kurang nya review…*kurang semangat*
Tp karna Dijah-hime-chandengan baik hati nya *meluk2 Dijah-chan* mereview fic yg tak seberapa ne, aq jadi ngelanjutin cerita nya deh,,,,
Domo arigatou gozaimasu Dijah-hime-chan*bow sebanyak2 nya, hehehehe*
Well selamat membaca, semoga ceritanya berkenan di hati anda2 smw..XD 'n jangan lupa review yah minna…
Review xan sangat berarti bwt fic2 qu selanjutnya….
Oia berhubung besok lebaran *walau ada juga yang hari ne*, tapi tetap ga mengubah indah nya Idul Fitri...
Happy Idul Fitri bwt smw yang merayakannya yah...\\(^O^)/
Minal Aidzin wal faizin, mohon maap lahir 'n bathin minna...:-D
Regard CyeDessy ^_-
