Jadi Cowok? - Chapter 2
Gomen, kalau sebelumnya disclaimer saya lupa tulis jujur itu kelupaan. Maafkan saya *nangis-nangis gaje*. BTW pasti udah pada penasaran nih sama chapter selanjutnya. Tingkat kelucuan author agak menurun jadi maaf klo ngebosenin. Langsung dibaca aja deh. Ntar kita lanjut di bawah. Byeeee~
Disclaimer: Kalau saya bilang Bleach punya saya, pasti pada gak percaya. Jadi, Bleach itu punya Kubo Tite. Tapi yang ngajarin saya hehehe (bohong abis)
-o-
Flashback
"Ini aku baru tahu kalau di sini hanya ada sekolah asrama laki-laki yaitu sekolah tempatku mengajar. Kalau sekolah perempuan sangat jauh tempatnya dari sini jadi apakah kau mau menyamar jadi laki-laki?" tanya Nii-sama dengan serius.
1 detik
5 detik
10 detik
"APA!"
End of Flashback
Normal POV
Saking kencangnya teriakan Rukia, tetangga sebelah yang lagi hamil langsung brojol. Apalagi Byakuya dan Hisana yang posisinya berdekatan dengan Rukia, rambutnya sampai berantakan (gak segitunya kale~). Setelah Rukia dapat menenangkan diri, Byakuya pun bertanya lagi kepada Rukia.
"Jadi gimana, Rukia? Kau mau gak nyamar jadi laki-laki?"
"Nii-sama... apakah tidak ada pilihan lain?"
"Iya, Byakuya. Apakah tidak ada pilihan lain?" tanya Hisana ikut-ikutan.
"Yah..." Byakuya langsung dengan tampang mikir-mikir. "Pilihan lainnya ya itu sekolah untuk perempuan yang sangat ja...uh tempatnya. Tapi kalau kamu mau nge-kos sih gak papa, tapi bagaimana denganmu Hisana? Apa kamu siap untuk membiarkan adikmu nge-kos?"
Mendengar pertanyaan dari Byakuya, Hisana langsung nangis-nangis histeris.
"JANGAN! Rukia! Kamu gak boleh pergi dari sini!" teriak Hisana. Rukia cengo. Byakuya sibuk menenangkan Hisana dan membawanya ke kamar.
"Jadi bagaimana? Kakakmu itu lho... ya... kamu tau kan gimana dia kalau tau kamu bakalan pergi jauh." Tanya Byakuya setelah kembali dari kamar.
Rukia jadi mengingat waktu bagaimana reaksi kakaknya saat dia mau menginap di rumah teman selama 2 hari. Hisana sangat over-protective dengan adiknya ini. Melebih-lebihi Byakuya. Setiap hari, setiap jam bahkan setiap MENIT! Hisana selalu menelpon adiknya ini. Coba bayangkan... Kalau kita lagi liburan atau bersenang-senang terganggu oleh kekhawatiran yang berlebihan ini pasti gak bakal enak kalau liburan. Jadi, wajar saja sejak saat itu Rukia tidak pernah pergi jauh dari rumah.
"Iya juga sih.." Rukia menggaruk-garuk belakang kepalanya.
"Tapi tidak ada cara lainkah? Masa sampai harus nyamar jadi laki-laki? Bagaimana kalau aku ketahuan?" tanya Rukia dengan cemas.
"Tenang saja, aku pasti akan memberi tahu seluruh guru dan kepala sekolah pastinya tentang hal ini."
"Tapi bagaimana ya...? Cita-citaku kan menjadi dokter, apa tidak ada sekolah kedokteran di dekat sini?"
"Oh iya, aku dengar di situ akan ada sekolah kedokteran di situ tapi masih dalam pengajuan proposal. Cita-citamu sebagai dokter bisa tercapai."
"Kenapa tidak itu saja, Nii-sama?" tanya Rukia.
"Tadinya aku juga berpikir begitu tapi kata orang-orang disana, kalaupun proposal itu diterima baru tahun depan bisa dilaksanakan. Sedangkan kamu harus sekolah sekarang juga." Jelas Byakuya.
"Oooh..." Rukia ber-ooh ria.
"Jadi bagaimana kalau kau setahun sekolah di tempatku mengajar baru tahun depannya kau pindah ke sekolah kedokteran itu? Lagipula kau juga bisa bela diri dan gampang untuk menyamarkan dirimu karena... tubuhmu yang kurus dan dadamu yang kecil.." sahut Byakuya setengah berbisik.
BLETAKK
Sebuah benjol sebesar salak nangkring di atas kepala Byakuya, alhasil dari jitakan Rukia. Byakuya pun meringis kesakitan.
"Aww... sakit, Rukia." Sambil mengusap-usap kepalanya.
"Itu karena kau mengejekku, Nii-sama! Jadi hati-hati ya kalau kau berbicara denganku atau koleksi gambar 'Dora'-mu bisa kupakai untuk membuat origami.." Rukia pun tertawa terkekeh-kekeh sambil mengusap-usap tangannya.
"Ja..jangan.. please dong jangan... iya deh aku janji..." Byakuya memohon-mohon sambil nangis-nangis gak jelas di kaki Rukia.
"Baiklah." Rukia berhenti, "Nah, untuk idenya boleh juga sih idenya. Kupikirkan dulu ya, Nii-sama." Rukia pun beranjak pergi dari ruang keluarga ke kamar tidurnya. Rukia pun menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Dia pun duduk di meja belajarnya
Rukia POV
Bagaimana ya? Aku bingung harus bagaimana. Apakah tidak ada pilihan lain? Memang sih jika aku menyamar jadi laki-laki, itu sangat gampang untuk menyamarkannya dan cita-citaku sebagai dokter bisa tercapai. Tapi... masalahnya adalah sekolah tempat Nii-sama mengajar kan sekolah asrama, pasti aku harus menginap di asrama itu. Lalu aku juga harus sekamar dengan laki-laki. Bagaimana jika aku ketahuan? Argh... pusiiiinngggg!
KRUYUKK
Saking pusing mikir, aku jadi laper. Aku mau makan dulu aja ah.
End of Rukia POV
-o-
Normal POV
Kring kring kring (suara telpon bunyi bukan sepeda)
"Hallo?" Sang pemilik telpon mengangkat telponnya.
"Bisa bicara dengan Kuchiki Byakuya?" Terdengar suara laki-laki dari seberang sana.
"Ya, ini dengan saya sendiri. Dengan siapa ya?" tanya Byakuya.
"Ini aku, Yamamoto." *)
"Ohh, ada masalah apa, Yamamoto-san?"
"Aku punya berita bagus. Proposal sekolah kedokteran kita diterima. Tahun depan sudah bisa dibuka pendaftaran."
"Ahh... syukurlah. Terima kasih Yamamoto sudah memberitahuku."
"Tidak apa-apa Byakuya. Jadi bagaimana dengan Rukia? Dia mau masuk ke sekolah tempatmu mengajar?"
"Dia bilang masih mau dipikirkan dulu. Aku juga sudah memberi tahu dia tentang sekolah kedokteran ini."
"Oh ya sudah kalau begitu. Dah~"
"Dah~"
Byakuya menutup telponnya dan kembali menonton TV. Tiba-tiba seorang perempuan cebol dan berdada kecil *Author dibunuh ama Rukia* masuk ke dalam ruang keluarga. Dia pun bertanya kepada Byakuya.
"Siapa yang nelpon, Nii-sama?"
"Ohh, itu si Yamamoto. Teman mengajarku di Sekolah Tentara Karakura. (biar keren Karakura Army School bagus gak? *pembaca sweat drop* *Author gak kreatif pikir pembaca*)
"Ohh, ada masalah apa?"
"Dia bilang proposal sekolah kedokteran yang tadi kuceritakan kepadamu saudah diterima, tahun depan sudah bisa dibuka pendaftaran katanya."
"Benarkah?"
"Iya, jadi bagaimana Rukia? Kau mau?"
"Aku mau, Nii-sama!"
"Baiklah, berarti mulai minggu depan kau sudah bisa sekolah. Segera persiapkan barangmu ya Rukia. Dan karena kau sekolah di sekolah asrama, aku akan mencarikanmu teman sekamar yang baik. OK?" tanya Byakuya dengan jempol yang diacungkan dan senyum nyengirnya ala Guru Gay. *author gak bisa ngebayangin XP*
"Tapi bagaimana dengan Nee-san?"
"Itu bisa diatur. Akan ku jelaskan dengan baik-baik. Pasti dia kan mengerti."
"Baiklah, Nii-sama. Aku akan mempersiapkan barang-barangku."
"Oh ya, jangan lupa besok kita akan ke Pameran Dora di Karakura Mall lalu belanja keperluan untuk penyamaranmu bersama Urahara dan Hisana."
"Iya, Nii-sama." Jawab Rukia sambil sweat drop setelah mendengar "pameran Dora" dari mulut Byakuya.
"Haah... ini akan menarik." Pikir Rukia.
TBC
Gimana? Bagus gak? Atau membosankan? OOC? Gaje? Aneh? Pasti itu yang dipikirkan para pembaca hikshiks *mojok di kamar sambil nangis*
Jujur saya juga bingung pas nulis chapter ini abis ngayalnya udah kejauhan hehehe. Jadi maaf kalau chapter ini sangat membosankan bagi yang merasa. Trus juga saya gak bisa janji bakalan update dengan cepat karena ada fanfic lain yang musti saya pikirin juga.
*) Gomen, author baru kenal Bleach 2 bulan yg lalu jadi masih buta tentang temennya Byakuya. Author belum ngerti banget jalan ceritanya tapi kalau ada yang bersedia menceritakan untuk author, PM aja ya
Di chapter ini juga, saya udah kehabisan ide karena pengen cepet update. Saya seneng banget lho waktu liat di chap pertama reviewnya ada 18 langsung histeris sendiri , joget inul lah, ketawa sendiri kayak orang gila. Hehehe... Tadinya saya pengen update kemaren tapi karena pembantu udah pada mudik, saya jadi pembokat sementara di sini. Jadi, baru saya update sekarang.
Ok untuk membalas para review mungkin udah ada yang di PM sama saya tapi gak papa deh, dimulai dari:
Rio-Lucario: Oh ya maaf-maaf saya kelupaan. Arigatou sudah ngingetin.
Raraa Ruuki-Chan Kuchiki: Ok, ok daku sudah mengupdate.
chikara kyoshiro: Sip, ane udah update.
Kurochi Agitohana: Maaf disclaimernya ketinggalan, lupa! Ini saya update.
mio 'IchiRuki' anezaki: Sip. Terima kasih sudah mereview.
Arlheaa: Yang salah otak saya kali mbak. Hehehe...
chappythesmartrabbit: Saya juga geleng-geleng sambil ajep-ajep (?)
So-chand cii Mio imutZ: Kan ini masih chap 1. Mudah-mudahan chapter 2 puas ya.
00 Ayuzawa Gabrielle Takumi 00: Iya saya dari kampung sebelah =D
Ruki Yagami: Iya, bakalan seru kok. Makasih...
dorami fil: Ini udah diusahain dibuat kayak gitu. Semoga kamu suka ya =)
Jee-ya Zettyra: Saya juga gak suka Dora, lah saya yang bikin aja ilfill.
Yupi –akaiYuki- Kurosaki: Ok, saya update.
Matsura Akimoto: Hahaha, klo saya udah dibunuh kali ama Byakuya.
kuraishi cha22dhen: Gak papa kok. Tapi tetep review ya
: Sip, ane udah update super kilat pake Tiki (?)
MiRae Naomi Kurosaki: Iya, saya juga baca ffn-mu juga.
Minami Kyookai: Sip sip itu bisa diatur.
Buat semuanya yang udah ngereview makasih banyak~ Trus kalau ada namanya yang belum ditulis gak papa ya. Trus juga author mungkin update lagi abis lebaran amin... BTW tgl 14 ntar saya ultah lho... ada yg mau ngasih hadiah? Akan saya terima dengan senang hati. Bye~
