Jadi Cowok? – Chapter 4

Disclaimer: Bleach punya Kubo Tite, bukan punya saya.

-o-

Rukia, Hisana, si maniak dora alias Byakuya dan si kakek mesum alias Yamamoto sudah sampai di depan pintu gerbang Karakura Mall. Begitu sampai di Karakura Mall, Byakuya langsung berlari meninggalkan mereka menuju ke mall dan melambai-lambaikan tangannya ke arah Rukia, Hisana dan Yamamoto yang pura-pura gak kenal.

"Kita sudah sampaii!" teriak Byakuya sambil melambai-lambaikan tangannya.

Melihat Rukia, Hisana dan Yamamoto yang tak bergeming sedikit pun, Byakuya teriak lagi.

"Hisanaaa, Rukiaaaa, Yamamoto-saannnn! Ayo sini!" Byakuya mulai nari-nari gak jelas. Kesana kemari... membuat orang-orang di sekitarnya merasa takut karena Byakuya disangka orang gila. Para orang tua pun segera menarik anaknya untuk menjauhi Byakuya.

Untuk menghindari Byakuya melakukan hal-hal yang tidak-tidak, yang pasti akan tambah memalukan, Rukia, Hisana dan Yamamoto dengan berat hati (kurang lebih 10kg), mereka menghampiri Byakuya. Mereka segera menggeret Byakuya ke belakang gedung dan menjitak kepalanya.

BLETAKK

"Ouch... sakit..." Byakuya mengusap-usap kepalanya yang benjol.

"Itu salahmu, Byakuya! Kau itu sudah memalukan kita. Kau ingat umurmu berapa?"

"Ummm... 29"

"Kalau kau ingat itu, kenapa kau suka Dora?"

"Habis kan Dora lucuu... trus imuttt kyaaaa..." Byakuya mulai memancarkan aura yang tidak enak untuk dilihat orang-orang disekitarnya.

"Haahh... Lebih baik kita langsung masuk ke dalam daripada kita dilihatin orang-orang..." Usul Yamamoto.

"Kau benar, Yamamoto-san. Semakin cepat kita masuk semakin cepat kita meninggalkan tempat ini."

"Ayo Rukia..." ajak Hisana.

"Baiklah..." Akhirnya Rukia bersuara juga karena dicuekin.

-o-

Sementara di tempat Ichigo...

ICHIGO POV

Setelah masuk ke dalam pameran Dora, Yuzu dan Karin langsung menyeretku kesana kemari. Melihat koleksi boneka dora lah, koleksi film dora lah, bahkan koleksi baju cosplay beserta wignya juga ada! Apakah Dora sebegitu terkenalnya di Karakura?

Ayahku bukannya membantuku malah ikut-ikutan lagi. Bikin tambah bete aja. Sekarang mereka lagi mencoba baju cosplay Dora, tadinya aku disuruh ikut tapi aku nolak. Masa seorang pria tampan seperti aku ini *woo narsis* memakai kostum Dora? Yang benar saja, mendingan aku bayarin semua deh apa yang mereka mau daripada memakai baju itu.

Sepertinya mereka masih lama karena di dalam ramai sekali. Ada bapak-bapak lagi teriak-teriak minta baju Dora sama wignya gitu. Gak malu apa teriak-teriak kayak anak kecil. Benar-benar memalukan. Lebih baik aku jalan-jalan dulu ah. Ah itu dia pameran Chappy.

-o-

RUKIA POV

Ya ampuunnnn! Malu-maluin banget sih Byakuya nii-sama. Teriak-teriak minta baju Dora sama wignya. Gak inget umur apa? Sudah setengah jam, aku berdiri ngantri di sini tapi masih jauh sama kasirnya. Bosaann... Kalau begini terus, kapan aku beli peralatan buat sekolah besok?

Aku pingin liat pameran chappy... Aku ijin dulu deh sama Hisana nee-san.

"Nee-san.." panggilku.

"Ada apa, Rukia?" tanyanya sambil memilih-milih baju dora buat Nii-sama.

"Aku mau liat pameran chappy ya.."

"Baiklah, tapi tunggu dulu ini bagus yang mana?" tanya Nee-san sambil mengangkat 2 baju. Yang satu warna pink norak yang mirip banget sama baju Dora, satu lagi warna Biru tapi ada gambar Doranya. Aduuhhh, yang mana ya? Dua-duanya... aneh.

Aku menghela napas dan memilih baju yang biru. Setidaknya tidak berwarna pink. Oh ya, kemana Yamamoto-san? Daritadi tidak kelihatan... Lalu aku menoleh ke sebelah dan kulihat...

YAMAMOTO-SAN SAMA BYAKUYA NII-SAMA PAKE WIG DORA! Kyaaaa! Apa-apaan ini? Mereka lagi melompat-lompat ala Dora dan tertawa riang sambil mengibas-ibaskan rambut Dora (baca: wig) mereka. Aku mimpi ya? Kucubit tanganku dan sakiiit.. Ini kenyataan? Kami-sama, apakah dunia sudah mau kiamat? Kenapa Nee-san bisa menikah dengan maniak ini? Ahhh! Mendingan aku jauh-jauh dulu deh dari sini.

Akhirnya aku berhasil keluar dari sini. Benar-benar menyesakkan. Aku terus berjalan ke arah pameran Chappy. Ah sampai! Aku memasuki pameran dah waaahhhhh! Banyak sekali boneka Chappy…! Aku pingin beli… Kyaaa…

-o-

ICHIGO POV

Fiuhh, syukurlah disini tidak terlalu ramai. Di sini juga banyak orang tapi tidak seramai tadi. Banyak juga bonekanya. Aku ingin beli ah buat Yuzu dan Karin. Mereka pasti suka.

Ah itu ada yang lucu dan kebetulan tinggal satu. Boneka chappy warna putih dan dihiasi pita warna pink di telinganya. Aku akan beli yang itu!

-o-

RUKIA POV

Haah… bonekanya banyak yang lucu tapi kok belum srek gitu ya… Harganya juga lagi banyak sale nih. Musti buru-buru ntar kehabisan.. Ah itu dia! Ada yang lucu! Boneka Chappy warna putih dan dihiasi pita di telinganya. Dan kebetulan tinggal satu kayaknya. Kyaa! Lucu sekali! Aku akan beli yang itu!

-o-

NORMAL POV

Ichigo berjalan ke arah boneka chappy yang dilihatnya dengan tatapan mengerikan. Seakan-akan siap memangsa. Semua orang yang berada di sekitarnya merasa ngeri dan segera menjauh.

Sementara Rukia berlari-lari kecil ke arah boneka chappy dengan tatapan yang ceria. Aura yang dibuatnya berbunga-bunga sehingga orang-orang di sekitar merasa tenang. Rukia bersenandung kecil dan mencoba meraih boneka chappy itu.

-o-

RUKIA POV

Hei! Kok aneh? Rasanya aku sudah memegang boneka chappy itu. Tapi kok rasanya besar sekali? Kucoba untuk meraba permukaannya dengan tanganku yang satunya, kok kasar? Tapi rasanya hangat dan tidak berbulu? Dapat kurasakan kehangatan yang memancar dari benda ini.

Lho? Kok jarinya besar-besar ya? Jangan-jangan…?

-o-

ICHIGO POV

Perasaan tadi kan aku mau megang boneka ini. Tapi kok lembut sekali ya? Dan kok bisa bergerak? Ku lihat ke bawah dan… ada anak kecil yang lagi megang-megang tanganku? Apa-apaan ini?

-o-

NORMAL POV

Rukia membuka matanya dan mendongak ke atas. Ada seorang laki-laki berambut oranye jabrik di sebelahnya. Dia menengok ke bawah dan mendapati dirinya memegang tangan laki-laki tersebut.

"Kyaa! Bonekanya berubah!" Teriak Rukia.

"Hei! Aku ini bukan boneka! Kau salah!" balas Ichigo.

"Kyaaa!" Rukia teriak histeris dan membuat orang lain salah paham.

"Bu-bukan! Kau salah, anak kecil… Mana ibumu? Ah kau tersesat ya?"

BLETAAKK

"Enak saja! Aku bukan anak kecil tahu! Aku ini sudah besar!"

"Yaahh… dia merasa sudah besar… Padahal badan segede anak SD aja… Ya sudahlah… namanya juga anak kecil merasa udah besar.." lirih Ichigo.

"Ibumu mana? Kau tersesat? Mau kubantu?" tanya Ichigo lagi.

"Sudah kubilang aku ini sudah besar! Umurku 16 tahun!"

"Bohong! Tidak mungkin kau berumur 16 tahun!" Ichigo menunjuk ke arah Rukia.

"Memang benar kok! Ah susah ngomong dengan om-om sepertimu!" Rukia melipat tangannya di atas dadanya dan mendengus kesal.

"Enak saja om-om! Aku juga berumur 16 tahun."

"Kau bohong! Kau pasti om-om mesum yang suka godain anak imut kayak aku kan? Sudahlah kau mengaku saja!" balas Rukia.

"Apa lagi dengan om-om mesum! Aku ini masih muda! Kau tidak lihat wajahku yang masih tampang innocent?" tanya Ichigo sambil menunjuk mukanya.

"Terserahlah!" Rukia memalingkan mukanya dan mengambil boneka chappy. Tapi ketika dia sudah memegang boneka itu, sesuatu yang berat menahan boneka itu.

"Hei midget! Lepaskan!" Ichigo menarik boneka itu.

"Kau yang lepaskan! Aku duluan yang megang!" Rukia berusaha menarik boneka itu lagi.

"Tapi aku duluan yang lihat, midget!" Ichigo menarik boneka itu lebih kuat.

"Lepaskan kepala jeruk!"

"Kau yang lepaskan midget!"

"Tidak!"

"Lepas!"

"Tidak!"

"Lepasss!" Ichigo menarik boneka itu dengan sekuat tenaga. Semangatnya sebesar semangat lomba 17 Agustus yang lagi tarik tambang.

"Tidakk!" Tidak mau kalah dengan Ichigo, Rukia menarik boneka itu dengan sekuat tenaga.

KRETT

Boneka itu akhirnya robek menjadi dua dan terpental mengenai Yamamoto yang lagi nari-nari gaje bersama Byakuya.

"Kau! Ini semua salahmu!" Rukia menunjuk Ichigo.

"Kau yang salah! Kau duluan yang menarik!" Balas Ichigo.

"Ehm ehm!" Sang pegawai dari pameran memotong pertengkaran mereka. Ichigo dan Rukia pun menoleh ke arah pegawai tersebut.

"Kalian berdua keluar dari sini!"

Pegawai itu memanggil satpam dan menggeret keluar Ichigo dan Rukia.

"Eeh? Apa-apaan ini?" tanya mereka berdua.

"Kalian telah membuat keributan di sini dan merusak barang. Keluar dari sini!"

Akhirnya Ichigo dan Rukia pun ditendang keluar dari gedung. Rukia sudah tidak sabar lagi dan dia langsung marah-marah sama Ichigo.

"Kau adalah orang yang paling menyebalkan! Aku benci padamu! Mudah-mudahan kita tidak pernah bertemu lagi!" teriak Rukia pake toa. Dan berlari meninggalkan Ichigo. Ichigo hanya terbengong-bengong di situ.

"Kok jadi salahku sih?" tanya Ichigo.

TBC

Aaaahhhh…. Akhirnya selesai juga ni chapter. Maaf ya kalau membosankan, garing, gaje, aneh dll. Ini semua karena author lagi frustasi dengan nilai ulangan author yang bisa dibilang gatot alias gagal total. Gak semua sih. Trus juga author lagi bertakut-takut ria setelah melihat chapter 423-nya Bleach. Author takut ntar ending-nya jadi IchiHime. Tidakkkk... Jika itu terjadi maka hancurlah hidup saya. (Gak segitunya kaleee)

Ok, bagi yang masih menunggu cerita "Lebaran ala Bleach", mohon ditunggu ya… Author masih mau kenalan lagi sama karakter yang lain biar pada gak bosen. Trus kalo yang Maid-sama harap ditunggu juga ya…

Oh ya author juga ada cerita baru buat penggemar IchiRuki, one-shot sih tapi panjang dan ada lagunya. Hehe.. mungkin besok atau besoknya lagi atau besok besoknya lagi udah dipublish. Doain aja ya biar sukses.

Ok balesan buat review:

Aojiru Rin: Rukia mulai masuk sekolahnya mungkin setelah 2-3 chapter dari chapter ini. Ikutin aja. Thanks for review.

mio 'ichirugiran' kyo: Terima kasih sudah mereview..

ochibi4me: Terima kasih atas sarannya. Terima kasih sudah mereview

Nyit-nyit: Terus bangggg… Terima kasih sudah mereview

Icicle Rhythm: Terima kasih atas pujian dan sarannya. Terima kasih sudah mereview *bungkuk-bungkuk badan*

choCo purPLe: Semoga yang diatas gokil ya… Terima kasih atas reviewnya

Sader 'Ichi' Safer: Ok, terima kasih atas sarannya. Mudah-mudahan chapter ini lebih baik. Thanks…

Rio-Lucario: Hahaha, emang pasutri sarap.. *peace* Thanks sudah mereview..

Thia2rh: Terima kasih atas pujian dan reviewnya..

dorami fil: Terima kasih atas sarannya. Terima kasih…

ble3achtou4ro: Ketemunya? Liat aja diatas.. *nyenggol balik* hehe. Arigatou…

Semuanyaaaaa! *teriak make toa di mesjid* Terima kasih atas saran dan reviewnya. Author doain semoga masuk neraka (?) *dihajar masa* maksud saya masuk surga… Terima kasihhh…. *bungkuin badan* KRETEK *encoknya kambuh* Dan jangan lupa mereview lagi ya… *usap-usap punggung* sampai bertemu di chap selanjutnya… =D *melambaikan tangan*