Jadi Cowok? – Chapter 5

Disclaimer: Bleach punya Om Kubo Tite kalau gak Ichigo buat saya... *ditimpuk sama Ichigo FC*

Check this out!

-o-

Kediaman Kuchiki Rukia

Rukia's POV

Malaammm semua... berjumpa lagi dengan saya... Rukia. Kalian tahu kan kalau tadi adalah hari yang sangat tidak menyenangkan. Tadi, Nii-sama sudah mempermalukan kami sekeluarga di tempat cosplay Dora lalu aku bertemu dengan cowok rambut orange gak jelas (Ichigo) yang mengira aku adalah anak hilang trus aku diusir keluar dan yang terakhir... Byakuya maksa aku buat ikutan cosplay Dora supaya bisa menangin satu set peralatan makan!

Flashback

Normal POV

Saat itu Rukia baru saja datang dari pameran chappy. Dia masih sangat kesal dengan kejadian tadi. Sesampainya di sana, Byakuya langsung menghampiri Rukia dan memintanya untuk ikut cosplay.

"Rukiaaa...! Ayo ganti bajumu! Kita bisa memenangkan satu set peralatan makan jika kita sekeluarga cosplay Dora!"

Rukia cengo. "WHAT? Cosplay Dora...?"

"Iya.. cosplay Dora.. jadi kamu tinggal ganti baju trus pake wig ini kayak eke..." Kakek Yama *dilempar ke Ciliwung* tiba-tiba nimbrung. Dia tengah merapikan wig Doranya dengan sangat hati-hati lalu mengibas-ibaskan rambutnya untuk menarik perhatian.

"Eww..." pikir Rukia.

"Ayolah Rukia... please..." Byakuya memperlihatkan puppy eyes-nya. "Ayolah Rukia.. Hisana juga mau ikut kok."

"WTF? Kak Hisana ikutan juga?"

Dengan seketika... tubuh Rukia memberikan sinyal alarm yang berbunyi..

"Warning.. virus maniak Dora sudah berhasil menyebar! Warning! Warning!"

Dengan mentah-mentah (karena belum mateng) Rukia menolak.

"Sorry ya.. aku gak lepel (baca: level) sama Dora yang beginian.. Masih mendingan chappy deh.."

Mendengar perkataan Rukia, semua maniak Dora di sana langsung memberikan death glare kepada Rukia. Bahkan bayi yang baru lahir yang berada di dalam trolley pun juga jb jb (ikut-ikutan). Tatapan mereka seakan-akan para hewan buas yang siap memangsa Rukia. Rukia jadi merinding melihat tatapan buas dari para maniak Dora ini.

"Eh... hehehe..." Rukia tertawa gugup. "Ba-baiklah.. aku ikut.."

Rukia dengan berat hati mengikuti cosplay Dora dan Byakuya berhasil memenangkan satu set peralatan makan Dora tersebut.

End of flasback

Pliss dehh... cosplay dora? Helloo... aku ini udah 16 tahun masa masih ikutan cosplay Dora? Mendingan Chappy deh... *gubrak* (itu mah sama aje)

Akhirnya, setelah selesai nemenin si maniak Dora aku beli juga peralatan buat menyamar. Alat-alatnya adalah perban, wig, dan kumis palsu. Kumis palsu ini hanya buat jaga-jaga aja. Suaraku juga udah disamarkan jadi lebih nge-bass.. Hehehe, beneran deh mirip cowok. Barang-barangku udah kumasukin semua. Sip besok udah mulai sekolah mendingan aku tidur deh, byeee...

End of Rukia's POV

-o-

Kediaman Kurosaki Ichigo

Ichigo's POV

Malam semua.. Hoahhmmm... Ngantuk nih.. capek banget... Tadi nemenin baka otousan, Yuzu sama Karin ke pameran Dora. Eh di sana malah disuruh ikutan coplay Dora... beneran deh nyebelin. Trus juga tadi ada om-om (Byakuya) gitu teriak-teriak di tempat cosplay Dora dikira buat anaknya eh malah dia yang make.. Trus pas ke pameran Chappy, ada cewek yang badannya kayak anak SD tapi ternyata dia udah SMA. Tadinya kukira dia anak hilang, pas kutanyain dia malah marah-marah ehhh gara-gara kita rebutan boneka chappy yang sama dan menyebabkan boneka itu robek, kita malah diusir dari pameran Chappy. Bener-bener hari sial deh. Sebaiknya aku tidur. Besok, sekolah sudah mulai. Aku juga udah masukkin barang-barang ke koper. Hooahhmm, ngantuk banget.. Selamat malam semua..

End of Ichigo's POV

-o-

Keesokan paginya...

Rukia's POV

Tok tok tok

Suara ketukan pintu kamarku membangunkanku. Namun, aku enggan untuk membuka mata. Tetapi suara ketukan tetap terdengar. Aku yakin pasti sekarang sudah pagi hari. Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah. Haah.. sekolah? Aku segera membuka mata dan duduk di tempat tidur. Ini adalah terakhir kalinya, aku bangun di kamar ini. Aku pun tidak mau menghabiskan banyak waktu lagi. Saatnya untuk mandi. Seperti lagu anak kecil dibawah ini..

Bangun tidur kuterus mandi

Tidak lupa menggosok gigi

Habis mandi kutolong ibu

Membersihkan tempat tidurku

Setelah itu aku mengambil peralatan menyamarku. Sungguh! Tidak enak memakai perban, walaupun... dadaku kecil *mojok di kamar* tapi kan tetap saja tidak enak. Aku juga sudah memakai wigku dan kumis palsuku. Wuihh... ternyata aku keren juga ya.. Yak, aku sudah cukup puas dengan penampilanku, aku pun turun ke bawah.

Dan di saat aku sampai di sana, apa yang kulihat membuatku sepichless. (baca: speech less) Di sana, Kak Hisana sedang menangis meraung-raung sementara Nii-sama sibuk untuk mendiamkannya. Melihat kak Hisana menangis... membuat aku sedih juga... habis... aku akan jarang bertemu dengan Kak Hisana. Kalau Nii-sama sih mungkin sering karena Nii-sama kan dosen di sana.

Air mataku tak dapat kubendung lagi. Aku pun segera berlari dan memeluk Kak Hisana.

"Kak Hisana... hiks..hiks.. aku akan sangat merindukanmu..." kataku sambil mengeratkan pelukanku.

"Aku juga... hiks hiks... Rukia..."

Tiba-tiba...

do-do-do-do-dora!
do-do-do-do-dora!
dora dora dora the explorer!

boots, that super cool explora, dora!

Lagu tersebut langsung menghentikan tangisan bawang bombayku bersama Kak Hisana. Hey! Kalau tidak salah ini kan lagunya ostnya Dora. Jangan bilang lagu ini...

"Y-ya? Ha-halo?"

Nii-sama mengangkat teleponnya. Ternyata benar. Lagu tadi adalah ringtone hpnya Nii-sama.

"Ok. Baiklah. Aku akan segera ke sana."

Nii-sama berbalik dan berkata, "Sekarang.. sudah... waktunya berangkat.."

Aku melepas pelukanku dari Kak Hisana dan mengecup pipi kak Hisana dengan lembut. Aku segera meraih koperku. Kuhapus air mataku dan mulai berjalan keluar sambil menatap ke arah langit biru. Mulai sekarang aku akan hidup sebagai Kuchiki Ryuu.

End of Rukia's POV

-o-

Kediaman Kurosaki

Ichigo's POV

Kringgg... kring...

Arghh... berisik sekali pagi ini.

Kringgg... kringg...

Arggghhh! Suara apa sih ini? Segera kubuka mataku dan melihat ke sumber bunyi tersebut. Ternyata oh ternyata.. ternyata suara berisik ini berasal dari jam wekerku. Berarti pagi sudah tiba. Tiba waktunya untuk sekolah... Yeah! Entah kenapa aku merasa sangat bersemangat pagi ini mungkin... karena aku akan berpisah dengan baka-otousan itu. Baiklah, sekarang waktunya untuk bersiap-siap lalala~

End of Ichigo's POV

-o-

Normal POV

Ichigo sudah selesai memakai sepatunya dan berputar untuk pamit ke keluarganya. Yuzu dan Karin menangis sesenggukan sementara Isshin menangis di depan poster Masaki.

"Masakiiiii! Teganya Ichigoooo, dia akan meninggalkan kita sekarang! Masakiiii~!" teriak Isshin.

"Argh! Diamlah, old man! Aku hanya akan sekolah asrama yang mengharuskan aku untuk menginap di sana! Aku tidak akan meninggalkan kalian untuk selama-lamanya."

"Tapi... Ichi-nii.. nanti kan kau pasti jarang pulang ke rumah..." kata Yuzu.

"I-iya.. benar Ichi-nii" Karin membenarkan perkataan Yuzu.

Ichigo tersenyum sedih melihat kedua adiknya menangis seperti itu. Ia mengusap-usap kepala kedua adiknya dengan kedua tangannya.

"Baiklah. Kalau begitu, aku janji saat liburan natal nanti aku akan pulang."

"Benarkah?"

"Iya. Nanti kita akan bermain salju sepuasnya... lalu kita main kembang api dan..."

"Mau! Mau! Aku mau!" Seru Yuzu dan Karin. Ichigo tersenyum lagi menyaksikan tingkah laku kedua adiknya itu.

Ichigo melirik jam tangannya. "Nah, sekarang waktunya aku berangkat, jaga diri kalian ya... Dan tolong jaga baka-otousan tua itu." Sambil menunjuk ke arah Isshin.

"Siap boss!"

"ICHIGO! MY SON~! Teganya kau..." Isshin kembali menangis bawang bombay di depan poster Masaki yang gedenyaaa... Naujubilah minjalik..

Ichigo memeluk kedua adiknya dan segera mengambil kopernya. Ichigo sudah bersiap untuk berjalan tetapi tiba-tiba ayahnya mengatakan sesuatu.

"Saat liburan natal nanti, kau harus membawa pulang pacarmu ke sini, aku tidak mau tahu bagaimana kau mendapatkannya. Jika tidak, kau tidak boleh pulang ke rumah ini." Kata Isshin dengan nada serius.

Ichigo sedikit tertegun mendengarnya. Tapi ia tetap berjalan. Yang ada di pikirannya sekarang, bagaimana ia bisa mendapat pacar di asrama laki-laki itu.

TBC

Wahh... gimana? Ngebosenin ya...? Maaf ya, author lagi stress jadi gak gokil deh chapter ini. Hehe :p Trus juga mungkinn nih... ini masih mungkin jangan dianggap serius. Mungkin genrenya mulai dari chapter ini bakalan gak humor lagi maaf ya senpai-senpai... gomennn... *bungkukin badan*

Author juga minta maaf kalau chapter ini pendekkk... banget.. Gomenn... Jujur, auhtor bikin chapter ini dengan mata yang udah 5 watt jadi kalau ada salah eja/ketik mohon dimaklumi.

Balasan review dari author

Ruki Yagami: Makasih cin udah review.. Review lagi yah..

Rio-Lucario: Hehe.. kan udah diusir. Arigatou

Mikuloid Fan: Arigatou..

dorami fil: Makasih atas pujiannya Yuki-chan~ Maaf ya kalau ini gak lucu...

NicaTeef: Arigatou sudah membaca fic saya yang aneh ini...

00 Ayuzawa. 00: Jangan takut... nyantai aja kali... dulu aku juga begitu dan mendapat review yang begini lah begitulah tapi ya kita musti berlatih dan berlatih terus.. Ganbatte ya...

bl3achtou4ro: Arigatou.. :D

Kuchiki Mio Akiyama: Saya sudah update, temannn..

DEVIL'D: Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk mereviewdan maaf kalau pendek. Soalnya kalau panjang-panjang jadi lama updatenya… gomen..

Kepada semuanya senpai-senpai, kakek, nenek. Ibu, bapak, tante, om, adek, kakak, encang, encing, semua yang ada di sini. Author mau bilang terima kasih yang sebesar-besarnya karena sudah mereview, membaca, meng-alert, dan meng-favorite cerita author. Author ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Dan sampai jumpa di chap selanjutnya.

*bocoran: proyek author sekarang ada 5 cerita. 2 Maid-sama dan 3 Bleach. Salah satu dari Bleach adalah sequel dari Sekali Ini Saja. Mohon ditunggu yah.. Oh ya buat "Lebaran ala Bleach" mungkin agak telat updatenya.