Jadi Cowok? – Chapter 6

Disclaimer: Bleach belongs to Kubo Tite. Ane cuma minjem tokohnya aja gan.

-o-

Ichigo's POV

Wahhh... sampai juga di sini. Lumayan luas juga, terus rapi lagi. Aku pun segera mengambil koperku dan berjalan masuk ke dalam. Sesampai di sana... widihhh... rame banget. Lapangan tuh udah kayak cendol aja banyak murid di sana sini.

Aku pun berjalan menyusuri koridor. Mencoba menyesuaikan suasana baru. Hawa dingin yang sejuk, ku hirup dengan lega. Benar-benar pilihan yang bagus. Dan sekarang sampailah aku di kebun belakang.

Kupandangi kebun belakang itu dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. (kok jadi proklamasi?)

Lho? Kok pohon pisang semua? Dari ujung ke ujung, semuanya pohon pisang. Ada pisang ambon, ada pisang raja, ada pisang tanduk... bahkan ada pisang goreng.. ckckck.. kayaknya pemilik sekolah ini penggemar pisang nih. Semua jenis ada coba hahaha...

KRSKKK

Suara apa itu? Aku mencoba berkonsentrasi dengan suara tersebut.

KRREESSKK

Lho, suaranya muncul lagi! Terlihat beberapa daun pisang bergoyang-goyang. Wah, jangan-jangan ada maling lagi di sini. Wah... harus segera ku tangkap maling ini! Aku taruh koperku di tempat yang aman dan pelan-pelan ku cari sumber suara tersebut.

Semakin dekat dengan sumber suara itu! Di tanah, bekas kulit pisang bertebaran di mana-mana. Gawat! Buah pisangnya sudah habis 2 sisir. Tidak bisa dimaafkan! Lalu tiba-tiba kulihat ada makhluk hidup yang sedang mengupas pisang. Aku bingung apakah itu monyet atau bukan, karena aku belum pernah melihat seekor monyet yang berbulu merah di kepalanya dan memakai baju. Makan pisangnya rakus sekali.

Aku segera mengendap-ngendap di belakangnya dan... langsung kutangkap monyet itu. Tangan monyet itu segera kuikat dengan tali yang berada di dalam kantong celanaku.

"Beraninya kau mencuri pisang di sini!"

Monyet itu memberontak dan segera berteriak-teriak. Dapat kupastikan kalau dia akan segera memanggil teman-temannya.

"HEI! Ada apa ini? Tolong-tolong..!" teriak monyet itu.

Hah? Sejak kapan monyet bisa ngomong selancar ini? Apakah sekarang ada kursus membaca dan menulis khusus untuk monyet? Hebat sekali... Monyet itu terus meronta-ronta saat tangannya ku ikat.

"Siapa saja tolong! Ada penculikkk!" Teriak monyet itu lagi.

Wah... aku benar-benar kagum dengan monyet ini. Dia sampai tahu kosa kata yang benar. Gurunya pasti sangat sabar untuk mengajari monyet ini.

"Diam saja kau, monyet! Sebentar lagi kau akan segera ku sate!" ucapku.

"Apa maksudmu? Aku bukan monyet!"

WTF! Bahkan monyet sekarang tidak mau mengakui kalau dirinya itu monyet. Ckckck... benar-benar tidak tahu diri.

"Sudah mencuri pisang dan mengaku bukan monyet lagi!" Aku mencengkeram bahunya dan memaksanya untuk menghadapku. "Kau itu mon-"

Ucapanku terhenti karena monyet ini. Mukanya sangat mirip dengan manusia! Rambutnya juga dikuncir satu.

"Wah wah wah... mukamu benar-benar mirip dengan manusia! Pantas saja kau menggunakan alibi ini untuk mengelabui orang kan...?" tanyaku.

"Sudah kubilang aku ini bukan monyet. Aku ini manusia! Kalau tidak percaya lihat saja KTP ku!"

Monyet punya KTP? Hah...? Hebat banget. Tapi untuk meyakinkan lebih baik ku lihat saja KTP nya. Aku pun mengambil dompetnya dan segera mencari KTP nya. Hmm... namanya Abarai Renji.. umur 16 tahun.. sama denganku dong.. golongan darah B. Benar-benar mirip manusia! (Ini Ichigo yang bego atau author sih?) Tunggu dulu! Jangan-jangan...

"Aku benar-benar manusia!" teriaknya lagi. Dengan berat hati, ku lepaskan monyet jahanam itu yang tidak mau mengakui rasnya sendiri daripada ntar aku yang dikira orang gila. Setelah melepaskannya, aku segera meninggalkannya karena bel sudah berbunyi.

End of Ichigo's POV

-o-

Sementara..

Rukia's POV

TIN TIN TINNNNN

Suara klakson mobil berbunyi di mana-mana. Sudah 40 menit kami masih berada di posisi yang sama. Jalanan tidak bergerak sama sekali karena ada gangguan. Gangguan itu adalah rombongan nenek-nenek yang lagi menyebrang. Banyak sekali orangnya. Rombongan ini memakai 2 bis DAMRI. Entahlah kemana mereka akan pergi karena mereka mengenakan baju olahraga. Mungkin lomba menyebrang kali ya? Kan biasanya nenek-nenek kalau menyebrang lama jadi dibuat lomba menyebrang khusus untuk lansia-lansia. *author dilempar gigi palsu sama nenek*

Di sebelahku, Nii-sama malah sedang asik menonton Dora. Dia teriak-teriak sendiri saat ingin memberi tahu ke mana Dora akan pergi selanjutnya. Kali ini tentang episode yang mencari mainan Boot yang ketinggalan di gunung es. Menyebalkan. Sudah berulang-ulang kali aku menontonnya. Haahhh... kurasa aku akan terlambat.

End of Rukia's POV

-o-

Setelah bel berbunyi, semua siswa langsung berbaris di lapangan. Mereka berbaris dengan tegap. Lalu Kakek Yama pun membuka sambutan.

"Attention please!" Kakek Yama sok English.

"Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Dan blablablabla..."

(skip)

"...Selamat datang di Karakura Army School ini!"

Tepuk tangan yang meriah mengakhiri sambutan dari Kakek Yama. Selanjutnya acara dipimpin oleh Aizen. (note: Aizen di sini jadi baek) Ia menjelaskan sejarah Karakura Army School dan beberapa fasilitas di sekolah ini serta tata tertib di sekolah ini.

Selanjutnya tur sekolah dibagi menjadi beberapa kelompok setelah itu mereka akan diantar ke rumah masing-masing. Masing-masing rumah terdiri atas kelompok yang sudah dibagi tadi.

Karena Ichigo adalah siswa dengan nilai paling besar, Ichigo mendapat kelompok dengan peringkat 1-4 besar, yang bernomor 5. Ichigo berjalan ke arah kelompoknya dan matanya segera membesar saat melihat orang yang berkepala merah tadi. Dan pada saat itulah, Renji tidak sengaja bertemu mata dengan Ichigo.

Kok monyet ini ada di sini? Jangan-jangan dia beneran manusia lagi.. batin Ichigo.

Renji yang mengingat akan manusia jahanam yang mengiranya adalah monyet pun segera naik darah dan mengeluarkan aura kemarahan yang digambarkan dengan baboon yang sedang memukul-mukul dadanya ala tarzan. Ichigo pun langsung kabur. Lalu terjadilah aksi kejar-mengejar dari duo ini.

"Kembali kau, oranye!" teriak Renji.

"Tidak akan, monyet!" balas Ichigo.

Mereka berdua menyebabkan kerusuhan di mana-mana. Ichigo berlari sampai sejauh yang ia bisa. Melewati kandang ayam, kandang sapi, kandang sapi, kebun pisang, air mancur, lapangan, hutan rimba, dll, dsb. Mereka baru berhenti setelah ditegur oleh Aizen-sensei. Mereka berdua dimarahi habis-habisan. Setelah selesai mengeluarkan caci makinya, Aizen-sensei menyuruh mereka berdua untuk kembali ke kelompok mereka. Keduanya segera kembali ke kelompok mereka dengan saling membuang muka.

"Yare yare... kalian ke mana saja tadi? Kita sudah ketinggalan jauh dari kelompok lain." Ucap Ishida.

"INI SEMUA SALAHNYA!" teriak Ichigo dan Renji sambil menunjuk satu sama lain.

"Apa kau monyet? Ini semua salahmu!"

"Enak saja salahku! Ini semua salahmu duluan!"

Dan pertengkaran tidak dapat dihentikan. Chad menggeleng-gelengkan kepalanya sambil dengerin lagu Sinta ama Jojo yang Keong Racun sementara Ishida berusaha menahan amarahnya.

"KALIAN SEMUA DIAM! Sekarang cepat naik ke mobil!" Letusan amarah Ishida meledak-ledak seperti gunung Merapi yang meletus. Menewaskan Mbah Sirup Marjan (gabungan mbah Surip sama mbah Maridjan *peace*) yang mayatnya ditemukan lagi joget inul.

Ichigo sama Renji cengo melihat amarah Ishida. Dan tanpa ba-bi-bu lagi mereka segera naik ke mobil.

-o-

Ichigo menguap lebar sambil mendengarkan ceramah dari si tour guide ini. Tour guidenya sedang sibuk menceritakan keindahan Karakura Army School. Tour guidenya ini berkepala botak. Udah tau siapa kan? Dia adalah Madarame Ikkaku! Ditemani oleh sohibnya sendiri yang agak maho, Yumichika sebagai supir. Mereka semua sudah alumni di sini jadi mereka bekerja part time di sini sebagai tour guide dan mentor bagi kelompoknya.

Ichigo memperhatikan anggota di kelompoknya satu persatu. Diperhatikannya satu persatu Chad, Renji, juga Ishida. Tadi katanya harusnya ada 5 orang, tapi kenapa hanya 4 orang? Lalu Ichigo pun bertanya.

"Madarame-san.. tadi Aizen-sensei mengatakan bahwa setiap kelompok ada 5 orang tapi kenapa hanya ada 4 orang di sini?"

"Mungkin yang kurang adalah Kuchiki Ryuu, tadi Byakuya-sensei menelepon kalau dia akan terlambat karena macet."

"Ooohh.."

"Apakah kalian semua sudah berkenalan?"

"Belum." Mereka semua menjawab.

"Kalau begitu silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing. Cukup nama lengkap dan nama panggilan." Pinta Ikkaku.

Ichigo pun berdiri maju.

"Nama saya Kurosaki Ichigo, bisa dipanggil Ichigo."

Saat mendengar nama Ichigo, Renji tertawa terbahak-bahak. Semua orang langsung melihat ke arahnya. Ichigo mendeath glare Renji.

"Berisik kau, monyet!"

"Hahaha... namanya Ichigo.. haha itu kan nama perempuan... Strawberry.. hahahaha"

Ichigo sudah kesal, hampir saja ia ingin meninju orang ini namun ia ingin menjaga imagenya sebagai siswa dengan nilai tertinggi.

"Hei monyet! Cepat perkenalkan dirimu!"

"Berisik strawberry! Baiklah, nama saya Abarai Renji, panggil saja Renji."

Lalu si kacamata ini pun memperkenalkan dirinya. "Nama saya Ishida Uryuu, panggil saja Uryuu." Ishida menaikkan kacamatanya.

"Nama saya Yasutora Sado, panggilannya Sado atau Chad."

"Kalau begitu perkenalannya selesai. Sekarang kalian bisa bersantai-santai dan menentukan kamar kalian masing-masing." Ujar Yumichika. Setelah itu Yumichika dan Ikkaku segera menghilang dari pandangan.

"Sekarang saatnya menentukan kamar! Aku mau sendirian!" seru Renji.

"Hei, tunggu dulu. Kan Kuchiki Ryuu belum datang. Tunggu dia datang dulu baru kita bisa bagi."

Ichigo memutuskan untuk berkeliling di rumah tersebut. Rumahya cukup besar ada ruang keluarga dan ruang tamunya serta ada halaman belakang. Karena kelompok Ichigo mendapat rumah yang paling ujung, rumahnya berbatasan langsung dengan pagar yang dulu sering dipakai seniornya untuk kabur. Di sana ada 3 kamar dan tersedia 2 tempat tidur tetapi hanya 1 kamar yang satu tempat tidur.

Kamar itulah yang akan menjadi rebutan. Ichigo kembali berkeliling. Dapurnya cukup rapi, ada kulkas dan kompor, peralatannya juga lengkap. Lalu kamar mandi. Kamar mandinya cukup luas. Ada bathtub dan shower. Benar-benar lengkap!

-o-

Rukia's POV

Fiuhh, akhirnya sampai juga. Pantatku benar-benar pegal setelah duduk 3 jam di mobil. Nenek-nenek yang menyebrang tadi akhirnya selesai juga lomba menyebrang. Capek! Mendingan aku segera pergi ke rumah baruku. Nah, itu dia rumahnya!

End of Rukia's POV

-o-

Ichigo sudah kembali ke ruang tengah dan duduk di sofa. Ishida sedang membaca buku sedangkan Chad sedang mendengarkan musik. Renji, entah kemana perginya.

DING DONG

Bel berbunyi.

Mungkin itu dia Kuchiki Ryuu! Pikir Ichigo.

Ichigo segera membukakan pintu dan tampaklah seorang laki-laki cebol (Rukia) di depan pintu yang sedang memegang kopernya.

"Permisi, namaku Kuchiki Ryuu. Apakah benar ini kelompok 5?"

TBC

Fiuhhhhhh selesai juga. Author buat ini kemaren malem lho.. Jadi maaf ya kalau humornya kurang soal author lagi ujian dan author nekat bikin chapter ini buat mengejar target author. Mungkin kalau sempet author edit lagi ni chapter dan oh ya review dari chapter kemarin author bales di chapter depan aja ya. Dan jangan lupa review lagi ya + doain author nilainya bagus hehe :D *dilemparin kertas sama readers*