Jadi Cowok? – Chapter 7
Hallo, minna! Bertemu lagi dengan saya... Sekedar info aja ya, chap kemaren adalah chapter yang paling cepat author bikin – karena author cuma bikin 2 hari lho - Bayangin 2 HARI di tengah ujian semester! Dan author yakin bener kalau nilai author bakalan jeblok semua gara-gara buat fanfic. Tapi tenang saja author tidak akan pernah meninggalkan kalian. #curcol
BTS
Okay, author tutup dulu curcol karena author tau, kalian udah pada gak sabar buat liat chap selanjutnya, iya kan? Here we go!
Catatan: Rukia di sini namanya Kuchiki Ryuu tapi author tetep make nama Rukia.
Recap!
Mungkin itu dia Kuchiki Ryuu! Pikir Ichigo.
Ichigo segera membukakan pintu dan tampaklah seorang laki-laki cebol (Rukia) di depan pintu yang sedang memegang kopernya.
"Permisi, namaku Kuchiki Ryuu. Apakah benar ini kelompok 5?"
End of recap.
Normal POV
Ichigo cengo. Dilihatnya Rukia dari bawah ke atas. Rambut agak jabrik tapi gak terlalu panjang, tubuh yang cebol alias pendek, dan kumis tipis. Inikah Kuchiki Ryuu? Apakah matanya tidak salah lihat? Apakah matanya sudah katarak?
"Hallooo? Apakah benar ini kelompok 5?" Rukia bertanya lagi tapi Ichigo masih cengo aja.
Sialan gua dikacangin! Umpat Rukia dalam hati.
Buset, ni orang... pendek banget? Pikir Ichigo.
Ichigo kecewa berat saat melihat kondisi fisik Kuchiki Ryuu a.k.a Rukia. Ia membayangkan kalau Kuchiki Ryuu itu tinggi, badannya berotot, ganteng (kok jadinya kayak gay sih?) tapi kok jadinya kayak anak ingusan gini sih? *ditampol Ruki*
"Ichigo! Kau ini ngapain sih bengong aja daritadi? Dasar lamban!" Renji yang tidak tahu darimana datangnya langsung nimbrung dan menendang Ichigo.
Ichigo pun terjerembap ke tanah dengan muka duluan yang terkena tanah. Dan naas, mukanya terkena **k kucing yang baru matang di tanah. Rukia cengo. -_-
"Aduh apaan sih kau monyet! Lihatkan! Mukaku yang tampan ini jadi kotor gara-gara kau!" *ngelempar ember ke Ichigo, dasar narsis!* Ichigo menunjuk mukanya yang belepotan *** kucing itu.
"Diam kau, strawberry!" Renji menendang Ichigo lagi.
"Aduh maaf ya, Kuchiki-san.. maklum orang narsis biarin aja.. ayo masuk.." Renji segera mempersilakan Rukia untuk masuk ke dalam dan tidak menghiraukan teriakan Ichigo.
"Hei tunggu dulu! Kita belum selesai! He-"
BLAM
Pintu sudah ditutup dan dikunci.
"Hey buka pintunya! Buka! Awas kau monyet sialan!" Ichigo berteriak sambil menggedor-gedor pintu.
Sang pengunci pintu ini a.k.a Renji tertawa terbahak-bahak di balik pintu. Tapi sayang...
Pintunya didobrak sama Ichigo dan menyebabkan Renji tertimpa pintu tersebut.
"Ini balasanmu monyet busuk! Huahahahaha" tawanya Ichigo dilatar belakangi dengan petir yang menyambar.
Rukia yang sedari tadi hanya menonton, cengo aja ngeliat duo ini.
Dasar aneh! Pikir Rukia.
DUAKK
Satu bogem mentah mengenai wajah ganteng Ichigo. Yang kena bogem langung K.O.
"Aduh maaf ya Kuchiki-san.. dua makhluk ini memang baru keluar dari RSJ... Jadi maklum kalau suka kumat hehe.. Sekali lagi maaf ya..." Kali ini Ishida yang meminta maaf.
"Chad! Tolong bawa dua makhluk ini ke tempat steril." Perintah Ishida (sok ngebos lu.) *author dipanah ama Ishida*
Chad langsung menggeret kedua orang yang tidak sadar ini. Lalu kedua tubuh yang tak berdosa itu dilemparkannya ke tong sampah eh ke kamar. Rukia yang daritadi cuma bisa cengo doang, bernapas lega saat ada orang waras yang mengajaknya berbicara.
Rukia dan Ishida sudah sampai di ruang tengah. Ishida mempersilahkan Rukia untuk duduk. Lalu Chad datang dengan membawa tiga cangkir teh hangat.
"Oh ya perkenalkan nama saya Ishida Uryuu, panggil saja Uryuu."
"Namaku Yasutora Sado, tapi aku biasa dipanggil Chad." Chad memperkenalkan diri sambil tersenyum lebar. *WHAT? Chad tersenyum?*
"Hai, namaku Kuchiki Ryuu panggil saja Ryuu." Rukia memperkenalkan dirinya.
"Berarti Ryuu-san bersaudara dengan Kuchiki-sensei?"
"Ah kalau itu, kami memang satu keluarga tetapi dia bukan saudara kandungku. Dia adalah saudara iparku. Dia adalah suami dari nee-san ku."
"Ooohhh..." Ishida dan Chad ber-ooh ria.
Tiba-tiba...
"ISHIDA URYUUUUU!" teriakan yang menyakitkan telinga terdengar dari sebuah kamar. Membuat Ishida, Rukia, dan Chad menutup telinganya.
Lalu...
BRAKKKK
Suara pintu yang lagi-lagi didobrak kembali terdengar. (ngerusak aja lu) Lalu keluarlah Renji yang disertai dengan aura neraka tingkat 10. Rencananya Renji mau ngeroyokin Ishida rame-rame sekampung. Renji aja udah bawa tentaranya bahkan ada Hanoman! Rukia sama Chad sweatdrop -_-
Saat mereka sampai dihadapan Ishida...
"Lho? Ngapain gua di sini? Kan gue lagi perang ama Rahwana." Ujar Hanoman tiba-tiba dan WHUSS, Hanoman pun pergi.
Ishida kini melotot ke arah Renji, aura nerakanya 5 tingkat lebih tinggi dari Renji. Dan nyalinya Renji langsung nyiut segede kutu saat Ishida memberi tatapan awas-aja-kalo-macem-macem-lu. Renji udah mau ngabur.
Sebelum Renji bisa lari, Ishida udah keburu narik kerah bajunya Renji. Ishida mendudukkan Renji dengan paksa dan menyuruhnya untuk diam. Beberapa saat kemudian, Ichigo bangun dari kuburnya *plakk* bangun dari tidurnya.
Ishida mengisyaratkan Ichigo untuk duduk. Setelah semuanya tenang, Ishida mulai berbicara.
"Karena, Ryuu-san sudah datang saatnya kita untuk membagi kamar." Ishida berhenti sejenak. "..tapi masalahnya baginya make apa?" Ishida garuk-garuk kepala.
GUBRAAKK
Semua orang di sana langsung gubrak saat mendengar perkataan Ishida.
"Bego banget sih lo! Bagi aja make hom-pim-pah. Gampang kan?" usul Renji.
"Ya udah gak usah manggil gue bego sih!" Ishida sewot.
"Wettss nyante bang. Jangan marah-marah aje ntar cepet tua lo.." ujar Ichigo.
(kok jadi pada make bahasa Betawi sih?)
"Ya udah, ayo kita mulai saja pembagiannya." Kali ini Rukia yang angkat bicara.
"Iya betul itu." Jawab Chad.
Mereka saling melirik dan mulai menjulurkan tangan. Tangannya mereka sudah berada di depan dan Rukia membacakan peraturannya.
"2 orang pertama akan mendapatkan kamar yang di dekat dapur lalu 2 orang yang kedua mendapat kamar ujung dan sisanya mendapat kamar sendirian." Kata Rukia.
Setelah mendengarkan peraturan, masing-masing dari mereka berharap mendapatkan kamar yang sendiri. Ichigo berharap dia tidak sekamar dengan Renji. Renji juga berharap tidak sekamar dengan Ichigo. Rukia berharap mendapatkan kamar sendiri. Sementara Ishida dan Chad pasrah aja. (sabar ya...)
"HOM PIM PAH ALAI IYUM GAMBRENG, NEK IJAH PAKE BAJU ROMBENG!" Semua orang –minus Chad- bernafsu mengucapkan mantra tersebut.
Dan hasilnya...
"Yesssssssssss!" Teriakan penuh kebahagian keluar dari mulut Ishida.
Ternyata yang menyebabkan Ishida berteriak seperti itu karena ia sekamar dengan Chad. Mereka mendapatkan kamar yang di dekat dapur. Ishida sujud syukur karena tidak sekamar dengan Renji ataupun Ichigo.
Namun, hal itu membuat Rukia deg-degan. Dia sangat mengharapkan untuk mendapat kamar sendiri supaya ia bisa leluasa. Untuk menutupi rasa deg-degannya Rukia menutup matanya. Lalu hom-pim-pah pun dimulai lagi dan hasilnya adalah...
Jeng jeng jeng jeng...
"YEAAAAAYYYYYYY!" Suara teriakan Renji yang menggelegar memecahkan beberapa kaca rumah sebelah.
PRANGG
"Woyy! Berisik tahu!" ucap Hitsugaya sambil ngelempar sendal merek Swallow ke Renji. Eh si Renji malah tambah asik aja goyang jempolnya sambil nyanyi, "Senangnya hatiku turun panas komporku kini aku bermain dengan ceria" (?)
Rukia membuka matanya dan melihat tangannya hitam hitam sama Ichigo dan kebetulan ia harus sekamar dengan Ichigo. (kebetulan atau sengaja nih? Tanya Ichigo ke author) (author: kaburrrr)
"Kalau begitu sudah ditentukan kalau aku dan Chad tidur di kamar dekat dapur, Ryuu dan Ichigo di kamar ujung dan Renji sendirian." Ishida menutup sidang.
Dengan berat hati, Rukia menggeret kopernya ke kamar ujung. Setelah sampai di kamar, ia mendudukkan dirinya di atas tempat tidur yang dekat jendela.
"Bagaimana ini? Aku tidur sekamar denga laki-laki. Kami-sama... mohon bantuannya semoga aku tidak ketahuan.." batin Rukia dalam hati.
Lalu Ichigo datang.
"Hei, kau mau tempat tidur yang mana?" tanya Ichigo sambil menyender di frame pintu.
"An-ano.. aku di sini saja.." jawab Rukia sambil menepuk tempat tidur yang ia sedang ia duduki.
"Baiklah.." Ichigo mendudukkan dirinya di tempat tidurnya dan menghadap ke Rukia. Mereka berdua duduk berseberangan sekarang.
"Kurasa kita belum kenalan tadi. Namaku Kurosaki Ichigo, panggil saja Ichigo." Ichigo menjulurkan tangannya dan memamerkan gigi putihnya yang WOW... kinclong! Saking kinclongnya, gigi Ichigo memantulkan sinar matahari dan bisa membuat telur matang jika ditaruh di dekat giginya.
Rukia agak ragu-ragu untuk membalas jawatan tangan Ichigo tetapi akan aneh kalau ia malu-malu ntar dikira gay lagi.
"Kuchiki Ryuu," jawab Rukia sambil membalas juluran tangan Ichigo. Saat kulit mereka bersentuhan, Rukia merasakan aliran listrik yang mengalir ke tubuhnya. Ichigo juga merasakan hal yang sama saat tangan Rukia meraih tangannya.
Kulitnya halus banget.. batin Ichigo dalam hati.
Mudah-mudahan dia gak nyadar... batin Rukia dalam hati.
Rukia sedikit nervous saat bersalaman dengan Ichigo. Tapi kok ada rasa familiar ya...? Rukia sedikit mengingat-ingat lagi.
"Hey, kau sudah puas belum?" tanya Ichigo, menyadarkan Rukia dari lamunannya.
"Ah, apa maksudmu?"
"Kau sudah puas memegangi tanganku?"
"O-oh.. maaf-maaf..."
"Dasar midget." ucap Ichigo.
CNUT
Urat Rukia nongol satu. Seumur hidupnya belum pernah ada yang memanggilnya 'midget'. Belum tahu dia tentang kekuatan Rukia, tapi Rukia menahan amarahnya. Ia mencoba membalas Ichigo dengan kata-kata.
"Beraninya kau memanggilku midget! Memangnya kau tidak tahu kekuatanku ya strawberry?"
"Ternyata kau berisik sekali ya midget."
BLETAKK
Rukia memberi Ichigo jitakan mautnya. Itu membuat Ichigo mengerang kesakitan.
"Ouw! Sakit tahu!"
"Kau duluan yang mengejekku, strawberry..."
"Kau...!"
"Apa?"
"Akhh.. lupakan saja tadi.." ucap Ichigo sambil meraih tasnya. Ketika Rukia tidak sadar, Ichigo mengucapkan "Dasar cebol". Ichigo mengambil kaos serta celana santai. Rukia hanya duduk diam memperhatikan Ichigo. Lalu mata Rukia membulat seketika saat melihat adegan di depannya.
Ichigo membuka bajunya di depan Rukia!
Rukia yang seumur hidupnya belum pernah liat laki-laki telanjang dada menelan ludahnya. Dada Ichigo yang sixpack kini terpampang jelas di depan matanya. Well, badan Ichigo benar-benar hot! Lengannya yang berotot dan perutnya yang sixpack membuat Rukia kagum kepadanya.
"Ap-apa yang kau lakukan?"
"Tentu saja ganti baju. Kau sendiri tidak ganti baju? Ayo, bareng-bareng aja. Cowok ini." Ujar Ichigo.
"Tidak..! Tidak usah terima kasih.. aku ke kamar mandi saja." Jawab Rukia sambil berlari ke kamar mandi. Ichigo pun bingung melihat reaksi Rukia.
"Kenapa dia?"
-o-
Rukia's POV
BLAM
Haaahhh.. tenang Rukia... tenang... tarik.. keluarkan... tarik.. keluarkan... haaaaahhhh... Sial kau Ichigo! Beraninya mengajakku ganti baju bersamanya! Benar-benar menjijikkan... Yah.. tapi badannya ya.. bagus juga sih.. berotot... gan- hey! Apa yang sedang kupikirkan ini! Bangun Rukia bangun... kau ini sedang menyamar.. jangan sampai ada yang tahu. Tenang, kalau rahasiaku sampai ketahuan kuancam saja dia. Ah, lebih baik aku ganti baju dulu saja.
End of Rukia's POV
-o-
Rukia sudah keluar dari kamar mandi dan berjalan ke ruang tengah. Ia mendapatkan Renji, Chad, Ishida, dan Keigo sedang bersantai-santai di sana. Renji dan Ishida sedang main catur, Chad lagi-lagi mendengarkan lagu, sementara Ichigo sedang membaca buku. Rukia memutuskan untuk menemui Byakuya.
"Hey, mau kemana kau?" tanya Renji saat melihat Rukia berjalan ke arah pintu keluar.
"Aku ingin melihat keadaan sekitar." Jawab Rukia sambil memakai sepatunya.
"Kembalilah sebelum makan malam. Aku akan membuatkan makan malam untuk kita semua." Chad mengingatkan Rukia.
"Akan kuingat itu." Jawab Rukia sebelum menghilang dari balik pintu.
Rukia berjalan menelusuri jalan setapak rumah ke rumah. Suasana di sini memang menyenangkan. Hawanya begitu sejuk dan menyegarkan. Rukia meraih ponselnya dan menelpon Byakuya.
"Halo, Nii-sama."
"Ya, ada apa Rukia?"
"Ada yang ingin kubicarakan. Nii-sama di mana?"
"Aku berada di kantor guru. Datanglah ke sini sekalian kupernalkan kepada guru-guru."
"Baiklah. Dah Nii-sama."
"Dah.."
Rukia memutar arah jalannya ke arah kantor guru. Di perjalanan, Rukia melewati beberapa tempat latihan di asrama tersebut. Ada tempat yang untuk latihan merayap, ada ban-ban, ada juga panjat dinding. Rukia bertanya-tanya dalam hati sanggupkah ia menjalani latihan seperti itu.
Dan tanpa sadar Rukia sudah berada di depan kantor guru. Ia mengetuk pelan pintunya dan menunggu. Tidak berapa lama kemudian, pintu dibuka dan tampaklah seorang guru yang berambut panjang.
"Ano.. apakah Kuchiki-sensei ada di dalam?" tanya Rukia dengan sopan.
"Ya, dia ada di dalam. Kau pasti Kuchiki Ryuu kan? Masuklah, tadi dia sudah menceritakan semuanya pada kami." Ukitake mempersilakan Rukia untuk masuk. Ketika Rukia baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam, seseorang memeluknya dari belakang dengan erat.
"Jadi, ini yang namanya Kuchiki Ryuu?" tanya lelaki itu.
"Kyaaa!"
"Kyoraku-sensei!" Seorang wanita berkaca mata memukul kepala lelaki yang dipanggilnya Kyoraku-sensei itu. Kyoraku-sensei meringis kesakitan dan melepaskan pelukannya dari Rukia.
"Nanao-chan jah-" Sebelum Kyoraku-sensei dapat menyelesaikan kalimatnya, Nanao sudah mengikat tangannya dan melakban mulutnya dengan lakban. (ya iyalah make lakban masa make lem?)
"Hmmm ummm gahmmm leehhmmm" (baca: lepaskan aku!)
"Maaf ya, Rukia-chan. Ayo kita ke tempat Kuchiki-sensei." Rukia dan Nanao sudah sampai di tempat Byakuya.
"Nii-sama ak-"
"Sssttt... jangan panggil aku Nii-sama di sini. Ini sekolah jadi kau harus panggil aku Kuchiki-sensei." Jelas Byakuya dengan bangga.
"Hai, Kuchiki-sensei." Rukia dongkol. Byakuya berjalan menghampiri Rukia dan merangkul Rukia.
"Jadi," Byakuya angkat bicara. "Ini adalah Kuchiki Ryuu atau Kuchiki Rukia yang sudah kuceritakan terhadap kalian. Saya mohon bantuannya dan tolong jaga rahasia ini untuk satu tahun saja."
Rukia menunduk hormat kepada semua sensei yang ada di sana. Lalu setelah itu Rukia diperkenalkan kepada sensei yang mepersilakannya masuk tadi.
"Nah, Rukia ini adalah Ukitake-sensei." Rukia menunduk hormat. Setelah itu Rukia diperkenalkan kepada Kyoraku-sensei yang masih dilakban.
"Ini adalah Kyoraku-sensei. Kau jangan terlalu dekat dengannya, Rukia. Dia itu mesum." Jelas Byakuya sambil menarik Rukia untuk segera pergi dari tempat Kyoraku-sensei.
Kyoraku-sensei berkomentar, "Smmhh khmmm bhammm" (baca: awas kau Byakuya!) namun tidak dihiraukan oleh Byakuya dan Rukia.
"Ini adalah asistennya guru mesum tadi, namanya Nanao Ise. Panggil saja Nanao-senpai karena dia alumni di sini."
"Halo, Rukia." Sapa Nanao lembut.
Lalu Rukia diperkenalkan lagi dengan Aizen-sensei, Retsu-sensei, dan lain-lain. Cukup banyak juga sih gurunya tapi itu hal yang menyenangkan bagi Rukia. Setelah itu, Rukia berpamitan dengan Byakuya dan titip salam untuk Hisana.
-o-
Rukia's POV
Haahhh, banyak juga gurunya... Agak lupa-lupa juga sih namanya tapi kan maklum namanya juga baru kenalan. Tadi aku benar-benar kaget saat dipeluk oleh Kyoraku-sensei untung saja Nanao-senpai menyelamatkanku. Berarti aku harus jauh-jauh dengan Kyoraku-sensei. *plak*
Untung saja wali kelasku Nii-sama jadi agak aman. Hehe.. tidak terasa bercengkrama di kantor guru tadi sudah menghabiskan 3 jam. Sekarang sudah sore, perutku sudah lapar. Mendingan aku pulang dulu, kan Chad mau membuatkan kami makan malam. Nyam nyam nyam..
Begitu melihat teman-teman satu rumahku, guru-guruku, dan teman-teman lain. Sepertinya banyak petualangan yang aku jalani nanti. Semoga saja itu tidak membuka kedokku sebagai seorang perempuan.
End of Rukia's POV
TE BE CE
Weleh weleh.. chapter ini panjang juga ya. Habis author mau ngebut sih, target author pas Natal nanti udah 2 chapter lagi yang update. Tapi kita lihat saja nanti, sanggupkah author? Hehehe... trus juga menurut author, di chapter ini humornya gak lucu-lucu banget, ya gak? Itu berarti author musti berusaha lagi buat bikin humor. : D Doakan author ya biar bisa bikin humor yang lucu. (Y)
Balasan untuk review di chapter 5
mio 'ichirugiran' kyo : Hehehe, Byakuyanya sengaja author buat OOC biar lucu. *digebukin Byakuya FC* Emangnya Dora masih ada ya di Global? Baru tau deh. Ketawan author bangunnya telat mulu deh. Haha.. makasih ya udah review dan jangan lupa review lagi
Sekar-chan Naruhina Hyuuzumaki : Wah, makasih udah nge-fave ceritanya author.. *meluk Sekar-chan* Kalo author tebak nih pasti biasa buka fic Naruto, bener gak? Ketawan dari namanya sih hehe. Jangan lupa review lagi ok.
Kyu9 : Yah.. sebenernya sih gitu.. *ngelirik Ichigo ama Rukia* Author juga gak bisa ngebayangin mereka semua ikut cosplay dora.. bener-bener deh suer.. itu diluar kendali otak author sendiri bikinnya.. Okay, review lagi ya, bro!
Kuchiki Mio Akiyama : Gimana kalau author panggilnya Mio-chan aja? Mio-chan panggil author, author aja terserah sih. Hehe.. Ini juga udah author usahain buat panjang semoga puas ya Jangan lupa buat review lagi. ; )
Wi3nter : Bukan golok lagi yang author asah tapi otaknya author yang author asah! Bener-bener deh kenapa author bikinnya jadi kayak gini? *Wi3nter-chan sweatdrop* Waduh, scenenya IchiRuki kayaknya baru banyak mulai di chap selanjutnya. Gomen ya.. Tetep review lagi please.. *puppy eyes* *Wi3nter-chan muntah* Thanks buat reviewnya.
erikyonkichi : Penyamarannya Rukia... antara berhasil dan tidak *detah glare from Ruki* hehehe baca aja di chap selanjutnya ok. Thanks for review dan jangan lupa review lagi.
Balasan untuk chapter 6
Thia2rh : Iya nih, makanya dialert aja biar gak ketinggalan *ditimpuk Thia2rh* Kalau Thia2rh-chan bilang chap 4 sama 5 nya lucu berarti chap 6 gak ya? *nangis sambil mojok di kamar* Author usahain lagi ya biar lucu lagi. Pleaseee... review lagi...
Kyu9 : Emang tuh Renji bener-bener kayak monyet *diamukin massa* Makasih ya, Kyu-san udah mau review, jangan lupa review lagi ya..
Dina rukia kuchiki D'hollow : Makasih atas pujiannya, author jadi malu deh.. Makasih ya Dina-chan udah mau review. Jangan lupa review lagi
Semuanyaaa! *teriak make toa* makasih atas reviewnya, alertnya, favoritenya, pokoknya semuanya deh. Berkat kalian semua.. *curcol mode on* author bisa mengupdate cerita ini secepat kilat! Oleh karena itu, author mohon reviewnya lagi supaya author tambah semangat buat nulis chap selanjutnya. Silahkan tulis review anda setelah bunyi pip! Bye... see you in the next chapter...
Pip!
