Disclaimer: Don't own Bleach.
Jadi Cowok? – Chapter 8
Hallo, minna-san~ Ketemu lagi ama author nih. Oh ya author mau ngasih tau kalau chapter kemaren author lupa ngasih disclaimer. Maaf ya author lupa lagi, maklum udah tua jadi agak pikun *alibi aja lu* hehehe... Gak tau deh ada yang nyadar atau gak. Ternyata setelah author baca lagi ceritanya, author ngakak ngakak sendiri aja di depan laptop : D Trus di chap ini author coba tampilan baru karena di chap kemaren ada yg protes katanya kurang rapi.
And now.. gladly.. present...
Chapter 8
-o-
.
.
Rukia's POV
PLANGG PLANGGG PLANGG
"BAAANNGGGUUUUNNNN!"
Hell yeah! Suara itu membuyarkan mimpi indahku. Teriakan 'indah' dan 'merdu' dari balik pintu benar-benar berhasil membangunkanku. Dengan malas, ku buka mataku dan mengedipkan mataku berkali-kali. Mencoba beradaptasi dengan sinar lampu yang memantul melalui knop pintu kamarku. Argh!
"WOYYY! BANGUNNNNN!" Suara teriakan itu kembali terdengar. Dan teman sekamarku ini masih saja tidur dengan pulasnya. Dengan suara serak kupanggil Ichigo.
"Hey, Ichigo."
"..." Tidak ada jawaban.
"Ichigo."
"..." Masih tidak ada jawaban.
Uratku sudah nongol satu. Dengan cepat, aku mendudukkan diriku di kasur dan mengambil gelas yang ada di dekat meja. Untung masih ada airnya! Dengan cepat, kuguyarkan air itu di mukanya. Dapat kulihat, ekspresi mukanya langsung berubah dan langsung membuka matanya.
"WTF! Apa yang kau lakukan midget?"
"Membangunkanmu, apa lagi?" jawabku ketus.
"Memangnya tidak ada cara lain?"
"Tidak." Aku menjawab pertanyaannya dengan innocent. Dapat kupastikan, urat di muka Ichigo nongol satu kayak jerawat.
"Tapi tadi kau bisa saja membunuhku, midget!"
"Itukan tadi dan aku tidak akan peduli kalau kau mati atau tidak. Aku justru bersyukur kalau kau mati beneran. Lagipula sekarang kau masih hidup kan?"
"Argh! Dasar midget!"
"Strawberry!"
"Cebol!"
"Botak!"
"Pendek!"
"Orange!"
DOK DOK DOK
"Hoiii! Kalian sudah bangun belum? Ayo, cepat sarapan lalu mandi! Aku mandi duluan ya!" sahut Renji dari balik pintu.
"Ya ya, terserah.." Jawabku. Aku segera berjalan ke arah pintu saat kurasakan tangan Ichigo yang kekar mencengkeram bahuku.
"Ingat! Kita belum selesai, midget!" Ichigo memperingatkanku. Hahaha, tidak tahu dia tentang kekuatanku. Kulepaskan tangannya dari bahuku dan berkata.
"Kita lihat saja nanti, strawberry!" Sebelum Ichigo dapat berkomentar apapun, aku sudah menutup pintu.
Ya itu bisa disebut pertengkaran kecil kami sehari-hari. Sudah setengah semester aku tinggal di sini dan pertengkaran kecil itu selalu menghiasi hari-hari kami. Entah masalah kecilpun kadang-kadang membuat kami sering bertengkar. Dia sangat menyebalkan!
Oh ya, aku punya rahasia kecil di sini. Ini kutemukan baru semalam.
Flashback
Begadang jangan begadang...
Kalau tiada artinya
Begadang boleh saja
Kalau ada perlunya
Ya ampuunnnn...
Ngantuk bangeeeeeeet... Radio sialan muterin lagunya kayak gini! Ini lagunya Bang Rhoma (sejak kapan Bang Rhoma tampil di Jepang?) bukannya bikin melek malah tambah bikin ngantuk.
Nii-sama juga nyebelin! Ngasih tugas banyak banget! Bejibun! Bikin kliping ini bikin presentasi itu. Dan kalau buat aku itu pasti ada tambahan ekstranya seperti bikin rangkuman ini! Pasti pada bingung kok sekolah tentara kok ada bikin presentasinya, makanya jangan menganggap kalau sekolah tentara itu cuma lari, panjat, push up, dll. Itu salah!
Sekolah tentara itu tetep sekolah biasa yang ada pelajaran matematika, IPA, IPS, bahasa, dan lain lain tapi ada plus plusnya yaitu lari, push up, panjat itu. Kebayang gak sih beratnya tugas kami.
"MEOW MEOW MEOW" Suara itu membuyarkan kosentrasiku pada bacaaan yang ada di depanku. Nah loh, suara kucing berantem. Nganggu aja deh. Gak bakal konsen ngerjain ini pasti. Aku pun mencari sebuah benda yang dapat dilempar.
JRENG
Mataku tertuju kepada sendal tidur di lantai. Sendal innocent yang tidak mempunyai dosa itu menjadi korbanku. Itu punyanya Ichigo, tapi.. dia kan lagi tidur gak bakal tahu hihihi. Aku ambil sendalnya dan langsung ku lempar ke kucing itu.
"MEOWRR" Asiikk.. udah kabur kucingnya. Saatnya mengerjakan~
-o-
Akhirnya selesai juga nih rangkuman. Awas aja kalau gak ada nilai tambahan dari Nii-sama, bakalan ku ancam dia tentang gambar Doranya. Hahahahaha *background petir menyambar mode: on*
Ku lirik Ichigo yang sedang tidur. Mukanya lucu juga kalau lagi tidur.
JDGER!
Ngapain aku mikirin begituan? Argh... pasti otakku sedang error gara-gara kebanyakan tugas tadi. Gak mungkin aku bilang mukanya Ichigo itu lucu. (author: emang lucu tau! *dilempar genteng*)
Mendingan sekarang aku nyari sandalnya Ichigo deh. Kalau gak pasti ntar pagi-pagi heboh nyariin sendal. Orang kemaren pensil hilang satu saja kayak kehilangan duit satu milyar aja. Lah, ini pensil yang harganya cuma seribu aja diributin. Dasar norak.
Aku pun keluar melewati jendela. Rupanya pagarnya tidak terlalu tinggi berarti aku bisa keluar masuk dong lewat sini. XD Mana sandalnya Ichigo? Kok gak ada?
Nah itu dia! Berada di tengah akar sebuah pohon. Mana jauh lagi. Segitu kencangnya kah lemparanku? *Ruki bangga*
Setelah kuambil sendalnya Ichigo, kok ada bau yang tidak enak ya? Sumbernya juga terasa dekat. Jangan-jangan...
Yahhh benar kaaannn... sendalnya Ichigo kena *** kucing. Ah biarin aja punya si Ichigo ini. Tiba-tiba ada cahaya yang terang benderang dari sebelah sana. Karena penasaran, aku pun mendatangi tempat itu. Rupanya di situ ada danau yang bagus sekali pemandangannya. Sinar bulan yang terpantul di permukaan danau itu menambah keindahan danau itu. Aku tidak sadar berapa lama aku duduk hanya untuk memandangi danau itu. Malam sudah bertambah gelap dan ini sudah tengah malam. Aku harus pulang dan segera tidur. Lalu tempat ini hanya menjadi tempat rahasiaku selama aku di sini.
End of Flashback
"KUCHIKI RYUUUUUUUUU! AWAS KAUUUU!" Ooopss, saatnya kabur.
End of Rukia's POV
-o-
Ichigo's POV
Benar-benar menyebalkan bocah pendek itu! Berani - beraninya dia mengguyurku! Memangnya dia siapa coba? Aku yakin untuk masuk ke sini, dia pasti menyogok atau meminta keringanan karena kakak iparnya seorang guru. Mana di kelas jadi anak emas lagi! Kenapa yang jadi wali kelas musti Kuchiki-sensei? Gak adil!
Hey hey, kok ada bau tidak sedap ya? Kutajamkan indera penciumanku dan sumbernya berasal dari sandalku. Nah loh, perasaan semalem gak nginjek apa-apa deh kan cuma kupake di rumah. Oohh... pasti si midget ini yang make diam diam. Lalu saat memakai sendalku tidak sengaja menginjak barangnya kucing ini. Benar-benar tidak bisa dimaafkan!
"KUCHIKI RYUUUUUUUUU! AWAS KAUUUUU!" Teriakku. Dapat kupastikan si midget itu pasti sedang kabur. Saatnya memburu midget ini~
End of Ichigo's POV
-o-
Normal POV
Ishida dan Chad sedang asyik makan sarapannya, nasi goreng mentega. Renji lagi mandi sambil 'konser' di sana. Lagunya dari boy band baru, sm*sh dengan lagu "I heart you". Renji jadi leadernya trus saudara dari kebun binatang yang jadi anggotanya. Kosernya meriah banget sampe-sampe jumlah penontonnya ngelebihin konsernya Michael Jackson! (karena yg datang banyak dari kebun binatang) *ditampol Renji*
Tiba-tiba...
PLANG PRAYANG KOMPRYANG
Suara panci-panci berjatuhan dari lemari mengagetkan mereka. (Ishida ama Chad)
"Ayam! Ayam!" Ishida latah. Chad sweat drop, dia gak nyangka orang kayak Ishida latahnya "ayam". *author dipanah ama Ishida*
Renji yang baru keluar dari kamar mandi masih dibalut ama handuk *jangan mikir yang macem2* *digebukin reader*, ngeliat Ishida yang masih latah. Langsung deh ngakak guling-guling ngetawain Ishida. Ishida yang udah berenti latahnya ngasih death glare ke Renji dan tidak sengaja...
...handuk yang membalut tubuh Renji terlepas! Renji langsung kicep (diem) dan gantian Ishida yang ketawa. Mereka semua gak peduliin Rukia yang lagi kesakitan habis nabrak lemari. Cuma Chad aja yang peduli.
"Ada apa Ryuu-san?" tanya Chad.
"Ah tidak apa-apa. Kalian lanjutkan saja sarapannya, aku tidak sarapan karena ada hal penting."
"Oh baiklah."
"KUCHIKI RYUU!" teriakan Ichigo yang mulai mendekat membuat Rukia merinding.
Rukia langsung kabur entah kemana. Pas lagi buka pintu ada Yumichika sama Ikkaku yang lagi mau ngebel.
"Eh eh eh kamu mau kemana?"
"Ahh, saya ada urusan penting, senpai! Saya pergi dulu ya..." Rukia langsung ngacir lagi.
"RYUU!" panggil Ichigo sambil berlari mengejar Rukia.
Shit! Ni cowok seneng amat sih ngejar-ngejar gua! Pikir Rukia dalam hati. Rukia mengencangkan lagi larinya tapi jangan anggap Ichigo tidak sanggup mengejarnya. Masa peringkat pertama tidak bisa mengejar, Ichigo berhenti sebentar. Mengencangkan tali sepatunya dan ikat pinggangnya supaya gak kendor. *author dijitak Ichigo*
Rukia kembali berlari dan belari dan berlari... sampai tiba-tiba ada yang menariknya telinganya.
"Woy siapa sih ini main narik-narik aja! Siapa sih l- Ku-Kuchiki-sensei!"
"Weleh weleh pagi-pagi bukannya sarapan malah lari-lari, pakai bikin kekacauan lagi. Mau saya hukum kamu?"
"Ja-jangan, sensei!"
"Kalau gitu kamu masuk ke kelas sana. Bersihin kelasnya."
"T-tapi sensei..."
"Hah hah hah terima kasih sensei sudah menangkap Ryuu." Ucap Ichigo sambil menyeret Rukia pergi. Sementara Byakuya cengo aja dilatar belakangi angin yang bertiup.
-o-
"Lepasin! Lepasin tanganku!" Rukia menarik keras tangannya. Lalu Ichigo memojokkan Rukia di dinding.
"Hey midget. Kau memakai sandalku ya tadi malam?"
"I-itu cu-ma buat ngusir kucing kok.. gomen Ichigo!"
"Tapi gara-gara kamu sandalku jadi bau."
"Ya udah, aku lakuin apapun deh."
"Apapun?" Ichigo menyeringai.
Oh shit! Nyesel ngomong apapun deh gua! Kenapa nasib gue sial gini sih? Ratap Rukia dalam hati.
"Baiklah, seharian ini kamu harus jadi babuku. Kamu musti ngambilin aku makanan, minum, bawain tasku, dan lain-lain. Plus nanti malam kau musti nyuci sandalku!"
JDGER
Muka Rukia berubah horror bagaikan disambar geledek di siang hari.
"A-apa? Jadi babumu seharian?" Rukia teriak sekenceng-kenceng ampe bikin Ichigo budek mendadak.
"Iya, seharian ini dan kamu gak boleh berontak. Atau kalau kamu mau jadi tugang pijatku selama sebula-"
"Jangan.. jangan... aku jadi babu aja deh seharian ini."
"Baiklah, sekarang ayo ikut aku babu."
End of Normal POV
-o-
Warning: Kayaknya mulai dari sini ampe the end of the chapter gak ada humornya. Mulai ke sesi penting!
.
.
.
Kelas X-A - 12.30
Rukia's POV
Benar-benar menyebalkan kepala jeruk ini! Tega-teganya dia menyuruhku menjadi babunya. Dia benar-benar mengerjaiku habis-habisan. Tadi itu dia minta kalau duduk bangkunya aku yang geserkan, tali sepatu aku yang ikatkan, tas aku yang bawakan, makan dan minun aku yang ambilkan. Serasa bos banget ya ni orang! Awas saja! Lihat pembalasanku nanti!
Ku lihat dia sedang mengobrol dengan Hitsugaya, Grimmjow (jangan tereak), Kira, Hisagi dan lain-lain sementara aku disuruh menjaga tas-tas mereka. Walaupun aku termasuk yang pintar di kelas tapi aku juga dikucilkan di kelas. Mereka semua menganggapku menyogok untuk masuk ke sekolah ini karena Nii-sama. Tapi Renji, Chad, dan Ishida masih baik denganku. Mereka semua sedang remedial pelajaran kimia.
"Hey babu sini!" panggil Grimmjow.
Aku yakin dengan pasti Ichigo menceritakan hal ini kepada semuanya. Dengan pasrah aku menanggapi panggilan Grimmjow. Walaupun Grimmjow adalah teman baik Ichigo akhir-akhir ini, aku tidak suka dengan sifatnya yang suka seenaknya dan suka menindas yang lemah. Aku pernah beberapa kali berantem dengannya tetapi yang menang adalah aku.
"Ada apa Grimmjow?"
"Sekarang aku mau kamu membelikan kami minum untuk satu kelas ini. Musti 3 macam ya." Perintah Grimmjow sambil tertawa bersama Ichigo dkk.
"Baik, Grimmjow."
End of Rukia's POV
-o-
Danau Rahasia Rukia - 22.00
Ichigo's POV
Sekarang aku sedang menemani si midget ini mencuci sandalku dengan ditemani senter. Tadi dia menolakku untuk ikut bersamanya tetapi setelah kuancam akhirnya dia menurut juga. *poor Rukia* *ditampol Ruki*
Pemandangan di sini benar-benar indah, walaupun hanya diterangi sinar bulan. Aku sudah puas mengerjainya seharian ini. Agak kasihan juga sih karena si Grimmjow juga ikut-ikutan ngerjain dia. Tapi biarinlah biar dia kapok nyari ribut denganku. *Ichigo jahattt!* *dilakban ama Ichigo*
Karena bosan, aku memutuskan untuk mengajaknya bicara.
"Hey!" panggilku.
"Mau apa lagi kau?"
"Tidak, aku hanya ingin mengobrol. Aku bosan."
"Daripada mengobrol hal-hal yang tidak jelas mendingan bantu aku." Jawab Rukia.
"Tidak bisa, kan kau babuku." Aku berusaha untuk membuatnya marah. Entah kenapa aku suka membuatnya marah.
"Lebih baik kita cerita tentang pengalaman di hari terakhir liburan." Ia mengusulkan.
Aku mengerutkan keningku. Hmm... pengalaman di hari terakhir liburan...? Oh iya! Yang waktu ada pameran Dora itu!
"Ini pengalamanku waktu liburan kemarin. Kau tahu kan waktu itu ada pameran Dora dan Chappy? Nah di sana aku diajak ayah dan adikku untuk bercosplay Dora. Bukan itu saja kesialanku. Tapi di pameran Chappy aku berantem dengan seorang perempuan pendek berambut hitam." Jelasku sambil kembali mengingat betapa tidak menyenangkan hari itu.
BYURR
Ryuu terdiam. Di permukaan danau, aku dapat melihat kalau SANDALKU HANYUT DI SANA!
"Hey Ryuu! Kau menjatuhkan sandalku!" Teriakku.
End of Ichigo's POV
-o-
Rukia's POV
"Hey!" panggil kepala jeruk itu kepadaku. Apa sih maunya?
"Mau apa lagi kau?" jawabku dingin. Aku benar-benar sedang tidak mood untuk mengobrol. Tenagaku terkuras habis gara-gara dikerjai olehnya.
"Tidak, aku hanya ingin mengobrol. Aku bosan." Jawabnya. Alibi macam apa itu! Pasti ada maunya!
"Daripada mengobrol hal-hal yang tidak jelas mendingan bantu aku." Jawabku.
"Tidak bisa, kan kau babuku." Tuh kan, benar. Ada maunya.
"Lebih baik kita cerita tentang pengalaman di hari terakhir liburan." Aku mengusulkan. Mengingat kembali tentang laki-laki sialan yang mengira diriku adalah anak kecil. Grrrr...
"Ini pengalamanku waktu liburan kemarin. Kau tahu kan waktu itu ada pameran Dora dan Chappy? Nah di sana aku diajak ayah dan adikku untuk bercosplay Dora. Bukan itu saja kesialanku. Tapi di pameran Chappy aku berantem dengan seorang perempuan pendek berambut hitam."
Hah? Di pameran Chappy? Perempuan berambut hitam? Berantem? Jangan-jangan... dia adalah laki-laki itu! Dengan tidak sadar pula, aku menjatuhkan sandalnya. Aku dapat mendengar teriakannya memanggil namaku.
Aku segera sadar dari lamunanku dan menyadari kalau sandalnya sudah hampir menyebrangi danau itu. Shit! Hari ini adalah hari sialku kali ya?
"RY-" Teriakannya lansung berhenti setelah melihatku menyeburkan diri ke danau. Aku tidak mungkin melepas bajuku. Untung saja aku bisa berenang.
"Hey! Apa yang kau lakukan?" tanyanya. Ichigo itu bego atau apa sih? Masa gak liat aku lagi ngapain.
"Aku kan lagi ngambil sendalmu begoo!"
Sebentar lagi dapat... yes dapat! Begitu kuputar tubuhku tiba-tiba kakiku kram. Aduhh.. aku gak bisa bergerak... Kucoba untuk kugerakkan lagi tetap tidak bisa. Bagaimana ini? Aku sudah tidak kuat. Ughh... Kami-sama tolong aku... Aku menutup mataku dan kini seluruh tubuhku sudah berada di dalam air. Sebentar lagi aku akan mati...
End of Rukia's POV
-o-
Normal POV
Ichigo agak merasa bingung saat melihat Rukia diam saja. Padahal tadi dia sedang berenang. Trus tangannya juga agak dilambai-lambaikan seakan-akan mau tenggelam.
"Hey... mid..get?"
Kepala Rukia sudah tidak terlihat lagi, kali ini Ichigo merasa ini bukan bualan. Ia langsung menyeburkan dirinya ke danau dan berenang ke arah Rukia. Diraihnya tangan kecil itu dan menariknya ke pelukannya. Ichigo berhasil membawa Rukia ke tepi dan segera menaikkanya ke darat. Ichigo mendapati Rukia yang matanya tertutup. Ichigo menjadi panik dan mencoba untuk merasakan denyut nadinya. Denyut nadinya masih terasa tapi samar-samar. Ichigo segera membuka kemeja Rukia dan terkejut saat melihat pemandangan di depannya. Rukia adalah...
TBC
Wah wah wah nanggung bgt ya? *digebukin readers* Maaf ya humornya garing abis. Gak papa deh klo gak direview hikshikshiks *mojok lagi di kamar* Ya sudahlah ane bales review di chap sebelumnya saja.
Wi3nter: Aduh! *ketimpa cabe seton* Yak semangat! Author semangat banget bikinnya semalem habis semifinal Indo vs Filipina. Hidup Indonesia! Wkwkwkwk makasih ya udah review. Momen IchiRuki juga udah mulai menjalar *apaan sih* walaupun belum romantis. Chapter 8 udah update nih, minta reviewnya boleh?
Kyu9: Yahh.. ini sih udah saya coba buat lebih lucu sampe Ishida saya bikin latah hahahaha *dideath glare ama Ishida*. Mind to review again?
Nana Kurosaki: Byakuya jadi jaim? Maca cihh? (baca: masa sih?) *dibankai ama Byakuya* Author dari dulu juga pengen ngeliat Ichigo telanjang... telanjang dada maksudnya jangan mikir yg aneh-aneh lho... *digiles Nana-chan* Gak papa kok kalau baru review sekarang asalkan review lagi ya...
mamoru okta-chan lemonberry : Sama! RT banget sama Mamoru-san! Langsung posisi PW! Wkwkwk.. mengenai rated M nya liat pengumuman di bawah aja ya.. Mind to review again?
Dina rukia kuchiki D'hollow : Yups! Lanjutannya udah selesai tapi belum tamat. Review lagi ya Dina-chan =D
Ruki Yagami : Update kilat pale tiki! Makasih ya Ruki-san udah mau review. Review again please? *puppy eyes*
ariadneLacie : Terima kasih atas sarannya. Tapi masalahnya caranya gimana ya? *garuk2 kepala* Author lupa caranya hehehe makasih atas reviewnya.
Sekar-chan Naruhina Hyuuzumaki :Semoga di chapter ini lebih ngocok perut lagi aminnn... Makasih ya reviewnya dan review lagi pleaseeee...
Sader VectizenIchi :Iya nih, Rukia gak klepek-klepek ngeliat Ichigo telanjang dada. Kalau kita mah *sksd sama Sader* langsung klepek-klepek ya... Kan Byakuya lagi di sekolah jadi agak jaiman dulu. Mulai sekarang review terus yahh *ngasah pisau* becanda kok.. hehehe =D
Kuchiki Mio Akiyama : Chapter 8 udah update so... review please...
Pengumuman: Waktu itu kan author pernah bilang/janji bakalan bikin cerita ini jadi rated M tapi setelah author pikir-pikir kayaknya gak usah ya.. Biar feelnya dalem soalnya pengalaman author nih baca rated M yg series *wooo dasar bokeppp teriak para readers* itu feelnya kurang. Jadi author mutusin rated M untuk cerita ini gak jadi. Tapi gak tau juga sih soalnya mungkin author bakalan semi-hiatus untuk memperbaiki nilai. Makanya author ngebut banget nih. Gomen ya readers... Author janji deh bakalan bikin cerita rated M lagi hehehe... Sekarang terserah para readers nih mau setuju atau gak, kalau gak setuju coba tuangkan idenya di review dan kasih saran ke author. Dan keputusan reader juga untuk tetap membaca fanfic ini atau enggak. Thanks.. =D
