Disclaimer: Don't own Bleach.

Jadi Cowok? – Chapter 9

Hallo minna-san~

Kali ini author gak banyak cincong lagi deh langsung aja!

-o-

Flashback

Ichigo segera membuka kemeja Rukia dan terkejut saat melihat pemandangan di depannya. Rukia adalah...

End of Flashback

Chapter 9

-o-

.

.

.

Ichigo's POV

Ryuu adalah….. cewek? Apa aku salah liat? Jangan-jangan pikiranku saja yang lagi error sampai-sampai menganggap Ryuu adalah cewek. *alah ngaku aja klo lo mesum Ichi* *ditendang Ichigo* Tapi... kok dadanya agak... besar? Trus kok rambutnya agak panjang? (ceritanya kumis palsu + wignya Rukia lepas) Trus kok gak ada kumisnya? Jadi, Ryuu beneran cewek?

Kuteliti lagi mukanya... HAH? Ini kan cewek yang waktu itu? Yang tadi kuceritakan kepadanya? Apa yang dia lakukan di sini? Ngapain dia nyamar jadi cowok? Berbagai macam pertanyaan berputar di kepalaku.

Tapi ini bukan saatnya untuk bertanya-tanya. Aku harus menyelamatkan dia dulu. Kembali panik menyerang diriku. Mau kuapakan tubuhnya saja aku tidak tahu mau ngapain. Aku sudah mencoba untuk pompa perutnya tetapi tidak membuahkan hasil. Matanya masih tertutup rapat. Saat kulihat bibirnya.. bibirnya yang merah merona begitu mengundang perhatian... Heh! Minggirlah pikiran mesum dari otakku! Yang penting selamatkan dulu dia.

Dengan terpaksa karena tidak ada cara lain.. aku akan memberikan napas buatan untuknya walaupun itu harus mengorbankan ciuman pertamaku.

End of Ichigo's POV

-o-

Normal POV

Dengan ragu-ragu Ichigo membuka mulut Rukia dan matanya memandang wajah putih halus itu sekali lagi. (author: ini mau ngasih CPR atau apa sih lama bgt? *ditendang readers*)

Perlahan, didekatkan bibirnya dan diciumnya lembut bibir Rukia itu sambil mengantarkan udara masuk ke dalam bibir Rukia. Diulangnya beberapa kali sambil diselang memompa perutnya. Ichigo tidak peduli badannya akan masuk angin karena dinginnya angin malam plus ditambah badannya yang basah kuyup, yang penting Ryuu bisa siuman dulu.

Tak lama kemudian, Rukia terbatuk-batuk.

"Uhuk.. uhuk.."

Matanya mulai terbuka dan retinanya mulai membiasakan gelapnya keadaan sekitarnya ini. Lalu yang dilihatnya pertama kali dalam kegelapan adalah rambut oranye. Dan tampaklah kedua mata hazel yang menatapnya penuh dengan tatapan cemas.

"I-Ichigo?" tanya Rukia pelan.

Mata violet kini terbuka lebar dan menatap kembali mata hazel.

DEG! DEG!

Sang pemilik mata hazel memalingkan mukanya dan berusaha untuk menutupi debaran jantungnya yang kini berdetak kencang. Ia hanya menyingkirkan tubuhnya dari tubuh Rukia dan duduk menghadap ke danau. Ia bingung harus bicara apa kepadanya apalagi ia sekarang sudah membongkar rahasianya dan membuka bajunya tepatnya.

Jantung Rukia a.k.a Ryuu berdebar kencang saat mata hazel itu menatap lurus ke arahnya. Namun ia juga bingung dengan perubahan sikap Ichigo. Apakah ada yang salah dengannya? Ia pun berusaha untuk bangun dari posisi tidur lalu ia pun menyadari sesuatu...

"KYAAAA!" suara teriakan Rukia menyebabkan beberapa pohon rubuh, 23 sarang monyet hancur, 45 ikan mengambang di danau, dan kerusuhan antara supporter Malaysia dan Indonesia (?)

Ichigo hanya dapat meringis saat membayangkan betapa marahnya Ryuu karena sudah membongkar rahasianya. Tapi kan bisa saja dia mengancam untuk membongkarkan rahasia ini ke seluruh siswa. Ichigo memutar dirinya untuk melihat midget yang habis berteriak tadi.

Tetapi kosong...

Ichigo cengo. Namun ia dapat mendengar langkah kaki yang tengah berlari semakin menjauh berlawanan arah dari Ichigo.

"Hatsyi!" Ichigo bersin.

Rupanya tubuhnya sudah tidak sanggup lagi menahan dingin. Akhirnya Ichigo memutuskan untuk pulang ke asrama daripada ditemukan besok pagi dalam berita koran "Ditemukan seorang remaja dari sekolah ***** mati kedinginan karena tercebur di danau." Dengan langkah gontai, Ichigo mengambil senter dan kembali ke asrama.

Rukia yang sudah sampai di kamar tengah mengintip keadaan di luar. Ia takut kepergok oleh Ishida, Renji, ataupun Chad. Rutenya begini lari sampai daput lalu menunduk sedikit untuk memantau setelah aman berjalan mengendap-endap melewati kamar Chad dan mengendap-endap lagi melewati kamar Renji dan hup sampai di kamar mandi. Setelah merasa aman, Rukia dengan cepat membuka pintu dan langsung berlari ke arah mandi menggunakan rute yang sudah dirancang.

End of Normal POV

-o-

Rukia's POV

Arghhh... kini sudah terbongkar semuanya... Kami-sama... hari ini benar-benar hari sialku ya? Kenapa aku harus bernasib sial terus jika bersama Ichigo? Dan kenapa Ichigo itu harus laki-laki itu?

Deg! Deg! Deg!

Dan gara-gara Jeruk itu juga jantungku berdetak sangat kencang. Ada apa dengan diriku? Masa' ditatap Jeruk itu saja bisa membuat jantungku seperti sedang lari marathon? Tarik... Keluarkan... Tarik... Keluarkan... Bagaimana bisa aku menghadapinya besok?

Tenang Rukia... tenang.. kau pasti bisa.. besok lebih baik aku beritahu Nii-sama dulu mungkin dia bisa memberiku petunjuk.

End of Rukia's POV

-o-

Normal POV

Ichigo sedang berbaring di tempat tidurnya. Ia tengah gelisah. Ia bingung bagaimana harus menghadapi Ryuu besok. Dan jujur, ia masih kaget saat mengetahui Ryuu adalah perempuan. Pipi Ichigo memerah saat mengingat tadi ia sudah memberikan nafas buatan untuk Rukia. Walaupun itu nafas buatan tetapi secara tidak langsung kan bibir bertemu bibir dan itu artinya mereka berciuman. Mana itu ciuman pertamanya lagi! Ia masih tidak bisa melepaskan pikirannya dari situ.

Sepertinya Ryuu masih di kamar mandi, lama sekali dia di kamar mandi. Pasti dia masih shock. Aku tidak akan memberi tahunya kalau aku sudah memberikannya nafas buatan. Hal itu akan kusimpan untuk diriku sendiri. pikir Ichigo.

Ia memutuskan untuk tidur supaya ia bisa melupakan bayangannya tentang Ryuu. Dan tak lama kemudian ia sudah masuk ke dalam alam mimpi.

Saat Ichigo sudah masuk ke alam mimpi, pintu pun terbuka. Rukia masuk pelan-pelan, berusaha untuk tidak membangunkan Ichigo.

Fiuhh, aman. Rukia kemudian beralih ke tempat tidurnya dan menyembunyikan badannya di balik selimut.

-o-

Sinar mentar mulai memasuki kamar Ichigo dan Rukia melalui jendela. Suara klontang klanting dari dapur yang tengah dipakai oleh Chad pun sudah terdengar. Di antara mereka berlima, memang Chad lah yang paling rajin. Ia selalu bangun pagi dan mandi duluan. Lalu merapikan tempat tidur dan menyiapkan sarapan untuk mereka semua.

Berbeda dengan Chad, Renji adalah anggota termalas. Ia selalu bangun paling siang dan mandi yang paling lama itupun kalau tidak ditambah konser, namun walaupun begitu ia yang paling ceria di kelompok itu. Ia tidak akan kalah dengan Keigo untuk menyebarkan humor-humor ke semua teman-teman mereka meskipun humor-humor mereka suka menjurus ke hal-hal yang ehm ehm.

Rukia sebenarnya sudah bangun dari tadi tetapi tubuhnya enggan untuk bangun. Ia membuka matanya dan langsung duduk. Matanya masih setengah terbuka dan ia masih berusaha untuk mengumpulkan nyawanya. *emang kucing?* Setelah nyawanya sudah terkumpul semua, otaknya berputar untuk menampilkan memori semalam.

Sandal.

Babu.

Danau.

Tenggelam.

Baju yang terbuka.

Rasanya Rukia ingin langsung menghilang dari muka bumi ini. Ichigo pasti sudah tahu rahasianya sekarang. Dan yang paling Rukia takutkan adalah Ichigo akan membeberkan rahasianya ini ke semua orang. Sebenarnya ia tidak harus takut karena semua guru sudah tahu kalau Rukia adalah perempuan tetapi jika rahasianya benar-benar disebarkan Rukia akan merasa tidak enak. Tentu ia akan merasa tidak enak berada di antara laki-laki apalagi jika ada yang berusaha untuk memanfaatkannya dan jika hal ini bisa tersebar ke luar dan terdengar sekolah lain tentu citra sekolah ini akan buruk karena sekolah tentara tidak boleh ada perempuan.

Dengan langkah gontai, Rukia membuka pintu namun dengan sempat ia mengecek penampilan tubuhnya dulu lewat cermin. Di ruang makan sudah ramai rupanya. Semuanya sudah bangun –kecuali Ichigo yang masih ngorok di kamar- *ditampol Ichigo*. Kali ini Chad memasak pancake dengan topping sirup mapple dan jus jeruk. Renji dan Ishida makan dengan lahap dan menambah berulang-ulang sampai-sampai jatah Rukia dan Ichigo harus diselamatkan oleh Chad.

Chad yang melihat Rukia langsung menyambutnya.

"Selamat pagi, Ryuu-san! Ayo sarapan dulu!" tawar Chad.

"Selamat pagi Chad. Selamat pagi semuanya."

"Selamat pagi Ryuu-san!" jawab Renji dan Ishida berbarengan. Mulut keduanya sedang penuh oleh pancake.

Rukia mengambil tempat duduk di sebelah Chad dan segera menuangkan sirup mapple di atas pancakenya. Lalu ia mengambil garpu dan memulai untuk makan.

"Wow! Ini adalah pancake terenak yang pernah kumakan Chad! Enak sekali!" Rukia memberikan dua jempol untuk Chad.

Sementara Chad hanya bisa malu-malu.

"Terima kasih Ryuu-san."

"Di mana kau belajar memasak?" tanya Ishida.

"Dulu aku sempat membantu kakekku di restoran. Ia mempunyai bisnis restoran di luar kota dan aku ikut membantunya. Semua makanan yang kubuat berasal dari resep di sana." Jelas Chad.

"Oooohhhh..." Rukia, Renji dan Ishida ber-ooh ria.

Setelah itu mereka kembali melanjutkan sarapan mereka. Saat Renji sudah selesai makan, ia beranjak dari kursinya namun saat akan melangkah ia jatuh karena celananya menyangkut di paku. Hal itu menyebabkan ujung celananya robek.

"Ahh, dasar paku ******! Gimana nih celanaku?" Ia pun melepas celananya dan membiarkan bagian tubuh bawahnya hanya ditutupi oleh boxer bertulikan 'I LOVE MY MOM'

Rukia sama Chad langsung keselek. Setelah berhasil minum mereka ngakak gak ketulungan. Dan tiba-tiba lampu mati.

JGLEK

(Oi idupin sound FX-nya. Sound FX: Jengjengjengjeng)

Rukia sama Chad berenti ketawa dan bertatapan.

CLEK

Sebuah cahaya menyala dan memperlihatkan Ishida yang menaruh senter di bawah dagunya. Memberikannya kesan seperti hantu-hantu yang ada di film-film horror. Ia pun berkata, "Tenang, aku bisa membantu." Ishida menaikkan kacamatanya. Dan tiba-tiba suasana menjadi mencekam seperti di kuburan. (?)

JGLEK

Lampu kembali menyala. Ishida meraih sebuah kantung beludru dari sakunya. Dengan gerakan cepat ia membuka kantung itu dan segera meraih kotam jarum yang ada di dalamnya. Setelah itu dengan kekuatan kilat ia segera memasukkan benang ke jarum dan meraih celana Renji. Sebelum mata Rukia dan Renji dapat mengedip, celana Renji sudah terjahit rapi seperti sedia kala. Dan tampak Ishida yang sedang menaikkan kacamatanya dengan gaya cool.

"Ke-Kerennnnnn!" teriak Renji. Ia berteriak seperti seorang fangirl. Ia melompat bahagia sambil memeluk celananya.

"Terima kasih Ishida! Terima kasih terima kasih... terima kasihhhh! I lupyupulll..." Renji memeluk Ishida dan menghujani muka Ishida dengan ciuman –tidak di bibir tepatnya-. Rukia dan Chad ber eww ria sementara Ishida duduk di lantai frustasi.

Mukanya sudah tidak virgin lagi karena sudah dicemari seorang monyet gila. *ditampol Renji* Ishida tidak menyangka nasibnya akan begini. Sayang nasi sudah menjadi lontong (?)

Aksi frustasi, ber eww ria, dan melompat-lompat ala fangirl menghiasi dapur di asrama kelompok lima ini. Namun tidak lama kemudian semua aksi itu berhenti saat Ichigo datang.

"Pagi semua."

Ichigo datang dengan muka segar (karena habis mandi). Ia langsung menyebarkan senyuman mautnya ke semua orang namun saat bertatapan mata dengan Rukia, mukanya langsung berubah. Senyumnya menghilang melainkan tatapan serius keluar dari matanya. Saat ini mata keduanya masih bertatapan tetapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Rukia yang tidak sengaja mengingat kejadian semalam langsung pergi mengambil tasnya lalu meninggalkan dapur dan berlari ke luar.

Sementara Ichigo hanya diam sambil menuangkan sirup mapple di pancakenya dan makan dalam diam. Ishida, Renji, dan Chad bertanya-tanya dalam hati. Ada apakah gerangan yang terjadi di antara Ryuu dan Ichigo? Kok tumben tidak saling menyapa. Pikir mereka di otak-otak masing eh otak masing-masing.

Rukia tengah berusaha menutupi wajahnya yang memerah. Kini ia berjalan melewati asrama kelompok 1, 2, 3, 4. Tiba-tiba ada yang memanggilnya.

"Hey Kuchiki!"

Rukia menoleh dan menemukan gerombolan Grimmjow dkk.

"Mana Ichigo?" tanya Grimmjow.

"Tumben gak bareng Ichigo, kan lu babunya." Sahut Yammy. Perkataan tersebut diakhiri dengan gelak tawa dari gerombolan tersebut.

Rukia menghela napas dan berkata dengan ketus, "Gak tau,"

"Yee.. malah nyolot kita kan cuma nanya." Kata Grimmjow.

"Pergi aja ke asramanya sana, susah banget kayak gak punya kaki aja." Kata Rukia. Ia sudah agak marah.

Grimmjow pun segera mendorong Rukia keras.

"Hey babu! Jangan mentang-mentang kau ini adiknya Kuchiki-sensei bisa seenaknya. Ingat kau harus hormat dengan kami!" ucap Grimmjow.

Ucapan Grimmjow benar-benar membuat Rukia marah. Ia segera naik pitam. Tidak segan-segan, ia melayangkan tinjunya ke pipi Grimmjow.

"Dengarkan aku! Ini tidak ada hubungannya dengan Kuchiki-sensei! Jadi, jika kau bicara tentang hal ini aku tidak akan segan-segan membuat mukamu hancur." Ucap Rukia.

"Ada apa ini?" Tiba-tiba Ishida, Chad, dan Renji datang. Sepertinya mereka sudah mau berangkat ke kelas.

"Tidak ada urusannya denganmu. Ayo kita pergi." Ucap Rukia sambil mengajak Renji, Ishida, dan Chad pergi. Meninggalkan Grimmjow dkk bengong.

Setelah Rukia, Chad, Renji, dan Ishida menghilang dari pandangan, Grimmjow meludah.

"Cih! Beraninya dia meninjuku! Kita lihat saja nanti, Kuchiki!"

-o-

Rukia sedang menyeret-nyeret Ishida, Renji, dan Chad kayak bemo mogok. Ishida, ama Chad pasrah aja sementara Renji teriak-teriak trauma waktu kejadian sama Ichigo (baca chapter 6).

"Tolong! Mau dibawa ke mana aku..? Tolongg... jangan bawa saya ke kebun binatang..." ratap Renji memohon.

Rukia yang lagi asik nyeret-nyeret langsung cengo pas denger omongannya Renji. Ia sudah berhenti menyeret tetapi Renji masih sibuk meratapi dirinya.

"Tolooonngg... jangan makan saya.. daging saya gak enak.. saya masih muda. Saya belum kawin, belum sempet ngabisin pisang di halaman belakang, belum-"

"EHEM!"

Suara tersebut menyadarkan Renji. Ia pun membuka matanya dan OMIGOD... Kenpachi-sensei sudah berdiri di depannya.

"Jadi, kamu yang ngabisin pisang waktu itu! Ayo ikut saya!" ucap Kenpachi sambil menjewer telinga Renji. Renji menoleh untuk meminta bantuan namun yang dilihatnya adalah... kosong

Rukia, Chad, ama Ishida udah kabur duluan ke kelas. Mereka tidak mau ikut-ikutan kalau berhadapan dengan Kenpachi-sensei. Guru olahraga senior yang notabene akan menghukum muridnya kalau telat 5 menit. Guru yang jika sedang menekuk telunjuknya, suara 'kretek'nya bisa terdengar sampai ke seluruh kelas. (terinspirasi dari guru di sekolah author. Guest star Pak Margono.)

"A-ampun sensei.. ampun.."

"Udah kamu ikut saya!"

Rukia, Ishida, dan Chad yang mengintip dari jendela hanya bisa mendoakan nasib Renji.

-o-

Di gudang belakang..

"Woi semua! Ada yang punya ini gak buat ngebales si Kuchiki?" tanya Grimmjow. Sekarang ia sedang berada di gudang belakang sekolah bersama genknya. Mereka menjadikan gudang ini sebagai markas mereka.

"Kita sekap aja di sini trus kita keroyokin rame-rame gimana?" usul Nnoitora.

"Wah boleh juga tuh ide. Ya udah Yammy sama Ulquiorra yang bawa dia ke sini, ok?"

"Siap bos!" ucap Ulquiorra sama Yammy.

"Hahaha... mampus kau, Kuchiki!"

TBC

UPDATE! Daku update sesuai request. Widih kayaknya bakalan sadis nih tetapi tenang saja akan ada kejutan di sini. Huahahaha... gomen ya updatenya telat walaupun gak secepat chapter yang kemarin tapi kan author banyak ngeluarin one-shot. *peace* Trus juga cerita "Lebaran ala Bleach" author hapus karena author lagi males ngelanjutinnya. Daripada ntar author update udah basi mendingan author publish di lebaran mendatang. *dilempar batu ama readers*

Author gak tau deh di sini ada humornya atau gak. Kayaknya makin jayus yak? Oh ya author belum ngucapin "Selamat Tahun Baru 2011" semoga tahun ini makin banyak fanfic IchiRuki Indonesia ya... aminnn...

*ganti baju jadi sales*

Permisi kakak, senpai, readers... saya mau promosi..

Mungkin banyak dari para readers yang belum kenal ama manga "Maid-sama!" tapi kalau udah tahu mingkem aja yah.. Manga ini memang shoujo manga bisa dilihat dari judulnya. Komiknya juga sudah terbit di Indonesia dengan judul "My Sweet Kaichou", bukunya sudah terbit sampai buku ke 8. Author suka banget sama komik ini jadi mungkin kalau readers udah baca beberapa karya author di fandom Maid-sama.

Nah, yang mau author promosikan adalah "Maid-sama CC" (sound FX: Tet tereret!) sebenarnya bukan author sih yang buat tapi author jadi panitia di sini. Konsepnya sama seperti Bleach Viva Fest atau Eyeshild 21 Award. (author malah gak tau kalau yang kayak ini ada -_-") Akunnya sudah ada di ffn dan baru aktif di Januari 2011 ini. Akun twitternya juga ada maidsamaCC sementara akun saya AndiraWulan (janji di folback klo mention tapi klo gak juga gpp). Sebenarnya akun maid-sama ini belum terlalu aktif makanya saya numpang promote di sini. Mohon bantuannya ya senpai. Senpai kalau mau follow dan membantu kasih tau ke saya ya lewat review ;)

Saya harap senpai-senpai mau meramaikan fandom Maid-sama Indo. Dan baca juga karya saya yang sudah saya translate "Shattered Heart (Indonesian Version)" *promote lagee =D * Tolong dibaca dan direview ya senpai pliss...

Nah balasan review dari chap sebelumnya...

Kyu9: Ahh.. jadi malu deh :*

Tapi bener juga sih author kalo baca lagi suka ketawa sendiri *gila mode on*

Review lagi ya, Kyu-san. =D

ojou-chan: Iya nih Ichi pervert! (Ichi: kan lo yang bikin gua kayak gini! Author: Udah nurut aja, ntar gue sunat! Ichi: kaburrr.. ) Review lagi ya. =D

Dina rukia kuchiki D'hollow: Siap bos! Lanjutannya udah di atas nih, boleh minta review lagi?

Reina Rukii: Huahahahaha cuma saya yang bisa bikin Ishida latah... di sini chara nya pada OOC semua huahahaha... *Reina-chan sweatdrop*

Review lagi?

curio-cherry: Tenang saja, saya seunik chara di sini wkwkwkwk... gak tau sih temen2 author nganggap author gila. =D Hahaha itu ide gak sengaja dapetnya pas bikin Ishida latah. Tau-tau cling aja, pas lagi bengong di kamar mandi ada inspirasi buat bikin Ishida latah *digebukin Ishida FC* Btw, review lagi ya =D

dorami-fil: Nilai author... *mojok di kamar* nilainya turun huaaaa... tapi gak turun bgt sih gak masuk 10 besar tapi 13 besar padahal cuma beda 1 point *curcol mode on* Sempet down juga sih tapi mau gmn lagi author agak mls belajar di semester ini dan bikin fanfic terus hehe. Makasih ya dorami-chan dan jangan lupa review lagi =D

Rakha Matsuyama: Bedanya rated K, K+, T, M itu adalah gini rated K itu buat semua umur, K+ buat 9 tahun ke atas, T buat 13 tahun ke atas, nah kalo M (biasanya banyak yang ngelanggar *buka aib*) itu buat 17 tahun ke atas. Maaf ya gak update kilat tapi boleh minta review lagi?

Sader VectizenIchi: Emang buat tegang ya? (Parah nih author gak ngerasa) hehehe... Makasih ya udah review dan jangan lupa review lagi.. *lambaikan tangan*

Ai Sekai: Waduh jangan manggil senpai, saya masih junior di sini =D Gak papa wajar kalo ketawa sendiri saya juga begitu malah suka teriak2 gak jelas ( contoh orang gila) Makasih ya udah review dan jangan lupa review lagi =D

Semuanya author ucapkan terima kasih sudah membaca dan mereview. Terima kasih juga kepada silent reader gak papa kok saya juga suka jadi silent reader. (^.^) Trus juga ultahnya Rukia kan hari Jum'at besok nah author mau publish one-shot. 8 pereview pertama (5 review dari yg sign in, 3 anonymous atau semuanya sign ini juga boleh) akan author cantumkan namanya di cerita ini. Selamat mereview =D