Disclaimer: Don't own Bleach.
Pair: IchiRuki
Genre: Romance/Humor
Rated: T
Warning: Kekerasan, OOC, abal, gaje, freak, dll.
.
.
Chapter 11 – Jadi Cowok?
Multi-chapter
Don't Like Don't Read
.
.
Rukia's POV
Dimana ini?
Itulah hal yang pertama kali kupikirkan saat melihat keadaan di sekitarku. Seluruh ruangan gelap gulita, tidak ada penerangan sedikit pun. Bahkan sepertinya jendela juga tidak ada di sini karena sangat pengap. Aku dapat merasakan hal itu.
Tangan dan kakiku tidak bisa kugerakkan sama sekali. Sepertinya kedua tangan dan kakiku diikat dengan tali. Aku mencoba untuk menggerakkan tanganku tetapi tidak bergerak malah sakit.
"Akh!" Aku menjerit kesakitan.
Tiba-tiba aku mendengar seseorang berjalan ke arahku. Sepertinya tidak hanya satu orang karena langkahnya tidak beraturan, aku yakin itu lebih dari satu orang.
"Sudah bangun Kuchiki?"
Hey! Sepertinya aku kenal suara itu.
"Wah wah wah sepertinya kau lupa denganku. Memangnya aku memukulmu terlalu keras ya?"
Tiba-tiba ruangan mendadak menjadi terang, sebenarnya tidak terlalu terang sih hanya ada penerangan kecil yang menyala. Kini aku sedikit bisa melihat dengan jelas bentuk ruangan ini. Ruangan ini tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Dugaanku benar, tidak ada jendela di sini. Barang-barang rongsokan berserakan dimana-mana dan aku yakin debu setebal 5 cm akan menempel di kulitku jika aku menyentuh barang-barang itu.
Kuputar kepalaku ke kanan dan mataku pun melebar seketika. Ulquiorra, Yammy, Grimmjow, Nnoitora dan beberapa anak buah mereka tersenyum lebar ke arahku. Aku menjadi kesal melihatnya. Ingin sekali tanganku untuk meninju satu per satu muka mereka.
"Nnoitora, cepat buka ikatannya lalu tahan tangannya!" perintah Grimmjow kepada Nnoitora.
Ia segera membuka ikatan di tangan dan kakiku. Aku mencoba mengambil kesempatan untuk melawan tetapi aku kalah cepat. Kedua tanganku segera ditahannya dan ditarik ke belakang.
"Eits, mau kemana Kuchiki? Kita belum selesai, sabar ya kita masih perlu main-main hahaha..." ucap Grimmjow diikuti suara tertawa dari yang lain.
"Hahaha! Tidak bisa bergerak ya Kuchiki? Rasakan ini!"
Sebuah tinju mengenaiku pipi kiriku.
"Ughh!" Bisa kurasakan darah mengalir dari tepi bibirku. Cih! Aku mencoba memberontak tetapi Nnoitora mempererat pegangannya di tanganku.
Aku mencoba memberontak lagi tetapi Grimmjow segera menendang perutku.
"Eghh!"
"Hahaha! Sakit ya? Tapi sayang aku belum begitu puas..." Grimmjow tersenyum licik.
Ia melambaikan tangannya dan berkata, "Hei semuanya! Ayo kita hajar bocah ini sepuas-puasnya!" teriak Grimmjow. Lalu kulihat 3 orang dari mereka sudah menimang-nimang sapu yang kuprediksi akan digunakan untuk memukulku. Bisa kudengar gelak tawa mereka yang seakan-akan mengejekku.
Ichigo! Tolong aku!
End of Rukia's POV
.
xxxxxxxxxxxxxx
.
Normal POV
Ajakan Grimmjow segera disambut baik oleh teman-temannya. Satu per satu dari mereka mulai mengambil bagian dengan menendang perut Rukia, meninju mukanya, dan memukulinya memakai sapu. Tidak henti-hentinya mulut Rukia mengeluarkan darah.
Darah mulai menodai bajunya. Grimmjow tetap memukulinya memakai sapu, tidak peduli dengan teriakan kesakitan dari mulut Rukia. Rukia semakin tidak tahan, kondisi tubuhnya semakin melemah. Namun di saat Rukia ingin pingsan, Yammy mengguyurnya dengan air es, membuat Rukia sadar kembali dan menggigil kedinginan.
Tidak cukup sampai di situ mereka semua kembali memukulinya dengan penuh kebencian membuat mulut Rukia kembali mengeluarkan darah. Pukulan bertubi-tubi ke arah perut, wajah, terus menghujani tubuhnya.
Tidak cukup sampai di situ beberapa dari mereka bahkan meludahinya. Lalu kembali mengguyur tubuh Rukia dengan air es dan kembali menghujani tubuh Rukia dengan pukulan. Hal itu terus mereka lakukan hingga Rukia tidak sadarkan diri.
.
xxxxxxxxxxxxxxx
.
Sementara itu mari kita lihat nasib Abarai Renji.
Sepertinya setelah 4 bulan ia berada di sini, menjadi murid Karakura's Army School nasibnya tak pernah baik. Tentu kalian masih ingat saat Ichigo salah mengiranya sebagai monyet (baca chapter 6) lalu dimarahi habis-habisan oleh Aizen-sensei karena kejar-kejaran dengan Ichigo lalu terakhir dihukum Kenpachi-sensei karena ketawan sudah menghabisi buah pisang di kebun belakang.
"Salah apa sih gua? Kenapa gua mulu yang kena sial? Dikira monyet lah, trus dimarahinlah, eh sekarang disuruh menanam pisang mana kebunnya besar lagi. Bisa-bisa 2 hari nih selesai," gerutu Renji sambil tetap mencangkul.
"Tapi... lumayan juga sih. Ntar pisang-pisang ini kalau tumbuh semua bisa gua jualin kan lumayan uangnya bisa buat nabung trus bikin toko pisang deh..." ucap Renji sambil membayangkan dirinya setiap hari makan pisang.
"Hey, Abarai! Sudah selesai belum!" tanya Kenpachi-sensei yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya.
"B-belum sensei! -sebentar lagi.." jawab Renji. Entah mengapa tiba-tiba Renji jadi gagap mendadak. Mungkin Kenpachi kesereman kali ya? *author ngibrit dikejer Kenpachi*
"Ya sudah, tapi kalau kamu saya lihat ngelamun lagi saya tambahin hukuman kamu jadi sampai ke kebun samping."
"J..j-ja-..jangan sensei! Ampun! Ampuni saya sensei.. saya gak sanggup..." ucap Renji sambil menyembah-nyembah di kaki Kenpachi.
Kenpachi mengeluarkan evil laughnya. "Hahaha.. kalau begitu kerja yang baik ya.." sambil menepuk-nepuk kepala Renji.
Dan Kenpachi pun nyelonong pergi meninggalkan Renji sendirian. *forever alone*
.
xxxxxxxxxxxxxx
.
Sementara itu Kurosaki Ichigo sedang bermalas-malasan di kamarnya. Ia baru saja habis mandi. Sambil duduk di tempat tidurnya ia mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk dan masih shirtless. Tentu anda bisa bayangkan bulir-bulir air yang perlahan-lahan menetes dari dadanya yang bidang itu.
Ia masih heran mengapa ia merasa berdebar-debar saat bertatapan muka dengan Rukia? Apalagi saat kejadian tadi di saat jarak dari wajah mereka hanya terpaut 5 cm membuat jantung Ichigo berdebar dengan sangat cepat. Ia beruntung bisa menahan dirinya untuk tidak mengambil langkah selanjutnya yaitu, mencium Rukia.
Bibirnya yang merah merona dan sedikit terbuka, membuat bulu kuduknya berdiri. Bagaimana bisa ia tidak menahan dirinya untuk mencium Rukia? Tetapi demi menjaga nama baik ia urungkan niatnya itu.
Oh iya, mana Ryuu? Sejak tadi belum kelihatan. Biasanya sedang mengerjakan PR di kamar tumben tidak kelihatan. Mungkin sedang bersama Chad dan Ishida, pikirnya. Ichigo pun merebahkan tubuhnya di kasur dan menghela napas.
Dari tadi detak jantungnya belum kembali normal, terus berdetak kencang. Pikirannya masih tertuju kepada Rukia. Dimana dia sekarang? Sedang apa dia? Apakah ia baik-baik saja? Ia sedang bersama siapa sekarang? Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengganggu pikirannya.
"Argh!"
Ichigo berteriak kesal dan mengacak-ngacak rambutnya.
"Kenapa aku terus memikirkan dia sih?"
.
xxxxxxxxxxxxxxxx
.
Chad dan Ishida sedang menonton TV di ruang tamu mereka. Setelah lelah sehabis berolahraga memang cocok untuk menjernihkan pikiran yaitu menonton TV. Acara TV sekarang adalah sebuah drama musikal rock yang diadaptasi dari manga Bleach, episode kali ini adalah Rock Musical Bleach Saien. Saat ini bagian yang mereka tonton adalah bagian dimana sang pemeran utama wanita dibawa pulang kembali oleh kakak dan temannya kembali ke Soul Society.
Adegan itu cukup menyedihkan bagi Ishida, karena ia sedang menangis sesenggukan. Chad dengan sabar memberikan tisu kepada Ishida, Ishida pun menerimanya dengan senang hati. Tisu yang tidak berdosa itu pun kini sudah korban kejahatan Ishida.
Tak lama kemudian pun isak tangis Ishida berhenti menjadi sorak sorai kegembiraan saat adegan dimana sang pemeran utama laki-laki berlatih keras demi menyelamatkan sang pemeran utama wanita. Ishida tidak henti-hentinya berteriak layaknya seorang fangirls. Chad hanya bisa sabar dalam menghadapi cobaan mempunyai teman seperti Ishida. *author dipanah*
Akhirnya sorak sorai kegembiraan dari Ishida berhenti saat iklan. Chad pun mengajak Ishida untuk melihat keadaan Renji.
"Ishida, kita lihat Renji yuk!"
"Yah.. tapi kan ini belum habis."
"Kan besok ada ulangannya.. lagian bukannya kau sudah menonton ini berulang kali. Seingatku kau sudah menontonnya kemarin," ucap Chad sambil mengingat-ingat.
"Iya sih tetapi aku tidak pernah bosan untuk menontonnya. Aku bisa merasakan cinta diantara mereka berdua. Kyaa~!" Ishida melompat-lompat senang.
"Ayo kita lihat Renji dulu.. kasihan ia.."
"Baiklah baiklah.. ayo!"
Dan duo-sahabat itu pun pergi untuk melihat Renji.
.
xxxxxxxxxxxxxx
.
Renji sedang bersandar di pohon. Badannya sangat lelah dan keringatnya sudah membasahi bajunya. Jika dipikir-pikir, ini lebih melelahkan daripada lari keliling lapangan. Kalau ia disuruh memilih, tentu saja ia lebih memilih lari 10 kali keliling lapangan daripada menanam pohon pisang di area yang luasnya 1 hektar ini. (O.o)
Tulang-tulangnya serasa patah jika ia mencoba untuk digerakkan. Ia benar-benar tidak bisa bergerak. Mana ia belum makan lagi, perutnya sudah berbunyi untuk meminta makanan namun sampai sekarang belum ia kabulkan.
"Perutku... sabar ya... sebentar lagi... aku belum selesai.. kau harus sabar..." ucap Renji sambil mengelus-elus perutnya.
"Hoy Renji!" panggil Ishida.
Renji pun mengangkat kepalanya dan melihat Ishida dan Chad datang menghampirinya.
"Yo Renji!"
"Yo Chad, Ishida!" Renji tersenyum.
"Bagaimana? Sudah selesai?"
"Sedikit lagi sih," ucap Renji sambil melihat ke arah kebun. Renji pun menghela napas.
Tiba-tiba sebuah roti melayang mengenai kepalanya.
"Aduh!" jerit Renji sambil memegangi kepalanya yang agak benjol. Sekeras itukah sebuah roti?
"R-roti..." Mata Renji segera berbinar-binar melihatnya. Cacing-cacing di perutnya pun sudah tidak sabar untuk menyuruh Renji untuk memakannya.
"Aku tahu kau pasti lapar jadi makanlah, baka!" ucap Ishida sambil menepak kepala Renji.
Renji membalas Ishida dengan meninju pelan pundakknya.
"Thanks guys."
Setelah Renji selesai makan, tiba-tiba Yumichika dan Ikkaku berlari ke arah mereka.
"Renji, Ishida, Chad! Ga-Gawat!" ucap Yumichika sambil terengah-engah.
"Ada apa?" tanya Ishida.
"R..Ryuu.. di..dia.."
"Ada apa dengan Ryuu?" Kali ini Renji yang bertanya.
"Dia habis dikeroyoki..."
"Apa! Bagaimana bisa!"
"Begini..."
.
xxxxxxxxxxxx
.
Flashback
Saat itu Yumichika dan Ikkaku sedang disuruh untuk membersihkan sebuah taman kecil dekat kamar mandi belakang sekolah.
"Haah... membosankan sekali..."
"Ya.. kau benar... sangat-sangat membosankan..."
Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari kamar mandi.
"Suara apa itu?" tanya Yumichika.
"Entahlah.. ayo lihat.."
Yumichika dan Ikkaku pun mengendap-endap selayaknya maling yang akan mencuri. Mereka merapat ke dinding dan pelan-pelan mendengarkan pembicaraan mereka.
"Haahhh tanganku pegal sekali sehabis memukuli Kuchiki..." ucap Nnoitora sambil meregangkan tangannya.
"Ya.. aku juga.. hahaha..." ujar Yammy sambil tertawa.
"Tetapi sayang dia sudah pingsan.. padahal aku masih ingin mendengar ia menjerit kesakitan... hahahaha..."
"Ya, aku setuju. Semoga tidak ada yang menemukan badannya kalau tidak bisa dikeluarkan dari sekolah kita."
"Tenang saja, Grimmjow sudah mengurungnya di gudang belakang. Tidak mungkin ada yang mencarinya," ucap Nnoitora sambil mencuci tangannya.
End of Flashback
.
.
"Setelah mendengar kabar itu, kami segera menuju kesini."
"Baiklah, kita harus segera memberi tahu Kurosaki."
Semuanya menggangguk terhadap Renji dan segera berlari ke arah rumah mereka.
BRAKK
Pintu kamar Ichigo dibuka dengan kasar sontak membuat Ishida latah.
"Ayam! Eh Ayam!"
Latahan Ishida pun membangunkan Ichigo yang tengah tertidur lelap. Ichigo pun segera berdiri.
"A-ada apa?"
"Ichigo, Ryuu..."
DEG!
TBC
(Pojokan Author)
Hoahmm... kayaknya cerita ini semakin jayus aja.. ya gak? Dan gomen ne udah telat update.. 3 bulan lamanya pasti bikin reader kangen sama author ya gak...? Hehehe... gomen author makin narsis *dilempar sendal*
Dan selamat untuk author sendiri karena sudah kembali ke dalam 10 besar hehehe... semester kemarin sempet turun ke 11 besar. Dan selamat juga kepada para readers yang nilainya pada memuaskan.. selamat ya... *tepuktangan*
Mengenai Love is Troublesome, insya Allah minggu ini bisa update, doain author ya... dan semoga IchiRuki bisa kembali reunian... woohooo!
Oke author balas review di chap sebelumnya :
Chap 8
Rossi D'scHiffer sUgar: Ishida latah… ah itu hanya keisengan author yang sedang menjadi-jadi. Makasih ya udah review. Udah update lagi nih, minta reviewnya boleh?
Chapter 11
Anezakibeech: Saya sudah update sesuai request. Terima kasih sudah mereview.
Rakha Matsuyama: *Meluk Rakha-san balik* Saya juga ikutan jingkrak-jingkrak saat ada yang mereview cerita ini! XD Byakuya OOC? Biarin saya mau balas dendam sama Byakuya trus juga kan jarang Byakuya OOC di fanfiction story hehe… tapi anda terhibur kan? Saya juga berharap bisa update kilat. Review please…
Misora Jaegerjaquez: Sudah saya teruskan, monggo dibaca…
Ryukimisa: Entahlah.. mungkin untuk sekarang masih T tapi untuk chapter mendatang semoga rated T semi M huahahahaha *evil laugh*
Reina Rukii: Iya, kan Hisagi ama Kira rada-rada alay hehe *digiles* Dan kok bisa nebak sih? Padahal kan mau jadiin kejutan tapi tak apalah akan saya bikin kejutan lagi hehe makasih ya atas reviewnya..
arumru-tyasoang: Wah makasih atas saran dan reviewnya. Sebagian sih saya pakai dan semoga ini cukup kejam :P Dan mengenai pertanyaan anda, hohoho itu rahasia… cukup menjadi kejutan =) Thanks for the review…
Purple and Blue: Yey udah temenan! =D Update sesuai request!
Wi3nter: Gak papa kok telat review… yang penting kan reviewnya hehehe… Romance IchiRuki kayaknya bakal mulai muncul di chapter selanjutnya jadi sabar yahh… Yang mukul Rukia itu Yammy sama Ulquiorra. Tetapi sayang Ichigo telat nolonginnya, tenang saja. Terima kasih atas review anda. GO ICHIRUKI! XD
Nah, buat para silent reader dan para pereview, terima kasih sudah menghabiskan waktunya untuk membaca cerita saya yang abal nan jayus. Semoga permintaan anda semua dikabulkan oleh Allah SWT. Dan jangan lupa untuk mereview lagi…
Oh iya, Libur telah tiba! Selamat menghabiskan liburan~!
Ja ne!
Outer
