Part 2

"Lee Hongki!"

Hongki-pun membalikkan badannya saat mendengar seseorang berteriak memanggilnya. Jaejin menghampiri dengan wajah kesal.

"Apa lagi yang kau lakukan terhadap adikku? Lagi-lagi ia babak belur"kesal Jaejin.

"Hm? Seharusnya kau tanya pada adikmu, apa yang dia lakukan padaku? Itu yang jadi alasan kenapa aku menghajarnya"ucap Hongki datar.

"Kau itu!"Jaejin langsung mengangkat kerah baju Hongki, namun langsung ditepis dan Hongki langsung memukul wajahnya.

"Anak itu benar-benar bodoh, masih saja memikirkan orang sepertimu!"kesal Jaejin.

"Kalau begitu berhenti sok memperdulikanku! Bilang itu pada adikmu! Kalau aku mau nilaiku kembali, aku bisa lakukan sendiri! Aku tidak butuh bantuan dari anak yang berstatus seperti kalian!"Hongki-pun balik mengertak Jaejin.

Suasana-pun hening sejenak, mereka saling menatap dengan tatapan sinis.

"Akan kukatakan padanya, kau…jangan coba-coba lagi mengganggunya!"tegas Jaejin yang langsung pergi meninggalkan Hongki.

"Cih…seharusnya kau camkan itu pada adikmu dari dulu!"kesal Hongki yang langsung pergi meninggalkan sekolah.

Sial…untuk apa aku ingat masa lalu…kurang ajar…

Hongki dan Wonbin berasal dari keluarga yang berbeda. Wonbin adalah anak pintar yang berasal dari keluarga sederhana, sedangkan Hongki dari keluarga kaya yang sangat menghidupinya dengan materi. Hongki yang benci dengan kehidupan mewahnya merasa nyaman bila berada didekat Wonbin, hanya Wonbin yang mengerti dirinya, dan membawanya untuk merasakan hidup.

"Braakk"tidak sengaja Seunghyun menabrak Hongki.

Mata Hongki yang tajam langsung tertuju kearah Seunghyun dan Seunghyun hanya diam terkejut saat melihat Hongki.

Tanpa bicara Hongki langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Seunghyun. Seunghyun terus diam dengan wajah takutnya, namun tak lama kemudian…

"Ho…Hongki Sunbae!"

Hongki hanya menoleh. Seunghyun-pun mendekati Hongki. Dengan jantung yang berdegup kencang, ia memberanikan diri untuk mendekati Hongki.

"Apa?"

"To…Tolong…jangan tindas Minhwan lagi…"ucap Seunghyun dengan wajah tegas.

Hongki sedikit terkejut, Seunghyun berani bicara seperti itu padanya.

"Apa kau bilang? Aku menindasnya?"

"Iya, tolong biarkan dia hidup tenang disekolah ini"

"Buak!"tanpa bicara, Hongki langsung menghajar wajah Seunghyun. Seunghyun-pun langsung terjatuh kelantai.

"Memang benar aku menindasnya, tapi kau bilang juga pada temanmu! Berhenti menggangguku supaya aku berhenti menindasnya! Aku tahu, pikiranmu sama saja dengan yang lain! Memandang sepihak, aku yang salah!"kesal Hongki yang langsung menendang Seunghyun.

Emosinya benar-benar naik, disaat ia kesal mengingat masa lalunya dengan Wonbin, orang-orang datang memandangnya sepihak dan menekan dirinya.

"Akh…Su…Sunbae…Minhwan hanya berusaha dekat denganmu…"tak sempat menjelaskan, lagi-lagi Hongki menghajarnya. Hongki benar-benar termakan emosi dan inilah cara ia melampiaskannya, tidak perduli siapa lawannya.

"Ukh…."Seunghyun mulai kehilangan kesadarannya.

Tiba-tiba seseorang berteriak dan mendekati mereka berdua.

"Ho…Hongki Sunbae?"kaget Minhwan.

Hongki hanya menatap Minhwan, tubuhnya dipenuhi perban untuk menutupi luka-lukanya, raut wajahnya juga masih menunjukkan perih lukanya.

Minhwan terkejut melihat Seunghyun terkapar dilantai.

"Seunghyun!"

"Hongki Sunbae! Apa yang kau lakukan padanya?"

Hongki diam sejenak.

"Tanya saja pada orang itu, atau kau yang buta tidak lihat apa yang kulakukan padanya"kesal Hongki.

Tiba-tiba air mata Minhwan menetes, dan membuat Hongki terkejut.

"Sudah cukup…"ucap Minhwan.

Hongki hanya diam.

"Aku tidak apa, walau Sunbae terus menghajarku…"

"Aku tidak apa, walau Sunbae terus mengacuhkanku…"

"Sunbae terus menindasku sampai matipun aku tidak apa…"

Hongki tersentak dengan ucapan Minhwan.

"Tapi…kalau kau sakiti temanku seperti ini, aku tidak bisa terima! Seunghyun badannya lemah, kenapa kau tega menyiksanya seperti itu?"kesal Minhwan yang langsung memukul-mukul badan Hongki.

Hongki benar-benar terkejut melihat Minhwan yang seperti itu, kali ini ia merasa apa yang ia lakukan sudah lewat dari batasnya. Ia melihat Seunghyun terkapar dilantai, tak bergerak hampir seperti orang mati. Ia tahu Seunghyun punya badan yang lemah, namun emosinya membuat ia buta akan tindakannya.

"Sunbae! Kau tega sekali!"Minhwan terus berteriak, membuat beberapa orang yang ada disekitar tempat mereka datang menghampiri, termaksuk Jaejin, Kakaknya.

"Minhwan?"kaget Jaejin yang langsung menghampirinya. Beberapa orang langsung menolong Seunghyun yang terkapar dan membawanya ke UKS.

"Ukh!"Minhwan-pun tersungkur, luka ditubuhnya memang belum sembuh.

"Minhwan!"Jaejin langsung menolong adiknya yang hampir pingsan.

"Kau…sudah kubilang-kan! Jangan ganggu dia lagi!"Jaejin hampir memukul Hongki, namun Minhwan menghentikannya.

"Hyu…Hyung…lebih baik kita pergi ke UKS sekarang…aku ingin lihat keadaan Seunghyun…ukh…"

"Min…Hwan…"

Minhwan-pun berusaha berdiri dan meninggalkan Hongki, Jaejin yang khawatir dengan adiknya langsung mendampinginya.

"Ya! Hongki! Berhentilah membuat keributan disini!"gertak teman-teman disekelilingnya.

"Kau itu sudah tidak pantas berada disini!"

"Keluar saja!"

"Pergi kau dari sini!"

"Kau sudah menyakiti banyak orang! Kau membuat kami tidak nyaman! Kau hampir membuat adik kelasmu mati!"

Hongki hanya terdiam memakan teriakan teman-temannya.

Tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan membawanya pergi dari tempat itu.

Dari kejauhan, Wonbin yang kebetulan ada ditempat itu, hanya bisa menatap lirih kearah Hongki.

"Hongki…"

***
"Apa yang sudah kau lakukan?"tanya Jonghun.

Hongki tetap terdiam dengan tatapan kosong.

Jonghun menepuk-nepuk pundak Hongki, mencoba membuatnya sadar.

"Hongki! Apa yang sudah kau lakukan? Kau sadar perbuatanmu itu-kan?"kesal Jonghun.

"Kenapa…kau ada disini?"tanya Hongki.

"Hongki…"

"Kau pergi saja…kalau ada yang melihatmu bersamaku…"

"Buak!"Jonghun-pun langsung memukul wajah Hongki.

"Kau ini! Apa tidak ada teman yang membelamu? Membantumu? Aku tahu, kau tidak sepenuhnya salah!"

Hongki langsung tersentak dengan kata-kata Jonghun.

"Orang-orang membencimu, wajar karena kelakuanmu, tapi aku tahu…kau hanya termakan emosi, tidak ada orang yang berusaha mengerti dirimu, karena itu mereka tidak tahu apa-apa!"tegas Jonghun yang menatap Hongki serius.

"Arrggghhh! Berisik! Jangan bicara seolah kau tahu semuanya!"teriak Hongki yang hampir memukul Jonghun.

"Aku memang tahu semuannya"

Hongki-pun langsung terdiam.

"Aku tahu…kau temannya Wonbin-kan…"

"Da…Darimana…"

"Aku juga temannya Wonbin, walaupun ia tidak bilang yang sebenarnya tapi aku tahu…sejak pertama kali aku melihatmu waktu upacara penerimaan murid baru…"

"Kau…Bagaimana bisa…"

"Wonbin punya foto kalian berdua saat masih SMP, ia menyimpannya didompet dan selalu membawanya kemana-mana, saat aku berusaha melihat dan bertanya, ia selalu mengelak. Aku tahu ada yang ia sembunyikan, dan aku mencari tahu tentang dirimu. Aku tahu Minhwan selalu mengikutimu, karena itu aku bertanya padanya"

Hongki tetap terdiam.

"Kau tahu alasan Wonbin meninggalkanmu?"tanya Jonghun.

"Ti…dak…"

"Saat kau dikantor polisi, ada orang yang tidak menyukaimu dan memfitnahmu, Minhwan bilang, dia orang dari SMP lain yang sebelumnya kau kalahkan dalam pertandingan basket"jelas Jonghun.

"Anak itu…"

"Saat itu-pun Wonbin harus menghadapi keputusan yang berat, ia berusaha membelamu tapi bukti palsu itu kuat! Apalagi sikap Wonbin dibatasi oleh beasiswa komite sekolah ini, kau tahu kehidupan ekonomi Wonbin-kan? Diwaktu yang sama bisa saja ia mengecewakanmu dan orangtuanya saat ia harus mengambil keputusan…"

Hongki langsung tersentak mendengar penjelasan Jonghun.

Karena itukah ia tidak menemuiku? pikir Hongki.

"Minhwan berusaha menjelaskan kepada Jaejin dan juga orang tuanya, namun percuma. Karena itu ia selalu berusaha membantumu disini, ia mengaggumimu dan Wonbin sejak dulu, ia merasa bersalah membuatmu seperti ini. Wonbin juga begitu…aku tahu…ia sangat ingin kembali padamu, namun ia dihantui rasa bersalah dan malu telah membuatmu seperti ini…"jelas Jonghun.

"Wonbin…"Hongki menundukkan kepala, ia baru tahu kenyataannya dan hal itu langsung menusuk kedalam hatinya.

"Hongki…karena itu…aku juga berusaha membantumu…aku memang orang luar dan baru tahu segalanya, tapi aku juga teman Wonbin, aku ingin kalian menyelesaikan semuanya…aku mau kita semua berteman, karena aku tidak mau lagi melihat ada teman sekolahku yang dibenci…"Jonghun mengangkat kepala Hongki dan menatapnya dalam.

Kau…Choi…Jong Hun….

Part 3

***
Sejak hari itu, Jonghun terus berusaha membantu Hongki untuk mengembalikan nama baiknya. Diam-diam ia mengajak Hongki untuk belajar dirumahnya, diluar ia berusaha membuat Hongki tidak lagi bersikap kasar. Pada awalnya Hongki meremehkan Jonghun, ia masih percaya tidak akan ada yang mau mendampinginya, apalagi jadi temannya. Namun sikap Jonghun yang selalu sabar menghadapinya, membuat hatinya luluh.

Benarkah ia mau membantuku? Dia selalu lakukan yang terbaik sampai sekarang tanpa menyerah menghadapiku, Choi Jong Hun…kau…

"Hongki ah! Kenapa bengong?"bingung Jonghun yang datang sambil membawa 2 kaleng jus dan langsung melemparkan salah satunya ke Hongki.

"Ha? Tidak apa"ucap Hongki dengan suara pelan. Jonghun hanya diam kebingungan dan meminum jusnya.

"Sampai kapan kau tidak bilang tentang hal ini padanya?"tanya Hongki tiba-tiba.

"Hm? Siapa?"Jonghun terus meminum jusnya.

"Wonbin"

Jonghun-pun diam sejenak.

"Ash…aku akan tetap merahasiakan hubunganku denganmu dari Wonbin sampai seluruh sekolah percaya lagi padamu dan nama baikmu kembali"jelas Jonghun.

"Kau gila, mereka sangat membenciku, mana mungkin…"

"Kalau tidak dicoba tidak akan tahu-kan, karena itu…cepat ubah sikap jelekmu ini! Jadilah orang baik"

"Cih…menjijikan"

"Mwo? Apa kau tidak mau kembali lagi pada Wonbin?"

"Untuk apa harus merahasiakannya? Menungguku sampai bersikap baik?"

"Kalau aku bilang padanya, pasti dia berusaha untuk dekat denganmu lagi. Aku tahu sifat orang-orang disekolah…kalau Wonbin mulai dekat denganmu yang masih seperti ini, aku jamin dia juga akan dicap jelek…kau tahu…hampir semua orang ditempat itu adalah anak berstatus, Wonbin yang masuk karena kecerdasannya bisa terancam kalau anak-anak itu mengadu yang macam-macam…"Jonghun langsung melempar kaleng jusnya yang kosong ke tempat sampah. Raut wajahnya seketika langsung berubah, Hongki kenal dengan raut wajah ini.

Ah..aku mengerti…kau dan aku sama-sama anak berstatus seperti mereka, dan kau juga benci kehidupan itu…

"Kalau begitu…jika ada salah satu dari mereka ada yang tahu kau bersamaku, itu artinya kau-pun bisa dicap jelek-kan? mereka bisa mengadu yang macam-macam"

"Aku tidak takut"tegas Jonghun. Hongki hanya diam sambil menatap Jonghun.

"Aku tidak takut, aku tidak akan menyesal melakukan hal ini, ini jauh lebih baik daripada yang mereka lakukan…"

Hongki menatap dalam mata Jonghun yang menunjukkan keseriusannya.

"Hmm…aku masih berpikir kau adalah orang yang bodoh"ucap Hongki.

"Mwo?"

"Untuk apa membantuku? Berusaha memperbaiki hubunganku dengan Wonbin…"

"Tapi…melihat usahamu sampai sekarang…kau tidak pernah berhenti…aku rasa…kau benar-benar orang yang perduli pada orang lain…"senyum Hongki.

Jonghun tercengang mendengar ucapan Hongki, baru kali itu ia melihat Hongki yang seperti itu.

"Kau tahu…sejak kecil aku selalu berteman dengan anak-anak seperti itu, mereka semua selalu memandang rendah orang yang tak punya apa-apa…aku benci sifat mereka…tapi aku tidak bisa bilang apa-apa…"

Hongki hanya diam sambil mendengarkan cerita Jonghun, benar sama…ia juga mengalami hal itu.

"Kemudian aku bertemu Wonbin…baru kali itu aku berteman dengan orang yang berasal dari kalangan berbeda…entah kenapa aku merasa nyaman dengannya…dia tidak pernah merendahkan orang lain…karena itu…aku tidak suka melihatnya dalam masalah, aku tahu ada sesuatu antara kalian, kau tahu…Wonbin sering termenung sejak bertemu denganmu…selama ini dia yang selalu membuatku merasa nyaman, kali ini aku ingin membalas kebaikannya…aku akan memperbaiki hubungan kalian, sehingga ia bisa tersenyum lagi…aku yakin hanya kau yang bisa membuatnya seperti itu"Jonghun-pun tersenyum lebar, merasa lega dengan semua yang sudah ia katakan.

Hongki hanya terdiam memikirkan kata-kata Jonghun.

"Oh iya…aku lakukan ini juga karena aku yakin kau orang yang baik, kalau tidak untuk apa Wonbin memikirkanmu sampai seperti itu…aku sangat ingin berteman denganmu"jelas Jonghun sambil tersenyum pada Hongki.

"Hmm…baiklah…aku hargai usahamu"ucap Hongki sambil memalingkan wajahnya. Ia malu untuk menunjukkan raut wajahnya sekarang, sejujurnya kata-kata Jonghun membuatnya terharu dan merasa nyaman, sama seperti saat ia bersama Wonbin.

"Hee? Haha..kalau begitu kau akan jadi anak baik-kan?"ledek Jonghun sambil memukul-mukul Hongki.

"Tidak sepenuhnya baik!"ketus Hongki.

"Mwo? Dasar kau itu…tidak apalah…asal kau tidak merendahkan orang lain"senyum Jonghun.

Hongki hanya mengangguk-ngangguk dengan wajah malas, namun tak lama kemudian ia tersenyum lebar. Sore di pinggiran sungai Han itu-pun mereka habiskan dengan penuh tawa lepas.

"Jonghun"panggil Wonbin saat melihat Jonghun masuk ke kelas.

"Ya! Wonbin ah, selamat pagi"senyum lebar Jonghun sambil berjalan menuju kursinya.

Wonbin tetap di duduk kursinya yang terletak didepan kursi Jonghun.

"Ada apa? Kenapa raut wajahmu begitu?"bingung Jonghun yang melihat raut wajah cemas Wonbin.

"Apa akhir-akhir ini kau melakukan sesuatu yang aneh?"tanya Wonbin.

"Ha? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti…"

"Ng…entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengan anak-anak lain, sepertinya mereka membicarakannmu…"ucap Wonbin dengan suara pelan.

"Ha?"Jonghun melihat sekelilingnya, memang ada anak yang melihatnya dengan tatapan aneh, tapi sebagian besar masih bersikap normal.

"Kau ini kenapa? Tidak ada apa-apa kok"jelas Jonghun. Apa diantara mereka sudah ada yang tahu hubunganku dengan Hongki? Kalau iya, aku-pun tidak perduli

Wonbin tetap dengan raut wajah cemasnya, apa mungkin aku yang berpikir berlebihan? Rasanya aku sering mendengar mereka membicarakan Jonghun

Sebentar lagi bel berbunyi, semua murid-pun masuk kekelas, tak terkecuali Hongki. Sudah seminggu lebih ia datang tepat waktu dan mengikuti pelajaran, ia-pun lebih diam dari biasanya walaupun tetap saja dengan tatapan sinisnya.

Mata orang-orang langsung tertuju pada Hongki dan mulai berbisik macam-macam.

Emosi Hongki naik turun, namun ia berusaha sabar menghadapi orang-orang seperti itu. Kalau tidak, usaha Jonghun dan juga usahanya beberapa minggu ini akan gagal.

Dari kursinya Jonghun hanya tersenyum melihat Hongki, walaupun disekolah mereka tidak saling bicara.

Wonbin-pun menatap Hongki, walaupun rasa bersalah masih menyelimuti hatinya, namun ada perasaan lega melihat sikap Hongki yang jauh lebih baik sekarang, ia-pun tersenyum.

Hongki…aku tidak tahu apa yang membuatmu seperti ini…aku yakin, kau memang bukan anak yang selama ini dicap jelek oleh semua orang, aku berharap aku punya keberanian untuk minta maaf padamu…

Hongki terus diam dengan raut wajah kesal, mendengar ucapan-ucapan aneh dari teman-teman sekelasnya.

Sialan…sialan…bisa saja aku membungkam mulut kalian sekarang! Tapi aku hargai usaha Jonghun

Hongki melirik kearah Jonghun, namun matanya bertemu pandang dengan Wonbin yang sedang menatapnya. Wonbin yang terkejut-pun langsung memalingkan wajahnya. Dibelakang Wonbin, Jonghun hanya tersenyum nakal kemudian mengambil buku-buku pelajaran dari dalam tasnya.

Wonbin? Kau barusan tersenyum padaku? Ng…iya sudahlah, kau dari dulu tak pernah berubah, sering salah tingkah, haha…dasar Silly…

Hongki hanya tersenyum dan membalikkan badannya, mengambil buku-buku pelajaran dari dalam tasnya.

Tak lama bel-pun berbunyi dan guru masuk kekelas, walaupun masih ada guru yang tidak menyukai Hongki, namun beberapa guru lain mulai menghargai sikap Hongki, dan tidak pernah lagi mengusir Hongki keluar dari kelas.

***

Aku benci sekali dengan sikap Hongki akhir-akhir ini…ia telah meracuni pikiran guru-guru..

Kau benar, dia mulai berlagak!

Grr…aku ingin dia dibenci oleh satu sekolahan seperti dulu!

Ash…kalau saja orang tuanya bukan pemegang dana sekolah, kita bisa menindasnya sepuasnya, orang tua kita kalah harta dengan orang tuanya!

Percuma kita mengganggunya setiap hari, pihak sekolah tidak akan mengeluarkannya

Dia dekat dengan Choi Jonghun-kan?

Apa? Jonghun? Aku tidak pernah melihat mereka bersama..

Mereka memang tidak bersama disekolah, tapi aku memergoki mereka diluar sekolah

Mereka sangat dekat, bahkan Jonghun sering mengajak Hongki kerumahnya

Mereka pasti melakukan sesuatu, apa mungkin sikap Hongki yang menjijikan sekarang karena pengaruh Jonghun?

Hmm…berarti Jonghun satu komplotan dengan Hongki?

Ah! Aku ada ide, kalau Hongki tidak bisa langsung kita kalahkan, kita mulai dari temannya!

Oh…maksudmu Jonghun? Bagaimana kalau kita sebar gossip jelek mengenai dia?

Ide bagus, kalau Jonghun, dia tidak akan bisa melawan, aku tahu soal kondisinya sekarang…hahaha

Kalau Jonghun yang bermasalah kemudian pergi dari tempat ini, Hongki tidak akan punya teman lagi, mungkin dia akan kembali jadi Hongki yang dibenci, hahahahaha

Aku setuju denganmu!