" ATHRUN AWAS!" kira mendorong athrun dan
DOOR! BRUAKKK!
Athrun yang saat itu terjatuh memegang kepalanya sambil berkata aduh dan
"kira apa sih yang kau lakukan, kenapa mendorong ku dan tadi suara apa yah? Kira ?" saat melihat ke bawah kakinya kira memejamkan mata dengan darah di kepalanya yang sudah merembes ke aspal
" kira" dengan wajah yang amat pucat dan khawatir athrun membalikina tubuh kira dan ia sandarkan ke pangkuannya
" kira ayo bangun, hei ayo!" tidak ada jawaban dan athrun semakin mengoyangkan tubunya lalu ia melihat darah sudah merembes ke baju serta tangannya.
"KIRAA!, kumohon siapa saja tolong kami, sambil menangis
Semua orang berkerumun dan
Nguing..NGUING! suara ambulance maksudnya
Di lorong rumah sakit, terlihat seorang anak dengan rambut birunya tertunduk dengan wajah penyesalan yang teramat sangat tanpa sedikit pun air mata membasahi pipinya. Ia hanya tertunduk di kursi panjang itu sambil memandangi satu ruangan dengan lampu berwarna merah.
" athrun" Patrick hanya bisa memandangi wajah putra semata wayangnya dengan cemas sambil menepuk bahunya, baru kali ini ia melihat wajah anaknya begitu menderita.
" tenanglah, kira itu anak yang kuat dia pasti bisa melewatinya kau harus percaya itu my dear" via memeluk athrun dari samping dan anak itu hanya diam
Lalu tiba lah saat yang ditunggu lampu ruangan itu mati dan tubuh kira dibawa keruang perawatan, ibu kira mendorong kasur itu dengan mata yang sembab karena air mata disusul dengan ayah kira
" bagaimana keadaan kira?" Patrick menanyakannya
" ah, tenanglah dia anak yang kuat memang ada cedera di bagian kepalnya tapi bisa diatasi karena peluru tidak sampai ke otaknya hanya lukanya memang cukup dalam, untung saja anak ini gesit mendorong athrun tepat pada waktunya."
" hibiki, kau tau aku sangat berterimakasih pada anakmu bahkan dalam kurun 1 dekade pu tidak bisa membalas budinya"
" haha kau berlebihan" lalu hibiki melihak athrun yang hanya diam terpaku memandangi kira yang dibawa ke ruang perawatan
Hibiki pun mendatangi athrun sebelumnya ia melirik Patrick dan Patrick hanya tersenyum pasrah
Hibiki berlutut agar sejajar dengan athrun " athrun, tenang lah kira baik-baik saja besok pagi kau sudah bisa menemuinya, istirahatlah kau pun mengalami hal yang cukup sulit." Athrun hanya mengangguk dan berjalan di samping ibunya.
" ah Patrick ini sample peluru yang mengenai kira ada signal nya tadi aku sudah menggunakan bahan kimia agar bisa mengetahui itu, tolong yah"
" haha hibiki, tentu saja dengan mudah aku akan menemukannya"
Tiba-tiba saja athrun berlari menjauhi ibunya dan
" Ayah! Biarkan aku membantu mu dalam pencarian itu, aku akan menghabisi orang yang telah menyakiti kira siapa pun dia akan ku hancurkan"
Patrick hanya membelalakn mata, baru kali ia melihat anaknya penuh amarah dan terlihat raut wajah seorang pewaris pertahanan hati Patrick berkata anak ku yang kekanak-kanakan sudah dewasa berkat kira, sudah kuduga kira memang anak yang tepat untuk mendewasakan athrun
" BAIK! Ayah setuju melihat semangat mu, mulai besok kau akan mengalami pelatihan berat, kau harus menjadi kuat untuk melindungi orang yang kamu sayangi."
Tanpa keraguan " aku siap"
Keesokan paginya
Kira frame
Semuanya terasa buram tapi lama kelamaan aku melihat cahaya putih dimana-mana dan angin berhembus damai sekali tapi saat aku ingin bangun " aduh" rasanya kepalaku sakit sekali seperti ditusuk oleh seribu jarum dan aku melihat ibu ku, ah ibu yang sangat aku sayangi tidur di kasur ku, ingin sekali ku membanggunkannya tapi tidak tega dan tampaknya ibu ku segera bangun karena mendengar suara aduh ku tadi.
" ah kira ! my dear oh my god, sambil memeluk"
" aduh ibu, aku malu ni" tiba-tiba ibu melepas pelukannya ku lihat matanya bengkak karena menangis dan ia berlari keluar
" ibu mau kemana sih, ah!" kira mengaduh sambil menempelkan tangan ke sumber sakitnya itu, dan tiba-tiba seantero rumah sakit gempar seperti ada kerusuhan
" ah ada pa si ribut sekali" tanpa kira sadari kamarnya yang tadinya sangat luas sudah dipenuhi dokter tidak satu tapi sekitar 20 orang kalau ia tidak salah menghitung.
Dalam hati, ah ayah mulai berlebihan
" kira, kira" tuh kan ayah datang sambil berlari
" ayah tenang lah, aku baik-baik saja memang sedikit sakit di bagian kepala dan badan ku terasa kaku sekali."
Tanpa kira sadari keseluruh dokter mencatat keluhannya dan ia merasa seperti dokter yang sedang memberi kuliah.
Lalu ayah " cepat periksa"
"Siap dokter kepala sambil menundukan kepala"
" hah!" kira menghelai napas, kira akhirnya teringat sesuatu
"ah ibu dimana athrun?"
"oh my dear, kau tahu athrun sangat terpukul melihat mu dan ia memberikan surat ini pada ibu"
Dalam hati " hah! Pasti dia merasa sangat bersalah padahal tidak perlu begitu, sambil membuka amplop kira membaca."
Dear my friend
Sebenarnya aku ingin menjadi orang pertama yang kau lihat saat membuka mata, tapi rasa bersalah ku padamu teramat dalam. Karena aku yang lemah membuat mu menderita seperti ini, kira aku pergi untuk berlatih bersama ayah di amerika tunggu lah aku menjadi kuat dan aku akan menunjukan padamu, aku akan melindungi mu. Saat sekolah smp dimulai aku akan datang.
Athrun zala
dia melindungi ku, harusnya aku kan. Athrun aku tidak akan kalah hebat
