Tujuh Keajaiban Cinta dalam Tujuh Menit
Genre: Humor/Slice of Life
Disclaimer: Nuramago belong to Shiibashi-sensei
Warning: fluf
A/N: Kali ini addalah cerita kelima dari tema Seven Deadly Sins, gluttoni atau 'kerakusan'. Pasangan yang menjadi fokus kali ini adalah Shouhei/Rikuo. Selamat menikmati~! XD
Sin 5: Gluttony—Shouhei/Rikuo
Lapar…
Itu yang terbesit dalam benak Shouhei selama ia menyusuri jalan dari rumahnya ke arah perkotaan sampai akhirnya ia sampai di Ukiyoe.
Lapar sekali…
Padahal akhir-akhir ini ia sudah banyak makan. Shouhei masih dalam masa pertumbuhan, jadi wajar kalau dia butuh banyak nutrisi untuk tumbuh. Namun, ini lain. Rasa laparnya tidak berhubungan dengan sebanyak apa ia makan.
Lapar…
Ada keinginan yang tidak terpenuhi hanya dengan makan, dan Shouhei sangat lapar akan hal itu.
Kenapa aku bisa selapar ini? Apa yang harus aku makan agar rasa lapar ini hilang?
Shouhei masih remaja, banyak hal yang ia belum mengerti baik tentang dirinya sendiri atau karakteristiknya sebagai seorang… seekor… sesosok siluman. Wah, sekarang otaknya ikutan konslet gara-gara rasa laparnya.
Apalagi, ayah Shouhei juga belum sempat mengajarinya tentang hal-hal penting untuk menjadi seorang kepala keluarga di Klan Hihi karena beliau keburu meninggal gara-gara para siluman dari Shikoku itu.
Sekarang Shouhei merasa sedikit menyesal kenapa dulu dia tidak lebih banyak inisiatif untuk mengetahui tentang dirinya sendiri. Ia kelaparan, tetapi ia tak tahu makanan apa yang bisa memuaskan nafsu makannya.
"Laparnya…" Shouhei mengeluh, bersandar di sebuah dinding tinggi di pinggir jalan, hampir jatuh karena lemas.
Saat itulah Rikuo muncul dari gerbang sekolahnya bersama teman-teman manusianya. Ia sedang tertawa dan bercanda dengan anak-anak SMP tersebut sampai dia menoleh dan bertemu pandang dengan Shouhei yang terduduk lemas.
Kontan, Rikuo terperanjat. "Shouhei-kun!" ia meneriakkan nama sang siluman dari Klan Hihi tersebut dengan nada horor, lalu meninggalkan kawan-kawan manusianya yang terlihat kaget dengan teriakannya barusan untuk menghampiri Shouhei.
Rikuo segera berlutut di depan Shouhei yang tengah bernafas berat. "Shouhei-kun! Shouhei-kun! Apa kau baik-baik saja?" sang Sandaime menggoncang-goncang tubuh Shouhei, terlihat begitu cemas melihat sosok Shouhei yang kepayahan itu.
"Sandaime…," desah Shouhei dengan mata setengah terbuka. Ia lapar sekali sampai-sampai sulit baginya untuk tetap sadar.
"Shouhei-kun, kau sakit? Kau butuh pertolongan? Apa perlu kupanggil Zen-kun?" tanya Rikuo panik.
"Sandaime… teman-temanmu melihat…," Shouhei mencoba memperingatkan kalau Rikuo bisa membongkar identitas dirinya sebagai siluman.
"Bukan saatnya mengkhawatirkan itu! Kau terlihat sangat kepayahan! Apa kau terluka? Mana yang sakit?" Rikuo jadi galak kalau sudah mengkhawatirkan seseorang. Ia terlihat pucat juga, mungkin takut kalau-kalau Shouhei sudah sekarat.
Mungkin Shouhei memang sekarat… karena rasa lapar yang entah kenapa tak pernah bisa terpuaskan.
"Sandaime…," Shouhei mengangkat tangannya yang ternyata masih sanggup ia angkat meski kekuatannya sama sekali tak mau bekerja sama dengannya. Ia meletakkan kedua tangan besarnya ke bahu Rikuo, lalu menyandarkan kepalanya ke pundaknya.
"Shouhei-kun?" Rikuo tampak terkejut melihatnya.
"Aku lapar…," Shouhei mengeluh dan begitu hidungnya diserang oleh bau yang begitu menggugah seleranya dari diri Rikuo, Shouhei tak kuat menahan diri dan menggigit leher yang ada di hadapannya itu.
"Ow!" Rikuo kontan berteriak kaget karena Shouhei tiba-tiba menggigitnya. "S-Shouhei-kun? Barusan kau… kau menggigitku?" tanya anak SMP bermata cokelat tua ia tudengan tampang syok.
"Ah…!" Shouhei cepat-cepat mundur. "Ah… ma-maaf, Tuan Muda, aku…!" wajah Shouhei merah padam. Ia sendiri syok dengan apa yang sudah ia perbuat terhadap Rikuo.
"Shouhei-kun…?" Rikuo memegang lehernya yang sedikit memerah, tetapi tidak sampai berdarah sambil memandang Shouhei masih dengan wajah cemas. "Ada apa…? Kenapa kau…?" ia juga tampak bingung.
"Maaf, Tuan Rikuo. AKu sendiri tidak tahu kenapa aku merasa begitu lapar… dan bau Tuan Muda begitu menggoda, aku tidak tahan…!" Shouhei mencoba menjelaskan sambil menundukkan kepalanya dengan awan depresi menggantung di atasnya.
Sebulir keringan jatuh dari kepala Rikuo. Ia menghela nafas panjang sebelum menggaruk-garuk pipinya. "Apa rasa laparmu sudah sedikit berkurang?" tanya Rikuo kemudian.
"Eh?" Shouhei lalu mengangkat wajahnya, sedikit terkejut dengan pertanyaan Rikuo. Lalu ia memprosesnya dan melebarkan matanya saat sadar kalau rasa laparnya sedikit berkurang. "Ke-kenapa… kok bisa begitu?" Ia sangat bingung.
"Shouhei-kun masih tumbuh, jadi butuh banyak nutrisi… Nutrisi yang bisa diserap oleh Klan Hihi, kalau tidak salah itu… 'youki' dari siluman lain," kata Rikuo sambil mengelus-elus kepala Shouhei dengan sayang. "Bauku sangat 'menggoda' ya?" lalu ia terkekeh, sedangkan Shouhei kontan memerah menyadari betapa memalukan kata-katanya.
"Ma-maaf!" kata Shouhei sangat malu sambil memejamkan mata.
Rikuo tertawa. "Tidak apa-apa, Shouhei-kun. Kemarilah, kuberi kau youki sedikit lagi," ia lalu merentangkan tangannya, membiarkan kepala Shouhei berisitirahat di pundaknya sekali lagi. "Nah, kau boleh mengambil youki-ku, tapi lakukan dengan lembut, ya?" pinta Rikuo sambil tersenyum dan Shouhei hanya bisa mengangguk ringan, masih dengan wajah memerah tentu, sembari membuka mulutnya dan menggigit leher Rikuo lagi perlahan, menyerap youkinya untuk memuaskan rasa laparnya.
"Youki tuan Rikuo… lezat sekali…," desah Shouhei puas sesaat setelah melepaskan leher Rikuo.
"Nnh…," sang Sandaime hanya bisa mengerang ringan merasakan sensasi tersebut.
"KYAAAA! Nura-kun digigit orang aneh!" jeritan horor Kana kontan menghancurkan suasana dan menimbulkan keributan.
"Shouhei-kun! Cepat lari!" Rikuo pun mendorong Shouhei untuk segera berdiri dan lari dari TKP.
"Maaf, Tuan Rikuo! Terima kasih!" kata Shouhei sambil berdiri dan ia pun lari dari sana.
Sebetulnya, Shouhei masih ingin 'memakan' Rikuo, tetapi mungkin nanti ia bisa mengunjungi rumah utama... kalau Rikuo bisa menjelaskan apa yang baru saja terjadi pada teman-temannya, tentu.
End of Sin 5: Gluttony
A/N: 'lol' jadi cerita aneh nih, yang ini. Kasihan banget Rikuo harus menjelaskan pada temen-temen manusianya kenapa ia mau saja digigit SHouhei XDDD. Semoga cerita yang ini cukup lucu dan menghibur. Silakan pendapatnya~ XDDD
