Tujuh Keajaiban Cinta dalam Tujuh Menit

Genre: Humor/Romance/Slice of Life

Disclaimer: Nuramago bukan milik luna, tapi Shiibashi-sensei ^_^

Warning: shounen ai, piktor (alias pikiran kotor), fluff, dsb

A/N: Sampai juga ke topik yang paling juicy dan sweet di antara Seven Deadly Sins, lust, alias 'nafsu birahi', dengan pasangan Gozumaru/Rikuo sebagai fokusnya *lol* Selamat menikmati!


Sin 6: Lust—Gozumaru/Rikuo


Akhir-akhir ini Gozumaru merasa tegang.

Iya, tegang… bukan karena dia ingin bertarung atau menakut-nakuti manusia, tetapi ia merasa terganggu dengan mimpi-mimpi 'aneh' yang sangat provokatif di saat ia tidur dan saat sesseorang berada di dekatnya, membuatnya tak bisa mengendalikan diri dan tubuhnya.

Gozumaru berdecak saat melihat… atau lebih tepatnya, mengintip sang Sandaime berlatih dengan guru yang dipanggil dari Desa Tersembunyi Toono, Ittaku si Kamaitachi* di dojo bawah tanah rumah utama Klan Nura.

Rikuo berlatih dengan keras dan dia sering babak belur dihajar si musang, tetapi entah kenapa dia betah sekali bertarung tiap malam.

Lagipula… tubuh Rikuo sudah cukup terbentuk dengan indah sekarang. Ototnya terlihat lebih kekar dan pegangannya di pedangnya juga lebih kuat… apa lagi otot bahu, lengan, dada, dan perutnya yang membentuk six-packs itu….

Gozumaru menelan ludah. Mulut dan tenggorokannya terasa kering saat melihat Rikuo melepas bagian atas yukatanya, memperlihatkan sebagian asetnya yang luar biasa, serta gerakan-gerakan provokatif yang biasa Rikuo lakukan ketika stretching.

Ugh…! Tubuhnya tampak lentur sekali…! Memangnya ada tubuh yang bisa menekuk sampai sejauh itu?—tanpa sadar Gozumaru menjilat bibirnya. Entah kenapa ia jadi ingin merasakan bagaimana rasanya menggerayangi tubuh gagah bak Adonis itu.

Gozumaru menggeleng-gelengkan kepalanya. Tenangkan dirimu, Gozumaru! Kau di sini hanya untuk mengawasi, bukan untuk hal aneh-aneh!—ia mencoba menenagkan dirinya. Namun, entah kenapa jantungnya malah berdegup-degup dengan kencang dan tubuhnya terasa panas.

Panasnya…! Apa tempat ini memang panas, atau akunya saja yang panas?—pikir Gozumaru, melonggarkan lapisan terluar pakaian formalnya. Tahu begitu tadi dia ganti pakai yukata saja.

Peluh pun menetes dari kening Gozumaru, mengalir ke pipinya. Entah kenapa nafasnya juga jadi berat dan ada rasa yang aneh di bagian perut bawahnya, seperti ada sesuatu dalam perutnya yang merayap-rayap dan tubuhnya pun makin tegang saa melihat 'tarian' bertarung Rikuo.

Gozumaru merasa tubuhnya menjadi aneh, tenaganya pun tidak keluar. Ia merasa lemas sehingga harus bersandar di dinding, dan ia yakin saat ini ekspresinya pasti kacau balau diserang rasa 'tak tahan' itu.

"Ugh…!" Gozumaru mengerang. Rasanya sedikit sakit… tubuh bagian bawahnya… di antara kunci pahanya… ada yang aneh dan dia tak bisa mengendalikan dirinya.

Ia tak tahu berapa lama ia terduduk di tempat itu, mungkin beberapa jam… tetapi mungkin juga hanya dua menit. Yang jelas saat ia sadar, sepertinya latihan sudah selesai karena tak ada suara lagi dari dalam dojo.

Gozumaru hendak berdiri, tetapi kakinya masih lemas dan gemetaran. Sebelum ia sempat bergerak dari sana, Rikuo keburu keluar dari pintu dan mendapatinya dengan posisi yang sangat mencurigakan begitu.

Sial!—Gozumaru berdecak lagi, sudah siap melontarkan segala alasan yang sudah ia pikirkan jika dia tertangkap mengawasi Rikuo di sesi latihannya.

"Gozumaru? Sedang apa kau?" tanya sang Sandaime dengan wajah sedikit heran. Ia menunduk sedikit untuk memeriksanya dan bau keringat yang bercampur dengan aroma khusus yang hanya dimiliki Rikuo kontan menyerang Gozumaru, membuat 'masalah' sang youkai dari Gyuuki Gumi itu semakin besar.

"Nnh…!" Gozumaru merapatkan kakinya dan tidak sengaja mengerang karena terangsang.

Rikuo berkedip sekali dengan wajah kaget sebelum ia menatap Gozumaru yang kontan menutup mulutnya dengan syok karena suara seksi yang dia buat sendiri.

Keheningan pun menyelimuti kedua youkai tersebut sampai sang Master berambut silver-hitam panjang melayang dan bermata merah itu menyeringai, sepertinya mengetahui 'masalah' Gozumaru saat ia melihat 'itu'. "Hee…?" Ia tampak senang pula, membuat Gozumaru mengutuk dirinya sendiri.

Sialaaaaan!

"A-apa?" cetus Gozumaru sedikikit defensif.

"Ternyata Gozumaru juga mengalami 'periode' ini, ya?" lanjut Rikuo menggoda.

"Cerewet! Kau pikir ini gara-gara siapa?" teriak Gozumaru kesal.

Dasar Master tak tahu diuntung! Sudah ia mengganggu tidur Gozu tiap malam lewat mimpi, mengganggu waktu bangunnya karena membuat perhatian Gozumaru teralihkan, sekarang malah mencoba mempermainkannya. Jadi iblis pun ada batasnya, tahu!

Rikuo tampak kaget, sebelum ia bertanya, "Mustahil… kau jadi begini gara-gara aku?" Ia tampak sangat tersanjung dan Gozumaru merasa makin kesal.

"Enak saja! Kau hanya menggangguku! Sana perg—aaahn!" Sebelum sempat menyelesaikan omelannya, kata-kata Gozumaru keburu terpotong oleh desahan penuh kenikmatan yang tak sengaja ia keluarkan karena tiba-tiba saja Rikuo menyentuhnya di 'sana'.

"Whoa… reaksi yang sangat kuat," Rikuo meringis, sedangkan wajah Gozumaru serasa terbakar karena sudah mempermalukan dirinya sendiri di depan Rikuo.

"Rikuo! Sialan kau—!" Gozumaru hendak meng-upper cut sang Master, tetapi tangannya di tahan oleh Rikuo dan tiba-tiba saja, dia ditarik untuk digendong ala mempelai olehnya. "GYAAA! Apa-apaan! Turunkan akuuu!" teriak Gozumaru penuh horror.

"Jangan bercanda. Setelah tahu kalau kau begini gara-gara aku, mana mungkin aku diam saja," Rikuo menyeringai nakal lagi. "Tenang saja… malam ini akan kubuat kau berteriak sampai suaramu habis dan kelelahan... jadi kau bia tidur nyenyak," bisik Rikuo di dekat telinga Gozumaru sebelum menjilatnya, membuat youkai berambut hitam kecokelatan itu memekik dengan wajah merah padam.

"Ja-Ja—! Jangan seenaknya kau, Rikuo bodooooh!" tentu saja Gozumaru memberontak cukup kuat, tetapi begitu baik Rikuo dan bos muda dari Gyuuki Gumi itu menghilang di balik pintu kamar Rikuo, orang (siluman) lain tidak bisa mendengar hal lain kecuali erangan-erangan seksi Gozumaru yang bahkan bisa membuat siluman api memerah.

Ittaku memandang kedua bocah itu dari belakang sambil geleng-geleng kepala. "Hormon… dasar anak muda," ia memutar bola matanya. Karena itulah Ittaku belum bisa menerima Rikuo. Apapun boleh bagi sang Tuan Muda Klan Nura asalkan wajah dan tubuhnya memenuhi standar….

End of Sin 6: Lust


Catatan Tambahan:

*Kamaitachi: Siluman musang pembawa sabit, kejadian alam di mana angin yang kuat menciptakan ruang hampa yang kadang bisa melukai kulit manusia, menimbulkan sensasi terpotong, tetapi tanpa banyak darah.

A/N: *lol* Kesian deh, Gozu… jadi korban nafsu Rikuo *ngakak*. Ah, menyenangkan sekali membuat cerita yang satu ini. Piktor, piktor… hayooo! *dibogem* Ahem, bagaimana menurut pembaca? Menyenankan? Cukup seksi? Yah, pokoknya asal bisa dinikmati saja… Ditunggu review dan pendapatnya yaaa!