Chapter 2! :3

Akhirnya, selesai juga UTS nya! Alhamdullilah, sesuatu banget~. Jadi bisa update cerita ini deh, yaa~y! *nari-nari saman*

Warning: Ada promosi game 'Silent Hill' buat console PSP. Yang jelas, Ghingoth punya game nya *ditabrak gara-gara pamer*

Oke, siap?

Enjoy~.


Belphegor/Gokudera


"Oi, Hayato Gokudera~. Ushishishi."

"Apaan?" balas Gokudera. Namun pandangannya masih asyik dengan PSP yang dimainkannya.

"Main game apa sih?" tanya Bel.

"Silent Hill." jawab laki-laki cantik berambut silver itu simpel. Mata biru mudanya masih tertuju ke permainan yang ia sebut 'Silent Hill'.

"Shishishi. Memangnya kau berani?"

"Tentu saja aku berani, dasar pangeran bodoh!"

"Ushishishi. Pangeran tidak pernah bodoh!" tawanya.

"Hm. Terserah!" balas temannya yang amat tsundere itu.

Bel hanya nyengir, sambil melihat Gokudera bermain.

Karakter itu turun dari truk yang dikendarainya. Lalu diantara poninya yang panjang hingga menutupi mata, ia melihat Gokudera menekan tombol 'O' untuk menyalakan senter yang dipegang karakternya. Lalu menggeser analog-nya. Mengarahkan si karakter untuk berjalan lurus kedepan menelusuri jalanan yang berkabut dimalam hari.

Maklum, namanya juga game horor. Biar seram jalanannya dibuat berkabut dan gelap.

Setelah event yang cukup mengejutkan, Gokudera akhirnya berhasil memainkan game itu hingga terlihat sebuah rumah sakit dan masuk kedalam sana. Dengan ragu-ragu, karena ia mulai takut.

"Ushishishi, mana hantunya?"

"Belum muncul lah, bodoh!"

Bel sadar Gokudera mulai merasa takut. Ia pun nyengir lagi. Ide jahil mulai muncul di otaknya.

"Shishishi. Gokudera takut ya~?" kata Bel, yang mulai iseng.

"Ti-tidak!" sangkal Gokudera. "Masa aku takut sama game beginian? Dasar bodoh!"

Mereka pun lanjut main, hingga terlihat sesosok suster yang bajunya berlumuran darah, dengan wajah tertutup perban berjalan sempoyongan layaknya zombie.

"Hyaaa!" Gokudera langsung teriak ketakutan.

"Lha? Kok kau malah teriak? Lawanlah! Ushishi~."

"Gi-gimana cara lawannya?"

Terlihat sekali bahwa tangan temannya gemetaran memegang PSP karena ketakutan.

Bel pun langsung mengambil PSP yang dipegang Gokudera. Dalam sekejap, dengan mudahnya suster itu dirobohkannya dengan palu yang dipegang si karakter.

"Ushishishi. Pangeran memang tidak terkalahkan."

"Ugh, aku juga bisa!"

"Masa~?"

"Aku hanya terkejut saja kok!" balas Gokudera. "Lagian susternya datang tiba-tiba!"

Dasar Gokudera. Tsundere banget.

Dengan tiba-tiba, Bel langsung mencium pipi kanannya Gokudera dan lari keluar kelas sambil tertawa.

Gokudera melotot. Dan telat memukul Bel dengan PSP-nya.

"Hey! Seenaknya kau menciumku ya, bodoh!"

"Ushishishi~. Itu supaya kau tidak takut lagi. Bye-bii~."

Bel pun pergi meninggalkan Gokudera.

"Aaaa! Awas saja kau ya, dasar Belphegor pangeran gadungan bodoh!"

Sumpah serampah Gokudera kesal sambil blushing.


Next chapter:

Belphegor/Hibari :3

So, review? But no flame, okay? :D