Nihaoo..Nihaoo… Dengan ngebut ku bikin fanfic ini.. Pengen cepet-cepet update.. Makasih buat yang udah read and review di cahp 1.. Ini balasan dari review yang belum di bales.. Soalnya aku log innya di HP, males ke warnet, terus di HP lola.. Jadi aku bales di sini.. Maaf yachh.. Gomenasaiii T_T….
Lucia : Waahhh! Masa, apa aku boleh baca fic mu. Judulnya apa? Maaf atas boldnya Makasih udah review..
Ejey : Hehehe.. Iya nich Ulquinya jadi sedikit OOC.. Makasih udah baca sama reviewnya..
Jee-Ya : Kalau masalah Rukia, aku nggak berniat bikin Rukia lemah banget kok. Cuman waktu ketemu Ulqui dia kaget, terus sama Ulqui Rukia gigit dan di minum darahnya. Jadinya lemes dech.. Karena itu Rukianya jadi sedikit lemah. Tapi dia tetep galak seperti biasa kok di chapter-chapter selanjutnya. Makasih banyak udah baca dan review. Semoga suka cerita di chap 2 ini.
Owl : Eh… Ada typo yach.. Gomenasaiii.. Ngomong-ngomong di sebelah mananya,? Karena aku masih pemula bikin fic jadinya aku nggak terlalu ngerti tentang typo.. Dan apa yang nggak boleh waktu membuat fic ini.. Kalau boleh tolong kasih tahu.. Masalah Bold aku juga minta maaf, mungkin karena kebiasaan, kalau ngetik tugas suka di Bold biar tebel… Maaf kan juniormu ini… _* Membungkuk minta maaf*_ Makasih udah baca chap satunya… Arigatou..
Author : Terimakasih buat yang udah baca sama review, maaf di balesnya disini. Kesalahan-kesalahan yang ada di fic sebelumnya akan aku perbaiki. Maklum masih pemula…. Terimakasih buat para senior buat sarannya.. Semoga kalian suka ceritanya… Arigatou gozaimasu….
Trus hari ini aku pengen ketawa. Soalnya aku salah ambil jemuran, kukira itu punya ibuku, eh ternyata punyanya tetanggaku. Trus tetanggaku histeris takut jemuranya di colong… HAHAHAHAHA….. Aku jadi pengen ketawa plus ada rasa bersalah…
Nah sekarang mari mulai ke ficnya….. Selamat membaca yah.. EIITSS! Jangan lupa di review Yachh!..
Disclaimer : Yang nggak tau ini cerita Bleach punya siapa, ku kasih tau dech.. Ini cerita asli and original milik Tite Kuvo senpai. Kalau fic super gaje ini miliku. Gomenasai Kubo senpai, aku pinjam karakter milikmu…
Summary : Bingung mau bikin summarynya gimana.. Yang penting baca aja yach… Ok..
Chapter 2
You Can Stay Here
Burung bernyanyi indah menyambut pagi. Rukia selalu dalam keadaan damai saat terbangun dari tidurnya. Tapi untuk beebrapa hari ini, Rukia harus siap kena serangan jantung. Karena saat dia membuka matanya, ada sosok lain yang tidur di sampingnya.
"Ulquiorra!" Ucapnya dengan nada kesal. Tangannya di kepal sangat keras sampai lekukan uratnya terlihat.
"SUDAH KUBILANG JANGAN TIDUR DI TEMPAT TIDURKU!" Rukia berteriak tepat di depan kuping pemuda yang sedang tertidur lelap dengan tenang. Alhasil Ulquiorrapun terbangun dengan kepalanya bertabrakan dengan kepala Rukia. Merekapun tersungkur bebarengan dengan memegang kepala mereka karena sakit.
CIP..CIP..CIP.. Kicauan burung yang berada di atas pohon samping jendela kamar Rukia, memperhatikan pemilik kamar itu yang sedang berkicau seperti dirinya.
"Aku sudah bilang jangan tidur di tempat tidurku!" Ucapnya kesal dengan lekukan urat di dahinya. " Kau ingin aku tidur lagi dengan detak jantung berhenti karena kaget!" Lekukan urat di dahinya semakin banyak karena melihat Ulquiorra hanya mengelus-elus kepalanya bak seekor kucing dan tidak peduli apa yang di katakan oleh Rukia.
"Karena tidur disana lebih nyaman." Jawabnya dengan nada datar sambil terus mengelus-elus kepalanya.
"Tapikan, aku sudah menyiapkan tempat tidur untukmu. Kenapa kau tidak tidur disana?" Rukia menunjuk dengan jari telunjuk kirinya ke sebuah tempat yang mirip ranjang tidur kecil dengan sebuah bantal di dalamnya. Ulquiorrapun melihat sesuai arah yang di tunjuk oleh Rukia.
"HAH!" Dia menghela nafas. "Itu tempat tidur untuk seekor kucing onna." Jawabnya datar dan mencakar-cakar kukunya ke tembok.
"Jangan merusak tembokku." Rukia melempar bantal ke arah Ulquiorra dan terjun tepat di wajahnya. Ulquiorra hanya mengusap-usap wajahnya. " Dan lagipula kau memang seekor kucing kan, jadi tidak salahkan aku membuat tempat tidur untukmu seperti itu." Lanjut Rukia dengan bertolak pinggang.
"Lagipula, sosokmu yang seekor kucing itu lebih baik dan luchu. Apalagi dengan keadaanmu yang sedang tertidur." Rukia mengepal kedua tanganya seperti sedang berdoa dengan mata berbinar-binar membayangkan sosok Ulquiorra yang tertidur di ranjang buatanya. Ulquiorra hanya menatapnya aneh. "Tapi kau malah merusak semua imej itu." Rukia menunjuk dengan telunjuk kanannya tepat di depan wajah Ulquiorra. Ulquiorra hanya menatapnya datar.
"Aku lebih suka tidur dengan wujud manusia. Lagipula, kalau aku tidur dengan kucing, aku tidak bisa tidur dengan tenang. Karena ada orang yang terus mengelus buluku dan mempermainkan telingaku." Jawab Ulquiorra dengan menatap langsung ke Rukia seakan berkata 'kamulah pelakunya'.
Rukia tidak bisa membalas kata-kata Ulquiorra karena memang dia pelakunya. Rukia tipe gadis yang suka binatang, apa lagi kucing. Dia sangat suka mempermainkan seekor kucing yang sedang tidur dengan cara menyentuh telinga kucing itu.
"Ta..tapi kau tidak perlu tidur di sampingkukan..?" Ucap Rukia membela diri.
"Karena menyenangkan melihat wajahmu yang terkejut melihatku tidur di sampingmu." Ulquiorra tersenyum sinis seakan sedang menggoda Rukia.
"A..apanya? Dasar kucing mesum!" jawab Rukia bergetar karena malu di tatap dan melihat senyum Ulquiorra, wajahnyapun merah merona. Ulquiorra hanya tersenyum puas melihat pipi Rukia yang bersemu merah.
PIP..PIP..PIP.. Suara alarm jam yang ada di atas meja Rukia berbunyi, menunujukan pukul jam 8 pas.
"UWWAA!" Rukia berteriak melihat jam sudah menunjukan pukul 8. " Sudah jam 8!" Serunya. " Aku harus segera berangkat ke sekolah, aku bisa terlambat! Seragam..seragam. Aduchh, aku juga belum mandi, sikat gigi aja dech." Rukia berlari kesana kemari dengan panic. Sedangkan Ulquiorra hanya menatapnya penuh dengan rasa puas.
Suasana sekolah yang tenang dan damai. Penuh dengan tawa para murid, karena sekarang jam istirahat. Sementara para murid tengah asyik di jam istirahat, Rukia malah menghabiskan waktunya untuk membersihkan toilet karena telat. Dengan perasaan kesal dia membolak-balikan kain pel di tanganya, bersihkan kotoran disana lalu bersihkan kotoran-kotoran yang menempel di cermin, mengelap wastafel. Dan akhirnya selesai, Rukiapun meninggalkan toilet yang sudah ia bersihkan dan berjalan menuju kelasnya.
'INI SEMUA KARENA KUCING MENYEBALKAN ITU' Gumamnya penuh dengan amarah sampai memancarkan aura hitam dari tubuhnya. Murid-murid yang ada di dekatnyapun ketakutan dan merasa merinding. Setelah sampai dikelasnya, Rukiapun duduk di bangkunya yang berada barisan kedua dekat jendela. Dia merebahkan tubuhnya, dan menaruh kepalanya di meja belajarnya yang penuh dengan buku yang belum dia bereskan.
'HAHH..Capenya. Untung di sekolah aku tidak bertemu kucing itu.' Gumamnya tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang sudah berdiri di depanya.
" Hei, onna. Sedang apa kau disini?" Tanya seorang pemuda yang berdiri di depan Rukia.
Rukia merasa mengenalinya suara itu. Lalu dia mengangkat wajahnya yang tadi tengah terkubur oleh tanganya. Mata violetnya melebar saat melihat siapa pemilik suara itu..
"Ulquiorra!" Serunya pada pemuda yang berdiri di depanya yang tak lain dan tak bukan adalah Ulquiorra. Dengan mata hijaunya Ulquiorra menatap Rukia datar. Sedangkan Rukia menatapnya dengan raut wajah terkejut dan tanda Tanya besar berada di atas kepalanya. " Kenapa kau bisa berada di sekolahku?" Tanya Rukia.
"Aku bosan berdiam diri berada di kamar sempit itu, jadi aku mencarimu." Jawab Ulquiorra datar.
"HAHH! Lalu kenapa kau bisa tahu aku bersekolah disini? Dan darimana kau mendapatkan baju itu?" Tanya Rukia menunjuk kea rah baku yang di paki Rukia. Karena Rukia tidak ingat pernah memberikanya baju, kecuali celana pendek miliknya.
"Ohh.. itu karena aku mencarimu dengan mengikuti baumu, dan akupun sampai di tempat ini dan menemukanmu. Kalau masalah baju ini aku dapat dari orang yang lewat." Jawab Ulquiorra dengan nada datar.
"HAHH? Orang yang lewat? Kok bisa?" Tanda Tanya di kepala Rukia tambah besar.
"Ituu…" Ulquiorra berfikir dan mencoba mengingat-ngingat dengan posisi tanganya di dagu membentuk ceklis….. " Aku ingat…. Saat itu…."
Mari kita Flasback_
Ulquiorra yang bosan, berjalan di tengah keramaian kota Krakura. Tanpa menyadari bahwa semua orang memperhatikanya. Lalu diapun tersadar yang ia kenakan hanyalah celana pendek yang sedikit tembus pandang. Tapi dai tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Lalu tiba-tiba ada 5 orang berandalan mendekatinya.
"HEII! Kau mau cari perhatian ya dengan memakai celana seperti iti HAH!" Tanya salah satu berandalan itu dengan nada sok. Ulquiorra hanya diam sambil memperhatikan para berandalan itu. Berandalan itupun jadi kesal karena perkataanya tidak di anggap.
"KURANG AJAR!" Ucapnya. " SERET DIA!" Dia memerintahkan teman-temanya untuk menyeret Ulquiorra. Ulquiorra hanya diam tak melawan. Saat di tengah sebuah gang yang bisa dibilang agak besar dan cukup untuk di masuki 6 orang. Para berandalan itupun mengepung Ulquiorra. Ulquiorra hanya diam dan terus memperhatikan para berandalan itu tanpa ada rasa khawatir. Para berandalan hanya tertawa-tawa melihat Ulquiorra tidak melawan saat di seret dan terus terdiam padahal sudah di kepung..
"HAHAHAHA.. Lihat dia ketakutan sampai tidak bisa berkat apap-apa.. HAHAHA!" Seru salah satu berandalan. Tiba-tiba Ulquiorra mengangkat wajahnya dan berkata..
"Sudah kuputuskan kau saja." Ulquiorra menunjuk salah satu berandalan yang tengah berdiri di depanya. " Milikmu kelihatanya lebih cocok dan pas untuku." Ucapnya denagan ekspresi datar.
"A..APA KAU BILANG! KURANG AJAR.. AYO HAJAR DIA!" Seru berandalan yang tadi di tunjuk oleh Ulquiorra. Para berandalan itupun menyerbu Ulquiorra bersamaan. Tapi raut wajah Ulquiorra tetap datar.
"SAMPAH" Gumamnya di tengah amukan para berandalan yang segera menghantamkan pukulan tepat di wajahnya. Para berandalan itu menyerang Ulquiorra bersamaan. Ada yang yang menyerang wajahnya dengan tinju, ada yang menendang perut Ukquiorra, ada yang memegangi tanganya dari samping. Tapi tepat para berandalan itu melayangkan jurus-jurus mereka, Ulquiorra sudah lebih dulu menyerang mereka tanpa mereka sadari.
Para berandalan itupun terpental ke tembok yang ada di belakang mereka. Ulquiorra mendekati berandalan yang terduduk lemas dan menahan sakit di perut dan kepalanya yang terkena tendangan dari Ulquiorra. Raut wajah berandalan itu penuh ketakutan.
"JA..JANGAN MENDEKAT!" Serunya. Ulquiorra tidak memedulikanya. Dan terus mendekatinya. " TIIDAKKKK!" Teriak berandalan itu untuk terakhir kalinya.
Dengan memakai jeans biru dan T-Shirt hitam bergambar tengkorak memakai topi Ulquiorrapun melanjutkan perjalanannya mencari Rukia dengan mengikuti baunya..
"ENDUS..ENDUS!" Hidungnya yang mancung itu mengendus bau Rukia…
Falsback End_
Rukia hanya terdiam dan mulutnya sedikit menganga mendengar cerita Ulquiorra.
'Dia merampas baju dari berandalan. Yang benar saja' Batin Rukia.
"Ngomong-ngomong ini tempat apa? Kenapa banyak orang yang memakai baju yang sama disini? Dan kau juga sedang apa disini?" Tanya Ulquiorra sambil melihat sekeliling kelas. Semua murid memperhatikanya.
"Tentu saja ini sekolahkan? Masa kau tidak tahu?"Rukia balik bertanya.
"Sekolah? Tempat untuk apa?" Ulquiorra bertanya lagi.
" Tentu saja untuk belajar. Apa kau tidak pernah sekolah?" Tanya Rukia lagi.
"Tidak pernah!" Jawab pemuda bermata hijau emerald itu dengan sedikit tatapan sendu. Rukia melihat wajahnya sedikit kaget. Gadis itu menatap mata hijau emerald itu. 'Pantas saja dia seenaknya' Batin Rukia. Dengan sedikit memalingkan wajahnya kebelakang.
" Apa kau teman Rukia chan?" Sapa seorang gadis berambut orange dengan dada besar ke Ulquiorra.
"Orihime." Seru Rukia
"Rukia! Apa dia temanmu? WAH! Keren juga ganteng..." Sapa seorang murid lagi. " Siapa namamu senpai?" Lanjutnya.
"Aku tidak perlu memberitahukan namaku." Jawab Ulquiorra dingin.
"Kalau begitu ku panggil kakak yang ganteng aja yachh" Ucap Orihime.
"Namaku Ulquiorra! Jangan seenaknya mengganti nama orang!" Jawab Ulquiorra kesal.
"WAAHH! Jadi Ulquiorra kun yah.. Aku Orihime.. Hajimemasite.." Ucap Orihime dengan senyum manis terkembang di wajahnya. Ulquiorra menatapnya datar. 'nggak peduli' Batinya.
"Ulquiorra kun ayo kita berfoto untung kenang-kenangan.. Nah..lihat kesini.. Senyum!" Ucap gadis berambut orange itu. Tidak peduki Ulquiorra marah, dia tetap mengambil foto bersama Ulquiorra. " Lihat! Di fotopun Ulquiorra kun tetap keren." Gadis berambut orange itu menunjukan hasil fotonya ke Ulquiorra. Mata Ulquiorra melebar berbinar-binar tapi di sembunyikan di ekspresi datarnya. Rukia hanya menatap apa yang sedang di lakukan Ulquiorra.
" Wahh!" Serunya. "Kau bisa sihir yah?" Tanyanya sambil terus menatap dirinya di handpone milik Orihime. " HEI! Dia bisa sihir. Apa kau juga bisa?" Tanya Ulquiorra ke Rukia yang dari tadi terus memperhatikanya.
"HAHAHA…. Masa ini sihir. Semua orang juga bisa kan?" Orihime menjawab pertanyaan Ulquiorra yang di tunjukan ke Rukia. Rukia hanya menatapnya aneh..
"Semua orang bisa? Memangnya belajar pada guru yang sama?" Ucap Ulquiorra..
"HAHAHAHA….!" Semua murid perempuan hanya tertawa. Bahkan Rukiapun tidak tahan untuk tidak tertawa. Raut wajah Ulquiorra berubah sedikit kesal, alis matanya sedikit mengerut di dahinya.
"Hei Rukia." Sapa seorang murid berambut hitam sambil memeluk Rukia dari belakang.
"Tatsuki?" Seru Rukia.
"Tak disangka kau yang selalu jauh dari kata laki-laki, ternyata bisa punya pacar keren seperti ini." Goda Tatsuki sambil mencubit pelan pipi Rukia.
"Dia bukan pacarlu kok." Jawab Rukia. Lalu memandang Ulquiorra lagi yang tengah di goda oleh para murid perempuan. Rukia pun tertawa lagi. 'Ternyata dia seperti ini yah? Luchu sekali.' Batin Rukia.
Ulquiorra yang tengah di goda oleh para murid perempuan tiba-tiba wajahnya terlihat sangat serius. Dan langsung melompati jendela yang ada di kelasnya itu..
"KYAAA!" Semua murid perempuan berteriak, bahkan Rukiapun sampai kaget di buatnya.
"BODOH! INI LANTAI 4 TAHUU!" Teriak Rukia ke Ulqiorra yang tengah terjun dari jendela kelasnya.
TEEP. Dengan mudah Ulquiorra mendarat di atas tanah tanpa terluka sedikitpun. 'Serius! Ini lantai 4 Lho?" Batin semua murid yang melihatnya tak percaya.
'Bodoh! Kenapa aku harus mengkhawatirkan kucing bodoh itu' Batin Rukia. ' EH TUNGGU! Kenapa aku harus menkhawatirkan dia.' Rukia memaki diri sendiri karena tidak percaya apa yang tengah di pikirkanya.
"Kucing bodoh itu benar-benar menyebealkan." Rukia membalikan badanya dan berlari meninggalkan kelas.
"EH! Rukia kau mau kemana? Pelajaran sebentar lagi di mulai." Seru Tatsuki.
Di tengah terik matahari yang terus menyinari. Rukia terus berlari meuju arah yang di tuju Ulquiorra. "Si kucing bodoh itu pergi kemana sich?" Gumamnya. Lalu larinya terhenti saat mendapati sosok yang ia cari tepat di depan matanya.
"Ulquiorra kau…" Rukia belum sempat menyelesaikan kata-katanya.
"Sudah kukatakan aku tidak akan kembali!' Seru Ulquiorra dengan suara sedikit keras. Rukia berhenti, dia mendekati Ulquiorra perlahan-lahan. 'Dia sedang bicara dengan siapa?" Batin Rukia.
"Sudah ku bilang kau harus kembali. Kau tidak bisa pergi kemana-mana lagi. Ini perintah Aizen sama, lebih baik kau menurutinya." Ucap seseorang berambut perak dengan senyum rubah di wajahnya. Matanya sipit tal terbuka.
'Aizen sama?" Gumam Rukia.
"Sudah kukatakan aku takan pernah kembali ke neraka itu." Ucap Ulquiorra dingin. Lelaki itu hanya mempertahankan senyuman rubah di wajahnya.
"Neraka?" Gumamnya. " Kau ini bicara apa No 4 AH tidak maksudku Ulquiorra, neraka katamu." Ucapnya sambil terus mengembangkan senyuman rubahnya yang semakin membuat perasaan tidak enak. " Bagimu yang hanya makhluk buatan di laboraturium Las Noches dan di ciptakan oleh Aizen sama, tak berhak berkata disana adalah neraka. Ingat kau hanya makhluk buatan setengah manusia setengah kucing dan setengah kelelawar penghisap darah yang tercipta di laboraturium Las Noches untuk perusahaan Hueco Mundo." Ucapnya dengan senyum rubahnya dan mata terbuka sedikit. Tatapannya penuh dengan aura yang menakutkan.
'Makhluk buatan?' Gumam gadis yang dari tadi terus memperhatikan percakapan Ulquiorra dengan pria berambut perak itu. 'Apa maksudnya? Aku tau kalau Ulquiorra bukan sekedar manusia, dia berbeda. Tapi makhluk buatan.?" Gadis itu terus menggumam dalam pikiranya.
"Aku tak peduli! Aku mungkin benar di ciptakan oleh kalian. Tapi aku takan kembali kau yang menjemputku Gin sama." Seru Ulquiorra tetap dengan pandangan dingin tapi sendu dan takut. Mata Rukia melebar saat melihat ekspresi Ulquiorra.
Pria bernama Gin itu hanya menatap Ulquiorra, lalu menyipitkan matanya lagi..
" Begitu yah.. Padahal kau ASET PERCOBAAN yang berharga. Kau adalah ciptaan yang paling di banggakan, karena bisa menyatu dengan 3 gen yang berbeda. Dan bisa dengan cepat menyembuhkan luka dengan meminum darah seperti seorang VAMPIRE!" Ucapnya dengan nada tenang. Rukia masih tetap memperhatikan mereka. "Padahal aku tak ingin membawamu pulang dengan terluka, tapi apa boleh buat. Anal-anak tangkap dia." Dengan menjentikan jari kananya, sekumpulan binatang sudah siap menyerang Ulquiorra. Dengan cepat mereka mengeluarkan cakar dan taringnya. Ulquiorra sedikit mundur kebelakang dengan memasang kuda-kuda siap bertahan dan menyerang. Ulquiorra terkena gigitan seekor anjing besar di kakinya, sehingga membuat keseimbangan berdirinya terganggangu. Ulquiorra dengan cepat membanting dan mematahkan leher anjing itu. Tapi rasa sakit dari luka yang parah dan terus meneteskan darah itu membuat Ulquiorra sulit untuk berdiri. Tiba-tiba ada seekor serigala di belakangnya yang siap merobek lulit putih pucat Ulquiorra dengan cakarnya. Tapi tepat serigala itu mencakar dengan kuku tajamnya ke punggung Ulquiorra…
CRAASSS….
Darah mengalir dari punggung putih yang mulus. Luka akibat cakar yang besar terlihat di balik baju yang robek. Mata hijau itu melebar melihat sosok yang tengah berdiri lemas akibat luka di punggungnya.
" Ru..Rukia.." Ucapnya menyebut nama gadis yang tengah berdiri di hadapanya itu.
"Kau baik-baik saja?" Tanya gadis itu. Tapi tubuh gadis itu tak kuat untuk berdiri lagi,diapun terjatuh. Tepat tubuh mungil itu menghantam tanah, Ulquiorra dengan cepat menangkap tubuh mungil Rukia.
"Ke..na..pa..?" Tanya Ulquiorra terbata-bata sambil menatap gadis yang tengah di pangkuanya itu.
"Tentu saja menolongmu kan. Kau punya hutang dua kali padaku karena menolongmu." Ucap Rukia lemas sambil tersenyum menatap yang mengalir dari luka di punggung Rukia membasahi tangan Ulquiorra. Mata Ulquiorra tambah membulat, kini penuh dengan amarah yang terpancar dari tatapanya. Di baringkanya dengan perlahan tubuh mungil Rukia di tanah. Ulquiorra menjilat darah yang ada di tanganya. Dalam sekejap binatang yang tadi siap menerkam Ulquiorra sudah terjatuh satu-persatu di tanah tanpa nyawa. Ulquiorra mlirik Gin yang terus berdiri di depanya. Tatapanya kini penuh dengan hawa pembunuh yang ia tunjukan ke pria berambut perak itu. Gin hanya diam, lalu senyuman rubah terkembang lagi di wajahnya.
" Aku akan datang lagi." Ucapnya,dan iapun melangkah meninggalkan Ulquiorra.
Tatapan Ulquiorrapun kembali seperti biasa setelah yakin pria berambut putih itu benar-benar sudah tak terlihat lagi. Dia membalikan badanya, lalu melangkah menuju Rukia yang tengah duduk menyandar di sebuah pohon. Raut wajah kesakitan terlukis di wajah gadis bermata violet itu. Tanpa basa-basi Ulquiorra membalikan badan Rukia sehingga ia bisa melihat dengan jelas luka bekas cakaran di punggung gadis itu, lalu dia menjilati luka gadis itu. Spontan Rukia kaget.
"HEI! APA YANG KAU LAKUKA?" Tanya Rukia. Ulquiorra tidak menjawab dan terus menjilati luka Rukia. Dengan perlahan rasa sakit yang diderita Rukia di punggungnyapun menghilang, meski bekas lukanya tetap membekas.
Setelah yakin gadis itu tidak kesakitan lagi, Ulquiorra berhebti menjilat punggung Rukia.
"Aku memiliki kemampuan untuk menyembuhkan luka dengan cara menjilat luka itu." Ucap Ulquiorra seakan menjawab pertanyaan yang ingin di tanyakan Rukia.
'Sakitnya memang sudah tidak terasa, tapi punggungku terasa panas.' Batin Rukia sambil menutupi tubuh bagian depanya karena bajunya robek. Ulquiorra menyadari keadaan gadis itu.
"Ini.. Pakailah" Ucap pemilik mata hijau emerald itu sambil memberikan T-Shirt hitam kepada Rukia. Rukia hanya menunduk dan menerima T-Shirt itu lalu memakainya.
"Duduk disana dengan kaki melipat ke belakang." Tiba-tiba Ulquiorra berkata begitu ,membuat gadis itu bingung. "Kenapa bengong? Cepat lipat kakimu ke belakang." Ucap Ulquiorra lagi dengan eksprsi datar. Rukia tidak mengerti tapi dia melakukan apa yang di perintahkan Ulquiorra.
'Apa sich maunya kucing ini' Batin Rukia. Mata Rukia melebar karena kaget mendapati kepala Ulquiorra berada di pangkuanya. "A..AA?" Rukia tidak tahu harus berkata apa. Pipi Rukia bersemu merah, lebih merah dari kepiting rebus. Mata Rukia pun menyipit kembali, seakan mengijinkan kepala Ulquiorra di pangkuanya. Rukia memandang wajah Ulquiorra yang tertutup oleh rambut hitamnya.
"Hei onna.." Tiba-tiba Ulquiorra bicara membuat mata violet itu melebar kembali karena kaget,lidah Rukia seakan tergigit tak bisa berkata apa-apa. "Kenapa kau menolongku? Mungkin jika kau tak menolongku kau takan teluka. Kau sudah tahu kalau aku ini hanyalah makhluk buatan" Ucap Ulquiorra di balik wajah yang tertutup rambut hitamnya.
Gadis itu diam."Itu karena.." Rukia bicara terbata-bata. "Itu karena kau kelihatan sedang kesulitan sich, jadi tanpa sadar aku langsung melompat ke arahmu. Kau ini sudah ceroboh jatuh dari langit, lalu sekarang malah di keroyok sekumpulan binatang luchu. Dasar payah, sudah seenaknya ternyata kau ini payah" Lanjut Rukia, Membuat Ulquiorra menaikan alis matanya.
'Perempuan ini..' Batin Ulquiorra
"Dan lagi, kelihatanya kau begitu tidak ingin pergi bersama laki-laki tadi. Aku sesungguhnya kaget mendengar kau ini makhluk buatan yang di ciptakan oleh mereka. Tapi meski begitu, aku yakin perasaanmu yang menolak dengan tegas dengan raut wajah yang sedikit ketakutan itu bukanlah buatan, aku yakin itu asli dari dirimu sendiri." Ucap Rukia. Seaat mereka berdua terdiam. Ulquiorrapun hanya diam menutup wajahnya.
"Dan sepertinya kau juga jadi anak yang minggat dan nggak ada tempat tujuan, kau boleh tinggal di rumahku." Ucap Rukia dengan malu-malu. Mata hijau itu melebar membulat mendengar apa yang di katakan gadis yang tengah memberikan pangkuanya ini. Ulquiorra membalikan wajahnya, menatap dalam gadis itu sehingga membuat wajah Rukia spontan memerah. Ulquiorra lalu menarik dengan perlahan beberapa helai rambut Rukia lalu menciumnya. Wajah Rukia tambah merah merona.
"Kau terlihat manis saat wajahmu ." Ulquiorra tersenyum lembut sambil terus menatap Rukia. Wajah Rukia benar-benar merah bagaikan tersiram air panas.
"A..apa yang kau kata.." Sebelum Rukia melanjutkan perkataanya, ia melihat Ulquiorra sudah terlelap di pangkuannya. Rukia menatap Wajah Ulquiorra yang tertidur di pangkuanya. Ia lalu membelai rambut halus Ulquiorra.
"Onna, saat mengelus rambutku jangan sampai menyentuh telingaku, itu bagian yang sensitif." Ucap Ulquiorra dengan sebelah mata melirik gadis itu. Spontan Rukia terkejut.
'Su..sudah, kemabali tidur saja. DASAR!" Ucap Rukia kesal plus malu.
'Sampai kapan dia mau membuat jantungku hampir berhenti sich. Selalu mengagetkanku.' Batin Rukia.
"YA..Sudahlah, selamat tidur." Rukia pun tersenyum.
Mereka berduapun tertidur di bawah pohon sakura yang tengah berguguran. Tanpa menyadari ada sepasang mata berwarna biru memperhatikan mereka.
"ULQUIORRA!"Gumamnya dari kejauhan.
Masalah akan tetap menanti mereka.
Di kelas_
"Si Rukia itu bolos rupanya…."Gumam gadis bernama Tatsuki itu.
KYYYAAAA…. CHAPTER 2 SELESAI JUGA. Panjangnya… Disini Ulquiorra bener-bener OOC abiezz … Tapi aku suka banget, apa para reader juga menyukainya. SOO SWEET KAN Rukia menolong Ulquiorra dan terluka. Lalu Ulquiorra mengobatinya, meski dengan cara yang begitulah…. Aku bingung mau cari cara yang kayak gimana lagi. Karena di sini Ulquiorra jadi kucing bukannya kelelawar, jadi kupikir menjilat itu lebih cocok untuk seekor kucing….
Rukia: Ke..kenapa aku dan Ulquiorra ada adegan seperti itunya…*Wajahnya merah*
Author: Dia kan kucing, jadi kepikiran kayak gitu..
Rukia: Apanya yang kayak gitu, itu pelecehan namanya…
Author: Tenang aja nggak akan ada yang berpikiran kayak gitu Rukia chan..* Mencoba menenangkan*
Ulquiorra: *Tiba-tiba datang dengan hawa pembunuh* Hei author, kau ingin mati yach.. Di fic ini aku terlalu OOC! Dan aku tidak mungkin mencium rambut perempuan itu.. *deathglare*
Author:*merinding* Gooommmeeennnaaasssaaaiiiii! *membungkuk dalam* Biar ceritanya romantic ya harus kayak gitu…..
Ulquiorra: Buat ulang ceritanya*deathglare*
Author: Ti..tidak bisa… udah ke update..
Ulquiorra: APA KAU BILANG… KAU MAU SEMUA ORANG MEMBACA ADEGAN MEMALUKAN ITU…..!
Author: GOMENASAAAI! *kabur*
Ulquiorra: Cih lagi-lagi kabur.. Dan kalian jangan membaca fic ini… REVIEWNYA PENUH HINAAN BUAT SI AUTHOR…* tatapan dingin penuh aura membunuh*
Don't forget for review…. Arigatou gozaimasu… ^^
