BANJAIIIIII!Chapter 5*teriak-teriak gaje*.Huf..akhirnya update juga…Gomene minna,lagi-lagi aku yang terjadi sehingga aku telat.
-Pertama :Komputer di rumah rusak
-Kedua :Warnet mm..males.
-Ketiga :Numpang di home sodara. Dan akhirnya update juga….
Q ucapkan banyak terima kasih buat yang udah baca sama reviewnya. Tanpa kalian hiks..vida nggak akan sampe sini gozaimasu*lebay mode-on*
Gomene buat kesalahan yang ada di chap sebelumnya,banyak banget MINNA... Terutama vida mau ngucapin ke Riku Aida,Jee-ya Zettyra,Cecania Kuroshiyu,Ararancha,Ejey Series,Lucia d'Neko,Owl'vestris'kyo.
Arigatou wat kalian yang udah baca sama review. Arigatou..arigatou*bungkuk-bungkuk*
Oh ya,mungkin di chap ini romancenya q tambahin dikit. Semoga para reader suka ya...
Yaudah kita langsung aja OK..LETS GO MINNA...CAOOO!
Disclaimer :Hanya orang yang nggak berpendidikan yang nggak tau kalau Bleach punya Tite Kubo XP...
Summary : Ulquiorra bingung dengan dirinya bila berdekatan dengan Rukia. Dadanya selalu berdebar-debar,tapi dia nggak ngerti apa yang ia rasain. Sementara Rukia sendiri juga bingung,kenapa dia sekarang nggak bisa natap Ulquiorra. Apalagi sekarang dengan di adainnya event liburan musim panas.. Kelas Rukia pergi berlibur ke sebuah tempat yang nggak akan pernah di bayangin oleh mereka..
Hold Me Ulquiorra
What This Feeling?
Rukia berjalan santai menuju apartemenya. Saat mau membuka pintu,dia melihat ada surat di kotak suratnya,lalu diapun mengambil dan melihat siapa pengirimnya. Bola mata violetnya melebar saat membaca nama pengirim surat itu,dia pun tersenyum. Lalu ia pun membuka pintu apartemenya.
"Aku pulang.."Serunya saat berdiri di depan pintu…
BRUUKK!
Sebuah panci terbang dan mendarat dengan sukses di muka Rukia. Wajah Rukia yang imutpun langsung mengkerut saat melihat penghuni lain apartemenya itu sedang asyik ngelempar-lempar barang.
"Sialan stoick brengsek! Hari ini kau harus menerima tantangan ku,terima ini."Seru Grimmjow dengan melempar-lempar alat masak yang ada di dapur.
Ulquiorra dengan mudah menghindarinya. "Sudah ku bilang aku tidak mau kucing bodoh,jangan ganggu aku lagi*hayah,kayak lagu Olga..hehee*.
"Aku akan terus mengganggumu kalau kau tidak menerima tantanganku Rasakan i..."Belum sempat Grimmjow ngelempar ketel ke arah Ulquiorra,panci udah terbang ke mukanya. Ulquiorra dengan sigap menghindari tubuh Grimmjow yang ambruk ke lantai.
"SIAPA SICH KURANG AJ..ar.." Grimmjow sama Ulquiorra langsung sweetdrop saat melihat Rukia yang sudah berdiri di depan mereka dengan deathglarenya 100.000 volt*emank listrik*.
"Kalian berdua..."Ucap Rukia pelan namun menakutkan membuat Grimmjow keringat dingin. "KALIAN BERDUA APA TIDAK BISA SEHARI SAJA TIDAK BERTENGKAR!HAH!"Teriak Rukia,Ulquiorra sama Grimmjow langsung diem gaya bersimpuh. "Kalian kan udah bukan anak kecil lagi,masa setiap hari harus bertengkar. Apa kalian tidak malu! Dan kau Grimmjow!"Seru Rukia si Grimmjow langsung kaget. "JANGAN PERNAH MELEMPAR ALAT-ALAT DAPUR MENGERTI!"Seru Rukia dengan deathglare yang benar-benar mirip medusa,si Grimmjow langsung ngangguk. "Dan kau Ulquiorra!"Seru Rukia, Ulquiorra cuman diem. "Harusnya kau juga nggak usah ladenin Grimmjow,kalau mau bertengkar di luar saja. MENGERTI!" Si Ulquioora ikut-ikutan ngangguk... "Dan untuk kalian berdua..Bla..Bla..Bla..!"
Pokonya beberapa jam Rukia ngomelin tuh para anak kucing yang nyasar ke rumahnya itu.
CEMPLUUNG!
Kodok loncat ke kolam...
"HAH..Kalian benar-benar membuatku cape."Seru Rukia.
'Ya iyalah cape,dari tadi ngomel terus ampe ini kakiku kesemutan gara-gara duduk bersimpuh,aduuchh keram sampe nggak bisa berdiri.'Batin Grimmjow.
Ulquiorra sich cuman diem,lalu bola mata hijaunya menangkap sebuah amplop di meja. "Itu apa onna?"Tanyanya.
Ekspresi Rukia langsung berubah seolah melupakan sesuatu. "Oh ya,tadi ada surat. Hampir aku lupa,kalian sich!"Seru Rukia lalu mengambil amplop yang ada di meja.
"Surat.."Ekspresi Ulquiorra sedikit bingung,Si Grimmjow masih kesemutan.
"Iya,tadi aku menemukanya di kotak suratku. Ini dari Hisana- nee san."Seru Rukia sambil mulai membaca surat itu.
"Hisana..?"Tanya Grimmjow,masih nggak bisa berdiri.
"Iya,dia kakak perempuanku. Tapi dia sudah menikah dan sekarang tinggal di Korea bersama suaminya Byakuya-nii.."Ujarnya lalu membuka amplop itu."HMM.."Rukia menggumam tidak jelas.
.
.
.
Dear Rukia chan
O genki desu ka?Sudah lama kita tidak bertemu semenjak kau tinggal sendiri,apa kau sehat-sehat saja disana?Nee san mengkhawatirkanmu. Oh ya!Sebentar lagi liburan musim panas kan? Bagaimana kalau kau habiskan liburanmu di Korea. Oh ya!Ini no Hp nee san,jika kamu mau memberi kabar bisa langsung telpon nee san.. 0813xxxxx*takut nyambung,jadi xxx aja yah*. Nee san tunggu telponnya.
By Hisana Kuchiki
.
.
.
"HMM..Benar juga,aku sudah lama tidak memberi kabar ke Hisana-nee san. Apa ku telpon sekarang saja ya.. Yoshh!Ku telpon saja."Rukia pun beranjak dari tempat duduknya,lalu mengangkat gagang telpon dan mulai memencet tombol nomor.
TATITUT..TATITUT..TATITUT...
Begitulah bunyi tombol nomor yang di pencet Rukia.
TUUUUT!TUUUUT!
Suara telpon yang mulai menyambung.
"MOSHI..MOSHI.."Terdengar suara seorang wanita yang lembut dari balik telpon.
"Nee san!"Seru Rukia.
"Rukia- chan? Apa ini Rukia- chan?" Tanya wanita dari balik telpon itu.
"Hai!Hisana-nee san. Ini Rukia." Jawab Rukia.
"Rukia-chan sudah lama sekali nee san tidak mendengar suaramu. O genki desu ka? Kau tidak sakitkan,kapan kau akan berlibur disini. Nee san rindu sekali."
"Daijoge nee san,aku sehat-sehat saja kok. Mm,masalah liburan musim panas aku tidak tau bisa berlibur disana atau tidak. Soalnya anak-anak di kelasku mengadakan acara berlibur bersama. Jadi aku tidak tau nee san."Ucap Rukia sambil memutar-mutar kabel telpon. Ke dua kucing cuman mandangin Rukia.
"Begitu ya."Ucap wanita di balik telpon itu sedikit kecewa. "Baiklah tidak apa-apa,tapi liburan selanjutnya kau harus berlibur disini." Seru wanita yang di panggil Hisana itu.
"Hai nee san aku janji. Oh ya,sudah dulu yah. Soalnya interlokal jadi mahal. Sampai jumpa nee san."Ucap Rukia.
"OK,sampai jumpa Rukia-chan." Ujar Hisana.
Dan hubungan telponpun terputus.
'Sepertinya nee san juga sehat-sehat saja,syukurlah.'Batin Rukia. 'Oh ya,aku harus membereskan barang-barangku untuk pergi besok.'Rukia mengambil sebuah koper dari lemarinya,lalu memasukan beberapa baju dan peralatan lainya hingga itu koper penuh. Ulquiorra dan Grimmjow cuman mandangin sambil ngangkat alis.
"Kau mau kemana Rukia-chan?"Tanya Grimmjow yang sekarang udah bisa berdiri.
Rukia nggak menjawab,tapi mandangin Ulquiorra sama Grimmjow.
'Aku lupa dengan mereka,bagaimana ini.' Rukia mulai berfikir sambil ngacak-ngacak rambutnya. Ulquiorra sama Grimmjow tambah bingung dech.
Ke esokan harinya
Matahari bersinar terang menyinari para murid kelas 2-3 yang sedang menunggu bis di tengah terik matahari yang amat sangat panas.
"Gila ni bis,kapan datenganya. Panas nich."Gerutu pemuda berambut orange sambil ngibas-ngibas bajunya.
"Iya nich,aduchh panas." Tambah perempuan berambut orange pula.
"Sumpah GW gak kuat lagi nich,busyet dah panas banget."
Pokonya banyak keluh kesah yang tercurah saat menunggu bis datang. Rukia sendiri lagi ngibas-ngibas kipas yang ia buat dari kertas. Matanya melirik sana-sini berharap bis datang dan segera membawa dirinya dari cuaca yang amat menyiksa ini. Tapi bola matanya melebar bukan karena melihat bis datang,melainkan dua orang pemuda yang bagi dia udah nggak asing lagi.
"Ulquiorra,Grimmjow!"Serunya sedikit kaget waktu ngeliat dua pemuda yang berjalan mendekatinya.
"Wahh!Itu Ulquiorra-kun,eh tunggu. Rukia,bukanya itu orang yang pernah dateng ke sekolah lalu menculikmu?"Tanya Orihime.
"Maksudmu Grimmjow? Dia nggak nyulik aku kok."Sahut Rukia.
'Tapi,kalau di pikir-pikir lagi kejadianya. Emang di culik sich.'
"Rukia,kejam sekali kau meninggalkan kami berdua di rumah."Gerutu Grimmjow yang sekarang sudah ada di depan Rukia dan Orihime.
"EH..Di rumah?" Orihime bingung.
Rukia langsung panic,soalnya nggak ada yang tau kalau Ulquiorra sama Grimmjow tinggal di rumahnya. "I..i.. itu karena aku bilang akan mengajak mereka berdua,tapi aku malah lupa lalu meninggalkan mereka di rumahnya,aku tidak tau kalian akan mengijinkan atau tidak .."Jawab Rukia gelagapan. 'Aduch,barusan aku ngomong apa?"
"Wahh!Benarkah,bagus sekali. Tentu saja kami tidak keberatan,iya kan Kurosaki-kun."Orihime melirik Pemuda berambut orange dan mendapat anggukan.
"NO PROBLEM! Lagipula tambah banyak orang tambah rame kan,jadi nggak masalah. iya kan sensei."Sekarang Ichigo melirik sensei berkacamata yang ada di belakangnya.
"Ya,tidak masalah sich. Silahkan saja, kamar di vila ku masih ada."Jawab sensei berkacamata itu.
"YOSSH! Sudah di putuskan kalian boleh ikut."Seru Ichigo semangat 45 sambil merangkul pundak Ulquiorra sama Grimmjow.
Yang bersangkutan malah nggak ngerti apa yang sedang terjadi,Rukia cengok lalu cengengesan.
'Baguslah. Kalau mereka ku tinggal di rumah cuman berdua,bisa-bisa rumahku sudah rata dengan tanah.' Batin Rukia sambil ngusap-ngusap dada.
Setelah beberapa menit menunggu di tengah cuaca yang amat membakar jiwa,hati,juga amarah soalnya panas banget. Akhirnya bis yang di tunggu-tunggu dateng siap mengantar para anak-anak yang akan berlibur ini.
Suasana di bis sangatlah rame,ada yang nyanyi-nyanyi,joget-joget pokoknya seru-seruan. Rukia duduk bareng Tatsuki di tempat duduk jajaran ke 4. Sedangkan Ulquiorra dan Grimmjow berdiri bareng ichigo dan anak-anak laen yang lagi asyik joget-jogetan.
"Tisu ku habis,minta ke Orihime dech."Gumam Rukia lalu diapun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke tempat duduk Orihime yang ada di depan. Tapi tiba-tiba...
CKKIIITTT!
Bis mengerem mendadak,alhasil Rukia yang nggak berhasil menyeimbangi tubuhnya untuk berdiri, terjatuh ke arah depan. Tapi tepat sebelum tubuh Rukia menyentuh lantai bis,ada sepasang lengan yang menopang tubuhnya. Rukia sedikit kaget lalu melihat siapa pemilik lengan itu.
"Ulquiorra!"Serunya saat melihat Ulquiorra yang ada di depanya.
Ulquiorra memandang wajah Rukia dalam. Bola matanya yang hijau memandang Rukia membuat semburat merah nemplok di wajah Rukia. Rukia mencoba mengendalikan debaran jantung yang kini memuncak hampir meledak.
"Hei pak sopir hati-hati donk."Teriak Ichigo.
"Gomene,tadi ada yang nyebrang."Seru pak sopir lalu melajukan bisnya lagi.
"Te..terima kasih Ulquiorra."Ucap gadis bermata violet itu terbata-bata lalu berdiri lagi dengan kedua kakinya.
"Lain kali berhati-hatilah onna."Ujar Ulquiorra.
"I..iya."Rukia mengangguk sambil menundukan kepalanya,menutupi wajahnya yang merah.
Ulquiorra bingung dengan keadaan Rukia lalu mencoba mendekati wajahnya. "Kau baik-baik saja onna?"Tanyanya tepat di depan wajah Rukia, hanya berjarak beberapa cm lagi kedekatan wajah merah lebih leluasa melukis di wajah Rukia. Ulquiorra memandang Rukia yang lagi keliatan malu-malu jadi ikut-ikutan gelagapan.
DAG..DIG..DUG..
Jantung Ulquiorra tiba-tiba bersenandung kencang saat melihat wajah Rukia dari dekat.
'Ada apa dengan jantungku,kenapa rasanya..'Batin Ulquiorra. Dia bingung dengan sensasi yang terjadi di dalam dirinya. Melihat wajah mungil Rukia membuatnya tidak karuan. Dekat,dia dekatkan lagi wajahnya ke wajah mungil Rukia. Sangat dekat sampai hidung mereka bersentuhan.
Bola mata Rukia melebar saat mendapati wajah Ulquiorra begitu dekat dengan wajahnya. Hidung mancung Ulquiorra menyentuh lembut hidung Rukia. Perlahan Ulquiorra menyentuh pipi putih Rukia,Rukia hanya menutup mata.
'Aduuchh..deket banget.'Batin Rukia. Semakin lama Rukia tidak bisa mengendalikan debaran jantung yang terus bersimponi di dadanya. Sementara Ulquiorra juga nggak ngerti apa arti lagu yang tengah di buat oleh jantungnya. Ia merasa nyaman menyentuh pipi Rukia. Sekejap ia terhipnotis oleh keadaan pandang bibir mungil Rukia,sedetik lagi ia menyentuh bibir mungil itu dengan bibirnya...
"WOOII!Stoick brengsek loe lagi ngapain?"Teriak Grimmjow dari arah belakang membuyarkan semua hipnotis yang tadi tengah Ulquiorra rasakan. Buru-buru dia melepaskan tanganya yang sedari tadi nempel di pipi Rukia. Rukia pun buru-buru memalingkan wajahnya.
Ulquiorra berjalan hati-hati mendekati Grimmjow. "Ada apa kucing bodoh?"Tanyanya ketus.
"Tadi kau sedang apa dengan Rukia?Kok dari tadi diem aja disana?"Tanya Grimmjow. Ulquiorra tidak menjawab lalu dia melewati Grimmjow dan berdiri di pinggiran pintu. Si Grimmjow bingung plus kesal soalnya di cuekin.
'Tadi,apa yang akan kulakukan padanya..ck sial.'Decahnya dalam hati lalu menyentuh bibirnya,terbayang lagi wajah Rukia yang hendak menghipnotisnya tadi. 'Kenapa dia tadi terlihat manis sekali.'Gumamnya dalam hati.
DEG...
Jantungnya terasa berdetak lebih cepat lagi. 'Ada apa sebenarnya dengan diriku?'Tanyanya pada diri sendiri.
Sementara Rukia juga masih diem sambil berdiri belum beranjak dari tempatnya yang hampir jatuh.
'Tadi kukira Ulquiorra mau menciumku. Aduuch..ada apa denganku. Jantungku berdetak terus gak karuan. Wajah Ulquiorra juga terlihat berbeda,aduchh..ku gak ngerti.!'Batin Rukia.
Rukia nggak menyadari ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikanya,lalu menyeringai. Diapun mengambil Hpnya yang ada di dalam tas,lalu mengetik sesuatu.
FROM : TATSUKI
Tatsuki,sepertinya ini akan menjadi menarik. Kau juga melihatnyakan. Bagaimana kalau kita membantu mereka. Sepertinya mereka masih belum menyadarinya. Di event musim panas ini kita buat mereka bersatu dan meyadari perasaan masing-masing OK..
BY : ORIHIME
HAH..Yang baca malah menghela nafas.
'Ya,ku emang liat sich. Tapi ku malas mengurusi percintaan kayak gini. MM..Tapi mungkin akan jadi menarik kalau liat perkembanganya. Lagipula kalau aku bilang tidak Orihime pasti bawel.'Batin Tatsuki lalu mengetik sesuatu di Hpnya.
FROM : ORIHIME
OK!
BY : TATSUKI
HEHEHE..Lalu kedua orang itupun menyeringai.
SEERR...
'Kok tiba-tiba jadi merinding ya.'Batin Rukia dan Ulquiorra.
.
.
.
.
.
Setelah melewati beberapa daerah,memakan beberapa jam. Akhirnya bis yang mengantar anak-anak yang akan berlibur di vila senseinya ini berhenti tepat di sebuah tempat yang membuat mereka melongok,mulut mereka menganga. Nggak percaya akan apa yang ada di hadapanya.
Mereka semua tidak beranjak dari tempat mereka turun dari bis,sementara bis sudah pergi meninggalkan mereka. Mereka masih terdiam tak bergerak melihat sebuah rumah besar tapi bobrok yang di sebut senseinya itu sebuah vila. Di sekelilingnya hanyalah pohon-pohon besar bagaikan hutan dan di ujung jalan sana terdapat sebuah taman kuburan yang menambah suasana yang bener-bener membuat para anak-anak itu menghayalkan sesuatu akan muncul dari balik tanah itu.
"A..ano sensei!Apa kita tidak salah tempat."Akhirnya ada salah seorang yang berani bicara.
"Benar sensei. Katanya kita akan ke vila sensei."Tambah seorang lagi.
"Kita tidak salah tempat,dan ini memang vila ku. Baguskan."Jawab sensei dengan senyum inocentnya malahan bertabur bunga saat mengatakan "BAGUSKAN".
Semua yang ada di situ langsung sweetdrop merinding.
'Harusnya kita nggak percaya waktu Aizen sensei bilang mengijinkan kita berlibur di vilanya.'Bisik salah seorang anak sambil berkumpul membentuk lingkaran.
'Benar. Di lihat dari kebiasaan sensei yang selalu menceritakan cerita seram di akhir pelajaran,harusnya kita lebih memahami.'Tambah seseorang pemuda berambut merah yang di kuncir. Dan menerima anggukan dari semuanya.
'Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?'Tanya pemuda berambut orange.
'Kagak tau!Kabur kan nggak mungkin!'Jawab pemuda berambut biru tua sambil membetulkan kacamatanya.
"Hei..kalian semua sedang apa. Ayo cepat masuk."Seru Aizen sensei. Semua orang cuman sweetdrop,lalu dengan terpaksa berjalan menuju rumah hantu *pletak*maksudnya vila itu.
'Luarnya jelek,mungkin dalamnya bagus.'Batin semuanya mencoba menenangkan diri.
Tapi hanya satu orang yang nggak beranjak dari tempat dia berdiri.
"Onna. Kau baik-baik saja?"Tanya Ulquiorra ke Rukia yang sedari tadi mengeluarkan keringat dingin.
'Aduch!Nakutin banget sich, aku nggak mau nginep nich?'Batin Rukia sambil terus diem gak bergerak sedangkan ekspresi wajahnya udah nggak karuan lagi.
HAH..Ulquiorra menghela nafas. "Kau takut onna?"Tanya Ulquiorra datar,lalu di balas anggukan Rukia.
Gadis yang satu ini paling lemah kalau udah berhubungan dengan sesuati yang menyeramkan.
'Biasanya selalu marah-marah,tapi ternyata dia memiliki sesuatu yang di takutinya.' Batin Ulquiorra,lalu diapun hanya senyum dan mengulurkan tangannya ke Rukia. Mata violet Rukia sedikit melebar melihat uluran tangan Ulquiorra.
"Tidak apa-apa onna,kan ada aku. Aku akan kau takut aku akan menggenggam tanganmu."Ujar Ulquiorra dengan senyum terkembang di wajahnya. Entah dari mana kata-kata itu muncul yang jelas sukses membuat Rukia cengok melihat wajah Ulquiorra yang putih pucat tersinari cahaya matahari tenggelam yang berwarna ke orangean.
Tapi entah mengapa itu membuat Rukia sedikit nyaman. Dia menerima Uluran tangan Ulquiorra lalu berjalan menuju rumah hantu*di bletak lagi*maksudnya vila Aizen sensei.
Di hiasi cahaya SunSet yang indah,angin sepoi-sepoi yang membelai rambut. Tak bisa mengalahkan betapa nyamannya hati Rukia saat ini,meski dia juga nggak tau kenapa. Tapi..tangannya yang di genggam Ulquiorra terasa begitu hangat. Senyum manis terkembang di wajahnya yang memerah nenatap wajah Ulquiorra dari samping.
"Kenapa aku bisa ngomong gitu. Entah kenapa,saat melihat wajahnya yang sedang jadi ingin melindunginya."Gumam Ulquiorra.
Uquiorra masih belum mengerti perasaan apa yang sedang di rasakanya. Tapi dia merasa nyaman akan perasaanya itu. Dia tidak tahu,jika seorang laki-laki ingin melindungi seorang wanita jawabannya hanya satu...Semua akan terungkap di acara liburan musim panas ini,meski ada sedikit campur tangan seeorang yang udah gatel ngeliat hubungan mereka. Dia pun hanya menyeringai...
"Hehehehe.."
TBC
Selesai... CHAP 5 SELESAI... Acara liburanya akan di lanjutkan di chap selanjutnya. Penasaran apa yang bakal terjadi di acara liburan musim panas di vila Aizen sensei. Terus baca aja...
Ngomong-ngomong di chap ini Ulqui udah ngerasa ada yang aneh sama dirinya waktu deket-deket Rukia. Tapi masih belom tau artinya, di chap-chap selanjutnya akan ada kemajuan..
Jangan lupa setelah baca di review ya minna! Jangan numpang lewat doank ya... Akan q tunggu review dari kalian. Oh ya,jika ada ide buat acara di liburan ketik dan kirim ke reviewanya. Karena ku berniat membuat acara yang gokil plus yang nggak bisa di lupain oleh murid-murid q masih amatir bikin cerita gokil,apalagi buat acara itu minna yang punya ide silahkan kirim ke review fic ini..OC... Q tunggu ide-ide kalian...
Ulquiorra : Katanya romancenya bakal nambah, kagak ada yang terjadi.
Vida : mm..begitu ya.. sabar, di chap selanjutnya bakal romantic banget dech.. Ulqui chan sabar aja ya..
Ulquiorra : Was loe kalau boong..
Vida : Iya dech kagak akan boong*maybe*.
Ulquiorra : Buat kalian reader reader bantu nich auhtor,buat acara seru di chap selanjutnya. Jadi jangan lupa Reviewnya. Kalau nggak di review akan ku tembakan cero orcuras pada kalian*udah siap-siap nembakin cero*
Vida : Ulquiorra chan jangan,kalau di tembak nanti nggak ada yang baca,trus sapa yang mau review.
Ulquiorra : *diem*
Vida : Nah reader, aku akan menunggu ide-ide lucu dari kalian,pengalaman sendiri juga boleh. Yo...semangat... kumohon jangan lupa di review*puppy eyes* kalau nggak di review q kan jadi gak tau harus lanjutin apa nggak. Karena itu minna review yah...
Arigatou Gozaimasu...^^
Ganbatte..ganbatte...
REVIEW-
REVIEW-
REVIEW-
