Warning:GAJE, OOC, [miss]TYPO, AU, adegan kekrasaan, dll.
Flame jangan tapi kalau concrit sangat boleh^^
Disclaimer:Naruto © Masashi Kishimoto
Rated:M
Pairing:SasuSaku
Genre:Hurt/comfort & Romance
.
.
.
.
.
Chapter 2: THE FIRST STEP
Konoha Internasional High School. Adalah sekolah unggulan terbaik berbasis internasional di seluruh Negeri Konoha tempat dimana selama ini Sakura telah menuntut ilmu. Beruntung sekali Sakura yang bukanlah siapa-siapa justru malah bisa mendapatkan beasiswa langka untuk menuntut ilmu ditempat yang sangat di-idamkan oleh semua anak diseluruh negeri dan hanya di huni oleh anak-anak terpilih yang berstatuskan konglomerat kalangan atas.
Tapi walaupun begitu Sakura sama sekali tidak minder ataupun risih karena sekolah ini adalah impiannya semenjak kecil. Dia sudah sangat terbiasa dengan cemohan dan hinaan yang dilontarkan oleh sekelilingnya, Sakura cukup tahu diri untuk tidak mengharapkan apapun apalagi sampai berkeinginan bahwa suatu saat kelak mereka akan mau menerima kehadirannya karena dia sadar betul bahwa dirinya hanya lah seorang anak yatim-piatu yang dibuang oleh orang-tuanya di panti asuhan.
Dia melihat segerombolan anak perempuan berlari kearah pintu gerbang sambil meneriakan nama-nama para pangeran sekolah.
UCHIHA SASUKE adalah anak pemilik perusahaan besar, yakni UCHIHA CORP yang termasuk dalam jejeran konglomerat terkaya di Konoha dan sangat disegani di lima negara. Sosok pria dengan ketampanan yang sangat sempurna hingga sanggup membuat para wanita menahan nafas dan tidak berkedip saat berada didekatnya. Jenis pria yang selalu di-idamkan oleh semua wanita yang telah terjerat oleh pesonanya yang luar biasa.
Tanpa bisa dipungkiri, Sakura-pun telah terjerat pada pesona sang pangeran Uchiha, sejak lama ia telah jatuh hati pada pria yang terkenal sangat irit bicara itu. Walau bagaimana-pun Sakura hanya-lah seorang gadis biasa yang juga ingin merasakan keindahan masa pubertas seperti layaknya remaja pada umumnya. Hanya saja dia cukup tahu diri untuk tidak berusaha mengejar pria itu seperti layaknya yang dilakukan para gadis disekolahnya.
Sasuke keluar dari dalam mobil sedan mewahnya dengan menggandeng seorang gadis cantik berambut merah. Karin, adalah salah satu dari jejeran gadis popular di sekolah karena berstatuskan sebagai kekasih si bungsu Uchiha. Selain itu Karin juga memang sangat disegani oleh para siswi karena kebengisannya. Karena itulah meskipun banyak siswi yang walaupun sangat menginginkan Sasuke hingga nyaris mati, langsung berpikir dua kali kalau ingin menjerat pria muda yang berkuasa itu ke dalam pelukan mereka.
Kedatangan Sasuke kali ini juga disertai dengan kedatangan ke-lima temannya yang tidak kalah populernya dari Sasuke.
NAMIKAZE NARUTO. Putra tunggal seorang presiden yang sangat tershyohor di Konoha karena kearifanya dan merupakan sahabat baik Sasuke. Mereka berdua telah lama saling mengenal bahkan sebelum keduanya bisa memakai celana. Naruto adalah orang yang peling mengerti watak Sasuke yang sangat keras.
HYUGA NEJI. Merupakan calon pewaris tahta kerajaan Hyuga. Dia memiliki seorang adik perempuan bernama Hyuga Hinata yang adalah tunangan Naruto. walaupun sebenarnya Neji tidak pernah ikhlas adiknya berhubungan dengan bocah durian itu. Bahkan meski Naruto adalah sahabatnya dan Neji tahu adiknya telah sangat lama mengidamkan pria berambut kuning jabrik itu.
SABAKU NO GAARA. Pria yang memiliki tato 'ai' dikeningnya itu adalah merupakan Putra seorang yakuza dengan refutasi mengerikan diseluruh penjuru negeri bahkan hingga didunia. Keberadaan Gaara dan juga kuasa yang mereka miliki membuat Sasuke dan teman-temanya dikenal sebagai kumpulan bocah yang memiliki kekebalaan hukum.
NARA SHIKAMARU. Sijenius dengan kekampuan IQ lebih dari 200 itu di kenal dengan sebutan si pemalas oleh teman-temanya karena kebiasaanya yang bisa tidur dengan sangat ajaib dimanapun dia berada dan dalam situasi apa-pun.
Kata-kata favorite nya adalah 'merepotkan saja' dan karena sikap Shikamaru yang seperti itulah membuat Gaara mengkhawatirkan kakak peremuanya, TEMARI yang sudah bertunangan dengan Shikamaru. Gaara sendiri tidak megerti kenapa Temari yang merupakan gadis cantik dan pintar dengan segudang prestasi terutama dibidang modeling bisa jatuh hati pada pria yang bahkan tidak jelas juntrunganya.
Dan yang terakhir adalah
SHIMURA SAI. Seorang pelukis muda berbakat yang bahkan telah memiliki galeri lukisan hampir diseluruh penjuru dunia. Pria berambut kelimis dan yang paling sering mengumbar senyum pada orang lain terutama para gadis cantik hingga membuat kekasihnya YAMANAKA INO naik pitam dan cemburu berat, merupakan pelukis yang mempunyai julukan sebagai seniman termahal dalam sejarah, satu buah lukisan Sai bahkan bisa berharga hingga ratusan juta.
Mereka ber-enam tergabung dalam suat perkumpulan geng yang dijuluki dengan sebutan EVIL. Yaitu, Every Villain human Is Lucifer.
"Kyaaaa…. Sasuke kun!" Sakura mendengar salah satu dari gerombolan gadis itu berteriak.
"Gyaaaa…. Neji senpai!" sepertinya mereka sama sekali tidak peduli kalau tenggorokan mereka akan sakit nantinya.
"Gaara-kun aku mencintaimu…."
Teriakan yang ditujukan oleh para siswi sebagai bentuk ekspresi kekaguman tenggelam seiring dengan meledaknya suara-suara yang menggema diseluruh sekolah karena meneriakan nama ke-enam cowok itu dengan semangat yang sangat menggebu-gebu seakan tanpa henti.
Meskipun hatinya merasa sakit dan terluka setiap kali melihat Sasuke bersama dengan seorang gadis, Sakura tetaplah tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya tetap diam dan menyimpan perasaannya untuk dirinya sendiri tanpa mungkin akan pernah bisa mendapatkan kesempatan untuk mengungkapkan perasaanya.
Sambil meletakan tasnya disalah satu meja yang berada dipaling pojok kelas, Sakura tetap tidak bisa melepaskan pikiranya saat melihat bagaimana Sasuke merangkul pinggang Karin yang langsing dengan sangat mesra hingga tidak merasa ternyata sang objeck pemikiran telah duduk disampingnya.
Sasuke memperhatikan lekat-lekat wajah Sakura yang sekarang dengan tatapan kosong melihat kearah jendela tanpa menyadari kehadiranya. Apa asiknya melihat langit. Pikir Sasuke bosan! Dia tahu gadis itu melamun, namun dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh gadis yang telah sejak lama menjerat hatinya itu dan ketidak tahuan-mengenai apa yang memenuhi benak gadis itu membuat Sasuke resah. Dia tidak suka kalau gadis itu memikirkan hal lain selain dirinya karena memang seharusnya seperti itu. Hanya dirinya lah yang boleh ada dipikiran Sakura.
Saat itu-lah Sasuke secara tidak sengaja menangkap luka yang ada dikening Sakura, luka memar yang mulai menampakan tanda-tanda keunguan. Seperti bekas hantaman benda tumpul atau benturan yang sangat keras. Sasuke masih bisa melihat luka yang hanya dibiarkan saja tetap terbuka tanpa diperban walaupun terhalang oleh helaian poni yang menutupi sebagian keningnya.
Sasuke menyipitkan matanya, disentuhnya dengan sangat perlahan kening Sakura hingga membuat gadis itu tersentak kaget dari lamunanya saat mendapati ada tangan dingin yang menyentuh lukanya yang sensitif terhadap rangsangan.
Sakura langsung terkejut saat tahu siapa pemilik tangan itu dan langsung menundukan wajahnya secara reflex saat mata mereka bertemu. Emerald itu tidak sengaja mendapati sang onyx menatap tajam kedalam matanya dengan tatapaan yang dipenuhi oleh kerinduan. Ada banyak emosi yang melintas di mata yang sekelam malam itu.
"Uchiha san!" suara Sakura bergetar saat mengucapkan nama pria yang telah lama dipujanya. "Ada perlu apa? Kenapa kau kemari?"
"Kenapa? Memangnya tidak boleh!" suara dingin khas sang Uchiha langsung menyapa pendengarannya.
Sakura sama sekali tidak mengerti mengapa sang pangeran sekolah itu sekarang malah duduk di sampingnya, sedangkan selama ini tidak ada satupun orang yang mau duduk semeja dengannya. Dia selalu sendirian.
"Bukan. Bukan begitu! Gomen." Sakura langsung menundukan wajahnya yang memerah dan langsung mengalihkan tatapannya, lebih memilih memandangi meja di bawahnya.
Sudut-sudut bibir Sasuke tertarik membentuk senyuman samar yang sangat langka, entah kenapa dia senang sekali bisa menggoda gadis itu. Baginya itu adalah satu dari kesenangan yang sangat disukainya, melihat reaksi Sakura dan wajahnya yang selalu memerah setiap kali bertemu mata denganya membuat Sasuke keranjingan untuk menjahili gadis itu meskipun dia sangat tahu kalau gadis itu juga kerap kali ketakutan kalau berdekatan denganya. Dan juga sudah semenjak lama dia tahu kalau Sakura menyukainya.
Sasuke sama sekali tidak perlu bertanya bagaimana Sakura mendapatkan luka dikeningnya. Dia tahu kalau Sasuke selalu di siksa oleh anak-anak panti yang lain dan hal itu sudah berlangsung sejak Sakura masih sangat kecil tapi yang aneh adalah sepertinya Sakura hanya menerima saja semua perlakuan kasar mereka terhadapnya tanpa berusaha melawan. Tidak pernah sekalipun Sasuke mendengar Sakura mengeluh atas perlakuan tidak adil mereka kepadanya selama ini.
Diamnya Sakura selama inilah yang selalu berhasil memancing kemarahan Sasuke hingga nyaris mendekati murka. Pernah dia mendapati Sakura yang dalam keadaan basah kuyup setelah diceburkan ke dalam kolam di keroyok di sudut lorong sekolah yang jarang dilalui orang-orang oleh sekumpulan gadis yang murka hanya karena Sakura melintas dihadapan mereka.
Sakura hanya diam saja saat mereka dengan beringas menjabaki rambutnya, Sasuke mendengar dengan sangat jelas saat Sakura menjerit dan memekik kesakitan. Bukanya merasa kasihan pada Sakura yang sudah semakin tidak berdaya mereka malah tertawa-tawa dan justru semakin brutal menyiksanya. Sakura sama sekali tidak menangis, dia sepertinya sudah sangat pasrah dengan apa yang dilakukan gerombolan gadis-gadis itu.
Setelah puas, mereka meninggalkan Sakura yang sudah tergeletak tidak berdaya dilantai dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tubuh yang dipenuhi oleh luka memar yang cukup serius. Sasuke membawa Sakura ke-uks dan membiarkanya beristirahat disana, setelah itu Sasuke langsung pergi.
Besoknya, gerombolan gadis yang telah menyiksa Sakura itu diseret masing-masing sebuah mobil dengan posisi tangan terikat dan mulut ditutupi lakban. Mereka terus dipaksa berlari mengitari lapangan utama KHS hingga akhirnya jatuh pingsan dengan keadaan tubuh juga wajah dipenuhi oleh keringat dan airmata. Malangnya lagi tidak ada satupun siswa yang berani menolong mereka sementara Sasuke dan teman-temanya menikmati pemandangan mengenaskan itu tanpa rasa kasihan sambil menikmati segelas sampanye.
"SASUKE…" teriakan Karin yang membengkakan telinga menggema diseluruh kelas hingga membuyarkan semua lamunan indahnya. Gadis yang identik dengan kacamata itu langsung berlari menghambur kearah Sasuke dan memeluk lenganya dengan sangat erat.
Sasuke menepis tangan Karin yang menggelayut manja dilenganya. "Diamlah Karin. Kau itu berisik sekali!" ucap Sasuke datar.
Karin sama sekali tidak menyerah terhadap penolakan Sasuke. Dia kembali memeluk lengan Sasuke dengan lebih mesra. Sasuke hanya bisa menghela nafas kesal.
"Kenapa kau duduk dengan dia? Lebih baik duduk dengan ku saja!" Tawar Karin manja. Dia dengan sengaja menatap kearah Sakura dan memberikan tatapan mengintimidasi tanda bahwa dia merasa terganggu dengan adanya gadis itu didekat pujaan hatinya.
"Itu sama sekali bukan urusanmu." Jawab Sasuke dingin. "Sekarang lepaskan tanganmu dariku Karin."
Sasuke melirik Sakura yang sekarang semakin menundukan kepalanya. Wajahnya terlihat sangat sedih dan kecewa, sama sekali tidak ada sorot kemarahan yang kerap kali ditunjukan wanita apabila mereka merasakan kecemburuan. Sasuke mendengus kesal.
"Selamat pagi anak-anak!" tiba-tiba saja Kakashi Sensei sudah ada didepan kelas. "Maaf aku terlambat. Tadi aku tersesat dan akhirnya…"
"BOHONG….!" Teriak semua murid serempak, yang paling kencang terdengar tentu saja suara puta tunggal pasangan Minato-Kushina Namikaze. Minus Sasuke, Sakura, Neji, Gaara dan tentu saja Shikamaru yang secara ajaib sama sekali tidak terusik tidurnya meskipun kelas sangat berisik.
"Kakashi Sensei tidak usah memberi alasan segala!" teriak Naruto penuh aura permusuhan.
"Yare. Yare! Baiklah akan kita mulai saja pelajaran hari ini. Buka buku paket halaman seratus dua."
Karin dengan sangat berat hati harus melepaskan Sasuke duduk bersama Sakura hari ini sambil memasang muka penuh kekecewaan dia akhirnya kembali juga kealamnya.
"Kau kenapa Sakura?" Tanya Kakashi Sensei yang melihat Sakura hanya menunduk saja. "Apa kau sakit?" Kakashi memperhatikan wajah Sakura yang terlihat sangat pucat.
"Eh…. Tidak! Tidak Sensei, aku tidak apa-apa!" jawabnya cepat.
"Sebaiknya kau pergi ke-uks saja sekarang." Ucap Kakashi.
"Tapi Sensei!" Sakura masih berusaha berkeras.
"Tidak ada tapi-tapian!"
Sakura menurut. "Baiklah. Arigato Sensei. Aku permisi!"
Sakura beranjak dari kursinya menuju kepintu keluar sambil tetap menundukan wajahnya dalam-dalam karena sekarang semua mata tertuju padanya seakan Sakura adalah pemandangan yang menarik untuk di lihat hingga akhirnya gadis itu benar-benar menghilang dari balik pintu.
Sasuke beranjak dari kursinya dan berjalan dengan santai sambil memasukan tangan kirinya kesaku celana.
"Mau kemana kau Uchiha?" Tanya Kakashi tajam.
Sasuke memandang Kakashi tanpa minat.
"Toilet!" jawabnya dingin dan dengan santai meneruskan langkahnya.
Sasuke mengikuti Sakura, dilihatnya Sakura sedang menyandarkan tubuhnya kedinding lalu kemudian merosot jatuh hingga terduduk dilantai. Dia tidak tahu pasti apa yang terjadi pada gadis itu karena posisi Sasuke yang membelakanginya.
Sasuke mempercepat langkahnya. Dijatuhkanya tubuh tidak berdaya gadis itu kedalam rengkuhannya, Sakura yang sudah dalam keadaan hampir tidak sadarkan diri merasakan tubuhnya terangkat sambil berusaha mengenyahkan kabut yang membayangi matanya, berusaha melihat wajah orang yang menolongnya tapi semakin lama kepalanya semakin berat dan matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Semua menjadi gelap seketika!
Tanpa disadari oleh Sasuke, ada sepasang mata yang secara tidak sengaja melihat adegan mesra tersebut. Secepat kilat gadis itu berlari menuju XIa yang ada diujung koridor dan merupakan kelas unggulan terbaik, dengan langkah-langkah cepat dihampirinya seorang gadis berambut merah panjang dan memakai kacamata tanpa frame yang sedang mematut dirinya didepan cermin kecil dengan sangat serius.
"Karin-san. Hos hos…." Gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan kata-katanya " itu….itu… tadi aku melihat."
"Ada apa?" Karin menarik nafasnya tidak sabar. "Memang apa yang ingin kau katakan."
Gadis itu mendekatkan mulutnya dengan telinga Karin dan seketika itu juga wajah Karin langsung memerah karena menahan marah.
"Apa…." Semua yang ada ditempat itu sontak menutup telinga karena terkejut mendengar suara Karin yang sudah seperti toa.
"Berani-beraninya gadis sialan itu mendekati Sasuke-kun. Akan ku buat dia lebih menderita lagi. Dasar wanita jalang."
Saat mendengar nama tuan muda Uchiha disebut-sebut, ke empat pengikut setia Karin langsung mengerti bahwa mereka akhirnya mendapatkan mangsa baru untuk di ajak bermain.
Sasuke meletakan dengan sangat hati-hati tubuh Sakura diatas tempat tidur, dia sudah berhasil mengusir kak shizuna yang bertugas sebagai penjaga ruang unit kesehatan sekolah lalu kemudian ditutupinya dengan selimut.
Disibaknya rambut Sakura yang menutupi permukaan luka dikeninganya dengan sangat lembut, berusaha sebisa mungkin agar gadis itu tidak terusik. Sasuke mengobati luka Sakura yang mengalami infeksi karena hanya dibiarkan terbuka terkena udara, setelah selesai dia menempelkan plester untuk menutupi luka tersebut.
Rupanya Sasuke sama sekali tidak punya niat untuk beranjak dari tempat itu, dia hanya duduk diam di samping tempat tidur sambil menatap wajah Sakura yang sepertinya sangat damai saat ia sedang tertidur, seakan sama sekali tidak punya beban dan masalah. Rasanya dia sanggup terus berada disamping gadis itu untuk selamanya tanpa harus beranjak pergi sekalipun, menghabiskan waktu berdua tanpa ada yang berusaha menghalangi.
Tidak bisa dia pungkiri, sebagai seorang pria dewasa tidak ada hal lain yang dia inginkan kecuali bisa bersatu dengan orang yang paling dia cintai. Merasakan kehangatan saat kulit gadis itu menyentuh kulitnya.
Sasuke tersenyum. Senyuman tulus yang sangat jarang menghiasi wajahnya!
Dibelainya kening gadis itu, didekatkanya wajah mereka lalu kemudian dikecupnya kening Sakura dengan penuh kelembutan. Sasuke memperhatikan kelopak mata Sakura yang sekarang tertutup menyembunyikan sepasang mata emerald indah yang selalu dirindukanya setiap saat, merasakan hembusan nafas halus yang teratur diwajahnya. Tidak puas, Sasuke menggerakan wajahnya menuju pipi putih Sakura yang sekarang merona pucat, Kembali dikecupnya bagian wajah Sakura dengan sangat lembut.
Sekarang bibir Sasuke persis berada diatas bibir Sakura yang terlihat pucat dan menggigil, sudah sejak sangat lama Sasuke ingin merasakan bagaimana saat bibir mempesona gadis itu menari diatas bibirnya.
Sasuke menyentuhkan bibirnya dengan bibir Sakura. Dikulumnya dengan sangat lembut dan hati-hati, tapi rupanya Uchiha memang tidak dilahirkan dengan pasokan kesabaran yang cukup. Perlahan-lahan kecupan-kecupan intens itu berubah menjadi lumatan yang semakin ganas namun tetap penuh dengan kehati-hatian, tiba-tiba saja Sakura bergerak dalam tidurnya dan membuat Sasuke secara refleks melepaskan ciumannya.
"Teme…." Suara cempreng khas seorang cowok berambut spike langsung menyambut gendang telinga Sasuke saat memasuki ruangan rekreasi yang khusus ditujukan hanya untuk dirinya seorang.
"Apa Dobe." Sahut Sasuke malas sambil duduk disalah satu bufet panjang yang ada diruangan itu.
"Berisik Naruto." Dengus Shikamaru yang merasa terganggu dengan keributan dadakan yang diciptakan oleh Naruto.
"Bagaimana keadaan Sakura-chan?" kata Naruto sambil mengikuti Sasuke duduk.
Shikamaru mengangkat kepalanya dengan setengah malas, tertarik dan penasaran ingin mendengar jawaban Sasuke.
Sasuke menarik nafas dalam lalu menghembuskanya "Dia baik-baik saja, kurasa."
"Apa maksudmu dengan kurasa." Tanya Sai ambil meletakan kuas cat yang semenjak tadi sibuk dipakainya untuk melukiskan seseuatu diatas kanvas.
Belum sempat Sasuke menarik nafas untuk menjawab pertanyaan Sai, Naruto sudah lebih dahulu menyambar dirinya dengan berondongan pertanyaan. "Sampai kapan kau akan membiarkan masalah ini terus berlarut-larut?"
"Ini masih belum saatnya." Ucap Sasuke pelan.
"Apa lagi yang kau tunggu?" seru Naruto kesal sambil menghempaskan dirinya dengan agak kasar kesandaran kursi. Sahabatnya yang satu ini memang selalu berisik dan terlalu antusias.
Sasuke tidak menjawab.
"Aku tahu apa yang harus kulakukan." Sasuke menyudahi pembicaraan.
Seorang gadis mengenakan seragam sekolah yang sangat minim melangkah masuk kedalam ruangan rekreasi tempat Sasuke dan teman-temanya biasa bersantai. Tubuh molek dan pakain yang dikenakan gadis itu sunguh sangat menggugah gairah siapa saja yang menyaksikanya, rok duapuluh senti diatas lutut, dua kancing seragamnya segangaja dibiarkan terbuka dan tentu saja tubuh indah dengan tinggi semampai ala seorang model.
Tanpa dinyana lagi. Gadis itu langsung duduk dipangkuan Sasuke tanpa rasa segan. Dirangkulnya leher jenjang cowok tampan itu dengan sangat mesra, membuat siapa saja yang melihatnya akan mencibir sirik dan iri karena bisa menyentuh sang pujaan sekolah. Sedang Sasuke sendiri sepertinya sama sekali tidak terganggu dengan kegiatan gadis itu ditubuhnya itu.
"Sasuke-kun!" desah gadis itu manja sambil meniup telinga Sasuke pelan. Membuat darah Sasuke berdesir seketika.
Sungguh. Saat ini bukan lah gadis yang berada dipangkuanya lah yang ada di dalam bayanganya, melainkan seorang gadis berambut pink yang sekarang mungkin masih terbaring tidak berdaya diruang kesehatan sekolah. Sasuke selalu tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh Sasuke saat gadis itu berada dalam jarak jangkauan pandanganya hingga pada akhiranya Sasuke terpaksa melampiaskan keinginanya pada wanita lain.
Neji seketika langsung menghentikan kegiatanya bermain i-pad apple saat gadis itu sudah memulai aksinya untuk menggoda Sasuke dan membantingnya keseberang ruangan hingga terhempas diatas sebuah bantalan kursi.
Kelima cowok itu keluar dari dalam ruangan yang mereka daulat sebagai markas mereka dalam diam. Minus Naruto yang masih saja mengerutu tidak jelas mengenai sikap Sasuke yang menurutnya kurang tegas dalam menyikapi keadaan. Sebelum sempat benar-benar beranjak pergi, Gaara menyempatkan diri menatap Sasuke dengan pandangan skeptis yang menusuk. Sebuah peringatan halus, cowok itu tidak terlalu suka kalau Sasuke, yang sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri terlalu sering bermain-main seperti itu, sama seperti Naruto yang ingin Sasuke benar-benar menetapkan pilihanya.
Begitu ke-lima teman Sasuke lenyap. Gadis itu dengan brutal langsung memulai aksinya dengan mencium bibir Sasuke dengan sangat liar dan penuh dengan bernafsu, mengabsen satu persatu giginya, melumat habis semua yang ada didalam mulut cowok itu. Sambil kedua tanganya tidak henti-hentinya mengerayangi seluruh tubuh Sasuke.
Dengan sangat tidak sabaran Sasuke menarik kemeja yang dikenakan gadis yang berfrofesi sebagai salah satu model yang wajahnya sudah sangat dikenal dikalangan masyarakat umum hingga semua kancingnya telepas, memperlihatkan sepasang bukit kembar yang masih ditutupi bra berwarana hitam yang terlihat jelas dipaksakan untuk menapung payudara yang lebih besar dua ukuran.
Tangan sang gadis sudah mulai beraksi lagi dengan memasukan tanganya kedama kemeja Sasuke yang sudah tidak terkancing denga benar, dibelainya perlahan perut indah yang terbentuk akibat oleh raga yang intensif itu. Sasuke menggeram dan semakin liar menggigiti bibir pasanganya. Tantu saja dengan senang hati gadis bernama Ayumi itu membalasnya dengan tidak kalah liarnya.
to be continued.
R
E
V
I
E
W
