DISCLAIMER: Masashi Kishimoto pastinya. Tapi FF ini tentu milik gue
Rated: T semi M :D
Pair: Miyabi & Naruto dkk. Dan juga MinaKushi & akatsuki.
Warning(S): GAJE, OOC, OC, AU, TYPO, EYD tak jelas, DE EL EL
Met Reading Friends :D
A/N: Hai semua~! Maaf lama up to date. Soalnya lagi kere pas itu. XD. Oke. Mudah-mudahan yang chap 3 ini menyenangkan kalian :D
Waktunya balas ripiu! :D
Amumu-chan2: Muehehe. Oke.
Azzahra Shapprine's: Entahlah. Gak tau XD
Cukup sampai situ. Selamat baca! :D
"KYAAAA!"
Miyabi terus berteriak karna dia dikepung oleh 9 orang aneh di berbagai segala arah-halah-. Kakinya gemetaran. Apalagi liat rentenir bangkotan, hiu berjalan, dan venus flytrap wajah belang(dah tau kan mereka siapa?). Miyabi mulai memejamkan matanya erat-erat, berharap ada keajaiban datang. Dan selama dia menutup matanya, suara nista muncul begitu saja.
BAKH!
BUKH!
SHANNNAAAROOOOOO!
AMPUUUUNN!
MAMIIIIII!
DUAGH!
KAMISHURIKEEENN!
JLEEB!
KYAAAA!
OHOK!
OTOUTOOOOOO!
JYUUUKEEENN!
HEEEEELLLEEEEPPP!
Suara nista itu berakhir. Dan Miyabi membuka matanya. WTH? Pemandangannya berubah. Terkaparlah 9 cowok tadi. Yang bertahan adalah 3 iblis-ralat-eh maksudnya 3 cewek. Yang 1 rambut pinky, yang 1 rambut biru, yang satunya lagi berambut indigo. Mereka mengalahkan 9 cowok aneh itu. Wow, patut dicontoh XD.
"Maria-san. Kamu tak apa-apa?" tanya seorang yang berambut biru aka Konan
"I..iya. aku tak apa-apa."
"Apa yang mereka lakukan padamu?" tanya sang cewek berambut pinky aka Sakura.
"Iya, sungguh. Aku tak apa-apa."
"Hem, baguslah. Eum perkenalkan aku Sakura."
"Aku Konan. Met kenal."
"A...aku Hinata. Salam kenal."
"Aku Maria Uzumaki."
"Ya sudah. Ayo kita pergi. Biar saja 9 cowok aneh itu mati(?) terkapar di sini."
Ajakan cewek berambut indigo aka Hinata membuat Miyabi mengangguk dan pergi meninggalkan jenazah-jenazah para cowok aneh itu.
~000~
Kelas VIII
Bel sekolah sudah berbunyi dari tadi. Maria sangat ingin membuang kekacauan yang diterimanya saat di lorong sekolah itu.
"MARIA-CHAAANNN!" teriak Kiba dan cowok-cowok lainnya dengan lantang(?).
"Eh? Ada apa?"
"Benar kau diganggu oleh genk Akatsuki itu? Dan diselamatkan oleh oleh Konan-san? Benar? Heee?"
"Aku memang diselamatkan oleh Konan-san. Tapi...apa itu genk Akatsuki?"
"Sepertinya kau memang tidak tau. Genk Akatsuki itu adalah genk terhoror di sekolah ini. Semua orang takut banget pada mereka. Anggotanya 10 orang. 9 cowok dan 1 cewek. Cewek itu Konan-san. Memang dia anggota genk itu. Tapi dia sebenernya baik. Genk itu pernah dimarahi para guru, tapi tidak jera. Huft, genk yang hebat."
Lee berbicara tentang genk Akatsuki itu secara panjang kali lebar. Miyabi manggut-manggut.
"Kalau kau bertemu dengan mereka, kau harus baik-baik dulu supaya gak diganggu. Kemudian baru galak-galak. Seperti yang dilakukan Hinata. Dia meski pemalu tapi sebenarnya orang yang tangguh."
Lee melanjutkan kata-katanya. Ya, buktinya Hinata ada di TKP tersebut. Hem, gadis yang kuat.
"Oke. Kau harus hati-hati ya Maria-chan. Kalau tidak dengar apa kata-kata Lee barusan, kau akan di perkaos. Alias di perkosa!"
Miyabi kaget atas kata-kata Kiba. Dia teringat saat dia berada di tempat modelnya. Tak hanya jadi model seksi, tapi juga bermain video XXX yang benar-benar mengerikan baginya.
"Oke Maria-chan. Kita balik dulu. Bye bye, honey!"
CUP! Kiba mencium pipi Miyabi secara lembut. Miyabi blushing seketika. Cowok yang lainnya mulai ingin membunuh Kiba yang telah mencium pipi pujaan hati mereka.
~000~
SKIP TIME!
Waktu pulang sudah tiba. Miyabi mulai keluar dari gerbang. Dia akan di jemput oleh Naruto. Tapi Naruto kerumah "teme"-nya. AKhirnya dia pulang sendiri.
Saat itu, dia menemui genk Akatsuki yang terbilang "HOROR" itu. Tapi dia juga mendengar apa yang para anggota Akatsuki itu rencanakan.
"Semuanya dah siap nih?"
"Tenang, Leader. Semua beres seketika."
"Konan yakin gak akan dating ke markas?"
"100% yakin!"
"Ayo dong cepetan pestanya. Tobi udah gak tahaaaann!"
"Diem lu! Lu mau gue buang ke surga, eh salah. Ke neraka ya Tob? HAAHH!"
"UDAH DIEM LU PADE! Berisik banget."
"Iya deh kita diem."
Miyabi kaget. Semangatnya mulai menciut. Tapi dia berusaha membuang perasaan takut itu dan berhasil. Akhirnya dia berjalan melewati genk itu dengan santai.
"Eh, cewek seksi lewat. Halo, sayaaanng. Ikut abang yuuukk!" ajak sang leader berpierching.
"Elu maunya aja, Pein. Em, Maria-san yang imut nan cantik nan bahenol. Ikut abang aja ya. Biar kita main."
Sang hiu berjalan aka Kisame mulai menggoda.
"Elu curang Kis. Em Maria-san. Kita pergi yuk. Ke sesuatu tempat yang sepi dan gak ada siapapun kecuali kita berdua."
Itachi ikut menggoda.
"Ikut aku aja, un. Main sama aku pasti enak!"
Deidara bikin Miyabi teringat masa lalu.
"Elu pade curang ah. Em, Maria-chan. Kacangmu pasti gurih, ya kan?"
Sasori menggombal jorok(?).
Miyabi mulai kehilangan tingkat kesabarannya dan mulai melempar batu bata yang entah dapat darimana ke cowok-cowok itu.
"RASAIIN! WEEEKK! Eh? AAHH!"
Tangan Miyabi dipegang Hidan dan diikat dengan tali. Lalu menggendong Miyabi ke mobil van warna hitam.
"Bagus, Hidan. Ayo berangkaaaatt!" teriak Pein
~000~
Di dalam markas genk Akatsuki.
Miyabi terheran-heran sendiri. Dia berada di dalam sebuah ruangan yang cukup besar. Ada sofa dan meja. Di atas meja itu ada beberapa gelas dan 2 botol sirup. Dan para cowok itu melepaskan tali dari tangan Miyabi.
"Ukh, aku dimana?"
"Di markas akatsuki."
"Emang ada apa?"
"Kita akan berpesta!"
"APPAAAA!"
Miyabi tertegun. Dia ingat apa yang bos dia lakukan saat pesta. Dan dia di-piiiip- oleh bosnya sendiri.
"GAKKK! AKU GAK MAUUU!"
"Kalau gak mau, sia-sia dong perjuangan kami bikin pesta ini. Mana biayanya mahal banget."
"3 kata dalam 1 kalimat, AKU GAK MAUUU~!"
"Ya udah. Terserah kamu. Tapi kamu gak akan bias keluar dari tempat ini. Hahahahahaha!"
Para anggota genk itu tertawa senang. Miyabi hanya bisa bersedih dalam hati.
~000~
Di keluarga Namikaze…
"TADAIMAAAAA!" suara cempreng Naruto membuyarkan keheningan ibunya yang lagi masak sendirian.
"Okaeri, Naru-chan. Sudah pulang rupanya. Eh? Mana Maria? Dia tidak pulang?"
"Eh? Mungkin di rumah Sakura. Tunggu, Kaa-san. Akan ku telpon."
Tit tut tit tit tut tit(menekan tombol hape).
"Halo, Sakura-chaaann!"
"Naruto? Ketumbenan kau menelponku. Ada apa?"
"Hm, apa ada Maria disana?"
"Eh? Maria? Tidak. Yang ada Konan, Ino, Tenten, Hinata, Shion, Karin, dan Temari. Ada apa rupanya?"
"Aku hanya Tanya, Sakura-chan. Soalnya dia tidak ada di rumah."
"EH? Tapi bukannya kau yang bilang padanya kalau kau akan menjemputnya?"
"O iya. Tadi aku ke rumah Sasu no Teme. Sayangnya ada rintangan yang menghalangi."
"Halaaah… Banyak omong. Coba cari di supermarket."
"Kayaknya gak ada deh."
"Atau jangan-jangan dia diculik."
"Sakura jahat. Doa-in orang."
"Hey, siapa tau. Ya kan? Apa ada yang kau curigai?"
"Entah. Mungkin Kiba."
"Ya udah. Cari sono ke tempat Kiba. Oke? Aku mau belajar kelompok dulu. Byee!"
Tut tut…
Sakura menutup telponnya. Naruto sangat gemetaran. Dengan wajah kekanak-kanakannya, dia mengatakan pada Kushina.
"Aku… mau cari Maria di tempat Kiba. Oke? Bye!"
Naruto langsung ngacir keluar rumah mencari Miyabi. Kaa-san yang wajahnya sudah memerh langsung teriak.
"NARUTOOOO! AWAAASS KAU YAAAAAA!"
~000~
Di markas Akatsuki…
Pesta itu sudah sangat meriah. Apalagi mereka sedang bermain TRUTH OR DARE!
"Ayo putar, Pein!"
"Oke!"
"Botol nunjuk Maria!"
"Hohoho…"
"Ayo Maria! Truth or dare?"
"Em, Truth aja deh."
"Oke. Apa hal yang paling kamu benci dan kenangan apa yang tidak bisa kamu lupakan? Ayo jawab!"
Miyabi hampir tersentak. Dia tidak bisa menjawab. Hal yang sangat ia tidak bisa dilupakan adalah saat dia masih menjadi model.
"Ah, yang itu. Aku sudah lupa semuanya. Hehe.."
Miyabi cuma cengar-cengir gaje di hadapan para 9 cowok genk Akatsuki itu.
"Oh, lupa ya? Oke. Putar lagiii!"
~000~
Di mana Naruto mencari Miyabi alias Maria. Dia mencari kemana-mana tapi hasilnya nihil.
"Aaah, semua ini salahkuuuu! Kenapa aku tidak dari awal mengantar Maria dan pegi ke tempat teme no baka itu? AAARGGH! SIAAALLL!"
"Dobe, ngapain lu teriak?" Sasuke aka pantat ayam datang menghampiri Naruto.
"Ini semua gara-gara kamu, Teme! Aku benci KAMUU!"
Sasuke spontan kaget. Gak ngerti maksud Naruto maksudnya.
"Kok aku? Apa salahku?"
"Pokoknya salah kamu! Aku benci! AKU BENCIIIII!"
Naruto teriak ke Sasuke bahkan kuahnya ikutan. Sasuke hanya heran gak percaya. Salah apa dia?
"Bilang dulu. Apa salahku? Kok kamu bisa benci padaku?" Sasuke sambil bertanya sambil celingak celinguk kanan kiri. Gak sada si Naruto ini di depan umum. Orang-orang jadi mengira mereka yaoi XD.
"Gara-gara kamu nyuruh aku ke rumahmu, aku jadi lupa mengantar Maria pulang! Asal kau tau itu!"
"Oh, Maria. Jadi dia sekarang dimana?"
"Aduh, dasar BAKA! Ya jelas dia hilang! Pokoknya bantuin gue nyariin dia! Gue jamin Kaa-san gue marah sekarang!"
"Bukan urusan gue kok!"
"Pokoknya itu semua karna elu! Ayo, bantuin nyari!"
"Gak mau."
"Kalo gitu kita PUTUS!"
Sasuke sweatdropped. Sejak kapan dia pacaran ma Naruto, Hah? Yang sekitar aja juga pada sweatdrop.
"Eh, iya iya iya. Aku bantuin."
"Bagus. Sekarang, ayo kita cari!"
"Ck, iya."
Akhirnya pasangan Yaoi-plak- eh salah. Akhirnya kedua pasangan itu mencari Maria dimana pun. Author berpikir, cara ini mirip seperti istri yang memaksa suaminya untuk mencari anaknya yang hilang XDD.
~000~
At markas genk Akatsuki...
Miyabi sudah capek habis daritadi berpesta. Ternyata tidak seperti yang dia pikirkan. Ternyata cuma pesta kekanak-kanakan. Apalagi tadi cuma main ular tangga sama catur. Ngeliat Kisame breakdance juga jadi muntah. Capek beneer...
Sekarang Miyabi sedang duduk di sofa. Dia meminum es sirup jeruk yang sudah tersedia. Dia bener-bener capek sekarang.
"Em, Maria?" panggil seorang cowok berpierching aka Pein, sang leader.
"Ya?"jawab Miyabi.
"Lagi ngapain?"Pein duduk sambil merangkul Miyabi. Oke, sekarang perasaannya tidak enak
"Gak ngapa-ngapain, kok."
"Hem, yakin?" suara Pein tiba-tiba agak menjadi genit.
"Ya...yakin kok."
"Bener?"
"Be...bener! Suer!"
"Hem, kamu cantik deh."
Glek! Oke, semakin lama perasaan tidak enak.
"Kamu jauh lebih cantik daripada Konan."
Konan? Ah, iya. Yang kemarin nyelamatin dia kan?
"Aku suka kamu."
Deg! Nah, sekarang mungkin lebih parah.
Pein mulai mengecup bibir Miyabi. Lalu melumatnya sendiri. Miyabi hanya kaget, gak bisa buat apa-apa. Lalu ciumannya menurun ke leher. Aduh, woey! Ini di ruang tamu!
Tiba-tiba suara pintu terbuka(baca:dibanting) oleh cewek berambut biru. Konan!
"AKU PULAAANNG! Eh?"
Konan kaget melihat Miyabi dan Pein sedang ciuman(tepatnya Pein yang duluan).
"Konan-san! HELPP!"
Wajah Konan memerah. Yang lainnya tau kalau Konan marah. Dan akhirnya...
"PEIIIINNN! KAAAUUUU!"
BAK BUK BAK BUK!
HELEEEPP!
KAMISHURIKEEEENNN!
JEDUAAAARRR!
UANGKUUU!
TIDAAAAKK!
Dan kerusuhan terjadi. Untung Miyabi langsung ngacir menghindar.
~000~
Akhirnya pesta selesai. Saatnya Miyabi pulang.
"Kapan-kapan datang lagi, ya!" sahut Konan.
"Ya. Kalau bisa."
"Kau tau kan jalan pulangnya?"
"Tenang, gak apa-apa kok."
"Oke. Byeeee!"
"Bye!"
Miyabi pun pulang dengan perasaan lega.
~000~
Di rumah kediaman Namikaze...
"MARIAAA! Akhirnya kau pulaaangg! Kau tau ini sudah jam berapa? Ini sudah jam 7 malaaamm!" teriak Kushina lebay.
"Syukurlah Maria bisa pulang dengan selamat!" Minato mau menangis bahagia.
"Untunglah. Darimana saja kamu?" Naruto sangat ingin tau.
"Aku? Aku barusan pesta dari markasnya genk Akatsuki."
"LOH? KENAPA BISA?"
Miyabi mulai menceritakan dari awal ampe akhir. Setelah mendengar semuanya, Minato hanya bisa melerai Kushina karena Naruto yang meninggalkannya.
"Naruto..." Kushina sudah ber-deathglare.
"Em, Kaa-san. Itu semua karna Sasuke. Bukan aku..."
"Mau itu salahmu atau salah Sasuke, yang penting kau harus DIHUKUM!"
"Hueeeee!"
"Hukumannya adalah...kau tidak diberi uang jajan selama seminggu!"
"APAAAAA!"
Naruto nangis kejer-kejer di pojokan. Kushina ke kamar dengan Minato. Miyabi hanya melongo.
"Mungkin sekarang aku lebih baik menipedi dulu."
Dan akhirnya Miyabi masuk kamar meninggalkan Naruto yang nangis-nangis.
TBC...
Trailer chap 4:
Ada festival budaya di sekolah. Naruto bertanya pada Miyabi apa keahliannya. Miyabi bilang dia bisa nyanyi dan juga...SEXY DANCE dan nari Striptease! Dan Miyabi bingung mau pilih mana. Gimana keputusan Miyabi?
SELESAAAAIIIII! CHAP 3 SELESAAAIII! Akhirnya bebas juga dari kekere-an yang melanda selama tidak apdet XD. Dan kayaknya kepanjangan XD. Yah, gak apalah. Moga-moga kalian sukaaaa! Kalau bisa RnR ya. Flame diterima dengan senang hati ^^
