Warning:GAJE, OOC, TYPO bertebaran, AU, adegan kekerasaan, lime, etc.

di mohon bagi yang tidak berkenan silakan menekan tombol Back. dan bagi yang di bawah umur tetapi masih nekat membaca, dosa tanggung sendiri!

Flame jangan tapi kalau concrit sangat boleh^^

Disclaimer:Naruto © Masashi Kishimoto

Rated:M

Pairing:SasuSaku

Genre:Hurt/comfort & Romance

.

.

.

.

.

Chapter 6: Stay here!

Sasuke membawa Sakura menuju mobil Porsche hitamnya yang terparkir dengan manis diparkiran club melalui pintu belakang, berusaha menghindari kemungkinan semakin banyaknya saksi mata menyaksikan keadaan Sakura yang bisa dibilang cukup mengenaskan, dan langsung melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke-manshion Uchiha.

Setelah meletakkan tubuh Sakura di atas tempat tidurnya dengan hati-hati lalu kemudian menutupi seluruh tubuh gadis itu hingga sebatas dagu dengan menggunakan selimut tebal yang terbuat dari bahan kayu oak.

Sasuke menerima kotak p3k yang diserahkan oleh salah seorang pelayan yang sekarang berdiri berjejer dengan empat pelayan lainnya yang terpaksa bangun di-dini hari buta dengan air-muka sembab saat mereka mendapati majikan kesayangan mereka pulang dengan membawa seorang gadis, sungguh pemandangan yang sangat langka.

"Saya sudah menelpon Kabuto-San. Dan sebentar lagi beliau akan datang kemari. Ucap Ebisu-San yang merupakan asisten kepercayaan Sasuke.

Sasuke tidak menanggapi perkataan asisten pribadinya, pemuda raven itu masih setia dengan kegiatannya, yakni mengobati permukaan wajah Sakura yang lebam dengan hati-hati.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Sasuke sambil menatap wajah Kabuto yang merupakan dokter pribadi keluarganya, berbeda dengan tadi, Sasuke sudah lebih bisa mengontrol keadaan emosi nya.

"Dia baik-baik saja. Hanya shock! Aku akan memberikan resep vitamin yang harus dia minum." Ucap sang dokter sambil meletakkan kembali steteskop yang baru saja ia pakai untuk memeriksa keadaan Sasuke.

"Bagaimana dengan hasil tes-nya." Ebisu menyerahkan selembar kertas yang bisa memudarkan keraguan Sasuke seketika.

Sasuke menghela nafas lega saat hasil di kertas tes itu menunjukan hasil positive, pemuda itu bernafas dengan lega saat mendapati keadaan gadis yang dicintainya masih benar-benar masih utuh, setidaknya secara fisik, pasalnya ia telah menyusun banyak rencana di otak jeniusnya untuk kembali melancarkan penyiksaan kepada pemuda yang ia ketahui bernama Akira kalau saja hasil tes keperawan Sakura negative.

Tetapi walaupun hasil tes Sakura sesuai dengan harapan Sasuke, hal itu tetap tidaklah membuat Sasuke puas hanya dengan menghajar pemuda yang telah dengan sangat lancang menyentuh miliknya yang paling berharga.

"Kalian boleh keluar."

Sasuke menatap wajah damai Sakura yang sedang tertidur setelah diberikan obat penenang dan lalu kemudian beranjak dari duduknya, dibaringkannya tubuhnya yang terasa sangat letih di samping tubuh Sakura yang terbungkus selimut tebal. Sasuke mengangkat tangannya dan menggerakkan Sakura agar memeluk tubuhnya, dibelai-nya dengan sangat lembut rahang Sakura yang sekarang berwarna agak ke-unguan.

"Kurang ajar." Sasuke mendesis kesal setiap kali mengingat apa yang telah menimpa gadisnya. Dan yang semakin membuat Sasuke kesal adalah kenyataan bahwa bukan dirinya-lah yang menyelamatkan Sakura saat itu, melainkan sahabat baiknya sendiri.

Tapi walau bagaimana-pun Sasuke tetaplah sangat merasa berterimakasih pada salah satu sohib dekatnya itu, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Sakura kalau saat itu Gaara terlambat menyelamatkan Sakura.

-SAKURA-

"Eng…" Sakura mengedarkan pandangannya, dia sedikit heran saat mendapati dirinya di sebuah kamar yang sangat mewah dan didominasi oleh warna hitam.

"Kau sudah bangun.?" Tanya Sasuke sambil mendudukkan dirinya di satu-satunya kursi yang berada di dekat tempat tidur.

Wajah gadis itu kembali menegang saat menyadari ternyata kejadian buruk yang dialami-nya semalam bukanlah sekedar mimpi buruk belaka, kilasan bayang tentang Gaara, pria berambut merah dengan tato kanji 'ai' di wajahnya yang telah menyelamatkanya di waktu yang sudah sangat genting. Wajah Sasuke yang nampak murka luar biasa, dan juga gema kesakitan Akira berputar di dalam pikirannya hingga membuat perutnya terasa mual dan pedih.

Sakura melihat matahari yang telah berwarna kemerahan dan merasakan adanya keganjilan, kenapa warna matahari yang menerobos masuk ke dalam kamar yang menjadi tempatnya beristirahat terlihat seperti matahari yang akan tenggelam.

"Sekarang jam berapa." Tanya Sakura perlahan sambil sesekali melirik ke-arah Sasuke.

"Jam enam sore." Jawab Sasuke dengan entengnya.

Pantas saja rasanya aneh. Ternyata Sakura sudah tertidur selama seharian penuh. Pikirnya!

"Sebenarnya aku ada di mana?" Sakura menunuduk-kan wajahnya dan bertanya dengan suara yang sangat pelan.

"Di kamar ku?" lagi-lagi Sasuke memberikan jawaban yang kurang memuaskan.

"Maaf. Apakah Sasuke-San yang membawa ku kemari?"

"Tentu saja. Memang nya siapa lagi?" Sasuke menjawab sinis, agak kesal sebenarnya. Apakah gadis itu berharap Gaara yang akan membawanya pergi.

Sakura bangkit dari posisi tidurnya dengan agak sedikit kepayahan dan menyandarkan tubuhnya pada penyangga tempat tidur.

"Terima kasih karena telah menolongku." Sakura berkata lagi, hampir selirih bisikan sambil meremas ujung selimut yang menutupi separuh tubuhnya.

"Hn"

Sakura baru sadar kalau dirinya tidak lagi mengenakan jaket merah Gaara yang kebesaran di tubuh mungilnya, melainkan piyama tidur yang terbuat dari bahan sutra terbaik berlengan panjang yang membalut tubuhnya dengan anggun.

"Kalu boleh aku bertanya. Siapa yang mengganti pakain ku?" Wajah Sakura terlihat sangat merah saat menanyakannya.

Otak jenuis Sasuke dengan mudahnya mengerti apa yang menjadi pertanyaan di dalam benak Sakura, sebenarnya pemuda itu ingin sekali menggoda Sakura lebih dari ini, tapi segera di urungkanya hal itu mengingat kondisi Sakura yang masih dalam tahap pemulihan.

"kau tenang saja, bukan aku, tapi orang yang bekerja di rumahku."

Bohong! Sasuke sangat panic dan menjadi paranoid hingga bahkan tidak membiarkan seorang-pun-bahkan pelayan wanita di rumahnya untuk menyentuh gadis itu meski untuk menggantikan pakaian Sakura dengan baju tidur yang lebih pantas. Jadilah Sasuke sendiri yang menggantinya dengan sabar, dan lagi-pula Sasuke melakukan itu untuk sekalian mengecek bagian tubuh mana saja yang cidera.

Sakura menarik nafas lega.

"Dan bisakah kau menyampaikan rasa terimakasih-ku pada pada tuan Sabaku?" Sakura mendongakan wajahnya menatap Sasuke yang sama sekali tidak bergeming.

"Hn" lagi-lagi makna ambigu yang menjadi ciri khas jawaban Sasuke, dan Sakura mengartikan 'hn' Sasuke sebagai tanda persetujuan.

"Sekali lagi terimakasih. Maaf karena telah merepotkanmu, tetapi kurasa aku harus pulang sekarang."

Sakura bangkit dari tidurnya tapi lalu kemudian gadis itu bingung bagaimana ia bisa pulang dalam keadaan seperti ini, yakni memakai piyama yang Sakura yakin milik Sasuke walaupun sudah jelas itu adalah piyama wanita, dan lagi bagaimana reaksi orang di panti saat mereka menyadari bahwa Sakura tidak pulang kepanti sejak kemarin malam.

Akhirnya Sakura hanya bisa berdiri mematung, sambil memikirkan tentang apa yang harus dilakukannya, sementara Sakura sibuk dengan pikirannya sendiri, gadis itu sama sekali tidak menyadari sepasang mata onyx yang setia mengawasi pergerakannya setiap saat. Sakura memutuskan akan mengembalikan piyama Sasuke nanti dan tidak mau berpikiran lebih jauh lagi tentang hukuman yang akan diberikan oleh kepala panti nantinya.

Sakura heran mendapati pintu besar yang menjadi penghubung dirinya dengan dunia luar terkunci rapat, pasalnya walaupun dia sudah melakukan prosedur membuka pintu dengan benar, pintu besar nan-megah itu masih belum terbuka juga.

"Aku tidak mengatakan kalau kau boleh pergi dari sini, bukan?" kata-kata Sasuke yang terkesan dingin seolah menjawab semua pertanyaan yang berputar di otak Sakura.

"Apa maksud Uchiha-san? Aku tidak mengerti."

Sasuke bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Sakura, berdiri menjulang di hadapan Sakura sambil memasukkan tangan kirinya ke saku celana. Dipandanginya Sakura yang sedang menunduk berusaha menahan malu karena ditatap begitu intens oleh pria se-sempurna Uchiha Sasuke, jemari gadis itu bergerak-gerak gemas meremas ujung piyama tidurnya.

Sasuke mencengkram lengan Sakura dengan sedikit kencang, pemuda bermata obisidian itu duduk di tempatnya semula dengan Sakura yang sekarang berdiri canggung di hapannya. Sasuke menarik pinggang Sakura yang ramping agar mendekat padanya dan lalu kemudian mendudukan Sakura di atas pangkuanya.

Dibelainya dengan lembut wajah gadis yang sekarang berada dalam rengkuhanya. Sakura reflex menutup matanya saat merasakan jari-jari panjang nan-kokoh milik Sasuke membelai kulitnya yang terasa sangat sensitive dengan sentuhan pemuda itu.

Hanya deru nafas mereka yang terdengar mendominasi keadaan, Sasuke kembali menyatukan bibir mereka, kecupan lembut itu mampu membuat Sakura membuka matanya dan menatap jauh ke dalam mata onyx Sasuke yang seketika membuatnya terpana. Mata itu begitu tajam dan menjerat namun juga sarat dengan perlindungan.

Kembali di kecupnya bagian wajah Sakura, namun kali ini dagu menggoda gadis itulah yang menjadi sasaran kegemasan Sasuke. Sakura mendongakan lehernya sebagai reaksi spontan, sekaligus memudahkan akses Sasuke untuk mejelajahi bagian tubuhnya lebih lagi.

Sasuke mendesis pelan saat kembali mendapati noda biru bekas cekikan dileher jenjang gadis itu, di belainya dengan sangat perlahan, lalu kemudian di kecupnya sambil sesekali menyapukan lidahnya pada permukaan sensitive leher Sakura seakan berusaha menghilangkan noda yang menempel di tubuh gadisnya. Tidak ingin ada satupun bekas dari pemuda sialan itu tersisa di tubuh Sakura.

"Dia sudah menyakitimu." Desis Sasuke pelan persis di cuping telinga Sakura, Sakura tahu dia tidak perlu menjawab pernyataan Sasuke. Karena memang gadis itu sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran Sasuke.

Sasuke kembali menyerang bibir ranum Sakura, di jilatinya permukaan bibir gadis itu perlahan, berusaha mendapatkan akses untuk menjelajahi bagian dalam mulut Sakura yang lembut dan basah. Kesal karena Sakura tidak kunjung membuka mulutnya, Sasuke menggigit kecil bibir bagian bawah gadis itu hingga membuat Sakura meringis sakit. Tidak di sia-siakan nya kesempatan itu, Sasuke segera menyusupkan lidahnya masuk dan menjelalajahi mulut bagian dalam.

Walaupun ini bukanlah ciuman pertama mereka, tetapi Sakura tetap tidak bisa menghentikan dirinya untuk merasa bahagia. Tangan gadis itu bergerak untuk menyusup ke dalam helaian rambut Sasuke yang halus, membuat lumatan Sasuke pada bibir Sakura semakin mengganas, tangannya bergerak untuk mencengkram bagian belakang kepala Sakura agar semakin memperdalam ciuman mereka.

Sementara lidah Sasuke sibuk mengeksploitasi bagian dalam mulut Sakura yang terasa lembut dan hangat, tangannya bergeriliya membuka satu persatu kancing piyama Sakura hingga membuat leher juga bahu dan dadanya yang kencang dan memang tidak tertutupi bra-terekspos sempurna-walau tidak sepenuhnya.

Ciuman Sasuke perlahan bergerak turun menuju dagu, di kecupnya leher jenjang Sakura sambil sesekali menyapukan permukaan kulit lidahnya yang bergerinjal di permukaan kulit leher Sakura hingga membuat gadis itu mengerang nikmat.

Dada Sakura yang tidak terlindung oleh bra segera menjadi sasaran kejahilan mulut Sasuke, entah sejak kapan posisi Sakura berubah menjadi berada persis dipangkuan Sasuke dengan kaki mengangkang menjepit pinggang Sasuke dengan erat. Puncak dada Sakura yang menantang membuat Sasuke gemas untuk menciumnya, dikecup dan kemudian Sasuke memasukan payudara Sakura ke dalam mulutnya.

"Ahh… Uchiha-san." Suara erangan nikmat membuat Sasuke semakin melancarkan serangannya.

Sakura semakin belingsatan saat merasakan kedua payudaranya dipermainkan oleh bibir dan tangan Sasuke yang tidak henti-hentinya meremas payudara Sakura dengan kencang. Gairah bercampur dengan nafsu meletup menjadi satu dan mengantarkan mereka pada kenikmatan yang seakan tidak berujung.

Sakura mendesah saat merasakan sesuatu yang keras dan menonjol di selangkangan Sasuke menggesek klitoris-nya yang hanya tertutupi selembar kain tipis.

Tubuh Sakura bergetar, tidak kuat menerima kenikmatan pertamanya, membuat Sasuke kembali menutup mulut Sakura dengan bibirnya untuk meredam teriakan kenikmatan gadis itu menggema ke seluruh penjuru ruangan, celana yang Sasuke kenakan menjadi basah karena hebatnya orgasme pertama yang Sakura rasakan.

Mereka baru menghentikan ciuman itu setelah Sakura meronta berusaha melepaskan diri karena kehabisan pasokan udara, terengah-engah sambil terhenyak menyandar pada bahu Sasuke, kepala Sakura terasa berputar-putar.

Beberapa orang pelayan masuk ke dalam kamar pribadi Sasuke dengan membawa puluhan bahkan mungkin ratusan gaun cantik. Wajah Sakura kembali dibuat memerah saat menyadari tatapan para pelayan keluarga Uchiha menatap dengan mata yang membelalak maksimal saat melihat posisi Sakura yang berada di pangkuan tuan muda mereka.

Sakura dengan panic mengkancingi lagi piayamanya yang terbuka tiga kancingnya dengan dibantu Sasuke, untungnya para pelayan itu berada beberapa meter di belakang tempat duduk Sasuke hingga kemungkinan besar mereka kepergok sangatlah kecil. Lagi-pula meski pun ketahuan, tidak ada seorang-pun yang berani memperdebatkanya kalau masih ingin bertahan hidup.

Sasuke berdiri sambil tetap menggenggam tangan Sakura dan lalu menarik salah satu dari barisan gaun tersebut dan menyerahkan kembali kepada salah seorang pelayan yang pakaiannya berbeda dengan para maid yang lain yakni menggunakan jas kerja formal yang membuatnya terlihat berwibawa.

"Silahkan nona!" salah satu dari maid wanita itu mempersilahkan Sakura untuk masuk ke dalam kamar mandi.

Sakura memandang Sasuke sejenak, meminta penjelasan, Sasuke mengangguk sekilas sebagai jawaban.

Sementara menunggu Sakura selesai, Sasuke memutuskan untuk pergi kekamar mandi dikamar tamu demi menuntaskan hasratnya yang tertunda, setelah mengganti pakainnya dengan t-shirt serta jaket putih yang cukup hangat, Sasuke segera kembali dan menunggu dengan sangat sabar sambil kembali menyamankan dirnya dikursi panjang kesukaanya, mata Sasuke melotot dengan maksimal saat melihat gadis berambut pink yang sekarang berdiri dengan canggung dihadapannya.

Senyum Sasuke mengembang sempurna melihat penampilan baru gadisnya, tubuh Sakura yang mungil namun sempurna dan kencang terlihat sangat pas mengenakan gaun terusan putih sebatas lutut berbahan satin halus, sepatu hak tinggi yang berwarna senada dengan mutiara dan lebih lagi mini-dress itu menampakan leher dan bahu jenjangnya ter-ekspos dengan sempurna, walaupun sisa-sisa dari kejadian semalam masih belum sepenuhnya memudar. Sedangkan rambutnya dibiarkan tergerai lembut dipunggung.

Dari semua yang membuat Sasuke terpesona, Sasuke tetap tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari wajah cantik Sakura yang dipoles dengan make-up tipis untuk semakin menonjolkan kecantikan alaminya, bibirnya yang ranum di bubuhi sapuan lip-gloss berwarna terang, senyum Sasuke mengembang seketika.

"sempurna!" puji Sasuke tulus, membuat Sakura semakin merona mendengarnya

to be continued.

R

E

V

I

E

W

if you don't mine.

spesial thanks.

Kikyo Fujikazu. Chery'UchihaSakura'Blossom. eet gitu. Keylan. hasni kazuyakamenashi stareels. Kanami gakura. ayhank-chan UchihArlinz. eunike yuen. Chiwe sasusakunaru. liu'z ly'y chen'z. Rievechta herbst. Sasusaku 4everhasni. kazuyakamenasi stareels. Tabita PInkybunny. natsumiaira gag bisa log-in. dan juga untuk para silent reader yang bersedia meluangkan waktunya membaca fic ini.

mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan nama.

.