Go Go Married: It's SasuSaku!
.
Skaicards © the story
Inspiration from We Got Married © MBC
All character© Masashi Kishimoto
.
Sasu x Saku
.
Pardon, but its OOC or should not?._.
Typo.
.
Sorry if this story is not like what you expected before!^^
.
Gadis berambut hitam itu terlihat begitu fokus dengan layar komputer di hadapannya yang tengah menampilkan halaman salah satu website televisi yang sedang ramai dibicarakan karena jarang sekali ada stasiun TV yang mau berkomunikasi langsung dengan pemirsanya. Perempuan berambut hitam itu mengarahkan kursornya ke sebuah link dengan tulisan "ChatCakes G2M!" dan menekan bagian kiri mousenya yang membuat halaman yang tadi ia kunjungi kini berpindah ke sebuah halaman dengan gambar Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno di bagian kanan atas. Sementara itu sebuah header "ChatCakes SasuSaku!" yang bertengger di bagian paling atas halaman website tersebut terlihat bergerak horizontal kekiri. Di bawahnya terdapat sebuah box putih yang mendominasi web page tersebut di mana di dalamnya terdapat sebuah kotak memanjang yang di atasnya tertuliskan 'I just wanna say…' sementara di dalam kotak itu sendiri terdapat sebuah tulisan 'Type Your Comment' yang apabila kita arahkan kursor ke kotak tersebut dan mengkliknya maka tulisan tadi akan hilang.
Gadis itu langsung mengklik kotak pesegi tadi dan mengetikkan komentarnya. Setelah menyelesaikan komentar mengenai episode pertama alias penayangan perdana Go Go Merried! Ia mengklik sebuah button berwarna abu-abu, submit. Melihat komentarnya sudah masuk ke timeline chat di bawah box memanjang tadi, ia mulai men-scroll halaman website tersebut ke bawah. Dibacanya beberapa komentar yang mendapat acungan jempol cukup banyak sehingga masuk ke sebuah box di samping timeline tadi berjudul 'TOP RATED COMMENT'.
001635: Astaga, pasangan ini benar-benar membuatku gemas! (^.^)~~
001792: Aku baru tahu setan seperti Sasuke Uchiha bisa melunak di depan Dewi kita ha ha ha ~
001801: Aku tidak sabar menunggu episode selanjutnya! Akan ku kirimkan beberapa benda untuk hadiah pernikahan mereka (^.^)/
Gadis itu kemudian mengangguk-anggukan kepalanya setelah ia membaca komentar terakhir tadi. Telunjuknya yang berduet dengan mouse berwarna pink dan biru muda itu bergerak lincah menutup browser dan mematikan komputer miliknya. Sambil menunggu proses turn-off ia melirik sebuah jam bundar yang terpaku di dinding kamarnya. Setelah komputer itu selesai di-shut down, dia langsung menuju ke lantai bawah untuk menyaksikan episode kedua G2M malam ini.
.
(Previous episode…)
Sasuke: "Bukankah taman ada di daerah persimpangan sana? Kalau begitu aku akan menjemput istriku."
"Apakah kau istriku?"
Sakura: "Nyanyikan sebuah lagu."
"AKU AKAN MENJAGA SASUKE DAN MENCINTAINYA SELAMANYA."
.
E P I
SODE
#2
A Versprechen for Cherry!
.
"Hei, Sakura, kau mau ke sana?" tawar Sasuke sambil menengok ke belekang melihat beberapa wahana permainan yang disediakan di taman tersebut. Gadis berambut pink itu pun turut menoleh ke belakang kemudian mengangguk tanda mengiyakan tawaran suaminya itu.
Laki-laki itu kemudian beranjak dari ayunan dan menjulurkan tangannya ke hadapan Sakura yang masih duduk, bermaksud membantunya berdiri. Gadis itu dengan tanggap menerima uluran tangan Sasuke dengan senyum simpul terlukis di parasnya. Mereka kini bersama-sama menuju ke arena permainan yang tadi dilihat.
"Kau mau main apa?" Sasuke bertanya sembari membenarkan rambut Sakura yang ditiup angin sore. Sakura sedikit kikuk dengan perlakuan Sasuke yang terkesan manis itu. Ia kemudian menatap sepasang onyx di sampingnya, "Aku tidak mau bermain, aku mau naik itu," jawabnya sambil menunjuk sebuah wahana berbentuk kubus yang tersusun dari beberapa rusuk besi yang dipasang vertikal serta horizontal, membentuk beberapa rongga kotak di setiap sisinya.
Sasuke menautkan alisnya, "Kenapa?"
Gadis itu mengalihkan pandangannya pada wahana yang ia tunjuk tadi. Ia menghela nafas sebentar, "Karena kalau dari atas sana, kita bisa melihat matahari terbenam."
Sasuke mengangguk kecil, "Kau suka matahari terbenam?" Sakura menggeleng. Ia melepas topi Sasuke dan memasangkannya kembali ke kepala pria itu, "Aku suka siluet hitam dan warna jingga," ujarnya sambil menarik kedua sudut bibirnya ke atas, membuat pipi gadis itu sedikit menggembung. Sasuke yang mendapati gadisnya tersenyum membalasnya dengan sebuah cubitan. Laki-laki itu kemudian mengacak-acak surai merah muda di kepala Sakura.
"Ayo, naik!" ajak Sasuke sambil menggenggam tangan Sakura, membantunya untuk menaiki batang-batang besi tersebut.
Setelah sampai di atas, Sakura dan Sasuke segera memposisikan diri mereka untuk duduk. Mereka berdua saling diam. Menikmati panorama sore berupa indahnya bias cahaya jingga.
"Ah, kita belum menentukan nama panggilan kita, kan?" tanya Sakura tiba-tiba memecah keheningan.
"Hn, tapi aku akan memanggilmu Cherry," sahut laki-laki itu yang sukses membuat wajah Sakura merona hebat. Sasuke yang menyadari itu kembali mencubit pipi Sakura, "Kau benar-benar menggemaskan, cepat sekali pipimu merona," ucapnya sambil menyeringai.
.
(INTERVIEW)
"Mengapa kau memilih nama Cherry untuk Sakura-san?" tanya sebuah suara yang membuat laki-laki dengan hoodie hitamnya terdiam sesaat untuk mengingat kejadian itu.
"Ah, aku hanya merasa Sakura benar-benar seperti buah Cherry, apalagi jika pipinya bersemu. Entahlah tapi hal itu membuatku langsung ingin mencubit kedua pipinya," jawabnya dengan lancar.
.
"Lalu aku harus memanggil Sasuke dengan panggilan apa?" gadis itu menelengkan kepalanya ke arah Sasuke dengan wajah yang diterpa cahaya sore. Sasuke menyeringai, "Sasuke-kun," jawabnya.
Gadis itu sedikit merasa geli mendengar jawaban Sasuke. Tapi karena tidak ingin menunjukkan tawanya, ia kemudian menutup mulutnya rapat-rapat dengan tangan dan menundukkan wajahnya sambil berusaha sebisa mungkin meredakan rasa geli yang begitu menggelitik perutnya.
"Kenapa tertawa?" Sasuke mendelik sinis melihat reaksi Sakura setelah mendengar jawaban darinya. Sakura yang menangkap nada sebal di omongan Sasuke barusan langsung mengangkat wajahnya dan melambaikan tangan yang tidak ia gunakan untuk menutup mulut sambil berusaha mati-matian menghentikan tawa, bermaksud mengatakan tidak ada apa-apa.
Sakura terlihat sedang mengontrol nafasnya. Setelah dirasa ia tidak akan tertawa lagi, gadis beriris emerald itu menolehkan wajahnya ke samping menatap Sasuke, "Tidak, kau hanya manis saat mengatakan Sasuke-kun seperti," gadis itu mengangkat kedua lengannya yang terkepal ke bawah dagu, ia lalu menunjukkan ekspresi puppy eyes di depan Sasuke, "Ingin dipanggil Sasuke-chan," ucapnya seimut mungkin.
Sasuke yang kesal mendengar penuturan Sakura langsung membuang muka dan menunjukkan ekspresi datar. Sakura yang melihat reaksi dari suaminya hanya bisa menahan tawa sekali lagi. Ia kini bermaksud menggoda Sasuke dengan menoel dagu runcing laki-laki tampan itu.
"Ah, Sasu-chan marah ya, tapi Sasu-chan memang manis, sih," ucap gadis itu. Merasa tidak diberi respon, Sakura pun menyenteri wajah Sasuke yang dari tadi sudah buang muka ke kanan, ke kiri, seolah menghindari tatapan viridian gadis itu dengan wajah penuh dengan senyuman sumringah.
Sakura yang melihat Sasuke sepertinya benar-benar marah kemudian mengubah ekspresi wajahnya menjadi… bibir dikerucutkan kedepan, mata menyipit, dan terdapat beberapa kerutan di dahinya yang agak lebar itu. Gadis itu kemudian menarik-narik kaos di lengan Sasuke dengan wajah tertekuk ke bawah. "Sasuke-kun, jangan marah dong, aku kan hanya bercanda," rengek Sakura. Sasuke memberikan respon berupa kedua mata yang bergerak memutar, seakan-akan tidak tertarik dengan apapun yang diucapkan si gadis bermata viridian barusan.
"Ayolah, Sasuke-kun, maafkan aku, nanti aku akan menuruti satu permintaanmu," rajuk gadis itu sambil menelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang menurut Sasuke cukup lucu.
Laki-laki berambut raven itu melirik sebentar ke Sakura. Ia kemudian menghela nafas, "Baiklah, ku maafkan, tapi sesuai perkataanmu, turuti satu permintaanku," ucapnya dengan sebuah seringaian di paras tampannya.
"Baiklah, Sasuke-kun mau apa?" Sakura menggaruk belakang telinga kanannya, perasaannya sedikit tidak enak setelah melihat seringain laki-laki beriris onyx itu.
Sasuke menepuk-nepuk kepala Sakura. Ia lalu menatap lurus wajah Sakura dengan alis terangkat keatas, "Kau harus percaya padaku," ucapnya dengan nada super tegas. Gadis berambut soft pink itu sedikit menautkan alisnya bingung, "Hanya itu?" tanyanya memastikan. Sasuke mengangguk kemudian turun dari atas wahana itu.
"Hey, Cherry, ayo turun ini sudah malam," perintah Sasuke sambil memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku. Gadis beriris viridian itu baru saja akan memulai acara turun-dari-atas-wahana sebelum sebuah suara menginterupsi pendengarannya.
"Tunggu dulu, bukankah kau percaya padaku?" Sasuke menatap Sakura yang mematung di atas sana dengan seringaian jahil. Gadis itu mengangguk, "Lalu?"
Sasuke makin memperjelas seringaian di mukanya, "Lompat dan kutangkap," perintah lelaki itu yang sukses membuat Sakura Haruno melebarkan matanya.
"Lo-lompat?" gadis itu membeo sementara yang dibeoi hanya mengangguk enteng.
Sasuke sudah bersiap dengan posisinya untuk menangkap Sakura. Kedua lengannya terentang lebar.
"Ayo, cepat lakukan," laki-laki itu menaikkan sudut bibirnya menatap Cherry-nya yang ketakutan. "Kau sudah janji, kan? Untuk apa?"
Sakura meneguk ludahnya, "Untuk percaya pada Sasuke-kun, tapi kau yang benar ya menangkapnya?" mohon perempuan itu pada Sasuke yang merespon lagi-lagi dengan anggukan kepala.
Sakura menutup matanya takut-takut dan hup! Sasuke langsung menangkap Sakura dan memeluknya erat. Ia bisa merasa bahwa gadis itu benar-benar ketakutan terlihat dari betapa kencangnya dia meremas kaos Sasuke.
"Hei, kau ditangkap dengan selamat," ucap Sasuke berusaha menyadarkan Sakura bahwa ia baik-baik saja sambil terkekeh seperti setan. Tapi gadis itu tak kunjung melepaskan rangkulannya dari leher si lelaki. Ia sadar ia sudah keterlaluan. Menyadari itu, Sasuke mengelus punggung Cherry-nya dan mengatakan bahwa ia benar-benar bisa minta maaf.
"Kau menyebalkan," respon Sakura dengan suara lirih. Akhirnya setelah berapa lama, gadis itu melepaskan rangkulannya dan menatap sepasang obsidian di hadapannya dengan tatapan kesal.
Sasuke sedikit membungkukkan punggungnya dan menatap Sakura secara dekat. "Tapi aku bisa dipercaya, kan?" tanyanya bermaksud menggoda Sakura. Sementara itu, gadis bermata emerald tadi hanya bisa menekuk wajahnya.
"Maafkan aku ya?" Laki-laki itu berkata lembut dengan tangan yang kini mengacak-acak puncak kepala Sakura. "Baiklah, ayo pulang!" ia menggandeng tangan Sakura menuju tempat di mana ia memarkirkan sepeda tadi.
.
(INTERVIEW)
"Bagaimana perasaanmu saat itu?" seorang gadis berambut pink diikat menyamping menatap kamera dengan wajah seakan-akan ia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Sasuke.
"Aku benar-benar kaget saat Sasuke-kun bilang aku harus turun dengan cara melompat. Dan yang tiba-tiba muncul di kepalaku adalah saat aku jatuh dari atas pohon ketika masih kecil. Tapi rasanya benar-benar melegakan Sasuke-kun bisa menangkapku dengan benar," jawab perempuan itu dengan senyuman di wajahnya.
"Apa sekarang kau bisa percaya dengan Sasuke-san?" suara itu kembali bertanya.
Sakura tampak berpikir sebentar dengan kepala sedikit miring ke kanan. Ia kemudian mengangguk, "Ya, aku mungkin bisa memberikan kepercayaan pada Sasuke-kun," ucapnya diakhiri dengan cengiran.
.
Sasuke dan Sakura terlihat sudah mendekati halaman depan taman. Mereka lalu menuju ke sebuah pohon besar yang cukup rindang untuk mengambil sepeda yang tadi diparkirkan oleh Sasuke.
"Kau kemari dengan sepeda ini?" tanya Sakura sedikit shock saat mereka sampai ke tempat yang dituju.
"Hn," balas Sasuke. Sakura yang mendengar balasan itu langsung tertawa terpingkal-pingkal. "Bagaimana bisa seseorang yang tampan dan dipuja oleh banyak fangirls naik sepeda sefeminin ini?" gadis itu tampaknya benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilihatnya.
"Jangan membuatku marah, Sakura," ucap Sasuke sambil mencubit pipi istrinya. Gadis itu meringis merasa cubitan Sasuke lebih kerasa dari sebelumnya.
"Baiklah, ayo kita pulang," ajak Sasuke yang kini sudah naik ke atas sepeda sementara Sakura masih mengelus pipinya yang terasa panas. Bukan karena malu, melainkan karena hasil cubitan suaminya.
Sasuke berdehem melihat istrinya yang tak kunjung naik ke sepeda. Sakura yang mengetahui arti deheman Sasuke langsung naik ke tempat penumpang di belakang laki-laki itu. ia mendudukan dirinya dengan posisi menyamping
"Siap?"
"Hm," Sakura memegang kaos Sasuke yang ada di pinggang.
Sasuke pun mulai mengayuh sepedanya keluar dari taman dan menuju jalan raya yang terlihat senggang. Tapi baru beberapa meter dari taman, Sasuke mulai mengayuh sepedanya dengan tidak benar. Sebentar-sebentar meliuk ke kanan, kemudian ke kiri dan hal itu membuat Sakura menjerit keras sambil memukuli punggung tegap Sasuke. Sedangkan laki-laki itu hanya terkekeh pelan sambil menoleh ke belakang, menatap wajah Sakura yang tampak sebal.
.
Pagi hari merupakan hal yang sangat berharga di Jepang apalagi saat ini adalah awal musim gugur. Daun-daun berwarna kecoklatan yang berguguran di jalanan dengan pohon yang seakan mati tanpa daun seolah membuat suatu pemandangan tersendiri yang bagi beberapa orang sangatlah menarik. Terutama untuk seorang gadis berambut merah muda itu, tampaknya. Dari gelagatnya ia kini tengah menunggu seseorang atau mungkin sesuatu, sembari memotret beberapa sudut yang ia anggap bagus.
Baru saja ia akan memotret untuk yang kesekian kalinya, sebuah kertas berukuran sedang terulur ke arahnya. Gadis itu buru-buru menerimanya dan membacakan apa yang tertulis di sana.
"Selamat berbulan madu! Temui suamimu di stasiun kereta dan selamat bersenang-senang," gadis itu mengakhiri kalimatnya dengan nada riang. Dia kemudian melompat-lompat sebentar, mengekspresikan betapa bahagianya dia. Sesaat kemudian sebuah bus datang dan berhenti tepat di hadapannya. Sakura pun menaikinya sembari mengangkat koper yang telah ia persiapkan semenjak kemarin malam.
.
E P I
SODE
#2
E N D
.
A/N:
Akhirnya update! dan episode #3 akan diupdate di weekend, antara jumat sampai minggu^^ tidak secepat episode #2 ini, kecuali hidayah datang lebih cepat ho ho ho mengenai arti judul, Versprechen itu artinya janji :3
Oke, saya berusaha keras bikin chapter ini lebih panjang, tapi kalau saya lanjutin lagi saya gak tahu mungkin jadi panjang banget^^ hehehe damai ya, karena ini emang perchapternya dibuat pendek. Tapi apa segini bener-bener kurang panjang? ._. Kalau iya, panjang itu berapa halaman ya? episode 3 akan saya usahakan untuk lebih panjang lagi khukhu maaaaaaf ya .
Oke, kemarin beberapa pro dengan OOC-nya Sasuke di sini, beberapa juga tidak setuju dan ingin kesan dingin Sasuke dikeluarin, terus ada yang bingung dengan cara penulisan ini serta 'kapan SasuSaku menikah' dan di sini akan saya jelaskan sejelas-jelasnya^^
Kapan SasuSaku menikah
Oke, untuk beberapa yang belum tahu menahu mengenai WGM (variety show dari Korea) pasti akan bingung. jadi begini, SasuSaku itu tidak melakukan prosedur menikah di suatu tempat, dengan adat tata cara tertentu, mengadakan resepsi, dan sebagainya. Di sini, SasuSaku itu merupakan pasangan yang dianggap sudah 'menikah' pada saat voting pemilihan pasangan untuk G2M ini. nah, mereka itu hanya menikah pura-pura, bukan serius. Tapi mereka dituntut untuk profesional di sini dengan cara membuat pernikahan yang pura-pura ini menjadi terkesan nyata. ^^ apa kurang jelas? Khukhu maaf kalu berbelit-belit.
Cara penulisan fanfic ini
Jadi begini. Fanfic ini merupakan versi tulisan dari versi video^^ jadi saat saya menuliskan mengenai sasuke dan sakura yang begini, nah jika di video, itulah yang mereka lakukan. Sementara itu, maksud dari interview adalah wawancara di mana Sasuke maupun Sakura dimintai pendapat mengenai hal yang mereka lakukan tersebut dari sudut pandang mereka : ) sudah paham?^^
Sifat Sasuke di fanfic ini
Baiklah saya ngaku, Sasuke kelewat OOC di chapter sebelumnya dan saya mencoba mereduksi (?) tingkat ke-OOC-an dia di sini. hm, sebenarnya saya sudah ada ide untuk membuat behind the scene dari G2M ini dimana di sana ada konflik, sementara di sini minim konflik._. Dan di BTS tersebut akan diungkapkan bagaimana pribadi asli Sasuke dan Sakura serta beberapa tokoh lain, cuma belum tahu kapan bisa terlaksana dikarenakan saya belum menggapai jadwal liburan saya. Khukhu. Nah, alasan kenapa saya membuat Sasuke tidak seperti biasanya adalah karena kalau Sasuke dibuat dingin, kesannya dia gak niat ikut G2M ini._.betul tidak? Masa dari awal sampe akhir, dia cuma menyeringai, menatap sinis, mendeathglare, bilang 'hn' dan keoriginalan-character Sasuke lainnya yang bikin Sakura keki sendiri dong. tapi semisal ini benar-benar kelewat OOC mohon maafkan saya, sudah putar balik otak gimana bikin Sasuke mempertahankan sifat dia. (^^)/ dan mohon diingatkan! Khukhukhu~
Oke, saya juga mau berterimakasih dengan semua support yang ditujukan untuk G2M ini^^
Sakura: aku dan Sasuke-kun memang cocooook! \(^-^)/
Sasuke: hn, memang.
Sakura: *BLUSH* (*o*)
Bener-bener enggak nyangka : ) dan saya minta maaf untuk chapter ini apabila kurang memuaskan : ( tingkat keromantisannya tidak dapat, feel yang kurang dapet, Sasuke yang menye, dan banyak typo bertebaran Chapter depan semoga bisa lebih baik (^/\^) dan saya bener-bener butuh koreksi untuk episode 2 ini… kritik dan saran sangat diperlukan^^
Apa ada yang mau sumbang nama untuk pasangan SasuSaku? :3
Oh yaa, salam kenal untuk semuanya^^ *peluk cium mesra satu-satu*
Thanks to:
Zia-kun, Lrynch Fruhling, cerry Hishikawa, Matsumoto Tsuki, Permen, Neerval-Li, Haza ShiRaifu, justreader, eno, Aya-Chan Dattebane, Dhe, SeoNa D-Na, R'fee, WinterCerry, TheIceBlossom, hime hime chan, Mameha, Uchiha Hime Is Poetry Celemoet, myelf, Karasu Uchiha, Laura Pyordova males login, Uchiha Athena, nymphalion
REV
IEW
