Hello goers. Saya kembali dengan mengupdate fanfic ini. Maaf kemarin ga update. Namun saya memberi kompensasi dengan mengupdate 16 chapter sekaligus. Selamat membaca.


Mari : Huhh! Kalau memang Zero mencintai aku, Dia harus buktikan!

Arme : Sieghart?

Mari : Dia sudah buktikan! Sementara Zero belum!

Ley : Yang aku tahu... Dulu Zero juga pernah disuruh begitu denganmu dan Zero tidak dapat melakukannya...

Lire : Berarti memang Zero tidak berjodoh dengan Mari!

Ryan : Seperti aku dan Lire donk!

Dio : Hahaha... *melirik wajah Ley dengan penuh arti*

Lass : Aku rasa Ley dan Dio saling cinta *berbisik pada Arme*

Ley : Dio... Kita ke taman bunga yuk...

Dio : Yukk! ( Aku harap aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk menyatakan perasaanku! )

Elesis : Kami i... *ditahan oleh Ronan*

Ley : Mau ikut?

Lire : Terima kasih tetapi tidak dhee, kami di sini saja!

Mari : Kami tidak mau mengganggu kalian...

Dio : Apaan sihh? Sudahlah kami pergi dulu!

Arme : Bagaimana dengan Sieghart dan Zero?

Elesis : Tunggu saja sampai mereka keluar!

Lass : Arme, Kita ke Cafe lain yukk! Aku mau minum teh!

Mari : Teh tinggal seduh saja di rumah!

Lass : Beda kalau dengan Arme! Suasananya lebih romantis!

Sieghart : Hoii!

Ryan : Sieghart!

Lire : Bagaimana dengan Zero?

Sieghart :Tuhh!

Zero : =.=

Ryan : Shock yaa?

Zero : mungkin...

Elesis : Aww... Kasihan sekali anak ini...

Ronan : Dasar jail!

Taman Bunga...

Ley : Dio.. Aku mau ngomong sesuatu...

Dio : Aku juga...

Ley dan Dio : Aku... AKU SUKA PADAMU!

Ley : Bersamaan?

Dio : Sebenarnya... Perasaan ini sudah aku pendam dari aku mengenalmu dan sekarang baru aku katakan... Hehehe...

Ley : Aku juga sama... Hehehe...

Dio : Sekarang ayo kita balik ke Cafe...

Osaka...

Kamiki : Aku menyerah!

Kaze'Aaze : Aku juga!

Tiba tiba Kenny menghampiri...

Kenny : Kamiki!

Kamiki : Kenny! Aku butuh uang untuk pergi ke Hokkaido!

Kenny : Nihh uang nya! *memberikan segepok uang*

Kamiki : Trims beib!

Kaze'Aaze : Sekarang ayo kita beli tiket!


Osaka...

"Maaf tiket habis! Tiket baru ada pada tanggal DD Bulan MM Tahun YY

Kamiki : =,=

Kaze'Aaze : Masih lama donk!

Kamiki : Sial!

Hokkaido...

Sieghart : Dia terlihat shock berat!

Zero : Hei kepala durian! Diam kau!

Sieghart : ~,~

Elesis : Kalau kau mau punya pacar, pergi ke bar!

Lire : Dasar gila!

Mari : Huhh!

Ley : Hei! Kami kembali!

Dio : Ngg... Kami sudah pacaran...

Ryan : Selamat yhaa!

Ley : Hihi... Dio hanya milikku seorang! Ya kan?

Dio : Tentunya Ley!

Ronan : Teman teman... Kita bersihkan Cafe yukk!

Lire : Tumben kau punya pemikiran seperti itu! Biasanya kau yang paling senang membuang sampah!

Elesis : Sudah, ayo kita bersihkan Cafe!

Sieghart : Mari, kita seduh teh untuk teman teman yuk!

Mari : Boleh!

Tokyo...

Amy : Pekerjaan banyak sekali!

Sutradara : Ngg.. Amy dan Jin, apakah kalian berminat untuk main film?

Jin : Aku sihh setuju saja tetapi kalau Amy aku tidak tahu.

Amy : Aku mau!

Jin : Tapi kami mau pemotretan dulu yhaa!

Amy : Aku sudah lelah nihh!

Jin : Mau es krim?

Amy : Akhh! Thanks Jin, kalau tidak ada es krim pasti aku tidak akan fresh!

Jin : Hehehehe...

Hokkaido...

Zero : Ukhh...

Ley : Hei! Mau sampai kapan kau down terus? Ayo bangkit!

Zero : Aku tidak bisa! Aku hanya cinta Mari seorang.


Ryan : Kenapa hanya Mari seorang? Kau tidak lihat Mari sudah punya Sieghart?

Zero : Pokoknya tidak bisa!

Sieghart : Sudahlah, relakan Mari untukku!

Zero : Tidak bisa!

Elesis : Tau ahh! Aku sudah pusing melihat kau begini terus!

Tiba tiba ada seorang perempuan datang ke Cafe dan pingsan...

? : *Pingsan

Arme : Siapa dia? *baru datang*

Lire : Datang tidak dijemput pulang tak diantar.

Sieghart : Kau kira jelangkung apa?

Lire : Aku suka yang berhubungan dengan arwah penasaran!

Mari : Ya sudah... Kapan kapan kita main jelangkung yukk!

Ronan : Dasar saraph! Aku tidak berani!

Ley : Kalian berisik saja! Ayo urusi anak ini...

? :*sadar* *mengeluarkan sketch book*

Ryan : Ada apa dengan buku itu?

? : "Aku bisu dan namaku Nina" *menulis di Sketch Book dan menunjukan ke Grand Chase*

Dio : Nina, kau punya keluarga?

Nina : "Tidak, sama sekali tidak"

Lass : Kalau begitu, kau bergabung dengan kami saja!

Nina : "Boleh?"

Ley : Tentu!

Nina : "Terima kasih!"

Elesis : Zero! Kau tidak mau bertemu dengan anak baru?

Zero : Mana?

Nina : "Zero siapa?"

Dio : Yang itu orangnya!

Nina : ( Cakep nya! )

Zero : Huhh!

Ronan : Kenapa kau tidak coba saja yang ini? *berbisik pada Zero*

Zero : Aku tetap suka pada Mari!

Mari : Percuma kau mengejarku, aku akan tetap memilih Sieghart!

Ley : Sudahlah... Coba saja Nina... Tampaknya dia juga menyukaimu. *berbisik pada Zero*

Zero : Baiklah kalau itu mau kalian...

Tokyo...

Amy : Ini sudah keterlaluan, Jin!

Jin : Inilah resikonya kalau ingin menjadi Super Star!

Suradara : Break 10 menit yaa!

Amy : Iyaa... Dasar sutradara ribed!

Jin : Kita ijin 4 hari break yukk! Kita sekalian ke Hokkaido!

Amy : Boleh...

Sutradara : Jadi kau mau break 4 hari?

Amy : Iya

Sutradara : Kita ambil gambar disana saja!

Jin : Artinya itu bukan break donk!

Sutradara : Biaya nanti biar studio yang tanggung, OK?

Jin : Huhh... Ya sudahlah! Apa kata mu!


Nina : "Zero, kau mau lihat magic?"

Zero : Ahh kau jangan berbohong! Aku tidak percaya pada magic!

Nina : "Lihat ini yaa!" *mengangkat tangan*

Zero : =.=

Nina : "Tunggu!"

Tiba tiba keluar bunga dari tangan Nina dan itu adalah bunga sakura. Bunga sakura adalah bunga kesukaan Zero dan kalau ia sedang sedih, biasanya ia melihat bunga itu.

Zero : Terima kasih Nina! *memeluk Nina*

Nina : *memerah

Zero : Terima kasih sudah menunjukan bunga yang paling aku sukai dan menunjukan aku magic!

Nina : "Sama sama"

Zero : Kau.. Sejak lahir sudah bisu?

Nina : "Sebenarnya.. Aku memang bisu, tetapi aku bisa berbicara kalau aku punya semangat untuk berbicara. Tetapi nyatanya aku tidak punya semangat untuk itu..."

Zero : Kenapa kau tidak punya semangat?

Nina : "Karena... Selama aku hidup, tidak ada yang mencintaiku! Maka dari itu aku tidak punya semangat dan lagi... Cowok tidak ada yang mau punya pacar bisu sepertiku...

Sejak saat itu Zero berpikir, mungkin kalau ia mencintai Nina ia bisa membuat Nina berbicara. Dan Zero mencoba untuk melupakan Mari di hatinya. Sementara itu yang lain...

Ley : Dio! Kalau Nina tinggal di sini, dia tinggal di mana?

Lire : Haiz~ Kalian berempat tinggal saja dirumah kami! Kebetulan masih ada tmpat kosong untuk kalian kok!

Dio : Thanks yaa guys! Tanpa kalian mungkin Cafe ini tidak akan bangkit!

Mari : Ngomong ngomong... Sebelum aku lupa ingatan, aku punya keluarga tidak?

Ley : Keluargamu juga meninggal waktu ada kerusuhan waktu itu...

Sieghart : Sabar yhaa, Honey!

Elesis : Ronan... Aku juga mau dipanggil honey!

Ronan : Kau ini manja sekali sih!

Arme : Lass! Kita intip Zero yukk!

Lass : Tidak baik Arme...

Lire : Ehh! Malam ini kita main jelangkung yukk!

Ryan : Kau yakin mau?

Lire : Jelas lahh! Ayo!

Mari : Aku sihh ikut ikut saja!

Elesis : Apa kalian tidak takut yhaa?

Sieghart : Wahh... Ternyata nyali mu kecil yhaa!

Ley : Ahh pokoknya kita semua harus main! Dan lagi, kita harus beri tahu Zero dan Nina!

OoOoOo

Lire : Khekhekhe... Aku sudah mendapatkan boneka jelangkung!

Ryan : Kau tau mantranya?

Lire : Tenang aku pernah diajarkan oleh seorang peramal!

Elesis : Aku tidak ikut yhaa! *ketakutan*

Mari : Kau harus ikut! Ini adalah uji nyali!

Dio : Aku tidak menyangka kalau si sok jagoan yang satu ini takut hantu!

Ley : Sudahlah jangan meledek Elesis terus. Nanti karma lhoo!

Nina : "Aku rasa ini adalah ide tergila yang pernah aku dapatkan!"

Lire : Aku telpon Amy dulu ahh! *menelpon Amy*

Amy : Halo? Lire aku sudah mau sampai ke rumah mu! Tunggu yhaa! *menutup telpon*

Lire : Aku rasa bencana akan datang!

Ronan : Memangnya ada apa? *mengambil lilin*

Lire : Amy... Amy dan Jin akan datang kemari, hari ini juga!

Lass : NOOOOOOOOOOO!

Beberapa menit kemudian...

Jin : Kami datang!

Ryan : Ungg... Kalian jangan kaget yaa!

Amy : Memangnya ada apa?

Mari : Kami mau main jelangkung lhoo!

Nina : "Dan semua yang ada di sini harus ikut!"

Amy : NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!

Saat malam hari...

Arme : Semua ayo berkumpul di halaman!

Elesis : *merinding*

Lire : OK! Semua duduk melingkar dan aku akan mengucapkan mantra!

Lass : Fiuhh... Perasaan aku kurang enak..

Lire : dul gonda gandul anak gundul bla.. bla.. bla.. *mengucapkan mantra*

Tiba tiba keluar setan itu ia adalah seorang anak perempuan yang memakai yukata dan membawa boneka beruang. Wajahnya sangat pucat dan rambutnya panjang sampai kaki.

Amy dan Elesis : ! ! *pingsan

Mari : Siapa namamu?

Hantu : Megumi...

Nina : "Berapa umurmu?"

Megumi : 5 tahun...

Lire : Kapan kau berulang tahun?

Magumi : 17 Agustus...

Ronan : Kau punya pacar? *mengancam dan mengeluarkan pisau*

Megumi : AAAAAAAAAAA! PISAUUUUU! *kabur sambil lari kecepirit*

Ley : Yhaa... Jelangkung gagal!

Amy : Apa? Gagal? BANZAI!

Jin : Amy senang sekali =,=


Lass : Tentu saja Amy senang!

Tiba tiba hantu yang tadi datang kembali membawa pasukan hantu yang banyak!

Elesis : HAAAAAAAAAANTUUUUUUUUUUU! *pingsan

Megumi : Khekhekhe kalau kalian mau aku tidak mengganggu kalian lagi, kalian harus memberikan aku boneka setiap tanggal 17 Agustus...

Nina : "Aku boleh memberikan boneka voodoo tidak?"

Megumi : Boneka apa saja boleh...

Lire : Pantas saja kau meminta boneka, lihat saja boneka mu! Sudah kumal dan menjijikan!

Ley : Selain itu boneka mu sudah robek!

Ryan : Ahh boneka nya juga cuma tinggal kepalanya saja!

Arme : Ahh sudahlah! Yang jelas kau tidak boleh mengganggu kita lagi!

Amy : Ukhh... Apa setan jelek itu sudah pergi?

Megumi : Belum! *melotot*

Amy : AAAAAAAAAAAAAAA! TOLONG AKU JIN! *memeluk Jin*

Magumi : ( Khekhekhe... Ternyata anak penakut yang satu ini suka pada cowok rambut merah itu! Lihat saja, kalau aku menampakan diri, aku akan dekati cowok itu! )

Zero : Nina, tidur yukk!

Nina : ...?

Dio : Sudahlah! Aku lapar nihh!

Ley : Kau mau hot dog?

Dio : Boleh...

Ronan : Elesis... Elesis? Sadarlah!

Elesis : Ngg? *mencium bibir Ronan*

Ronan : Ke-ke... KENAPA KAU MENCIUMKU?

Elesis : Karena aku mencintaimu ihihi...

Mari : Sudahlah, dia kalau sesudah pingsan memang agak gila...

Sieghart : Mari, kita hirup udara segar di balkon atas yukk!

Lass : Arme, kita ngobrol bentar yukk!

Arme : Boleh...

Ley : Dio! Hot Dog sudah jadi!

Dio : Trims, Ley!

Nina : "Zero... Aku tidak bisa tidur..."

Zero : Kalau begitu... Kita baca buku yukk!

Nina : "Boleh... Baca buku apa?"

Zero : Kita nonton saja dhee!

Nina : "Kita nonton Scream yukk!


Zero : Kau mau jelly?

Nina : "Tidak ahh! Aku takut gendut!"

Zero : Memangnya... Cita cita mu apa?

Nina : "Pesulap"

Zero : Kalau begitu untuk apa kau takut?

Nina : "Aku hanya takut saja"

Ley : Kalian berdua cocok sekali!

Zero : Masa sihh? Aku tidak yakin...

Dio : Kau saja yang tidak menyadarinya!

Lire : Kapan kapan kita maen Bloody Marie yuk!

Ryan : Kau sudah gila yaa? Kau bisa dibunuh jika main itu!

Amy : Aku sudah tidak mau main yang seperti itu lagi!

Jin : Sudah sudah... Sekarang ayo tidur!

Ronan : Elesis?

Elesis : Yaa?

Ronan : Apakah kau sadar, tadi kau mencium ku?

Elesis : Tidak... Memangnya aku menciummu yhaa?

Ronan : Ia...

Osaka...

Kaze'Aaze : Kita naik kapal saja yukk!

Kamiki : Ya sudah...

Saat dia di pelabuhan...

"Maaf Tiket Habis"

Kamiki : APA? HABIS JUGA?

Kaze'Aaze :Sudahlah kita memang tidak berjodoh mengejar mereka.


Saya stop di sini dulu. Ada sebuah special chapter yang di luar naskah cerita ini.

Silakan ke chapter 13 jika ingin langsung baca sambungannya ^^

Taken : Bagian 9-15