Drrtt..ddrttt..
"Ne, Tuan.."
"Bagaimana laporan mu selama 2 hari ini?"
"Mereka sudah bertemu tuan"
"Kau yakin bukan orang yang salah?"
"Yakin tuan, bahkan sangat yakin karena mereka sangat mirip"
"Baiklah kalau begitu, kau tunggu perintahku selanjutnya"
"Ne, baiklah tuan"
Tuutt..tuutt..tuutt..
Setelah menenutup teleponnya orang yang di panggil Tuan itu terlihat berfikir, yaa.. dia adalah Tuan Besar Cho.. Appa dari Kyuhyun dan Harabeoji baby twin…
'Benar-benar anak itu, meski sudah 7 tahun berlalu mereka masih saja di pertemukan.' 'Mereka tidak akan ku biarkan bersatu' 'Meski aku menyayangi Kyumin, tapi tidak dengan Namja yang ia sebut Eomma' 'Harus menyusun rencana untuk membuat mereka tidak pernah bersatu' batin namja berumur 61 tahun namun masih terlihat tampan karena garis ketegasan yang berkharisma..
"Sedang memikirkan apa, Yaebo? Sepertinya masalah penting?" seorang yeoja paruh baya yang meski terlihat garis-garis penuaan namun masih terlihat sangat cantik, ia masuk kedalam ruang kerja sang suami.
"Anak mu itu, dia telah menemukan Namja itu, dan aku yakin dia akan segera meminta hal yang tak mungkin aku kabulkan." Jawab tuan besar Cho sambil meneguk teh yang dibawakan sang istri tercinta
"Benarkah, kau masih terus mengintai mereka? Apa kau tidak bosan, Yaebo? Biarkanlah mereka Yaebo, mereka sudah dewasa" sang istri mengelus punggung suaminya
"Kau tau kan alasan ku, dan saat ini tak akan aku biarkan itu terjadi." Jawabnya tegas
"Ne, Arraseo yaebo.. aku hanya tidak tega pada Kyumin, dia sejak dulu tak kita perbolehkan menyebut Eomma atau apapun, meski dia selalu bersikap dewasa, tapi dia masih sangat kecil." Ny. Cho di ketahui sangat menyayangi cucunya sampai segala sesuatu keperluan sang cucu dia yang mengurusi.
"Aku juga sangat menyayangi cucuku, apa kau meragukanku? Justru itu aku mendidik cucuku agar menjadi dewasa di usianya yang masih sangat kecil, supaya dia mengerti keadaanku" sekarang tuan besar itu telah memeluk istrinya yang telah menemani hidupnya selama lebih dari separuh hidupnya..
"Aku tau kau sangat menyayangi cucumu yaebo, sangat tau, sampai kau melakukan ini semua"
'Aku harap hatimu akan melembut yaebo dan semua akan indah pada waktunya, saranghae yaebo' batin Ny Cho
Seoul Tengah Malam
Terlihat Kyu sedang menggendong Kyumin memasuki Cho House karena baru saja tida dari liburannya ke pulau Jeju, Kyuhyun langsung masuk kekamar Kyumin dan menidurkannya di ranjang Quin Sizenya yang berwarna biru..
"Appa akan memperjuangkan semua ini demi kalian Chagi, demi kebahagiaan keluarga kecil kita." Bisik Kyuhyun pada anaknya sambil mengecup kening Kyumin dan menyelimutinya sabatas dada.
Setelah itu Kyuhyun beranjak dari kamar Kyumin menuju kamarnya sendiri. Pada saat melewati perpustakaan pribadi Appanya ia melihat sang Appa duduk sambil memegang keningnya sepertinya sedang memikirkan sesuatu..
'Apa aku dekati saja ya.. ahh.. besok saja, supaya pikiran lebih jernih dan tenang' batin kyuhyun
Kyuhyun melanjutkan berjalan menuju kamarnya, setelah sampai kamar Kyuhyun mengambil Handphone dari saku celananya dan mencoba menghubungi seseorang
"Yeobseyeo .." kata orang di sebrang.
"Chagi.. apa aku mengganggu?" Tanya Kyuhyun, yah yang di sebrang sana Sungmin
"Tidak ko, apa kau sudah sampai Kyu? Bagaimana keadaan Kyumin?" Sungmin terdengar merindu
"Ne, aku sudah sampai Chagi, Min baik-baik saja,, dia tertidur semenjak turun dari pesawat" terang Kyuhyun
"Aku merindukannya.." kata Sungmin lagi
"Kita masih harus bersabar chagi, aku akan berjuang" "Minnie..?" Kyuhyun menggantungkan katanya
"Weo Kyu?"
"Saranghae, kumohon kau masih bersabar menungguku dan Min, kumohon kau tetap menjaga cinta kita, aku yakin Appa dan Eomma akan mengerti keadaan kita." Kyu meluapkan perasaannya
"Selalu Kyu, nado saranghae Kyu"
"Aku merindukanmu chagiya.."
"Aku juga sangat merindukanmu, Kyu "
Hening sesaat..
"Yasudah Kyu, sudah sangat malam, istirahatlah" Sungmin memecah kesunyian
"Ne, baiklah Chagi.. kau juga istirahat, titip cium untuk Hyunie.. saranghae.."
"saranghae"
Plip.. teleponpun di tutup..
Tuan besar Cho Side
'Sungguh kau anak keras kepala kyu, akan aku lakukan segala macam cara memusnahkan pengamcam nama baik kelurga Cho.. tidak akan kubiarkan segala yang kubangun dari Nol hancur hanya karena nama baik keluarga ini tercoreng dengan keadaan ini' batin tuan Cho sesaat setelah ia menutup kamar Kyuhyun yang tidak sadar bahwa Tuan Cho mendengar pembicaraan anaknya di telepon yang ia yakini siapa yang berada di sebrang..
Pagi hari Cho House
Hari ini Kyuhyun sudah bertekad akan mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia akan menikahi Sungmin..
"Paaaggiiiiiii….. Harabeoji,, Haelmoni.. Bogoshipoyoo!" namja kecil ini berlari setelah melihat kake dan neneknya di ruang makan..
"Aahhh,, cucu Beoji sudah pulang? Bagaimana liburannya?" Kyumin naik ke pangkuan kakeknya
"Menyenangkan,,, aku dan Sungie bermain pasir pantai"
"Sepertinya menyenangkan, apa nanti Monni di ajak chagi kalau mau kesana lagi?" sang nenek mengelus kepala cucu tercintanya
"Tentu monni,, nanti kita kerumah~"
"Chagi kau lupa bangunkan, Appa?" Kyu memotong pembicaraan Kyumin,, "Kajja, kita berangkat.. Appa sudah terlambat" lanjut Kyuhyun
"Baiklah,, beoji, monni , Min berangkat sekolah dulu, Ne" kyumin mencium pipi kakek dan nenenya
"Kami berangkat dulu.." Kyu pamit
Setelah Kyuhyun dan Kyumin berangkat tuan besar Cho dan Ny Cho melanjutkan sarapannya
"Ternyata mereka sudah bertem, yaebo,, aku yakin tadi Kyumin ingin mengatakan rumah Eommanya" kata Ny cho
"Memang,, dan tak akan kubiarkan mereka bertemu lagi.." tuan besar Cho tegas
"Yaebo.." Ny Cho menatap suaminya sambil memelas
"Kau mengerti aku kan,, sekali aku bilang tidak ya tidak.. untuk apa perjuangan ku selama ini jika akan hancur juga" tuan besar Cho balas menatap mana istrinya namun dengan tatapan diktaktor
Ny Cho hanya menunduk dan mengangguk mengiyakan perkataan suaminya, padahal ia ingin sekali bertemu dengan cucu satunya lagi.. ingin meyujudkan mimpinya melihat keluarganya lengkap dan bahagia, melihat Kyumin riang, bukan berarti Kyumin tidak bahagia selama ini hanya saja kebahagiaannya akan lengkap jika Kyumin bisa berkumpul dengan Eommanya dan adiknya. Sungguh hanya mimpi kah? Tapi jika melihat kekerasan hati suaminya makan jawabannya Iya. 'semoga tuhan melunakan hatimu yaebo' batin Ny Cho
Di sekolah Kyumin SM Prmary school
"Oppa… Min Oppa.. tunggu" suara cempreng mirip Wookie ajhumma, aahh itu pasti Sungie
"Sungie-ah.. kenapa berteriak-teriak.. oppa tidak tuna rungu" jawab Kyumin saat tubuh mungil Ryeosung telah di sampingnya
"Sungie tidak berteriak ko,, biasa saja!" kata Sungie dengan tampang polos
"Iya deh, ehh iya sSungie, oppa mau bilang banyak makasih, jeongmal Gamsahae.. karena berkat liburan ke pulau Jeju oppa bisa ketemu sama Eomma dan Saeng Oppa.." kata Kyumin dengan penuh rasa terimakasih
"Oppa sudah mengatakannya dari kemarin saat perjalanan pulang,, bosann" kata Sungie cuek
"Oppa sungguh bahagia Sungie, ternyata oppa tidak sendirian dan mempunyai saeng yang cantik." Kyumin bersemangat
Sungie langsung cemberut.
"Jadi lebih cantik saeng oppa itu dari pada Sungie,, oppa melupakan Sungie pasti nanti.." Sungie menundukan kepalanya
"Ehh,, tentu tidak Sungie,, tentu oppa akan selalu ingat Sungie, kan Sungie sudah menemani oppa selama oppa tidak punya siapa-siapa untuk bermain.." Kyumin pintar merayu..
"Oppa janji yaa jangan lupain Sungie dan selalu bersama Sungie.." kata Sungie berkaca-kaca
"Janji.." mereka saling mengaitkan jari kelingking
Mereka pun berjalan bersama memasuki halaman sekolah, Kyumin kelas 2 Primary School dan Sungie kelas 1.. Kyumin mengantarkan dulu Sungie ke kelasnya baru lah Kyumin memasuki kelasnya
Cho Corp Building
"Selamat pagi tuan Cho," sapa sekretaris Kyuhyun yang genitnya selangit
"Pagi" jawab Kyuhyun singkat
Kyuhyun masuk kedalam ruangannya dan mulai memeriksa berkas-berkas yang ada di mejanya..
Tok..tok..tok..
"Masuk!"
"Maaf tuan, saya hanya memberitahukan agenda anda hari ini,, " kata sekretaris
"Baiklah, apa saja agendaku hari ini?"
"Hari ini ada presentasi didepan direktur Max Corp untuk memenangkan thander pembangunan hotel baru Max Corp, dan rapat dengan management pemasaran, kemudian undangan peresmian Shapire Blue Luxury Hotel. Sekian tuan. "
"Ahh benar juga hari ini presentasi thander hotel Max Corp, baiklah terima kasih Sunny-shi, kau boleh kembali ke tempatmu " Kyuhyun langsung mengambil berkas-berkas presentasinya kemudian bersiap ke Max Corp. 'kali ini haru berhasil unggul dari nya' batin Kyuhyun..
Skip time..
Presentasi dengan perusahaan Max sudah selesai,, nampaknya mereka tertarik bekerja sama dengan perusahaan Cho, namun masih belum cukup lega karena masih ada saingan terberat perusahaan yang dipimpin Kyuhyun ini, yaitu perusahaan Choi,, pesaing terberat sejak dahulu,. Pengumuman pemenang thander baru 1 minggu lagi di umumkan.. sungguh Kyuhyun ingin sekali memenangkan thander ini, ini adalah salah satu bentuk perjuangannya, Kyuhyun tahu Choi Corp adalah pesaing berat yang membuat Appanya sangat terobsesi untuk memenangkan segala thander yang bersaing dengan Choi Corp, jika kali ini menang maka akan kyuhyun jadikan moment untuk merayu Appanya untuk merestuinya..
Malam harinya Kyuhyun menghadiri peresmian Shapire Blue Luxury Hotel, hotel yang melakukan kerja sama dengan perusahaannya. Ahh belum di beri tahu ya perusahaan apa Cho Corp itu, Cho Corp itu adalah perusahaan Interior Hotel yang ternama ke 2 setelah Choi Corp, namun tak sedikit perusahaan-perusahaan lebih memilih produk Cho Corp karena memiliki ciri khas yang menarik para perusahaan perhotelan.. sekian..
Saat peresmian Kyuhyun mendampingi tuan besar Cho menemui pemilik hotel ini dan berbincang-bincang mengenai pembuatan cabang baru lagi di Venesia Italia.
"Nah Kyuhyun-shi, saya harap kau meluangkan waktumu untuk melihat dan mengawasi pembangunan cabang hotel ini di Venesia, siapa tau Kyuhyun-shi bisa lebih memahami keadaan dan memberikan sentuhan lebih eksekutif di hotel itu sesuai suasana di sana.." kata Tuan Pemilik Hotel Shapire Blue
"Aahh… saya sungguh tersanjung tuan mempercayakan kami" jawab Kyuhyun sopan
"Tentu saja nanti Kyuhyun akan kesana Sooman-shi.. secepatnya dia akan ke Venesia." Kata Tuan besar Cho meyakinkan pemilik hotel Tuan Sooman
"Hahaha… itu yang kami harapkan tuan Cho. Kami tinggu hasil mu ya Kyuhyun-shi" kata tuan Sooman
"Aa-aahh Ne, baiklah tuan." Kyuhyun membungkuk setelahnya melirik ke arah sang ayah dengan tatapan mohon penjelasan.
"Baiklah, saya pamit dulu tuan Cho, saya mau menjamu tamu yang lain.. mari" tuan Sooman pamit.
"Apa maksud appa mengirimku ke Venesia? Appa tau kan aku tak bisa meninggalkan Kyumin," kata Kyuhyun pada sang appa
"Menurutmu apa alasan appa melakukan ini hah?" tuan besar Cho sedikit membentak "Selesaikan ini di rumah, ada yang appa ingin bicarakan dengan mu." Lanjutnya sambil berjalan menuju mobilnya
"Ne appa, Kyu juga ingin membicarakan sesuatu" balasnya
Di Cho House tepatnya di perpustakaan
"Sebenarnya kenapa appa mengirimku ke Venesia? Appa tau kan Min tidak bisa aku tinggal jauh" kata Kyuhyun saat mereka telah duduk di sofa baca dan saling berhadapan
"Kau kira appa tidak tau, appa tau apa yang mau kau bicarakan dengan appa, kau sudah menemuainya kan." Tuan besar Cho senyum meremehkan saat menyebut kata 'Nya'
"Appa menguntit ku selama liburan kemarin, hah? ckhh" Kyuhyun langsung menebak
"Sampai kapanpun appa tidak akan mengijinkanmu menikah dengan namja itu, mau di taruh dimana nama keluarga besar kita?" nada suara tuan Cho meninggi
"Apa salahnya appa menikah itu didasarkan dengan cinta, tak memperhatikan namja atau yeoja, bukan kah appa tidak keberatan saat Wookie dan Yesung hyung menikah? Mereka juga sama-sama namja" kyuhyun memohon penjelasan, karena wookie adalah masih appa anggap dekat karena persahabatan keluarga kami, keluarga Cho dan keluarga Kim
"Itu berbeda, sangat berbeda Cho Kyuhyun, appa masih tetap pada pendirian appa, dan appapun yang mengancam keluarga Cho, appa tak akan sungkan menghabisinya. TITIK"
"Appa mengertilah, Kyumin sudah mengetahui dia masih mempunyai Eomma bahkan kembarannya, appa harus memikirkan cucu appa juga"
"Justru ini adalah bentuk pengertian appa pada cucu appa. Sudah, appa tidak mau membicarakan ini lagi, dengar Cho Kyuhyun, perjuangan appa membangun semua ini bukan dengan mudah, appa memalui segala hambatan dan ancaman, mengerti!" tuan besar Cho langsung pergi
'Sebenarnya apa yang membuat appa sampai sebengini tidak sukanya pada Sungmin' batin Kyuhyun
Kyuhyun melangkahkan kakinya kekamar Kyumin
"Min, sudah tidur Chagi?" Tanyanya didepan pintu
"Belum appa.. masuk saja" Kyumin menyahut, dia sedang memainkan PSPnya
"Kau merindukan Minhyun?" Tanya Kyuhyun
"Sangat appa, boleh Min telpon Hyunie dan Eomma?" Tanya Kyumin
"Tentu chagi, tapi Min harus janji dulu Ne, jangan bicarakan tentang Hyunie dan Eomma saat sedang ada Harabeoji dan Haelmoni" jelas Kyuhyun
"Kenapa appa? Tapi tadi monni bicara pada Min tentang Hyunie.." jawab Kyumin polos
"Benarkah? Apa saja yang dibicarakan?" Kyuhyun sedikit kaget, sebenarnya dia sudah tau akan seperti ini
"Monni bilang monni mau bermain bersama Min dan Hyunie juga." Kyumin antusias
"Yasudah lah, jadi mau menelepon tidak?" kata Kyuhyun sambil mengeluarkan handphonenya menekan beberapa digit angka.
Sungmin House
"Eomma… Hyunie kangen Appa dan Oppa, kapan mereka kembali?" Minhyun sedang memeluk eommanya sambil berbaring di kasur mungilnya
"Eomma juga kangen oppa dan Appa ko, apa Hyunie mau menelepon mereka?" Tanya sungmin sambil mengelus rambut coklat panjang Minhyun
"Mauu..!" Minhyun berseru..
Baru Sungmin mengambil handphone nya dari nakas tiba-tiba handphonenya bunyi..
"Yeob.~ "
"EOMMAAAAAAAAAAA….. Bogoshipoyoooo!" suara di sebrang
"Oppaaaa….!" Minhyun langsung berteriak setelah mendengar suara Oppanya di sebrang
"Hyuniee,, Bogoshipo… Hyunie sedang apa?" Tanya Kyumin
"Hyuni sedang tiduran bersama Eomma,, nado oppa, Hyuni kangen oppa dan appa, Oppa sedang apa? Appa mana?" minhyun terlihat antusias
"Oppa sedang bermain PSP, appa ada ko, Eomma mana?"
"Sayaang,, ini Eomma.. Min baik-baik saja?" kata Sungmin
"Ne, Eomma.. Min baik-baik aja ko,"
"Aahh baiklahh,, jangan nakal ya, Eomma sayang Min"
"Appa, Appa mana?" sekarang Minhyun merebut handphone dari Sungmin
"Ne, Chagiyaa… Bogoshipo… Appa disini" suara bass Kyuhyun terdengar di speaker handphone
"Appa kapan pulang, Appa pulang lagi kan kesini? Hyunie kangen appa!" seungguh pertanyaan Minhyun sangat mengena di hati Kyuhyun.
"Pasti Chagi, ni Oppa mu mau bicara lagi." Kyuhyun menyerahkan handphonenya ke Kyumin
"Oppa, tadi Hyunie di sekolah di ajari sulap, oppa bisa sulap tidak?" kata Minhyun
"benarkan? Minhyun bisa sulap? Nanti ajari oppa yaa…" Kyumin antusian mendengarkan cerita Minhyun. Merekapun saling bertukar cerita kejadian sekolahnya hari ini, kadang mereka tertawa dan kadang Minhyun cemberut karena di goda oleh Kyumin.
"jaljayo oppa.." Minhyun sambil menguap
"jaljayo Hyunie.." Kyumin memberikan handphonenya pada Kyuhyun
"Minnie?" suara Kyuhyun sekarang terdengar
"Ne, Kyu.. Kyumin sudah tidur?"
"Sudah Chagi.. Hyunie juga?"
"Ne, dia sangat senang bisa ngobrol dengan Min dan kau. Bahagia melihatnya"
"Minnie, kau masih sabar kan..?" Tanya Kyuhyun
"Selalu Kyu.. Saranghae"
"Nado saranghae Chagi.."
Mereka memutuskan teleponya setelah saling mengucapkan selamat tidur dan kyuhyun sedikit menyayikan lagu untuk sungmin, lagu pengantar tidur.
'semoga appa tidak melakukan apa-apa dengan mu Chagiya… akan aku lakukan apapun untuk melindungimu, aku yakin appa akan mengerti keadaan kita, kita hanya perlu menunggu waktunya.. bersabarlah Minnie Chagi, Hyunie, Min.. appa sayang kalian' batin Kyuhyun, kemudian Kyuhyun mengecup kening Kyumin dan keluar kamar anaknya itu dan berlalu ke kamarnya.
Cho Corp Building
"Maaf Tuan, Tuan Besar memanggil anda keruangannya" sekretaris Kyuhyun memberitahu
"Baiklah, tolong selesaikan berkas ini Sunny-shi, saya akan lama!" Kyuhyun memberikan berkas-berkas kepada Sunny dan pergi ke ruangan tuan Besar Cho
Di ruangan tuan besar Cho
"Tuan, Tuan Cho Kyuhyun sudah datang.."
"Suruh dia masuk Park-shi" suara tegas tuan besar Cho
"Ada apa, Appa memanggilku, apakah ada hal penting?" Tanya Kyuhyun
"Besok kau berangkat ke Venesia, appa harap kau tidak menolaknya.!" Tuan besar Cho tegas sambil memperlihatkan selembar foto dalam genggamannya.
"Kau tau kan apa yang bisa appa perbuat, sebaiknya kau menuruti apa kataku."
"Jgn pernah appa menyakiti mereka, appa boleh lakukan apapun kepada ku tapi jangan dengan mereka." Kata Kyuhyun setelah melihat foto yang digenggam appanya adalah foto Sungmin dan Minhyun didepan rumah mereka sedang memetik bunga..
"Aku akan pergi ke Venesia sesuai keinginan appa, tapi jgn sampai appa menyakiti mereka, aku takkan segan untuk merusak semua jika sedikit saja appa menyakiti mereka"
"Anak baik, kau tak perlu meragukanku Kyu, mereka aman selama kau menuruti Appa." Senyum penuh kemenangan tergurat jelas di wajah Tuan Besar Cho
"Aku permisi menjemput Kyumin, dan meminta izin untuk besok."
"Sampaikan salamku pada cucuku"
SM Primary School
Bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit lalu, anak-anak umuran 7-12 tahun sudah berlarian menuju halaman sekolah untuk segera pulang kerumahnya.
"Appa… appa menjemput Min?" suara riang Kyumin terdengar saat ia melihat namja tinggi dengan mobil Audi A5 Couple warna hitam terparkir didepan halaman sekolahnya..
"Ne, Chagi.. appa ingin mengajakmu jalan-jalan!" kata Kyuhyun yang saat ini telah menunduk menyamakan posisinya dengan Kyumin.
"Benarkah? Appa tidak bekerja?" Tanya Kyumin
"Sudah selesai, jadi appa mau berbain seharian bersamamu, Kajja.."
"Kita mau kemana appa?"
"Min mau kemana?"
"Beli kaset game baru dan eskrim juga!" Kyumin riang
"Aahh.. kita ke game store kemudian ke cafe wookie ajhumma, ne.. bagaimana?"
"Okey.. kajja appa..!" merekapun berangkat menuju game store
Setelah sampai di sebuah game store yang terletak di sebuah Mall terbesar di Seoul mereka mulai memilih kaset game terbaru dan mencoba beberapa game baru yang disediakan disana. #anak sama bapa sama ajah#Abaikan
"Apa sudah semua yang mau kau beli Min? tidak ada yang tertinggal?" Kyuhyun terlihat menenteng tidak kurang dari 5 kantong belanjaan.
"Sudah semua appa, waahh appa benar-benar membelikan semuanya.. Gumawo Appa!" senyum riang Kyumin terlukis jelas. Saat mereka melawati toko boneka yang serba pink Kyumin menghentikan langkahnya.
"Ada apa Min? ada yang ingin kau beli disana?" kata Kyuhyun
"Kita beli boneka yuk appa.. buat Hyunie, Min belum member Kado saat ualngtahunnya" kata Kyumin sambil menarik appanya
"Baiklah, kita beli apa?"
"Itu.." Kyumin menunjuk boneka bunny warna pink yang besarnya melebihi tingginya sendiri
"Bagus, Hyunie pasti suka.. ayoo bawa.."
Setelah membeli boneka mereka langsung pergi lagi ke café Wookie yang berada di tikungan jalan dekat Mall tersebut.
"Selamat datang.." sapa sang pelayan
"Waahhh Min datang berkunjung ternyata! Kyu juga?" Wookie berjalan mendekati tamunya dan mengajaknya ke meja pojok dengan interior yang menyenangkan, romantic dan kesan Clasik.
"Ne, ajhumma.. appa tadi ajak Min jalan-jalan dan beli kaset game.. Sungie mana ajhumma?" cerocos Kyumin
"Oouuhh… Sungie ada di ruang kantor, Min Chagi mau pesan apa?"
"Min mau eskrim coklat dan cake stowberry ya Ajhumma, appa mau apa?"
"aku pesan coffelate dan spaghetti simple buatanmu, Wookie .. sudah lama aku tidak memakannya" kata Kyuhyun
"Sebentar ya, kalian tunggu disini, ohh iya Min, ajhumma panggilkan Sungie yaa.." Wookie tersenyum dan menuju kantor sebelumnya ke meja kasir untuk memberikan pesan.
Setealah selesai makan dan sedikit berbincang dengan Wookie, Kyuhyun dan Kyumin pulang kerumah.
Kyuhyun sedang di kamar Kyumin saat ini, ia hendak berbicara mengenai kepergiannya ke Venesia besok.
"Min, besok appa akan keluar negeri , tidak akan lama ko, hanya 2-3 hari saja, Min bisa bersikap dewasa kan? Appa percaya pada Min." kata Kyuhyun
"Mwo? Appa tau kan Min tidak bisa, appa.." rengek Kyumin
"Appa yakin Min bisa, minta temani Shin ajhumma atau Monni pergi jika Min ingin kemana-mana"
"Mungkin tidak kalau Eomma yang menjaga Min disini?" pertanyaan polos itu keluar dari mulut Kyumin. Tentu saja jawabannya tidak mungkin. Sudah pasti Tuan besar Cho melarang bahkan mengharamkan Sungmin masih kedalam rumahnya, dan lebih tidak mungkin lagi kalu membawa Kyumin ke Jeju, kerumah Sungmin, itu sama saja menggiring singa ke kandang kelinci.
"Masih ada monni dan Shin Ajhumma juga kau bisa meminta Wookie ajhumma manemanimu, tadi appa sudah bilang dengan Wookie ajhumma kalau appa mau keluar negeri. Kyumin pasti bisa!" Kyuhyun membelai pipi anaknya.
"Aahh.. Ne, baiklah, Min akan berusaha supaya tidak merepotkan. Min mau telepon Eomma dan Hyunie boleh?" Kyumin sepertinya menjadi kebiasaan menelepon Eommanya saat malam begini.
Kyuhyun menyambungkan teleponnya ke Sungmin, mereka pun –Kyumin, Sungmin dan Minhyun- ngabrol seperti malam sebelumnya..
"Aku akan ke Venesia 2-3 hari ini Minnie, kumohon jaga baik-baik Minhyun yaa, aku hanya khawatir dengan mu dan Hyunie, dan tetaplah bersabar ya Minnie chagi!" kata Kyuhyun sebelum menutup teleponnya dengan Sungmin setelah kedua malaikatnya tertidur.
"Ne, baiklah.. saranghae.." jawaban Sungmin
"Saranghae.." Kyuhyun pun menutup teleponnya.
Pagi harinya Kyuhyun bersiap berangkat ke bandara, setelah mengantarkan Kyumin ke sekolah.
"Shin ajhumma, tolong jaga Min ya.. jangan sampai Tuan besar melakukan hal macam-macam padanya, dan jangan lupa kabari aku jika ada sesuatu yang mencurigakan di rumah"
"Baik tuan.."
Kyuhyun pun berangkat ke Venesia dengan segala kekhawatiran menegai 3 malaikatnya.
'sebenarnya apa rencanamu Appa'
"Tuan Besar, Tuan muda Cho Kyuhyun sudah berangkat, apa rencana selanjutnya dilaksanakan sekarang?" Tanya seseorang di telpon
"Lakukan sekarang, jangan sampai gagal."
Tuan besar Cho side
'Semua yang kulakukan adalah benar, semua ini demi kelangsungan perusahaan dan keluarga, ahh semua ini adalah yang terbaik, sampai aku berada di posisi teratas, tidak akan aku lakukan hal-hal yang dapat menghancurkan segala perjuanganku selama ini, kerja kerasku tidak akan ku biarkan runtuh' batinnya
"Lakukan semua ini dengan baik, jangan menimbulkan kecurigaan" ucapnya di telepon setelah itu menutup teleponya
Sungmin House
Minhyun terlihat sedang bermain ayunan di bawah pohon besar di halaman rumahnya. Dia menunggu Eommanya pulang mengantarkan kue pesanan seperti biasa..
"Hyunie merindukan Appa.. appa kapan pulang?" Minhyun menggumam sendiri sambil menatap langit.
"Nona Minhyun?" Tanya seseorang dengan pakaian ala pengawal dengan jas hitam, kemeha putih, celana hitam dan dasi hitam, sepatu hitam #maninblack
"Ne, Ajhushi siapa?" Tanya minhyun polos..
"Ajhushi teman Tuan Cho, Appa nona,, Appa nona mau menjemput nona untuk ke Seoul sekarang, Eomma nona sudah di bandara sekarang" jelas ajhushi itu
"Benarkah? Ko Hyunie di tinggal!" Minhyun cenberut
"Mari nona, saya antar ke bandara.."
"Hyunie siap-siap dulu Ajhushi!"
"Tidak perlu nona, semuanya sudah di siapkan Appa nona di Seoul,"
"Ahh.. baiklah.. Kajja,, Hyunie sudah rindu Appa dan Oppa..!" Minhyun pun pergi ikut dengan Ajhushi itu.
Sebelumnya Ajhushi itu atau orang suruhan Tuan Besar Cho itu telah menyelipkan surat di pintu rumah Sungmin..
"Hyunie,, Eomma pulang… kau dmn sayaang?" Sungmin datang sekitar 15 menit setelah Minhyun pergi
"Hyunie…? Ehh.. apa ini?" Sungmin menemukan sepucuk surat di selah pintu
|salahkan kau masih bermain dengan ku setelah 7 tahun berlalu, aku akan kembalikan anakmu jika kau tidak lagi berusaha mendekatkan diri dengan keluarga Cho|
"Hyunie…. Hiks.."
Bersambuung…
Aishh… Ottoke?
Aduuhh mian nii reader.. Authornya lg butek.. #airkalibutek
Semoga Chap ini ga bikin pusing.. cz Author mau nampilin Tuan besar Chonya.. nanti di Chap depan Author kasih tau alasan kenapa Tuan besar Cho ga mau Kyu sama Minnie menikah..
Dukung Author terus yaa… kemampuan menulis author juga masih abal jadi masih melenceng sana sini.. mohon di maafkan..
Saranghae… ^^
Buat semua reader gumawo.. n mian ga bisa bales riviewnya sekarang.. hihiii.. #dilemparin sepatu Hyukjae
Review lagi yuk.. hong..hong..hong… ^^
