Pairing : Kyuhyun & Sungmin and other cast
Super Junior milik Tuhan Yang Maha Esa
Kyu milik Ming _ Ming milik Kyu
Kyumin milik Kyumin Shipper ^^
Rated : T
Chapter : 9 / end
Warning : BL, MPreg, banyak Typo(s), dsb.
Yang paling penting Don't bashing okey
mohon saran n kritik membangunya..
ket:
Cho Kyuhyun - Kyu
Lee Sungmin - Minnie
Cho Kyumin - Min
Lee Minhyun - Hyunie
akhirnya Reader.. Update..
setelah mengalamin banyak cobaan dalam kehidupan nyata akhirnya ff ini ku jamah lagi..
hahahaha
mian lama bgt.. ini karena faktor mood author sedang konslet gara" gagal wawancara akhir.. hufhhh
tapi author tetap mencintai reader semua yang sudah rela menunggu ending cerita ini..
naahh ni author sajikan.. jeongmal kamshahae.. ^_^
saranghae...
happy reading ^^
_yanglalu_
Terlihat sebuah garis lengkung di bibir tuan besar Cho yang mengartikan kebahagiaan.
'pengorbananmu akan terbalaskan Nak, aku berjanji akan kebahagiaanmu yang tertunda,' batinnya.
Chapter 9/end
Cho House
Dikamar yang serba biru muda di ranjang yang berada di sudut ruangan terbaring tubuh mungil seorang gadis yang sedang di periksa oleh dokter pribadi keluarga Cho.
"Ajhushi.. Hyunie baik-baik saja kan!" Kyumin yang semenjak tadi berada di samping Minhyun memegangi tangannya sambil melihat Dokter Zhou yang sedang memeriksa keadaan Minhyun.
"Hyunnie tidak apa-apa Min, hanya anemianya sedikit kambuh karena tidak mau makan, jadi nanti Min harus suruh Hyunie makan, Ne! biar dia tidak sakit lagi!" dokter Zhou yang merupakan ayah dari Zhoury memandang saying pada si Kembar
"Terimakasih Ajhushi.. Min pasti jaga Hyunie baik-baik." Kyumin bersemangat dan langsung mengalihkan pandangannya kepada Minhyun yang tertidur, ia mengelus kepala Minhyun sayang dan mencium keningnya. "Hyunie tenang saja, oppa jaga Hyunie di sini." Lanjut Kyumin
"Terimakasih Zhoumi" suara anggun Ny Cho sedikit lemah karena melihat kondisi cucunya
"Tenang saja Ajhumma, Minhyun baik-baik saja, besok juga akan membaik, saya sudah memberinya vitamin penambah darah." Terang Zhoumi menenangkan Ny Cho yang khawatir "Saya permisi dulu ajhumma!" Zhoumi pamit
"Ahh, Ne. mari saya antar.. Min jaga Hyunie sebentar, Ne. Monni antar dokter Zhou kedepan" kata Ny Cho
"Ne monni.. tenang saja. Hyunie aman bersama Min." jawab Kyumin lantang
Ny Cho dan Dokter Zhoumi pun keluar kamar Kyumin dan langsung menuju ke halaman rumah mengantar Dokter Zhou ke depan rumah, saat didepan rumah terlihat mobil Tuan Besar Cho memasuki gerbang rumah.
"Ahh, selamat malam Ajhushi.." sapa Zhoumi setelah Tuan Besar Cho keluar dari mobilnya
"Malam Zhoumi, ada apa kesini? Apa Kyumin sakit?" Tanya Tuan Besar Cho sambil melirik kearah Ny Cho yang menampilkan raut wajah geram, kesal dan sedikit ada amarah di kilatan matanya.
"Minhyunie yang sakit!" Ny Cho ketus
"Saya permisi dulu Ajhushi, Ajhumma.." Zhoumi pum langsung memasuki mobilnya setelah berpamitan
"Kau sungguh kejam Tuan Besar Cho, tega sekali menyekap cucumu sendiri, kenapa tidak kau bawa dia kerumah ini saja, dia syhok dan ketakutan, tidak mau makan, sampai anemianya kambuh. Aku kesal pada kelakuanmu seperti ini, haaahh!" Ny Cho mengeluarkan unek-unek dan kesedihan sekaligus kekhwatirannya.
"Maafkan aku yeobo, aku sungguh tidak bermaksud menyakiti anak itu, aku tau dia juga cucuku, maafkan aku, ne." Tuan Besar Cho merengkuh pinggang istrinya masuk kedalam kamar mereka.
"Minta maaflah pada mereka dan orang tua mereka. Termasuk 'IBU' mereka!" Ny Cho melepaskan rengkuhan suaminya dan langsung berjalan menuju kamar Kyumin
'Aku akan melakukannya dengan caraku yeobo.' Batin tuan besar Cho
Venesia
Kyuhyun POV
'Hari ini aku akan pulang, aku akan berusaha berusaha meyakinkan appa kalau semua yang appa khawatirkan tidak akan terjadi pada keluarga kami – Cho family- dan semua akan mengerti dengan keadaan hubungan aku dan Minnie.'
Aku sedang merapikan bajuku yang ku pakai hampir satu minggu di Venesia, dan Shin Ajhumma menghubungiku kalau Minhyunie anakku telah tinggal bersama Kyumin di rumah. Aku yakin jika appa dan umma akan menerimanya dan menjaganya.
Setelah semua barangnya telah di rapihkan aku cek out dari hotel yang kutinggali dan segera ke bandara.
Kyuhyun POV End
Jeju Island
Sungmin POV
Kemarin Kyu bilang kalau Minhyun sudah tinggal dirumah keluarga Cho bersama Kyumin, semoga ini awal kebahagian kami tuhan, semoga ini adalah jawaban dari semua doa kami serta merupakan balasan dari segala perjuangan kami..
Sungmin POV End
Tok..tok..tok..
Sungmin yang sedang berada di dalam kamar Minhyun segera menghampiri sumber suara.
"Nugu?" sungmin membukakan pintu
"Kyunnie?"
"Bogoshipo Chagi-ya.." Kyuhyun langsung memeluk Sungmin yang masih mematung..
"Kau sudah pulang dari Venesia?" tanya sungmin
"Tentu Chagi, kalau aku masih ada di Venesia kenapa aku ada di hadapanmu dan memelukmu Minnie Chagi?"
"Kau langsung kemari?" Sungmin menegadahkan mukanya menatap Kyuhyun yang masih memeluknya
"Iya, karena aku sangat merindukanmu.." Kyuhyun mendekatkan mukanya ke muka Sungmin, hanya satu targetnya- bibir mungil yang berlukiskan huruf M yang selalu menggoda-
15 cm
10cm
5cm
Kyuhyun mulai memejamkan matanya
Daaannnnn…..
"Yaak..‼ Cho Kyuhyun.. kenapa tidak pulang kerumahmu dan temui Minhyunie dan Kyumin?" teriak sungmin sukses membuat Kyuhyun membuka kembali matanya dan kaget setengah mati serta kecewa karena gagal mendapatkan targetnya saat ini..
"Aisss… Cho Sungmin,, bisa kah kau biarkan aku menciummu dulu baru berteriak seperti itu.. kau mau membuat kesempurnaanku berkurang karena aku mengidap tuna rungu hah? Aisshh jinjja!" Kyuhyun jengkel
"Aishh kau ini mesum sekali, kau harusnya memikirkan anak-anakmu dulu, isshhh" sungmin berlalu kedalam rumah- ya sedaritadi memang masih di depan pintu rumah Sungmin-
"Kita akan temui anak-anak bersama Chagi, aku menjemputmu untuk pulang bersama dan bertemu dua malaikat kecil kita" perkataan Kyuhyun sontak membuat langkah Sungmin terhenti.
"Kajja bersiap-siap‼" Kyuhyun langsung membawa (?) Sungmin kekamarnya untuk menyiapkan baju untuk dibawa 'pulang'
"P-Pulang?" mata Sungmin sarat keterkejutan dan tidak percaya.
"Ne chagi, kita PULANG, kita kembali ke Seoul, ke Appartment kecil kita bersama malaikat-malaikat kita, hidup bersama sampai mereka dewasa dan kita tak bisa lagi membuka mata.." kata Kyuhyun sambil memeluk pinggang Sungmin dan membelai surai hitam nan lembut milik Sungmin.
"K-Kyuhyun-ah.. aku masih takut, appamu bagaimana?" Sungmin masih dengan ekspresi takut.
"Kita perjuangkan bersama chagi, aku yakin appa akan merestui kita, percaya padaku, ne!" Kyuhyun mengecup pucuk kepala Sungmin sampai sang empunya memejamkan matanya.
"Aku selalu percaya padamu Kyu.. Saranghae" Sungmin mendongakan kepalanya dan langsung mengecup bibir tebal nan lembut Kyuhyun hanya sekilas. Saat akan melepaskannya tangan Kyuhyun langsung menahannya dan melanjutkan kecupan menjadi ciuman yang penuh rasa rindu mendalam – bayangkan 7 tahun menahan rindu akan ciuman kekasih, sungguh menyiksa- #abaikan
Seoul
Drrrttt…drrrttt…
Klik..
"Bagaimana? Apa Kyuhyun sudah pulang?"
"…"
"Bagus! dia langsung ke jejukan, ini akan memudahkan rencanaku, awasi terus mereka"
"…"
Tuutt..tuuut….
"tidak semudah itu Cho Kyuhyun‼"
.
.
TBC…
.
.
.
.
.
Eitssss… engga deng.. hihihiii.. lanjuutttt… ^^
(bahasan sedikit T+ disini hihihi..)
.
.
Incheon Internasional Airport
"Pelan sedikit Kyu, ini semua karena ulahmu.. aiisshhh" Sungmin kesulitan untuk berjalan walau tangannya sudah di tuntun Kyuhyun
"Mianhae chagi.. aku tak bisa mengontrol kerinduanku padamu, dan kurasa ini belum selesai.." Kyuhyun menampilkan smirknya
"Awas saja kau berani mendekatiku lagi.. aku akan tidur dengan anak-anak.. tidak mau denganmu, bisa-bisa aku mati mengenaskan dimakan srigala mesum macam kau kyu.. aiisshh sungguh ini sangat menyiksa" sungmin meratapi nasibnya
"Kau tega sekali chagi, kau tau beratnya 7 tahun tanpa dirimu, itu lebih menyiksa dibanding tadi.. kau jahat chagi, padahal juga kau menikmatinya.." Kyuhyun memasang wajah cemberutnya, berharap terlihat Aegyo namun Gagal saudara-saudara.
"Hentikan wajah menyeramkanmu itu Kyu.." ketus Sungmin
"Yasudah, kajja kita cepat-cepat kerumah, biar ku adukan pada baby twin kalau ummanya tak mau membuat dongsaeng untuk mereka" Kyuhyun langsung melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin dan mengangkat tubuh mungil Sungmin sambil membawanya berjalan cepat.
"YAAaakk‼ kau ini.. tidak perlu sampai menggotongku seperti koper.." bentak Sungmin sambil menahan malu.
"Kalau kau jalan akan sangat lama,,"
Mereka pun langsung menaiki mobil yang sudah menunggu di terminal kedatangan.
"Maaf merepotkan Shin Ajhumma.." Kyuhyun langsung menyapa Shin ajhumma yang membantu Kyuhyun membawa koper Sungmin
"Tidak apa-apa tuan!"
"Kita langsung pulang kerumah, aku sangat merindukan Kyumin dan Minhyun" kata Kyuhyun lagi
"Mereka sehat kan Ajhumma?" tanya Sungmin
"Sehat tuan, nona Minhyun sudah kembali ceria.," jawab Shin ajhumma penuh senyun dan hormat
"Terimakasih telah menjaga mereka ajhumma.. kajja kita pulang.." kata Kyuhyun bersemangat sambil memeluk Sungmin protectif..
Other side
Terminal Keberangkatan Luar Negeri Bandara Internasional Icheon..
"Semuanya sudah siap Tuan, Nyonya.."
"Baiklah, kau jangan lupa rencana selanjutnya, arra?" titah tuan besar Cho
"Ne Tuan." Orang berpakaian bodyguard itupun langsung membungkuk dan pergi setelah menyerahkan passport dan tiket penerbangan untuk 4 orang
"Yeobo, kau yakin dengan ini semua" Ny Cho sedikit Khawatir
"Tenang saja, semua akan berjalan lancar yeobo. Kajja kita berangkat" Tuan Cho bersemangat
"Monni, Beoji, kita mau kemana? Mau jalan-jalan ya?" pertanyaan dari mulut mungil Kyumin terdengar bersemangat
"Iya sayang kita akan jalan-jalan.. kau senang chagi? Hyunie juga senang tidak bisa jalan-jalan sama monni?" suara lembut Ny Cho menjawab kyumin
"Hyunie senang monnie, tapi kenapa tidak ajak umma dan appa? Hyunie kangen umma." Minhyun menundukan kepalanya
"Nanti appa dan umma menyusul chagi, appa sedang sibuk. Hyunie dan mMin mengertikan." Ny Cho langsung menggendong Minhyun dan Tuan besar Cho menggendong Kyumin menuju tempat boardingpass..
.
.
Cho House
"Kita sudah sampai Tuan" Shin Ajhumma membangunkan Kyuhyun yang tertidur
"Ahh,, ne, terimakasih ajhumma!" Kyuhyun sedikit bergerak karena tangan kanan dan sebelah badannya ditumpangi (?) Sungmin tidur.
Kyuhyun mengelus pipi Sungmin dan langsung memposisikan Sungmin dalam gendongannya dan membawanya keluar mobil kemudian melangkah menuju kamarnya. Setelah membaringkan Sungmin di kasurnya Kyuhyun langsung menuju kekamar Kyumin.
"Kenapa rumah sepi seperti ini Shin ajhumma?" Tanya kyuhyun saat menuju ke kamar Kyumin
"Saya juga tidak tau tuan, saya juga belum melihat tuan dan nyonya besar, bahkan pelayan yang biasa melayani tuan dan nyonya besar tidak terlihat, mobil tuan besar juga tidak terlihat tuan." Shin ajhumma panjang lebar.
Kyuhyun menyeritkan dahinya, bingung.. "baby twins!" kyuhyun langsung memasuki kamar kyumin yang sepi dan gelap, tak berpenghuni.
"Apa yang kau rencanakan Appa.. kenapa sekarang kau bawa anak-anakku.. kau kemanakan mereka,," kyuhyun frustasi.
"Kyu.. mana minhyunie dan kyumin?" Sungmin terlihat di bibir pintu kamar Kyumin
"Appa mebawa mereka Minnie, Argghhh..!" Kyuhyun memukul kepalanya
"Hikss… kenapa begitu berat Kyu.. Hikss,," Kyuhyun memeluk Sungmin yang terisak.
"Mianhae cahgiya, aku sungguh tak berguna.. mianhae.." Kyuhyun mengecupi pucuk kepala Sungmin sambil mengumamkan kata maaf
"Tuan maaf, ini aku baru mendapatkan kabar bahwa Tuan besar dan Nyonya serta nona Minhyun dan tuan Kyumin telah berangkat ke Roma menggunakan jett pribadi" Shin Ajhumma mengabarkan kepergian tuan dan nyonya Cho serta baby twin
"Sebenarnya apa mau appa.. dan kenapa umma tak memberikan kabar padaku, apa kau juga tak tau ajhumma?" Tanya Kyuhyun
"Maafkan saya tuan, sungguh saya tidak mengetahuinya, saat saya pergi membelikan tiket tuan ke jeju pagi tadi tuan besar dan nyonya serta baby twin masih ada dan baik-baik saja." Terang Shin Ajhumma
"Sudah Kyu, sekarang bagaimana kita bisa membawa kembali baby twin." Sungmin sudah mulai tenang
"Baiklah, sekarang kita istirahat dulu, besok kita susul mereka ke Roma." Kyuhyun langsung menggandeng sungmin menuju kamarnya untuk beristirahat.
Drrrttt…Drrttt….
Handphone Kyuhyun bergetar menandakan pesan masuk
|from : Tuan Besar Cho
Kau berniat menjemput anak-anakmu Kyu? Akan ku tunggu kau di Roma 2 hari dari sekarang. |
'sebenarnya apa yang kau mau appa, masih kurangkah kau menyiksaku 7 tahun, dan sekarang ka mau memisahkanku dengan anak-anakku.' Batin Kyuhyun
| to : Tuan Besar Cho
Apa rencanamu sebenarnya Tuan Besar Cho, aku sungguh tidak akan memaafkanmu jika kau menyakiti anak-anakku, ingat appa mereka cucumu|
Send
'Akan ku ikuti permainanmu appa.' Gumam Kyuhyun
"Siapa Kyu? Appamu?" sungmin yang sedang berbaring ke kasur Kyuhyun bangun dan menyandarkan badannya ke punggung ranjang
"Ne Chagi.. dia meminta kita menjemput baby twin 2 hari dari sekarang, aku sungguh tidak tau apa rencananya, sungguh mencurigakan" jawab Kyuhyun sambil membaringkan tubuhnya di kasur dengan paha Sungmin sebagai bantalnya
"Aku yakin appamu takkan menyakiti baby twin, karena sesungguhnya dia sangat menyayangimu" ucap Sungmin sambil mengelus-ngelus rambut Kyuhyun
"Kau memang terbaik chagi, selain sabar kau juga berhati malaikat, aku sangat mencintaimu chagi, saranghae." Kyuhyun merengkuh pinggang Sungmin dan menenggelampan kepalanya di perut kekasihnya itu
"Nado Kyu!" sungmin memejamkan matanya seraya berdoa agar anak-anaknya diberikan keselamatan dan dirinya mendapatkan kebahagiaan dan di beri kekuatan dalam menjalani perjuangan ini.
.
.
Roma, Italy
"Siapkan semuanya sesempurna mukin sebelum lusa. Ingat, SEMPURNA..!" suara Tuan Besar Cho menggema di kamar di sebuah mansion clasik di pinggir kota Roma.
"…"
"Saya tunggu usaha yang kau janjikan!" tuan besar cho memutuskan telponnya
"Haahhh dasar, apa harus aku yang turun tangan untuk mengatur semua ini!" keluh tuan Cho
"Yeobo, jangan terlalu lelah, kau bias sakit! Biar aku yang mengawasi kerja mereka.. lebih baik kita ajak cucu kita bermain." Ny Cho menenangkan suaminya
"Baiklah Yeobo, kau awasi mereka, kajja kita ke tempat baby twin!" Tuan dan Nyonya Cho pun beranjak dari kamarnya menuju ruangan yang sedikit modern dengan cat berwarna baby blue – kamar Kyuhyun dulu di mansion itu..
dikamar baby twin
"Sedang apa baby?" Ny Cho melangkah masuk ke dalam kamar baby twin.
"Monni, Beoji…! Min bosan, mau jalan-jalan keluar.." Kyumin menghambur ke Ny Cho dan bergelayut manja.
"Hyunie juga bosan, Hyunie kalah terus main PSPnya.." Minhyun yang masih di atas kasur menaruh PSPnya di nakas duduk bosan di tengah kasur.
"Aigoo.. mianhae baby-ah.. beoji terlalu sibuk Ne. bagaimana kalau kita keliling naik kuda.. kajja.." Tuan Besar Cho menghampiri Minhyun membelai rambut panjang bergelombang mirip Kyuhyun itu kemudian menggendongnya.
"Kuda? Benarkah kita bisa menaiki kuda?" Tanya Minhyun
"Ne Hyunie, kita naik kuda. Nanti oppa ajari.!" Kyumin bersemangat
"Memang oppa bisa? Pasti bohong! huuwww"
"Tentu bisa, tapi kuda poni, hehehe.. di Seoul oppa berlatih menaiki kuda.." Kyumin meyakinkan adiknya
"Baiklah, kita berangkat sekarang.. kita naik kuda.." Ny Cho langsung menggendong Kyumin di susul dengan Tuan besar Cho yang menggendong Minhyun menuju perkebunan anggur kecil di belakang mansion tersebut dan terdapat sebuah peternakan dengan beberapa kuda yang terawat.
.
.
.
Merekapun berkeliling menaiki kuda, Ny Cho menunggangi kuda putih bersama Kyumin dan Tuan besar Cho menunggangi kuda hitam bersama Minhyun.
"Kau senang baby Hyunie?"
"Senang beoji, gumawo beoji, Hyunie sayang beoji, dan pasti umma juga sayang beoji." Minhyun tersenyum senang bisa dekat dengan harabeojinya yang baru ia ketahui.
'ummamu pastinya sangat membenci harabeojimu ini baby, mianhae..' batin tuan besar Cho.
.
.
Seoul
Cho House
"Ini aneh sekali, kenapa Hyukie dan Donghae tidak bisa di hubungi ya.." Sungmin terlihat sedang sibuk dengan ponselnya
"Kenapa chagiya?" Tanya Kyuhyun yang baru memasuki kamarnya
"Tidak apa-apa Kyu, hanya saja Hyukie maupun Donghae tidak bisa di hubungi, apa kau sudah mencoba menemui Wookie?" Tanya Sungmin
"Menurut informasi Yesung Hyung sedang pergi keluar negri bersama Wookie juga Ryeosung. Memang kenapa chagiya?" terang Kyuhyun kepada Sungmin
"Kemarin aku sempat menghubungi Wookie aku akan ke Seoul, dia sangat senang dan bilang akan mengunjungi, tapi tidak ada kabar lagi, dan Hyukie semalam menghubungiku menanyakan kabar namun saat tadi aku telpon tidak bisa dihubungi. Aneh sekali.. tidak biasanya seperti itu Hyukie, biasanya dia akan cerewet." Keluh Sungmin
"yasudah chagiya, mungkin Hyukie sedang ada urusan keluarga, dan Wookie kan sedang pergi, lagi pula besok kita berangkat menyusul anak-anak dan menghadapi appa, kita harus bersiap-siap.." Kyuhyun membelai rambut kekasihnya itu.
"Kyu…. Aku takut…." Sungmin menenggelamkan wajahnya di dada kyuhyun, setiap mengingat lagi bahwa harus berhadapan langsung dengan tuan besar Cho, Sungmin langsung merasa sangat takut, takut kejadian 7 tahun lalu terulang, dimana ia – Sungmin dan Kyuhyun- meminta izin untuk menikah karena Sungmin hamil dan langsung mendapatkan penolakan oleh Tuan Besar Cho sampai Sungmin diusir di tengah hujan deras,, dan dimana saat Kyuhyun dan Sungmin telah berada di altar untuk mengucapkan janji suci, yang kemudian dengan paksa orang-orang suruhan Tuan besar Cho menghancurkan segalanya, menyeret paksa Kyuhyun dan meninggalkan Sungmin di gereja kecil di sebuah desa terpencil. Sungguh itu adalah bayangan yang Sungmin ingat jika harus bertemu dengan tuan besar Cho.
"Chagiya.. kita akan hadapi bersama, sekarang tidak hanya berdua, tapi anak-anak kita ikut serta, aku yakin appa akan luluh. Kau percaya padakukan chagi.." ucap Kyuhyun sambil menghujani kecupan di pucuk kepala Sungmin
"Aku percaya padamu kyunie-ah.." Sungmin semakin mengeratkan pelukannya
"Kajja, kita bersiap.." Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mulai mempersiapkan segala persiapan untuk berangkat ke Roma esok hari.
.
.
.
Leonardo da Vinci Airport Roma, Italy
Ditengah keramaian bandara terlihat dua orang yang baru keluar dari terminal kedatangan dengan sedikit kebingungan tercetak di wajah masing-masing.
"Kita cari kemana Kyu? Kau sudah tau keberadaan tuan besar Cho?" Tanya Sungmin
"Kurasa kita dijemput, sedari tadi kita di ikuti oleh mereka.." Kyuhyun mengerakan dagunya menunjukan keberadaan orang-orang berpakaian seperti pengawal serga hitam yang mengawasi mereka.
"Aku takut Kyu.." Sungmin menundukan kepalanya merangsek kedalam dekapan Kyuhyun
"kKurasa mereka hanya akan mengantar kita ke tempat appa berada chagi, tenanglah, ada aku disini." Kyuhyun menenangkan Sungmin
Salah satu dari orang yang mengawasi tadi mendekat kearah Kyuhyun dan sSungmin..
"Mari saya antarkan ke tempat tuan besar, tuan!" katanya
Kyuhyun tidak menjawab, dia hanya mengikuti orang suruhan appanya tadi sambil menggandeng Sungmin.
Sesaat kemudian sebuah mobil mewah dengan 3 huruf terkenal menjadi cirinya yang berwarna hitam berhenti di depan Kyuhyun dan Sungmin.
"Silahkan masuk tuan, kami akan mengantarkan tuan ke tempat tuan besar!" orang tadi membukakan pintu mobil dan memasukan tas yang di bawa Kyuhyun dan Sungmin kedalam bagasi.
.
.
Selama perjalanan Sungmin gelisah, sangat terlihat bahwa dia di kuasai rasa takut dan cemas. Kyuhyun menyadarinya dan kemudian menggenggam tangan Sungmin menyalurkan ketenangan dengan mengeratkan pelukannya, walau tak di pungkiri juga bahwa Kyuhyun merasakan ke gugupan, walau tak sebesar ketakutan Sungmin.
"Kita akan menghadapinya bersama chagiya~" bisik kyuhyun sambil mendaratkan ciumannya sekilas di bibir mungil itu.
"I-iya Kyu.." Sungmin menenggelamkan kepalanya di dada Kyuhyun
Sekitar 3 jam perjalanan dari bandara sampailah mereka di sebuah mansion clasik yang dikenali Kyuhyun, mansion keluarganya –CHO-
.
.
"Kita sampai tuan, tuan besar sudah menunggu.." orang suruhan tuan besar Cho membukkan pintu mobil dan membawakan tas bawaan kyuhyun dan sungmin.
"Terimakasih." Jawab kyuhyun
"Kyu~ a-aku.." Sungmin mencicit
"Bersama Chagi.. aku takkan meninggalkanmu, kita masuk dan hadapi bersama, ini perjuangan kita chagi, demi Minhyunie dan Kyumin." Kyuhyun mengulurkan tangannya dan menuntun Sungmin masuk ke mansion itu.
.
.
Sementara itu di dalam mansion tampak Tuan besar Cho duduk di sofa single depan perapian sambil menikmati tehnya..
"Mereka sudah sampai tuan.." seorang pelayan memberikan kabar
"Suruh mereka kesini.. dan persiapkan semuanya,, aku akan menguji mereka, ingat SEMPURNA" titah tuan besar Cho
"Baik tuan..!" pelayan itupun langsung pamit dan mengerjakan tugasnya
"Yeobo, ingat jangan berlebihan!" sebuah suara mengingatkan tuan besar Cho, ya Ny Cho yang baru saja keluar dari kamar utama.
"Aku tau yang ku lakukan, yeobo." Jawab tuan besar Cho
"Arra.." Ny Cho langsung memposisikan dirinya duduk di sofa panjang di samping sofa tempat duduk tuan besar Cho
.
.
Sungmin dan Kyuhyun tampak berjalan menuju tempat yang di tunjukan oleh salah satu pelayan, keduanya berjalan sambil mengeratkan genggaman tangannya saling memberikan ketenangan dan kekuatan.
Setelah sampai di dalam sebuah ruangan ya di batasi pintu kayu mewah yang menjulang tinggi pelayan itu undur diri dan meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin.
"Huuufffhhh" keduanya menghela nafas berat berusaha menenangkan diri
"Kau siap?" Tanya kyuhyun dan di jawab anggukan, rasanya Sungmin berat untuk mengeluarkan suara
Tok..tok..tok..
Kyuhyun mengetuk pintu dan membukanya dengan sangat hati-hati.
Didalam terlihat Ny Cho berjalan mendekati pintu dan langsung memeluk anaknya itu.
"Mianhae chagi.. umma tak bisa berbuat apa-apa" ucapan Nyonya Cho membuat sSungmin semakin merasa takut. Ia mengeratkan
genggaman tanganya pada Kyuhyun
.
"Kau sudah datang rupanya,!" angkuh Tuan besar Cho
"Kumohon Appa!" kata itu keluar dari mulut Kyuhyun
"Masuklah dulu Kyu-ah" nyonya Cho membawa masuk Kyuhyun dan Sungmin
.
.
Setelah berada di hadapan tuan besar Cho, Kyuhyun menatap harap pada appanya sedangkan Sungmin menundukan kepalanya dalam-dalam. Nyonya Cho sudah duduk di sofanya tadi
"Apa yang kau harapkan dari appa Kyuhyun-ah? Masih kah kau berkeras demi namja ini, dan kau berani membawanya kehadapanku lagi? Tidak takutkah kau? Anakmu masih ada di tanganku ingat!" tuan besar Cho sedikit menyentak dengan ancaman
"Kembalikan anak-anak kami appa, kami harap appa mau membiarkan kami bahagia bersama."
"Cih.. bahagia dengan apa?"
"Kumohon appa, aku tau appa menyayangi cucu appa, appa tidak akan menyekiti mereka, kumohon appa!" kyuhyun memposisikin diri berlutut di depan appanya.
"Maaf aku lancang tuan, tapi aku mohon tuan mau membuka hati untuk namja hina ini, namja ini tak punya apa-apa hanya Minhyun dan Kyumin yang kumiliki. Dan aku mohon tuan membiarkan namja ini memiliki Kyuhyun juga,," Sungmin ikut berlutut di depan tuan besar Cho
"Cih.. apa-apaan kalian? Berlutut seperti itu, seperti tidak punya harga diri" sinis tuan Cho
"Yeobo.. sudahlah, cukup kau menguji mereka.." Nyonya Cho ikut berbicara karena tak tega melihat anaknya yang memiliki harga diri tinggi tapi saat ini berlutut depan ayahnya sendiri.
"Kau Sungmin-shi.. kau meminta aku meberikan Kyuhyun padamu? Apa bisa kau berikan padaku jika aku berikan Kyuhyun? Dia anakku satu-satunya. Dan kau mau memintanya? Apa itu tidak egois? Kau sudah punya anak-anakmu." Tuan Cho masih dengan sinis
"Appa!" kyuhyun tercekat
"Sekarang jika aku meminta anak-anakmu untukku bagaimana? Kau siap memberikannya padaku?"
"A-aku.." sungmin tergagap
"Appa, kumohon appa,, restui kami, aku takkan meninggalkan appa, aku tetap anak appa dan umma" Kyuhyun menatap appanya
"Yeobo, sudah laahh…" nyonya Cho menghampiri anaknya dan Sungmin, membangunkan mereka yang masih berlutut.
"Cih,, dasar namja tak tau diri!" sentak tuan besar Cho
"APPA! Sudah cukup, aku sudah merendahkan diriku di depan appa, jangan pernah menghina orang yang sangat aku cintai!" Kyuhyun meninggi
"Kyuu…" sungmin menggenggam jemari Kyuhyun kuat
"Apa appa masih mempermasalahkan gender kami? Karena kami sama-sama namja? Haahh?" suara Kyuhyun semakin mengeras
"Kau kira aku sekolot itu HAH? aiisss…"
"Sudahlah, yeobo. Kau sudah keterlaluan, Sungmin mari kita ke kamar Kyumin dan Minhyun" nyonya Cho membawa Sungmin
"Baiklah yeobo.. kita akhiri semua ini, bersiaplah!" tuan Cho melunak dengan menyuarakan kata yang ambigu. Kyuhyun dan sungmin menjadi bingung 'bersiap? Apa yang perlu di persiapkan' batin Kyuhyun dan Sungmin.
.
.
"Kau, tetap disini, kau kira urusan kita sudah selesai" tuan besar Cho menatap anaknya
"B-baik appa.." Kyuhyun mendudukan di bangku dekat appanya
"Aku merestuimu Kyu, aku tau segala perjuanganmu, 7 tahun kemarin kau cukup membuktikan kalau kau benar-benar mencintainya, dan kemarin berhasil membuktikan kalau kau adalah penerus Cho Corp yang dapat apa banggakan, kau dapat bekerja dibawah tekanan." Tuan Cho panjang lebar
"M-Maksud appa..?" kyuhyun speacless
"Kau itu jenius Cho Kyuhyun.. bersiaplah,, aku tunggu di taman belakang." Tuan besar Cho beranjak dari tempat duduknya kemudian menepuk pundak anaknya dan pergi keluar ruangan tadi.
.
.
.
.
Sungmin Pov
Entah kenapa Ny Cho mengantarku ke ruangan ini, disini hanya ada kaca besar dan taxedo formal yang katanya harus aku pakai, setelah mandi aku mengenakannya mematut diri depan cermin. Bersiap untuk apa sebenarnya? Dan mana Minhyun dan Kyumin, katanya aku di ajak ke kamar Minhyun dan Kyumin, dan sekarang kemana Kyuhyun? Membingungkan,,
.
Krieeett….
Ku dengar suara pintu terbuka aku langsung berdiri setelah melihat siapa yang ada di balik pintu.
Sungmin Pov end
.
.
Normal Pov
Krieett..
Sungmin terlihat berdiri dari meja riasnya
"T-Tuan…" matanya membulat kaget melihat Tuan Cho masuk kedalam ruangan itu
"Kau sudah siap? Ah.. itu.. emm… Maafkan saya sungmin-shi, selama 7 tahun yang menyiksamu.. tapi perjuanganmu telah membuahkan hasil sekarang" tuan Cho melangkah masuk sambil tersenyum – bukan menyeringai- senyuman tulus seperti seorang ayah.
"M-maksud tuan?" sungmin masih bingung bercampur takut.
"Aku merestuimu Sungmin-ah, dan jangan panggil tuan, panggil aku appa." Kata tuan Cho sambil menyodorkan lengannya untuk di gandeng Sungmin
"Tu- A-Appa? Hiks.. K-Kamshamnidha.. jeongmal kamshamnidha Appa.. hiiks" Sungmin menghapus air matanya dan menerima uluran tangan tuan Cho dan menggandengnya berjalan menuju taman belakang.
.
.
.
Di taman belakang yang sudah di ubah menjadi tempat mengikat janji suci, dengan altar dan bangku tamu yang sudah ditempati orang-orang yang dikenal, hanya keluarga dan teman-teman saja memang..
.
Kyuhyun dengan balutan taxedo berwarna putih elegan berjalan menuju taman belakang, dia masih sedikit bingung namun setelah melihat keadaan di taman belakang matanya membelalak.
"Yesung Hyung? Hae Hyung? Zhoumi Ge? Wookie? Hyukie hyung? Henry? Kenapa semua ada disini?" gumamnya sambil memasuki taman belakang yang telah di sulap sangat indah dengan hiasan bunga lily putih.
(bayangkan keadaan taman belakang pernikahan bella dan Edward di breakingdawn part 1)
"Appa…!" lengkingan dari dua malaikat kecil itu membuat semua orang yang ada di taman tersebut menengok kearah Kyuhyun. Minhyun dan Kyumin berlari kecil menghamiri ayahnya.
"Appa, bogoshipoo…" keduanya langsung menghambur ke pelukan Kyuhyun.
"Aigooo.. malaikat-malaikat apa tampan dan cantik." Kyuhyun mengendong Minhyun dan Kyumin kemudian mencium pipi keduanya
"Umma mana appa?" Tanya Minhyun
"Umma? Ehh kemana yaa.." Kyuhyun bingung
"Nanti umma kesini ko chagi, kajja kita bersiap, upacara akan mulai, ingat yang monni bilang kan chagi?" Ny Cho menurunkan Minhyun dan Kyumin dari gendongan Kyuhyun.
"Ne monni, hyunie sudah siap.." Minhyun semangat "Min juga siap.." timpal Kyumin
"Sekarang kembali ke Wookie ajhumma, ne.." perintah Ny Cho langsung di sanggupi baby twin yang langsung bergabung dengan Wookie dan baby lain, Ryeosung, Eunhae,dan Zhoury yang di gendong Henry..
"Kau sudah siap kKyu? Bersiaplah di altar!" kata Ny Cho menginterupsi kebingungan Kyuhyun
"U-Umma? Maksud umma, aku akan menikah dengan Minnie sekarang? Disini? Umma menyiapkan ini semua? Kalian merestui kami umma?" Kyuhyun memberondong pertanyaan kepada ummanya
"Iyaa chagi, semua ini Appamu yang menyiapkan, mulai dari keberangkatan kami semua ke sini, mempersiapkan acara ini sampai mengerjaimu di dalam tadi" Ny Cho sedikit terkikik
"Umma~~… tega sekali" manja Kyuhyun
"Kau mau menikah chagi, jangan bersikap manja begitu, ayo cepat ke altar, appa sudah menjemput calon pengantinmu." Kyuhyun bersemu seraya memeluk ummanya dan beranjak menuju altar yang sebelumnya mendapatkan pelukan-pelukan dari sahabat-sahabatnya.
.
.
.
Sungmin sedikit canggung berada di gandengan tuan Cho. Ia sesekali melirik tuan Cho dari sudut matanya dan kemudian menunduk kembali.
"Tenang lah Sungmin-ah, tak perlu canggung seperti itu." Kata tuan Cho
"N-ne Appa" Sungmin masih gugup 'ya tuhan jika ini mimpi maka jangan bangunkan aku tuhan' batinnya
.
.
.
"Ummaa….!" Teriakan baby twin sontak membuat Sungmin mendongakan kepalanya melihat kedua anaknya berlari menghampirinya
"bogoshipo umma…" minhyun dan kyumin berbarengan
"Nado sayaang… umma juga sangat merindukan kalian" Sungmin memeluk anak-anaknya
"Umma cantik.." Kyumin polos sambil mencuim ummanya dan di amini dengan anggukan Minhyun
"Kyumin juga tampan, Minhyunnie juga sangat cantik, seperti malaikat." Sungmin memperhatikan kedua anaknya, Kyumin memakai taxedo putih dengan aksen baby blue dan minhyun memakai gaun cantik warna putih dengan pita pink dengan rambut panjang bergelombangnya yang di biarkan tergerai diberi mahkota kecil
"Kajja umma kita ketemu appa.." Kyumin dan Minhyun memposisikan diri di barisan baby lain dan Sungmin menggandeng lagi tuan Cho
.
.
Mereka memasuki taman belakang, mata Sungmin membulat melihat keadaan disana, sangat indah, dan dia melihat keberadaan sahabat-sahabatnya disana. Dan saat melihat ke depan matanya menangkap sosok namja yang sangat ia cintai dengan posisi seperti yang hanya ada di mimpinya selama ini- di atas altar memakai taxedo putih senada dengan miliknya- sangat tampan-
.
.
Matanya berkaca-kaca hampir menangis, menangis bahagia.
.
Sesampainya di depan altar tuan Cho memberikan tangan Sungmin kepada Kyuhyun
.
"Maafkan segala kesalahan appa ne, appa merestui kalian jadilah keluarga yang bahagia nak." ucap tuan Cho
"Terimakasih appa.." Sungmin dan Kyuhyun lirih
.
.
.
Janji suci yang selama ini di tunggu-tunggu telah terucap antara dua insan yang saling mencintai. Mereka telah dinyatakan resmi sebagai suami 'istri'.
.
Kyuhyun memasangkan cincin kepada sungmin dan begitu pula sebaliknya. Sesaat kemudian mencium sungmin. Ciuman pertama mereka sebagai suami dan 'istri'.
.
Bahagia? Itu jelas, lihat saja dari semua yang datang ke acara itu? Lengkungan senyum menjadi dominasi disana, tetes air mata membanjir membentuk sungai kecil di pipi sahabat dan keluarga, bukan air mata kesedihan, namun air mata haru bahagia. Mereka yang mengetahui perjuangan dan pengorbanan pasangan ini selama 7 tahun setelah dipisahkan paksa, sekarang di persatukan. Tak ada kata selain kebahagiaan yang ada di halaman belakang mansion ini.
Kyuhyun masih mematut bibirnya di bibir sungmin, sampai ada interupsi yang membuatnya berhenti..
Pukk..
"Appa!" kyumin merajuk melihat pemandangan tersebut sambil memukul kaki Kyuhyun pelan
"Eh? M-min?" Sungmin gelagapan
"Umma.." Minhyun ikutan dengan oppanya menginterupsi kegiatan appa ummanya
"Min juga mau di cium umma.." Kyumin memeluk kaki ummanya sambil mempoutkan bibirnya
"Hyunie juga mau di cium appa" Minhyun tak mau kalah dengan oppanya
.
Gelak tawa seketika menggema di halaman itu,
.
"Arra!" Kyuhyun dan Sungmin bersamaan kemudian menggendong Kyumin dan Minhyun kemudian mengecup pipi malaikan-malaikat tersebut
"Iisshhh umma,, disini!" Kyumin menunjuk bibirnya
"Iya appa,, disini…" Minhyun langsung mengecup bibir Kyuhyun dan di ikuti Kyumin mengecup bibir Sungmin
"Aaisshhh benar-benar anak Kyuhyun!" ucap Hyukie dan Wookie bersamaan. Seketika gelak tawa terdengar lagi
"Hyunie sayang umma, appa juga oppa,," "Min juga sayang appa, umma dan Hyunie" mereka berempat pun berpelukan..
.
.
See,, pemandangan yang sangat mengharukan dan membahagiakan bukan? Cinta memang harus di perjuangkan, dan jangan menyerah dengan segala cobaan yang di hadapkan pada cinta.. karena aka nada jalan untuk menyatukan cinta..
Cerita ini adalah tentang cinta yang secara tidak langsung dipersatukan oleh kehadiran baby twin.. ^_^
.
.
.
Tamat.
#tebarbunga..
.
.
.
Omake
Baby side
"Oppa,, apa setelah liburan disini kita akan tinggal bersama?" Tanya minyuh pada sang oppa yang sedang sibuk dengan PSP
"Pasti kita tinggal bersama-sama lah Hyunie, kita tinggal di Seoul.. " jawab Kyumin yang masih fokus dengan PSPnya
"Iisshh oppa menyebalkan, Hyunie kan berbicara pada oppa, kenapa oppa tidak melihat Hyunie saat bicara dengan Hyunie" minhyun merajuk pada Kyumin
"Sudahlah Hyunie, oppa memang begitu,," kata Sungie pada Minhyun yang sedang mempoutkan bibirnya lucu. Zhoury menganggukan kepalanya
"Benar Hyunie chagi.. kan masih ada Eunhae disini.. biarkan saja Min sibuk dengan PSPnya" Eunhae menimpali sungie. Zhoury mengengguk lagi.
"Aissshh.. kalian ini.. oke-oke aku berhenti main PSPnya.." Kyumin mengalah dan menyelesaikan permainannya. Zhoury mengacungkan jempolnya
"Hyunie sayang oppa…" minhyun memeluk –menerjang- kyumin sampai terjatuh di kasur yang mereka duduki. Zhoury juga ikut menumpuk (?) Kyumin.
"Aaishh Riri-ah, jangan ikut-ikutan terus.. oppa berat" Kyumin yang berada di dasar tumpukan merasakan beratnya bertambah saat Zhoury mengikuti Minhyun menindih Kyumin
"Hhiihiihiii.. oppa.. onyi (eonni).. hihihiii uchu (Lucu) " Zhoury terkikik. Wajar saja Zhoury kan masih berumur 4 tahun..
"hahahahaa…" Sungie dan Eunhyuk ikut tertawa karena gemas dengan tingkah Zhoury
"Jadi nanti kita sekolah bareng yaa oppa? assiikkkk" Minhyun melonjakkan tubuhnya senang
"Nanti Eunhae sendirian dong di jeju.. hikss.." Eunhae memasang tampang sedihnya
"Eunhae ikut pindah saja, ne.." Minhyun menyarankan
"Memang boleh? Appa dan umma Eunhae bagaimana?" Eunhae bingung
"Ya ikut pindah saja semuanya ke seoul, biar kita bersama-sama terus sampai besar nanti.." kata Minhyun dan di ikuti anggukan Kyumin, Sungie dan Zhoury "Ne,, belcama-cama telus (bersama-sama terus) hihihihihi" kata Zhoury
Skip time
.
.
Kyuhyun side
"Jadi ini semua appa lakukan karena appa bersaing dengan Choi Corp? appa menahan segala celah yang dapat menjadikan bahan pemberitaan buruk untuk kemajuan perusahaan? Dan sekarang ancaman-ancaman tersebut sudah hilang karena Choi Corp telah mengakui bahwa Cho Corp telah satu level dengan Choi Corp?" Kyuhyun yang sedang di ruang dekat perapian bersama appanya yang menceritakan kejadian sebenarnya.
"Satu jawaban dari semua pertanyaanmu, yaitu IYA.. semua appa lakukan untuk kita, aku, ummamu, kau, 'istri'mu, dan cucu-cucuku! Appa tak mau kau merasakan apa yang appa dan ummamu rasakan dulu, appa tak mau perusahaan yang appa bangun dari NOL yang appa persiapkan untukmu dihancurkan begitu saja, maka dari itu appa menjaga dengan sangat hati-hati, karena pada saat itu perusahaan kita sedang dalam masa berkembang maka banyak pesaing yang berlomba untuk menjadi perusahaan maju, sulit membangun sudah appa lakukan, dan sekarang kau harus mempertahankannya dan itu lebih sulit dari semua perjuangan appa. Kau mengerti? Appa membentukmu untuk menjadi pribadi yang kuat dan tegar.. sehingga tidak lemah dalam hal apapun." Tuan besar Cho panjang lebar. Kyuhyun langsung berlutut didepan appanya yang menjadi panutan selama hidupnya. Selamanya.
"Gumawo appa, appa adalah panutanku. Mianhae.. saranghae appa!" Kyuhyun memeluk appanya
"Yaakk! Kyu jangan memelukku.. peluk 'istri'mu,, appa masih punya umma!" eksperesi tuan besar Cho sulit di baca
"Hhehehehe…. Mianhae appa, aku sangat senang.. jeongmal gumawo appa.." Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal
.
.
Sungmin side
"Yakk! Kalian merencanakan ini semua? Kalian jahat sekali tidak membertahukan aku.." Sungmin mempoutkan bibirnya. Saat ini Sungmin sedang berada di kamarnya bersama Wookie, Hyukie dan Henry.
"Hehe,, sebenarnya aku juga kaget, tiba-tiba menerima undangan pernikahanmu beserta tiket pesawat dan alamat mansion ini" jawanb Hyukie kemudian mendapatkan anggukan setuju dengan Wookie dan Henry
"Aaisshh kalian ini!"
"Tapi aku sungguh bahagia Minnie hyung.. perjuangan dan pengorbananmu terbayar" Wookie melanjutkan
"Benar Minnie hyung.. sungguh sungguh sangat membahagiakan" Henry menimpali
"Terimakasih Wookie-ah, Henri-ah Hyukie-ah.. kalian memang sahabatku, berkat dukungan dan doa dari kalian juga aku bisa menjalani ini semua" Sungmin tersenyum dan memeluk sahabat-sahabatnya
.
Tok..tok..tok..
.
Pintu kamar Sungmin berbunyi, dan masuklah para suami – Donghae, Yesung, Zhoumi dan Kyuhyun.
"Sedang apa Minnie Chagiya?" Tanya Kyuhyun yang langsung memposisikan diri di sebelah Sungmin sambil memeluk pinggangnya.
"Aishh Kyu ada banyak orang disini, jangan seperti ini!" Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun dengan muka bersemu
"Sepertinya kita harus keluar chagiya.. hayo semua.. jangan sampai kita melihat Live Perfomens disini.. hahaha" Yesung menarik Wookie keluar kamar dan di ikuti Zhoumi dan Henry serta Hae dan Hyukie.
"Bagus.. kalian mengerti rupanya.. hahaha" kyuhyun tertawa senang
"Jangan lampiaskan yang selama 7 tahun ini dalam 1 malam ya Kyu.. aku tak tega jika besok Minnie tak bisa berjalan karena itu.! Ingat ada baby, jangan membuat mereka curiga. hahahahaha" Hyukie memperingatkan Kyuhyun dan Sungmin
Blusshh..
"Aiisshhh… Hyukie!" Sungmin menjadi tomat matang seketika
Blam..
Pintu ditutup oleh eunhyuk
"Lepas dulu Kyu.." sungmin gelisah, Kyuhyun sudah merangsek ke lehernya.
"Kenapa lagi Yeobo?" kyuhyun masih setia menikmati wangi tubuh sungmin
"Kita kekamar baby dulu.. tadi mereka sudah tidur, tapi aku mau tidur dengan mereka" Sungmin menyembunyikan senyumnya
"Andwee… kau tidur disini dengan ku.. tidak boleh dengan baby.. ayoo llahh Yeobo… ini malam pertama kita" Kyuhyun merajuk
"Malam pertama apa? Kita sudah punya Kyumin dan Minhyun" kata Sungmin lagi
"Yeoboo…!" rajuk Kyuhyun
"Hahaha… aku bercanda Kyunie nae yeobo.. aku hanya ingin menemui mereka lagi.." kata Sungmin langsung menggandeng Kyuhyun menuju kamar baby twin.
.
.
Dalam kamar baby twin terlihat mereka sudah tertidur di tengah ranjang dengan posisi berdekatan. Sungmin mendudukan di pinggir ranjang dan kemudian membenarkan selimut mereka lalu mengecup kening malaikat-malaikatnya.. hal serupa di lakukan kyuhyun.
"Terimakasih Nae Baby… umma dan appa sayang kalian!"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~STORY TWIN BABY~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
terimakasih banyak buat seluruh reader sungguh ini adalah pengalaman pertama membuat FF dan tanggapan reader sekalian membuatku bersemangat untuk menulis story-story lain..
jeongmal kamshamnidha readerdeul...
Nae Sarang Nae Reviwer
hatakehanahungry 6/18/12 . chapter 8|Syubidubidu6/16/12 . chapter 8|magnae91 6/16/12 . chapter 8|Bunny Ming 6/16/12 . chapter 8|desysaranghaesuju 6/16/12 . chapter 8|Rara19Park 6/16/12 . chapter 8|kyurin minnie 6/17/12 . chapter 8|vina8402 6/17/12 . chapter 8|Cha2LoveKorean6/17/12 . chapter 8|ningkyu 6/18/12 . chapter 8|Dminniekyunnie 6/26/12 . chapter8|Guest 6/28/12 . chapter 8|Guest 7/4/12 . chapter 8|JustKyuMin 7/6/12 . chapter 8|jaerinkyu males login 6/16/12 . chapter 8|Kim Soo Hyun6/16/12 . chapter 8|Keys47 6/16/12 . chapter 8
dan nantikan story dari lee kyuzha selanjutnya yaa...
yang selanjutnya adalah pairing Hanchul.. siap" Hanchul shiper... tetap dukung author abal ini yaa.. review plaese..
saranghae buat reviewer sekalian..
sun sayang buat kalian.. saranghae.. ^_^
hong..hong..hong...
