I Hope You Like My Fanfict...


***Romance Detective : Brave Your Heart!***

Like I Said This is "AOYAMA GOSHO's MANGA"

'Keberanian adalah kata kebenaran untuk membangkitkan semangat diri kita'. Ran Mouri.

"….Kali ini Detektif Conan Bertekad membuat semuanya menjadi jelas!.Selangkah lebih maju untuk Face To Face Black Organization!..."

"Memiliki pemikiran tentang kebenaran selalu ada satu,

walaupun memiliki tubuh anak kecil,

tapi juga memiliki kepintaran orang Dewasa…

namanya adalah Detektif Conan!."


"Apakah kau benar-benar Shinichi?". Tanya Ran dengan air mata mengalir.

Conan belum bisa berbicara dengan lancar. Saat ini dia masih gugup dan takut akan ekspresi Ran yang masih sedikit bingung.

"Hahaha, kenapa kamu malah nanya bukannya kemarin kamu bilang kalau kamu sudah tahu...,Ran.". Kata Conan dengan tidak menggunakan kata kakak pada Ran. Dan dengan berwajah sedih meneruskan katanya. "Kau boleh marah, karena aku sudah bohong selama ini…jadi..".

"Apa kau benar-benar Shinichi?". Tanya Ran lagi.

"…Ya, aku Shinichi."

Ran berlari mendekati & memeluk Shinichi yang saat ini bertubuh Conan.

"Shinichi!, aku senang kau tidak apa-apa. Dan kali ini kau juga sudah jujur kepadaku. Aku senang, sangat-sangat senang."

"Eehh!, kau tidak marah?."

"Buat apa aku marah. Kau sering melindungiku dalam wujud Conan dan sering sekali aku juga membuatmu sedih."

"Sedih?, kapan itu?".

"Kau tahu, aku sering sekali curhat ke kamu tentang Shinichi tanpa tahu kalau orang yang mendengarkannya adalah Shinichi sendiri. Aku, aku minta maaf". Kata Ran kembali dengan air mata menetes.

"Aku rasa kali ini kita bisa sama-sama minta maaf."

Kali ini Conan bisa lega karena sudah mengatakan apa yg ingin dikatakannya. Semuanya sudah selesai. Tapi masalah lain masih belum selesai. Tiba-tiba kaca di kamar Ran pecah seseorang masuk dengan senyum menyeringai.

"Siapa disana?". Bentak Conan.

"Kukukuku, apa kau tak tahu, bocah sialan. Aku Shinichi."

Conan & Ran kaget melihat Shinichi di depannya. Wajahnya sangat mirip. Yang membedakannya hanyalah sifat yang bagi Ran & Conan tak mungkin ada pada Shinichi. Apakah ini Kid pada wajah Shinichi?, Conan tak tahu. Yang dia tau pasti dia tak mungkin Shinichi karena dia adalah Shinichi itu sendiri.

"Ra, Ran jangan per…". Kata Conan terputus karena Ran mengatakan sesuatu.

"Kau bukan Shinichi!". Teriak Ran kepada orang yang telah memecahkan kaca jendela kamarnya tersebut.

"Ran"

"Jangan khawatir. Aku tau betul Shinichi seperti apa"

"Kukukuku, kau benar wuakku booukann Shincihi. Tidak mungkin aku Shinichi kalau Shinchi sendiri sebenarnya ada di sampingmu"

"Si, siapa kamu?". Tanya Conan dengan nada marah.

"Eh, kamu tak tahu aku?. Aku yakin anak buahku sering menyebutkan namaku ya walaupun dengan rahasia. Aku yakin kau sering mendengar kata ANOKATA. Ya!, itulah aku." Kata-katanya seraya topeng Shinichi yang dia pakai melepuh entah apa dan kenapa.

"KAMU!"

"Si, siapa dia Shinichi?. Apa aku lawan dia aja."

"Jangan Ran, dia berbahaya."

"Kuwohooho, aku tak bisa mengatakan seluruh detailnya karena disini ada pacarmu. Kau tau aku bukan tipe pembunuh. Tapi jika Gin tahu ini, dialah yg akan membunuh."

"Jadi itu wajahmu?" Tanya Conan lagi.

"Eitss, Wout-wout…aku bisa berganti wajah.. dengan pistol pengubah wajah yang aku buat. Dan itupun hanya aku yg punya… dan kau tahu artinya…"

"Itu berarti wajahmu saat ini juga hanyalah sebuah topeng."

"Yapp, kau benar. Dulu orang-orang menyebutku Profesor Gila yg Sukses."

"Apa maksudnya?"

"Kau tahu aku sering sekali membuat hal-hal yang sangat aneh dan diluar masuk akal manusia. Dengan memanfaatkan bahan kimia dan melawan kekuatan hukum alam aku mampu membuat penemuan yg gila."

"Aku belum pernah mendengarnya."

"Hehehe, tentu saja kau belum pernah mendengarnya." Kata Anokata dengan suara kecil.(?)

"Tapi ini diluar rencana. Aku tak menyangka saat aku berbicara dengan Ran. Diam-diam kau juga ikut mendengarkannya."

"Wout-wout, kau salah.. aku sudah tahu lama kalau kau adalah KUDO SHINICHI. Dan aku selalu mengawasimu."

"APA!"

"Heh, aku tahu kau karena kau adalah musuh yang suka menghentikanku dulu….SILVER BULLET."(?)

Conan & Ran berada dalam situasi yang buruk. Orang tersebut memiliki hawa berbahaya yg sama seperti Gin.

"Tujuanku disini adalah untuk memberitahukan 2 hal kepadamu Silver Bullet…." Kata Anokata Yg sekarang terlihat serius.

"…Sebenarnya aku menunggu laporan tentangmu Kudo. Laporan tentang bahwa Shinichi Kudo ada dan benar-benar hidup…"

"Apa maksudmu?" Tanya Conan.

TEESS!

"Shinichi!"

"WUAGHH!" Teriak Conan. Conan ditembak pistol oleh Anokata.

"USSSHH, aku belum selesai bicara jadi tolong jangan memotong pembicaranku bocah sialan. Oh, jika kau ingin tahu kenapa pistol ini memiliki suara yang aneh maka kuberitahu. Pistol ini memiliki suara tembakan seperti pistol mainan yg berisi air ini adalah alat yg sangat cocok untuk orang yg suka rahasia seperti aku."

"Shinichi! bertahanlah!."

"Santai saja nona, aku tidak menembak bagian vitalnya. Itu hanya menyerempet. Jadi…jika kau bicara lagi akan kubiarkan pistol ini membunuhmu"

"KAMUUU!," Ran marah. Ingin sekali rasanya Ran menendangnya dengan jurus karatenya tapi dihadang Conan.

"Jangan Ran. Sudah kubilang dia berbahaya." Cegah Conan.

"Shinichi.."

"Betul itu nona, aku sangat ahli ilmu beladiri. Jika kau tidak diam aku akan membiarkan ilmu beladiriku ini untuk membunuhmu. Kau tahu kan, aku bukanlah orang yg gemar membunuh orang. Tapi aku orang yg gemar melihat orang membunuh orang. Sama seperti pistol dan beladiriku ini yg akan membunuhmu jika kau melawan."

"Ba-baik, ka -mi akan mendengarkannya." Jawab Conan gemetar karena telah tertembak pistol.

"Bagus, walaupun aku sering mendengar namamu dari Koran. Aku membiarkannya, karena kukira kau tak akan menggangguku lagi…."

'lagi?, apa maksudnya?'

"….Tapi beberapa bulan yg lalu aku mendengar laporan dari anak buahku yg suka membunuh itu kau tau siapa itu?

'Gin!'

"Dia adalah Gin. Jujur saja aku ingin sekali melihat pistolku ini membunuhnya. Tapi aku tak bisa melakukannya. Karena dia adalah Black Cannon Organisasi Hitam…."

'Black Cannon?'

"Kau Tahu, Selain Silver Bullet ada lagi rumor bahwa hanya satu orang yang dapat menghancurkan Silver Bullet, dan itu adalah sebutan untuk Black Cannon…."

"Saat itu Gin melaporkan kalau dia telah membunuh seorang detektif terkenal dari Tokyo dengan obat yang sebenarnya adalah obat awet muda 10 tahun. Ya, ini memang salahku karena telah merahasiakannya dan mengatakan kalau itu adalah racun tak berbekas. Orang yang mengetahuinya hanyalah aku, Vermouth, dan ke-2 orang tua Sherry…"

'APA!'

"Aku kaget sekali saat aku mendapatkan laporan dari Bourbon kalau kau adalah orang yg telah menyembunyikan Sherry dari kami…."

"….tapi jangan khawatir. Aku tak tertarik sama sekali dengan Sherry. Karena yg kukhawatirkan adalah kau Kudo Shinichi. lalu yg kedua…" Kata Anokata seraya melemparkan sebuah surat kearah Conan. "Hei, Nona kau tak boleh melihat isinya. Surat itu adalah Alamat Markas Besar Organisasi Jubah Hitam."

"APA!"

"Tujuanku adalah menyeretmu ke markas itu sendiri dengan sendirinya. Aku tahu kau sangat tertarik dengan informasi jubah hitam. Jadi kau bisa dengan senang hati ke sana. Kau boleh menceritakannya kepacarmu itu tapi kau tak boleh memberitahukan alamatnya. Termasuk Sherry & teman-teman terdekatmu. Karena anak buahku akan membunuhmu jika kau memberitahukan alamatnya. Jika kau benar-benar kesana sesuai waktu janjinya aku berjanji tak akan lagi menyentuh orang terdekatmu termasuk Sherry. Tapi sebaliknya jika kau tak datang seluruh orang terdekatmu akan mati dengan cara kematian yg mengejutkan…."

"….hanya itu yg ingin kusampaikan kalau begitu aku pergi dulu.."

"Tunggu!, sebenarnya siapa kamu?."

"Sudah kubilang bukan aku ini adalah Anokata. Dan aku tak bisa menjelaskannya kepadamu karena saat ini ada pacarmu. Jadi bagaimana?, kau akan kesana?"

"A,aku…." Jawab Conan bingung.

"Shinichi…"

"Heh, bodoh, aku tak butuh kata omong kosongmu itu. Yg kubutuhkan adalah bukti. Jangan khawatir kau tak akan sendiri. Karena aku yakin orang itu akan kesana juga."(?)

'Eh, apa maksudnya'

!

Minggu ini memang penuh dengan kejutan . Awalnya Ran mengejutkannya sekarang bos BO yg mengejutkannya.

"Aku akan kesana…" Kata Conan sehabis Ran memberi perban Ke Conan.

"Shinichi, kau tidak perlu kesana. Karena walaupun tubuhmu kecil aku tetap menyukaimu, aku akan selalu menyukaimu."

"Ran, tujuanku mengalahkan Black Organization ada 2. Yg pertama adalah demi kamu."

"Eh."

"Jika aku bisa kembali seperti semula aku tak akan membuatmu sedih lagi…"

"Shinichi…"

"Dan yg kedua ini demi harga diriku sebagai detektif." Kata Conan dengan kerennya.

"Baiklah aku tak akan melarangmu lagi. Aku juga tak ingin melihat surat itu karena itu hanya akan mengakibatkan orang yg berada di dekatmu dalam bahaya. Tapi berjanjilah satu hal Shinichi."

"Apa itu?"

"Kau…akan kembali, kan?"

"Tentu saja. Aku janji!."

Conan menjelaskan semuanya kepada Ran. Semua yg Conan tahu dia beritahu kepada Ran semuanya kecuali alamat Markas Besar BO yg diberitahu Anokata tadi.

"Oh ya, Ran aku rasa Conan itu anakmu." Kata Conan mencairkan suasana.

"Eh, apa maksudmu aku kan masih remaja dan lagipula kamu itu adalah alter ego conan itu sendiri." Jawab Ran sambil blushing.

"Ya, itu memang benar kau tahu saat aku bilang kalau nama Conan Edogawa ada karena kau menanyakannya secara tiba-tiba. Dan karena itulah kau ibunya Conan. Ya, bukan Fumiyo itu karena jika nama Conan Edogawa tak ada maka Fumiyo tak ada. Kau tahu Fumiyo itu adalah ibuku(Shinichi) yg menyamar."

"Ya, aku tahu itu Tante Yukiko yg menyamar. Aku tahu itu karena aku tau kalau kau adalah Shinichi. Ta, tapi kenapa bisa aku jadi ibunya Conan bukankah lebih baik aku jadi kakaknya Conan kalau begitu." Kata Ran masih dengan blushingnya.

"Awalnya sih aku juga berpikir begitu tapi dengan kau yg jadi ibunya maka aku atau Shinichi ini menjadi ayahnya."

"Eh, apa maksudmu Shinichi?, sudah ah jangan goda aku lagi."

"Karena aku lah yg menamakan Conan Edogawa. Seperti seorang Ayah yg biasanya memberikan nama anaknya yg baru lahir. Hehe."

Shinichi kecil atau Conan kini mampu membuat Ran tertawa dengan sepenuh hati. Guyonan Shinichi mampu membuat Ran yg beberapa menit yg lalu mengangis sedih kini tertawa ceria.

"Fuuh, aku lega kau memaafkanku, Ran." Kata Conan setelah selesai bergurau.

"Ya, aku tak akan marah kok."

"Iya, aku senang kau memaafkan orang yang sudah melihatmu telanjang dan tidur bersamamu ini." Kata Conan sedikit menjahili Ran.

"Iya, aku tak marah."

"Eh, kau tak marah."

"Ya, saat itu yg memulai kan aku. Dan aku ingat pernah mengajakmu mandi lagi tapi kau menolaknya(see chapter 668). Dan kau menyukaiku kan?"

"Ya, sejak SD." Jawab Conan Blushing

"HFufufufu.". Tawa Ran ditahan.

"Hei kenapa kau ketawa?"

"Habis kalau kau bilang begitu dalam wujud anak SD seperti itu rasanya lucu sekali."

"Ha…ha…ha" Tawa Conan mengejek diri sendiri.

Di Rumah Profesor Agasa,

"Hmm, jadi kau sudah mengatakannya kepada Ran?. Huh, dasar kau memang keras kepala." Komentar Profesor.

"Ya, dengan ini aku harus menetapkan hatiku tetap fokus untuk melawan BO."

"Tapi walaupun iya, kau tetap tak tau dimana markas lokasi BO." Sergap Haibara.

"Sebenarnya…."

Beberapa saat kemudian,

"APA! KAU BERTEMU DENGAN ANOKATA BO" Haibara & Profesor bukan main kagetnya.

"Ya, dan aku ada perjanjian dengannya untuk ke Markas Besar Black Organization….besok tengah malam."

"Ja, Jangan bodoh! Kau akan mati jika kesana sendirian! Dan kau akan…"

"Tenang dulu Haibara, Dia membuat perjanjian jika aku kesana maka kau dan orang terdekat tak akan diburon lagi. Tapi jika aku tak datang semuanya akan tamat."

"Ta, tapi." Kata Haibara terlihat sedih.

"Jangan khawatir aku tak akan mengajakmu karena memang berbahaya dan orang itu bilang kalau aku dan dia yang boleh datang."

"Dia?, apa ada satu orang lagi yg akan ke markas BO?" Tanya Profesor Agasa penasaran.

"Ya, tapi aku tak tahu siapa itu?. ….. Jadi bagaimana Haibara?"

"Ugh, aku menyerah...aku rasa aku tak akan bisa menghentikanmu." Jawab Haibara masih dengan wajah sedih. sesaat setelah melihat wajah Conan yang yakin, dengan senyum Haibara bertanya.

"Jadi, Bagaimana, Kudo-kun?"

Dengan senyuman Conanpun menjawab. "Aku akan kesana …. Ke Markas Besar Geng Jubah Hitam"

Conan berkata mantap dengan pastinya. Profesor pergi membuat peralatan tuk Conan nantinya. Haibara kembali ke komputernya untuk meneliti. Walaupun tersenyum tapi Haibara tak dapat membuat hatinya tersenyum. Mungkin dia khawatir terhadap Conan.

Disaat Conan sendirian tiba-tiba…..

"Hoo, jadi kau akan kesana juga ya, Boy?"

"Siapa disana?"

"Ini aku seniman pencuri yang muncul di malam hari yang indah. Magician of the Silver Sky. Kid the Pantom Thief."

"Kid! Apa yang kau lakukan disini."

"Aku kesini karena kita harus memasang sebuah rencara untuk besok tengah malam."

"Ja, jadi apakah kamu?"

"Ya, Aku adalah DIA."

*To Be Continued*


Next File :

"Siapa Kamu Sebenarnya?." Tanya Conan dengan wajah serius.

"Kenapa tidak kau jawab sendiri dengan Hipotesa Detektifmu."

"Kasus tanpa Tersangka?, Menarik!"


* Maksud dari (?) adalah pertanyaan yg penting yg akan dijawab di file selanjutnya entah kapan itu.

* Maksud Kid dari kata "Aku adalah DIA." karena Kid tadi mendengarkan perkataan Prof. Agasa "Dia?, apa ada satu orang lagi yg akan ke markas BO?" jadi pertanyaan dijawab oleh KID yg maksudnya Dia itu adalah Kid.